ARDIEKA PROUDLY PRESENT

Black Scandal of The Band

Naruto belongs to Masashi Kishimoto

Story by: Me!

Warning: gajeness nista sumpaahh! Typos bermekaran(?) rated M. OOC. AU.

Don't like don't read. Simple as that.

.

.

CHAPTER 3

PART MINATO NAMIKAZE

Padahal minato hanya mengingat bagian hari itu saja, tapi entah kenapa bulu tengkuk nya meremang. Satu pertanda kalau kushina ada di dekat nya atau di sekeliling nya. Entah itu anugerah atau kutukan ia bisa mendapatkan karunia itu, tapi ia selalu dapat bisa memastikan kalau kushina ada di dekat nya pasti ia akan berakhir di rencana mesum minato. Dan benar saja, disaat pintu studio terbuka perlahan, dapat dilihat helaian rambut merah nya terurai beserta kepala nya yang menyembul dari balik pintu itu.

Seketika itu juga 'minato kecil' langsung membesar dari dalam jeans minato kala itu.

"ahh, kushina chan?"

"oh, heI rin chan, maaf aku mengganggu, bisa aku bertemu dengan minato sebentar?"

"loh, silahkan, dia ada disana,"

"umn. Arigatou, m-minato kun?"

"yee, kushi chan?" jawab minato sumringah,

"umm, bisa kita bicara sebentar?"

"ha'I, nande?"

"ummn,, a-ano, kehamilan ku, dan,"

"aku tau kushi chan, aku akan menikahimu,"

"bukan, maksud ku, kalau kau belum siap untuk menikah, taka pa minato kun, aku tak akan memaksa mu,"

"loh? Ada apa kushi chan? Lagipula pria macam apa aku ini yang meninggalkan tanggung jawab ku terhadap mu?"

"aku hanya tak ingin kau menikahi ku hanya karena tanggung jawab mu, tapi karena mencitai ku, itulah yang aku inginkan,"

"yare yare… tanpa kau beri tau pun aku sudah mencintai mu kushi chan, kenapa kau berpikiran seperti itu?"

"maaf.."

"ssstt.. tak usah minta maaf, aku mengerti apa yang kau rasakan, umm, hari ini kau tlah membuat kesalahan dengan dating kesini kau tau?"

"ah? A-apa maksud mu?"

"kita kan sudah 2 hari tak bertemu, dank au malah mengajak ku kesisi studio nganggur ini, kau akan ku hokum!"

"eehh? Ah min-!"

Tanpa pikir panjang lagi minato langsung menyumpal bibir kushina dengan bibir nya, ia menghimpit kushina di tembok, tangan kanan nya menempel di tembok tapi tangan kiri nya bergerilya di dada kushina. Lumatan lumatan bibir minato di bibir kushina makin menggila, kemudian bibir minato turun menjelajahi tengkuk kushina, ia betulkan letak rambut merah nya, agar leher jenjang nya bisa bebas ia jilati. Ia buat beberapa kissmark disana, ia sesapi dengan hikmat leher milik kushina itu. Yang di jilati hanya bisa mengeluarkan erangan tertahan dari mulut nya.

Tangan minato kini sudah turun dari dada besar kushina ke perut lalu ke arah pinggul kushina. Dengan satu sentak kan, ia rapatkan tubuh nya dengan tubuh kushina. Kushina hanya bisa menahan erangan nya, karena mulut nya telah disumpal mulut minato. Melihat reaksi itu, minato hanya menyeringai geli dihadapan nya. Dengan malu-malu kushina mendongakkan kepala nya, menatap kearah minato,semburat emarahan tercetak jelas di wajah cantik nya. Minato makin terangsang karena pemandangan itu ia langsung melumat lagi bibir kushina, tapi kali ini dengan lembut dan hangat.

Lumatan lumatan dari minato kini makin menggila. Tanpa mereka sadari, obito dan kakashi udah nosebleed di samping pintu karena memang sengaja menguping kegiatan mereka secara bersebelahan.

Grasak grusuk berdua, sampe bahkan dorong dorongan buat ngintip dari celah pintu. Zetsu yang baru dating, melihat adegan konyol kedua senpai nya hanya tersenyum gaje, mengerti apa yang sedang mereka intip. 'pasti senpai minato dan senpai kushina yang ada di dalam sana' inner zetsu menguap.

Tapi karena penasaran juga, ia akhir nya memutuskan untuk mindik-mindik dibelakang obito dan kakashi buat ikutan nguping. Berasa tiba-tiba suasana disekeliling minato jadi senyap, ia jadi curiga, lalu disela erangan kushina yang sudah hamper klimaks itu, minato berhenti menggenjot batangan nya sebentar, tapi ia piker, sudah nanggung, jadi ia klimakskan dulu milik nya, dan kushina. Saat disela terengah engah nya pasca klimaks, ia berdiri lalu dengan cepat, membetulkan resleting jeans nya, sejurus kemudian,

Brakk!

"waahh.. hebat, kompak ya lu bertiga ngintipin gua?!"

"ah! A-ano, go-gomen senpai, tapi aku baru dateng, dan penasaran sama dua senpai ini, jadi ikut ikutan deh,"

"ooo.. jadi kalo dua beruk ini masuk sumur lo ikutan juga? Gitu ?"

"a-ano, iee senpai.." sambil membungkuk dalam,

"good.. good boy, permintaan maaf lo gua terima, eiit…! Mau kemana lu bedua?!"

"hee..? mau nge jam lah, latihan, kan besok manggung, yaa kan rin koi?"

"eh! Bangke! Harus berapa kali sih gua bilang? Jangan seenak nya nambahin suffiks koi di nama nya dia!?"

"yang dipanggila aja gk napa napa? Ya kan rin koi?"

"yehhh!? Kenapa lo malah pada berkelamin bedua!? Udah siapin alat alat sana!? Kita nge jam buat besok!"

"ye senpai"

"siapp.."

"yaudah, gua mau ke wc dulu bentar,"

"wuahaha..! kebelet lu yaa…? Jangan di keluarin di wc lu!? Ntar di bantuin hanako lho!"

"bangke! Kalo ga di wc dimana? Di mulut lo?! Hahaha…!"

"sialan.."

"haha, lagian sih lu rese ajja, udah tau orgil, malah lu gangguin,"

'Sial, kenapa gua jadi terangsang gini? Mana ada rin chan lagi tadi disana' inner obito.

~TBC~