ARDIEKA PROUDLY PRESENT
Black Scandal of The Band
Naruto belongs to Masashi Kishimoto
Story by: Me!
Warning: gajeness nista sumpaahh! Typos bermekaran(?) rated M(for the language). OOC. AU.
Don't like don't read. Simple as that.
.
.
Chapter 6
Keesokan hari nya.
Kakashi berjalan keluar dari rumah sakit dengan keadaan segar bugar. Obito menatap kakashi dengan tatapan penuh kebahagiaan. Minato menatap kakashi dengan tatapan cemas. Sampai akhirnya ia membuka obrolan ketika mereka telah sampai di dalam mobil kushina.
"lo, bneran udah bisa manggung?"
"hn, gue gpp senpai,"
"tau lu, harus nya kan lu bedrest sehari lagi,"
"payah, kalo gua gak manggung, gue bisa kalah tenar dari lu,"
"dih, si goblok! Mana ada yg begitu?"
"iya, lu yakin mau manggung hari ini?"
"gue ga apa apa senpai, lu ga usah alay deh, apalagi lu dobe?"
"ikh, sialan lu teme, gua begini kan buat kesehatan lo,"
"ia kakashi senpai, apa benar benar bisa manggung?"
"udah deh zetsu, lo ga usah ikutan jadi alay kaya dia berdua, lo kan kouhai gue yg paling bener otak nya disini, hehe,"
"sialan lu, trus kushina san?"
"kalo itu laen soal, dia mah udah punya nya leader,"
"baguslah, kalo keadaan lo udah benar benar membaik, gua ikut seneng,"
"hn,"
Minato memacu kendaraan kushina dengan stabil menuju sekolah SMA yang telah menyewa mereka untuk manggung acara pensi di sana. Didalam mobil itu hanya ada minato, obito, kakashi dan zetsu. Sedangkan kushina dan rin , sudah berangkat duluan dengan mobil kushina yang lain ke tempat tujuan.
Tempat yang mereka tuju sekarang sudah ramai dengan para crew yang mengatur dekorasi, makanan, dan stand stand tradisional nya khas festival jepang pada umum nya. Minato keluar dari mobil disertai zetsu dan obito, sedangkan kakashi masih terduduk didalam jok mobil sambil memejamkan kedua matanya rapat rapat. Mencoba memulihkan mood nya setelah mabuk kendaraan yang dia alami. Kakashi memang mabukan orang nya. Naik mobil sedikit, dia pasti muntah muntah, makanya selalu jadi bahan celaan bagi obito dan minato serta zetsu.
Obito yang sadar kakashi ga keluar keluar, langsung melirik kearah jendela mobil lalu tertawa terbahak bahak melihat kakashi yang pucat karena mabuk. Mianto yang melihat hal itu sontak menahan tawa nya, zetsu pun begitu, tapi ia langsung menawarkan air mineral ke kakashi.
"senpai, minum dulu, lebih baik di muntahin sekalian, biar enteng perut nya,"
"ia, muntahin sono, lu liatin aja muka obito, ntar juga keluar."
Kata kata minato sontak membuat zetsu dan kakashi tertawa kencang, tapi obito langsung diam seribu bahasa dan muncul siku siku di sudut kening nya. Sejurus kemudian, ugh! Eump!
Huekkk…!
Kakashi nembak didepan yang lain nya tapi diatas saluran air bukan didalam mobil kushina.
Minato menepuk nepuk pelan punggung kakashi, obito yang melihat kakashi nembak begitu banyak, hanya bisa memalingkan muka nya tanda jijik, sedangkan zetsu mengambil tisu didalam mobil. Obito minggir sebentar untuk mengambil hp flip nya dan membuka nya. Ia melihat ada beberapa pesan masuk dari rin, tapi langsung ia hapus tanpa dibaca. Ya, belakangan ini setelah kejadian itu obito menjauhi rin secara perlahan. Ia biarkan takdir mengambil peran nya. Ia mundur teratur mengingat kejadian itu. Ia sudah mempasrahkan segala nya terhadap kami-sama. Sekarang yang akan ia lakukan adalah melakukan tugas sebaik baik nya, manggung teratur, dan nge jam teratur, walaupun dengan berat hati ia harus menahan hasrat nya karena bertemu rin. Tapi ia mencoba untuk tetap berteman dengan nya, walaupun tak sedekat dulu. Saat kakashi menggoda nya dengan menambahkan suffiks koi seperti dulu pun ia kini sudah tak mau terlalu memperdulikan nya.
Ia menutup kembali hape flip nya lalu kembali memasukan nya kekantung jeans nya, lalu berjalan kearah mobil itu. Ia lihat kakashi yang sudah kembali normal, tak pucat juga tak lemas seperti tadi. Minato lantas beranjak kearah ruangan tempat mereka akan G.R, diikuti mereka bertiga sepanjang jalan.
Setelah sampai didepan pintu mereka berempat bertemu rin dan kushina yang tengah makan disana.
"wuih, belom main udah makan? Bagi bagi lah.. hhehehe…"
"iya nih, maklum ibu hamil, jadi harus makan banyak,"
"haha, bisa aja kushina senpai, rin koi? Udah makan ?"
"ehh? Ini aku udah ambil, obito kun mau makan juga? Kakashi kun mau juga?"
"tidak usah arigatou, nanti aku ambil sendiri,"
Kakashi langsung ngelirik obito sinis. Dia merasa obito tak lagi menghiraukan rin, rin yang diberi jawaban seperti itu hanya menatap obito dengan tatapan sendu. Ia merasa beberapa hari ini obito menjauhi nya tanpa sebab. Obito ngeloyor pergi kearah stand makanan dan memesan takoyaki disana dengan zetsu dibelakang nya. Zetsu pun mengikuti nya sambil bertanya Tanya dalam hati, 'apa yg terjadi sama dua sejoli ini?' inner nya dalam hati.
Setelah sampai di stand makanan, obito memesan lalu memakan takoyaki nya dalam diam,(baca:cemberut). Zetsu yang heran melihat tingkah senpai nya akhir nya memberanikan diri untuk membuka obrolan.
"senpai, kok diem? Sepi nih,"
"sial, masa gue makan sambil joget joget? Parah lo,"
"hhehe, kan emang udah jadi kebiasaan senpai buat bikin rusuh dimana mana,"
"hhehe, emang menurut lo gue ini Cuma biang rusuh ya dimata kalian?"
Merasakan adanya unsur sensitive di nada bicara obito, zetsu hanya diam sambil menunduk tapi,
"gak juga sih, bagi gue dan yang lain, senpai tuh ibarat api,"
"wah, bahaya donk?"
"bukan dalam artian itu, api yang gue maksud tuh adalah, yang bisa menerangi disaat mati lampu dan bisa menghangat kan disaat musim dingin, membawa keceriaan dan kehangatan yang bersamaan."
"oh, gitu,"
"hn, senpai ada masalah dengan rin chan yah? Mau cerita?"
"hn, emang gue paling gak bisa bohongin lo sama minato yah, ya gua ada masalah, banyak banget,"
"cerita aja senpai, kalo emang udah gak bisa ditanggung sendiri, buat apa di tahan?"
"iya ya, gua mau nyerah aja zet, gua mau nyerah ngejar rin, dia udah punya orang lain rupanya,"
'kenapa dia baru tahu sekarang?' inner zetsu,
"hmm, emang kenapa senpai? Kayak nya bukan lo banget deh kalo harus nyerah nyerah begini?"
"haha, abis mau gimana lagi? Gua kan gak bisa maksain perasaan orang ke gue,"
"iya sih, tapi kan,"
"hm, gua rasa waktu kita udah mepet nih, nge jam yok! Yosha!"
Mendapati omongan nya yang dipotong begitu saja oleh obito, zetsu langsung paham apa yang dirasakan senpai nya itu, dan ia mencoba memaklumi nya. Dengan anggukan nya, ia berjalan mengekori obito yang ada di depan nya. Obito menghabiskan potongan takoyaki terakhir nya lalu meneguk air mineral nya hingga tandas.
"gua mau ke restroom dulu yah, lu mau bareng?"
"gak senpai, gua disini aja,"
"ohh, yaudah, senpai sebentar yah,"
"yaudah sana, gue sama kushina dan yang lain nunggu disini aja,"
"oke,"
Sekali lagi, obito ngeloyor melewati yang lain tanpa keceriaan yang biasa ia keluarkan. Rin menatap nya dengan tatapan cemas, karena ia merasa ada yang tidak beres dengan obito. Ia pun bergegas mengejar nya yang sudah agak jauh kala itu. Kakashi yang melihat nya hanya bisa menghela nafas nya karena tak mampu menahan rin pergi.
"rin chan kenapa senpai?" Tanya zetsu,
"gak tau, kayak anak ABG aja tuh mereka berdua, kushi chan, kita mojok yuk,"
"hihi, ihh, minato kun, apaan sih, aku kan belum selesai makan,"
"udah jangan makan terus nanti kamu jadi gendut loh, hhehe,"
"iya iya… wajar kan ibu hamil…"
"hhehe… kalian berdua aneh senpai, udah bener bener kayak suami istri,"
"Iseng aja mulut lo zet,"
"tau lu,"
"iya iya maaf… hhehe.."
Obito masuk kedalam restroom dengan muka kusut karena kurang tidur. Tiba tiba ada yang mendekap nya dari belakang, lalu ia menengok kebelakang, ternyata rin. Dengan bermodalkan keberanian, ia berusaha jadi jutek. Padahal itu bukan dia banget.
"ngapain kamu disini? Ini kan toilet cowok?"
Ada sebersit rasa bersalah setelah ia mengeluarkan kata kata itu, karena pelukan rin langsung mengendur seketika setelah mendengar kalimat datar yang ia keluarkan.
"ada apa dengan mu belakangan ini obito kun? Apakah aku membuat kesalahan pada mu?"
"apa maksud mu? Inilah aku apa ada nya,"
"lalu kenapa kau menjauhi ku tanpa sebab?"
Sesuai dengan terkaan obito, rin pasti menyadari nya. Dan benar saja, akhir nya pertanyaan itu terlontar juga. Dengan sekali helaan nafas berat, obito memantapkan hati nya untuk melupakan rin. Tak perduli seberapa sakit hatinya saat ini.
"kamu gak bikin salah apa apa kok, aku emang begini dari dulu, lagipula, aku tak menjauhi mu rin,"
"uso! Kamu pikir aku gak menyadari nya? Katakana yang sebenar nya obito kun, kumohon,"
Dengan sentak kan kasar, obito berbalik menghadap rin.
"lalu kenapa!? Kenapa gua harus ngomong apa sebab nya!? Kalo itu semua gak penting buat lo!?"
"ahh-!"
Rin agak tersentak dengan kata kata obito yang menurut nya agak menusuk itu. Ia kaget bukan karena bentakan obito, tapi karena makna kata kata obito.
"apa gua harus bilang ke semua orang kalo gua suka sama lo? Apa gua harus nembak lo dimuka umum supaya lo tau apa yang gua rasain!? Jawab!?"
"ukh-!"
PLAK!
"kamu keterlaluan obito kun,"
"keterlaluan lu bilang? Gua keterlaluan? Huhh,"
"…."
"apa gua deketin temen lo trus dibelakang lo ciuman dengan mesra gitu? Gua keterlaluan?"
"…"
"gua, emang bajingan, terserah lo mau anggep gua apaan, gua udah gak peduli,"
Rin kemudian berlari menjauh dari obito sambil menangis. Obito langsung masuk ke dalam restroom, beruntung didalam tidak ada orang. Ia membasuh wajah nya dengan air di westafel. Ia perhatikan baik baik lekuk wajah nya. Ia menyesal. Ia sudah kelepasan, padahal ia tak bermaksud mengeluarkan kata kata itu. Rin hanya mengkhawatirkan nya. Itu saja. Tapi kenapa ia bisa sejahat itu memaki maki nya di tempat umum? Tanpa sadar obito menangis didalam sana. Tanpa suara. Hanya ada lelehan air mata yang mengalir di lekuk wajah nya yang tampan. Rin masih bearada di sekitar aula, ia berjalan perlahan dengan lesu. Ia tak menyangka obito akan berbicara seperti itu padanya. Ia benar benar tak menyangka obito bisa bicara sebegitu kasar dan menyakitkan nya pada nya.
~TBC~
Review minna?
Pojokan author…..
Minna…. Maaf kalo yusuke update nya agak lama…. Maklum lagi sibuk sibuk nya ngerjain skripsi nih..
Makasih yang udah nyempetin baca fict nista ini… hhuhuhu…. Buat rating, maaf kalo gak tepat yah, abis nya yusuke gak bisa nentuin rating dengan bijak, maaf banget buat yang udah kecewa sama rating di fict ini….. yusuke emang payah! Hhuhuhuhuhu…..
Kalo gitu nanti rating nya yusuke ganti jadi rate T ataw K+ …. Sekali lagi maaf ya minnaa….
Tapi tetep makasih buat review nyaaaa….. ^^
Arigatou minnaa…. ^^,
Keep reading… ^^,
