Aku memasang headset di samping meja, memasangnya di telinga lalu mencopotnya begitu kuulang terus. Laporan kegiatan OSIS di meja sudah 75% jadi, hanya saja perlu sekedar 'semangat' untuk menyelesaikannya karena sekarang Mori Ai, gadis berumur 17 tahun, siswi kelas 2-1 SMA Hinokuni, sekaligus ketua bidang kedisiplinan OSIS SMA Hinokuni sedang tidak fokus.

Aku menengok jam di tangan, 16.25. Sudah sangat sore, lebih baik aku kerjakan laporan ini di rumah, batinku.

Aku menyeret bangku ke belakang, merapikan kertas dan memasukkannya ke tasku. Aku berjalan keluar ruang OSIS, tak lupa menguncinya dan menyusuri lorong kelas yang sudah sepi.

Padahal langkah kakiku sudah hampir sampai tangga, tapi kemudian aku hentikan, aku teringat sesuatu.. sebenarnya aku mengingatnya dari tadi.. tapi aku tidak yakin mengingat'nya' akan membuat langkahku terhenti.

Ueki.. apa dia masih di kelas?

"Sreeettt"

Suara pintu kelas bertuliskan 2-1 di depan pintunya kubuka. Aku melihat sosok kepala semak itu tertidur di kursinya di pojok kelas lagi. Kondisi kelas sudah sangat rapih. Yah.. si pencinta bersih-bersih ini pasti sudah membersihkannya sepulang sekolah dan ketiduran karena lelah. Aku membuang nafas berat. Kenapa aku harus selalu kepikiran dengan bocah ini sih? Efek turnamen aneh yang aku ikuti saat SMP bersamanya membuatku was was terus kalau-kalau sikap tidak pedulian Ueki pada dirinya sendiri akan membuatnya dalam masalah lagi, misalnya kematian? Yah.. kenal selama 5 tahun terakhir dengan si bocah pecinta keadilan ini membuatku paham dia rela saja menukar nyawanya dengan keselamatan teman-teman dekatnya. Pribadinya yang menyebalkan.. merepotkan ku sekali.. padahal aku tinggal mengacuhkannya tapi tidak berhasil terus. Apa aku menyukainya?

Yang benar saja.. Aku segera sweatdrop dengan pikiran bodohku barusan.

Aku mendekati meja Ueki. Belum benar-benar sampai di depannya, aku lihat dia bergerak, dan mengingau..

"Mori.."

Aku langsung blushing, "B..bagaimana bisa? Apa dia memimpikanku?" Aku langsung menggebrak mejanya dengan reflek. Dia langsung terbangun dengan wajah kaget yang tidak dibuat-buat.

"JANGAN TIDUR DI KELAS DAN MIMPI YANG ANEH! PULANG SANA!"