Sore besoknya aku harus pulang bersama si bocah semak itu lagi, aku kesorean karena mengerjakan tugas 'Future Plan' dari guru BK di Perpus, dan Ueki kesorean karena harus mengepel koridor, hukuman ketiduran di pelajaran sastra jepang-nya. Aku mulai yakin dia punya sindrom narcolepsy.
Langkah kaki sepatuku dan Ueki beradu saling menyahut membentur aspal jalan di pinggir bendungan. Matahari senja sudah hampir tenggelam dan warnanya merah jingga. Suasana sangat tenang dan hangat. Aku menoleh demi melihat sunset itu sejenak bayangan cahayanya tercermin di sungai menyilaukan tapi hangat.
"Damainya.. hari ini sangat indah.. karena besok akhir pekan kupikir aku bisa bersantai, aku tidak percaya aku harus menghabiskannya dengan tugas future plan yang harus dikumpul lusa.."
Ueki pun mulai memperlambat langkahnya. Lalu berhenti di dekatku.
"Hei Mori.. mau menulis future plan itu bersama?"
Aku menoleh.. memandang Ueki agak kaget, maksudnya berdua saja dengannya gitu? Apa urusanku?
"Kenapa aku harus?" kataku jual mahal.
"Karena aku ketiduran saat guru BK menugaskannya, jadi aku bingung harus menulis apa.."
Aku melipat tanganku di depan, menimbang. Sepertinya itu cukup fair, dia sudah membantuku menertibkan siswi-siswi perempuan di SMA.
"Baiklah! Tapi kau traktir aku snack ya.. kita kerjakan di Laundry dan Kedai Hamburgernya Nagara-kun besok..! Sampai jumpa!" aku langsung berlari pulang mendahuluinya, aku tidak terima penolakan atau protesnya.
Sesampainya rumah, aku langsung mandi dengan bathtub dan sabun aroma lavender. Aku ingin tidur cepat jadi aku bisa bangun pagi dan menyicil lebih awal sarapan untuk ayah, batinku. Ponselku ku tinggal di meja dekat telepon rumah.
Aku tidak tahu Ueki SMS lagi sesampainya aku di rumah. Suara SMS masuk terdengar oleh ayahku yang baru saja keluar dari kamar.
"Eh? Ai-chan sudah pulang? Ada SMS apa ya?"
Ayah langsung membuka SMS itu, kebiasaan membuka SMS pribadi putri semata wayangnya ini sudah jadi penyakit kronisnya sejak aku punya ponsel.
From : Kosuke Ueki
Mori.. apakah Future Plan itu rencana masa depan?
Kuharap kau bisa membantu milikku.. besok
Jadi jangan hanya mengerjakan milikmu sendirian.. seperti dulu..
- -"
12 September 2015
17.45
Mata ayahku terbelalak, langsung dia letakkan ponsel itu di atas meja. Dengan amat sulit Ayah menelan ludahnya.
