"Ini tentang masa depanmu Ueki.. kau harus pikirkan baik-baik.. jangan anggap ini tugas sepele"

Aku membentak Ueki yang malah asik menggambar pisang di kertas folionya.

"Aku sudah serius.. apa lagi yang perlu kubuat? Aku sudah selesai.." Ueki menggerutu.

"Lihat baik-baik.. kau bilang kau mau langsung kerja setelah SMA, karena umurmu sudah 117 tahun.. bagaimana orang-orang bisa percaya? Itu hanya terjadi di hangekai jadi jangan bawa-bawa itu kesini!"

"Tapi itukan serius.."

"Ini lagi.. kau bilang kau akan menikah di umur 19.. punya anak 3 di umur 22 dan tinggal di tempat tenang di sudut kota.. apa kau yakin? Itu berarti kurang dari 5 tahun lagi.. kau akan jadi ayah dari 3 orang anak.. " Aku berkata gemas.. apasih yang dia buat? Novel?

"Yah.. aku sebenarnya merasa itu sedikit sekali, baik kalau 5 anak.. bagaimana menurutmu?"

Aku menggenggam kertas folio Ueki dengan sekuat tenaga.

"Jangan bercanda! Kau hanya lulusan SMA bagaimana bisa menghidupi 5 orang anak kecil dan istrimu? Ini future plan Ueki.. bukan novel"

"Aku akan lakukan sesuatu.. untuk itu.. jadi percaya saja padaku.."

Di samping pertengkaran kami, Sora mengintip bersama Milie dari balik meja kasir.

"Nee.. apa mereka sudah berencana menikah dalam waktu dekat?" Millie berujar pelan sambil mengelap meja kasir.

"Kupikir begitu.. mereka dewasa cepat sekali.. aku tidak yakin umur ku hanya berbeda setahun dari mereka.." Sora sweatdrop.

"Yah.. tapi itu bagus.. mereka sangat cocok bersama.. Ueki-kun jadi bisa melindungi Ai-chan dengan baik.. dan Ai-chan bisa mengkhawatirkan Ueki lebih banyak lagi.." Millie mulai berbunga-bunga tidak jelas.

"Hah.. aku tidak mengerti dengan orang dewasa.. " Sora nampaknya tidak mendengar perkataan Millie yang terakhir, kepalanya sudah agak pusing dari tadi, apalagi dua orang sahabatnya di ujung ruangan sedang teriak-teriak tidak jelas sejak sejam yang lalu.