How can possibly he love her..?

Pertanyaan yang akan menghantui kebanyakan penulis FF *ngaku, bagaimana caranya membuatkan jalan semanis mungkin agar si Ueki suka Ai.. karena ga ada heroine lain yang lebih pas buat dia kecuali Ai.. *no-offense

Mari kita tanyai saja dia langsung.. lewat salah satu karakter.

Siang ini di tengah liburan musim panas, 2 pasang mata yang satu bergoogle sedang asik mengamati si rambut semak yang sedang menikmati mengepel lantai laundry Nagara yang segera akan menjadi kakak iparnya bulan depan. Si semak asik dinikmati kejanggalannya siang itu, karena dia lebih sering mengulang mengepel sampai 7x lantai laundry, lupa makan siang, dan lupa tidur siang.. hebat sekali.. jika itu si semak yang melakoni.

"Apa yang kau ingin aku lakukan untukknya Shou?" Nagara bergumam pada tunangannya di sampingnya.

"Dia baru saja ditolak gadis" Shouko membalas kelewat santai.

Nagara terhenyak beberapa meter agak alay.

"Kau yakin? Anak polos itu menyatakan cinta?" Nagara ternganga tak percaya.

"Tidak juga, dia hanya mengajak seorang gadis menikah.."

Nagara menahan dirinya tidak membanting diri ke lantai.. dia hanya tiba-tiba lemas saja sambil menarik apron Shouko agar lebih ke ujung kasir agar tidak terdengar pelanggan.

"S-Siapa gadis itu? Apakah dia.."

"Ya.. Mori Ai.."

Nagara menyodorkan secangkir es krim ke arah Ueki.

"Arigatou" Ujar Ueki singkat, matanya beralih lemah ke Nagara "Apa yang ingin kau bicarakan Nagara?"

"Baik.. karena kita sudah kenal lama, dan aku juga kenal Ai.. err..." Nagara kelihatan kikuk, tapi memutuskan untuk melanjutkannya saja..

"Apa kau benar mengajak Ai menikah bulan lalu?"

"Hn" Ueki mengagguk pelan.

"Sebenarnya apa yang kau pikirkan tentang nya sih? Kau seperti tidak kenal Ai lama.."

"Aku banyak memikirkannya akhir-akhir ini.." Ueki menjawab pertanyaan yang tidak perlu dijawab. Nagara tertegun.

"Dia tidak mau membalas email ku.." ueki berkata datar. Nagara sedikit merinding mellihat ueki sedikit aneh begini. Apa ini cinta versi dia?

"Kau menyukai nya?" Nagara to the point.

"Hn" Ueki mengangguk. Tapi nagara menggeleng cepat.

"tidak.. tidak.. dengan makna lain, bukan sebagai sahabat, tapi sebagai perempuan?"

Ueki melongo, sepertinya tidak begitu paham, nagara sebenarnya gereget ingin menampar wajah lawan bicaranya dengan vas bunga karena terlalu polos.

"Baiklah jika kau tidak paham apa maksudku, aku akan bantu apa rasa sukamu itu bisa dibilang normal dan beralasan jika sampai membuatmu langsung mengajaknya menikah.."

"Kurasa itu normal.."

"Apa yang membuatmu berpikir begitu?"

"Karena tidak ada gadis lain di bumi ini selain Ibu dan Kak Shouko yang membuatku banyak memikirkannya selain Mori.."

Nagara tertegun. Lantas dia tersenyum,

"Baiklah.. tapi biarkan aku dengarkan apa saja yang kau pikirkan tentangnya.. dan apa yang kau suka dan tidak sukai darinya.."

Ueki terdiam sejenak.

"Nagara.. "

"Ya?" Ujar Nagara antusias

"Apa kau berniat menduakan kak Shouko?"

Ueki POV

Bagiku dia adalah gadis merepotkan. Selalu ikut campur. Cerewet, dan cengeng.

Tapi sejauh ini, kurasa itu semua banyak berkurang.

Kecuali bakat ikut campurnya.. Dia adalah tipe personality C'person di DISK personality test. C person mutlak. Mungkin..

Dia banyak memikirkan keselamatan dirinya dan tugasnya, berkebalikan denganku.. dia sangat mempertimbangkan hal sekecil apapun yang bisa melukainya dan merugikannya atau menguntungkannya. Mungkin kau bisa sebut egois. Tapi dia punya I personality di public area. Dia menginfluence orang-orang dan menjunjung tinggi ikatan dengan orang lain di beberapa tempat. Ya itu hanya terjadi jika orang-orang tersebut benar-benar dekat dengannya, dengan kata lain dia bisa berteman dengan banyak orang tapi dia hanya memilih sebagian kecil orang yang dia jadikan teman berbagi.

Meski begitu dia diam-diam beradaptasi.. dia mulai banyak memikirkan orang banyak di sekitarnya.. dia menjadi bendahara di kelas.. bendahara di OSIS dan menjadi penagih kas angkatan yang sangat kejam, dia menjadi komite kedisiplinan yang mengatur banyak murid tidak taat aturan di sekolah dengan sangat kejam dan sarkas. Tapi setelah dia marah-marah dia biasanya langsung merasa bersalah dan depresi sendirian.

Orang macam itu.. aku tidak begitu yakin kenapa dia bisa 'get along' denganku. Aku adalah pelanggar 20 aturan tidur di kelas setiap bulan, terlambat, berkelahi (karena menyelamatkan kucing), dan seabrek aturan lainnya.

Dia berisik dan mengomentari segala sesuatu, memperhitungkan segalanya sampai hal detil, sangat perfeksionis dan tajam (sepertinya bakatnya menjadi akkuntan), sedangkan aku ceroboh, aku tidak banyak memikirkan apa yang aku dapat dan aku berikan, maka dari itu dia hobi mengomeliku. Aku tidak paham bagaimana bisa Sang Pencipta memberiku orang yang terakhir kali bisa mengingatku di bumi ini dan menemaniku terus saat bakat disukai orangku hilang seolah bakat pun tak bisa membuatnya tidak mencampuri urusanku.

Dia Mori.. Ai.. gadis yang aku kenal menjulukiku alien.

Gadis yang .. mengatakan padaku sambil menangis..

"Aku hanya ingin kau bisa terus memiliki teman yang mau membantumu seperti kau membantu orang lain.. yang membantumu membela kebenaran yang kau anggap itu.. jadi dunia bisa sedikit tertampar dengan idealismemu itu.. hanya saja aku tidak yakin orang seperti itu benar-benar ada.. Sampai orang itu ada.. jagalah dirimu sendiri.. jangan terluka.. jangan.. ma-ti.. aku mohon.."

Gadis itu mengomeliku begitu sambil menangis.. sedangkan di tangannya darah mengucur deras, meski milikku lebih parah aku biasa mengalaminya.. tapi gadis lemah dan cengeng itu, alih-alih menangisi tangannya karena bersama-sama denganku menyelamatkan seorang anak kecil yang menyebrang jalan dan hampir tertabrak mobil dia malah sibuk memarahiku..

Lebih dari itu kata-katany barusan.. aku tidak tahu.. itu seperti hembusan angin yang kuat mendorongku tak terlihat tapi aku yakin hatiku bergetar mendengarnya..

Aku tidak yakin.. ini seperti deja vu tapi perasaan seperti ini.. aku tidak pernah merasakannya sekuat ini padanya sebelumnya..

Dan sejak itu semuanya semakin kuat..

Seminggu setelahnya, hanya dengan melihatnya tersenyum, dadaku sendiri merasa sangat sesak. Ini benar-benar mengganggu, tapi aku tau ini bukan sesuatu yang bisa diselesaikan lagi dengan menghindarinya..

"Menikahlah denganku.."

Adalah satu-satunya kalimat yang bisa kutawarkan untuk solusi kekhawatirannya yang manis itu.. saat dia mengkhawatirkan tidak ada seseorang yang mampu menemani idealisme konyolku.. saat itu juga aku menemukan orangnya.. meski dia sendiri seringkali tidak yakin dan sadar dia mampu. Aku tak masalah.. aku akan membuatnya selalu berada di sampingku sampai kapanpun itu, dan aku akan membantunya menjadi orang itu..

Aku.. benar-benar tidak bisa memikirkan orang lain di dunia ini.. yang mungkin melakukannya.. selain orang yang mencetuskannya.. selain dia..

Jadi.. "..Menikahlah denganku.."

Akan membuatmu berada disisiku terus dari pada kata-kata "Ayo kencan.."

Atau "Aku menyukaimu kan?" Ah tidak bahkan itu sudah lebih mewakilkan keduanya.. ini salah satu idealismeku.. kau hanya perlu mempelajarinya.. aku akan menunggumu.. sama seperti yang kau lakukan.

"Aku akan menunggumu.. Aku akan menunggumu, 100 tahun, atau 1000 tahun lagi.. aku akan menunggumu.."

Teriakkannya di megasite itu.. dia tidak sadar betapa Sang Pencipta telah membuat kata-katanya itu banyak menyelamatkanku di saat-saat sulit..

Aku ingin melahap kata-kata itu.

"Kau tidak sedang berpikiran kotor kan Ueki?" Nagara menyenggol sikuku sambil tersenyum.

"Entahlah.. aku tidak bisa berpikir jernih setiap kali mengingat Mori sekarang"

Nagara membeku, dia menganga. Tiba-tiba Haiji memanggilku dari ujung laundry untuk mengantarkan cucian. Lalu aku menyahut dan bengkit meninggalkan Nagar yang masih melongo.

End of Ueki POV

"Bagaimana?" Shouko menanyai Nagara dari balik kasir saat Nagara mengembalikan cangkir es krim.

"Kita mungkin harus membantunya bicara pada Ai"

"Dalam hal?" Shouko mengenyrit bingung.

"Agar bisa segera menikah dengan Ai.."

"Hee?" Shouko teriak keras, beberapa pelanggan menengok kaget.

"Hatsyii.." Ai tiba-tiba bersin, padahal dia baru saja membersihkan kamarnya dari debu.

"Kenapa tiba-tiba aku kepikiran sesuatu.." Ai bergumam tidak jelas.

-
Maaf minna karena lambat update, ini lagi banyak ujian, dan semester depan emg sibuk banget, dan akan seterusnya tambah parah, aku lagi banyak ditegur keadaan dan orang tercinta kalau malah asik main-main FF kelamaan *djitak

jadi ini rencanaya FF terakhir.. *hiks

seneng bisa kenal kalian.. semoga kita ditunjukkan ke arah yang benar ya eh.. maksudnya bisa ketemu lagi gitu di mana gitu.. seneng baca-baca ripiuw kalian.. hihihi lucu-lucu menggemaskan *loh?

Sehat-sehat ya *lohLagi? Lurus mempeng ya! *Loh?

Rekomen: ikut test DISK personality deh, lucu hasilnya *lo? aku kemarin2 habis tes di seminar career days
jadi kepikiran juga.. di FF kan/ nanti bagi2 hasil ya..

hihi, nice to see U bye.. ~
Best Regard- Ammatullah