"Baiklah... kelas hari ini selesai, kalian boleh pulang". Kim Saem pun membereskan barang – nya dan keluar dari kelas. Begitu juga dengan Baekhyun yang mulai memasukkan buku – buku dan perlengkapannya ke dalam tas. "Huft... sepi jika tidak ada Kyungsoo disini"- Baekhyun sedikit berbisik, kemudian berjalan menuju loker buku dikelasnya.

By the way, Kyungsoo tidak masuk hari ini. Entah apa yang terjadi padanya. Tapi, semoga dia baik – baik saja. Jangan lupakan, jika Baekhyun kesepian tidak ada sahabatnya ini. Bukannya Baekhyun tidak punya teman atau apa... tapi dua orang ini kan, memang selalu bersama setiap saat. Dan juga Kyungsoo yang selalu mengoceh saat jam istirahat. Belum lagi hanya Kyungsoo yang rumahnya sejalan dengannya. Jadi, berhubung Baekhyun sedikit -hanya sedikit lohh- merindukan sahabatnya, mungkin ia akan ke rumah Kyungsoo setelah ini. Ya, mungkin.

:

:

Setelah urusannya selesai dengan loker buku berwarna biru muda dengan sedikit motif bunga dibagian pojok atas, Baekhyun menutup lokernya dan bersiap untuk pulang. Namun ia terkejut sesaat kemudian.

Ditambah lagi, volume matanya yang bertambah besar karena dugaannya itu benar. Jika, namja yang berjalan kearah taman belakang sekolah itu adalah si Pangeran Misterius...

Ya, Park Chanyeol.

.

.

LET ME KNOW YOU

Chapter 2

By Real-ChanTObaeK

Main Cast : Park Chanyeol & Byun Baekhyun

Rated : T

I HOPE YOU LIKE IT

ENJOY~

THANK YOU~~ *muahh*

.

.

"Hah...aku benar – benar mengikutinya". Baekhyun tak henti – henti merutuki kebodohannya, karena mengikuti Chanyeol yang entah ingin kemana. "Apa yang kau lakukan Byun?! Kau harusnya pergi ke rumah Kyungsoo, bukannya mengikutinya!"- rutuk Baekhyun pada dirinya sendiri.

Entah bagaimana, saat pertama kali melihatnya. Baekhyun begitu saja berpikir jika itu adalah Chanyeol. Dan, benar saja. Itu memang Park Chanyeol, namja yang selalu dia perhatikan akhir – akhir ini. Tubuhnya yang tinggi menjulang namun tetap menawan, punggungnya tegap dan kakinya jenjang. Rambut yang cokelat gelap menambah kesan tampan padanya. Benar – benar begitu sempurna!

Bahkan, Baekhyun hapal semuanya. Dia sempat terkejut karena dugaannya benar. Tanpa Baekhyun sadari, ia terus mengikuti Chanyeol sampai taman belakang sekolah. Tapi, untung saja Baekhyun tidak ketahuan dan dianggap sebagai orang aneh, dan yang lebih parah sebagai stalker. Baekhyun sangat benci panggilan itu.

Asal kalian tahu, Baekhyun sembunyi dibalik dinding sejak tadi. Dia tidak bisa begitu jelas melihat apa yang Chanyeol lakukan disana. Setelahnya Baekhyun melihat Chanyeol berjalan ke semak – semak dipojok taman dan membungkuk. Baekhyun menjadi bingung dibuatnya. "A-apa yang dia lakukan?!".

Baekhyun hanya melihat sedikit kepala Chanyeol dari sini karena tertutup oleh daun – daun. Jadi, dia memutuskan untuk mendekat. "Apa yang sebenarnya dilakukan Chanyeol di semak – semak itu?"- ucap Baekhyun pelan.

"Meoow~"

Eh? Dia bersama...

"Kucing?!". Tanpa sadar Baekhyun berteriak karena terkejut. Dan Chanyeol melihatnya! Astaga Chanyeol melihat Baekhyun! Apa yang harus Baekyun lakukan sekarang?!

Dengan refleks Baekhyun menutup mulut dengan kedua tangannya, dan ia melihat Chanyeol bangkit dengan seekor kucing berwarna putih ditangannya. "Sedang apa kau disana? Mengintipiku?!". Chanyeol menatapnya. Duh... Baekhyun jadi gugup, kan.

"A- aku tidak. Aku hanya kebetulan lewat saja. Ya, benar begitu!". Baekhyun tertawa canggung setelahnya.

"Baiklah.." Baekhyun menghela napas lega dan mengangguk. "Tapi, karena kau sudah terlanjur melihat. Apa kau ingin menemaniku? Lagipula kita sekelas, bukan?" Chanyeol keluar dari semak – semak itu dan berjalan kearah Baekhyun.

"A-apa boleh?"

"Tentu saja". Chanyeol kemudian duduk di bangku taman dengan kucing itu dipangkuannya.

Baekhyun dengan ragu mengikuti Chanyeol, duduk di bangku taman. "Apa kau mau mengurusnya denganku?" ucap Chanyeol seraya mengelus kepala sang kucing.

"Eh?!" Baekhyun terkejut dibuatnya. "Maksudmu?".

Chanyeol menghela napas panjang dan mengangkat kucing itu setara dengan wajahnya. "Aku ingin mengurusnya, tapi itu tidak akan mungkin. Jadi, kupikir jika ada orang lain, akan lebih mudah merawatnya" jeda sejenak. "Bagaimana?" Chanyeol menoleh pada Baekhyun, disampingnya.

"A- aku...". Baekhyun sedikit ragu. Kenapa Chanyeol dengan mudah berbicara dengannya? Seakan mereka sudah lama saling mengenal satu sama lain. Mereka saja tidak pernah mengobrol sebelumnya. "Tidak apa, jika kau menolak"- ucap Chanyeol.

"Tidak – tidak, aku mau! Tentu saja!" Baekhyun sedikit tersenyum.

"Eumm... terima kasih, kalau begitu" Chanyeol kemudian melepas si kucing dari pangkuannya. Sesaat si kucing berlari – lari kesana kemari dengan lucunya.

Baekhyun yang melihatnya pun mau tak mau jadi senang dan melupakan kecanggungannya dengan Chanyeol. "Dia... lucu sekali" Baekhyun bergumam. "Bagaimana kau bisa bertemu dengannya?"

"Saat itu aku melihatnya menggigil kedinginan di pojok taman, karena hujan deras. Kebetulan aku ada disini saat itu, aku tak bisa pulang karena tidak membawa payung. Jadi, aku menolongnya". Chanyeol dengan serius menceritakannya.

"Sekarang sudah menjadi kebiasaanku, menengoknya disini sepulang sekolah". Chanyeol melanjutkannya.

'pantas saja aku tidak pernah melihatnya, aku selalu pulang lebih dulu bersama Kyungsoo'- ucap Baekhyun dalam hati.

Saat ini, aku telah menemukan satu rahasia pada si Pangeran Misterius. Dia adalah orang yang baik dan suka menolong, juga menyukai kucing. Rahasia apa lagi yang akan kutemukan, ya?

"Astaga... aku bahkan belum tahu namamu. Aku Chanyeol, Park Chanyeol. Kau?". Dia menjulurkan tangannya dihadapanku.

"Kau bahkan tidak mengenalku? Kita sekelas, bukan?" Baekhyun terkekeh setelahnya.

Chanyeol menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sepertinya dia salah tingkah. "Maaf, kau tahu. Aku hanya– "

"Ya.. aku mengerti. Kau terlalu sibuk dengan duniamu. Aku Baekhyun, Byun Baekhyun" Kali ini Baekhyun yang menjulurkan tangannya, dan disambut oleh tangan besar Chanyeol. "Senang berkenalan denganmu"

:

:

"Jadi, besok sore kau ada waktu?" Chanyeol bertanya pada Baekhyun yang berjalan disampingnya.

Baekhyun yang sedang menunduk pun, menoleh. "Sepertinya. Ada apa?".

"Aku ingin mengajakmu ke toko hewan. Kau mau?"

Baekhyun tersenyum manis. "Tentu saja. Ah! Ini rumahku, Yeol. Terima kasih telah mengantarku".

Chanyeol mengangguk menanggapinya. "Tidak masalah, Baekki. Anggap saja sebagai bentuk permintaan maafku karena membuatmu pulang selarut ini".

Baekki? Baekhyun merasa wajahnya memanas hanya karena mendengar Chanyeol memanggilnya begitu. "Baiklah. Kau boleh kembali ke rumah sekarang" Baekhyun sedikit mendorong pundak Chanyeol.

Tapi, Chanyeol tidak mau berpindah dari tempatnya. "Tidak sampai kau masuk ke dalam rumahmu" Chanyeol membalik tubuh Baekhyun dan sedikit mendorongnya. "Masuklah"

"Sampai bertemu besok sore, Baek" Chanyeol tersenyum dan melambaikan tangan pada Baekhyun, seraya berjalan pulang.

Baekhyun pun ikut tersenyum dan melambaikan tangannya pada Chanyeol. Dan sebelum masuk ke dalam rumahnya. Baekhyun sempat bergumam..

"Kenapa kau bersikap begitu manis padaku, Park Chanyeol?".

-Kurasa aku menemukan rahasia lainnya. Dia begitu manis dan gentle- Jangan lupakan senyumannya. Begitu- membuat wajahku memanas seketika dan tubuhku seakan meleleh. Sungguh.

Astaga, Park Chanyeol... kurasa aku benar – benar jatuh cinta padamu.

:

:

"Do Kyungsoo~" Baekhyun sudah berada didepan rumah Kyungsoo, dan dengan tidak sopannya ia memanggil Kyungsoo sangat keras dengan suara menggelegarnya.

Tak lama yang dipanggil pun muncul dengan piyama abu – abu melekat ditubuhnya. "Kau berisik sekali, Baekhyun. Apa yang ingin kau lakukan didepan rumahku selarut ini?"

Baekhyun cemberut. "Harusnya kau senang, sahabatmu datang ingin menjenguk. Kau sakit, kan? Atau..." ucapnya seraya meletakkan telapak tangannya di dahi Kyungsoo.

Kyungsoo menepis tangan Baekhyun begitu saja. "Aishh! aku tidak sakit"

Wajah Baekhyun horror seketika. "Kalau begitu, kau habis enaena dengan Jongin. Ya kan? Apa itu benar? Astaga! Jadi benar ya! Kalian melakukannya dimana, huh? JAWAB AKU, SOO!" Kyungsoo memutar bola matanya malas. Sahabatnya ini pasti sudah tidak waras. Kyungsoo kenal Jongin saja TIDAK! ASTAGA!

"Aku tidak sakit, Byun Baek!" Kyungsoo menarik tangan Baekhyun untuk masuk kedalam rumahnya.

"Kenapa kau membawaku ke dalam kamarmu?" Tanya Baekhyun dengan raut wajah bingungnya.

"Kau akan membuat tetangga kita mengamuk, jika aku tetap membiarkanmu berdiri didepan sana".

Baekhyun mengerutkan alisnya. "Benarkah?"

Kyungsoo rasanya benar – benar ingin menelan Baekhyun hidup – hidup sekarang juga. "Ada apa denganmu, huh?!" Kyungsoo sudah sangat frustasi.

"Jadi, kenapa kau tidak masuk?"

"Aku malas saja. Walaupun aku masuk, kau akan lebih memilih pangeranmu daripada aku" Kyungsoo duduk disamping Baekhyun yang telah lebih dulu duduk diatas ranjangnya.

"Siapa pangeranku, Soo?"

"Ya, Park Chanyeol. Siapa lagi?"

"..."

"Kau lupa ingatan, ya? Kurasa kau yang sebenarnya sakit disini"

"Astaga... aku lupa akan hal itu" Baekhyun memerah sendiri.

"Hal apa? Tunggu – tunggu..." Sepertinya Kyungsoo menyadari sesuatu.

Setahun lalu, Baekhyun pernah seperti ini. Sahabatnya ini pernah berperilaku layaknya orang yang tidak waras selama beberapa jam. Tapi kemudian dia sadar, dan mengatakan dia jatuh cinta pada aktor di televisi. Apa? Jatuh cinta? Apa jangan – jangan...

"AHA! Kau sudah sadar telah jatuh cinta pada Park Chanyeol, ya?" Tanpa sadar Kyungsoo berdiri diatas ranjangnya. *author: astaga,soo -_-*

Baekhyun menunduk, mencoba menyembunyikan wajah meronanya. "Tidak"

"Hhmm... coba kutebak. Kau baru saja diantar pulang oleh Park Chanyeol, ya kan?" Kyungsoo mencolek – colek dagu Baekhyun yang masih setia menunduk.

"Iya... eh? Tidak kok!"

"Hahaha! Kau tidak bisa mengelak, Byun! Karena aku melihat semuanya. Kau bahkan merona karena dia bersikap manis padamu" Kyungsoo benar – benar memojokkan Baekhyun saat ini.

"Baiklah... kau tidak pernah meleset, Do Kyungsoo. A- aku.." Baekhyun menutup wajahnya dengan bantal Kyungsoo. "jatuh cinta dengan Park Chanyeol" Baekhyun melanjutkan kalimatnya dengan sangat pelan, tapi Kyungsoo masih bisa mendengarnya.

"Apa? Aku tidak mendengar, Baek. Ulangi sekali lagi" Kyungsoo pikir, dia masih ingin menggoda sahabatnya sedikit.

"Aku. Jatuh. Cinta" Baekhyun menekan setiap kata dikalimat yang diucapkannya. "Puas kau?"

"Ha, begitu dong! Baekhyun jatuh cinta! Pada Park Chanyeol! Aku turut senang mendengarnya Baek!" Kyungsoo menepuk pundak Baekhyun pelan dan tertawa setelahnya.

"Diam kau! Itu sama sekali tidak lucu" Perlahan namun pasti, Kyungsoo menghentikkan tawanya.

"Baiklah. Jadi bagaimana? Kau mau meminta saran dariku?"

Baekhyun mengerutkan dahinya, bingung. "Saran?"

Kyungsoo mengangguk dan kemudian dia menaik-turunkan kedua alisnya. "Ya. Bukannya kau dan Chanyeol besok sore akan berkencan?"

Baekhyun mematung seketika ditempatnya. "Oh My God..."

:

:

:

Baiklah...

Aku akan mengakui perasaanku,

Bahwa aku telah jatuh cinta padamu.

Park Chanyeol...

Pangeran Misteriusku.

:

:

:

Noteku : Hayyyyyy~~ I'm Back! Long Time No See~

Maaf ya, lama banget nggak apdet. Laptopku rusak... padahal disitu banyak harta berharga lohh, syedihh dehh. Jadi aku mendadak galau dan kehilangan mood buat lanjutin, juga karena bingung mau nulis dimana. Tapi, untung aja semua ada hikmahnya. Aku bisa ngetik di laptop ayahku dan begitu selesai langsung buru – buru aku post. Maaf ya sekali lagi. Dan terima kasih yang sudah review kemaren, dan aku gak bisa balas satu – satu. Hehe.

Di chap ini Baekhyun udh sadar *aseek* kalo dia suka sama chanyeol. Terus bener gak ya besok bakalan jadi kencan? Padahal kan Cuma ke toko hewan... wkwkwk

Ohya, kira – kira siapa nama kucing putihnya yaa? Kalo ada yang punya saran boleh tinggalkan dikotak review. Mau cewe atau cowo, terserah deh.

Kalo penasaran, tinggalkan review kalian setelah membaca yaaa... maaf kalo cerita nya absurd, oke?

Okeeelah kalau begitu, ditunggu kelanjutannya yah!

Bye, xoxo~!