Title: Betrayal
.
Author: Kim Ara
Cast: -Huang Zi Tao as Tao
-Wu Yi Fan as Yifan
.
.
The casts belongs to God, but the story all belong to me!
Jika ada kesamaan nama atau jalan cerita, sama sekali tidak ada unsur kesengajaan.
This is Tao and Kris fanfiction, i'm not accepting any flame for the cast!
.
.
Enjoy~
.
.
.
From: Yifan
Kau pulang atau menginap hari ini?
.
Tao mendengus kesal membaca pesan yang baru saja membuat ponselnya berdenting. Ada sebuah kasus pembunuhan sadis yang sudah membuatnya pulang tengah malam bahkan bolak-balik menginap selama seminggu terakhir. Sebuah keluarga yang terdiri dari 3 orang anak perempuan dan ayah ibu mereka dibunuh di rumah mereka. Tak ada sedikit pun bukti tertinggal yang membuatnya harus memutar otak untuk menemukan pelakunya.
.
To: Yifan
Sepertinya menginap, maafkan aku… Masih banyak sekali yang harus diurus.
.
Tao memijat pelipisnya frustasi. Ia baru ditugaskan di bagian pembunuhan selama sebulan, dan sudah disuruh menangani kasus seperti ini. Rasa-rasanya ia bisa mendengar suara pembuluh darah otaknya yang meletus satu persatu.
.
From: Yifan
Tidak apa-apa. Jaga diri baik-baik, Huang.
.
Tao tersenyum miris. Aku atau kau yang seharusnya menjaga diri, Wu?
"Hey, detektif!"
Tao mendongak, mendapati seorang namja berbadan jangkung yang tersenyum ramah padanya. "Ah, Seunghyun sunbae-nim. Ada apa?"
"Belum juga ada petunjuk dari pembunuhnya?"
Tao menggeleng pasrah. "Belum, sunbae-nim. Tidak ada sehelai rambut pun selain milik keluarga itu di seluruh penjuru rumah."
Bukannya marah, Seunghyun malah tersenyum. Ia mengibaskan map yang sedari tadi ia pegang, terlihat puas sekali. "Tidak ada rambut, tapi ada darah milik orang lain yang tertinggal."
"Benarkah?!" Tao berdiri dengan cepat, nyaris terjengkang.
Seunghyun mengangguk geli. "Sekarang sedang diproses, jadi kau boleh pulang awal hari ini." Ia menepuk-nepuk pundak Tao sebelum berlalu dari sana.
Tao menatapnya kosong, bingung harus bersikap bagaimana.
Nah, waktunya menghadapi kenyataan.
Ia membereskan dokumen yang berserakan di meja, lalu berjalan ke parkiran yang masih penuh dengan mobil. Ia menjalankan mobilnya perlahan, menembus jalanan Seoul yang dingin dan padat. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke apartemen sempit mereka.
Tao berdiri di beberapa saat depan pintunya, sebelum kemudian mengetuknya ragu. "Yifan?"
Tak ada jawaban. Tao tertawa pelan, menertawai kebodohannya karena mengetuk pintu padahal ini rumahnya sendiri.
Ia kemudian memutar kenop pintu perlahan, yang langsung disambut oleh ruangan gelap gulita. "Wu Yi –"
Panggilannya terpotong oleh suara bisikan yang sebenarnya terlalu keras untuk disebut bisikan.
"Ah, tampan, jangan di sebelah sana!"
Tao terdiam. Suara-suara itu terdengar semakin keras, diiringi dengan lenguhan dan desahan, juga tawa berat Yifan.
Ini bukan kali pertama ia mendengarnya, tapi kemarahan itu masih tersisa. Dadanya terasa sesak, ia ingin menghambur kedalam sana, memaki mereka, tapi otaknya yang masih waras berkata lain.
Biarkan Yifan bahagia…
Ia belum siap melepas Yifan, setidaknya bukan sekarang.
Tao tersenyum pedih, berjalan keluar dan menutup pintunya sepelan mungkin. "Sepertinya malam ini aku harus tidur di kantor lagi."
.
.
FIN
.
.
.
Eh sumpah aku nggak ngerti kenapa aku bikin beginian ;_\ Yang jelas ini yang baru agak pantes disebut drabble, yang kemarin kemarin mah kepanjangaan
Btw ffku kemarin entah kenapa readersnya turun dibanding ff sebelumnya, dan semoga itu bukan karena taoris shipper mulai punah yaa. Karena aku mulai punya banyak waktu luang, mungkin bakalan sering apdet, dan tolong dong tetep ngeship taoris ;_\ Ngeship kopel LDR'an/? kayak mereka asik tauk, jangan berpaling plis ;_\
Btw lagi kalian lebih suka genre beginian apa manis manis kek kemarin? Apa mau diseling seling genrenya? Kasih tau yaa. Thanks for reading~
.
.
xoxo, Kim Ara
