Title: Angel

.

Author: Kim Ara

Cast: -Huang Zi Tao as Tao

-Wu Yi Fan as Yifan

.

.

The casts belongs to God, but the story all belong to me!

Jika ada kesamaan nama atau jalan cerita, sama sekali tidak ada unsur kesengajaan.

This is Tao and Yifan fanfiction, i'm not accepting any flame for the cast!

.

.

Enjoy~

.

.

.

Yifan dan Zitao bisa dibilang adalah versi manusia dari Yin dan Yang.
Yifan yang realistis selalu menggunakan logika untuk berpikir, sedangkan Zitao yang idealis lebih sering berkhayal dan cenderung lebih senang menciptakan teori-teori yang ia percayai sendiri.
Tidak jarang mereka bertengkar karena hal itu,

Seperti malam ini...

"Ayo mandi!" Ini sudah ke-30 kalinya dalam satu menit Tao merajuk sambil menarik-narik lengan Yifan.

"Aku sudah mandi!" Dan sudah ke-30 kalinya juga Yifan menolak. "Mandi sendiri bisa kan?!"

"Lalu kalau ada hantu bagaimana? Ini kan sudah malam. Temani aku!"

"Huang Zi Tao." Yifan menatapnya serius. "Harus berapa kali kubilang kalau hantu itu tidak ada?! Setelah manusia mati, mereka akan dimakan mikroorganisme dan terurai, lalu lenyap. Tidak ada roh atau apapun itu yang akan keluar dari mayat dan mau repot-repot gentayangan. Kau pikir mereka sekurang kerjaan itu?"

"Lalu kenapa aku bisa takut?! Kalau hantu itu tidak ada aku pasti tidak akan takut kan! Tapi tubuhku sendiri yang masih bersikeras membuktikan kalau hantu itu ada!" Tao mencoba mendebat dengan teorinya sendiri.

"Itu reaksi yang diciptakan otakmu." Yifan mengetuk dahi Tao dengan ujung jarinya. "Kalau dari awal kau tak pernah mengetahui kata 'hantu' otakmu tak akan membuat respon 'takut' terhadap kata itu. Semuanya tergantung otakmu, dasar keras kepala."

Tao cemberut, tanda sudah kalah berdebat. Selalu seperti itu. Setiap ia memerkan teori yang sudah ia pikirkan matang-matang, Yifan pasti mematahkannya dengan teori yang sayangnya lebih dapat diterima oleh akal sehat.

Yifan menyeringai puas melihat Tao yang akhirnya diam. Ia lalu berdiri, mendorong Tao perlahan ke kamar mandi. "Nah, sekarang mandi."

Tao berdiri di ambang pintu dengan ragu. "Sekarang?"

"Sekarang."

Tao menghela nafas kesal. "Oke."

Pintu yang tiba-tiba terbuka 5 detik kemudian membuat Yifan nyaris terkena serangan jantung. Tao meringis dengan wajah tak bersalah, sebelum kemudian tersenyum menggoda sambil mengkedip-kedip kan matanya. "Yakin tidak ikut?"

Pipi Yifan memanas. "Tidak." ujarnya cepat lalu segera berbalik pergi, meninggalkan Tao yang terkikik usil.

.

.


.

.

Zitao keluar 10 menit kemudian dengan celana pendek dan rambut basah, membuat Yifan menatapnya kaku.
Badannya yang terpahat sempurna dan wajah yang mirip preman tidak lantas membuat Yifan berhenti berpikir kalau Tao itu cantik.
Karena entah bagaimana, di mata Yifan, Zitao itu cantik. Titik.

"Apa lihat lihat?!" bentak Tao galak.

Yifan melempar handuk kecil sambil berusaha menutupi semburat merah muda di pipinya. "Keringkan dulu rambutmu."

"Menyuruh-nyuruh tapi diminta menemani saja tidak mau." Tao menggerutu imut dengan bibir menyerupai bebek, membuat Yifan terkekeh.

"Sok kenal." gerutu Tao lagi ketika Yifan tak juga berhenti tertawa.

Yifan berdiri, mengusap rambut Tao yang basah dengan handuk yang tadi ia lemparkan, masih dengan senyuman geli. "Hal yang tidak ada kok ditakutkan."

"Memangnya kau pernah percaya dengan hal-hal yang ku katakan?!" balas Tao sengit.

"Tidak." Yifan menjawab kalem.

Tao makin cemberut. Yifan kembali terkekeh sambil menjepit bibir Zitao dengan jarinya.

"Tunggu-tunggu – " Tao mengangkat tangannya ke udara, seperti teringat sesuatu. " –aku tau apa yang kau percayai."

"Apa?"

Tao tersenyum lebar. "Kau percaya surga kan?"

Yifan menatapnya beberapa saat. "Tentu saja."

"Nah!" Tao bersorak puas, seolah mendapat hadiah satu unit rumah mewah di kawasan Gangnam.

Yifan tersenyum. "Tahu kenapa?"

Tao menggeleng jujur.

"Karena kali ini ada buktinya."

"Hah?" Tao memiringkan kepalanya, lalu mengerjap beberapa kali. "Aku tidak mengerti."

Yifan mengulurkan jemarinya yang panjang untuk mengelus pipi Zitao. Mata sendu Yifan menatap iris charcoal itu penuh pemujaan. "Bagaimana bisa aku tidak percaya kalau salah satu bidadarinya saja sekarang ada di depanku?"

Kali ini ganti pipi Zitao yang bersemu merah muda.

.

.

.

FIN

Haii, gimana gimana? Sekali sekali bikin Tao yang menye, biar nggak bosen :3 Kalian lebih suka yang gimana?

Btw, maaf baru apdet. Di story yang Code kemarin, ada satu review yang bikin aku kaget. Jadi aku mau tekankan satu hal ya di sini, dari awal setiap ff aku udah nulis kalo "This is Tao and Yifan fanfiction, i'm not accepting any flame for the cast!". Aku sangat menerima kritik, tapi nggak buat castnya. Tolong dong, aku disini buat berbagi, buat mencari orang-orang yang suka dengan hal yang sama kayak aku, jadi yang nggak suka ya jangan kesini. Kapan aku ganggu kalian? Toh ff ini juga nggak bakalan muncul kalo kalian nggak ngesearch nama 'taoris'. Kalo nggak suka, tempatnya bukan di sini. Udah tau EXO L dicap jelek, kenapa masih ditambah tambahin sih? Kadang suka wae gitu sama kalian ih.

Maaf buat curhatannya, semoga kejadian kemarin nggak terulang. Dan terimakasih buat kalian ngasih review dengan santun

Last but not least, give me some comment to improve next story?

Thanks for reading~

.

.

xoxo, Kim Ara