Title: Couple Things

.

Author: Kim Ara

Cast: -Huang Zi Tao as Tao

-Wu Yi Fan as Yifan

.

.

The casts belongs to God, but the story all belong to me!

Jika ada kesamaan nama atau jalan cerita, sama sekali tidak ada unsur kesengajaan.

This is Tao and Yifan fanfiction, i'm not accepting any flame for the cast!

.

.

This fic dedicated to: LVenge. Terimakasih karena (hampir)selalu jadi reviewer pertama. Saranghae!

.

Enjoy~

.

.

.

Sudah satu jam sejak Yifan menginjakkan kaki di ruangan yang didominasi warna putih ini, namun namja dengan rambut silver itu tak kunjung menentukan pilihan. Sesekali tangannya terulur untuk meraba t-shirt warna-warni yang tergantung rapi di hadapannya itu.

"Ada yang bisa kami bantu?" Seorang pelayan cantik yang tampaknya sudah bosan menunggu Yifan akhirnya angkat bicara sambil berusaha menyembunyikan senyum dongkol.

Yifan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, merasa sedikit malu. "Um, ya. Aku ingin membeli hadiah."

Pelayan distro khusus laki-laki itu tersenyum sedikit lebih ramah. "Ah, untuk temannya ya? Di sebelah sini hanya t-shirt, untuk kemeja dan sweater di lantai atas."

"Ah, bukan kok. Untuk pacarku." Ralat Yifan santai sambil mengembalikan t-shirt merah yang sedari tadi ia pegang ke tempatnya semula. "Aku ingin mencari sweater saja."

Pelayan itu membeku di tempat mendengar ucapan santai barusan, sedangkan Yifan hanya terkekeh tak peduli sambil berjalan menaiki tangga ke lantai atas. Beberapa orang di dunia ini memang masih perlu belajar banyak sebelum mengerti kalau cinta itu tidak bisa memilih dan dipilih.

I'm madly in love with Zitao. So what?

Setelah sekitar 15 menit menghabiskan waktu untuk ganti menatap deretan sweater, pilihan Yifan akhirnya jatuh pada sweater hitam tipis dengan tulisan 'white' dengan font putih. Tidak terlihat spesial, hanya saja langsung mengingatkannya pada Tao, pada mereka. Hitam dan putih. Yin dan Yang.

"Terimakasih sudah datang." Pelayan cantik yang tadi tersenyum canggung sambil menyerahkan paper bag berisi 2 pakaian serupa dengan ukuran yang berbeda.

Yifan mengangguk sopan lalu berjalan menuju mobilnya sembari mengetikkan sederet angka yang sudah ia hafal dengan baik.

"Yes, darling?"

Yifan tersenyum, seolah sudah reaksi otomatis setiap mendengar suara merdu itu. "Wanna come over?"

Terdengar suara nafas tercekat di ujung sana. "WHAT?! Dan kau tidak memberitahuku kalau kau pulang?!"

"Ini kan sudah kuberitahu…" elak Yifan usil.

"Dasar –" Tao menghentikan niatnya memaki karena tau kalau semuanya akan sia-sia saja. "Oke, aku di sana setengah jam lagi."

"Drive safely…" bisik Yifan lembut sebelum memutus panggilan mereka. Cengiran bodoh belum juga meninggalkan wajahnya yang tampan. Ia bersiul sambil melompat-lompat kecil ke mobil, tidak sabar bertemu dengan sumber energinya.

.

.


.

.

Ceklek!

Suara handle pintu yang dibuka kuat-kuat membuat Yifan mengurungkan niatnya untuk mencoba baju barunya. Ia menurunkan kembali kaos yang sudah ia buka separuh, lalu berjalan ke ruang tengah untuk menyambut kekasihnya.

"Ha-"

Sapaan Yifan tidak selesai karena ia sudah terlanjur ditubruk pemuda berambut raven yang sudah beberapa minggu tidak ia temui itu. Tangan kurusnya melingkari badan Yifan kuat-kuat, membuat Yifan sulit bernafas. "Kangen…"

Yifan tertawa geli, balas mendekapnya erat. "Aku juga." Ia mendaratkan ciuman lembut di kening Tao.

"Kau bawa apa?" Tao mengernyit menatap paper bag di tangan Yifan setelah pelukan mereka terurai.

Yifan menyorongkan paper bag-nya, "Cobalah."

"Couple thing?" Tao menatapnya tak percaya. "Lagi?"

Yifan meringis inosen. "Karena aku tidak bisa menciummu di depan semua orang dan menunjukkan pada dunia kalau kau milikku, setidaknya aku boleh melakukan ini kan?"

Tao tersenyum lembut, merasakan bahagia dan ngilu di hatinya pada waktu yang bersamaan. Ia mengelus lengan Yifan pelan sebelum beranjak untuk mencoba pakaiannya.

"Loh, mau kemana?" Yifan menahan lengan Tao.

Tao menatapnya heran "Ke kamar mandi kan?"

"Kenapa tidak ganti disini saja denganku?" Yifan melepaskan cengkramannya. "Aku juga belum mencobanya kok."

Dan kaos abu-abu Yifan sudah berakhir di lantai sebelum Zitao sempat menolak. Namja berambut raven itu membeku di tempat melihat badan Yifan yang sekarang terekspos jelas. Tubuhnya putih mulus dengan postur tegak, garis otot perutnya membentuk kotak-kotak sempurna. Sebagai atlet, badan Tao jelas lebih bagus dari milik Yifan, tapi pipi Tao tak pernah terasa sepanas ini walaupun ia memelototi bayangan tubuhnya sendiri di kaca saat telanjang sekalipun.

"Kenapa tidak ganti?" Yifan dengan segala ketidakpekaannya malah bertanya dengan santai. Ia sibuk melepas label harga yang masih menggantung di sweater tanpa mempedulikan badannya yang masih terekspos dan liur Tao yang nyaris menetes.

Tao menggeleng kuat-kuat, matanya belum bisa beranjak dari objek itu.

"Tao?"

Hening.

"Huang Zi –" Yifan menoleh dan langsung terpingkal melihat Tao yang sudah semerah kepiting rebus. "Kau malu?"

Tao melotot sebal, walaupun wajahnya masih merona. "Dasar saus tartar."

Yifan tertawa semakin keras. Ia berjalan mendekat untuk mengelus rambut Tao yang berbau bayi. "Kenapa kau imut sekali?"

Tao mencibir sebal, membiarkan Yifan larut dalam euforianya sendiri.

Yifan susah payah menghentikan tawanya, lalu menatap Tao serius. "Tidak usah malu." Ia mendekap Tao yang masih terduduk di sofa hingga dahinya membentur perut Yifan yang keras. "Ini kan milikmu."

Tao mendorong Yifan menjauh,

"Ap –"

Protes Yifan terpotong karena bibir Tao tiba-tiba menempel di bibirnya.

Mereka melepaskan diri sambil terengah-engah setelah beberapa saat. Yifan ternganga ditempat, "Kau kenapa?"

Tao menggeleng-gelengkan kepalanya sebal, "Kau yang membuatku ingin melakukan itu sejak tadi. Salahku?"

"Kau tak pernah sebenar ini." Bisik Yifan sebelum ganti membungkamnya dengan ciuman lembut.

.

.

.

FIN

.

.

Ahahahaha, aku bikin beginian dengan karakter Tao yang kek begini lagii. Adakah yang kangen Tao pas sangar bin tsundere?

Ini FF terinspirasi dari sebuah imagine Jimin di ig yang isinya kurang lebih sama dengan beberapa dialog terakhir, dan juga terinspirasi dari ditemukanannya akun ig bernama kandytaoris, yang disitu isinya postingan tentang barang kopel mereka yang seabreeek. Wajib di follow gaes! Yakin deh habis stalk dia kalian tidak akan bisa berpaling dari taoris ;_; AKU CINTA KAMU KANDY SENPAI XOXOXOXOXOXO

Btw, kasih requestan genre kek, ntar kalian bosen kalo fluff mulu, aku juga bosen bikinnya/? Ya pokoknya gitu lah, tunjukkan imajinasi kalian!

O iya, mulai sekarang di awal setiap FF bakalan tak kasih 'dedicated to' yaa, biar para readers tau kalo aku sayang mereka :') Jadi kalo suatu saat nanti nama kalian tak sebut, aku nya tidak dilaporkan atas pencemaran nama baik/? Ya pokoknya gitu, semoga kalian nggak keberatan dengan inii.

Last but not least, give me some comment to improve next story?

Thanks for reading guysss~

.

.

XOXO, Kim Ara