My Little Secret
Rated T
Disclaimer:
Segala nama dan karakter yang keluar di tulisan ini adalah milik mereka sendiri dan Tuhan mereka.
.
.
.
Kurapatkan mantelku, menghalau angin yang bertiup dingin. Saat ini jam menunjukan pukul 11 malam. Ah sudahkah aku bercerita kalau aku part time? Yah, karena aku juga butuh uang. Selama ini orang tuaku lah yang menanggung biaya hidupku, karena aku harus fokus latihan.
Aku di Seoul hidup sendirian, orangtuaku berada di kampung.
Aku berniat melanjutkan belajarku, tapi hatiku gelisah. Siang tadi saat di café, aku mendengar beberapa remaja membicarakan Yixing oppa. Mereka mendoakan agar Yixing oppa keluar. 'Sialan' batinku.
Memang mereka siapa? Apa yang mereka tau tentang Yixing oppa? Yixing oppa adalah seorang malaikat. Bukan hanya julukan, tapi memang seorang malaikat.
Kubuka laptopku, sekedar mencari berita-berita terbaru.
"Sekarang Lebih Sibuk Akting, Lay Disebut Bukan Member EXO Lagi Oleh Netter"
"Lay Cedera Syuting Adegan Berbahaya, Pihak 'Old Nine Gates' Pecat Kru"
"Sudah Membaik Usai Cedera, Lay Selfie Ganteng dan Minta Fans Tak Khawatir"
"Sempat Cedera, Lay EXO Sudah Mulai Syuting 'Old Nine Gates' Lagi"
Ah, syukurlah Yixing oppa sudah bisa beraktifitas lagi. Saat berita Yixing oppa cidera, aku sangat kaget. Dan hatiku sangat sakit saat orang orang yang mengaku sebagai Exo-L malah mendoakan Yixing oppa keluar. Dimana otak kalian? Kalian kan yang mengatas namakan diri kalian sebagai Exo-L. bukan kah itu berarti kalian harusnya mendukung, mencintai idola kalian tanpa pengecualian? Bahkan harusnya untuk ex member pun kalian harus tetap mendukung.
Ah, pernahkah kalian semua hidup dikorea? Aku yakin kalian pasti tau sendiri bagaimana tajamnya mulut netter korea. Haha, aku jadi teringat skandal Baekhyun oppa dan Taeyeon eonni. Haha, sangat lucu, kenapa para netter tidak berfikir logis? Kalau memang berita itu benar, harusnya sebagai fans mereka mendukung. Hahahaha, aku tak ingin membahas masalah ini. Karena tentang masalah ini aku sudah berjanji seumur hidup tidak akan aku bicarakan kepada siapapun.
Ah, bukankah kemarin aku bilang aku ingin memberitahu alasan Yifan Tao luhan oppa keluar? Aku…aku sedikit ragu lagi. Pada tulisanku sebelumnya, aku sudah sangat-sangat nekat. Saat aku merenungkan lagi, mungkin para fans EXO akan salah mengartikan maksudku. Bahkan aku menyebutkan aku adalah YGStan. Aku takut, aku takut kalau mereka mengira aku hanya mencari masalah, atau mencari war.
Sungguh, maksudku bukan seperti itu. Bayangkan kalian berada diposisiku, apakah kalian akan diam dengan segala ketidakadilan ini?
BUK BUK
Kupukul dadaku kuat kuat.
Ini sangat sangat menyesakkan. Berapa banyak airmata yang sudah EXO keluarkan? Harusnya kalian para fans mengerti itu. Saat Yifan oppa keluar, aku bahkan menangis seharian. Aku bukan Exo-L, Tapi aku bisa mengeluarkan air mataku untuk Yifan oppa, kenaa kalian yang fansnya malah menuduhnya berhianat? Dimana hati dan otak kalian?
Dunia per-kpop-an dibuat gempar kala leader Exo-M itu memutuskan hengkang dari grupnya. Seorang pria menangis dalam diam, bukan, bukan hanya seorang pria. Tapi 11 pria. Mereka menangis dalam diam, penyesalan, kehilangan, kesedihan semua tertuang diruangan itu.
"serahkan handphone kalian, kumohon kerjasama kalian. Ini juga bukan keinginanku. Aku tau kalian kehilangan, tapi kumohon, berita saat ini sudah cukup gempar, aku tak ingi timbul masalah yang tidak diinginkan. Kumpulkan handphone kalian, AH JEBAL"
Aku berjengit kaget. Niatku yang ingin ke wc pun kuhentikan.
'eo! Bukankah tadi suara manajer oppa?' sumpah aku sangat penasaran.
Bukan maksudku menguping ataupun mengintip. Aku cuma tidak sengaja mendengar, benarkan?
"Tao-ya, jebal. Kemarikan handphone mu." Pinta manajer oppa.
"Hyung, aku…aku hanya ingin tau kabar Yifan-ge. Hyung jebal" ucanp Tao oppa terbata-bata sambil menyembunyikan handphone-nya
"Tao-ya, kau tau sendiri ini bukan kemauanku. Kumohon Tao-ya. Lebih baik kau serahkan handphonemu." Manajer oppa memohon dengan nelangsa.
"Tapi hyung…"
"Jebal Tao-ya" potong manajer oppa, sambil menodongkan tangannya, meminta handphone Tao oppa.
"berikan saja Tao-ie. Gwaenchana" bujuk suho oppa pada sang maknae.
Dengan lemas Tao oppa menyerahkan handphone-nya pada manajer oppa.
Setelah itu Tao oppa jatuh kepelukan Suho oppa, sambil terus menangis pelan.
BRUK
Aku tertunduk jatuh
HIKS
Kubungkam mulutku, kugigit bibirku sekuat tenaga.
Kondisi para member sangat kacau. Tao oppa yang tengah di peluk Suho oppa. Suho oppa yang selama ini selalu menampilkan senyum malaikat terlihat sangat rapuh. Demi apapun, hatiku sangat sakit sekali. Baekhyun oppa tengah menangis sesenggukan, semuanya menangis dalam diam. Kulihat Chanyeol oppa sangat berusaha tegar. Berulang kali Chanyeol oppa mendongakkan kepalanya, menghalau air mata yang keluar.
HIKS
Aku berlari. Aku tak kuat melihat keadaan mereka. Aku berlari sekuat tenaga. Aku masuk ke salah satu bilik kamar mandi. pikiranku kacau balau. Hatiku sakit.
BUK BUK
'oppa… eotteokhae..oppaaa' jeritku dalam hati sambil memukul mukul dadaku keras.
.
.
.
.
T.B.C
"kalau permasalahan ini nyata dan benar, bukan fanfiction buatan kamu, akan merugikan pihak-pihak tertentu jika kamu mengungkapkannya disini..kamu berkata mengetahui alasan Kristaolu keluar, dan kamu ingin mengungkapnya disini... agensi saja menjaga baik rahasia itu rapat2 agar tidak tersebar, dan kamu ingin membongkarnya dengan gamblang, apakah kamu tidak memikirkan permasalahan apa yang akan timbul? Kamu mengaku mantan traine agensi mereka, dan kamu mau membongkar rahasia mereka setelah kamu keluar dari agensinya, itu terlihat seperti hatter apalagi kamu mengaku sebagai YGstan..itu akan memperkeruh suasana."
Apakah aku dimatamu ini hatter? Apakah hatter akan bersedia menangis untuk seseorang yang bahkan bukan idolanya? Kalau aku ini hatter, bukankah harusnya aku tertawa, berpesta pora atas keluarnya mereka? Kumohon pahamilah maksudku sebelum kamu menjudgeku. Berapa banyak tulisan yang sudah kamu baca? Apakan tulisanku yang sangat simple ini bahkan kamu tidak mengerti maksudnya?
Sekali lagi
"Apakah ini fiksi? Apakah ini khayalan? Kuserahkan kepada para pembaca"
