Love Song Story

Genre : sad –failed , romance –failed , angs –failed , hurt –failed , and etc.

Cast : Still HunHan

Rate : T

Song by : Sistar – go around any longer

Autor : Kim124

.

.

.

.

.

.

.

Masih dengan judul yang sama, hanya berbeda inspirasi.

Dan ini masih dari karya otak abal – abal Kim.

Jika ada kesamaan dalam story, itu hanya kebetulan belaka.

Tulisan ber-font italic –miring , itu flashback.

This's YAOI

Don't bash.

Gak suka langsung close aja.

Soo

.

.

.

.

No copas,

No plagiyaters,

Typo every where

.

.

.

Last, happy reading and

R n R please ^^

.

.

.

.

.

Aku menyesal. Bolehkah aku memutar waktu ketika kita masih bersama sayang.

Hanya kau yang aku punya disini, tanpamu aku hanya sebuah kesalahan besar.

.

.

.

.

4 moons ago

Ditaman dekat kawasan apartement mewah, terlihat sepasang kekasih yang sedang bercanda gurau. Terlihat dari raut wajah mereka sebuah kebahagiaan yang tak ternilai.

" Ya! Sehunie… berhenti ini membuat ku mual eoh." Namja yang berada di gendongan memekik ketika namja yang sedang menggendongnya memutar-mutar tubuh mereka.

" Mwo… kau mual sayang? Apa perlu kita periksakan ke tempat Chan hyung eoh?"

" Eih, aku mual karna kau menggendongku dengan berputar-putar ish!." Pemuda yang tengah di gendong pigy back itu mengepalkan tangannya, seakan ingin memberi pukulan kepada pemuda yang menggendongnya.

" Hei siapa tau didalam perutmu ada baby Luhanie." Pemuda yang dipanggil dengan Sehun tengah memberikan senyum menggoda kepada namja yang ia panggil Luhan.

" Yaaaaaa! Sehunie, nampeun ." Luhan memukul Sehun dengan berutal. Ayolah, sekuat apapun pukulan Luhan saat ini tak berasa sama sekali pada Sehun.

Sehun yang melihat tingkah namja yang sangat ia sayangi saat ini, malah semakin gencar untuk menggoda Luhan. Ia putar badannya semakin kencang, dan benar saja.

Pukulan Luhan pada punggung tegap Sehun berhenti seketika, digantikan dengan sebuah pegangan erat, ah anni lebih pantas disebut pelukan erat pada leher Sehun.

" Sehunie…" suara rajukan yang amat manja di keluarkan oleh luhan. Sehun hanya merespon itu semua dengan kekehan, yang demi apapun akan membuat orang lain melihat senyum itu bagai melihat sosok malaikat pada saat itu juga.

Deru nafas tanda betapa lelahnya mereka saat ini terdengar jelas. Sehun, tanpa melepas gendongannya pada Luhan berhenti sejenak. Ia benarkan letak gendongan Luhan di punggungnya.

" Sehunie, apa kau tidak lelah? Ini sudah hampir dua jam kau menggendong ku, apa aku tidak berat?" Luhan menatap Sehun denga pandangan yang penuh arti.

"Akhirnya kau sadar juga sayang kalau kau itu berat, kkkk" Sehun masih saja sempat untuk menggoda rusa imut di punggunya, meski tidak ia pungkiri sebenarnya ia sudah mulai kram menggendong Luhan hampir 2 jam.

Hei , hampir 2 jam, jika kau dalam posisi Sehun tak akan ada yang yakin mampu menggendong bayi besar selama itu, kkkkk.

"Aish, jinja turunkan aku kalau begitu" Luhan mempoutkan bibir mungilnya, yang demi apapun membuat Sehun ingin melumatnya saat ini juga.

" Andwe, aku masih ingin menggendong bayi rusa ku sampai di apartement dengan selamat." Luhan yang mendengar kata-kata Sehun hanya dapat menyembunyikan rona merah dipipi di balik punggung tegap Sehun.

" Berpegangan yang erat sayang, karna kereta akan segera berangkat."

" Sehunie…" Teriakan luhan terdengar sangat menyenangkan di gendongan Sehun selama perjalanan menuju apartement milik Sehun.

.

.

.

.

.

.

This time

Luhan, pemuda pemilik mata seindah rusa hanya dapat menatap nanar kamar tidur miliknya. Kamar yang selama 4 tahun menemani hari-hari bahagianya bersama Sehun, saksi bisu betapa Sehun amat sangat mencintai dan menyayanginya melebihi apapun.

Tes…..

Tes…

Air mata kembali terjatuh untuk kesekian kalinya mengingat masa-masa indahnya bersama Sehun di kamar itu. Sehun yang tersenyum, Sehun yang mencium nya, Sehun yang berbaring di atas pahanya, Sehun yang menggodanya, Sehun yang ini, Sehun yang itu. Semua hanya penuh dengan Sehun dan Sehun.

" Aarrggggghhhhh…. SEHUNIE!" teriakan frustasi itu pun adalah yang kesekian kalinya dalam waktu 2 minggu ini.

"Sehunie…. Hiks …. Hiks….. Hiks….. mianhe" tangisan itupun adalah tangisan yang kesekian kalinya dalam waktu 2 minggu ini. Luhan yang biasanya tegar kini terlihat rapuh, kantung mata yang ia miliki pun sudah menyaingi kantung mata milik Tao, kekasih Wufan.

Keseharian yang ia lalukan semenjak kejadia ia menyakiti Sehun untuk kesekian kalinya 2 minggu lalu hanya menatap semuanya dengan kosong, mungkin akan sesekali mengecek ponsel miliknya untuk melihat apakah Sehun menghubunginya, dengan berakhir kekecewaan karna nomor Sehun tidak aktif selama 2 minggu ini.

Bahkan akun social miliknya tidak ada satupun dalam keadan "ON". Itu hanya menambah ke-frustasian yang dialami Luhan saat ini.

Beruntunglah saat ini tengah dalam libur semester, jadi ia tak harus menyeret tubuh zombinya kedalam lingkungan kampus. Bukan nya tak ada yang perduli pada rusa imut itu. Tetapi dia sendirilah yang mengabaikan kehadiran, dan kekawatiran yang diberikan oleh teman-temannya. Bahkan, ia tak menghiraukan bel yang berbunyi di depan rumahnya.

Ia lebih memilih mengurung diri di dalam rumahnya, mengais sisa-sisa kenangan bersama Sehun. Tanpa menyadari bahwa mereka yang menghawatirkannya adalah orang-orang yang mendapat permohonan dari seseorang yang ia rindukan.

.

.

.

.

.

.

1 moon ago

"Sehunie…"

"Hm…." Namja pemilik nama Sehun hanya menanggapi panggilan dengan deheman.

" Are you love me?"

" Why you ask like this?" Sehun mengernyit mendengar pertanyaan dari Luhan.

" Just answer it."

" Hey, pertanyaan mu sedikit aneh sayang. Tapi aku akan tetap menjawabnya. Yes, I am really love you more and more."

" Meski aku melakukan kesalahan, kau akan tetap mencintaiku?"

"Eh?" kernyitan didahi Sehun semakin banyak menandakan dia sangat heran dengan pertanyaan milik kekasihnya.

" Cukup jawab saja Sehunie…" Huft, nada merajuk itu lagi. Siapapun tak akan pernah sanggup untuk mengabaikan keimutan kekasih Oh Sehun itu.

" Aku akan melihat dulu kesalahan apa yang kau perbuat sayang, jika itu tidak melukai hati ku, dan mengancam hubungan kita aku akan tetap mencintaimu. Meski semua manusia memiliki batas kesabaran sendiri- sendiri. Adakalnya kesabaran yang ia miliki telah mencapai puncaknya, tapi kesabaran tidak akan pernah habis Luhanie. Mereka yang mengatakan kesabarannya habis hanya orang-orang labil yang telah di kuasai emosi belaka." Sehun tersenyum tampan menanggapi pertanyaan Luhan.

" Uahhhhhh, Sehunie ku semakin dewasa eoh." Luhan menggelayut manja di lengan sehun, disertai dengan hiasan warna merah samar dipipi.

.

.

.

.

.

.

.

.

'Apakah ini puncak kesabaran mu Sehunie? Apakah kau tidak akan memaafkan ku? apakah aku akan hidup tanpamu? Apakah… apakah…..?'

Hanya pertanyaan itu yang selalu Luhan fikirkan, terlalu seringnya ia memikirkan itu membuat badan yang tadinya ideal lama-kelamaan menjadi lebih kurus. Ditambah dengan lingkaran mata yang tampak sangat jelas, menambah kesan menyedihkan di dalam diri Luhan.

Hiks…..

Hik…..

Hiks….

Penyesalan, hanya kata itu yang menggambarkan perasaan Luhan saat ini. Ia menyesal kenapa baru sekarang menyadari persaan Sehun yang tersakiti.

Ia menyesal kenapa baru sekarang ia takut kehilangan Sehun.

Ia menyesal kenapa harus menyakiti Sehun lagi.

Ia menyesal kenapa tidak mencegah Sehun pergi waktu itu. Dan berbagai macam penyesalan lainnya yang sulit untuk dijabaran.

Srekk…

Srekk…

Ia seret langkah zombinya mendekati meja nakas di samping tempat tidurnya.

Srakkk….

Ia buka laci teratas yang ada pada nakas tersebut. Di ambilnya sebuah album fhoto yang didepannya terdapat tulisan "HUNHAN Moment and Love Story" .

Di halaman pertama terdapat fhoto ia dan Sehun sedang selfie, terlihat Luhan yang tengah di gendong pigy back membawa tongsis yang diarahkan di hadapan mereka, dengan ekspresi bahagia yang akan membuat siapa pun iri.

Tessss…..

Luhan mengsap fhoto yang terdapat wajah Sehun-nya, masih bolehkah dia mengatakan kepemilikan tersebut?

Pikir nya melayang di saat-saat manis itu, dimana ia yang merajuk minta di gendong oleh Sehun.

Kemudian ia beralih pada halaman berikutnya, dimana menampilkan ia dan Sehun memakai suwiter couple warna putih yang kebesaran di badannya ber-selca di sofa. Ia yang sedang di atas pangkuan Sehun, dan Sehun yang memeluk ia posesive dari belakang.

Terus berkelanjutan hingga pada fhoto terakhir dimana ia sedang menyuapi Sehun cookies pertama buatannya. Ia benar-benar ingat raut bahagia Sehun ketika menikmati cookies pertama buatannya.

" Rusa kecilku ternyata sangat berbakat membuat cookies. Bolehkan aku mendapatkan ini setiap hari? Ahh ani ! Cukup setiap seminggu sekali saja, itu lebih dari cukup"

Sepenggal permohonan Sehun terngiang di telinganya.

Demi apapun yang ada di dunia ini, Luhan sangat merindukan Sehun.

.

.

.

.

.

Luhan melanjutkan langkahnya menyelusuri setiap sudut rumahnya, karna menurutnya, ia dapat merasakan Sehun jika ia mengingat kegiatan apa saja yang ia lakukan bersama Sehun di rumah ini.

Langkahnya terhenti di depan bathroom, ia tatap washtafel di depannya.

Ahh, lebih tepatnya ia menatap apa yang ada disana.

'Sikat gigi' Sehun .

Ia tatap nanar benda itu, ia ingat ketika dirinya dan Sehun sedang menggosok gigi bersama. Sehun yang dengan jahil memercikkan air di wajahnya, dan berakhir mereka yang saling menggelitik pinggang satu sama lain dimana sang domina –Sehun lah yang memenagkannya.

Drrrttttt

Drttttt

Drtttt

'no number' hanya itu yang tertera pada layar Hand Phone nya.

Pip

"…." Ia angkat panggilan di ponselnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Begitupun suara di seberang sana, hanya keheningan.

"Huft…." Setelah 3 menit berlalu barulah terdengar helaian nafas panjang dari seberang telfon.

" Gwenchannayo? " Tanpa menggunakan salam orang diseberang sana tiba-tiba langsung mengeluarkan pertanyaan yang membuat Luhan berdebar.

Bukan, bukan pertanyaannya.

Lebih tepat suara penanya itu yang membuat Luhan berdebar.

Tess

Tess

Tanpa disadari air matanya jatuh begitu saja membasahi pipin mulus tapi sedikit tirus miliknya.

" Hikss…. Hiks… Sehunie….."

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

TBC dengan tidak elit xD.

Kim tau, ini membosanka, dan gak jelas.

Tapi Kim mohon review nya.

Itu memberikan semangat untuk Kim.

Siders di mohon untuk tobat -_-

Meski ini jauh dari predikat standart, tapi seenggak nya hargai karya Kim.

Untuk yang sudah review.

Tankyou very much, you'r the best reader ^^

Next , review please.

Oh iya, Kim ada proyek. Sebenernya ini udah kepikiran dari dulu Cuma belom sempet ngetik. Kim mau remake manga jepang punya Ai Minase. Ini mungkin GS dan rate T-M karna adegannya lumayan. Tapi ya itu, membaca lebih mudah dari membuat *alesan.

Hitung-hitung sambil nunggu arsip The One ketemu sama ide ini jalan lagi, kkkkkk

Kalo mau bakal Kim usahain awal bulan depan publish. Hehe

Udah ah, banyak bacot Kim ini.

Bye bye, don't be GALAU couse TLP . Kita senasib kok *eluaja T.T