True Love

Cast : Luhan, yixing, baekhyun, sehun, kris and other

lenght: chapter 1/?

genre : romance hurt

cerita ini asli punya choco castnya hanya milik tuhan dan keluarga masing masing typo bertebaran EYD agak berantakan(?)

Gomawo buat yang udah review di prolog kemarin^^ sini choco hadiahin cipok basah:* choco juga gatau ini cinta segi berapa mungkin cinta segi benang kusut(?) tapi ga akan terlalu rumit kok ceritanya dan ga akan terlalu hurt soalnya choco ga tega nyiksa castnya :" ga banyak omong lagi ini dia chapter pertamanya^^)/

warning : Genderswitch for uke! don't like don't read ok ;)

.

.

.

.

Matahari menyinari kamar kedua yeoja kembar yang masi bergelung di kasur masing masing. satu yeoja berambut coklat bergelombang menggeliat pelan saat matahari mengenai wajahnya yang cantik sedangkan yeoja berambut hitam lurus menyembunyikan wajahnya yang manis di balik selimut hello kity kesayangannya.

"Ya! bangun! hari ini kalian sekolah jika tidak ingin berlari sambil memakan roti cepat sekarang turun untuk sarapan dan segera bersiap kalian ini yeoja tapi pemalas sekali" omel yeoja berdimpel sambil membuka kasar tirai di kamar putri kembarnya.

"iya eomma lima menit lagi" saut yeoja berambut coklat sambil menutupi wajahnya dengan bantal karena sinar matahari dan suara cempreng eommanya yang mengganggu tidurnya.
Tanpa belas kasian sang eomma menarik selimut hello kitty itu dengan kasar membuat kedua yeoja yang sedang bermimpi itu tersentak

"zhang luhan, zhang yixing tidak ada jatah cemilan jika kalian tidak bangun lalu bersiap" ancam sang eomma dengan nada rendah yang tidak bisa di bantah.

Akhirnya dengan malas si anak berambut coklat ikal yaitu luhan turun dari ranjang dengan umpatan di bibirnya yang tipis lalu berjalan ke kamar mandi sedangkan si rambut hitam lurus yaitu yixing mengucek matanya "eomma aku pingin ice cream cake untuk cemilan hari ini" ucap yeoja itu setengah sadar "baiklah, cepat turun bersama unnie mu setelah bersiap ne" yixing hanya menangguk sebagai jawaban kepada sang ibu.

Luhan sudah terlihat segar dengan rambut ikalnya yang ia biarkan terurai sedangkan yixing mengikat satu rambutnya yang sehitam arang. Walaupun kembar tapi mereka tidak identik, sangkaka luhan memiliki mata rusa, rambut coklat ikal serta hidung bangir dan bibir tipis dari sang appa sedangkan yixing memiliki rambut lurus bewarna sehitam arang serta hidung kecil dan bibir sedikit berisi persis seperti sang eomma.

Setelah selesai bersiap mereka berdua beriringan menuju ruang makan dan disana sudah menunggu ayah mereka zhang Qiang Ren yang bernama korea kang in sedangkan eomma mereka xi li te atau leeteuk sedang sibuk menyiapkan makanan ke meja.

"pagi eomma appa" ucap sang anak bungsu dengan riang sambil duduk di sebelah unninya yang sedang mengutak atik handphone

"pagi sayang, anak appa manis sekali eoh" goda kangin sambil mencubit gemas pipi yixing yang tersenyum manis memperlihatkan dimple yang serupa dengan eommanya "jja ini makanannya cepat makan nanti kalian kesiangan" leeteuk menyimpan mangkuk ke depan kangin lalu ke kedua putrinya. sambil berbicara ringan mereka menghabiskan sarapan di pagi yang cerah ini.

.
.

"baekhyunnieeeee" teriak girang yixing saat bertemu baekhyun di depan gerbang sekolah, baekhyun yang menyadari suara cempreng yixing balik menanggapi

"kyaaa yixiiiiiing" kemudian mereka berpelukan dan berjingkrak jingkrak seperti anak tk yang sudah lama tidak bertemu, luhan hanya maklum melihat kelakuan adik dan sahabatnya itu

"mereka lucu sekali seperti anak tk" suara berat itu berasal dari sebelah luhan dengan reflkes tangan luhan menggeplak wajah orang tersebut

"aakkhhh wajah tampanku" erangan namja itu membuat baekhyun dan yixing yang sedang berpelukan berhenti beralih ke luhan dengan tampang kagetnya

"ya! kenapa oppa mengagetkanku masih untung aku tidak menonjok wajahmu"

Luhan malah mengomeli kris yang mengaduh kesakitan. Setiap pagi sebelum berangkat ke kampus merupakan jadwal kris untuk mengantarkan adik kesayangannya sekolah, terlihat dari motor sport merahnya yang terparkir tidak jauh dari gerbang.

Baekhyun yang tidak tega mendekati kris yang memegang wajahnya "oppa kau tidak apa-apa?" rautnya terlihat cemas

"sakit sekali, wajahku yang tampan ini bisa rusak karena si rusa galak itu" ringis kris yang di sertai ledekan dan yang di ledek hanya mempoutkan binirnya yang ranum

"oppa kau berlebihan sekali wajahmu tidak akan rusak semudah itu, apalagi gigi tongosmu" ucapan yixing yang polos itu membuat tawa kedua yeoja itu pecah dan kris hanya bisa mendengus.

.
.

Seperti kelas kelas pada umumnya kelas yang di tempati oleh tiga yeoja manis dan cantik ini ribut saat tidak ada seonsaengnim

"ya seonsengnim membawa murid baru!" teriak namja yang baru masuk ke kelas dengan wajah yang antusias, seketika semua murid duduk di tempatnya masing-masing.

seonsaengnim memasuki kelas dengan namja yang mengikuti dibelakangnya.
"hari ini seonsaengnim akan memperkenalkan murid baru dari Mokpo ayo masuk dan silahkan perkenalkan dirimu"

Murid baru tersebut masuk ke kelas dengan ekspresi datar terpatri di wajahnya yang tampan

"Oh Sehun imnida aku murid pindahan dari SMU XOXO. Karena urusan kerja, ayahku dipindahkan ke Seoul"

semua murid hanya terdiam, ada yang kagum demgan ketampanan sehun dan ada yang terbengong dengan ekspresi sehun yang tidak berubah sama sekali

"kau bisa duduk di kursi kosong dibelakang,jja terimakasih atas perhatiannya" setelah seonsaengnim itu pergi sehun duduk di kursi yang tadi ditunjuk.

Semua murid sibuk berbisik bisik membicarakan murid baru tersebut dan sang bahan pembicaraan menyumpal telinganya dengan headseat.
Yixing tidak bisa mengalihkan pandangannya dari sehun ia terpesona dengan wajah stoicnya sedangkan sang kembaran luhan terlihat acuh seperti biasa

"ya kau terpesona olehnya" goda baekhyun ke yixing. Seketika wajah yixing memerah

"ti... tidak a.. aku hanya.." baekhyun semakin semangat menggoda yixing yang terlihat gelagapan itu

"ternyata uri yixing yang polos ini sudah besar" goda baekhyun sambil tertawa cekikikan luhan hanya melihat sekilas dan kembali fokus membaca buku

"ya! apa menurutmu dia tampan?" baekyun tiba tiba mengambil buku luhan yang membuat si empunya mengerucutkan bibirnya

"sepertinya dia menyebalkan dan wajah dia itu seperti habis terendam es berjam jam liahat saja ekspresinya kaku. Yak! byun baekhyun cepat kempalikan buku ku!"
Luhan berusaha mengambil buku yang di angkat tinggi tinggi oleh baekhyun walaupun tinggi mereka sepantar tapi susah juga kalau baekhyun sedang jahil. Tanpa sadar baekhyun semakin mundur kebelakang tanpa senganja buku yang dipegang baekhyun terjatuh kebelakang dan buku yang lumayan tebal itu jatuh tepat di atas kepala sehun si murid baru.

bruk

"aisshhhh" sehun meringis sambil memegang kepalanya awalnya dia akan marah tapi saat matanya menangkap wajah luhan, hanya wajah bodoh yang ia perlihatkan

"omonaa mian aku tidak sengaja, gwenchana?" tanya baekhyun panik

"isshh dasar pabbo kau byun baekhyun!" dumel luhan sambil memungut novelnya dan pergi tanpa mempedulikan tatapan sehun.

.
.

Jam istirahat kantin dipadati oleh murid murid yang ingin mengsi perut mereka setelah berjam jam duduk di kelas

"kkaja kita ke kantin!" seru baekhyun ceria sambil menggandeng luhan dan yixing

"kkaja aku sudah lapar~" yixing menjawab dengan girang

"ish kalian bisa membuatku tuli" gerutuan luhan membuat kedua yeoja manis dan imut itu tertawa cekikikan.

Setelah perjuangan membeli makanan dan mencari tempat duduk ketiga yeoja itu memakan makanannya dengan lahap

"boleh aku duduk disini?" suara berat itu membuat kegita yeoja yang sedang asyik makan sambil mengobrol membalikkan wajahnya dam syok seketika karena yang bertanya itu si murid baru berwajah datar

"ohh ya ya kau bisa duduk disini" setelah tersadar dari bengongannya baekhyun mengeser tempat duduknya.

Sehun duduk di depan yixing mata elang sehun melirik ke arah luhan yang dengan tenang memakan makanannya sedangkan yixing diam diam melirik sehun di sela kegiatan makannya

"ekhm sehun walaupun tadi aku sudah bertanya tapi apa kepalamu baik baik saja setelah kejatuhan novel luhan?" tanya baekhyun mencoba mencairkan suasana

"aku baik baik saja walaupun aga sakit tertimpa buku setebal kamus itu" sehun menjawab sambil menatap luhan yang terlihat tidak menghiraukan keberadannya

"apa kau tidak ke uks?" yixing mencoba mengambil perhatian sehun

"tidak perlu itu hanya buku bukan besi yang beratnya berkilo kilo" tanpa diduga sehun memperlihatkan senyuman tipis, seketika wajah yixing memerah melihat ekspresi yixing baekhyun termotifasi untuk menggodanya

"wajah mu merah sekali yixing apa kau sakit?" yixing memberikan deathglarenya sedangkan sang pelaku memasang senyuman menyebalkan.

Mendengar celotehan baekhyun luhan melirik ke arah yixing "jika kau sakit kita ke uks saja"

"bukan aku tidak sakit isshh byun baekhyun!" dengan kesal yixing melemparkan rotinya yang masi terbungkus ke baekhyun dan dengan terampil baekhyun mengambilnya

"yak! Ini itu makanan jangan di buang buang banyak orang yang membutuhkan makanan tapi kau malah membuang buangnya seperti itu" omel baekhyun

"kau sudah seperti eomma eomma saja baekhyun aku yakin sebentar lagi akan banyak keriput di wajahmu karena mengomel terus" luhan menjawab acuh

"yak! Apa kau bilang?!"

Saat baekyun kembali mengomel sehun sama sekali tidak teganggu karena dia terlalu asik memperhatikan luhan yang menurutnya seperti bidadari dengan mata bulat seperti rusa, hidung bangir, pipi putih dan halus jangan lewatkan juga bibir tipis luhan yang merah dan... "apa yang kau fikirkan tuan oh sehun" teguran luhan membuyarkan imajinasi liar namja berwajah datar tersebut

"a..ah tidak, aku ke kelas duluan" pamit sehun berusaha menjaga sikapnya agar tetap wajar.

.
.

Setemenjak kejadian itu sehun bertekad untuk menjadikan luhan sebagai miliknya walaupun dia tau butuh perjuangan ekstra untuk mendapatkannya karena luhan sama sekali tidak tertarik pada sehun.

Siang ini saat jam istirahat sehun melihat luhan sedang duduk sendirian di perpustakaan ditemani buku tebalnya niat awalnya untuk tidur di perpustakaan sirna sudah tergantikan dengan rasa bahagia karena menemukan targetnya.

"boleh aku duduk disini?" tanya sehun berdiri di depan meja luhan, yang ditanya hanya melirik sekilas dan mengangguk mendapat tanggapan bagus senyuman merekah di wajah datar seorang oh sehun

"tidak biasanya kau sendiri kau kan selalu ditemani yixing dan si berisik baekhyun" sehun mencoba mengambil perhatian luhan dari novel tersayangnya tapi hasilnya gagal luhan hanya melirik sekilas dan membaca lagi novelnya, sehun mendesah pelan

"apa kau suka membaca novel? kau selalu membawa buku itu kemana mana" sehun masi terus mencoba dan akhirnya luhan mengalihkan perhatiannya pada sehun

"sudah jelaskan jika aku selalu membawa buku ini kemana mana berarti aku menyukai membaca" wajah luhan terlihat aga kesal karena kegiatannya di ganggu

"ahh kau benar, lalu kenapa kau sendirian saja disini?"

"apa aku tidak boleh sendiri saja disini?"

"bukan begitu" sehun gelagapan "biasanya kau bersama saudara kembarmu dan si bawel itu" sambungnya

"mereka sedang di kantin dan aku malas untuk makan jadi aku kesini" jawab luhan saat akan meneruskan membaca dengan seenak jidatnya sehun mengambil buku yang dipegang luhan

"apa buku ini sangat menarik sampai kau mengacuhkan keadaan di sekitarmu?"

Sehun melihat novel tebal itu dari depan ke belakang mencari hal menarik yang ada di novel itu.

"kau datang kesini sebenarnya mau mengganguku eoh?" luhan mulai naik darah sehun hanya melongo melihat wajah luhan

"ternyata dugaanku benar kau sangan menyebalkan tuan Oh" ucap luhan ketus lalu mengambil novel dari tangan sehun dengan kasar dan sang pelaku masi belum tersadar dari keterkejutannya

Setelah luhan keluar dari perpustakaan ia berpapasan dengan baekhyun dan yixing

"unnie~" teriak yixing girang sambil berlari ke arah luhan

"ya! kau ini jangan memasang wajah seperti ini apa kau ingin menakut nakuti orang?"

Baekhyun menarik kedua pipi luhan sehingga membuat bibirnya tertarik dan membuat sebuah senyuman "begini lebih baik"

"Byun baekhyun lepaskan tangan mu sakit tau!" ucap luhan agak susah karena bibirnya yang tertarik dan baekhyun hanya memberi cengiran yang memperlihatkan giginya yang putih

"katanya unni mau di perpus sampai istirahat selesai tapi kenapa unni malah disini?" tanya yixing

"ada penggagu" luhan menjawab singkat seketika wajah si pengganggu a.k.a oh sehun terlintas di kepalanya membuat moodnya semakin jelek

"wajahmu semakin seram saja kkaja kita beli makanan manis untuk mengubah ekspresi si nona rusa ini" tanpa persetujuan si kembar baekhyun menarik luhan dan yixing dengan paksa ke arah kantin sedangkan yang ditarik hanya pasrah.

.
.

Bel tanda pelajaran telah usai berdering semua murid berhamburan keluar kelas

"baekhyun hari ini ke rumah ku saja hari ini cemilannya ice cream cake" girang yixing sambil berjalan beriringan di koridor yang dipenuhi oleh siswa

"aku tidak bisa hari ini aku ada janji dengan kris oppa mian ya yixingiiii" baekhyun memasang wajah sedinya yang imut

"kau akan kemana?" luhan yang asalnya diam tiba tiba bertanya

"molla~ mungkin kris oppa mau mencari hiburan setelah menyelesaikan tugas kampusnya"

Di depan gerbang terlihat banyak siswi yang ribut membicarakan namja tampan bak model majalah sedang menunggu seseorang di depan gerbang sekolah

"hai nona byun" sapa namja itu ketika baekhyun melewati gerbang

"oppa kenapa kau kesini? apa kau tau tadi semua siswi membicarakanmu mereka bilang ada namja tampan bak model majalah sedang menunggu seseorang di..." tiba tiba kris memakaikan baekhyun helm karena terkejut omelan baekhyun berhenti

"kau bawel sekali nona byun, aku culik yeoja berisik ini ya" kris langsung menyeret baekhyun ke motor sport merahnya dan pergi melesat begitu saja.
Sedangkan kedua yeoja kembar itu menampakan raut wajah berlawanan yang satu terbengong dan satunya lagi terlihat kesal.
.

Kris mengendarai motornya dengan kecepatan yang tidak bisa dibilang pelan buktinya baekhyun memeluk erat perut kris sambil memejamkan mata dan yang dipeluk hanya mengembangkan senyum

"kita sudah sampai" kris meremas pelan tangan baekhyun yang masi setia memeluknya erat walaupun sudah berhenti

"baekhyun kita sudah sampai" ulangnya lebih keras karena tadi tidak ada tanggapan dari baekhyun mendengar suara kris baekhyun langsung turun dari motor sambil melepaskan helm

"ya! apa oppa mau membuat aku mati muda/ ini jalanan seol bukan lintasan motor GP kenapa kau mengendarai motormu seperti itu aku sangat takut apa kau tau rasanya aku seperti..." "aku ada bersamamu kau tidak perlu takut" potong kris lalu menyeret baekhyun ke dalam taman bermain setelah memarkirkan motor sport merah kesayangannya.

"kau mau mulai darimana dulu?" tanya kris setelah masuk ke wahana taman bermain

"aku mau naik itu!" dengan semangat baekhyun menunjuk komedi putar

"itu sama sekali tidak seru bagaimana kalau roller coaster?" tawaran kris mendapat deathglare gratis dari baekhyun

"tapi aku mau naik itu" baekhyun merengek seperti anak tk kris akhirnya menuruti saja daripada membuat adiknya mengamuk dan mencerocos sampai membuat telinga kris panas.

Di taman bermain tersebut mereka hampir menaiki semua wahana kecuali bianglala dan roller coaster, awalnya baekhyun menolak mentah mentah tawaran kris untuk memasuki rumah hantu tapi karena rayuan maut kris akhirnya baekhyun menuruti saja. Sepanjang perjalanan di rumah hantu baekhyun mencengkram erat tangan kris sambil menyembunyikan wajahnya di lengan kekar lelaki itu dan kedua matanya yang indah ia tutup rapat rapat.

"ayo kita tinggal menaiki roller coaster" ajak kris saat mereka sedang duduk di kursi kayu sehabis dari rumah hantu

"apa kau gila! aku tidak suka yang seperti itu, kau ingin aku pulang dengan keadaan tidak sadar?" baekhyun mengerucutkan mulutnya sebal

"baiklah baiklah jangan mengerucutkan bibir seperti itu bagaimana jika ada orang mesum yang melihatnya kau bisa bisa di mangsa"

"satu satunya orang mesum yang melihatku hanya kau tuan wu yifan"

kris tertawa dengan dumelan baekhyun tersebut.

"kita naik bianglala saja ya" pinta baekhyun dengan puppy eyes andalannya jika sudah seperti itu kris sama sekali tidak bisa menolak.

Dan sekarang disinilah mereka berdua di dalam bianglala

"lihat oppa kita bisa melihat rumah kita dari sini" baekhyun berujar girang

"rumah kita di sebelah sini baekhyun bukan disitu"

Baekhyun hanya tertawa garing lalu tersenyum innocent, gemas dengan adiknya kris mengacak rambut baekhyun

"yak oppa jangan di acak acak bagaimana jika ada namja tampan disana dan penampilanku berantakan" dumel baekyun sambil membenarkan letak poninya

"aku namja tampan tapi aku tetap terpesona olehmu karena kau tetap cantik walaupun rambutmu berantakan"

"yayaya aku tau aku cantik kau akan terlihat lebih tampan jika gigimu tidak terlalu maju"

kris hanya mendengus sedangkan baekhyun sudah tertawa puas karena berhasil meledek kakanya itu

"tapi aku serius sebagai namja kau selalu terlihat cantik bagaimanapun penampilanmu" baekhyun seketika terdiam melihat wajah kris yang serius

"oppa..." sebelum baekhyun menyelsaikan ucapannya pintu bianglala sudah dibuka oleh sang penjaga. Akhirnya mereka keluar bianglala dengan agak canggung.

.

"apa kau mau melihat kesana?" kris menunjuk sebuah toko aksesoris baekhyun mengangguk singkat tanpa aba aba kris menggenggam erat tangan baekhyun, baekhyun sedikit tersentak tapi ia menuruti saja.

"oppa boneka ini manis sekali" wajah baekhyun berseri seri setelah menemukan boneka beruang berukuran setengah badannya yang berbulu halus berwarna putih dan ada pita merah bertengger manis di lehernya

"kalau begitu kita ambil ini kkaja" tanpa mendengar persetujuan baekhyun kris membayar boneka itu ke kasir.

Hari ini sangat panjang dan melelahkan bagi baekhyun saat di motor dia tertidur, karena merasa genggaman tangan baekhyun mengendur kris tidak mengendarai motor secepat mereka pergi tadi. Baekhyun tertidur sambil menyandarkan kepalanya di boneka beruang yang kris belikan.

Saat sampai di rumah kris aga kesulitan tapi setelah ia memarkirkan motornya ia bisa memopong baekhyun bersama bonekanya yang besar kekamar

"kris ada yang ingin appa bicarakan" ucap wu hangeng appa kris "tentang perpindahan sekolahmu ke luar negri"

.

.

.

TBC~

Ternyata nulis ff lumayan menguras otak juga/elap keriget/ semoga kalian puas dengan chapter pertaman dari True Love^^ choco masi outhor pemula jadi mian ne kalau ada kurang kurangnya, review dan dukungan kalian sangat membantu lancarnya cerita ini ;D sampai ketemu lagi di chapter depan ya^^)/