True Love
Cast : Luhan, yixing, baekhyun, sehun, kris and other
lenght: chapter 2/?
genre : romance hurt
cerita ini asli punya choco castnya hanya milik tuhan dan keluarga masing masing typo bertebaran EYD agak berantakan(?)
warning : Genderswitch for uke! don't like don't read ok ;)
Happy Reading^^)/
.
.
.
.
Pagi yang cerah secerah senyum yeoja manis bername tag Zhang Yixing entah ia kerasukan apa tapi semenjak pergi sekolah senyuman tidak hilang dari bibirnya yang tidak tergolong tipis.
"yixing berhentilah tersenyum seperti itu kau membuatku silau" luhan yang berjalan di samping yixing merasa aneh dengan kelakuan adik manisnya ini, tapi yang di tegur seolah tuli buktinya senyum seratus watt itu masi terpatri di wajahnya yang manis.
bruk
tiba tiba baekhyun menubruk dari belakang lalu merangkul si kembar dengan kedua tangannya "ada apa ini, kenapa yang satu senyumnya lebih cerah dari lampu di kamarku sedangkan satunya lagi lebih gelap dari gudang bawah tanah rumahku" luhan memutar bolamatanya sedangkan yixing hanya terkekeh
.
Kelas masi ribut karena bel masuk belum berbunyi. Seperti biasa yixing dan baekhyun mengobrol sedangkan luhan membaca novel tebal kesayangannya. Bangku baekhyun berada di depan yixing sesangkan luhan di sebelahnya.
"luhan aku ingin minta maaf sola kejadian kemarin siang" suara berat tersebut mengalihkan perhatian ketiga yeoja yang berbeda sifat itu
Luhan melihat sekilas ke arah sehun "lupakan saja" luhan menjawab dengan nada dingin. Yixing dan baekhyun mengerutkan alis memperlihatkan wajah bingungnya
"aku benar benar tidak bermaksud seperti itu"
Luhan berusaha mengabaikan sehun dan kembali fokus membaca novelnya
Sebelum sehun berbicara lagi bel tanda pelajaran berlangsung telah berbunyi dan semua murid kembali ke bangkunya masing masing
.
"aku mendapatkannya!" girang yixing setelah keluar dari kerumunan para murid yang berdesakan di kantin
"kau benar benar gila, hanya untuk roti melon kau rela berdesakan dengan kerumunan orang kelaparan itu" luhan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adik kembarnya
"habis aku sedang ingin roti melon" yixing duduk di depan luhan sambil memakan roti hasil jerih payahnya
"ngomong ngomong apa yang terjadi antara kau dan sehun siang kemarin?" baekhyun yang duduk di samping luhan tidak bisa menahan rasa ingin taunya
tiba tiba yixing tersedak "omo minum ini, makannya pelan pelan saja kau seperti baru bertemu roti saja" luhan menyodorkan minuman ke yixing dan diteguk habis oleh yeoja berambut lurus sehitam arang itu
baekhyun menatap luhan meminta jawaban, luhan mendesah pelan "dia yang menggangguku kemarin di perpustakaan" raut wajah luhan seketika menekuk karena mengingat kejadian kemarin
"dia bertanya ini itu lalu mengambil novelku" luhan mencebilkan bibirnya
tidak lama setelah itu datanglah si orang yang sedang dibicarakan
"annyeong apa aku boleh ikut duduk disini?" tanya sehun dengan senyum tipis terlihat di wajah datarnya sedangkan kedua tangannya memegang nampan
Sehun mendapat tanggapan yang kontras dari ketiga yeoja tersebut. wajah kesal luhan, senyum cerah dari yixing dan baekhyun yang melihat sehun dari atas kebawah
"tidak ada kursi kosong lagi dan aku sudah lapar" sehun berusaha mencari alasan yang kuat
"duduk saja disini" yixing menggeserkan tubuhnya sambil tersenyum lebar
Mendapat kesempatan sehun tersenyum kepada yixing dan yang diberi senyum malah terdiam, gurat merah terlihat di pipi putihnya.
"aku ke perpus saja" sebelum luhan beranjak sehun menggenggam tangan luhan
"kau masih marah padaku? aku tidak bermaksud seperti itu sungguh. Apa ada hal yang bisa kulakukan agar kau mau memaafkanku?"
Luhan melihat bergantian ke arah tangan sehun yang memegangnya lalu ke wajah tampan sehun.
"bisa kau lepaskan tanganmu?" luhan bertanya dengan nada dingin, tapi sehun masi bersikeras tidak mau melepaskan
"jawab pertanyaanku dan aku akan melepaskannya" sehun menatap langsung mata luhan
Luhan mendengus sebal "pergi yang jauh dariku. aku sebal melihat wajahmu" dengan lesu sehun melepaskan tangan luhan.
Dengan langkah cepat luhan keluar dari kantin dan tubuh kecilnya menghilang setelah belokan dekat tangga.
Sehun mengacak rambutnya frustasi "nyalimu besar juga mendekati luhan dengan cara seperti itu" ucapan baekhyun menyadarkan sehun bahwa ia tidak sedang sendiri
"hampir semua namja mengagumi luhan tapi tidak ada yang mau mendekatinya. Ya kau tau sendirilah sifatnya menyebalkan dan kadang seenaknya sendiri akhhh" baekhyun meringis setelah mendapat tendangan yang lumayan keras dari yixing
"kau terlalu banyak membicarakan kakak kembarku nona byun" yixing mencoba berbicara sesinis mungkin. Sehun terkejut mendengar perkataan yixing wajahnya tidak lepas dari wajah manis yixing
"ke... kenapa kau melihatku seperti itu" yixing gelagapan dengan tatapan sehun, pipinya yang putih mulai berubah menjadi merah
"kalian tidak terlihat seperti saudara kembar apalagi sifat kalian yang sangat bertolak belakang"
"tidak semua orang yang kembar itu sama bukan, walaupun aku dan luhan eonni tidak kembar identik tapi kami memiliki benerapa hal yang sama" walaupun jantung yixing berdebar sangat cepat tapi dia berusaha terlihat tenang di hadapan sehun
"kau terlihat lebih dewasa dari luhan tapi kenapa dia yang menjadi kakaknya" sehun mengusap dagu
"waktu. Luhan eonni terlahir beberapa menit terlebih dulu sebelum aku" senyuman tidak pernah hilang dari wajah yixing
"ekhm aku seperti obat nyamuk disini" baekhyun berusaha mengambil perhatian kedua orang yang mengabaikannya itu
"aku bahkan hampir lupa kau duduk disitu" ucapan sehun membuat yixing terkekeh sedangkan baekhyun menekukkan wajahnya sebal
.
Pelajaran terahir telah selesai semua murid bergegas untuk pulang ketiga yeoja yang tingginya hampir sama itu berjalan beriringan
"oiya waktu itu kau pergi kemana bersama kris oppa?" pertanyaan yixing membuat raut wajah luhan tegang
"hanya ke taman bermain" baekhyun memberi jeda "dan kris oppa membelikan aku boneka beruang" baekhyun jadi teringat kris yang biasa mengantarnya ke sekolah tapi pagi ini ia pergi sendiri karena sangkakak tidak ada di rumah.
Setelah kejadian itu paginya baekhyun sama sekali tidak melihat kris, kasurnya pun terlihat rapi seperti tidak ada yang meniduri. Saat ia bertanya pada sang umma hanya gelegang kepala yang ia dapat. Mungkin ada urusan sangat penting di kampusnya pikir baekhyun menyingkirkan rasa cemasnya
"kau melamun" luhan menyenggol tubuh baekhyun pelan sedangkan yang di tegur hanya memperlihatkan cengiran bodohnya
sret
tiba tiba seseorang mengulurkan helm ke depan luhan "kuantar pulang" ternyata orang itu sehun dengan senyumannya yang bisa mempesona semua gadis kecuali luhan
Luhan melihat sebal ke arah sehun dan pergi meninggalkan sehun tanpa mengucapkan sepatah katapun
"unni tunggu aku" yixing berteriak sambil mengejar luhan yang berjalan semakin menjauh
"ternyata kau keras kepala juga" ucap baekhyun "selamat berjuang ya, luhan itu tidak mudah untuk di taklukan kau tau" baekhyun menepuk nepuk pundak sehun yang jauh lebih tinggi darinya sambil berlalu.
"aku tau, itu yang membuatku mengiginkannya" ucap sehun pelan dan sebelah bibirnya terangkat membentuk seringaian
.
Luhan membanting tubuh mungilnya kekasur setelah sampai di kamar lalu berguling ke kanan dam kekiri sambil menggerakkan kakinya
"aaakkkhhhh menyebalkan sekali" luhan berteriak
yixing membaringkan dirinya di pinggir luhan "unni apa kau tidak terlalu berlebihan? menurutku sehun orang yang baik"
luhan memberikan tatapan membunuhnya lalu menutup mata dengan kedua tangannya
"aku tidak mau melihat wajahnya lagi. wajah itu selalu sukses menghancurkan moodku"
"tidak biasanya unni seperti ini" yixing menatap luhan yang masi setia menutup matanya
"aku juga tidak mengerti"
.
.
rumah terlihat sepi karena biasanya ada kris yang selalu menemani baekhyun mengerjakan pr tapi hari ini memperlihatkan batang hidungnyapun tidak.
"kemana perginya dia" baekhyun mendengus sambil memperhatikan handphonenya
Di wallpaper terpampang wajah kris dan baekhyun yang sedang tersenyum cerah sambil memegang ice cream.
"kenapa kau tidak mencoba menghubunginya saja" suara seorang wanita membuat baekhyun tersentak
"eomma kau mau melihat anak mu yang cantik ini mati muda eoh?"
yang ditanya hanya terkekeh dia adalah kim heechun eomma kandung baekhyun walapun sudah berumur tapi wajahnnya masi terlihat cantik
"telfon saja sana kau seperti anak ayam kehilangan induknya"
Baekhyun mendengus kesal mendengar ledekan sang eomma.
Baekhyuh memandangi handphonenya lalu ia menekan lama angka satu dan terdengarlah nada sambung. Jantungnya berdebar tidak seperti biasanya
Tapi suara operatorlah yang menyahut dengan kasar baekhyun mematikan sambungan telfon lalu berhambur memeluk eommanya
.
.
Ini hari kedua kris tidak ada di rumah. Baekhyun terlihat muram. Tidak ada pancar kebahagiaan seperti biasanya
"ada apa dengan wajahmu eoh? tidak biasanya bibir ini tertekuk kebawah"
Baekhyun tersentak karena suara yixing yang tiba tiba ada di sebelahnya bersama sangkaka kembar.
"apa kau kerasukan arwah?"
Luhan bertanya dengan nada mengejek dan geplakan sayang yang ia terima dari baekhyun
"ya! enak saja tidak akan ada arwah yang berani denganku tau"
"mana mungkin ada arwah yang mau merasukimu wajahmu saja sudah lebih mengerikan dari mereka hahaha" tawa mereka bertiga pecah mendengar ucapan yixing
Yah setidaknya Baekhyun bisa berhenti memikirkan kris untuk sementara waktu
.
Belum semenit luhan duduk di kursinya sehun mendekati luhan dengan senyuman tipis di wajahnya yang biasa datar.
Melihat sehun, luhan mendengus jengah lalu berdiri tapi sehun menghalangi luhan. Berterimakasihlah atas tubuh sehun yang besar dan tinggi.
"kau melihatku seakan aku itu kuman yang harus dihindari"
wajah sehun seketika datar senyum yang tadi sempat terlihatpun seketika hilang
"kalau kau sudah tau cepat minggir" luhan menjawab dengan ketus
tapi sehun tetap keras kepala ia tetap berdiri menjulang menghalang pergerakan luhan.
"apa kau tuli tuan Oh?" nada suara luhan meninggi.
"tidak bisakah kau bersikap lebih baik padaku? aku hanya berniat baik padamu. aku benar benar menyesal atas kelakuanku di perpustakaan"
Matanya menatap lansung ke mata luhan meyakinkan kalau yang ia ucapkan tidak bohong, Luhan balik menatap sehun
"apa kau lupa, aku pernah menyuruhmu agar kau pergi jauh dariku?"
Wajah sehun sekarang benar benar menyeramkan. Tanpa mengucapkan apapun sehun pergi meninggalkan luhan
.
Bel istirahat hampir berbunyi tapi tidak ada tanda tanda bahwa sang namja berwajah tampan bermarga Oh itu akan kembali ke kelas.
Setelah kejadian tadi sehun membolos dari jam pertama. Yixing sesekali melirik ke arah bangku sehun lalu ke pintu, fikirannya melayang memikirkan sehun
"unni sepertinya kau harus meminta maaf"
"untuk apa, ini bukan salahku" Luhan menjawab cuek
"kau keterlaluan sekali"
Luhan terkejut mendengar nada suara yixing, tidak biasanya adiknya seperti ini. Luhan menatap wajah yixing dengan pandangan bertanya tanya tapi yixing mengabaikannya
Saat jam istirahatpun yixing tidak berbicara apapun dan malah pergi meninggalkan luhan dan baekhyun yang menatap yixing dengan raut bingung
.
"unni memang cantik tapi tidak berarti harus kasar seperti itu kan, sehun hanya mau meminta maaf tapi kenapa unni malah memperlakukan sehun sekasar itu"
Sepanjang perjalanan yixing terus menggerutu hingga sampailah dia di atap tempat yang bisa menjernihkan fikirannya. angin menerpa wajah dan rambutnya yg berterbangan karena angin yang lumayan kencang.
"zhang yixing?"
"se.. sehun" mata yixing membulat semburat pink itu kembali menghiasi pipi putihnya
"sedang apa kau disini?"
"harusnya aku yang bertanya padamu, apa yang kau lakukan disini kenapa tadi kau tidak masuk kelas?"
Yixing berjalan mendekati sehun yang sedang menyandar di pinggir gudang yang ada atapnya sehingga ia tidak terkena terik matahari.
"hanya menenangkan fikiran"
sehun mengalihkan pandangannya dari yixing
Yixing menatap sehun "aku minta maaf atas kelakuan unniku, sebenarnya dia orang yang baik kok"
Sehun mengalihkan pandangannya ke yixing yang sudah duduk di pinggirnya sambil memeluk lutut
"unniku itu orang yang lembut tapi tertutup dengan sifat kasarnya, dia seperti itu karena untuk melindungiku" yixing tersenyum tipis karena mengingat masalalunya
Sehun hanya diam mendengarkan apa yang akan yeoja manis itu ucapkan
"dulu aku suka di bully dan unniku lah yang selalu memasang badan melindungiku, tapi setelah melawan mereka unniku malah gemetaran dan jatuh terduduk. Sebenarnya dia juga sama takutnya denganku"
pandangan yixing menerawang mengingat masa kecilnya yang bisa dibilang tidak terlalu baik, setelahnya yixing menatap sehun sambil tersenyum lembut
"aku tau kau orang baik, jadi bisakan kau memaafkan kelakuan unniku?"
Sehun mengangguk "kalau dilihat dari dekat kau manis juga"
Seketika wajah yixing memerah sampai ketelinga.
.
.
.
.
TBC
Choco balik lagi bawa chapter 2 yang kayanya kepanjagan:p gomawo buat review di chaper 1, tentang chap pertama udah choco perbaiki lagi biar enak dibacanya gomawo ne yang udah ngasi masukan ke choco/bow/ ternyata ada yang sadar juga kalau marga kris sama baek beda xD chap berikutnya bakal kebongkar antara kris sama baek kkk~ Review para readers sangat dibutuhin buat perbaikan di chapter berikutnya. Gomawo buat yang udah baca ff bikinan choco ini semoga memuaskan kalau ada yang kurang bisa di tulis di review. Sampai ketemu di chapter selanjutnya^^)/
