True Love

Cast : Luhan, yixing, baekhyun, sehun, kris and other

lenght: chapter 3/?

genre : romance hurt

cerita ini asli punya choco castnya hanya milik tuhan dan keluarga masing masing typo bertebaran EYD agak berantakan(?)

warning : Genderswitch for uke! don't like don't read ok ;)

Happy Reading^^)/

.

Baekhyun yeoja bereyeliner itu berjalan lesu sambil menundukan kepalanya. wajahnya yang cantik ia tekuk dalam dalam. sepanjang perjalanan ia hanya mendesah

"hanya ku tinggal beberapa hari saja kau sudah lesu seperti ini nona byun"

suara berat yang familiar itu menghentikan langkah baekhyun. wajahnya berubah drastis bibir yang asalnya tertekuk kebawah kini melengkung indah memperlihatkan senyum yang dua hari ini sempat hilang

"kris oppa!"

tanpa aba aba tubuh mungil itu memeluk tubuh yang lebih besar darinya dan yang di peluk hanya terkekeh geli sambil mengusap surai lembut sang yeoja

"oppa kau kemana saja dua hari ini sampai tidak ada kabar?"

baekhyun mendongak untuk melihat wajah tampan sangkaka yang tingginya tidak normal itu

"aku ada urusan mendadak. kau merindukanku eoh?"

baekhyun mengagguk sebagai jawaban "tidak ada dirimu aku jadi harus pergi sekolah naik bis" baekhyun mencebilkan bibirnya

"jadi kau hanya merindukan diantar oleh ku?" kris pura pura kesal

baekhyun terkekeh pelan

"oppa kau malah terlihat lucu" senyuman manis mengembang di bibirnya yang tipis membuat yg melihat ikut tersenyum.

.

.

Pagi ini sangat berbeda dari pagi sebelumnya karena bibir yeoja bereyeliner itu terus menekuk ke atas membuat senyuman indah.

"pagi luhan, yixing"

dengan semangat baekhyun menyapa si kembar. yang disapa memberi ekspresi berbeda, si rambut hitam tersenyum lima jari sedangkan si rambut coklat mengeryitkan dahinya

"mood mu sepertinya membaik" tanya si rambut coklat

"begitulah~ hari ini kris oppa mengantarkan ku lagi ke sekolah"

baekhyun menjawab dengan ceria matanya terlihat berbinar binar

"karna itu saja?"

baekhyun menjawab dengan anggukan semangat. Luhan semakin mengeryitkan dahinya

"kkaja kita ke kelas nanti telat"

seperti biasa baekhyun menyeret mereka berdua dan yang diseret hanya pasrah

.

.

hari ini sekolah berjalan seperti biasa. Sehun yang selalu mengganggu luhan sedangkan yixing dan baekhyun menjadi penonton. Setelah pulang sekolah kedua yeoja kembar itu sedang bersantai di depan tv

"luhan bisa kau belikan kecap" teriak leeteuk dari dapur

walaupun dengan ogah ogahan tapi luhan mengikuti perintah ummanya karena ia malas mendengar omelan sang umma yang bisa membuat telinga berdengung.

Luhan melewati taman yang lumayan sepi ia berjalan pelan sambil menedarkan pandangannya ke sekeliling. Mata rusanya menangkap sosok yang tidak asing lagi baginya.

"kris oppa?" luhan menggumam, seketika senyum merekah di bibirnya yang terbiasa berucap pedas

Ia melangkahkan kakinya ke arah namja berambut emas itu duduk dengan senyum yang terus terlampir

"annyeong kris oppa"

Sang namja yang asalnya tertunduk menengadahkan wajahnya menatap yeoja yang berdiri di depannya. Kris hanya menjawab dengan senyum simpul

Luhan sedikit kecewa melihat tanggapan kris tapi ia tidak akan menyerah

"apa aku boleh duduk di sebelahmu?"

"bangku ini milik umumkan aku tidak berhak melarangmu duduk disini" kris terkekeh sedangkan luhan tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang rapi

"oppa ada apa dengan wajahmu kau tidak terlihat tampan seperti biasanya" luhan mencoba membuka percakapan. Walaupun jantungnya berdebar keras dan batinnya bersorak ia mencoba bersikap tenang.

Kris tertawa pelan moodnya lumayan membaik dengan celotehan luhan "apa aku terlihat berbeda?"

Mata rusa itu memperhatikan wajah kris dengan seksama lalu mengangguk lucu

"aigoo kau lucu sekali" kris mengacak ramut bergelombang luhan menjadi agak berantakan

Wajah luhan seketika memerah ia menunduk untuk menyembunyikan rasa malunya

"beruntung sekali orang yang bisa merebut hati rusa imut ini"

"ada yang berhasil merebutnya kok" Luhan menatap langsung ke mata kris

Kris diam ia mencoba membaca ekspresi luhan tapi luhan malah memalingkan muka

Kris tersenyum "baiklah baiklah aku tidak akan bertanya siapa namja beruntung itu"

"oppa terlihat berantakan hari ini. Biar kutebak kau pasti sedang memikirkan sesuatu"

Krsi terdiam ia teringat kembali dengan masalah yang sempat ia lupakan tadi saat bertemu luhan

Luhan menatap kris yang tiba tiba terdiam, apa ia salah bicara pikirnya. Ketika bibir semerah cherry itu akan terbuka suara berat kris membuatnya bungkam kembali

"aku akan melanjutkan studyku ke luar negri"

Deg

Luhan terdiam. Mata rusanya membulat. Itu berarti akan susah untuk bertemu dengan kris. Seketika dadanya terasa sesak

"aku bingung harus menyampaikan kabar ini kepada baekhyun, kemarin saat aku tinggalkan dia untuk mengurus kepidahanku wajahnya sangat murung. Itu membuatku merasa bersalah dan membuatku berat untuk meninggalkan korea"

Luhan tersenyum kecut. Baekhyun lagi. Bahkan disaat penentuan masa depannya kris masi mengingat baekhyun. Luhan selalu bertanya tanya apa yang ada di hati kris hanya baekhyun? Tidak adakah ruang barang sedikitpun untuk luhan isi?

Sakit. Hatinya benar benar sakit. Tapi ia mencoba tersenyum

"oppakan masi bisa menghubunginya lewat skype atauu sejenisnya sekarang tekhnologi sudah makin canggih oppa" ujar luhan lembut dan sedikit terkekeh untuk menutupi sakitnya

Tiba tiba kris mencubit pipi luhan gemas "aku juga tau kalau hal seperti itu luhan aku tidak tinggal di goa atau di tempat yang asing akan teknologi"

"oppaaa hentikan sakit tau" bibir plum luhan mengerucut

"wow rusa imut kita sedang ngambek" kris malah menggoda luhan, yg digoda mencubit keras pinggang namja yang masi terlihat tinggi walaupun duduk

Mereka tertawa bersama. Kris melihat wajah manis luhan yang sedang tertawa ia akui bahwa luhan itu yeoja sempurna tapi sayang hatinya telah diisi dengan orang yang benar benar di butuhkan kris

"oppa?"

Mata rusa itu menatap bingung kris yang tiba tiba terdiam. Namja itu sedikit tersentak

Luhan tersenyum "aku mengerti kau masi teringat baekhyunkan"

Kris tidak menjawab ia hanya diam menatap luhan

"kadang aku iri dengan baekhyun, ia memiliki kakak yang bisa melindunginya, menjaganya jika ia dalam masalah. Awalnya aku mengagumimu kau kakak yang sempurna, tegar, kuat, dan berani"

Senyuman lembut mengembang di bibir luhan. Pandangannya lurus kedepan

"aku yang terlahir duluan sebelum yixing merasa harus menjaganya seperti kau menjaga baekhyun. Aku mencoba menjadi keren sepertimu, aku selalu memperhatikanmu. Lama lama perasaan kagum itu berubah menjadi sesuatu yang aku tidak mengerti. Setiap melihatmu jantungku berdebar tidak seperti biasanya" luhan menunduk wajahnya memerah "dan aku tidak bisa mengelaknya bawa aku... jatuh cinta padamu"

Dengan mengumpulkan semua keberaniannya luhan menatap kris dengan wajah semerah tomat. Kedua mata itu terlihat tenang tapi ada perasaan bersalah disana

"terimakasih, aku sangat tersanjung dengan semua yang kau ucapkan tadi" tersenyum dengan tulus

"tapi maaf, aku tidak bisa membalas perasaan tulusmu itu. Aku telah menyukai orang lain"

Hati luhan hancur berkeping keping, air mata berkumpul di kedua pelupuk matanya "aku tau orang yang kau sukai itu baekhyun kan?"

Kris bungkam ia menatap lurus luhan

"apa kau tidak merasa berdosa telah mencintai adimu sendiri?"

"walaupun kalian tidak sedarah tapi ayolah kalian saudara sekarang"

"luhan" nada kris dalam dan berbahaya, ia berusaha menahan amarahnya.

"apakah tidak ada sedikitpun ruang untukku?" air mata lolos dari kedua mata rusa itu terjun ke pipi mulusnya

"aku berusaha agar kau mau melihatku barang sedetikpun, tapi hatimu hanya tertuju pada baekhyun"

Tangan besar kris terarah untuk mengelus puncak kepala luhan tapi luhan menghindar "maafkan aku oppa, aku harus pergi"

.

.

Setelah kejadian itu luhan seperti hilang semangat ia selalu melamun. Luhan merasa bingung ia tidak menceritakan ini pada yixing apalagi baekhyun

seperti sore ini luhan duduk di perpustakaan sambil melamun terlihat dari novelnya yang sama sekali tidak ia sentuh masi terbuka di halaman yang sama dengan sejam lalu

"apa unni punya masalah?"

suara yixing membuat luhan tersentak dari lamunannya.

"ini sudah seminggu dan tingkah unni berubah drastis apa unni ada masalah?"

yixing merasa cemas dengan kakaknya yang tidak seperti biasa. Luhan memang pendiam tapi ini tidak seperti biasanya ada yang aneh dari luhan dan hal itu sangat yixing ketahui

"tidak apa apa" luhan berusaha tidak memandang yixing

"unni tatap aku"

perintah yixing mutlak dari nadanya ia tak ingin di bantah

dengan enggan luhan menatap wajah yixing. Yixing menuntut penjelasan luhan

luhan mendesah pelan "aku menyatakan perasaanku pada kris oppa"

mata yixing membulat "dan aku ditolak olehnya dia bilang kalau dia punya orang yang lebih dia cintai dari dirinya sendiri"

luhan kembali mengingat kejadian itu sudut mata rusanya mulai menggenang air mata. Yixing menggenggam tangan luhan berusaha memberi semangat

"kau hebat, dari dulu aku selalu mengagumi mu. Dulu ah tidak bahkan sekarang pun kau selalu menjadi orang yang pemberani. Aku iri sekaligus kagum padamu kau berani mengungkapkan perasaanmu ke orang yang kau sukai"

Luhan diam menatap dalam yixing "aku sangat mengenalmu aku tau kau tidak akan jatuh karna hal seprti ini, jadi semangatlah kembali menjadi unniku yang tegar dan kuat"

air mata luhan jatuh ia mengangguk cepat dan senyuman yang jarang sekali ia lihatkan mengembang dengan indah di wajahnya

.

.

"aku antar"

kali ini sehun tidak membawa motornya karna ingin lebih lama mengobrol dengan luhan. itu kalau ia berhasil membujuk luhan.

luhan mendelik kesal "kau sekarang pulang sendiri. yixing kan ada tugas tambahan dan baekhyun pergi entah kemana"

walaupun murid baru tapi sehun pintar ia bisa mengejar ketinggalannya dalam pelajaran dengan mudah, sedangkan luhan selain di karuniai wajah cantik ia juga diberi otak yang cerdas sangat kontras dengan adik polosnya

"aku ini bukan anak kecil aku bisa pulang sendiri sehun-ssi" setelah itu luhan malah berjalan pergi tapi sehun mengikuti.

"bisa kah kau tidak mengikutiku?" luhan bertanya jengkel

"aku hanya mau ke suatu tempat"

sehun berpura pura melihat sekeliling tangannya yang putih pucat ia masukan ke dalam kantung celana. Luhan mendengus jengkel dan berjalan lebih cepat dari sehun

.

Saat melewati taman ia melihat kris sedang berbicara dengan seorang yeoja, wajah perempuan itu tidak terlihat karenan berdiri membelakangi luhan.

luhan penasaran dia berjalan makin mendekat tapi sepertinya kedua orang itu tidak menyadari keberadaannya

tiba tiba kris mencium yeoja itu. mata luhan membulat ia sangat shock air mata mulai berlomba keluar dari mata rusanya. tanpa berbicara apapun ia pergi tanpa menghiraukan panggilan sehun

TBC~

annnyeong^^ awalnya choco mau ngepost chapter ini kemarin malem tapi karena signal yg lelet baru bisa sekrang hehe :p buat chaper 2 ada koreksi gomawo buat yang udah nginetin. Ini chpater tiganya moga tetep betah ya sama cerita abal punya choco hehehe~ kalau ada yang kurang atau aneh lagi silahkan tulis di review'-')/ review kalian sangat membatu choco yang masi author pemula ini. sampai ketemu di chapter selanjutnya~