True Love

Cast : Luhan, yixing, baekhyun, sehun, kris and other

lenght: chapter 4/?

genre : romance hurt

cerita ini asli punya choco castnya hanya milik tuhan dan keluarga masing masing typo bertebaran EYD agak berantakan(?)

warning : Genderswitch for uke! don't like don't read ok ;)

Happy Reading^^)/

.

.

.

.

Jam pulang semua murid sibuk keluar kelas untuk pulang atau bermain ada juga yang pergi les. semua sudah memiliki jadwal masing masing

Seorang yeoja manis bereyeliner sedang memasukan buku bukunya ke dalam tas gendong kesayanganya saat akan memasukan buku terahirnya telfon yeoja itu bergetar tertulis kris di layar handphone

"yeoboseo"

"baekhyun cepat turun ke gerbang sekarang"

Keningnya berkerut bibir tipis itu akan terbuka mengeluarkan berbagai pertanyaan tapi suara di sebrang telfon mendahuluinya

"jangan bertanya kenapa. cepat turun saja"

Meskipun bingung yeoja itu, baekhyun, mengikuti perintah kris dengan pertanyaan bermunculan di fikirannya

Kebingungannya semakin bertambah saat ia melihat kris yang sudah menunggunya tapi tidak membawa motor kesayangannya

"ada apa oppa lalu kemana motor kesayanganmu itu?"

tanpa menjawab pertanyaan nyonya cerewet itu kris menyeret baekhyun menjauh dari sekolah

.

.

.

Kini mereka sedang berjalan di sebuah taman. Kanan kiri taman itu banyak tertanam pohon besar daunnya sangat lebat, bunga bunga ditata sedemekian rupa membuat kesan romantis untuk siapa saja yang melihatnya.

Kedua kakak adik itu berjalan beriringan sang kakak menggengam erat tangan sang adik seakan akan jika ia melonggarkannya sedikit sang adik akan pergi meninggalkannya. Sedangkan sang adik yaitu baekhyun merasa kakaknya sedikit aneh ia sering berpegangan tangan dengan kris apalagi kalau di tempat yang ramai tapi kali ini entah mengapa terasa berbeda untuknya.

"kau ingat saat appa dan umma mengenalkan kita berdua?"

kris memandang sekilas baekhyun yang sedang anteng melihat pemandangan taman itu

"aku sangat ingat, kau menghilangkan boneka kesayanganku"

mereka tersenyum geli mengingat masa kecil mereka. kris yang saat itu berumur 12 tahun di kenalkan kepada baekhyun yang masi berumur 8 tahun.

.

-o0o-

.

Baekhyun yeoja manis yang memiliki rambut bergelombang itu mengenalkan diri sambil memeluk sebuah boneka beruang berwarna coklat. Tatapan seorang namja tinggi beraura dingin itu tidak lepas dari yeoja manis dihadapannya. Ia mengakui yeoja itu memiliki senyum yang sangat manis, ia mengaguminya

"sekarang kalian adalah adik kaka. walaupun bukan saudara kandung umma berharap kalian bisa akur arraseo?"

Heecul bertanya kepada kedua bocah itu lalu mendapat anggukan dari si namja dan jawaban antusias dari sang yeoja

"baek panggil dia kris oppa mulai sekarang ne"

heechul mengelus rambut indah baekhyun yang merupakan turunan darinya. Bisa dibilang baekhyun duplikat sang eomma heechul kecuali mata sipitnya

"annyeong oppa kris"

Dengan senyuman yang mengalahkan matahari baekhyun menyapa sang kakak angkat yang sangat tidak terlihat ramah untuknya. Kris tidak menjawab ia terpaku dengan wajah menggemaskan sang adik matanya tidak bisa lepas dari wajah yeoja yang sekarang berstatus sebagai adik tirinya itu

Melihat kris yang diam saja sang appa, hanggeng, merasa tidak enak ia memegang pundak kris

"kris bersikap ramah lah pada adik mu"

Kris menoleh ke sang appa yang memberi sebuah senyuman dan anggukan meyakinkan. Pandangannya kembali ke baekhyun yang masi menunggu jawaban darinya

"annyeong baekhyun"

"jja sekarang kalian mainlah appa dan umma akan pergi dulu ne. kris karena kau kakaknya sekarang aku titipkan baekhyun padamu ya"

heechul mengusap sayang kepala kris. yang mendapat anggukan patuh.

"kami pergi dulu. jangan nakal" tambah sang appa sambil memeluk pinggang ramping heechul

setelahnya terdengar deru mobil yang pergi menjauh. kini tinggal kris dan baekhyun di rumah besar keluarga Wu itu

"oppa ayo kita bermain bersama tuan teddy"

baekhyun mengacungkan boneka beruangnya. Kedua sudut bibirnya tertarik ke atas membuat sebuah senyuman khas yeoja polos mata sipit yang ia miliki dari sang appa melengkung indah bak bulan sabit. Kris melirik sebentar ke arah baekhyun tanpa menjawab apapun ia pergi meninggalkan baekhyun, kedua sudut bibirnya seketika turun ke bawah lengkungan yang tadi terlihat indah kini menampakan kebalikannya.

Lama kelamaan suasana menjadi membosankan menurur kris. Ia beranjak dari sofa yang hampir sejam ia duduki, kaki jenjangnya melangkah ke arah pintu. Tangannya yang akan memutar knop pintu terhenti ketika suara cempreng dari belakang menghentikannya

"oppa mau kemana?"

Kris terdiam tanpa berbalikpun ia tau suara milik siapa itu, karena cuma ada mereka berdua disini ia dan sang adik angkat.

"bukan urusanmu"

Nada suaranya dingin ia pergi tanpa mengheriraukan baekhyun. Karena sebal di perlakukan seperti itu baekhyun mengikuti kris ke luar. Ia mengikut seperti anak ayam yang baru menemukan induknya.

.

.

Kedua orang yang sekarang berstatus sebagai kakak adik itu sedang berjalan di pinggir sungai, dengan baekhyun yang berjalan di belakang kris dan yang di buntuti bersikap seolah olah tidak ada orang di belakangnya mencoba mengabaikan sang adik

Baekhyun terus menatap punggung kris ia tenggelam dengan fikirannya sendri tentang sang kakak angat yang tidak kelihatan ramah sama sekali. Berbeda sekali dengan khayalannya.

Karena terlalu fokus menatap punggung berbalut jaket itu baekhyun tidak menyadari ada batu lumayan besar di depannya kaki yeoja yang sedang memeluk boneka itu tersandung.

Suara baekhyun yang terjatuh membuat kris membalikan badannya. Ia terkejut melihat sang adik memegang lututnya yang berdarah sambil menangis kencang memanggil bonekanya yang hanyut ke sungai, aliran sungai yang lumayan deras membawa hanyut boneka beruang kesayangan baekhyun

.

-o0o-

.

"hei aku tidak meghilangkannya tapi itu hanyut terbawa arus air"

"tapi gara garamu yang cuek padaku aku jadi tersandung dan membuat boneka kesayanganku hanyut" Baekhyun melirik kris sekilas "tapi kau benar benar terlihat seperti seorang kakak saat kau menggendongku dan mengobati lukaku setelahnya. Aku berfikir wah ternyata punya kakak seperti mu itu keren juga. Kau bisa di andalkan dan juga bisa melindungiku yang ceroboh ini"

Baekhyun menunduk ia tersenyum geli mengingat betapa polosnya dia dulu tapi ia akui kalau kata katanya tadi ada benarnya juga

"aku orang yang sangat susah menerima orang baru kau juga tau hal itu kan. Aku bukan membencimu waktu itu tapi aku perlu waktu untuk menerimamu. Dan setelah kejadian boneka itu aku tidak bisa melupakan wajahmu saat menangis"

Kris menatap lekat baekhyun yang melihatnya dengan tatapan polos. Tatapan yang tidak pernah hilang dari seorang Byun Baekhyun, mungkin itu merupakan ciri khasnya.

"aku merasa sangat bersalah melihat airmata turun dari kedua matamu. Saat aku menggendongmu aku merutuk diriku sendiri harusnya aku tidak mengabaikanmu karena keegoisanku harusnya aku menggenggam tanganmu dan berjalan di sampingmu"

Mata kris menatap langsung ke mata baekhyun seolah olah menusuk kedalam mata yang selalu memancarkan ke polosannya itu

"setelah itu aku selalu berusaha yang terbaik agar mata ini tidak mengeluarkan air mata lagi" tangan besar kris megusap pelan mata baekhyun "aku akan merasa bersalah jika hal itu terjadi karena janji ku pada diri sendiri itulah lama lama aku bisa menerimamu. Sampai aku terlalu membawamu masuk kedalam hidupku dan perasaan lain muncul di dalam hatiku"

Mata baekhyun terbelalak ia menatap mata kris mencari cari jika ada semburat jahil disana tapi mata itu sama sekali tidak menampakkannya malah keseriusan yang tampak jelas dimata setajam elang itu. Ia tidak tau harus berbuat apa sekarang lidahnya terasa kelu

Dengan perlahan wajah kris mendekati wajah baekhyun yang masi kebingungan. Mata kris terpejam saat bibir mereka bertemu dengan lembut, tidak ada pergerakan dari baekhyun sampai kris menghisap pelan bibir tipis itu. Tiba tiba tamparan mendarat telak di pipi namja jangkung tersebut

Kris terbelalak bekas tamparan itu mulai memerah. Baekhyun terkejut, wajahnya menatap kosong kris yang ia tampar

Kris mendecih senyuman kekecewaan terlukis jelas di wajahnya

"bodoh sekali apa yang aku lakukan. Mianhae aku telah melakukan hal yang benar benar tolol. sialan kakak macam apa aku ini yang berani mencintai adik ku sendiri? Cih brengsek kau wu yifan"

Baekhyun hanya diam terpaku melihat sangkakak yang mencaci dirinya sendiri tapi yeoja itu tidak bisa mengucapkan apapun, lidahnya terasa kelu untuk mengucapkan satu kata pun.

Kris tersenyum miris ia menatap wajah sang adik yang melihatnya dengan tatapan yang tidak bisa ia artikan sama sekali. Tanpa mengatakan apapun ia berbalik meninggalkan baekhyun yang hanya melihat punggung tegap itu semakin jauh dari pandangannya

.

.

.

Di hari dan sore yang sama namun di tempat berbeda seorang namja yang biasanya berwajah datar kini sedang tersenyum cerah. Karena orang yang sangat ia sukai sedang berjalan di depannya, walaupun sebelumnya yeoja itu menolak mentah mentah ajakan darinya tapi seolah dungu ia malah mengikuti yeoja itu dan terlihat dari wajahnya yang menyinarkan kebahagiaan ia sangat menikmati kegiatannya ini. Mengikuti Zhang Luhan ke rumahnya.

Senyuman tak pernah lepas dari wajah sehun sampai tiba tiba luhan berhenti berjalan, badannya menegang jari tangan dikedua badannya mengepal erat dan yang lebih membuat bingung sehun, luhan tiba tiba berlari

"luhan?"

Sehun sedikit berteriak karena terkejut tapi luhan sama sekali tidak mengubris sehun. Sehun jelas bingung banyak pertanyaan bermunculan di kepalanya tapi sebelum ia mengejar luhan ia melihat baekhyun yang memunggunginya, seorang namja tinggi berdiri di hadapan baekhyun. Tapi karena fikirannya terfokus pada luhan ia tidak ambil pusing dengan itu

Luhan terus berjalan sampai kakinya terasa lemas, ia terduduk di jalan yang entah dimana. Air mata yang sedari tadi mengucur deras membasahi kedua pipinya, nafasnya terengah karena berlari dan menangis. Luhan meremas dada sebelah kirinya terasa sangat sesak disana.

Tangisannya pecah sisi rapuh seorang luhan terlihat sekarang. Walaupun ia seorang yeoja tegar tapi melihat kejadian tadi membuat hati luhan hancur. Sebenarnya luhan tidak buta selama ini ia tau benar siapa orang yang di sukai kris tapi karena keegoisannya luhan tetap mengejar kris

"luhan"

Tiba tiba bahu luhan di tepuk dari belakang seketika badannya menegang. Menyadari respon luhan namja tadi segera menyambung perkataanya

"aku sehun, teman sekelas mu"

.

.

TBC~

.

ANNYEONG^^/ mian baru bisa update sekarang habis tugas numpuk minta di kiloin.g
gomawo ne buat para readers yang udah ma baca ff abal choco/bow/ moga chap ini memuaskan buat readers yang udh setia baca :D kalau ada yang kurang silahkan ke kolom review'-')/ review dari kalian sangat membatu choco^^ sampai ketemu di chap depan~