True Love
Cast : luhan, yixing, baekhyun and other
Lenght chapter 5/?
Genre : romance hurt
Cerita ini asli punya choco castnya milik tuhan, typo bertebaran EYD agak berantakan(?)
.
.
.
.
Kedua manusia berbeda gender itu sedang duduk di bangku pinggir jalan yang sepi. Suara sesengukan masi terdengar dari bibir sang yeoja bermata rusa sedangkan namja di pinggirnya mengelus punggung sang yeoja dengan lembut
"apa sudah baikan?"
Sehun menatap wajah luhan yang sembab. Yang ditanya hanya mengangguk pelan sebagai jawaban
"mau ice cream?"
Luhan menatap sehun bingung dengan tawaran sehun. Luhan memang menyukai, lebih tepatnya sangat suka ice cream tapi ia ragu untuk mengangguk
"diam berarti iya, kkaja" tanpa permisi tangan pucat itu menggenggam tangan luhan menariknya menuju supermarket terdekat
.
.
Luhan menjilat ice creamnya dengan senang, wajahnya terlihat lebih ceria sekarang. Sehun hanya terkikik melihat cara makan luhan yang seperti anak tk.
"kau makan seperti anak tk saja, lihat semua wajahmu hampir berlumuran ice cream"
Luhan tersentak saat ia akan mengelapnya dengan tangan tapi sehun menahannya, namja itu mengelap ice cream yang menempel di pinggir atas bibir luhan dengan jempolnya setelah itu ia arahkan jempolnya ke mulutnya sendiri
"manis, sepertimu"
Luhan agak terkejut dan setelahnya tawa yeoja rusa itu yang terdengar "gombalan seperti itu tidak akan mempan untukku tuan Oh"
Sehun tersenyum setidaknya ia bisa membuat yeoja yang dipujanya tersenyum. Senyum yang jarang sekali terlihat
"jangan tersenyum seperti itu di depan orang lain. Hanya aku yang boleh melihatnya"
Mata rusa itu menatapnya bingung. Kepala yeoja itu sedikit dimiringkan, wajahnya menampakan kebingungan dengan ucapan namja pucat di depannya
Tapi kekehan yang malah luhan dapat "kau tau ekspresimu sangat lucu tadi, sudah habiskan ice creamnya"
Tidak ambil pusing yeoja itu kembali menekuni ritual makan ice creamnya sampai habis.
.
.
.
Kantin kelihatan sangat ramai dipenuhi oleh murid yang ingin mengisi perut mereka. Ketiga yeoja manis itu sudah duduk dengn makanan masing terkadang terdengar tawa dari tempat mereka duduk.
"bukan kah begitu luhan?"
Baekhyun melirik luhan yang haya menanggapi dengan pandangan matanya. Ia melihat baekhyun seperti melihat hal yang menjengkelkan. Baekhyun menatap bingung tidak biasanya luhan seperti ini. Luhan memang jarang bicara tapi ini aneh. Pandagannya itu bukan pandangan luhan yang biasanya
Tanpa mengucapkan apapun luhan meninggalkan kedua pasang mata yang menatapnya bingung.
"unni kenapa?"
Baekhyun menggeleng "kau saja tidak tau apalagi aku"
Yixing manggut manggut setuju. Biasaya ia yang paling peka kalau soal tingkah aneh unninya. Tapi sekarang ia sama sekali tidak tau.
.
.
.
Langkah itu membawanya ke taman ia duduk di bawah pohon yang lumayan rindang. Angin membelai tengkuknya membuatnya nyaman. Matanya tertutup merasakan hembusan angin.
"ini tempat yang bagus untuk membolos selain atap"
Mata rusa itu tiba tiba terbuka. Suara berat di sampingnya mengangetkan
"hai luhan"
Luhan menghela nafas. Ternyata si penggagu hidupnya. Siapa lagi kalau bukan namja albino bernama sehun
"yeoja secantik dirimu tidak boleh duduk sendiri disini. Bagaimana jika ada yang mengganggumu"
Dengan seenak jidatnya sehun duduk di pinggir luhan. Sedangkan luhan menatap kesal namja itu
"satu satunya yang mengganggu ku itu kau Oh Sehun"
"apa aku haus memberikanmu ice cream agar kau mau dekat dekat denganku?"
Luhan mengangkat kedua bahunya acuh, kejadiaan saat ia patah hati kembali berputar di fikarannya. Wajahnya menjadi murung, ia teringat dengan kris. Namja yang mungkin akan susah ia temui nanti
Melihat luhan yang diam sehun merasa bersalah ia kira kata kata tadi tidak seharusnya ia ucapkan.
"aigoo lihatlah wajah itu mengalahkan gelapnya langit saat mendung"
Luhan mendelik jengah ke sehun "bisakah kau tidak menggangguku?"
"tidak"'
Sehun menjawan enteng tanpa beban. Dengan wajahnya yang tenang. Luhan akui bahwa namja di sampingnya ini tampan tapi setiap ia melihat wajah itu rasa kesal yang selalu datang. Entah mengapa
"aku khawatir jika meniggalkanmu sendiri disaat seperti ini"
Luhan menatap bingung tidak mengerti dengan kata katanya. Sehun tersenyum tulus. Sama sekali tidak ada niat untuk menjelaskan
"jangan berwajah seperti itu di depanku. Atau aku akan kehilangan kendali dan menciummu"
Tangan mungil itu dengan lancar mengeplak kepala sehun lumayan keras sehingga menghasilkan bunyi 'plak' yang lumayan keras dan si empunya meringis kesakitan
"dasar yadong!"
Luhan berdiri lalu pergi meniggalkan sehun yang meringis kesakitan.
Di belakang tembok tidak terlalu jauh dari tempat luhan dan sehun duduk terlihat seorang yeoja sedang melihat mereka berdua dengan tatapan terluka.
.
.
.
Kedua orang kembar itu sedang duduk di kursinya. Si rambut coklat sedang asik dengan novelnya tapi ekspresi yeoja berambut sehitam arang itu membuat yeoja bereyeliner mengeryit bingung
"ada apa dengan uri baby yixing kau tidak terlihat seperti biasanya"
Luhan yang mendengar ucapan baekhyun langsung mengarahkan pandangannya ke yixing. Ia baru menyadarinya, adiknya tidak seceria biasanya.
"tidak, hehe aku hanya sedang memikirkan sesuatu" yixing tersenyum dipaksakan
"apa itu? Mungkin kau bisa membaginya denganku, itu jika kau mau" baekhyun menyarankan sambil menatap yixing perhatian
Luhan diam mengamati perubahan ekspresi adik kembarnya itu. Pasti ada sesuatu yang terjadi. Ia akan menagih penjelasan saat di rumah
.
.
.
Matahari telah menghilang digantikan dengan gelapnya malam, udara dingin menembus sampai ke tulang membuat yeoja bereyeliner itu merapatkan blazer sekolahnya karena ia tidak memakai jaket.
"kenapa kau pulang terlambat"
Suara berat itu, suara yang dimiliki oleh namja yang sangat ingin ia hindari. Semenjak kejadian di taman bekhyun sama sekali tidak berani berhadapan dengan kris, tatapan kecewa namja itu terus membayangi baekhyun.
"mian... tadi aku ke toko buku dulu, handphone ku mati dan aku lupa waktu"
Baekhyun menjawab sambil menunduk. Terdengar helaan nafas berat setelahnya
"kkaja umma dan appa sudah menunggu di dalam"
Tanpa mengucapkan apapun baekhyun mengikuti kris memasuki rumah. Baekhyun tau kris sangat khawatir padanya sampai sampai namja itu rela menunggunya di depan rumah. Terlihat dari telinganya yang memerah kris pasti menunggunya cukup lama
Di meja makan banyak sekali hidangan makanan. Baekhyun bingung tidak biasanya seperti ini. Kedua orangtuanya sudah duduk seperti sudah menunggu kedua anak mereka.
"tumben sekali umma masak banyak makanan, apakah kita sedang merayakan sesuatu?"
Baekhyun menatap bigung kedua orang tuanya bergantian sambil duduk di kursi dan di sebelahnya kris duduk
Heechul sang umma tersenyum lembut "ada kabar gembira, oppamu di terima di unniversitas yang selama ini ia impikan"
Baekhyu terdiam, jika di ingat ingat kakaknya itu memimpikan unniversitas Y yang hanya ada di luar Korea berati kris akan study ke luar negri. Seketika mata sipit itu membelalak dan menatap kris yang berada di sampingnya
.
.
.
Yeoja berambut berambut hitam itu baru selesai mandi, ia duduk di depan meja rias untuk mengeringkan rambutnya dengan hairdryer
"mau aku bantu mengeringkannya?"
Yixing menatap cermin terlihat bahwa sang kakak sedang berdiri di belakangnya dengan senyuman lembut yang jarang sekali di keluarkannya. Yixing mengangguk tanda mengiyakan
Dengan telaten luhan mengeringkan rambut yixing "aku suka rambutmu, rambut ini membuatmu terlihat seperti gadis polos yang ceria" yixing malah terkekeh mendengar pujian itu
"suruh siapa unni mempunyai rambut coklat seperti umma"
"jika aku bisa memilih, aku juga tidak menginginkan rambut ini. Jika bisa aku ingin kembali saat aku berupa zigot dan meminta agar aku mirip kepada umma daripada appa beruang kita"
Mereka berdua kemudian terkekeh. Luhan menyimpan pengering rambut lalu mengambil sisir dan menyisirkan rambut adik kembaranya itu penuh kasih sayang. Ia sangat menyayangi adiknya
"senyummu sangat manis kau tau, aku merasa bersemangat jika melihat senyummu. Tapi tadi siang semangatku sedikit luntur, karena sumbernya sedang terlihat murung"
Badan yixing menegang luhan bisa merasakan itu dan kepala adiknya menunduk. Batin yixing berperang, ia ragu antara harus memberitahukan luhan tentang perasaanya kepada sehun atau menyimpannya sendiri. Tangannya meremas ujung baju tidurnya, ia menggigit bibirnya mengumpulkan keberanian
"aku melihat unni bersama sehun di taman sekolah tadi"
Tangan luhan seketika berhenti menyisir rambut yixing. Pandangannya ke arah kaca menatap yixing yang balas menatapnya lewat pantulan cermin
"kalian sangat akrab ya"
"bukan seperti itu yixing.. kau salah faham sebenarnya sehun menempeliku seperti biasa dan..."
"unni menikmatinya"
Luhan bungkam. Yixing tersenyum miris "aku harap dugaanku salah"
Setelah itu yixing berdiri berjalan ke arah kasur meninggalkan luhan yang diam mematung di depan meja rias sambil menggenggam erat sisir
"aku akan pastikan bahwa dugaanmu salah"
.
.
.
TBC~
Mian updatenya lamaaaaaaaa pake banget habis tugas ga bisa di tinggalin-.- gomawo ne yang udah review di chapter sebelumya /bow/ masukan kalian choco terima, maaf kalau namanya ga di tulis disini tapi nama kalian di tulis di hati choco #eaaaa lupakan. Semoga chapter ini memuaskan sampai ketemu di chapter selanjutnya^^)/
