True Love
Cast : Luhan, yixing, baekhyun, sehun, kris and other
lenght: chapter 6/?
genre : romance hurt
cerita ini asli punya choco castnya hanya milik tuhan, typo bertebaran EYD agak berantakan(?)
.
.
.
.
"Baek buka pintunya atau oppa akan mendobrak pintu ini"
Itu perintah kesekian kalinya yang di layangkan Kris pada pagi ini. Setelah pembicaraan mereka di meja makan semalam Baekhyun malah mengurung diri di kamarnya. Bujukan umma dan appanya pun tidak ia tanggapi. Hanya keheningan yang terdengar dari balik pintu kayu bercat coklat itu
"keluar sebentar setidaknya hanya untuk makan. Kau belum makan sejak tadi malam"
Terdengar nada khaawatir disana. Sekarang sudah pukul 11 siang dan sudah sangat terlambat untuk dibilang sarapan. Bahkan yeoja itu pun melewatkan sekolahnya
Kris berdiri di depan pintu coklat dengan hiasan bergantung yang bertuliskan nama sang adik. Ada stiker hello kitty di hiasan tersebut jemari besar Kris mengusap stiker itu. Stiker yang ia berikan kepada baekhyun. Masi teringat jelas di ingatannya saat sang adik memekik girang karena mendapat stiker itu.
Ia tersenyum miris, sinar matanya meredup. Disini bukan Baekhyun saja yang terluka tapi Krispun ikut merasakannya. Mereka berdua yang sejak kecil selalu bersama kini harus berpisah
"aku tau kau sangat marah atas keputusanku. Aku minta maaf. Aku sudah memikirkan ini matang-matang dan aku sudah mengira bahwa reaksimu akan seperti ini"
Hening. Masi tidak ada jawaban dari dalam
"saat aku kembali setelah meninggalkanmu selama dua hari aku malah melihat wajahmu yang muram. Seperti kehilangan sinarnya. Itu membuatku semakin berat untuk meninggalkanmu disini"
.
.
Ceklek
.
.
Suara kunci pintu terdengar danperlahan pintu itu terbuka. Terlihat seorang yeoja dengan mata bengkak dan wajah yang sudah sembab karena air mata. Seperti ia menangis seharian
"hiks oppa jahat hueee"
Tangis Baekhyun pecah di depan Kris. Sedikit tersenyum geli karena melihat Baekhyun yang seperti anak kecil. Perlahan Kris mendekat dan memenjarakan tubuh mungil adiknya ke dalam pelukan hangat"
"sssttt jangan menangis nanti kau tak terlihat manis lagi"
Kris mengusapsayang rambut Baekhyun sedangkan tangan Baekhyun mencengkram erat baju Kris
"biar saja, aku tidak perduli dasar kau oppa babooo hueee"
Tangis Baekhyun malah semakin kencang. Ia menumpahkan tangisnya di dada sangkakak. Cukup lama sampai akhirnya Baekhyun berhenti menangis tapi masi sesengukan. Kemeja Kris sudah basah entah dengan air mata atau lendir dari hidung bangir sang adik.
"aigoo lihat mata sipit ini menjadi terlihat mengerikan"
Kris mengusap sayang mata bengkak sang adik. Baekhyun sudah mencebilkan bibirnya mendegar kedekan sang kakak.
Tanpa diduga Kris mencium kening Baekhyun lama menyalurkan rasa sayangnya, dan seketika wajah sembab iu memerah.
Kris melepas bibirnya dari kening sang adik. Dengans eksama ia melihat wajah sang adik yang sudah memerah. Ia terkikik, sangat manis menurutnya.
"jangan menangis lagi ne. Kau harus lebih banyak tersenyum"
Mata Baekhyun menatap Kris yang tersenyum benar-benar tulus padanya.
"sesibuk apapun kau harus menelfonku setidaknya hanya untuk menyampaikan kabar arraso? Aku pasti akan sangat kesepian disini... dan tidak ada yan bisa mengantarku ke sekolah lagi"
"Ya! kenapa kau malah memikiran yang seperti itu" Kris menyentil jidat adinya gemas sedangkan sang adik hanya tersenyum menampilkan deretan giginya yang putih
"kkaja kita turun aku akan membelikanmu makanan yang kau inginkan"
"yeaaa aku ingin ice creaaammmm" Baekhyun memekik girang lalu menyeret Kris ke bawah dengan tidak sabaran
"tapi sebelumnya kita harus berbuat sesuatu tentang ini" kris menunjuk mata bengkak Baekhyun
.
.
.
Sekolah terasa sangat sepi. Baekhyun tidak masuk sekolah dan si kembar sama sekali tidak ingin memulai percakapan. Luhan yang sibuk dengan novelnya sedangkan Yixing dengan game di handphonwnya.
"hawanya dingin sekali disini"
Suara berat itu, suara yang sudah sangat di ingat oleh kedua orang yeoja tersebut.
"ahhh kau membuatku kalah dalam game ini sehun"
Yixing mengerucutkan bibirnya lucu. Dan menatap sesinis mungkin yang ia bisa kepada sehun.
Sehun terkekeh sangat lucu melihat ekspresi Yixing "apa suara sexyku menganggumu Zhang Yixing?"
"kau percaya diri sekali" Yixing mengalihkan pandangannya dari sehun semburat merah terpatri di pipi putih yeoja itu
Luhan hanya diam sambil memperhatikan interaksi antar keduanya. Merasa terusik Luhan berdiri berniat pergi ke perpustakaan tempat favorit dia setelah kamarnya
"kau mau kemana?"
Sehun bertanya ketika melihat Luhan yang akan pergi dengan menenteng novel tebalnya
Mata Luhan menatap dingin Sehun "bukan urusanmu" suaranya sangat datar
Setelahnya ia berlalu meninggalkan Sehun yang terbengong
"wajahmuu terlihat sangat lucu sekarang" Yixing terkekeh melihat wajah Sehun dengan mata yang melebar dan bibir yang terbuka membentuk huruf O
"ada apa dengannya. Apa aku berbuat salah padanya?"
Yixing terdiam. Mendengar ucapan Sehun yang mempertanyakan Luhan membuatnya sedikit cemburu. Ia menunduk dan tersenyum kecut
"awalnya aku berniat untuk mengutarakan perasaanku padanya"
Kalimat itu sukses membuat jantung Yixing seperti berhenti. Ia mendongakkan kepalanya matanya membulat dan rasa sesak menghampiri dadanya
"lihat, sekarang wajah siapa yang terlihat lucu" sehun terkekeh
"apa kau serius tentang tadi?"
Hanya itu yang bisa keluar dari bibir Yixing ia mencoba agar suaranya tidak bergetar
"kemarin dia mulai bisa terluka padaku aku kira itu sebuah kemajuan, tapi melihat tingkahnya sekarang membuatku mengurungkan niat itu"
Wajah Sehun agak murung, tapi wajah yeoja di depannya berubah terliha sedikit...lega?
Ia fikir mungkin masi bisa ada kesempatan untuknya merebut perhatian namja albino di depannya ini
.
.
.
Luhan di perpustakaan hanya menatap novelnya dalam diam. Fikirannya melayang entah kemana. Sebenarnya ia merasa tidak enak jika harus bersitegang seperti ini dengan adiknya tapi melihat tingkah Yixing yang menganggapnya tidak ada membuat ego dalam dirinya muncul dan bersikap sama seperti sang adik
Yeoja bermata rusa itu menghela nafas sambil meletakan kepalanya di atas novel tebalnya yang dijadikan sebagai alas
.
.
.
"bagaimana kita membeli ice cream jika matamu seperti orang habis dipukuli"
Yeoja yang biasa memakai eyeliner itu mengerucutkan bibirnya
"ini semua juga gara-gara oppa"
Baekhyun memunggungi kakaknya yang malah terkekeh geli melihat kelakuan adiknya. Sekarang posisi Kris sedang duduk disofa dan Baekhyun tidur di paha Kris yang sedang mencoba mengompres mata bengkak sang adik manjanya dengan es batu
"kau tau saat kau merajuk seperti ini kau terlihat sangat manis"
Perkataan Kris membuat wajah Baekhyun memerah. Biasanya ia tidak akan seperti ini jika dipuji oleh Kris tapi setelah kejadian itu...
"kyaaaaa"
Seketika Baekhyun terduduk dari posisi tidurnya saat merasakan sesuatu yang dingin menempeli pipinya. Sang pelaku a.k.a Kris malah tertawa terbahak sambil memegangi perutnya
Dengan kesal ia mengambil es yang tadi di pakai untuk mengompres dan dengan tidak berkeprinagaan(?) yeoja itu memasukan es batu tersebut kedalam baju Kris yang dengan spontan langsung bergerak liar karena rasa dingin menjalari tubunya
Dan sekarang Baekhyun yang tertawa terbahak. Tapi yeoja ini lebih parah ia tertawa sambil berguling guling di karpet
"Ya! Baiklah jika begitu cara mainmu. Kau akan mendapat balasannya"
Mendengar ucapan mengancam dari Kris, Baekhyun berhenti tertawa. Ia ingin kabur tapi saat ia akan berdiri seluruh badannya terasa lemas dan akhirnya ia pasrah saat Kris menyerangnya dan menggelitiknya
"kyahahahaha hentikan oppa hahaha kau membuatku ingin pipis hahaha"
"biar saja kau pipis nanti akan aku ceritakan ini pada Yixing dan Luhan hahaha" Kris tertawa nista. Kakak macam apa ini-.-"
"cukup oppaaaa kyahaha aku sudah tidak kuat lagi hahaha hentikaaaannnnn"
Baekhyun mengguling gulingkan badannya. Kris menurut karena kasian juga melihat baekhyun yang seperti itu. Keduanya terengah nafas keduanya seperti saling bersahutan, tapi mata mereka saling menatap seperti sedang menyampaikan sesuatu
Perlahan keduanya terlarut dalam mata dari lawan pandangannya. Kris menunduk wajahnya mendekati wajah Baekhyun. Mata keduanya perlahan tertutup nafas Kris menerpa wajah Baekhyun bibir mereka semakin dekat dan
"ummaaaa pulaaanggg~"
Teriakan sang umma menghentikan keduanya yang langsung salah tingkah. Wajah Baekhyun seketika memerah dan Kris menegakkan kembali badannya
"loh Baek kenapa wajahmu memerah apa kau demam?"
Pertanyaan Heechul di jawab canggung oleh Baekhyun yang salah tingkah dan Kris yang nyengir-nyengir gaje
.
.
.
"hei Zhang Luhan"
Tangan putih itu mencolek tangan Luhan yang yang terlipat di atas meja. Tidak ada tanggapan dari sang empunya kemudian tangan pucat itu menekan agak keras lengan mungil Luhan dan akhirnya mendapat sebuah respon gumaman yang sepertinya omelan dari bibir tipis yeoja rusa tersebut
"jika kau ingin tidur, tidurlah di UKS jangan di meja perpustakaan seperti ini, kau akan sakit punggung nantinya"
Luhan menegakkan tubuhnya. Wajahnya terlihat seperti wajah bantal dengan mata yang belum terbuka
"tidurmu sangat nyenyak ya nona Zhang" orang yang membangunkan Luhan tadi terkekeh
Luhan yang masi belum sepenuhnya sadar malah mengucek matanya. Ia terlihat seperti anak TK dengan mulut yang ia cebilkan
"woaaa kamu manis sekali aku jadi..."
"kau berisik sekali"
Perkataan ketus itu pertanda bahwa Luhan sudah berada di dunia nyata sepenuhnya. Orang yang daritadi bersama Luhan sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan Luhan. Hal itu sudah sangat terkenal seantero sekolah bahwa Zhang Luhan si nona mulut pedas
"mian" ucap namja itu sambil memeletkan lidahnya
Dengan seenak jidatnya orang tersebut duduk di bangku depan Luhan. Luhan mendengus kesal. Ia melihat jam di tangannya ternyata ia sudah melewatkan 2 jam pelajaran dengan tertidur di perpus padahal awalnya ia hanya berniat menutup mata sebentar untuk menenangkan diri
"ya kau melamun" tatapan tajam yang Luhan layangkan pada orang di depannya yang anehnya malah terkekeh
"jika sikapmu lebih manis seperti adikmu mungkin kau akan lebih tenar dari ini"
"omong kosong"
Luhan mengalihkan pandangannya ke jendela. Sekarang sama sekali tidak ada tempat untuknya pergi. Kelas sudah di mulai 2 jam yang lalu dan ia sama sekali tidak ingin ke atap atau ke kantin jadi ia masi bertahan di kursinya walaupun ada pengganggu setianya ia bisa mengabaikannya. Seperti yang selalu ia lakukan
"tidak biasanya murid teladan sepertimu membolos"
Ucapan tersebut hanya untuk menarik perhatian Luhan tapi yeoja berambut coklat itu sama sekali tidak merespon dan menatap ke luar jendela tapi tatapannya terlihat... sendu
"kau ada masalah dengan Yixingkan"
Pernyataan tersebut berhasil mengalihkan perhatian Luhan. Matanya menatap wajah yang selalu membuatnya kesal
"kau tidak perlu ikut campu dengan masalahku"
Tatapan dingin dan ucapannya itu membuat Sehun terluka tapi entah mengapa hatinya mengatakan agar tidak meninggalkan gadis itu
"aku peduli padamu. Kau banyak melamun, aku... khawatir"
Sehun menatap langsung kedua mata rusa itu menegaskan bahwa ia benar-benar serius sekarang
"Setelah kejadian saat kau menangis, aku semakin memikirkanmu. Kau itu selalu menyimpan semuanya sendiri. Kau mencoba untuk kuat tapi sebernarnya kau rapuh dan memerlukan pertolongan. Dan aku ingin menjadi penolongmu itu"
Lidah Luhan terasa kelu tatapan namja itu serasa memakunya. Ia benar-benar bingung sekarang wajah adiknya melintas di benaknya. Luhan menundukkan kepalanya kepalanya pening sekarang
"kau... janganbertingkah seolah tau tentang diriku"
"aku memang tau dirimu. Semua terlihat sangat jelas karena aku selalu bersamamu semua itu terlihat sangatjelas entah dari mata atau ekspresimu"
"cukup! Aku muak denganmu. Semua ini salah! Jangan dekati aku lagi"
Tanpa menatap Sehun, Luhan berdiri ia kepalanya tertunduk menyembunyikan matanya yang menahan air mata. Ia akan pergi tapi Sehun berhasil mencekal tangannya
Plak
"aku benci padamu"
Sehun tertegun dengan tamparan Luhan tapi hatinya seakan remuk saat menap wajah Luhan, kedua mata rusa itu mengeluarka liquid beningnya. Tangan Sehun sudah terkulai lemas di samping badannya sedangkan Luhan berlari keluar perpustakaan meninggalkan Sehun yang meremas dada sebelah kirinya.
.
.
.
TBC~
.
Annyeong readears^^)/ choco balik lagi bawa chapter 6 kkk~ semoga memuaskan para readers yang udah lama-lama nunggu lanjutan dari ini. Maafkan ketelatan choco buat update habisnya bentar lagi choco mau UN :" Gomawo buat yang udah review di chap sebelumya*bow 90* choco bener-bener terharu baca review dari kalian*alaymodeon* pokoknya neomu gamsahamninda buat para readers yang udah mau baca ff choco saranghae readers 3
