Author's Note. Sebelum baca, baca ini dulu ya baik baik biar ga bingung.
Q : Kenapa ada Henry di chapter 1?.
A : itu typo. wkwk maaf ya. Di ff aslinya henry itu anaknya yesung sama ryeowook. dan disini Henrynya aku ganti sama Taeoh. Kenapa Taeoh? karena disini nanti Taeoh banyak megang peran. Makanya dia dijadiin cast utama anaknya Jongin (meskipun bukan anak kyungsoo). Taeoh itu anak Jongin sama Ratu Krystal.
Q : Apa hubungan Jongin,Chen,baekhyun?.
A : Baekhyun kakak tertua. Jongin anak tengah. Chen adeknya jongin. kenapa Jongin jadi kakak chen? karena diingetin lagi. supaya member exo bisa ikut maiin semua disini makanya Jongin aku bikin jadi posisi tertua kedua (kaya posisi Luhan di exo aslinya ajja).
Q : Kenapa pada pake nama china?.
A : Di chapter ini ada jawabannya yah udah.
Q : Ini Yaoi kan? kenapa ga GS?.
A : Ngikutin cerita aslinya wkwk. karena memang ini cerita Yaoi.
Semoga notes ini membantu kalian yah biar ga bingung. dan maaf ada typo di chapter satu (author lupa ganttii nama henry jadi taeoh). diingetin lagi, ini fff remake ya, jadi bagi yang familiar sama judul ini tapi emang suka banget sama ff aslinya dan gak respect sama ini ff, mending gausah baca ok. saya gak nyuruh anda baca. FF ini full exo pairing (tapi akan ada penambahan cast dari bb lain untuk chapter berikut2nya). jadi, if you really don't like it, just go away (bagi yang ngerasa aja). ENJOY READING!.
Previously on Preferential Concubine.
"Pertama, jika manusia itu tidak bisa mempertahankan benihmu seperti Ratu Xi dan Selir Putih, kau harus melepaskan salah satu dari Ratu Xi dan Selir Putih lalu menikahi Sulli serta membuang manusia pilihanmu. Kedua, jika bayinya bergender perempuan, bunuh manusia itu beserta bayinya!" ucap Chen. Bukankah ia sangat cerdik? Dua syarat dengan banyak pengorbanan.
Tangan Shi Xun bergetar hebat, mana mungkin ia membiarkan manusia yang paling berharga di hidupnya dibunuh jika mengandung bayi perempuan? Itu gila! Bukan manusia yang mengatur gender keturunannya! Kini ia hanya bisa berharap janin berusia tiga Lugu yang ada dalam kandungan manusia pilihan Kai itu bergender laki-laki. Manusia itu sudah terlalu menderita, mana boleh semakin menderita?
Kai berpikir cukup lama sampai ia mengatakan keputusannya. "Kuterima syaratmu."
Preferential Concubine, Chapter 1
.
.
.
Pairing : Kaisoo.
Slight : Hunsoo. Kailu,kaimin(xiumin),Chanbaek. Others.
Genre : YAOI! MPREG!. NC21.
Author : AGUSTINE JENNY KIM (Simbarella).
Cast : Kim Jongin.
Do Kyungsoo.
Byun Baekhyun.
Xi Luhan.
Oh Sehun.
Kim Minseok.
Kim Jongdae.
Park Chanyeol.
Taeoh.
Kim Taehyung (GIRL!GS).
.
.
Chen tersenyum menang saat Kai menyetujui syaratnya. Kini ia hanya bisa berharap bayi dari manusia yang Kai pilih bergender perempuan. Atau setidaknya bayi itu mati sebelum lahir. Seperti bayi-bayi Kai yang lainnya.
"Ah ya… Aku ingin membuat peraturan baru. Mulai saat ini, kita akan memakai nama manusia kita sama seperti saat kita bekerja di perusahaan untuk menghargai kehadiran pendampingku yang notabene seorang manusia. Sebarkan peraturan baru ini pada semua vampire, Chanlie… Ups, maksudku Chanyeol" Ucap Kai.
Chen melotot sebal. Ia tak suka nama lahirnya harus dirubah hanya karena seorang manusia. "Aku tidak mau!" tukas Chen.
"Aku tidak menerima penolakan, Jongdae. Kuharap kau mengerti atau kucabut jabatanmu" kata Kai santai.
Chanlie atau yang sekarang kembali bernama Chanyeol mengingat dirinya memang sudah memiliki nama itu saat masih menjadi manusia (dan berubah menjadi Chanyeol saat Bao Xian menghisap darahnya dan menjadikannya vampire) mengangguk pasrah. "Akan kulalukan sesuai perintahmu, Jongin hyung" ucap Chanyeol yang mulai memanggil Kai dengan nama manusianya.
"Baiklah, rapat selesai. Sampai bertemu di kantor besok pagi semuanya. Selamat malam" ucap Jongin.
Luhan (Ratu Xi), Baekhyun (Bao Xian), Chanlie (Chanyeol), Jongdae (Chen) dan Sehun (Shi Xun) mengagguk patuh. Mereka memberikan salam terakhir kepada Jongin sesaat sebelum meninggalkan ruang rapat.
.
.
.
Preferential Concubine Chapter 1.
Pair : Kaisoo.
Slight pair : Hunsoo, Chenmin,Chanbaek,Hunhan. Official pair.
Enjoy! Don't Forget leave your review.
.
.
.
Jongin masuk kedalam kamarnya yang di dominasi dengan warna merah. Di tengah ruangan ada lampu kristal berbentuk parabola yang menggantung dengan megahnya di langit-langit. Ia menghampiri permaisurinya yang tengah berada di depan jendela kamarnya. Luhan menengadahkan tangannya, menikmati tetes demi tetes air hujan yang jatuh membasahi telapak tangannya. Rumah megah milik Jongin memang tak pernah kering. Setiap hari hujan deras dan halilintar terus datang tanpa henti. Halaman di rumah mereka selalu basah. Itu semua karena tingkah Jongin sendiri yang sesuka hati mengatur musim di kerajaannya yang berkedok rumah mewah. Tak pernah ada matahari, bulan dan bintang yang menyinari rumah mereka. Hanya ada awan gelap, hujan serta kilat dan petir. Suasana yang selalu dianggap manusia dengan keadaan yang mencekam.
Jongin melingkarkan tangannya di perut Luhan dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sang istri. Luhan terlonjak kaget dan segera menengok kebelakang. Ia terlalu asyik melamun hingga tak menyadari seseorang masuk ke dalam kamarnya. Namja itu bernafas lega begitu menyadari orang yang memeluknya adalah suaminya.
"Yang Mulia…"
"Sudah kukatakan, Lu. Jangan memanggilku 'Yang Mulia' saat kita hanya berdua. Aku mengijinkan para pendampingku untuk tak memuliakanku" ujar Jongin dengan lembut. Dikecupnya bahu Lu (nama panggilannya untuk Luhan) yang tak tertutup piyama sutranya karena Jongin telah membuka dua kancing teratas piyama Luhan.
"Maafkan aku, Jonginie…" ucap Luhan sambil menundukkan kepalanya. Pasrah dengan aksi Jongin di tubuhnya. Ia menggenggam tangan Jongin dengan kedua tangannya yang basah.
"Hm…" gumam Jongin. Hidungnya menghirup dalam-dalam wangi bunga jangmi (rose) di tengkuk Luhan.
"Ceritakanlah tentangnya," pinta Luhan.
Jongin mengerti maksud ucapan Luhan. Ia tersenyum menyeringai dan menyusuri belakang telinga Luhan dengan hidungnya. Menghembuskan nafas hangat dengan gaya sensual. Merasakan suatu kesenangan karena akan memberikan luka baru pada sang istri.
"Aku bertemu dengannya tiga minggu yang lalu. Ketika kau memohon padaku untuk membelikanmu boneka rusa pink di hari minggu siang itu. Saat pulang, aku bertemu dengan Sehun. Kau tau? Dia keluar dari rumah dengan tergesa-gesa sampai tak menyadari kehadiranku. Salahku juga menyembunyikan bau darah vampire-ku. Aku pun tak perduli lalu beranjak pergi. Namun sebuah bau manusia yang khas membuatku penasaran. Bau yang berasal dari dalam rumah Sehun" ucap Jongin. Ia menutup jendela dan menggendong Luhan dengan gaya bridal. Membawanya ke ranjang empuk mereka dan merebahkannya secara hati-hati.
"Bau tubuh pendamping pilihanmu itu?" terka Luhan. Ia menautkan alisnya bingung. 'Mengapa manusia itu ada di rumah Sehun? Apakah dia memiliki hubungan dengan Sehun?' batin Luhan.
Jongin merebahkan tubuhnya disamping Luhan dan menutupi tubuh mereka dengan selimut. Ia menyenderkan kepala Luhan ke dadanya. "Umm~. Kau tau apa yang kulakukan selanjutnya?" Tanya Jongin yang disambut dengan gelengan Luhan. Jongin pun menceritakan semuanya kepada Luhan, dan merahasiakan beberapa fakta yang tidak perlu Luhan ketahui untuk saat ini.
:: Flashback::
"Hyung, aku pulang. Kau sedang apa?" Sehun masuk ke dalam rumahnya lalu membuka pintu kamar kakak angkatnya. Matanya menyusuri seluruh isi kamar namun sosok yang ia cari tak ada. Samar-samar ia mendengar suara air shower dari dalam kamar mandi yang menyatu dengan kamar kakaknya. Ia pun mengetuk pintu kamar mandi.
"Hyung, kau sedang mandi, eoh?" tanya Sehun.
Hening. Tak ada jawaban. Sehun yang khawatir pun memanggil-manggil nama kakaknya namun tetap tak ada yang menyahut. Akhirnya ia membuka pintu kamar mandi yang ternyata tidak terkunci. Matanya membulat sempurna melihat seorang namja mungil,berpipi chubby dengan heartshape lips nan manis berambut kecoklatan telanjang bulat-bulat di bawah shower yang mengalir dengan mata terpejam. Buru-buru Sehun menghampiri namja yang tak lain adalah kakaknya itu dan mematikan shower. Ia menyambar handuk dan menutupi tubuh kakakknya lalu menggendongnya sampai ke tempat tidur.
"Kyungsoo hyung, kau tak apa?" Tanya Sehun sambil menepuk-nepuk pipi Kyungsoo. Ia menggantikan handuk yang menutupi tubuh Kyungsoo dengan selimut tebal. Punggung tangannya menyentuh dahi Kyungsoo. Panas.
"Hyung…bangunlah!" pinta Sehun. Ia mengguncang pelan bahu Kyungsoo.
Kyungsoo menggeliat pelan dan membuka matanya. Sepasang bola mata berwarna putih tercetak di matanya yang besar dan bulat. Ia mencoba meraba pipi Sehun. Sedikit sulit untuknya mengingat kondisinya yang tak dapat melihat sejak lahir. Mata cacatnyalah yang membuatnya dibuang ke panti asuhan sejak masih bayi oleh orang tuanya. Sehun menggenggam kedua tangan Kyungsoo dan menempelkannya di pipinya.
"S~Sehun~?" terka Kyungsoo.
"Ya, hyung. Ini aku. Kau kenapa bisa demam begini? Kenapa tak sadarkan diri di bawah shower, huh?" Tanya Sehun. Ia menggosok-gosok pipi Kyungsoo.
"Aku minta maaf karena membuatmu cemas. Sepertinya tekanan darahku menurun sampai-sampai aku pingsan saat mandi. Maaf ya, Sehunie~" lirih Kyungsoo.
Sehun menghela nafasnya. "Huft… Tak apa. Kau istirahatlah, aku akan pergi mencari obat demam di apotek, arra?"
"Umm~" Kyungsoo mengangguk mengiayakan kemudian memejamkan matanya.
Sehun mengecup dahi Kyungsoo dan mengusap perut kakaknya itu. Mengusap sebuah tanda berbentuk bunga dengan delapan kelopak tepat di bawah pusar Kyungsoo.
'Aku akan selalu melindungimu, hyung. Tak akan kubiarkan dia mengambilmu. Aku selalu berdoa agar kerajaannya musnah, karena dia yang menghancurkan hidupku…'
Sehun dengan cepat keluar dari kediamannya. Tanpa disadarinya Jongin telah berada di seberang jalan rumahnya. Jongin tersenyum licik. Rasa penasarannya yang tinggi menyeretnya masuk ke dalam rumah Sehun tanpa ijin. Jongin membuka sebuah pintu kamar yang ia yakini sebagai tempat bau khas manusia itu berasal. Didapatinya seorang namja manis tengah memejamkan matanya di ranjang.
Kyungsoo membuka matanya lagi saat mendengar pintu kamarnya terbuka. Ia bangun dari tempat tidur dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang hingga selimutnya tersingkap sampai ke pinggul.
"Hunnie, kau kembali? Apakah ada yang tertinggal?" Tanya Kyungsoo yang mengira Jongin adalah Sehun.
Jongin terperangah menatap Kyungsoo. Tak hanya karena parasnya yang manis namun juga karena tanda berbentuk bunga delapan kelopak di bawah pusar Kyungsoo. Tanda 'Ratu'. Tanda yang memiliki nilai magis. Jika bayinya adalah seorang putra, maka bayi itu akan terlindungi dari segala ancaman saat di dalam perut, namun jika bayi itu perempuan, tanda itu tak akan berfungsi. Putra itu hanya akan mewarisi darah ayahnya tanpa sedikitpun memiliki DNA ibunya. Siapapun yang memiliki tanda itu, maka ia akan bisa melahirkan seorang pemimpin. Seorang penerus Raja.
Jongin tersenyum menyeringai. Ia mengunci pintu kamar dan menghampiri Kyungsoo sambil melepaskan pakaian yang melekat di tubuhnya. 'Aku mendapatkanmu, penyelamatku..'
"Hunnie?" panggil Kyungsoo sekali lagi karena tak mendapatkan jawaban. Ia memekik kaget saat selimut yang menutupi tubuh bagian bawahnya menghilang dan pergelangan kakinya ditarik hingga ia jatuh terlentang. Kedua tangannya diikat dengan benda seperti ikat pinggang di sisi kepalanya.
"Si-siapa kau? Apa yang mau kau lakukan?" seru Kyungsoo dengan suara bergetar.
Jongin yang baru saja membuang selimut Kyungsoo dan mengikat kedua tangan namja mungil itu dengan ikat pinggangnya kini beralih pada paha Kyungsoo. Ia membuka lebar kaki Kyungsoo dan mengusap paha dalam Kyungsoo.
"Panggil aku 'Jongin', sayang!"
"Aku tidak mengenalmu, kau mau ap- ARRRGGHH….Sakiiiittt….hen…ahh…hentikaann..!" pekik Kyungsoo saat sesuatu yang besar dan tumpul mengoyak rectum-nya. Ia menangis dan merintih merasakan panas dan perih pada rectum-nya. Darah mengalir dari manhole Kyungsoo yang robek akibat aksi kasar Jongin.
Jongin mencengkeram pinggul Kyungsoo erat-erat. Tak ia hiraukan rintihan Kyungsoo yang memintanya untuk mengeluarkan penisnya. "Ugh…sempit sekali," ucap Jongin yang masih terus mencoba memasukkan penisnya. Baru setengahnya saja yang sudah masuk, Jongin kembali menarik penisnya keluar dan menyisakan kepala penisnya saja di manhole Kyungsoo kemudian menghentakkannya dengan cepat hingga masuk sepenuhnya kedalam rectum Kyungsoo.
"arrrggghhh….ahh…uhh…arrgghh…uwaaa…"
Jongin mengangkat kaki kanan Kyungsoo dan menaruhnya di bahu kirinya. Ia terus menyodok rectum Kyungsoo dengan brutal. Ia menyeringai saat mendengar rintihan Kyungsoo perlahan berubah menjadi desahan.
"ahh…ahh..uhh…uwaaa….argghh…hahh…ahh…" desah Kyungsoo menjadi-jadi namun airmatanya pun ikut deras mengalir. Hatinya menolak semua hal yang Jongin lakukan padanya namun tubuhnya begitu menikmati penyatuan Jongin dalam tubuhnya.
"aahh!" Kyungsoo mendesah keras dan mendongakkan kepalanya saat Jongin berhasil menyentuh sweetspot-nya. Ia menggigit bibir bawahnya. Jika Jongin terus mendengar desahannya, Jongin akan semakin bersemangat menyenggamai tubuhnya. Namun terlambat, Jongin terlanjur tau letak prostat Kyungsoo.
Jongin kembali mengeluarkan kejantanannya lalu memasukkannya lagi kedalam manhole Kyungsoo dengan keras tepat pada sweetspot Kyungsoo. Ia mempercepat gerakan in out-nya dan terus menumbuk prostat Kyungsoo.
"aahh! Aaaaahhh…" Kyungsoo tak dapat menghentikan desahan yang meluncur dari mulutnya. Jongin begitu pintar menemukan kelemahannya. Kepalanya terasa pusing dan perutnya menegang.
Jongin merasakan rectum Kyungsoo semakin menyempit, ia tahu sebentar lagi Kyungsoo akan mencapai klimaks-nya. Ia memangku Kyungsoo dan menutup lubang penis Kyungsoo yang penuh precum dengan ibu jarinya. Tangannya yang lain memilin kasar putting Kyungsoo yang telah mengeras.
"Uhh…lep…nghh…lepaskaaann….aahh! ngh… Sakkiit..kumohon lepaskan…haagghh" Kyungsoo mengerang keras.
Jongin tersenyum licik. "Jangan harap kau bisa 'keluar' jika aku belum keluar, sayang. Lakukan sesuatu agar aku bisa 'keluar'!" suruh Jongin. Ia melepaskan ikat pinggang yang sedari tadi mengikat kedua tangan Kyungsoo.
Kyungsoo menangis dalam diam. Dia benar-benar tak ingin melakukannya, namun tubuhnya tersiksa jika ia tak menuruti perkataan Jongin. Ia pun menunduk dan meraba bahu Jongin. Mencengkeramnya kemudian mengangkat tubuhnya dan menyisakan kepala penis Jongin di lubangnya lalu memasukkan penis Jongin lagi dalam sekali hentakan.
"Ahh!" desah Kyungsoo dalam permainannya sendiri. Ia kembali mengangkat tubuhnya lalu menghentakkannya hingga penis Jongin tepat mengenai prostatnya. Kyungsoo mengerang, lagi. Ia terus menaik-turunkan tubuhnya dengan tempo semakin cepat dan berkali-kali 'menusuk' sweetspotnya.
Jongin membalik tubuh Kyungsoo, membuatnya dalam posisi menungging kemudian memasukkan lagi kejantanannya dalam sekali hentakan. Kyungsoo mengerang keras. Dalam posisi seperti ini, Jongin akan selalu menyentuh prostatnya.
Jongin terus menghentakkan penisnya dalam manhole Kyungsoo. Menumbuk sweetspot-nya berkali-kali namun masih tetap menutup 'jalan keluar' di penis Kyungsoo. Ia memeluk Kyungsoo dan menciumi punggung Kyungsoo tanpa mengurangi tempo kecepatan sodokannya. Meninggalkan tanda-tanda kemerahan di setiap inci punggung dan leher belakang Kyungsoo.
"Ahh…akkhhhh….ugghhh….ngghh…Lep…hhaasss…uuuhhh…" Kepala Kyungsoo semakin terasa pusing. Penisnya tak berhenti berdenyut karena tak bisa melepas hasratnya terlebih lagi ia sedang demam.
Kejantanan Jongin yang semakin terhimpit oleh dinding-dinding rectum Kyungsoo membuatnya menegang. Penisnya seakan dipijat dalam ruang sempit nan hangat. Kejantanan Jongin berdenyut-denyut menahan hasratnya untuk klimaks. Penisnya yang semakin membesar dalam manhole Kyungsoo membuat lubang anus namja mungil itu semakin robek. Setelah tiga kali tusukan terakhir, Jongin mendesah lega. Cairan putih lengketnya menyembur memenuhi manhole Kyungsoo. Saking banyaknya sampai ada yang mengalir keluar dari manhole Kyungsoo bersama darah namja berparas manis itu.
Jongin melepaskan genggamannya pada penis Kyungsoo. Kyungsoo pun mengerang nikmat saat dirinya bisa mengeluarkan hasratnya. Sperma yang memenuhi manhole-nya pun membuatnya merasakan sensasi hangat. Kyungsoo jatuh tengkurap karena kehabisan tenaga.
Jongin mengeluarkan kejantannya secara perlahan dari manhole Kyungsoo. Erangan kecil keluar dari bibir Kyungsoo saat Jongin memisahkan dirinya dari dalam tubuhnya. Jongin membalik tubuh Kyungsoo dan membenahi posisi tidurnya. Kyungsoo hanya pasrah, badannya sudah terlanjur lemas.
Jongin melumat bibir Kyungsoo. Memasukkan lidahnya kedalam mulut Kyungsoo dan menggelitik goa hangat Kyungsoo dengan liukan lidahnya.
"hmmmpp…hhaa.." desah Kyungsoo di sela-sela ciumannya dengan Jongin. Nafasnya terengah-engah setelah Jongin melepaskan tautan bibir mereka. Jongin membelai kepala Kyungsoo yang dipenuhi dengan peluh.
"Siapa namamu, sayang?" Tanya Jongin.
Dengan sisa tenaganya, Kyungsoo membuka matanya. "Kyung…soo…" lirih Kyungsoo dan kembali memejamkan matanya. Tak lama kemudian terdengar suara dengkuran halus dari bibir namja manis itu.
Jongin mengangkat alisnya tinggi-tinggi dan membulatkan matanya. Ia baru saja menyadari bola mata Kyungsoo yang berwarna putih. Baru menyadari jika namja yang baru saja bercinta dengannya adalah seorang tuna netra.
Jongin tersenyum singkat dan mengecup kedua kelopak mata Kyungsoo. "Aku menjanjikan penglihatan untukmu jika kau mengandung benihku, Kyungsoo. Aku bersumpah" ucap Jongin. Sumpah pertama yang ia ucapkan untuk seorang anak manusia.
Jongin kembali mengusap dahi Kyungsoo. "Kau demam, sayang?" terka Jongin. Tak ada jawaban karena Kyungsoo memang sudah tertidur. Jongin pun menempelkan telapak tangan kanannya di dahi Kyungsoo kemudian memejamkan matanya. Cahaya berwarna merah terang keluar dari telapak tangan Jongin dan masuk ke dalam tubuh Kyungsoo lalu menyebar.
Dalam keadaan tertidur, Kyungsoo mengernyit sakit namun kemudian kembali tidur dengan pulas. Jongin telah menyembuhkan demamnya. Ia pun menyelimuti tubuh Kyungsoo lalu memunguti pakaiannya yang berserakan dan kembali mengenakannya.
.
.
Sehun masuk ke dalam kamar Kyungsoo dengan membawa sebuah tas plastic berisi obat demam. Dadanya berdegup kencang saat ia mencium bau tubuh vampire pureblood di dalam kamar Kyungsoo. Bau yang paling berbeda dengan pureblood yang lainnya. Bau darah Raja Vampire, Jongin.
Mata Sehun menelisik mencari sosok Jongin. Matanya membulat sempurna begitu menyadari bau darah Jongin tepat berada di belakang tubuhnya. Ia pun menengok ke belakang. "Hai, Shi Xun. Kau baru menyadari kedatanganku ya? Tau begini, aku akan menyembunyikan bau darahku lagi dari penciumanmu yang tajam" ucap Jongin menyeringai licik.
Sehun mundur beberapa langkah. Bukan, ia bukannya takut pada Jongin namun ia lebih takut jika Jongin telah melakukan sesuatu yang buruk terhadap Kyungsoo. Sehun dengan cepat menghampiri Kyungsoo dan duduk di samping ranjang. Ia mendudukkan Kyungsoo dan menyenderkan punggung Kyungsoo di dadanya.
"Apa yang kau lakukan padanya?" Tanya Sehun menyelidik. Urat-urat kemarahan terlihat jelas dari wajahnya terlebih lagi saat ia melihat banyak kissmark yang memenuhi punggung dan leher belakang Kyungsoo. Jangan lupakan juga bibir Kyungsoo yang bengkak dan memerah. Sehun menggeram marah. 'Aku gagal melindunginya.'
"Seharusnya aku yang bertanya padamu, Shi Xun. Berani sekali kau menyembunyikannya dariku? Kau ingin menjadi seorang penghianat?" salah satu sudut bibir Jongin terangkat membentuk sebuah senyum sinis.
"Kau masih ingin bertanya? Menurutmu karena apa? KAU YANG MENGHANCURKAN HIDUPKU! Kau yang menghisap darahku hingga aku menjadi vampire, kau juga yang mengambil Luhan dariku, dan sekarang? KAU MENYAKITI KYUNGSOO-KU! KAU BEDEBAH, KAI ! Mana mungkin aku menolong orang yang merusakku, huh?"
"Tutup mulutmu, Shi Xun Wu! Kau mengganggu tidur calon selirku. Kau tak tau, ya? Dia sangat kelelahan…" ucap Jongin santai, mencoba mengalihkan pembicaraan. Ditatapnya kedua alis Kyungsoo yang menyatu, mulai terbangun karena teriakan Sehun.
Mulut Sehun menganga. Amarahnya memuncak menyadari hal yang paling ia takutkan terjadi. Jongin 'menyentuh' Kyungsoo. "KAU!"
"S-sehun…" Kyungsoo mulai membuka matanya. Seluruh tubuhnya terasa sakit setelah bergumul dengan Jongin. Kedua tangannya segera memeluk tubuh Sehun dari samping setelah seluruh memorinya terkumpul. Kyungsoo menyembunyikan wajahnya di dada Sehun dan menangis. Bibirnya bergetar menahan isakan. "H-Hun…"
Sehun mengatur nafasnya dan meredam emosinya. Sekarang bukanlah saatnya untuk melawan Jongin. Masih ada orang yang memerlukan perhatiannya. Sebelah tangan Sehun mengusap punggung Kyungsoo dan tangannya yang lain membelai lembut belakang kepala Kyungsoo. Mencoba menenangkannya dan memberikan rasa aman pada Kyungsoo.
"Ssshh…aku disini, hyung. Jangan takut.." Sehun menaruh dagunya di pucuk kepala Kyungsoo.
"h-hun… Sehun…D-dia… Dia jahat, Hun… A-aku takut…hiks… H-hunie.." Kyungsoo mengeratkan pelukannya. Jika saja ia tidak buta, jika saja ia tidak lemah, jika saja ia bisa melawan, semuanya tak akan terjadi. Pikirannya dipenuhi dengan semua pengandaian. Ia terisak dan tak henti-hentinya memanggil nama Sehun.
Senyum penuh keangkuhan tersungging di bibir Jongin. Lagi-lagi ia menyakiti seseorang, dan ia menyukai itu. Jongin berdehem pelan sampai Sehun menoleh kearahnya dengan tatapan penuh kebencian. "Bawa dia padaku jika dia mengandung benihku, Shi Xun. Jika tidak, aku akan terus 'menyentuhnya' sampai benihku tertanam di rahimnya.." ucap Jongin. Ia mengambil boneka bunny pink pesanan Luhan dan membuka pintu kamar Kyungsoo namun sebelum ia melangkah keluar, ia kembali menoleh ke belakang. "Kau tak akan bisa menyembunyikan apapun dariku, Shi Xun. Tak akan pernah.." imbuhnya lalu benar-benar keluar dari rumah Sehun.
Kyungsoo semakin mengeratkan pelukannya. "A-aku tidak mau…Aku tidak mau 'disentuh' lagi olehnya, Hunnie. Tolong aku…aku tidak mau mengandung anaknya. Aku tidak mau…" bisik Kyungsoo parau. Rasa takut dan gelisah bercampur menjadi satu.
"Sssshhh… Jangan berfikir macam-macam, hyung. Kau tidak akan mengandung benihnya, tidak akan.." ucap Sehun menenangkan namun ia pun tak dapat memungkiri jika hatinya berucap sebaliknya.
.
.
.
.
Two Weeks Later
.
.
.
.
"Hyung, aku membelikanmu bubur. Kau makan, ya!" pinta Sehun pagi itu. Ia duduk di samping Kyungsoo yang duduk melamun di ranjangnya. Kyungsoo lebih sering diam dan mengurung dirinya di kamar sejak kejadian dua Lugu yang lalu. Meski Jongin tak pernah datang lagi, namun rasa takut masih menghantui Kyungsoo. Bagaimana jika ia benar-benar mengandung benih Jongin? Bagaimana jika Jongin menemuinya lagi dan menghancurkannya lagi? Ia takut, sangat takut.
Kyungsoo hanya menggeleng lemah. "Aku tidak lapar, Hun…" tolak Kyungsoo.
Sehun mendesah kecewa. Kyungsoo sulit sekali dibujuk untuk makan. Bahkan jika Sehun tidak memaksanya (atau lebih tepatnya merengek di depannya) agar makan, Kyungsoo sanggup untuk tidak makan seharian. Jongin benar-benar berhasil membuat Kyungsoo-nya yang ceria kini depresi.
"Kau tidak menyayangiku ya, hyung?" Tanya Sehun. Suaranya terdengar begitu sedih dan kecewa.
Kyungsoo dengan cepat menggeleng. "Aku menyayangimu, Hun. Hyung sangat sayang Sehun, selamanya.." ucap Kyungsoo dengan sangat manis.
Sehun tersenyum kecil. Jika seperti ini, Kyungsoo sangat menggemaskan dan selalu mengingatkannya pada aegyo-nya Luhan. "Kau tidak menyayangiku. Buktinya kau tidak mau makan bubur dariku. Kau jahat, hyung.." ucap Sehun sedikit merajuk.
"Baiklah aku akan makan, Hunnie jangan sedih ya!" pinta Kyungsoo.
"Oke! Buka mulutmu, Kyungsoo-ah!" suruh Sehun. Ia menyuapkan sesendok bubur ke mulut Kyungsoo.
Kyungsoo membuka mulutnya dan mengunyah bubur dari Sehun lalu menelannya.
"Enak?" Tanya Sehun.
"Tidak enak. Tidak ada rasanya" jawab Kyungsoo datar.
Sehun menautkan kedua alisnya. "Tidak ada rasanya?" ulang Sehun. Ia menyendokkan sesendok bubur ke mulutnya. "Rasanya gurih, hyung! Mana mungkin kau bilang tidak ada rasanya?" ujar Sehun setelah menelan bubur di mulutnya.
Kyungsoo menggeleng. "Tidak! Rasanya hambar!" kekeuh Kyungsoo.
'Tidak… hanya vampire pureblood bangsawan-lah yang tidak dapat merasakan makanan apapun kecuali darah. Dan Kyungsoo hanya seorang manusia. Manusia dengan tanda ratu di perutnya.'
Sehun menaruh mangkuk buburnya di meja kecil di samping ranjang lalu mengusap pipi Kyungsoo. "Apa kau sakit, hyung?" Tanya Sehun khawatir.
"Aku_" belum sempat Kyungsoo meneruskan kata-katanya, perutnya terasa bergejolak seperti diaduk-aduk. Ia meremas perutnya dan menutup mulutnya. "Hoekk…"
"Hyung?" panggil Sehun panik. Ia menuntun Kyungsoo ke kamar mandi setelah menyambar sebuah test pack yang ia beli beberapa hari yang lalu.
"Hoekk…hueekk…hahh…haahh…huekk…" Kyungsoo terus mencoba mengeluarkan seluruh isi perutnya di wastafel. Rasa pusing dan mual begitu menyiksanya. Ia mencuci mulutnya setelah rasa mual itu berangsur-angsur menghilang.
Kyungsoo meremas jemari Sehun dengan keras. "Sehunie..aku..aku kenapa?" Tanya Kyungsoo panik. Ia takut hal yang paling ia takutkan terjadi. Walau sebenarnya meskipun ia tidak hamil, Jongin akan tetap membuatnya hamil, cepat atau lambat. Ia hanya bisa menunggu mimpi buruknya terjadi.
Sehun menggenggamkan test pack yang ia bawa di tangan Kyungsoo. "Kau tau apa ini, hyung? Ini test pack, aku ingin kau mengetesnya" ucap Sehun.
Kyungsoo menggeleng keras. "Tidak! Aku tidak mau! Aku tidak hamil Hun! Aku tidak hamil!" seru Kyungsoo. Ia membuang test pack di tangannya dan memukuli perutnya dengan kepalan tangannya. "Aku tidak mau, Hun! Aku tidak ma-arrggghhh…" Kyungsoo memekik keras. Perutnya terasa sakit seperti di tekan.
"Hyung! Hentikan, hyung! Jika kau menyakiti janinmu, rasa sakit itu akan berbalik pada tubuhmu. Kau tidak akan bisa membunuh bayimu karena dia anak vampire, bukan manusia!" seru Sehun. Ia mengguncangkan bahu Kyungsoo agar menghentikan aksinya memukuli perutnya.
Kyungsoo diam mematung dengan pipi basah oleh airmata. "A-anak vampire?"
Sehun menghela nafasnya. Sudah saatnya ia memberitahukan semuanya kepada Kyungsoo. "Ya… Ayah dari bayi di perutmu adalah seorang vampire, tepatnya Raja Vampire.."
"Ti-tidak mungkin…" gumam Kyungsoo. Rasa sakit diperutnya yang begitu menyiksa telah sirna setelah ia berhenti memukul perutnya.
"Kau pasti tidak percaya, Hyung. Namun itulah kenyataannya. Kau tau perusahaan Redpond? Salah satu jajaran perusahaan terkenal di Korea yang memproduksi sunscreen. Jongin-lah yang menjadi dewan komisaris di perusahaan itu dengan adiknya, Chen uhm…maksudku Jongdae sebagai direktur utama. Sebuah sarang vampire berkedok perusahaan besar. Seluruh pegawai di perusahaan itu adalah vampire. Termasuk…aku" lirih Sehun di kalimat terakhir.
Kyungsoo menutup mulutnya. "Ja-jadi kau juga vampire, Hun? Ta-tapi_"
"Kenapa aku bisa berkeliaran di siang hari?" potong Sehun. "Karena aku ahh..maksudku karena semua vampire memakai tabir surya. Kau takut padaku, hyung?" Tanya Sehun lagi. Ada gurat kekecewaan di mata Sehun saat menanyakan itu pada Kyungsoo.
Tanpa berfikir dua kali, Kyungsoo segera memeluk Sehun. "Mana mungkin aku takut pada adikku? Siapapun dirimu, Oh Sehun tetaplah adik Kyungsoo..ahh tidak, maksudku Oh Kyungsoo!"
Sehun tersenyum senang. Ia pun membalas pelukan hangat kakaknya. "Terimakasih, hyung… Terimakasih.."
"Sekarang kau harus istirahat, hyung. Kau tidak boleh kelelahan, itu tidak baik untuk janinmu.." ucap Sehun.
Kyungsoo menunduk dalam-dalam. "A-aku tidak menginginkannya, Hun. Aku tidak ingin.."
"Ssshh…kau tidak boleh berbicara seperti itu. Biar bagaimanapun, dia tetap anakmu. Apa kau ingin seperti orang tuamu yang tega mencampakkan anaknya sendiri? Kau selalu bilang mereka jahat 'kan? Lalu kenapa sekarang kau malah bersikap seperti mereka?" Sehun mengusap airmata di pipi Kyungsoo. Sepertinya mulai sekarang ia harus sering melihat airmata Kyungsoo. Dan dia benci itu. Dia membenci airmata Kyungsoo.
"Ta-tapi_"
"Yang harusnya tidak kau sukai itu ayahnya, hyung. Bukan bayimu! Bukankah kau menyukai anak-anak? Kau bilang mereka lucu, suci dan menggemaskan bukan? Kau seharusnya bersyukur karena akan memiliki seorang anak. Bagaimanapun cara datangnya, dia tetap anakmu.." potong Sehun sekali lagi.
Kyungsoo mengangguk. Betapa jahatnya ia saat ingin melenyapkan anaknya. Anaknya tak tau apa-apa. Dia tak berdosa dan tak pernah meminta untuk berada di rahim Kyungsoo. Semuanya adalah sebuah takdir yang harus dijalani. Mana mungkin Kyungsoo begitu tega membunuh bayi tak berdosa yang notabene anaknya sendiri?
"A-aku mengerti, Hun. Aku tidak akan berbuat bodoh lagi. Aku berjanji akan menjaganya…"
Sehun tersenyum dan mengeratkan pelukannya. "Ya, aku tau.."
Tok tok tok…
Sebuah suara ketukan pintu mengagetkan Sehun dan Kyungsoo. Sehun menghembuskan nafasnya dengan sebal. Dari jarak yang tak terlalu jauh seperti ini, ia sudah bisa mencium bau tubuh Jongin. Dan sebelum ia beranjak untuk membuka pintu, Jongin sudah berada di depan pintu kamar mandi.
"Aku belum mengijinkanmu masuk, Yang Mulia.." ucap Sehun penuh penekanan di kata 'Yang Mulia'.
Jongin tersenyum nyengir. "Kau lelet, Shi Xun" ajek Jongin.
Kyungsoo bersembunyi di belakang tubuh Sehun begitu mendengar suara Jongin. Suara yang tak akan bisa dilupakannya. Suara yang harus ia akui jika terdengar sangat merdu. Namun juga menakutkan.
Jongin kembali memberikan cengirannya saat melihat tingkah Kyungsoo. Hanya dalam satu kedipan mata, ia sudah berada di belakang Kyungsoo dan memeluknya. "Kau tidak bisa bersembunyi dariku, Kyungie-ah. Aku selalu mendengar degup jantungmu dan…" Jongin membelai perut Kyungsoo, tepat pada tanda ratu yang Kyungsoo miliki. "…anak kita.." sambung Jongin lalu menjilat leher kiri Kyungsoo dari bahu dan naik sampai ke belakang telinga.
Tubuh Kyungsoo bergetar sampai ia terlalu takut untuk melepaskan pelukan Jongin di tubuhnya. Atau dia memang tak bisa melepaskan pelukan Jongin? Yang harus ia akui yaitu ada rasa rindu pada sentuhan Jongin di kulitnya. 'Ini gila, ada apa denganku?'
Sehun berbalik namun hanya bisa diam mematung. Ia tak tau harus berbuat apa. Tubuhnya terlalu kaku untuk digerakkan.
"Kau merindukanku, Kyungie-ah? Uhm…kurasa, lebih tepat jika aku berkata, anak kita merindukanku dan menyalurkan rasa rindunya ke hatimu. Hingga hatimulah yang merasakan rindu padaku. Bukankah anak vampire pureblood yang berada di dalam perlindungan tanda ratu itu sangat pintar?"
"Sehun-ah…" Kyungsoo menundukkan kepalanya dan memejamkan matanya erat-erat.
"Kau tak akan bisa lepas dari jeratku selama kau mengandung anakku, Kyungie. Kupastikan hal itu.."
"Diam, Kai!" teriak Sehun.
"A. A. A. Aku sedang tidak ingin mencari gara-gara, Shi Xun. Kuberi waktu satu minggu untuk kalian berkemas dan mempersiapkan diri karena aku akan memboyong Kyungsoo ke istanaku.." ucap Jongin. Ia menyeringai saat Kyungsoo menggenggam kedua tangannya yang sedang memeluk namja buta itu. Memintanya untuk lebih mengeratkan pelukannya. Bayi dalam tubuh Kyungsoo benar-benar mengendalikan ibunya. 'Good boy..'
"Kau gila? Kau ingin memasukkan Kyungsoo ke sarang vampire? Itu sama saja memberikan daging pada singa yang sedang lapar!" geram Sehun.
"Itu tantangan yang menarik.." sahut Jongin. Ia menciumi leher Kyungsoo tanpa perduli ada Sehun di dekatnya, begitu senang saat medengar desahan yang lolos dari bibir mungil Kyungsoo.
"Kau! Peraturan mengatakan kau tidak boleh memiliki lebih dari dua pendamping!"
"Peraturan mengatakan aku tidak boleh memiliki lebih dari dua vampire sebagai pendampingku. Dan kau lihat sendiri? Kyungsoo bukanlah seorang vampire, dia seorang manusia. Jadi, selama dia tetap menjadi manusia, dan boleh menjadi pendampingku" jawab Jongin santai.
Sebuah cahaya merah mendorong tubuh Sehun dengan keras hingga ia terdorong keluar dari kamar mandi. Seperti biasa, itu adalah tingkah Jongin yang sesuka hati.
"Arrghh.." Sehun memegangi dadanya yang terasa nyeri akibat dorongan energi Jongin.
"Aku sedang ingin 'bermain' dengan selir baruku, Shi Xun. Kuharap kau tidak mengganggu kami.." ucap Jongin menyeringai. Tiba-tiba pintu kamar mandi tertutup dengan keras dan terkunci rapat.
"Hun-ah…" panggil Kyungsoo.
Tangan Jongin mulai bermain di selakangan Kyungsoo dan membelai kejantanan Kyungsoo yang masih tertutup celana pendek selutut. "Kau hanya boleh memanggil namaku, Kyungie-ah. Kuharamkan bagimu memanggil nama orang lain saat aku tidak ingin mendengarnya"
"ngh…" desah Kyungsoo. Jongin memasukkan tangannya kedalam celana Kyungsoo dan meremas penis Kyungsoo yang masih dalam balutan underwear. Kyungsoo menengok ke samping kanan dan Jongin segera menyambar bibirnya. Melumat bibir Kyungsoo dengan penuh nafsu dan memasukkan lidahnya kedalam mulut Kyungsoo.
Kyungsoo tak melawan, tubuhnya seakan mengiyakan seluruh hasrat Jongin. Matanya terpejam erat menikmati permainan Jongin. "Hmmpph…ngh.."
Tangan kiri Jongin masuk ke dalam kaos ungu muda Kyungsoo dan berhenti di tonjolan kecil di dada Kyungsoo. Jongin mencubit dan menarik-nariknya sampai tonjolan itu memerah dan mengeras.
"ennhh…hhaaa…hhmmmpph.." Kyungsoo menggeliat resah, tubuhnya melemas dan sulit untuk menopang berat tubuhnya sendiri. Kakinya seakan lumpuh sekedar untuk berpijak. Jongin yang mengerti hal itu segera menarik Kyungsoo untuk duduk di pangkuannya tepat di bawah shower yang airnya telah mengalir. Baju keduanya mulai basah terkena guyuran air dari shower, Jongin pun melucuti seluruh pakaian yang mereka kenakan. Tak dihiraukannya Sehun yang terus menerus menggedor pintu kamar mandi dan mencacinya. Kyungsoo terlalu sayang untuk tak dinikmati.
Jongin merebahkan tubuh kecil Kyungsoo di lantai kamar mandi yang basah dan dingin. Terlalu malas untuk berlama-lama dalam foreplay. Ia lebih suka melakukan semuanya dengan cepat, walau kasar. Jongin mengangkat sebelah kaki Kyungsoo dan menumpukannya di pundaknya. Dengan begini ia bisa melihat rectum Kyungsoo dengan jelas. Ia menggesek-gesekkan kejantanannya di manhole Kyungsoo.
"ahh…" desah Kyungsoo sekali lagi. Ia benar-benar telah kehilangan logikanya. Yang ia inginkan saat ini hanyalah Jongin yang selalu menyentuhnya. Gesekan kejantanannya Jongin dengan manhole-nya mampu membuat kejantanannya mengeras dan berdiri.
Jongin menyeringai senang. Ia menuntun kejantanannya masuk ke dalam manhole Kyungsoo. Secara perlahan agar Kyungsoo tak terlalu merasakan sakit, untuk saat ini. Air yang mengalir dari shower sedikit memudahkan Jongin untuk memasukkan kejantanannya.
"aarrrgghhh…hhaaaa…uhhh.." Kyungsoo mencoba mengatur nafasnya. Rasa sakit tak tertahankan kembali ia rasakan saat Jongin memasukkan kejantanannya.
Jongin berhenti sebentar saat kepala kejantanannya berhasil masuk ke dalam manhole Kyungsoo. 'Masih sama seperti dua minggu yang lalu. Sempit dan hangat.'
Setelah Kyungsoo kembali tenang, Jongin menarik nafas lalu menyentakkan kejantanannya secara tiba-tiba hingga masuk sepenuhnya kedalam lubang sempit Kyungsoo.
"AAAKKKHHH….Sakiiitt…" teriak Kyungsoo keras. Airmata mulai mengalir dari ekor matanya. Rasa sakit di bagian bawah tubuhnya benar-benar membuatnya tersiksa. Seakan menjalar ke seluruh tubuhnya.
Jongin kembali menarik kejantanannya keluar dari manhole Kyungsoo dan hanya menyisakan kepalanya saja. Tanpa aba-aba Jongin kembali menyodokkan kejantanannya masuk ke dalam manhole Kyungsoo. Kyungsoo kembali mengerang sakit. Airmata semakin deras membanjiri pipi Kyungsoo. Seakan tak puas untuk menyiksa Kyungsoo, Jongin kembali mengeluarkan kejantanannya dan memasukkannya lagi sedalam-dalamnya.
"Arrgghh…uhh…ahhh…hhaaa…" sakit yang Kyungsoo rasakan mulai bercampur nikmat ketika tubuhnya perlahan menyesuaikan keadaan. Erangannya berubah menjadi desahan-desahan penambah semangat Jongin. Raja Vampire itu semakin cepat menyodok rectum Kyungsoo.
"Ahh! Ngghhh…Hhhaa…aahh…uwaaa…"
"Panggil namaku, Kyungie-ah!" suruh Jongin. Ia mempercepat lagi tempo gerakan in-out-nya.
"uhh….uwaaa….jongin…ummhh…j-jongin…ahh…ennhh…"
Jongin kembali tersenyum senang. Kedua tangannya saling bertautan dengan jemari Kyungsoo. Jongin membungkukkan badannya hingga paha kanan Kyungsoo menempel di dada pemilik tanda ratu itu. Jongin melumat bibir Kyungsoo dengan ganas. Membelit lidah Kyungsoo tanpa menurunkan tempo gerakannya di bawah sana.
Mata Kyungsoo terbuka lebar saat Jongin berhasil menyentuh prostatnya. Ia melepaskan ciuman Jongin secara paksa dan mendesah keras. "UWAAAKKHH….ah-ah-ah-ah…nghh.."
Jongin menggigit bibirnya menahan erangan. Disodoknya berkali-kali titik tersensitif dalam tubuh Kyungsoo yang mulai ia hafal letaknya. Desahan tak pernah lepas dari bibir Kyungsoo.
Jongin memompa kejantanan Kyungsoo saat ia hampir mencapai puncaknya. Ia membalik tubuh Kyungsoo menjadi menungging dan kembali memasukkan kejantanannya secara tiba-tiba.
"uwaaa….ahh-ahh-ahh…uhh.."
"Uhh…Kyungie-ah.." lenguh Jongin. Kejantanannya dihimpit oleh lubang Kyungsoo yang semakin menyempit.
"UWAAAAKKHH…" teriak Kyungsoo saat Jongin kembali menyodok prostatnya. Cairan spermanya keluar membasahi tangan Jongin dan mengalir bersama air shower. Tak berapa lama kemudian Jongin pun mencapai klimaks-nya dan menumpahkan seluruh spermanya kedalam lubang Kyungsoo.
Nafas keduanya terengah-engah. Tubuh Kyungsoo hampir saja terjatuh membentur lantai jika saja Jongin tidak memeluk pinggangnya. Jongin mengeluarkan kejantanannya yang telah melemas secara perlahan dari lubang Kyungsoo dan mematikan shower. Ia bersandar di dinding dengan masih memeluk tubuh Kyungsoo. Entah sadar atau tidak, Kyungsoo memeluk leher Jongin dengan sangat erat dan tertidur dalam dekapan vampire berdarah murni itu.
:: Flashback Off ::
.
.
.
Pagi yang basah menyambut kehadiran selir baru sang Raja Vampire. Deretan vampire berdiri di samping kanan dan kiri jalan menuju pintu utama. Ratu Xi berdiri di depan pintu bersama Sehun di samping kanannya dan Selir Putih di samping kirinya. Jongin melarang Sehun untuk membawa Kyungsoo ke rumahnya karena dia ingin dirinya sendirilah yang membawa si selir baru.
Keadaan vampire yang selalu memakai busana serba putih itu belum sehat sepenuhnya mengingat ia baru saja kehilangan bayinya lagi. Beberapa kali Selir Putih mengernyit sakit dan memegangi perutnya namun ia mencoba untuk menahannya. Seluruh penghuni istana harus menyambut kedatangan selir baru tanpa terkecuali. Jongdae hanya dapat mencuri pandang sesekali untuk memastikan jika Selir Putih masih sanggup untuk tetap berdiri.
Jongin berdiri di depan gerbang rumahnya yang menjulang tinggi. Di samping kanannya ada Kyungsoo yang tak pernah lepas dari genggaman tangannya. Tangan kirinya membawa sebuah payung hitam walau cuaca begitu cerah. Jongin tersenyum simpul melihat raut ketakutan di wajah Kyungsoo.
"Ada apa, Kyungie-ah?" Tanya Jongin. Ia mengecup pelipis Kyungsoo dan membuat namja mungil disebelahnya itu bergetar.
"Apakah istanamu mengerikan? Gelap dan tua?" Tanya Kyungsoo takut.
Jongin terkekeh pelan. "Kau pikir istana vampire itu seperti yang ada di film-film? Gelap, bau, mencekam dan tua? Tidak, sayang! Kami pun juga bermodernisasi. Istana hanyalah sebuah kiasan, tempat ini sama saja dengan rumah-rumah megah dan mewah lainnya, namun memiliki beberapa perbedaan. Jika biasanya rumah itu di kelilingi oleh halaman yang luas, maka rumahkulah yang mengelilingi sebuah halaman yang sangat luas dan di halaman itu kusiapkan kolam-kolam untuk para pendampingku dengan musim yang kuatur sendiri. Seperti sebuah rumah di dalam rumah" jelas Jongin panjang lebar.
Kyungsoo yang belum terlalu paham hanya menganggukkan kepalanya. Ia berjalan dengan bertumpu pada genggaman Jongin dan tongkatnya saat Jongin mulai berjalan beberapa langkah lalu berhenti lagi.
Jongin membuka payung yang ia bawa dan mengangkatnya cukup tinggi agar dapat melindungi tubuhnya dan tubuh Kyungsoo.
"Pemilik kekuatan tertinggilah yang berhak menjadi raja." Jongin membisikkan sebuah mantera (atau lebih bisa di sebut kata kunci) yang teramat pelan hingga hanya bisa di dengar oleh Kyungsoo dan saat itu juga pintu gerbang terbuka lebar. Awan yang cerah berangsur-angsur menghitam dan mulai terdengar suara kilat dan petir. Butiran air mulai terjatuh dari langit disusul oleh butiran-butiran yang lainnya. Kyungsoo hanya dapat mengernyit heran merasakan perubahan cuaca yang begitu drastis.
Tak berbeda dengan Jongin dan Kyungsoo, seluruh vampire yang berada di depan istana segera memakai payung hitam yang sudah mereka siapkan sebelumnya. Terbiasa dengan hujan deras dan petir yang datang sesuka hati karena ulah pemimpin mereka. Tanpa ada orang menyadari, Selir Putih membekap mulutnya dengan kedua tangannya. Tubuhnya bergetar hebat setiap petir memamerkan keunggulannya dalam membelah langit.
TBC.
Gimana chapter 1 nya? Seru nggak?.
Di next chapter akan banyak flashback jadi be sure kalian gak melewatkan semuanya. Karena semuanya terhubung ke Jongin dan juga Kyungsoo nantinya.
Jangan lupa review ya?. saya akan fast update kalau reviewnya bagus hehehe. Annyeong:).
BigThanks to : ParkMinnie. AnnisaFransiska, yolyol1247,Guest,Kyung1225,Seulyong27,Kim8,Lovesoo,Rahma 736,JungCha,Aysnfc3,kkoch11,hlyjsh,Nurfadillah,FarydahKaisoo,xderiyah,dayurinopeach.
