Title : Something Wrong

Genre : school life, romance, gender switch, AU

Pairing : HunHan, ChanBaek, KaiSoo, SuLay.

Rate : Teens

Length & type : Chaptered

.

.

Disclaimer : Cast murni bukan milik author tapi cerita ini milik author.

so...

DON'T BE SIDERS

DON'T PLAGIAT

DON'T BASH

.

.

WARNING! GENDER SWITCH & TYPO!

.

.

.

.

.

Summary :

Keinginannya untuk pindah ke Korea membuat ia bertemu dengan si namja 'beasiswa' yang selalu di bully oleh teman-temannya karena bersekolah di sekolah tempat orang-orang kaya. Namun apa yang akan mereka katakan jika ternyata si namja tampan 'beasiswa' itu ternyata anak kandung dari keluarga Oh -keluarga terkaya sedaratan Asia Timur-?

.

.

.

Preview Chapter 3

"kau menyukainya?" semprot Baekhyun sambil memicingkan matanya pada Luhan.

"nugu?" tanya Luhan sok polos.

"Yak! Jangan pura-pura tidak tahu Xi Luhan!"

"ya ampun Baek. Memangnya kau harus tahu" desah Luhan yang merasa percuma jika melawan Baekhyun yang keras kepala karena ia tetap akan kalah pada akhirnya.

"tentu saja, aku sepupumu Luhan! Bukankah diantara kita tak ada yang disembunyikan?!"

Luhan memang tak bisa membohongi dirinya sendiri jika dia memang menyukai Sehun, tentu dia bukan orang munafik untuk menutupi kenyataan itu.

"sepertinya begitu Baek"

"MWOYA?!"

.

.

.

CHAPTER 4

"Yixing-ah.. ada yang mencarimu dibawah" ujar nyonya Zhang. Yixing mengalihkan pandangannya dari ponsel lalu menatap mama nya itu dengan wajah mengernyit.

"Siapa, ma?" Tanya Yixing sambil menyimpan ponselnya di atas ranjang.

"Mama tidak tahu namanya. Tapi dia seorang namja" Yixing berjengit kaget saat mamanya bilang seseorang itu adalah namja. Yixing pun langsung berlari keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga hingga ia sampai di ruang tamu dan semakin kaget ketika melihat seseorang yang duduk manis di sofa sambil menatap dirinya dengan tatapan memuja.

"Neo!" Ucap Yixing sengit sambil menunjuk tepat di depan wajah namja manis itu.

"Annyeonghaseyo Yixing-ah" sapanya manis.

"Yak! Berhenti membuatku ingin muntah Kim Joon Myeon!" Pekik Yixing sambil menatap Joonmyeon dengan tatapan jijik.

"Kenapa kau selalu menolakku?" Tanya Joonmyeon berubah serius membuat Yixing yang sudah siap menyemprot Joonmyeon lagi langsung terdiam. Ia juga berfikir kenapa ia selalu menolak keberadaan Joonmyeon? Memangnya ada apa dengan Joonmyeon? "Apa aku pernah berbuat salah padamu?" Tanyanya lagi sambil menatap Yixing lekat.

"Yak! Kau ingin mempengaruhi fikiranku, eo?!" Todong Yixing sambil menatap Joonmyeon sengit.

"Mwo?" Joonmyeon tertawa miris lalu mendengus pelan sambil memalingkan wajahnya kemudian ia berdiri "maaf mengganggumu Yixing-sshi. Aku pamit" ujar Joonmyeon dingin kemudian pergi begitu saja membuat Yixing melongok heran.

"Cihh.. memangnya aku peduli" gumam Yixing kemudian kembali lagi ke kamarnya dengan tanpa perasaan bersalah atau apapun.

.

.

.

Sehun berjalan di koridor sekolah sambil menunduk menatap lantai yang ia pijak tanpa menyadari di ujung sana seorang yeoja tengah memperhatikannya dengan tatapan yang sulit di artikan.

Saat Sehun hampir sampai di dekatnya ia keluar dari tempat persembunyian nya dan dengan sengaja menabrakan tubuhnya pada tubuh Sehun membuat Sehun kaget dan langsung mendongak.

"Maaf Sehun-sshi.. aku tidak sengaja" ujarnya pura-pura. Sehun menatapnya datar tanpa minat kemudian pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun pada yeoja itu membuat yeoja itu memekik kesal dalam hatinya karena usahanya untuk mencari perhatian pada Sehun gagal total.

"YAK OH SEHUN!" tak lama terdengar suara teriakan nyaring dibelakangnya kemudian yeoja itu berbalik dan mengepalkan tangannya kala melihat 2 manusia yang tengah saling melempar tatapan yang berbeda. Sehun dengan tatapan jahilnya dan Luhan dengan tatapan sebal nya.

Yeoja bername tag Jung Soo Jung itu menggeram marah melihat bagaimana interaksi antara Sehun dan Luhan yang terlihat begitu akrab dan manis meski dibumbui kejahilan sementara dirinya ingin mengajak Sehun bicara pun sangat sulit.

Dia juga tidak tahu kenapa ia tertarik pada Oh Sehun padahal Sehun hanyalah namja beasiswa yang tak pantas ia sukai.

'Cihh.. jika aku tidak bisa membuatmu tertarik maka aku akan membuatmu menderita. Kau fikir siapa kau berani mengacuhkan ku, namja beasiswa miskin?!' Batin Soojung mengepalkan tangannya kesal kemudian pergi begitu saja dari sana.

"Kau sengaja, eo?!" Tanya Luhan sambil berkacak pinggang dan menatap Sehun garang sementara yang ditatap seperti itu hanya mengangkat bahu tidak peduli.

"Kau saja yang jalannya tak lihat-lihat" cibir Sehun sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana.

"Neo jinjja!" geram Luhan yang sudah berapi-api.

"Apa? Kau mau apa? Kau sengaja ya ingin meㅡ"

"AWAS!" teriak Luhan yang langsung menarik Sehun dan memasang punggungnya untuk melindungi Sehun dari lemparan terigu dan telur yang dilemparkan oleh seorang siswa namja.

Sehun mengerjapkan matanya shock. Kejadian barusan terjadi sangat cepat membuat dirinya butuh waktu untuk bisa mencerna kejadian apa yang baru saja terjadi.

Sehun selamat dari lemparan terigu dan telur busuk sementara Luhan kini sudah penuh oleh bebauan yang tak sedap membuat dirinya marah, emosi dan murka saat ini.

Luhan mengepalkan tangannya marah kemudian berbalik dan menatap ke sekeliling dimana para siswa siswi Tyrone senior high school kini tengah berkumpul dan menatap dirinya juga Sehun yang ada dibelakangnya dengan tatapan antara terkejut, puas dan takut karena ternyata mereka salah sasaran. Bukannya mengenai si namja beasiswa tapi malah mengenai Luhan si cucu mantan jenderal yang dikenal sangat berwibawa dan kaya raya.

"Damn it!" Geram Luhan sambil menatap kumpulan siswa siswi itu dengan tajam.

"KALIAN AKAN DAPATKAN BALASANNYA!" teriak Luhan murka.

Harga dirinya sungguh terinjak-injak saat ini. Bagaimana dirinya yang selalu di manjakan dan selalu mendapatkan apa yang ia mau tanpa perlu merengek sekarang malah mendapatkan perlakuan tidak senonoh seperti ini.

"LUHAN!" teriak Baekhyun, Kyungsoo dan Yixing panik dan segera berlari menghampiri Luhan dan Sehun yang tengah berdiri di tengah-tengah dengan keadaan Luhan yang sangat kotor dan menjijikan.

"Luhan.. apa yang terjadi?" Tanya Yixing lembut namun Luhan tak menjawab sementara Sehun masih berdiri mematung menyadari jika tadi Luhan menariknya dengan keras untuk melindungi dirinya agar terhindar dari lemparan terigu dan telur busuk.

"BERANINYA KALIAN ANAK-ANAK KURANG AJAR!" pekik Baekhyun murka "SIAPA YANG MENYURUH KALIAN?!" teriak Baekhyun sambil melotot menatap satu persatu siswa siswi yang ada disana dengan tajam tanpa ada rasa takut sedikitpun.

Merasa tak ada yang menjawab ia menghampiri salah satu siswi yeoja yang tengah memegang gunting yang entah digunakan untuk apa lalu mencengkram kerah seragam gadis berambut kuning itu tanpa rasa kasihan dan memelototi nya seakan ingin memakannya hidup-hidup.

"MALHAEBWA!" Teriak Baekhyun tepat didepan wajah gadis itu membuatnya bergetar ketakutan "KATAKAN PADAKU BODOH! SIAPA YANG MENYURUH KALIAN MELAKUKAN INI?!" lanjutnya dengan suara 6 oktafnya.

"K-krysyal J-jung" jawabnya tergagap membuat rahang Baekhyun mengeras dan tetap tak melepaskan cengkraman nya pada kerah kemeja gadis itu.

"Baek.. cukup" ujar seseorang panik dan langsung menarik Baekhyun cukup kuat membuat Baekhyun melepaskan cengkraman nya.

"Lepaskan aku, bodoh!" Bentak Baekhyun pada namja yang ternyata Chanyeol itu.

"Chagi.. tenangkan dirimu" bisik Chanyeol lembut namun malah dibalas decihan dari Baekhyun. Ia menghempaskan tangan kekar namja itu yang berada pada lengannya kemudian pergi dari sana menuju ke kelas Krystal Jung untuk memberikan perhitungan pada yeoja menyebalkan itu karena telah berani melukai sepupu manisnya.

Baekhyun bersumpah bahwa Krystal Jung dan anak buahnya yang terlibat dalam kasus ini akan mendapatkan balasan setimpal bahkan Baekhyun akan membuat mereka lebih menderita dari ini.

"Baek.. dia mau pergi kemana?" Tanya Luhan khawatir karena jelas sekali tadi ia melihat kemarahan Baekhyun yang meledak-ledak.

"Sepertinya Baekhyun akan mengamuk sama Krystal Jung" jawab Kyungsoo sambil bergidik ngeri.

"Hei Oh Sehun! Kau harus bertanggung jawab! Luhan kotor karenamu. Kami ingin kau mengantar Luhan pulang bagaimanapun caranya karena kami harus menahan Baekhyun agar tidak membuat keributan" ujar Yixing panjang lebar.

"Baby Lu.. tak apa kan kau pulang dengan Sehun-sshi?" Tanya Kyungsoo lembut.

"Tidak apa Kyungie-ya" jawab Luhan sambil tersenyum manis.

"Arasseo.. kalau begitu kaja kita susul Baekhyun. Kurasa dia akan membuat kelas 12 Sains 5 kacau" ujar Yixing.

"Yeah.."

Baekhyun side

Baekhyun melangkahkan kakinya lebar-lebar menuju kelas 12 Sains 5 dengan wajah yang merah padam dan tangan terkepal kuat.

BRAKK

Baekhyun membanting pintu kelas 12 Sains 5 dengan keras membuat beberapa siswa yang kebetulan sedang berada disana langsung terbelalak kaget.

"DIMANA JUNG SOO JUNG?" Teriak Baekhyun murka membuat semua yang ada disana bergidik ngeri "JAWAB! APA KALIAN TULI?!" Pekik Baekhyun emosi.

"D-dia mungkin sedang di cafetaria bersama teman-teman nya" jawab seorang siswi yeoja berkacamata sambil menunduk.

Dan tanpa berkata apa-apa Baekhyun langsung saja pergi ke cafetaria untuk mencari Soojung dan memberinya pelajaran.

"Kyungsoo apa yang terjadi?" Kai menghentikan langkah Kyungsoo dan Yixing dengan cara menghadang jalan mereka namun tetap memasang wajah datarnya.

"A-anu.. Baekhyun mengamuk karena Luhan dilempari terigu dan telur busuk oleh anak-anak. Lalu seorang siswi mengatakan jika Soojung yang menyuruh mereka melakukan itu" jawab Kyungsoo agak ragu.

"Benarkah?" Gumam Jongin "kalau begitu aku ikut. Kurasa kemarahan Baekhyun akan meledak-ledak" lanjutnya dan diangguki oleh kedua yeoja manis itu.

'Kenapa Krystal membully Luhan? Apa jangan-jangan tadi Luhan tengah bersama dengan Sehun?' Batin Kai resah sambil terus mengikuti langkah kaki dua yeoja di depannya.

Luhan dan Sehun turun dari taxi tepat di depan sebuah mansion besar yang ada di Gangnam dengan penampilan Luhan yang masih kotor dan mengenaskan.

Luhan yang melihat Sehun meraih kantung celananya untuk mengambil uang untuk membayar taxi langsung saja menahan tangan Sehun.

"Biar aku saja" ucap Luhan yang kini menarik Sehun ke belakangnya.

Luhan merogoh saku jas almamaternya dan mengambil beberapa lembar uang yang berjumlah 5x lipat dari ongkos taxi yang harus ia bayar.

"Ahjeossi.. ini ongkosnya" ujar Luhan sambil menyerahkan uang itu.

"Tapi agassi.. ini terlalu banyak" jawab ahjeossi tua itu.

"Gwaenchanha, anggap saja itu biaya untuk mencuci taxi anda. Maaf telah membuat taximu kotor" kata Luhan tidak enak.

"Tapiㅡ"

"Sudah tidak apa-apa. Ahjeossi ambil saja" potong Luhan keras kepala.

"Kalau begitu terimakasih banyak agassi" balasnya kemudian menutup kaca mobilnya dan melaju pergi meninggalkan dua manusia beda jenis itu disana.

"Ini rumahmu?" Tanya Sehun sambil berbalik dan mengamati sebuah mansion mewah yang berdiri kokoh di depannya dengan wajah datar.

"Aniyo. Rumahku di Beijing. Ini rumah harabeojiku" jawab Luhan dengan gummy smile nya sementara Sehun hanya meliriknya lewat ujung matanya tanpa menoleh pada Luhan.

Sehun melihat wajah Luhan yang cantik itu kini sedikit terkotori oleh terigu yang ada pada wajahnya membuat Sehun gemas sendiri untuk membersihkannya.

Tentu Sehun bukan orang munafik yang tak mengakui jika Luhan itu memang yeoja yang cantik dan menggemaskan.

Sehun mengambil sapu tangannya dari saku bagian dalam jas almamaternya kemudian menghapus sebagian terigu yang ada pada wajah cantik Luhan dengan lembut membuat Luhan terpaku sekaligus merona dibuatnya.

"Jangan salah paham. Kau terlihat lebih jelek jika ada tepung di wajahmu. Aku ngeri melihatnya" Sehun berkata datar sambil kembali memasukkan sapu tangannya kedalam jas almamaternya

"Omo! Agashi!" Jonghyun memekik kaget kala melihat nona mudanya berdiri di depan pintu gerbang mansion dengan keadaan yang sangat kotor dan menjijikan.

"Jonghyun-sshi" gumam Luhan sambil menghela nafas lelah.

"Apa yang terjadi nona?" Tanya Jonghyun shock.

"Hanya kecelakaan kecil. Ini bukan apa-apa. Sudahlah" Luhan mengibaskan tangannya santai "ayo masuk" Luhan memberi isyarat pada Sehun lewat dagunya agar mengikuti dirinya masuk kedalam mansion keluarga Byun itu.

'Ternyata keluarganya memang kaya. Pantas saja Kai bisa berakhir dijodohkan dengan Byun Baekhyun'

Krystal Jung dan teman-teman nya terlihat tengah bersulang ria di cafetaria sekolah sambil tertawa puas tanpa menyadari jika Baekhyun tengah berjalan mendekat ke arah mereka dengan emosi yang sudah memuncak di ubun-ubun.

"Kudengar sasaran kita meleset" ucap Amber santai.

"Apa maksudmu?" Itu suara Luna.

"Katanya yang kena lemparan tepung dan telur busuk itu malah Xi Luhan. Anak pindahan dari Amerika itu, kelas bahasa" Amber mengangkat bahunya tak peduli.

"Eii.. jinjja?" Tanya Sulli kecewa.

"Hmm.. kudengar anak baru itu sengaja memasang punggungnya untuk melindungi Sehun" kini giliran Victoria yang buka suara.

"Dasar menyebalkan. So pahlawan sekali dia!" Gerutu Krystal sebal dan menggapai lemon tea nya namun sebuah tangan lebih dulu mengambil cangkir lemon tea itu dan langsung menyiramkannya diatas kepala Krystal membuat Luna, Sulli, Victoria dan Amber shock.

"Heyy.. apa-apaan kau?!" Tanya Sulli nyolot sambil bangkit berdiri.

Yeoja yang ternyata Baekhyun itu menatap Sulli tajam kemudian mengambil gelas lainnya yang berisi Cappucino dan dengan kasar menyiramkannya pada wajah Sulli membuat Sulli menganga tak percaya.

"YAK!" Victoria, Luna dan Amber kini berdiri sambil menggebrak meja karena tak terima teman mereka diperlakukan seperti itu.

"Mwo? Kalian juga mau, ha?!" Tanya Baekhyun dengan suara melengking nya dan mengambil dua gelas lainnya yang entah berisi minuman apa dan kembali menyiramkannya secara kasar pada ketiga yeoja yang membuatnya muak itu.

"NEO!" Krystal bangkit kemudian menatap Baekhyun tajam namun itu sama sekali tak membuat Baekhyun takut malah membuat Baekhyun semakin gencar untuk memberikan pelajaran pada gadis didepannya ini "SIAPA KAU BERANI BERLAKU SEPERTI INI PADAKU?!" pekik Krystal histeris yang otomatis menjadi pusat perhatian seluruh isi cafetaria sejak awal Baekhyun menyiramnya

"Kau tanya aku siapa? Aku BYUN BAEK HYUN! Cucu dari mantan Jenderal Pertahanan Korea Selatan dan putri dari Byun Dae Ryeong. BYUN BAEKHYUN pewaris tunggal Byureong Department Store. Apakah kurang jelas Jung Soo Jung-sshi?" Baekhyun berkata penuh penekanan sambil menatap Krystal tajam.

Krystal menggertakan giginya emosi. Baru kali ini ada yang berani menyiramnya seperti ini. Memang dia akui keluarga Baekhyun itu lebih kaya dan lebih sukses dari keluarganya.

"Apa masalahmu Byun Baekhyun?!" Tantang Sulli geram.

"Shut up! Aku tidak bicara padamu, bitch!" Bentak Baekhyun sambil menunjuk Sulli dengan jari lentiknya.

"Apa yang kau inginkan?" Tanya Krystal menatap Baekhyun tajam.

"Kau!" Baekhyun menunjuk Krystal tepat di depan wajahnya "apa yang kau lakukan pada Luhan, eo?!" Desis Baekhyun dengan wajahnya yang hanya berjarak kira-kira 5 cm dari wajah Krystal.

"Apa yang aku lakukan? Aku tak lakukan apapun! Sepupumu saja yang sok pahlawan dengan melindungi namja beasiswa miskin itu!" Jawab Krystal sengit.

"Neo! Kau fikir siapa kau dapat berbuat seperti itu pada sepupuku?! KAU MURAHAN JUNG SOO JUNG! KAU FIKIR LUHAN ITU SIAPA, HA?!" teriak Baekhyun dengan mata yang hampir keluar dari tempatnya.

Soojung dan ke-4 temannya terdiam membisu mendengar ucapan kasar Baekhyun barusan.

"Byun! Hentikan!" Suho yang entah datang darimana langsung memisahkan Krystal dan Baekhyun membuat jarak di antara mereka.

"Kalian tidak malu? Kenapa kalian bertengkar disini?" Tanya Suho marah.

"Dia yang mulai duluan, Joonmyeon!" Bela Sulli sambil menunjuk Baekhyun sengit.

"SHUT UP YOU BITCH!" pekik Baekhyun dengan mengepalkan tangannya erat.

"Baek.." Baekhyun semakin ingin mencakar wajah Krystal saja saat ia mendengar suara Chanyeol menyerukan separuh namanya "chagi.. tenanglah" Chanyeol merangkul bahu Baekhyun sambil berbisik lembut namun Baekhyun segera menepis tangan nista Chanyeol yang bertengger di bahunya.

"Urusan kita belum selesai Krystal Jung!" Ancam Baekhyun penuh penekanan kemudian segera pergi dari sana tanpa menghiraukan 99% semua pasang mata yang menatapnya ngeri.

"Itu Baekhyun.." Kyungsoo yang berjalan bersama Yixing dan Kai segera menunjuk Baekhyun yang baru keluar dari cafetaria dan berjalan ke arah barat sementara dirinya dan teman-teman nya berjalan dari arah timur.

"Apa masalahnya sudah selesai? Tapi sepertinya cafetaria nya baik-baik saja" celetuk Kai yang langsung mendapat tatapan heran dari Yixing juga Kyungsoo.

"Apa maksudmu dengan 'baik-baik saja', Kai?" Tanya Yixing dengan mata memicing.

"Aniyo" Kai tertawa pelan sambil mengusap tengkuknya canggung.

Jendral Byun dan istrinya begitu tercekat begitu melihat Sehun sedang duduk manis di ruang tamu sambil memainkan ponselnya tanpa menyadari kehadiran keduanya namun mereka segera mengubah raut wajah mereka menjadi biasa saja seakan tak terjadi apa-apa.

"Wahh.. wahh.. siapa yang datang berkunjung?" Tanya tuan Byun sambil tertawa renyah.

Sehun yang tengah memainkan ponselnya pun kaget dan langsung saja menoleh ke sumber suara.

'ahh.. mereka kan harabeoji dan halmeoni nya Luhan dan Baekhyun yang datang waktu itu' batin Sehun kemudian ia berdiri dan membungkuk sopan.

"Annyeonghassaeyo, harabeoji.. halmeoni. Joneun Luhan chinguya Oh Sehun imnida" sapa Sehun dengan suara yang pelan dan terkesan lembut, berbeda sekali dengan Oh Sehun yang biasanya.

"Ne Annyeonghassaeyo.." balas keduanya ramah lalu mereka duduk di seberang Oh Sehun "silahkan duduk kembali, Sehun-ah" titah nyonya Byun dengan baiknya.

"Ye, kamsahamnida halmeoni"

"Kau temannya Luhan, ya? Baru pertama kali ke sini kan?" Tanya tuan Byun dengan senyum pepsodent nya.

"Ne, harabeoji" jawab Sehun pelan dan tak berani menatap mata tuan ataupun nyonya Byun.

Ia sungguh sangat gugup saat ini. Tahukah kalian rasanya saat kalian harus berhadapan dengan calon mertua kalian? Eh? Kenapa calon mertua?

"Kau tampan sekali Sehun-ah" puji nyonya Byun sambil tertawa membuat tuan Byun juga ikut tertawa dibuatnya.

"Kamsahamnida, halmeoni" jawab Sehun pelan dengan wajah yang menunduk.

"Jangan sungkan, nak" ujar tuan Byun membuat Sehun semakin gugup saja "oh.. dimana Luhan? Kenapa dia meninggalkan tamu nya sendiri disini?" Tanya tuan Byun entah pada siapa.

"Mungkin Luhan sedang berganti baju, harabeoji"

"Kau tidak buru-buru kan? Bagaimana kalau kau makan malam disini?" Tawar tuan Byun dengan senyum misterius nya.

"Tidak usah, harabeoji. Akuㅡ"

"Tidak baik menolak ajakan, Sehun-ah.. sudah, kau makan malam disini saja" potong halmeoni membuat Sehun menggigit bibir bawah bagian dalamnya pelan.

'Sial! Kenapa harus terjebak disini? Arggh.. Oh Sehun babo! Bagaimana dengan Appa? Dia memintaku untuk ada saat makan malam dirumah' rutuk Sehun dalam hati.

Tanpa diketahui oleh Sehun, tuan Byun tertawa penuh kemenangan DALAM HATINYA. Tentu saja.

Ia mengambil ponsel canggihnya lalu mengetikkan pesan singkat pada seseorang.

'Sehun akan makan malam di rumahku. Jadi kau jangan panik mencari anakmu ini'

Begitulah isi pesan singkatnya.

.

.

.

Jam sudah menunjukkan pukul 5 malam dan kelas 12 art 2 masih belum keluar juga membuat Kai yang sedari tadi menunggu di depan kelas tersebut menjadi kesal sendiri.

Andai ia tak mementingkan acara pertunjukan nanti, ia tak akan seperti ini. Ia hanya merasa ia punya tanggung jawab saja karena ia ditunjuk langsung oleh salah satu guru seni terbaik di sekolahnya untuk menampilkan couple dance bersama Do Kyung Soo.

Awalnya Kai juga tak mengerti kenapa justru Kyungsoo yang di tunjuk menjadi pasangan dance nya sementara yang ia lihat setelah beberapa kali latihan kemarin Kyungsoo sama sekali tidak mahir dalam urusan ini.

"Huhhh.." Kai menghembuskan napasnya lelah. Ia tidak tahu harus mengajari Kyungsoo dari mana karena anak itu sangat mengerikan dalam urusan menari.

Kai menegakkan tubuhnya yang semula bersandar di tembok setelah melihat pintu kelas 12 Art 2 terbuka dan para siswa mulai berhamburan dari kelas.

Kai memperhatikan setiap siswa yang lewat dan ia baru menemukan Kyungsoo di akhir karena yeoja bermata bulat itu keluar paling akhir entah apa alasannya.

"Do Kyung Soo" panggil Kai datar.

Kyungsoo yang baru beberapa langkah dari pintu pun berhenti kemudian berbalik menghadap Kai.

"Eo? Jongin-sshi?" Kaget Kyungsoo yang langsung mengeratkan pegangannya pada tali tas gendong nya.

"kita latihan lagi hari ini" ujar Kai dengan datar dan dingin. Entahlah... tapi seperti itulah nada yang Kyungsoo dengar, dingin dan tak bersahabat.

"Maaf Jongin, untuk malam ini aku tidak bisa. Aku sudah ada janji makan malam bersama keluarga ku karena sepupuku dari Jepang baru datang. Maaf Jongin-sshi" sesal Kyungsoo yang kini sudah resah, takut jika Kai akan mengamuk padanya.

Untuk sesaat Kai terdiam mencerna kata-kata Kyungsoo yang terasa mengganjal di kupingnya. Sejenak mendengar kata 'makan malam' Kai jadi teringat jika ia juga diminta untuk segera hadir di rumah dan tak melewatkan makan malam karena hari ini tuan Oh sengaja pulang cepat agar bisa makan malam bersama kedua putra tampannya itu.

"Oh.. kalau begitu latihannya kita undur besok" Kai hanya berbicara begitu dan setelahnya ia langsung pergi meninggalkan Kyungsoo yang masih berdiri mematung disana.

.

.

.

Tepat pukul 6 malam keluarga kecil Oh melaksanakan acara makan malam mereka di ruang makan yang tentu nya sangat mewah dan elegan bagaikan suasana di istana.

Keheningan melanda 2 anak adam dan 1 anak hawa itu. Yang terdengar hanya dentingan garpu dan pisau saja yang menemani suasana makan malam ala eropa kali ini.

"Ehmm" Sehyoon tiba-tiba saja berdehem cukup keras kemudian mengambil air minumnya dengan gesture seperti tersedak yang langsung membuat kedua namja yang ada disana langsung memusatkan perhatian padanya.

"Makanya pelan-pelan" ucap Kai sambil sedikit menepuk-nepuk punggung sang adik.

"Hmmm..maaf" jawab Sehyoon pelan karena dadanya masih terasa sesak akibat tersedak.

"Kai, pertunangan mu dengan Baekhyun akan dilakukan menjadi bulan depan" tidak ada angin, tidak ada hujan apalagi petir namun entah kenapa rasanya saat ini Kai bagaikan tersambar petir ketika mendengar ucapan to the point sang ayah tiri.

"Appa.. jebal" melas Kai dengan alis saling bertautan "appa, Baekhyun itu pacarnya Chanyeol! Apa yang akan Chan katakan jika aku bertunangan dengan Baekhyun. Lagipula aku dan Baekhyun hanya sebatas teman!" Bantah Kai kesal dan akhirnya membeberkan satu hal yang belum diketahui oleh ayahnya juga adiknya.

"Apa kau bilang? Baekhyun pacarnya Chanyeol?" Tanya sang ayah merasa kuping nya sudah tidak berfungsi normal.

"Ne. Mereka sudah lama menjadi sepasang kekasih. Aku tidak mau jadi orang ketiga!" Kai mengeratkan pegangannya pada garpu yang ia pegang sementara Sehyoon hanya terdiam tak mau ikut campur.

"Pokoknya aku tidak mau!" Kai berontak kemudian meninggalkan meja makan dengan perasaan yang campur aduk.

.

.

.

Sebuah taxi berhenti di jalanan distrik Gangnam tepat di depan sebuah mansion mewah bak istana yang menjulang tinggi.

Seorang namja turun dari taxi tersebut dengan satu koper besarnya.

"tuan muda.." namja itu menoleh kemudian memberikan poker face nya. Pengawal yang bertugas menjaga pintu gerbang utama pun membungkuk hormat kemudian segera membuka pintu gerbang otomatisnya sebelum tuan mudanya itu marah.

Tokk ~ Tokk

Luhan dan Baekhyun yang tengah asik bermain catur pun langsung menghentikan aktivitas mereka saat mendengar suara ketukan pintu beberapa kali di depan pintu kamar mereka.

"Siapa, Lu?" Tanya Baekhyun dengan wajah sok polosnnya.

"Kenapa bertanya padaku?" Tanya Luhan heran.

"Hmm.. buka sana!" Titah Baekhyun seenaknya padahal ini adalah kamar Luhan.

"Yak!" Teriak Luhan sebal namun ia tetap berjalan dan membuka pintu dan betapa kagetnya dia ketika membuka pintu, wajah sepupu tampannya lah yang muncul.

"KRIS OPPA!" Luhan langsung saja menghambur ke pelukan Kris membuat namja blasteran Korea Canada itu tertawa renyah.

"Mwo? Kris oppa?" Gumam Baekhyun kemudian berdiri dan berlari ke arah pintu dan benar saja, disana ia melihat namja tinggi itu tengah berpelukan dengan Luhan.

"Yak! Oppa!" Panggil Baekhyun dengan suara 4 oktaf nya kemudian bergabung dengan Luhan untuk memeluk tubuh tinggi semampai milik namja bernama Kris Byun itu.

"Oppa kenapa lama sekali sampai di Korea nya? Kan menyebalkan!" Rajuk Baekhyun sambil menarik Kris untuk masuk kedalam kamar Luhan bersama Luhan.

"Cuaca di sana kurang mendukung, Baek. Ada badai salju dan awan cumulonimbus di sekitar daerah penerbangan" jawab Kris sambil membuka mantelnya.

"Cuaca di Canada sedang buruk rupanya" gumam Luhan sambil menerawang kedepan.

"Heol.. oppa makin tinggi saja" ucap Baekhyun polos membuat Kris terkekeh manis.

"Kau saja yang tidak tinggi-tinggi" balas Kris sambil mencubit hidung mancung Baekhyun.

"Oppa sudah bertemu harabeoji, belum?" Tanya Luhan innocent.

"Tentu saja, Lu" jawab Kris sambil mencubit pipi chubby adik sepupunya itu.

Tok Tok Tok

"Masuk!" Suruh orang didalam ruangan itu. Kris pun melangkahkan kakinya menuju kedalam ruangan pribadi kakeknya itu dan saat ia membuka pintu yang pertama kali terlihat adalah bendera negara Korea Selatan yang mengapit sebuah meja kayu kokoh didalam sana.

"Kris.. kau sudah sampai" jenderal Byun langsung menghampiri Kris dan memeluk namja tinggi itu dengan erat, sama halnya seperti Kris.

"Kenapa tidak mengabariku dulu?" Tanya jenderal Byun sambil membawa Kris untuk duduk di sebuah kursi besi yang terbuat dari bekas rudal yang besar.

"Maaf, harabeoji. Aku hanya tidak ingin merepotkan saja. Lagipula aku bisa pulang sendiri" jawab Kris sungkan. Sekian lama tak bertemu kakeknya itu tentu membuat dirinya sungkan dan canggung apalagi dengan sikap tegas jenderal Byun.

"Senang melihatmu tumbuh, nak. Sudah sepatutnya kau memilih jalan mu" ujar jenderal Byun membuat Kris mendesah berat.

"Mianhae, harabeoji. Tapi aku lebih memilih melanjutkan dulu masa SMA ku. Mungkin saat lulus nanti aku baru akan masuk akademi militer" jawab Kris semantap mungkin.

"Apakah harabeoji kecewa?" Tanya Kris saat melihat keterdiaman jenderal Byun.

"Tidak. Keputusanmu bagus, Kris. Lagipula sekarang sudah tengah semester jadi akademi militer juga pasti tidak akan menerima siswa baru" jawab jenderal Byun sambil tertawa renyah "sekarang kau istirahat saja, Kris. Besok kan kau sudah harus mulai sekolah"

"Terimakasih harabeoji. Aku akan menengok Luhan dan Baekhyun dulu" jawab Kris sambil berdiri dan membungkuk pada kakeknya kemudian melenggang keluar dari ruangan berbau militer itu.

"Oppa.. kaja kita makan malam dulu bersama harabeoji dan halmeoni" ajak Luhan sambil menggandeng lengan kekar Kris dan membawanya keluar diikuti oleh Baekhyun.

.

.

.

"Baekhyun, kita harus bicara" Baekhyun tentu kaget saat dirinya tengah berjalan dan tiba-tiba saja seseorang langsung menghadang jalannya dan seseorang itu tak lain dan tak bukan adalah Kim Jong In.

"Heol.. mau apa?" Tanya Baekhyun balik.

"Ini tentang masalah 'itu'" jawab Jongin datar.

"Bicarakan saja disini. Asal jangan kencang-kencang" jawab Baekhyun ketus, alasannya bersikap ketus pada Jongin adalah karena Jongin itu sepupu Chanyeol, MANTAN KEKASIHNYA.

"Pertunangan kita dimajukan dan itu artinya berita tentangㅡ"

"Aku tahu" Baekhyun refleks menyela ucapan Jongin membuat Jongin mengernyit heran karena tak biasa Baekhyun begini kepadanya. Dia jadi berfikir apa Baekhyun tengah dalam masa merah nya?

"Kau tahu sejak kemarin? Kenapa tidak memberi tahu ku?"

"Untuk apa? Toh kau akan tahu sendiri" Baekhyun mendelik tajam pada Jongin.

"Kita harus lakukan sesuatu sebelum itu terjadi. Kau bisa datang bersama Chaㅡ"

"Kita sudah berakhir"

"Kalian putus?"

"Ya"

"Apa?!"

.

.

.

-To Be Continue-

.

.

.

NEXT PART :

"Aku hanya mencintai uangmu Oh Sehun! Pergi kau dari hidupku karena mulai sekarang kita berakhir"

'Tapi, bagaimana reaksi Kai jika aku mengusulkan untuk agar dia pura-pura berpacaran dengan Kyungsoo?'

"Kris oppa kenapa memukul Seokjin?"

"tak ada yang perlu dibicarakan denganmu"

"Tidak Baek. Ini salah paham. Ku mohon dengarkan aku"

"Aku benci melihat wajah sok polos mu itu Xi Luhan. Aku ingin kau pergi dari hidupku"

"Apa Baekhyun tertekan karena pertunangannya yang tinggal 1 minggu lagi?"

"Kris, Baek.. kalian berangkat sekolah saja. Kami akan bawa Luhan ke rumah sakit"

"Dan dia terus mengigau nama Oh Sehun dalam tidurnya"

"Kenapa Luhan terus mengigau nama Sehun?"

.

.

.

Gomawo untuk kalian yang sudah review.

Makasih, makasih, makasih, makasiiiihhh.. o

Mianhae kalau belakangan ini kebanyakan ChanBaek nya soalnya author pas-in sama nanti di chapter yang lebih lanjut tentang HunHan nya.

Nanti kalian juga ngerti ne? ≧﹏≦

Tunggu ya di chapter depan nanti zyyeoliee bakal jelasin kisah cinta suram(?)nya Oh Sehun

Jadi.. di tunggu yaaaa...

Pay pay..

zyeoliee