Cast : Cho kyuhyun as kim kyuhyun (17 yo)

Choi siwon (34 yo)

Kim kibum (18 yo)

Kwon yuri (29 yo)

Kim young woon/kangin as kyuhyun appa (36 yo)

Park (kim) jung soo/ leeteuk as kyuhyun umma (37 yo)

Cast lain muncul seiring berjalannya waktu J

Chapter 1

-incheon airport-

Seorang namja tampan berusia sekitar 30 tahunan baru saja keluar dari pintu kedatangan luar negeri, namja tampan itu –siwon- menyeret kopernya menjauhi keramaian menuju ke luar kawasan bandara incheon untuk mencari taksi. Setelah mendapatkan taksi siwon langsung memberitahu kemana tujuannya oleh supir. Selama diperjalanan siwon selalu melihat keluar jendela menikmati pemandangan kota seoul yang sudah 11 tahun dia tinggalkan untuk mengembangkan karirnya di negeri paman sam. Bukan hal yang sia – sia karena dia sukses menjadi aktor yang sangat laris dengan bayaran mahal dan memainkan peran di banyak film yang merajai box office, mengantarkannya meraih banyak penghargaan bergengsi, hal yang harus dia bayar dengan rasa rindunya pada kampung halaman dan juga teman – temannya.

Setelah beberapa menit menikmati kota seoul siwon mengingat sesuatu dia lantas mengambil smartphonenya dan mulai menghubungi seseorang.

"yoboseo" suara berat seseorang di seberang sana

Senyum siwon terkembang "yoboseo kangin hyung" ucapnya ceria

"nugu?"

"aishhh hyung tidak mengingatku? Ini Siwon hyung"

"mwo?! Si – siwon-ah? Jeongmal?"

Siwon terkekeh kecil mendengar nada kekagetan kangin "ne hyung, bogoshipo"

"aigo siwon-ah nado bogoshipo, kau kemana saja adik kurang ajar tidak pernah menghubungiku bahkan mengganti nomormu !" ucapnya emosi

"mianhae hyung, aku sangat sibuk disana" jawab siwon menyesal

"hahhh dasar aku tau kau aktor terkenal"

"bukan begitu hyung, emmm hyung aku sudah di seoul"

"mwo? Kau bahkan tidak memberitahuku lebih dulu kalau kau akan pulang"

"ini kejutan hyung"

"aissshhh cepat kemari kau agar aku bisa memukulmu"

"aku sedang dalam perjalanan menuju rumahmu hyung"

"baiklah kututup telponnya, aku menunggumu di rumah"

"ne hyung" klik telepon dimatikan, siwon memasukkan kembali smarthphonenya ke dalam saku kemejanya.

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit sampailah siwon di mension megah keluarga kim. Siwon memandangi rumah yang cukup sering dia kunjungi dulu, membangkitkan rasa rindunya yang sangat amat mendalam. Senyum tak pernah lepas dari bibir tipis siwon menampilkan dua lesung pipinya yang menawan. Perlahan dilangkahkan kakinya memasuki mansion mewah itu.

TING TONG ditekannya bel yang terletak di samping pintu.

CEKLEK pintu terbuka, munculah namja cantik yang masih terlihat sangat cantik diusianya yang menginjak 40 tahun, namja cantik itu mematung saat melihat siapa namja yang berdiri di depannya yang masih setia menampilkan senyumnya.

"teukkie hyung" panggil siwon pada leeteuk yang masih setia mematung didepannya.

"si-siwonnie" panggilnya agak ragu

"ne hyung" jawab siwon

BRUKKK leeteuk langsung menubruk tubuh yang lebih kekar dan lebih tinggi darinya itu "hiks hiks siwonnie, bogoshipo" ucapnya sambil menangis

Siwon balas memeluk namja yang sudah dia anggap sebagai hyungnya sendiri itu "nado bogoshipo hyung" balasnya sambil berusaha menenangkan leeteuk yang masih menangis.

"siwon-ah kau sudah datang" tiba – tiba kangin datang menghampiri mereka

"chagi hiks siwonnie" leeteuk beralih memeluk suaminya

"ssttttt ne sudah jangan menangis siwonniemu sudah pulang" ucap kangin menenangkan isterinya

"hiks adik bodoh kenapa baru kembali" leeteuk memukul bahu siwon pelan

"mianhae hyung'

"sudahlah ayo masuk siwonnie kita mengobrol didalam"

Siwon melihat – lihat keadaan rumah keluarga kim, tidak banyak yang berubah dari rumah ini, semuanya masih tertata apik siapa lagi yang merawatnya kalau bukan sang nyonya rumah.

"duduklah hyung akan buatkan minuman" ucap leeteuk

Siwon menyamankan dirinya di sofa bersama kangin.

"bagaimana pekerjaanmu siwon-ah?"

"semuanya baik hyung, dan aku akan membintangi drama dan film baru di korea"

"wahhh aku tau sejak dulu kau pasti akan sukses, hyung tisak pernah meragukanmu" ujar kangin bangga

"aishh hyung kau membuatku malu"

"hyungmu benar siwonnie kau memang hebat" ucap leeteuk sambil meletakkan segelas teh ginseng untuk siwon lalu mendudukkan dirinya di samping kangin. "kau akan menginap disini kan?" tanya leeteuk

"aku berencana akan menginap di hotel hyung sampai apartemenku siap digunakan" jawab siwon, kenapa dia tidak tinggal di rumah keluarganya jawabannya adalah karena keluarga siwon memutuskan untuk menetap di amerika beberapa tahun lalu.

"apa kau tidak menganggap kami? Menginaplah disini" bujuk leeteuk

"tapi hyung...aku tidak ingin merepotkan kalian"

"tidak ada yang direpotkan, dan hyung memaksa" ucap leeteuk tegas, ohh leeteuk memang sangat baik seperti malaikat tapi kalau sifat memaksanya sudah keluar jangan harap ada yang bisa membantahnya

"hah baiklah" pasrah siwon

Leeteuk tersenyum senang "kamarmu masih di tempat yang lama siwonnie istirahatlah hyung tau kau lelah"

"ne hyung"

Siwon melangkahkan kakinya menaiki tangga, menuju kamar yang biasa dia gunakan saat menginap di kediaman kim, kakinya berhenti melangkah saat melewati sebuah kamar yang pintunya tertutup, kamar seseorang yang sangat dia sayangi dan rindukan, babykyunya. Siwon melangkah mendekat menyentuh pintu kamar bercat cokelat itu, dulu saat kyuhyun berumur 5 tahun tertempel gambarnya dan juga kyuhyun di pintu kamar itu gambar khas anak kecil yang acak – acakan gambar dua orang yang saling bergandengan dengat tulisan "kyu dan siwon", namun sekarang digantikan dengan gambat salah satu karakter game dan tulisan "my room". Masih teringat jelas diingatan siwon apa saja yang dia lakukan di kamar kyuhyun, menemani bocah lucu itu beramain, membacakan kyuhyun dongeng sebelum tidur bahkan menemani kyuhyun bersembunyi dari leeteuk yang memaksa bocah itu memakan sayurnya. Senyum siwon terkembang membayangkan semua ingatan tenteng kyuhyun yang tidak pernah dia lupakan, membuat rasa bersalahnya semakin besar pada kyuhyun. Babykyunya sekarang pasti sudah besar, dan apakah dia masih manis seperti dulu, masih manja dan suka merajuk kalu dipaksa memakan sayur? Siwon sangat ingin bertemu kyuhyun namun dia sangat takut, takut kyuhyun membencinya karna meninggalkannya 11 tahun lalu, dan kata –kata leeteuk yang mengatakan bahwa kyuhyun sedang pergi ke rumah temannya membuatnya sedikit lega setidaknya dia memiliki sedikit waktu untuk menenangkan hatinya. Setelah puas memandangi pintu kamar kyuhyun siwon meneruskan kembali langkahnya ke kamar yang terletak persis di sebelah kamar kyuhyun.

"umma kyu pulang!" teriak seorang namja manis sambil memasuki rumahnya, diletekkan tas berisi beberapa kaset game yang baru dimainkan bersama temannya ke sofa lalu dilanjutkan dengan menjatuhkan dirinya di sofa empuk itu merilekskan tubuhnya yang seharian terduduk di depan layar tv.

"aigo babykyu sudah pulang" leeteuk menghampiri putera semata wayangnya itu sambil membawa segelas jus apel, diusapnya rambut cokelat kyuhyun yang sedikit ikal penuh sayang "kajja minum jusnya"

Kyuhyun meminum sedikit jus yang dibuat ummanya, lalu namja berusia 17 tahun itu menyenderkan kepalanya ke bahu sang umma manja.

"babykyu lelah? Kan umma sudah bilang jangan terlalu banyak main game dengan kibum"

"ahhh umma selain main game apa yang bisa kyu lakukan?"

"membantu umma memasak mungkin" jawab leeteuk

"huhhh itu adalah kegiatan terakhir yang akan kyu pilih saat sedang senggang kecuali umma memang mau dapur kebanggan umma hancur berantakan" ucap kyuhyun dengan nada yang dibuat mengerikan yang justru terdengar lucu.

Hmmmm leeteuk menghela nafas pendek, lalu mengusap punggung puteranya yang sekarang bahkan tingginya melebihi dirinya, babykyunya yang manis, manja dan sedikit cengeng namun jahil sekarang sudah besar, leeteuk sangat menyayangi putera tunggalnya ini, bukan hanya karena setelah dia melahirkan kyuhyun dokter menfonis dirinya tidak akan punya anak lagi namun juga karena daya tahan tubuh kyu yang sangat mudah drop semenjak dirinya demam tinggi sampai kejang saat berusia 5 tahun.

"babykyu mandi dulu ne, setelah itu kita makan bersama appa"

"appa sudah pulang?"tanya kyuhyun heran karena biasanya sang appa akan pulang larut malam

"ne, karna ada tamu spesial" jawab leeteuk dengan senyum misterius

Kyuhyun mengerutkan keningnya sambil memiringkan kepalnya, sangat imut menurut sang umma sampai membuat namja cantik itu mencubit pipi kyuhyun yang gembil. "uhhh umma sakit" ucap kyuhyun sambil melepas tangan ummanya.

"kkekke anak umma memang sangat menggemaskan"

"umma kyu sudah besar" protes kyuhyun

"lalu kenapa? Babykyu tetap baby kecil umma yang lucu dan menggemaskan" ucap leeteuk mendatangkan kerucutan di bibir plumy kyuhyun membuatnya nampak seratus kali lebih menggemaskan.

"ahhh sudahlah umma kyu mau mandi" kyuhyun langsung kabur menuju kamarnya daripada harus menerima cubitan 'sayang' lagi dari sang umma.

.

.

Kyuhyun memasuki kamarnya yang bernuansa baby blue, tidak berubah sejak dia kecil dulu namun bedanya apabila dulu kamarnya dipenuhi dengan mainan anak – anak sekarang kamarnya dipenuhi dengan kaset game dan peralatan console gamenya. Kyuhyun mendudukkan dirinya di kasur, tiba - tiba dia kembali teringat dengan ucapan ummanya tentang tamu spesial, cukup membuat kyuhyun penasaran karna bisa membuat appanya yang super sibuk pulang kerumah lebih cepat. Setelah beberapa menit dan tidak bisa menemukan jawabannya kyuhyun dengan cuek menyambar handuknya dan masuk ke kamar mandi.

Setelah mandi kyuhyun berganti pakaian dengan pakaian yang cukup simpel, hanya kaus lengan panjang berwarna krem dan celana pendek hitam selutut membuat dia tampak seperti bocah di tambah dia tidak mengeringkan rambutnya membuat rambutnya menjadi terlihat lebih panjang, he is so adorable. Setelah memastikan dirinya sudah tampan –manis menurut sang umma- kyuhyun melangkahkan kakinya hendak keluar kamar, tepat saat kyuhyun keluar dari pintu kamarnya ternyata ada seseorang juga yang sedang melewati depan kamarnya membuat tabrakan tidak bisa dihindari, tubuh kyuhyun yang nyatanya lebih kecil dari orang yang ditabraknya agak terdorong dan membuatnya jatuh terduduk dilantai.

"Auhhhh" lenguh kyuhyun saat merasakan pantatnya menyentuh lantai dengan agak kasar menyebabkan sedikit nyeri.

"ahhh mianhae" ucap namja yang ditabraknya sambil berusaha menarik tangan kyuhyun. dan tepat saat tangan hangat itu menggenggam tangannya kyuhyun mengangkat wajahnya, menyebabkan mata sewarna lelehan karamel itu bertemu pandang dengan manik hitam yang menatapnya khawatir, seketika itu juga dunia kyuhyun serasa berhenti, timbul rasa geli diperutnya, rasa geli yang menyenangkan, tampa menyadari namja didepannya juga merasakan hal yang sama.

TBC

ini dia chap 1nya, maaf kalau mengecewakan saya masih belajar hhe ...

terima kasih pada teman – teman yang mau membaca dan meriview, saya benar – benar sangat menghargainya ... maaf belum bisa membalas riview kalian tapi bener kok saya baca, sekali lagi terima kasih #hug