Cast : Cho kyuhyun as kim kyuhyun (17 yo)
Choi siwon (34 yo)
Kim kibum (18 yo)
Kwon yuri (29 yo)
Kim young woon/kangin as kyuhyun appa (36 yo)
Park (kim) jung soo/ leeteuk as kyuhyun umma (37 yo)
Cast lain muncul seiring berjalannya waktu J
Chapter 2
Seluruh keluarga kim dan juga siwon saat ini sedang menikmati makan malam lezat buatan leeteuk, ah sepertinya hanya leeteuk dan kangin saja yang menikmati makan malam ini sedangkan dua namja lainnya terlihat belum menyentuh makanan mereka. Namja termuda yang ada di ruangan itu –kyuhyun- sejak tadi hanya mengaduk makanannya dia bahkan tidak protes saat leeteuk meletakkan sayur di piringnya, sedangkan siwon sejak tadi hanya memandangi kyuhyun yang melamun entah memikirkan apa. Siwon jadi teringat pertemuan tidak terduganya tadi dengan kyuhyun ...
Flashback (siwon pov)
"ahhh mianhae" ucapku sambil menarik tangan namja yang menabrakku, membantunya berdiri. Saat itu juga dia mengangkat wajahnya, memperlihatkan matanya yang begitu indah dan jernih, wajahnya yang sangat manis ahhh aku pasti terlihat sangat bodoh saat ini karna memandangi seorang namja begitu intens. Entah berapa lama kami berpandangan sampai aku menyadari sesuatu, wajah manis itu, warna mata itu, aku sangat mengenalnya, tunggu dulu, bukankah namja ini baru saja keluar dari dalam kamar babykyu? Berarti ... aishhh bodohnya kau choi siwon bagaimana kau tidak mengenali babykyumu sendiri. Entah kenapa aku jadi sangat gugup.
Kulihat kyuhyun mulai berdiri lalu mengusap pinggulnya sambil mendesis pelan, aku jadi merasa bersalah. "gwenchana?" tanyaku lembut. Kyuhyun memandangiku sebentar lalu mengangguk membuat rambutnya bergoyang ringan, ah dia masih tetap menggemaskan, ingin sekali kupeluk tubuhnya erat – erat mengobati rasa rinduku ini.
"nuguya?" ucapnya tiba – tiba sambil memandangiku penuh tanya
"emmm ..." jujur ada sedikit rasa sesak saat kyuhyun tidak menganaliku tapi itu wajar saat itu dia masih sangat kecil dan aku sekarang sudah agak berubah. Kulihat dia masih menunggu jawabanku, membuatku gugup, aku tidak pernah segugup ini saat berhadapan dengan siapapun, aku seorang aktor terkenal yang banyak dipuja banyak orang, orang lain bahkan sangat segan padaku, jangan anggap aku sombong tapi ini memang kenyataan, bahkan saat aku berhadapan dengan appaku aku tidak pernah segugup ini, tapi seorang kim kyuhyun, namja berusia 17 tahun ini mampu membuatku tidak berkutik.
(siwon pov end)
"apa ahjussi teman appa?" tanya kyuhyun lagi namun namja didepannya tetap diam
"a-aku emmm.."
"siwonnie, babykyu kenapa masih disini" tiba – tiba leeteuk datang menghampiri mereka, membuat siwon menghela nafas lega, sedangkan kyuhyun mengerutkan dahinya bingung saat mendengar kata 'siwonnie' dari mulut leeteuk, kyuhyun merasa familiar dengan panggilan itu, namun kyuhyun harus menahan rasa penasarannya terlebih dahulu karena leeteuk sudah menggandeng tangannya dan juga siwon menuju meja makan.
.
.
Kalau orang bilang di meja makan tidak boleh berbicara untuk menjaga kesopanan itu tidak berlaku dalam keluarga kim, kangin sangat suka mengajak keluarganya mengobrol sebelum makan, alasannya saat makan adalah saat seluruh anggota keluarga akan berkumpul, suasana yang sangat hangat dan sangat pas untuk berbagi cerita, karena itu kangin tidak ragu menanyai siwon dengan berbagai pertanyaan sambil menunggu leeteuk mengambilkan makanannya.
"sudah lama kita tidak makan bersama siwon-ah" ujar kangin sambil menepuk pundak siwon yang duduk di kirinya.
"ne hyung, aku juga sangat merindukan suasana seperti ini, saat di amerika aku hanya ditemani manager hyung"
"makanlah yang banyak kau pasti merindukan masakan hyung" ucap leeteuk sambil mengambilkan nasi dan juga lauk pauknya untuk siwon setelah sebelumnya mengambilkan untuk kangin.
"ne gomawo hyung" siwon tersenyum
Kyuhyun sejak tadi hanya memandangi tiga orang dewasa yang agak melupakannya dan asik mengobrol sendiri, membuatnya semakin penasaran siapa namja yang duduk didepannya ini. "umma" kyuhyun memberanikan diri memanggil leeteuk, membuat ketiga orang dewasa itu menatapnya "siapa ahjussi ini?" tanyanya tidak sopan sambil menunjuk siwon
Leeteuk dan kangin berpandangan sebentar lalu kembali memandang kyuhyun "kyu tidak ingat?" tanya leeteuk balik menghasilkan kerutan di dahi kyuhyun "dia ini siwon ahjussimu" lanjut leeteuk lagi, kyuhyun terdiam sambil berfikir keras sampai dia mengingat sesuatu lalu pandangannya beralih pada siwon yang sedang menatapnya harap – harap cemas.
"si-siwon ahjussi? Maksud umma ciwon ahjussi" leeteuk mengangguk, ya kyuhyun ingat sekarang pantas saja dia merasa sangat familiar pada namja di depannya ini, walaupun ingatannya samar – samar tapi kyuhyun masih sangat jelas mengingat ahjussi yang disayanginya ini, yang selalu mengajaknya bermain, membacakan cerita dan yang .. meninggalkannya. Setelah mengatahui yang sebenarnya kyuhyun hanya diam, sibuk dengan fikirannya sendiri, ada rasa senang, sedih, rindu, marah. Membuatnya tidak tahu harus berekspresi apa sehingga dia hanya memilih diam.
Flashback end
"baby kenapa tidak dimakan? Apa masakan umma tidak enak" tanya leeteuk melihat kyuhyun hanya mengaduk – aduk makanannya
"anni, kyu hanya masih kenyang tadi kyu sudah makan di rumah kibum hyung" dustanya.
"ya sudah kalau begitu minum susu saja ne"
"ne umma" kyuhyun langsung meminum susunya. "umma bolehkah kyu ke kamar, kyu banyak tugas" ucap kyuhyun setelah menghabiskan susunya
"emm baiklah" pasrah leeteuk, setelah mendapat persetujuan dari leeteuk kyuhyun langsung mengecup pipi appa dan ummanya sebagai ucapan selamat malam dan langsung berjalan menuju ke kamarnya tampa memandang siwon sedikitpun.
Siwon memandangi punggung kyuhyun yang semakin menjauh dengan tatapan sedih, dia sangat berharap kyuhyun berbicara padanya, semarah itukah kyuhyun sampai memandangnya saja tidak mau.
"maafkan kyu siwonnie, mungkin dia hanya kaget" ucap leeteuk yang sepertinya mengerti perasaan siwon.
Siwon mencoba tersenyum "tidak papa hyung aku mengerti, lagipula ini salahku"
.
.
Sekali lagi siwon berhenti di depan kamar kyuhyun, sejak kapan dia menjadi seorang pengecut? Padahal saat ini kyuhyun dan dirinya hanya dipisahkan oleh sebuah pintu bercat cokelat. Dengan agak ragu siwon mengetuk pintu kamar kyuhyun
TOK TOK TOK
Siwon menunggu beberapa saat sampai pintu terbuka, menampilkan kyuhyun yang sepertinya kaget dengan kedatangannya namun berhasil ditutupi dengan baik oleh ekspresi datarnya.
"babykyu" panggil siwon lembut
"ada perlu apa?" ucap kyuhyun datar
"bolehkah ahjussi bicara denganmu?"
Kyuhyun nampak ragu, namun tidak lama dia bergeser posisi berdirinya, tanda mempersilahkan siwon masuk kekamarnya lalu kembali menutup pintu. Siwon memasuki kamar kyuhyun, tidak banyak yang berubah, warna catnya masih berwarna baby blue dan mungkin yang berubah adalah pernak – pernik yang terpajang di kamar kyuhyun sudah bukan lagi ornamen khas anak - anak.
"ahjussi bilang ingin bicara padaku?" tanya kyuhyun menyadarkan lamunan siwon
"ne, emm babykyu bagaimana kabarmu?" tanya siwon basa – basi.
"seperti yang ahjussi lihat aku baik – baik saja" jawab kyuhyun datar
Setelah mendengar jawaban kyuhyun siwon terdiam kembali, sebenarnya banyak yang ingin siwon tanyakan namun melihat keengganan kyuhyun menjawab pertanyaannya membuat siwon ragu.
"apa ahjussi datang ke kamarku hanya ingin menanyakan hal ini?" kali ini kyuhyun yang membuka suara.
"n-ne? Tentu saja, ahjussi ingin tau keadaanmu, ahjussi menghawatirkanmu" bohong siwon sebenarnya dia ingin bilang kalau dia sangat merindukan kyuhyun dan ingin memeluknya.
"seperti yang kukatakan tadi, aku baik" kyuhyun terdiam sejenak lalu melanjutkan kembali "aku baik – baik saja walaupun ahjussi meninggalkanku, kalau itu yang ingin ahjussi ketahui"
Ucapan kyuhyun benar – benar menohok hati siwon membuat rasa bersalahnya semakin besar, dirinya merasa sangat egois bagaimana mungkin dia tega meninggalkan kyuhyun kecil yang saat itu sangat bergantung padanya dan membuatnya menangis.
"apa ahjussi sudah selesai? Kalau sudah lebih baik ahjussi keluar aku mau tidur" ucap kyuhyun sambil membuka pintu kamarnya lebar – lebar meminta siwon keluar.
BRAKK
Bukannya keluar siwon justru menutup kembali pintu kamar kyuhyun, lalu memandang namja manis itu tepat di iris caramelnya. "tidak kyu, ahjussi belum selesai" ucap siwon, kyuhyun hanya terdiam karena kaget, melihat kyuhyun diam siwon tidak menyianyiakan kesempatan untuk mengeluarkan semua yang ada difikirannya. "dengar, ahjussi tau kyu marah dan kecewa, dan ini semua salah ahjussi, tapi izinan ahjussi menjelaskan semuanya". Siwon menarik nafas sejenak "babykyu harus tau, ahjussi sangat menyayangimu, bahkan mungkin melebihi rasa sayang pada orang lain dan pada diri ahjussi sendiri, ahjussi juga merasakan sakit saat kyu menangis, juga saat kita berjauhan, sudah cukup sulit bagi ahjussi untuk menahan diri agar tidak kabur dari amerika dan menemuimu selama sebelas tahun ini. Tapi yang harus kyu tau ahjussi melakukan semua ini bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untukmu, ahjussi ingin menjadi orang yang bisa kyu banggakan". Siwon kembali menghela nafasnya lelah, entah kenapa hal ini sangat menguras emosinya. Kyuhyun masih tetap diam. "ahjussi benar – benar minta maaf karena hal ini sangat menyakitimu dan sangat mengerti kalau kyu tidak mau memaafkan ahjussi, hanya ini yang bisa ahjussi katakan kyu, maaf mengganggu waktu istirahatmu, sekarang tidurlah" ucap siwon lalu hendak keluar kamar kyuhyun sebelum sebuah suara menghentikannya.
"kalau hhiks ahjussi tau itu menyakitiku hhiks, k-kenapa ahjussi tetap pergi?" tanya kyuhyun sambil terisak, sepertinya namja manis ini sudah tidak bisa menahan emosinya.
Siwon merasakan dadanya sesak, selalu seperti ini saat dia melihat kyuhyun kesakitan ataupun menangis, apalagi kyuhyun menangis karenanaya. Siwon menatap kyuhyun sendu "babby..."
"HENTIKAN! Kali ini biarkan aku yang bicara" ucap kyuhyun keras membuat siwon menghentikan ucapannya.
"h-hiks ahjussi tidak tau kan kyu selalu menunggu ahjussi datang setiap hari, ahjussi juga tidak tau kyu sering sakit karena kelelahan menunggu ahjussi, kyu juga selalu menunggu saat ulang tahun kyu agar ahjussi bisa menemani kyu tiup lilin, tapi ahjussi tidak pernah datang hhiks" kyuhyun mendudukkan badannya dikasur sambil mengusap air matanya kasar, rasa kecewanya begitu besar pada siwon.
"baby.."
"aku sangat membenci ahjussi, aku sangat membencimu!" kyuhyun menyembunyikan wajahnya di telapak tangannya, masih terisak keras.
Siwon sangat ingin memeluk kyuhyun, menenangkan namja manis itu seperti yang biasa dia lakukan dulu, tapi kali ini berbeda, kalau dulu kyuhyun akan dengan senang hati menerima pelukannya, namun kini mungkin kyuhyun akan menolak pelukannya, mendengar kyuhyun mengatakan bahwa dia membenci siwon, bahkan lebih menyakitkan dari hujatan para antisnya, siwon tidak perduli kalau semua orang di dunia membencinya tapi jangan dengan kyuhyunnya, siwon tidak mengerti mengapa, tapi mendengar kyuhyun mengatakannya membuat dunia siwon seakan berhenti berputar.
"ti-tidak kyu kumohon" tanpa terasa air mata siwon mengalir dengan sendirinya.
"k-kenapa ahjussi menyakitiku sampai seperti ini?, kenapa ahjussi kembali saat aku mencoba melupakan ahjussi?"
"maaf" sesal siwon
"maaf, apa hanya itu yang bisa ahjussi katakan?"
"maafkan ahjussi kyu, tapi kalau kau meminta ahjussi untuk pergi ahjussi akan melakukannya, kalau itu bisa mengobati lukamu dan bisa membuatmu bahagia ahjussi akan melakuannya" ucap siwon mantap walaupun hal itu sangat menyakiti hatinya. Siwon melangkahkan kakinya keluar kamar kyuhyun namun sepasang tangan berkulit putih pucat memeluknya erat dari belakang.
"jangan pergi lagi hiks, kyu mohon ahjussi" isak kyuhyun di punggung siwon
"kyu?"
"kyu akan tambah membenci ahjussi kalau ahjussi meninggalkan kyu lagi" ucap kyuhyun mengetarkan pelukannya.
"apa maksudmu kyu? Bukankah kyu membenci ahjussi?" siwon membalikkan badannya untuk memandang wajah kyuhyun yang basah dengan air mata.
"tentu saja, ahjussi sangat jahat, tapi kyu tidak bisa benar – benar membenci ahjussi"
"maksudmu?" siwon masih tidak mengerti
"kyu hanya kesal kenapa ahjussi kembalinya lama sekali, " kyuhyun memukul – mukul dada siwon untuk meluapkan kekesalannya.
"benarkah kyu?" tanya siwon tidak percaya
"he-um, kyu juga sayang ahjussi" ucap kyuhyun tulus.
"jadi apakah kyu memaafkan ahjussi?" ucap siwon penuh harap.
"tentu saja tidak semudah itu, ahjussi sudah membuat kyu sedih" namja 17 tahun itu mempout bibirnya kesal, ppipinya menggembung ditambah masih ada jejak air mata dipipinya membuatnya nampak sangat menggemaskan.
"apa yang harus ahjussi lakukan?"
Kyuhyun tersenyum "ahjussi harus menuruti semua permintaan kyu" ucap kyuhyu
"baiklah, akan ahjussi lakukan apapun agar kyu mau memaafkan ahjussi" siwon menghela nafas lega
"tentu saja harus" kyuhyun berkacak pinggang "ahh yang pertama ahjussi tidak boleh meninggalkan kyu, janji?" titah kyuhyun sambil mengacungkan kelingkingnya.
"janji" jawab siwon sambil mengaitkan kelingkingnya pada kelingkingnya "apa itu saja?"
"tentu belum, tadi kan kyu bilang yang pertama, eemmm yang kedua ahjussi harus membelikan kyu PSP dan kaset game baru dan harus limited edition" pinta kyuhyun
"bahkan seluruh dunia ini akan ahjussi berikan pada kyu" ucap siwon membuat kyuhyun melonjak senang, ahh sepertinya kyuhyun masih sama seperti sebelas tahun yang lalu, pikir siwon saat melihat tingkah kekanakan kyuhyun.
"gomawo ahjussi, saranghae. Emm kalau begini kyu memafkan ahjussi dua puluh persen"
"kenapa sedikit sekali?"
"kalau ahjussi membelikan kyu es krim kyu akan memaafkan ahjussi tiga puluh persen"
"kalau di tambah permen kapas dan bermain di sea world?"
"ahh, jinja? Kalau begitu lima puluh persen, ahjussi memang yang terbaik" kyuhyun memeluk siwon lalu mereka tertawa bersama.
biarkanlah mereka bahagia untuk kali ini, biarkan mereka menikmati rasa sayang yang mereka miliki satu sama lain, karena kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi esok hari. Apakah rasa sayang itu masih tetap sama? Atau justru membawa mereka pada perasaan yang akan membawa mereka pada rasa sakit?
TBC
Hello hello aku datang dengan chap 2nya...
Hemmmm pekerjaan yang berat banget menyelesaikan chap ini, karena waktu luangku cukup sedikit akhir – akhir ini, jadi maaf kalau mengecewakan teman – teman. Aku sudah sangat berusaha menyelesaikannya sebaik mungkin, tapi tentunya masih banyak kekurangan, karena itu aku boleh minta kritik dan sarannya?
Ohh ya terima kasuh banyak yang udah komen di chap sebelumnya, di memories, sequel memories dan juga daddy day care. Aku bener – bener merasa terharu #nangis sampe pengen meluk kalian satu persatu hhe
Kayaknya cukup deh cuap – cuapnya, sampai jumpa di chap selanjutnya pai pai #lambaitangan.
Note : kalau ada typo(s) harap dimaklumi ya :)
