Title : Something Wrong
Genre : school life, romance, gender switch, AU
Pairing : HunHan, ChanBaek, KaiSoo, SuLay.
Rate : Teens
Length & type : Chaptered
.
.
Disclaimer : Cast murni bukan milik author tapi cerita ini milik author.
so...
DON'T BE SIDERS
DON'T PLAGIAT
DON'T BASH
.
.
WARNING! GENDER SWITCH & TYPO!
.
.
.
.
.
Summary :
Keinginannya untuk pindah ke Korea membuat ia bertemu dengan si namja 'beasiswa' yang selalu di bully oleh teman-temannya karena bersekolah di sekolah tempat orang-orang kaya. Namun apa yang akan mereka katakan jika ternyata si namja tampan 'beasiswa' itu ternyata anak kandung dari keluarga Oh -keluarga terkaya sedaratan Asia Timur-?
.
.
.
CHAPTER 5
.
.
.
Cinta adalah anugerah. Banyak yang bilang cinta itu buta. Tak memandang harta tak memandang keadaan. Dan Sehun selalu percaya itu, sampai akhirnya ia tahu rasanya bagaimana di khianati oleh cinta nya sendiri. Cinta nya yang ternyata tak benar-benar mencintai dirinya dan hanya mencintai harta nya.
Sandara Park.
Nama itu akan selalu Sehun ingat sampai kapanpun. Nama itu telah menorehkan banyak luka di hatinya sampai membuat sebagian kepribadiannya hilang dan merubah dirinya jadi seorang yang dingin dan arogan.
Dia sudah berpacaran dengan Sandara selama 1 tahun saat duduk di bangku Junior High School.
Meski masih bisa dibilang anak bau kencur, tapi Sehun begitu mencintai gadis belia itu dengan sepenuh hatinya sampai suatu saat ia memergoki Sandara tengah berselingkuh dengan namja lain di belakang nya saat dimana keluarganya tengah mengalami krisis ekonomi beberapa tahun silam.
"Kenapa kau lakukan ini, Da-ya? Kenapa kau mengkhianati ku?"
"Cihh.. berhenti membuat drama Oh Sehun! Kau sadar? Keluargamu sebentar lagi bangkrut dan kau bisa memberiku apa, ha?"
"Tapi aku mencintaimu, begitupun juga kau"
"Aku hanya mencintai uangmu Oh Sehun! Pergi kau dari hidupku karena mulai sekarang kita berakhir"
Dan sejak saat itulah Sehun berubah. Sehun yang biasanya ceria dan jahil sudah tidak ada lagi, tergantikan oleh Oh Sehun yang dingin dan pembangkang. Ia jadi sering balapan liar di luar sana sampai ia mendapat julukan 'master jalanan'.
Beberapa tahun silam keluarga Oh memang sedikit mengalami krisis dan perusahaan mereka hampir kolaps karena ada salah satu karyawan yang menggelapkan dana perusahaan. Untungnya ada keluarga Byun yang saat itu mengulurkan tangan untuk mereka sehingga perusahaan mereka kembali stabil.
Setelah 2 tahun kembali stabil, perusahaan itu semakin sukses dan berkembang sehingga keluarga Oh menjadi keluarga terkaya se-daratan Asia Timur.
Dan alasan Sehun menyamarkan identitasnya adalah untuk menghindari orang-orang seperti Sandara Park yang hanya memanfaatkannya dan mencari seseorang yang mencintainya tulus meski ia seorang namja beasiswa miskin.
Sejauh ini, hanya Luhan yang berani mendekatinya dan tak peduli dengan status nya namun entah kenapa Sehun masih menutup hatinya dan tak menyadari ketulusan Luhan yang mulai menyukai nya meski ia namja beasiswa miskin.
"Enyahkan semua fikiran itu, Oh Sehun! Semua yeoja sama saja, termasuk Xi Luhan."
.
.
.
"Kau dan Suho sedang bertengkar?" Celetuk Kyungsoo sambil menatap Yixing dengan mata bulatnya.
"Sejak kapan kami akur?" Tanya Yixing balik.
"Ehmm.. kami?" Luhan berseru usil dengan menatap Yixing dengan tatapan menggoda nya membuat Yixing berdecak sebal.
"Aish.. kenapa sih kalian selalu memojokkan ku." rajuk Yixing sambil menggembungkan pipinya, tak sadar jauh didepannya ada seseorang yang memperhatikan setiap gerak-gerik nya sambil tersenyum tipis dan berusaha sekuat mungkin untuk tidak menghampiri Yixing dan menggodanya seperti hari-hari sebelumnya.
"Baek, kenapa melamun terus?" Tanya Kyungsoo polos.
"Aniyo. Aku hanya sedang berfikir saja kemana Joonmyeon belakangan ini karena kulihat dia tak menempel pada Yixing seperti biasanya." dan Baekhyun terpaksa harus berbohong untuk saat ini karena pada kenyataannya dia melamun bukan karena itu namun karena tengah memikirkan cara agar pertunangannya dengan Kai dibatalkan.
"Bagus jika dia tak lagi mengikutiku." ketus Yixing yang sebenarnya berbanding terbalik dengan kata hati nya.
"Hmm.. begitu kah?" Tanya Luhan sambil menyeruput susu coklat nya "bagaimana dengan latihan dance mu bersama Kai?" Kini Luhan beralih pada Kyungsoo.
Dan entah karena apa, namun Luhan merasa kata-katanya biasa saja tapi kenapa begitu ia mengatakan itu wajah Kyungsoo menjadi merona seperti itu? Dimana letak kesalahannya?
"A-aku, kami.. kami biasa saja. Kai tetap berwajah datar dan bicara seperlunya, dan saat aku buat kesalahan dalam gerakan, ia hanya akan berdecak, mengeluh, atau menghela nafasnya kemudian mengulang latihan dari awal" jawab Kyungsoo yang terdengar murung di telinga ketiga temannya itu.
"Kau kenapa? Sepertinya kau... menyukainya?" Tanya Yixing pelan di akhir kalimatnya sementara Baekhyun sempat melebarkan kedua bola matanya barusan.
'Jika itu benar, maka dengan adanya berita itu nanti, Kyungsoo pasti akan merasa tersakiti. Eotthokhae? Ini bukan kemauanku' batin Baekhyun resah begitupun dengan Luhan yang sudah tau tentang rencana pertunangan Baekhyun dengan Kai yang akan dimajukan tanggalnya dan otomatis berita tentang pertunangan mereka akan langsung tersebar di media cetak, media sosial ataupun di televisi.
'Tapi, bagaimana reaksi Kai jika aku mengusulkan untuk agar dia pura-pura berpacaran dengan Kyungsoo?' Batinnya lagi sementara disisi lain Kyungsoo tengah salah tingkah dengan pertanyaan Yixing barusan.
SRAK
Keempat yeoja berwajah cantik itu langsung menoleh kan pandangan mereka pada objek yang kini menjadi pusat perhatian di tengah cafetaria yang ramai ini.
Luhan kembali membelalakkan matanya tak percaya saat melihat Seokjin CS tengah kembali membully si namja beasiswa itu dengan cara menyobek bukunya yang entah buku apa itu namun anehnya si namja beasiswa yang tak lain adalah Sehun itu masih tetap berwajah datar meskipun Luhan melihat ada rasa benci didalam tatapan nya.
"Neo.." Sehun memandang Luhan dengan tatapan tajam ketika melihat Luhan sudah berdiri di sampingnya dan menunjuk wajah Seokjin dengan penuh rasa kesal.
Terkadang Sehun jadi heran, kenapa Luhan harus kesal saat ia dibully? Ia saja yang di bully bersikap biasa saja.
"Kenapa kau tetap mengganggu Sehun, eo?" Tanya Luhan tak bersahabat.
"Wae? Bukankah sudah kubilang kau itu hanya anak pindahan! Tak berhak ikut campur!" Desis Seokjin dingin.
"Mwo? Tentu aku berhak! Disini yang mempunyai hak untuk hidup tenang bukan kau saja, namja berotak dangkal! Sehun juga punya!" Bela Luhan tanpa merasa takut dengan Seokjin. Baginya Seokjin hanya kutu yang bisa ia singkirkan dengan mudah kapanpun yang ia mau.
"Kau fikir kau berhak, ha?!" Seokjin maju selangkah lebih dekat ke arah Luhan dengan emosi namun sebelum ia berhasil memberi pelajaran pada Luhan, seseorang terlebih dulu menarik kerah baju nya dengan kasar dan beberapa yeoja disana memekik kagum kala melihat seorang namja pirang tampan yang baru kali ini mereka lihat di sekolah ini.
"Apa kau namja banci? Apa kau tak punya nyali? APA KAU HANYA BERANI PADA SEORANG YEOJA?!" Teriaknya di depan wajah Seokjin yang tentu jauh lebih pendek darinya.
Luhan sendiri kaget begitu baru menyadari jika sosok pirang itu adalah sepupunya, Kris Byun.
"Cihh.. siapa lagi ini, pahlawan kesiangan" decih Seokjin sambil melepas tangan besar Kris dari kerah bajunya dengan kasar.
"BASTARD!" Teriak Kris sambil melayangkan pukulan nya pada wajah Seokjin membuat Seokjin tersungkur sementara teman-teman nya membantu Seokjin berdiri dan menatap Kris tajam.
"Jangan pernah kalian berani menyentuh Luhan dan Baekhyun! Atau kalian berurusan denganku" Baekhyun yang merasa namanya dibawa-bawa segera berlari menghampiri Kris dan memaksa Kris untuk pergi meninggalkan cafetaria yang sudah ramai karena kekacauan itu diikuti oleh Yixing juga Kyungsoo dan tentunya Luhan karena sejak tadi Kris menggenggam tangannya.
'Siapa namja itu, kenapa dia begitu membela Luhan' fikir Sehun penasaran dan akhirnya memutuskan pergi dari cafetaria daripada harus meladeni Seokjin cs yang tak ada habis-habisnya membully dirinya.
"Tck, suatu saat akan ku buat mereka menyesali tindakan mereka" gumam Kai sambil berlalu dari cafetaria.
Sementara itu Krystal dan teman-teman nya yang kebetulan lewat di cafetaria begitu murka melihat Luhan yang kembali membela Sehun dan juga di lindungi oleh seorang namja yang tak ia kenal saat Seokjin hendak memukulnya.
"Dia itu cari perhatian sekali! Kita harus berikan pelajaran padanya" ujar Luna berapi-api.
"Tentu saja, kita harus memberinya pelajaran agar dia tak sok pahlawan lagi" balas Krystal penuh ambisi setelah itu mereka pun pergi dari cafetaria dengan seribu rasa kesal yang menyelimuti hati mereka.
.
.
.
"Kris oppa kenapa memukul Seokjin?" Tanya Luhan yang kini tengah berada bersama Kris dan teman-temannya di lorong loker.
"Dia hampir memukulmu, Lu. Dan kau dengar tadi cara dia bicara? Dia pantas dapatkan itu!" Jawab Kris yang masih emosi.
"Yeah, Seokjin memang pantas dapatkan itu" sambung Baekhyun sambil mengangkat bahunya santai.
"Tapi Kris oppa akan dapat masalah, Baekhyun!" Sangkal Luhan yang sudah kelihatan putus asa sementara Yixing dan Kyungsoo tidak tahu apa-apa bahkan mengenal Kris saja tidak karena Baekhyun dan Luhan belum menceritakan tentang sepupu mereka itu.
"Jangan khawatirkan oppa, okay? Mereka hanya bedebah" jawab Kris asal sambil memegang kedua bahu kecil Luhan dan menatap mata Luhan dalam.
"Oppa selalu saja begitu" dengus Luhan marah kemudian menarik Yixing untuk pergi ke kelas mereka.
Baekhyun meneguk ludahnya kasar, ia sungguh tidak suka dengan keadaan canggung seperti ini. Ia pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke kelasnya bersama Kyungsoo yang satu arah meninggalkan Kris di lorong sendirian.
"Dia itu siapa, Lu? Pacarmu?" Tanya Yixing asal.
"Eii.. bukan. Terang saja, dia itu sepupuku yang baru pindah dari America, Kris Byun" jawab Luhan tenang.
"Dari sekolah mana? Pasti bahasa inggrisnya keren. Dia blasteran ya?" Tanya Yixing berbinar.
"Modern High School. Hmm, dia peranakan Canada-Korea" jawab Luhan cuek.
"Woahh.. tampan sekali ya"
"Dia overprotective dan itu terkadang membuatku jengkel"
Baekhyun sideㅡ
Baekhyun dan Kyungsoo berjalan berdampingan sambil mengobrol tentang Kris karena Kyungsoo sempat bertanya barusan tentang siapa itu Kris dan tentu Baekhyun menjelaskan tentang Kris padanya.
"Dia tampan ya, kentara sekali dia blasteran" komentar Kyungsoo spontan yang dijawab tawa kecil oleh Baekhyun.
GREP
Baekhyun memekik tertahan kala merasakan sentuhan mendadak dari seseorang dan begitu ia berbalik, saat itu juga dia merasa menyesal sudah berbalik karena kini rasanya ia ingin menangis.
"Lepas" desis Baekhyun dengan suara bergetar tanpa menatap ke arah orang yang kini masih memegang tangannya erat.
"Tidak" jawabnya dengan suara baritonenya yang khas.
"Kubilang lepas Park Chanyeol!" Baekhyun kini berkata lebih tegas sambil berusaha menarik tangannya dari genggaman Chanyeol sementara di sisi nya Kyungsoo hanya dapat melihat kejadian itu dengan ekspresi O.O nya tanpa tahu harus berbuat apa karena menurutnya ini masalah pribadi Baekhyun.
Ya ia tahu, bahkan Yixing dan Luhan juga sudah tahu jika Baekhyun dan Chanyeol sudah berakhir akibat sebuah foto yang dikirimkan oleh seseorang tak dikenal ke akun SNS nya dan jelas itu sengaja.
Namun saat itu, Yixing berkomentar jika didalam foto itu rasanya ada yang janggal karena jika dilihat lebih dekat maka akan terlihat jika Chanyeol sebenarnya tak benar-benar memeluk yeoja itu, tapi karena emosi dan rasa kecewa yang membuncah maka Baekhyun menampis tanggapan Yixing dan akhirnya memilih untuk mengakhiri hubungannya dengan Chanyeol meski namja itu ngotot padanya tidak mau berpisah.
Dan beginilah sekarang, semuanya menjadi rumit. Baekhyun salah paham, dan Chanyeol mati-matian membuktikan kesalah pahaman ini meski Baekhyun tak pernah mau mendengarnya.
"Kita harus bicara Baekhyun" ucap Chanyeol tegas namun lembut dan Kyungsoo bisa melihat pancaran tulus dari mata Chanyeol.
Sejak awal ia tak menyalahkan Chanyeol, ia juga tak menentang Baekhyun karena menurutnya keputusan Baekhyun mungkin adalah yang terbaik untuknya dan dia akan selalu mendukung Baekhyun apapun keputusan nya tapi bukan berarti ia juga membenci Chanyeol.
"tak ada yang perlu dibicarakan denganmu" balas Baekhyun dingin.
"Tentu ada" sangkal Chanyeol cepat.
"Lepaskan tanganmu Chanyeol" ujar Baekhyun memberi peringatan sekali lagi namun Chanyeol tak merasa gentar sedikitpun. Demi cintanya, dan demi Baekhyun-nya, ia harus melakukan ini karena ia tak mau kehilangan Baekhyun.
"KUBILANG LEPASKAN TANGANMU!" Teriak Baekhyun yang sudah mencapai emosi tertinggi nya sambil menatap mata tajam Chanyeol dengan nyalang namun Chanyeol tidak bodoh untuk melihat jika mata Baekhyun berkaca-kaca. untungnya disini sepi jadi tidak ada yang melihat pertentangan antara dirinya dengan Baekhyun dan menjadi tontonan gratis bagi para penyebar gosip.
Sungguh ia sangat membenci dirinya sendiri karena telah menorehkan luka di hati Baekhyun meski ini bukan keinginan nya. Dengan ini, ia bersumpah akan menghancurkan Park Bomi yang telah sengaja menjebaknya dan menghancurkan hubungannya dengan Baekhyun.
"Kyungsoo, tolong pergi" Chanyeol menatap Kyungsoo sarat akan permohonan namun Baekhyun langsung menatapnya melas dengan gelengan kepala meminta agar Kyungsoo tetap di sisinya.
"Kyungsoo, kumohon" mohon Chanyeol yang membuang jauh-jauh gengsi nya demi Baekhyun.
"B-baiklah, Chanyeol. Baek.. aku ke kelas duluan" Kyungsoo segera melesat pergi dari hadapan kedua sejoli yang tengah bersitegang ini.
"Ku mohon Baekhyun, beri aku kesempatan, aku bisa buktikan jikaㅡ"
"Kau tidak bisa! Dan tak akan pernah bisa!" Baekhyun menyela ucapan Chanyeol dan menatap namja itu dengan tatapan penuh rasa sakit membuat Chanyeol semakin merasa tersiksa.
"Tidak Baek. Ini salah paham. Ku mohon dengarkan aku" kini pegangan Chanyeol pada lengannya mengendur dan dengan kesempatan itu Baekhyun cepat-cepat menarik tangannya dari genggaman Chanyeol.
"Aku dan kau sudah berakhir. Semuanya telah berakhir. Dan kau tak berhak membuktikan apapun lagi" sangkal Baekhyun tanpa menatap mata kelam Chanyeol yang hanya akan membuat air sialan di pelupuk matanya berlomba-lomba untuk keluar dari sana dan Baekhyun tak mau itu terjadi.
Baekhyun segera berlari dari sana selagi Chanyeol terdiam mematung di tempatnya. Saat ini yang Baekhyun butuhkan adalah menjauh dari sosok Park Chanyeol dan berusaha melupakannya.
.
.
.
Sekarang adalah jam terakhir sebelum proses belajar mengajar di Tyrone Senior High School ini selesai dan entah bagaimana caranya kini Luhan dan Sehun sudah ada di atap sekolah dengan Sehun yang membelakangi Luhan meski dia sudah tahu jika Luhan tepat berada beberapa langkah di belakangnya.
"Menjauh dariku" ucap Sehun datar dan terkesan dingin di telinga Luhan.
"Apa maksudmu?" Tanya Luhan tak mengerti.
"Tak seharusnya kau berada di dekatku. Aku juga tak suka berdekatan dengan orang kaya" bukannya menjawab, Sehun malah melontarkan kata-kata lain pada Luhan yang membuat yeoja manis itu semakin bingung di buatnya.
Apa saat ini Sehun tengah menyuruhnya untuk tak lagi mendekati namja itu? tapi kenapa? apa alasannya? Apa dia berbuat salah pada Sehun?
"Kenapa aku harus menjauh jika aku tidak ingin melakukannya?" Tanya Luhan yang kini mengepalkan tangannya kuat.
"Karena aku muak padamu" jawab Sehun seraya berbalik menghadap Luhan dan menatap yeoja itu dengan tatapan menusuk membuat hati Luhan mencelos.
Apa yang akan kau lakukan jika orang yang kau suka bicara seperti itu padamu? Pasti sangat menyakitkan bukan? dan itulah yang Luhan rasakan saat ini.
"Aku benci melihat wajah sok polos mu itu Xi Luhan. Aku ingin kau pergi dari hidupku" kecam Sehun dengan tak berperasaan membuat hati Luhan semakin sakit mendengarnya, matanya sudah berkaca-kaca namun Luhan tak ingin menangis di depan Sehun. Ia harus kuat dan tak boleh kelihatan lemah di depan namja dingin itu.
"Waeyo?" Tanya Luhan
Sehun menatap Luhan dingin kemudian berbalik dan pergi meninggalkan Luhan di atap sekolah dengan perasaan yang hancur berkeping-keping.
Dan tanpa persetujuannya, air mata itu jatuh dan membentuk sebuah aliran sungai di pipi putih nya dan semakin lama tangis itu semakin menjadi.
Ia tak mengerti, ia hanya ingin mengenal Sehun lebih dekat. Apa salahnya? Apa ia melakukan sesuatu yang mampu menyinggung perasaan Sehun? Apa dia menyakiti Sehun? Apa yang ia lakukan sehingga Sehun secara terang-terangan bicara jika ia muak pada Luhan.
Kenapa? Apa alasannya? Tak pernah sedikitpun ia melihat Sehun lewat latar belakangnya. Ia juga tidak tahu kenapa ia menyukai Sehun padahal Sehun selalu dingin padanya, mereka tak pernah akur dan lagi Sehun seperti menganggap dirinya sebuah parasit.
Apa yang salah? Ia menyukai Sehun, bukan iba atau sekedar kasihan pada Sehun. Haruskah Sehun bicara sekasar itu padanya?
"Apa salahku, Oh Sehun?" Isak Luhan dalam diam.
…
"Ada apa dengan anak-anak?" Tanya tuan Byun pada sang istri yang tengah duduk di ruang keluarga sambil merajut sebuah sweater.
"Aku tidak tahu. Tadi Baekhyun pulang lebih dulu dari Luhan dan wajahnya terlihat murung. Lalu, 1 jam kemudian Luhan datang dengan wajah merah habis menangis. Saat aku tanya dia hanya menggeleng dan naik ke atas" jawab nyonya Byun sambil tetap merajut.
"Apa mereka berdua bertengkar?"
"Sepertinya tidak dan sepertinya bukan masalah itu"
"Apa Baekhyun tertekan karena pertunangannya yang tinggal 1 minggu lagi?" Tanya Tuan Byun merasa bersalah.
"Mungkin saja. apalagi kan Chanyeol adalah sepupu Jongin dan pasti Chanyeol juga kecewa," jawab nyonya Byun yang seketika menghentikan kegiatan nya dan menatap tuan Byun dalam "kenapa tidak batalkan saja perjodohan mereka? Kita kan masih punya Luhan. Mereka juga sepertinya semakin dekat"
"Tidak bisa semudah itu. Tuan Oh akan merasa tersinggung jika pihak kita yang membatalkan. Andai Jongin yang menolak, entah akan bagaimana jadinya. Dan lagi orang tua Baekhyun akan berangkat kesini 2 hari lagi"
.
.
.
Yixing membuka loker nya dan terperanjat kaget begitu melihat sebuah kotak berlapis kertas kado yang ukurannya sama dengan kotak bekas ponsel.
Yixing rasa ia tak pernah menyimpan apapun di lokernya. Apa ini ulah Joonmyeon lagi? Huhh.. yang benar saja.
Yixing pun dengan terpaksa mengambil kotak itu dan membuka isinya karena penasaran namun yang ia temukan hanya sebuah boploin.
"Aduh, apa-apaan sih ini?" Gumam Yixing jengah dan mengambil sebuah note kecil yang tersimpan di bawahnya dengan tulisan 'kau akan membutuhkannya'
Dan lagi, note itu tanpa ada nama pengirimnya. Jika ini ulah Joonmyeon, ia pasti akan menyertakan nama nya di note ini karena begitulah Joonmyeon biasanya.
Lalu maksudnya apa seseorang itu mengirimnya sebuah bolpoin? Hello... dia juga punya kalau bolpoin.
Dengan perasaan bingung bercampur jengkel, Yixing mengambil bolpoin itu dan memasukannya kedalam saku jas almamater nya.
Lagipula ini sudah terlalu malam untuk berfikir.
Ini sudah pukul 7 malam, namun Yixing baru akan pulang sekarang. Seharusnya dari jam 5 ia sudah pulang tapi karena guru bahasa Jerman nya yang menyebalkan, ia jadi harus telat pulang 2 jam dan itu sangat menjengkelkan.
Tanpa Yixing sadari, sejak awal ia membuka lokernya, seseorang dengan tatapan sendu nya terus menatap Yixing dari kejauhan. Memperhatikan setiap gerak-gerik nya tanpa punya nyali untuk mendekati Yixing secara terang-terangan.
"Aku menunggumu" bisiknya pelan kemudian berbalik dan pergi dari tempatnya mengintip barusan sebelum Yixing menyadari keberadaannya.
.
.
.
Angin malam ini terasa sangat dingin dan menusuk kulit. Meski sang rembulan menampakan dirinya secara keseluruhan, tetap tak membuat orang-orang mau bepergian keluar malam ini karena angin malam yang terasa mencubit kulit.
Berbeda dengan manusia lainnya, Kris malah berdiri di balkon kamarnya yang ada di lantai 2 bagian sayap kiri mansion ini dengan hanya menggunakan sebuah kaos tanpa lengan dan celana pendek diatas lutut.
Mungkin orang lain akan berfikiran namja ini agak tidak waras. Namun bagi Kris ini menyenangkan karena cuaca di Amerika sana panas meski saat terakhir ia disana sedang berlangsung badai salju namun tetap saja bagi Kris cuaca saat ini begitu menyejukkan jasmani dan rohani nya.
Raga Kris memang disana tapi fikirannya sebenarnya sedang berkelana jauh ke kejadian hari ini dimana ia melihat Baekhyun tengah bersitegang dengan seorang namja yang baru ia lihat kala itu.
Kris asalnya ingin menghampiri mereka dan melindungi Baekhyun karena kelihatannya Baekhyun tidak senang dengan namja itu namun ia urungkan niatnya saat melihat ekspresi Baekhyun yang seakan menahan tangis dan tatapan yang penuh luka yang di tujukan untuk namja tinggi tadi. Kris memang bukan ahli cinta, namun dari ekspresi wajah Baekhyun, kentara sekali jika Baekhyun dan namja itu punya suatu hubungan yang lebih dari kata teman dan sepertinya hubungan mereka sedang tidak baik-baik saja.
Dan Kris merasa menjadi orang dungu karena tak tahu apa pun.
Fikirannya saat ini benar-benar semrawut apalagi sekarang Luhan sakit. Tubuhnya panas, ia demam dan parahnya adalah dia tak mau makan meski dipaksa.
Kenapa semuanya jadi rumit?
.
.
.
Pagi telah menjelang kembali, rasanya matahari sangat cepat kembali dari peraduannya memaksa siapapun untuk membuka mata mereka dan menjalani aktivitas mereka seperti hari-hari sebelumnya.
Tapi anehnya, Luhan masih betah bergelung di bawah selimut tebal nya dan badannya menggigil kedinginan. Sepertinya demamnya sudah semakin parah.
Bahkan beberapa kali dia mengigau tidak jelas namun Baekhyun dapat mengerti jika Luhan memanggil nama Oh Sehun. Apa alasannya? Tidak ada yang tahu.
"Lu.. sayang, kau bisa dengar oppa?" Tanya Kris lembut sambil membelai surai coklat Luhan membuat siapapun menganggap mereka sepasang kekasih dengan keadaan seperti itu.
Luhan tak menjawab dan matanya terus terpejam namun tubuhnya tetap menggigil padahal tubuhnya sudah dilapisi selimut dan AC di kamar ini sudah di matikan.
"Kris, Baek.. kalian berangkat sekolah saja. Kami akan bawa Luhan ke rumah sakit" ujar halmeoni sambil menepuk pelan bahu Kris dan Baekhyun.
"Tapi halmeoni.."
"Tidak apa Kris. Kalian cepat saja berangkat bersama Jonghyun" ujar harabeoji Byun tenang dan mereka pun mengangguk lalu pamit untuk pergi ke sekolah.
…
Sehun melangkahkan kakinya memasuki gedung Tyrone SHS yang luar biasa luas dan megahnya sambil sedikit menundukan kepalanya. You know? Itu acting belaka. ia hanya malas mencari masalah dengan orang-orang yang selalu membully nya terutama Seokjin CS.
Sehun berjalan di lorong lantai 2 yang ramai dan menghampiri lokernya untuk mengambil buku yang ia perlukan.
Saat ia tengah mengambil buku-buku pelajaran, ia tak sengaja mendengar perbincangan Baekhyun dan teman-temannya ㅡterkecuali Luhanㅡ. Baekhyun juga tengah mengambil sesuatu dari lokernya yang terletak di seberang loker Sehun maka dari itu Sehun dapat mendengar percakapan mereka.
"Dia dibawa kerumah sakit mana, Baek?" Sehun tahu jika itu suara Kyungsoo yang terdengar begitu khawatir entah karena apa.
"Molla, aku belum menghubungi halmeoni lagi" jawab Baekhyun yang terdengar lemas.
"Memangnya bagaimana awalnya Luhan bisa sakit?"
Deg
Deg
Deg
Detak jantung Sehun memacu dengan cepat begitu mendengar pertanyaan yang terlontar dari bibir Yixing barusan. Ia juga tak mengerti kenapa rasanya ada sebesit rasa khawatir saat ia mendengar jika Luhan tengah sakit?
'Tidak, aku yang inginkan dia pergi.' Batin Sehun yang tiba-tiba merasa tidak tenang.
"Kemarin Luhan pulang sekolah lebih lambat. Jam 6 dia baru pulang, dan dia sangat menyedihkan, sepertinya dia habis menangis dan tak ada yang tahu apa yang terjadi bahkan bujukan Kris oppa pun tak berhasil. Malamnya dia demam dan tak mau makan, dan tadi pagi kondisinya semakin memburuk. Dia menggigil dan terus mengigau dalam tidurnya"
Brukk
Sehun menutup lokernya cukup keras setelah mendengar ucapan Baekhyun membuat ketiga yeoja primadona Tyrone itu menatapnya heran kecuali Baekhyun yang menatap Sehun dengan tatapan penuh makna.
Setelah Sehun pergi dari sana dengan buku-buku tebalnya, Baekhyun kembali berbicara dengan Yixing dan Kyungsoo mengenai kondisi Luhan.
"Dan dia terus mengigau nama Oh Sehun dalam tidurnya" lanjut Baekhyun membuat Yixing maupun Kyungsoo menatapnya terkejut.
"Wae? Wae? Wae? Apa hubungannya dengan Oh Sehun?" Tanya Kyungsoo dan Yixing hampir bersamaan.
"Luhan kan memang tertarik dengan Oh Sehun" jawab Baekhyun sambil menutup lokernya.
Yeah, ia tahu rasa nya jatuh cinta. Melihat bagaimana sekarang Luhan tertarik pada Sehun membuat Baekhyun kembali mengingat masa lalu nya dulu saat ia menyukai Chanyeol.
Ahh.. ia ingin melupakan namja itu tapi rasanya semua hal di hidupnya membuat ia selalu bernostalgia dan membuatnya ingin kembali lagi ke pelukan Chanyeol. Padahal ia sudah bertekad ingin melupakan Chanyeol dan membuang kenangannya jauh-jauh.
"Baek, kau menangis" ucap Yixing lirih membuat Baekhyun tersadar dan langsung menghapus lelehan air mata di pipinya yang keluar secara otomatis itu.
"Kau memikirkan Chanyeol ya?" Tanya Kyungsoo sedih namun Baekhyun menggeleng cepat membuat Kyungsoo mengerti jika Baekhyun enggan membahas tentang Chanyeol lagi. Tapi…
"Baek" Yixing dan Kyungsoo mengutuk pemilik suara bass itu. Kenapa dia harus datang disaat emosi Baekhyun tengah labil begini? Apa dia tak bosan dengan segala bentuk penolakan Baekhyun yang memutuskan ingin mengakhiri segalanya?
"Baekhyun" panggil Chanyeol lirih. Ia menatap Baekhyun penuh harap tapi Baekhyun malah membuang muka nya tak mau menatap Chanyeol. Ia tak mau terlihat lemah untuk kali ini saja, ia ingin Chanyeol pergi meski hati kecilnya tidak membenarkan hal itu.
"Ayo kita pergi" ujar Baekhyun pada kedua temannya dan mereka pun pergi dari hadapan Chanyeol membuat Chanyeol menghela nafasnya berat. Ia tahu Baekhyun butuh waktu, tapi sampai kapan? Sampai kapan ia harus menunggu? Ia menginginkan Baekhyun jadi miliknya lagi seperti dulu. Tak lebih.
…
"Bagaimana keadaan nya, dokter?" Tanya harabeoji Byun dengan nada khawatir yang begitu kentara.
"Nona muda tidak apa-apa, tuan. Dia hanya kelelahan dan terlalu banyak fikiran. Nona muda hanya perlu istirahat dan makan yang teratur juga tak terlalu banyak fikiran" jelas sang dokter sambil membuka stetoskop dari telinga nya.
"Tapi kenapa dia terus mengigau, dokter?" Tanya halmeoni Byun cemas.
"Dia hanya stress. Mungkin ada suatu hal yang membuat nona banyak fikiran dan akhirnya demam. Saya jamin nona muda baik-baik saja, nyonya" jawab sang dokter tampan bernama Kim Jaejoong itu ramah.
"Terimakasih, dokter"
"Sudah tugas saya, tuan. saya permisi" Jaejoong membungkuk 90° kemudian keluar dari kamar rawat Luhan yang luas ini meninggalkan halmeoni dan harabeoji Byun bersama Luhan di kamar itu.
Sejak mereka membawa Luhan kemari, Luhan belum juga bangun tapi sudah tidak mengigau lagi karena dokter memberinya obat penenang dan dokter menyarankan Luhan dirawat di rumah sakit ini untuk beberapa hari sampai keadaannya membaik.
"Kenapa Luhan terus mengigau nama Sehun?" Tanya halmeoni Byun sambil mengelus kepala Luhan yang tertidur dengan penuh kasih sayang.
"Entahlah. Mungkin dia sedang ada masalah dengan Sehun" jawab harabeoji Byun sambil mengambil ponselnya.
"Lalu bagaimana perihal pertunangan Baekhyun dengan Jongin?" Tanyanya lagi sukses membuat harabeoji Byun tediam cukup lama.
"Akan tetap di laksanakan. Bagaimanapun juga ini sudah menjadi perjanjian"
.
.
.
-To Be Continue-
.
.
.
a/n :
Haii..
Maaf ya kalo belakangan ini update nya lama. Soalnya author publish nya pake handphone, dan berhubung belakang ini ponsel author lagi adat-adatan jadi update nya telat. Harap di maklum yaaa.. ini hp nya author lagi bootlooping, mau dibawa dulu ke rumah sakit(?)
By the way, author ucapin terimakasih atas saran dari salah satu yang review bahwa lebih baik gak ada kilasan next chapter di akhir nya supaya jadi rahasia dan readers jadi penasaran. Author terima yaaa saran nya.. makasih lohh.. :)
Segitu aja ya cuap cuap dari author. Tolong tinggalkan review yaaa..
Annyeong..
Zyyeoliee
