Cast : Cho kyuhyun as kim kyuhyun (17 yo)

Choi siwon (34 yo)

Kim kibum (18 yo)

Kwon yuri (29 yo)

Kim young woon/kangin as kyuhyun appa (36 yo)

Park (kim) jung soo/ leeteuk as kyuhyun umma (37 yo)

Cast lain muncul seiring berjalannya waktu J

Chapter 3

"kyu baby bangun chagi" ucap seorang namja cantik sambil mengguncang – guncangkan namja yang masih bergelung dalam selimutnya.

"baby nanti terlambat sekolah" ucap namja cantik itu lagi, kita panggil saja leeteuk yang masih dalam usaha membangunkan anak satu – satunya kim kyuhyun.

"umma, kyu masih ngantuk" rengek kyuhyun sambil semakin menggulung tubuhnya dalam selimut tebalnya.

"umma mengerti tapi kyu harus sekolah, nanti terlambat" ucap leeteuk lembut

"kyu mau bolos saja" ucap kyu masih dengan mata terpejam

"kyu kan sudah kelas tiga tidak boleh malas, atau kalau kyu tidak mau bangun umma tidak akan mengijinkan kyu bermain game" ucap leeteuk mengancam, biasanya cara ini sangat ampuh untuk menghadapi kekeraskepalaan anaknya, dan sepertinya memang berhasil, terlihat kyuhyun mulai menyembulkan kepalanya dari balik selimut.

"umma jangan sita PSP kyu lagi" ucap kyuhyun sambil mempoutkan bibirnya

"kalau begitu cepat bangun" ucap leeteuk sambil mengacak rambut kyuhyun gemas

"ne, ne" sahut kyuhyun dengan terpaksa, lalu mendudukkan badannya di kasur, mengumpulkan kesadarannya sambil sesekali menguap.

"makanya lain kali kalau mengobrol dengan ahjussimu jangan terlalu lama" ucap leeteuk, sebenarnya leeteuk sangat mengerti mengapa kyuhyun sampai kekurangan tidur, semalam dia dan kangin yang mendengar keributan dari kamar kyuhyun langsung menghampiri kamar anaknya itu karena khawatir, leeteuk dan kangin memang hanya mendengarkan dari depan pintu namun mereka tau kyuhyun dan siwon sedang menyelesaikan masalah mereka, dan setelah masalah mereka selesai wonkyu asik mengobrol menceritakan kehidupan mereka selama mereka tidak bertemu entah sampai jam berapa, yang leeteuk tau siwon baru keluar dari kamar kyuhyun nyaris jam tiga pagi.

"bagaimana umma tau? Ahhh umma menguping?" tuduh kyuhyun yang benar – benar tepat sasaran "umma itu tidak baik, bukankah umma mengajarkan kyu untuk tidak boleh menguping?" ucap kyuhyun menggurui.

Leeteuk mencubit hidung kyuhyun melihat tingkah menggemaskan anaknya, "umma tidak menguping, tapi kalian yang terlalu ribut" ucap leeteuk

"sama saja" kyuhyun tidak mau kalah

"sadah mandi sana nanti terlambat" ucap leeteuk

"ahh umma ini kan masih pagi, baru juga jam ... MWO JAM TUJUH?" ucap kyuhyun kaget saat melihat jam dinding dikamarnya menunjukkan pukul tujuh, dan bel sekolah akan berbunyi setengah jam lagi. Kyuhyun langsung bergegas bangun lalu menyambar handuk, sebelum masuk ke dalam kamar mandi kyuhyun mencium pipi leeteuk sekilas, yang merupakan kebiasaannya sejak kecil, setelah itu namja manis itu menghilang di balik pintu kamar mandi.

"ckck dasar" ucap leeteuk sambil geleng – geleng kepala melihat tingkah anaknya, lalu mulai membereskan kamar kyuhyun.

.

.

Kyuhyun meuruni tangga dengan terburu – buru, tangannya masih berusaha mengancingkan seragamnya, tas selempang tersampir di bahunya bersama dengan dasi yang belum terpasang dan sepatu berwarna hitam yang diapit di ketiaknya, namja manis itu terlihat kesulitan membawa seluruh barang – barangnya.

Ketiga orang dewasa yang sejak tadi memperhatikan kyuhyun dari meja makan hanya dapat terkikik geli melihat kyuhyun kerepotan, sangat lucu.

"baby, ayo sarapan dulu" ucap leeteuk sambil menghampiri kyu, membantu mengancingkan seragam dan memakaikan dasi, lalu mengambil alih sepatu kyuhyun. walaupun kyuhyun terlihat sangat lucu saat kerepotan, leeteuk tidak tega juga.

Kyuhyun menyambar roti berisi selai stroberi yang sudah dibuatkan leeteuk lalu dikunyahnya cepat "huha hyu hahhan hambil jahan haja (umma kyu makan sambil jalan saja)" ucap kyuhyun

"telan dulu nanti tersedak" omel kangin

"kyu sudah telat appa" ucap kyuhyun setelah menelan rotinya

"annyeong haseyo" ucap seseorang yang baru saja memasuki kediaman kim.

"nah kyu kibum sudah datang, kibum – ah kemarilah" ucap leeteuk

"annyeong haseyo ahjussi ahjumma" ucap seorang namja yang bernama kim kibum ramah, namja tampan dengan killer smile itu membungkuk hormat pada kangin dan leeteuk.

"annyeong kibum, sudah sarapan?" tanya leeteuk anak dari pasangan kim ryeowook dan kim jong woon yang merupakan tetangga sebelah rumahnya tersebut.

"sudah ahjumma" jawab kibum sopan lalu pandangannya beralih pada seorang namja manis yang sedang meminum susunya dengan cepat "pelan – palan saja kyunnie" ucap kibum sambil mengacak rambut kyuhyun gemas.

"hyung jangan acak rambut kyu, nanti kyu tidak tampan lagi" protes kyuhyun

"hhe, kyu memang tidak tampan tapi manis"

"yak!.."

"sudah – sudah, katanya kalian sudah terlambat" lerai kangin

Kyuhyun menepuk kepalanya pelan "ah iya kyu lupa appa, ini semua karna kibum hyung", kibum yang disalahkan hanya mengluarkan senyum mautnya.

"ahjussi ahjumma kami berangkat dulu" pami kibum

"dah umma, appa, siwon ahjussi" pamit kyuhyun lalu membiarkan kibum menggandeng tangannya keluar rumah.

"siapa anak itu hyung?" ucap siwon setelah kibum dan kyuhyun menghilang.

"namanya kim kibum, dia tinggal di sebelah rumah" jawab leeteuk. Mendengar jawaban leeteuk siwon hanya terdiam, dia tidak mengerti dengan perasaannya terhadap anak bernama kibum itu, padahal mereka baru saja bertemu, tapi siwon merasa tidak nyaman dan tidak menyukai keberadaan kibum, dan siwon tidak tau karena apa.

.

.

Kibum dan kyuhyun baru saja keluar kelas, dua namja yang sama – sama duduk di kelas tiga SM high school ini berjalan menuju gerbang sekolah sambil mengobrol dan sesekali bercanda, seluruh siswa SM high school memang sudah terbiasa dengan keakraban mereka, walaupun pada awalnya mereka bingung dengan kibum yang biasanya bersikap dingin pada siapapun bisa bersikap sangat lembut dan hangat pada kyuhyun, sekaligus menjadi pelindung kyuhyun di sekolah, kyuhyun yang sangat imut dan manis memang menjadi sasaran empuk namja – namja berandalan yang ada di sekolah tersebut, namun sekarang kejahilan namja – namja itu semakin berkurang, karena siapa lagi kalau bukan kibum, namja yang biasanya sangat tenang ini tidak akan ragu menghajar siapapun yang mengganggu kyuhyun.

"kyu hari ini jadi main game di rumah hyung?" tanya kibum sambil menatap kyuhyun

"tentu, kyu tidak pernah melewatkan bermain game" ucap kyuhyun semangat

Kibum mencubit pipi kyuhyun yang chubby, hahhh kyuhyun memang sangat menggemaskan.

TIN TIN

tiba – tiba sebuah mobil audi berwarna hitam berhenti di depan mereka, dan keluarlah seorang namja tampan dengan pakaian kasual, ah jangan lupakan kaca mata hitam yang menutupi bola mata kelamnya, sangat keren dan berkilau, wajar saja para siswi yang baru saja akan meninggalkan sekolah mnyempatkan diri untuk menikmati pemandangan indah di hadapan mereka. Namja itu melepas kacamatanya, lalu tersenyum melihat kyuhyun yang tampak kaget melihatnya diikuti dengan pekikan kaget dari siswi yang sejak tadi memperhatikan siwon, siapa yang tidak akan kaget saat ada aktor terkenal datang ke sekolah kalian.

"babykyu" panggilnya sambil tersenyum, menampilkan lesung pipinya yang menawan.

"ahjussi" ucap kyuhyun senang lalu menghampiri siwon, "ahjussi sedang apa kesekolah kyu?"

"tentu saja menjemputmu" jawab siwon sambil merangkul pundak kyuhyun lembut menyebabkan teriakan tidak rela dari para siswi yang belun juga beranjak, namun siwon mengabaikannya dan masih memusatkan perhatiannya pada kyuhyun.

"kyunnie" panggil kibum yang sepertinya tidak suka karena dicueki dan juga merasa risih karena siwon merangkul kyuhyun.

"ahh mian hyung, ahjussi ini kibum hyung yang tadi pagi ke rumah, kibum hyung ini siwon ahjussi" kyuhyun memperkenalkan dua namja tampan itu.

"choi siwon"

"kim kibum" ucap dua namja itu dengan suara datar dan saling menatap.

"ayo kyu" siwon menggandeng tangan kyuhyun dan menuntunnya kemobil, sebelum tangan seseorang memutuskan kaitan tangannya dengan kyuhyun.

"maaf ahjussi, tapi kyuhyun biasa pulang bersamaku" ucap kibum yang sekarang gantian menggenggam tangan kyuhyun, kesal karena sikap siwon yang seenaknya saja mengajak kyuhyun, kyuhyun adalah tanggung jawabnya dan akan slalu seperti itu, bahkan orangtua kyuhyun sudah menitipkan namja manis itu padanya, jadi siapapun tidak bisa merebut posisinya termasuk siwon.

"kibum-ssi, kyuhyun lebih baik pulang bersamaku" siwon tidak mau kalah

Kyuhyun yang menyaksikan ketegangan antara dua namja itu hanya menatap siwon dan kibum bergantian dengat tatapan bingung, "bagaimana kalau kibum hyung ikut dengan kami saja?" usul kyuhyun.

"kyuhyun benar, kajja kibum –ssi"

Kibum nampak berfikir sebentar sampai akhirnya mnyetujui ajakan kyuhyun, bukan karena memang ingin naik mobil mewah siwon yang kibum anggap sebagai pengganggu kebersamaannya dengan kyuhyun namun karena kibum tidak ingin kyuhyun hanya berdua dengan siwon, dia tidak rela.

Suasana di dalam mobil cukup ribut karena sejak tadi siwon mengajak kyuhyun mengobrol, sedangkan kibum hanya diam di kursi belakang sambil mendengus jengkel karena sejak tadi siwon memonopoli kyuhyunNYA. Kibum sangat tau siapa siwon, dia juga tau kedekatan kyuhyun dan siwon, kyuhyun sudah menceritakan semuanya pada kibum, karena itu dia khawatir siwon akan merebut perhatian kyuhyun, sungguh kibum tidak pernah berharap siwon akan kembali ke kehidupan kyuhyun.

"ehm ehmm" kibum berdeham karena dari tadi dua namja itu hanya asyuk mengobrol sendiri

"kibum hyung gwenchana? Apa hyung sakit tenggorokan?" tanya kyuhyun dengan mimik khawatir, melihat hal itu kibum justru memanfaatkan kesalahpahaman kyuhyun.

"ne, kyunnie, ehemm sepertinya hyung akan kena flu" ucap kibum sambil memasang wajah memelas, ada gunanya juga selama ini dia belajar akting di klub drama, kemampuan aktingnya sangat baik, buktinya kyuhyun tertipu, tapi sepertinya tidak dengan siwon.

"aigo, kibum hyung harus cepat minum obat, umma bilang supaya tidak bertambah parah" ucap kyuhyun polos.

"ne, dirumah hyung ada obat flu"

"kalau begitu kita harus cepat pulang, ahjussi makan es krimnya tidak jadi, kita pulang saja ne?" ucap kyuhyun pada siwon yang sedang menyetir. Mereka tadi memang sudah sepakat akan makan es krim dulu sebelum pulang, dan bocah bernama kim kibum itu mengacaukan semuanya. Siwon mendelik jengkel ke arah kibum.

"bukankah kibum bisa membeli obat di apotek saja ? tidak harus pulang ke rumah kan?" tanya siwon, masih berusaha mengubah keputusan kyuhyun.

"ahh benar juga" ucap kyuhyun, lalu menengok ke arah kibum

"uhukkk uhukkk kyu sepertinya flu hyung semakin parah, hyung harus istirahat" kibum kembali memulai aktingnya kali ini tampangnya di buat memelas dan selemah mungkin.

"hyung bertahanlah, jangan mati. Baiklah kita pulang saja" putus kyuhyun dramatis, hahhh anak ini terlalu polos.

"baik, kita pulang" ucap siwon pasrah, dirinya benar – benar ingin mencekik kibum yang sekarang sudah mengeluarkan seringaiannya ke arah siwon.

.

.

Sesampainya dirumah kibum siwon harus kembali menahan kekesalan, bagaimana tidak, sejak mereka keluar dari mobil kyuhyun merangkul kibum dan menuntunnya berjalan, tidak sadarkah kyu kibum itu flu (pura – pura) dan bukan kakinya yang patah jad tidak perlu dituntun. Kalau kibum sih justru tampak menikmati dirangkul kyuhyun, dia justru melingkarkan tangan kirinya di pinggang ramping kyuhyun. sebenarnya siwon sudah menawarkan bantuan pada kyuhyun, namun kibum menolak dan meminta biar kyuhyun saja yang menuntunnya.

Siwon memandangi dua orang namja yang sekarang sedang memasuki kamar dengan nuansa hitam putih, kamar kibum, setelah menatap sekeliling kamar siwon kembali menjatuhkan pandangannya ke arah kyuhyun yang sedang membaringkan kibum diranjangnya, perhatian kyuhyun kembali mendatangkan kekesalan dan perasaan tidak tenang dalam hati siwon. Sejak kyuhyun kecil dulu hanya dirinya yang paling dekat dengan kyuhyun selain kedua orangtuanya, kyuhyun yang selalu bilang bahwa siwon adalah yang paling dia sayangi dan siwon tidak pernah mau, dan tidak akan pernah rela semua itu terbagi, apalagi dengan bocah menyebalkan macam kibum.

"baby, kibum kan sudah sampai dirumah ayo kita pulang" ucap siwon sambil menghampiri kyuhyun yang sedang menyelimuti kibum.

"tapi ahjussi, wookie ahjumma sedang tidak dirumah, kasihan kibum hyung sendirian"

"uhukk uhukkk, kyunnie mau kan menemani hyung?" tanya kibum dengan nada yang dibuat lemah.

"tentu saja, kibum hyung kan juga slalu menemani kyu kalau kyu sakit, sekarang biar kyu yang merawat hyung"

"tapi, baby ..." siwon hendak protes

"ahjussi, ahjussi pulang duluan saja, kyu akan menemani kibum hyung dulu, bilang pada appa dan umma kyu akan menginap dirumah kibum hyung" potong kyuhyun sambil menatap siwon, tapi tidak menyadari tatapan kecewa siwon karena kyuhyun lebih memilih kibum.

"baiklah, kalau begitu ahjussi pulang dulu, semoga kau cepat sembuh kibum ssi" ucap siwon sambil memandang kibum tajam.

"tentu saja ahjussi, ada kyunnie yang menemaniku disini aku akan cepat sembuh" jawabnya sambil berusaha menyembunyikan senyum kemenangannya agar kyuhyun tidak curiga.

Setelah itu siwon meninggalkan kibum dan kyuhyun, untuk kembali ke kediaman kim.

.

.

Siwon memasuki kediaman kim dan langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang tamu dengan keras, menghasilkan suara yang cukup nyaring.

"astaga siwonnie, kukira suara apa" ucap leeteuk yang baru saja keluar dari dapur karena mendengar suara gaduh dari ruang tamunya, "ada apa denganmu siwonnie?" tanya leeteuk pada siwon yang tampak gusar.

Siwon memejamkan matanya sekilas, menoba menghilangkan rasa tidak nyaman yang masih membekas di hatinya, "tidak papa hyung mungkin hanya lelah" jawab siwon tidak mau membuat leeteuk khawatir.

"ohh iya, dimana babykyu? Bukankah kau bilang akan menjemputnya siwonnie?" tanya leeteuk karena tidak melihat putera kesayangannya.

"kyu menginap dirumah kibum" jawab siwon malas

"benarkah? Tumben sekali, memangnya ada apa?"

"kyu bilang dia ingin merawat kibum yang sedang sakit" jawab siwon sambil mencoba menahan nada suara karena kekesalan kembali menghampirinya saat mengingat dia dikalahkan oleh bocah ingusan macam kibum.

"memang dimana ny. Kim?" tanya leeteuk khawatir

"entahlah, ny. kim tidak ada di rumah" siwon mengangkat bahunya acuh, namun melihat raut kekhawatiran dari wajah leeteuk membuatnya penasaran juga akan sosok kibum, sebenarnya sedekat apa dia dengan keluarga kim. "hyung?'

"ada apa siwonnie?" leeteuk duduk di samping siwon

"sebenarnya siapa kibum?"

"bukankah hyung sudah pernah memberitahumu dia putera tetangga kita"

"maksudku bukan seperti itu hyung, maksudku kenapa hyung begitu menghawatirkannya?" tanya siwon hati – hati.

Leeteuk tersenyum simpul "kibum adalah sahabat kyuhyun, kau tau kan anak manja itu sangat sulit berinteraksi dengan orang lain?,tapi kibum, dia sangat mengerti kyuhyun, dia bisa membuat kyuhyunku tertawa, bergembira, dan kibum juga slalu melindungunya, ahhh dan bukan hanya itu, kau tau betapa terpuruknya kyuhyun saat kau tinggalkan siwonnie, karena usaha dan kerja keras kibum untuk dekat dengan kyuhyun, kyuhyun bisa tersenyum lagi, hyung sangat berterima kasih pada kibum" jelas leeteuk mau tak mau kembali membuat siwon merasa bersalah.

"maaf hyung"

"ini bukan salahmu" leeteuk mengelus pundak siwon menenangkan, "baiklah, hyung akan pergi menengok kibum, kasihan mereka hanya berdua" setelah mengatakan itu leeteuk menuju dapur, menyiapkan makanan yang akan dia bawa untuk kyuhyun dan kibum, lalu bergegas pergi, meninggalkan siwon yang masih terdiam, sedang mencerna setiap ucapan leeteuk.

.

.

"nah kibum hyung harus cepat sembuh" ucap kyuhyun sambil kembali membaringkan kibum setelah membantu namja yang hanya berbeda satu tahun darinya itu meminum obat flunya.

"gomawo kyunnie" ucap kibum tulus, kibum sangat senang karena kyuhyun lebih memilih bersamanya daripada siwon, dia sama sekali tidak perduli walau harus berbohong untuk mempertahankan kyuhyunnya, sampai kapanpun kibum tidak akan melepaskan kyuhyun, satu – satunya namja manis yang dapat membuat namja dingin sepertinya terpesona pada pandangan pertama. Kibum masih ingat saat pertama kali dirinya bertemu dengan kyuhyun, saat itu dia bersama umma dan appanya baru saja pindah ke rumah yang terletak di samping rumah kyuhyun, karena bosan kibum berjalan – jalan ditaman yang ada di sekitar rumah mereka, saat itu kibum mendengar suara tangisan seseorang, dia sudah ingin kabur saat mengira itu suara hantu penunggu taman, namun niatnya dia urungkan saat melihat seorang namja cilik meringkuk di samping prosotan sambil menangis sesenggukan, kibum menghampiri namja cilik itu sambil mencoba menenangkannya, dan saat itulah dia melihat wajah kyuhyun, wajah manis yang basah oleh air mata membuat kibum sangat ingin melindungi namja cilik itu, walaupun pada awalnya kyuhyun nampak sulit didekati dan terkesan ketus pada kibum namun semuanya berubah karena ketulusan dan kesungguhan kibum dalam mendekati kyuhyun.

Kibum memperhatikan kyuhyun yang sedang terduduk sambil mencoba menahan kantuk di kursi yang diletakkan di samping ranjang kibum, mau tidak mau membuat senyum kibum mengembang, kyuhyunnya yang manis memang tidak pernah membuat kibum bosan bahkan dari saat kyuhyun berusia lima tahun sampai sekarang kadar kemanisannya semakin bertambah, membuat kibum harus menjaga kyuhyun ekstra ketat dari namja – namja diluar sana yang terpesona oleh kemanisan kyuhyun. kibum masih memperhatikan kyuhyun yang mencoba menahan kepalanya agar tidak terkulai, namun sepertinya kyuhyun memang sudah sangat mengantuk, saat melhat kyuhyun hendak terjatuh dengan cepat kibum bangun dan menahan tubuh kyuhyun, menyandarkan kepala kyuhyun dipundaknya. "kyunnie, hyung benar – benar tidak ingin kehilanganmu" kibum mengelus pipi chubby kyuhyun yang halus lalu dengan perlahan mengangkat tubuh kyuhyun dan membaringkan tubuh kyuhyun di kasurnya, selanjutnya diikuti dengan tubuhnya sendiri tanpa melepas pandangannya sedikitpun dari kyuhyun. "tidur yang nyenyak kyunnie" ucap kibum lalu menyusul kyuhyun ke dalam mimpi.

Ceklek

Pintu kamar kibum terbuka, dua orang namja cantik yang satunya terkesan manis memasuki kamar, tersenyum lembut saat melihat anak mereka sudah tertidur lelap.

"sepertinya kyunnie dan kibum sudah tidur hyung" ucap kim ryeowook

"ne wookie, sepertinya mereka kelelahan"

"maaf kibum jadi membuat kyunnie repot, kalau saja tadi aku tidak meninggalkan rumah" sesal ryeowook

"tidak papa wookie, bukankah kita harus saling menolong?"

"terimakasih hyung, emmm sebaiknya biarkan kyunnie menginap, kasihan kalau kita membangunkannya"

"kau benar wookie, ayo kita keluar" ajak leeteuk lalu mereka meninggalkan kamar kibum.

.

.

"chagi dimana babykyu?" tanya kangin saat dirinya sedang menikmati kopi paginya sambil membaca koran, biasanya pagi – pagi begini rumahnya sudah ramai dengan kegiatan leeteuk yang membangunkan kyuhyun, namun rumahnya nampak sepi.

"ahhh aku lupa bilang chagi, babykyu menginap di rumah kibum" jawabnya sambil menyiapkan sarapan

"anak itu, apa mereka main game lagi? Walaupun sekarang weekend tidak baik kalau bermain game sampai pagi" omel kangin mengigat kebiasaan sang anak yang suka begadang bermain game.

"aishh kau ini jangan asal menuduh, justru babykyu kita sedang merawat kibum yang sedang sakit" ucap leeteuk bangga

"ummmaaa" tiba – tiba sebuah suara mengintrupsi obrolan leeteuk dan kangin, dan munculah kyuhyun yang berjalan mendekati kedua orangtuanya sambil sesekali menguap, sepertinya kyuhyun masih mengantuk namun memaksakan diri untuk pulang.

"baby" leeteuk menghampiri kyuhyun, cukup heran melihat piama kebesaran berwarna biru gelap yang dipakai kyuhyun, sepertinya milik kibum, padahal kemarin saat leeteuk menengok mereka kyuhyun tidur menggunakan seragamnya.

Kyuhyun mendudukkan dirinya di kursi lalu menelungkupkan wajahnya di meja.

"heyyy baby boy jangan tidur di meja makan" tegur kangin

"kyu ngantuk appa, lagipula ini masih jam delapan"

"ckckck dasar"

"umma, siwon ahjussi dimana?" tanya kyuhyun melihat siwon tidak ada diantara mereka

"ahjussimu pergi pagi – pagi sekali, katanya akan bertemu sutradara"

"wahh ahjussi akan segera mulai syuting umma?" tanya kyuhyun semangat

"ne, kenapa baby senang sekali heum?"

"kyu ingin melihat ahjussi berakting umma, ahjussi sudah berjanji mengajak kyu, boleh kan umma?" ucap kyuhyun dengan senyuman manisnya

"apa kalau umma larang kyu akan menurut? Asal tidak mengganggu ahjussimu umma izinkan" ucap leeteuk

"yesss gomawo umma saranghae" kyuhyun memeluk leeteuk

"tidak memeluk appa?" sindir kangin

"kyu tidak mau memeluk beruang" kyuhyun menjulurkan lidahnya ke arah kangin

"yahhh, dasar anak evil sini kau" kangin mendekat ke arah kyuhyuh, membuat namja berusia tujuh belas tahun itu bersembunyi di balik tubuh ummanya yang hanya tertawa melihat tingkah kekanakan putera dan juga suaminya.

.

.

Siwon sedang duduk di sebuah sofa mewah di salah satu ruang pertemuan yang ada di hotel berbintang di pusat kota seoul, didepannya duduk seorang namja yang merupakan sutradara terkenal yang akan mensutradarai drama terbarunya.

"sebenarnya siapa lawan mainku sutradara shin?" tanya siwon penasaran, dia sudah menunggu cukup lama namun lawan mainnya belum juga datang.

"maaf siwon ssi, mungkin dia akan sedikit terlambat" jawab sutradara bertubuh agak tambun itu.

Siwon mendengus jengkel, padahal dia sudah datang pagi – pagi bahkan dia belum sempat bertemu babykyunya hari ini, seperti ada yang kurang kalau belum melihat wajah manis kyuhyun. siwon sudah hendak berdiri untuk meninggalkan ruangan itu sebelum pintu terbuka.

"maaf membuat kalian lama menunggu" ucap seorang yeoja cantik dan sexy sambil memasuki ruang pertemuan, membungkukkan badannya sekilas kearah siwon dan sutradara shin sebagai permintaan maaf.

"yuri – ssi akhirnya kau datang juga, duduklah" ucap sutradara shin lega

Yuri duduk di depan siwon dengan menyilangkan kakinya, yeoja berusia 29 tahun itu terlihat sangat anggun dan elegan dengan dress merah yang agak ketat dengan panjang lima senti di atas lutut membuat tubuh sexynya terbentuk sempurna. Kwon yuri memang salah satu artis wanita yang sangat terkenal, walaupun usianya sudah menginjak 29 tahun kecantikan dan juga kesexyannya tidak pernah luntur, wajar saja banyak namja yang takhluk olehnya.

"sudah lama tidak berjumpa sutradara shin dan siwon ssi" sapanya dengan senyum manis

"aigo, kau semakin cantik saja yuri – ssi" puji sutradara shin

Yuri tertawa pelan "terima kasih atas pujian anda"

"percuma saja cantik kalau anda tidak bisa menghargai waktu yuri – ssi" sindir siwon membuat yuri dan sutradara shin terdiam, "kudengar anda adalah aktris yang cukup terkenal, tidak kusangka kau kurang profesioal"

Yuri berusaha mempertahankan senyumnya walau harga dirinya seperti terinjak – injak oleh namja tampan didepannya, cukup takjub dengan sikap siwon yang sangat berani mengkritiknya, tidak pernah ada yang memperlakukannya seperti ini biasanya mereka justru menyanjungnya, namja bernama choi siwon ini benar – benar menarik.

"saya benar – bena menyesal atas ketidak profesionalan saya siwon – ssi"

"hahh, kurasa urusanku sudah selesai disini, silahkan lanjutkan urusan kalian, permisi" siwon membungkuk sekilas lalu meninggalkan ruangan.

Yuri masih memperhatikan siwon sampai namja itu menghilang di balik pintu, choi siwon, sangat menarik, lihat saja kau akan bertekuk lutut dihadapanku.

TBC

Hahhhhh akhirnya bisa update juga, maaf banget kalau lama, sebenarnya kelarnya udah lama tapi karena inet bermasalah jadi gak bisa update, bahkan ini aja ku update lewat warnet, doakan ya teman – teman semoga inetku kembali benar seperti sedia kala hhe ...

Maaf juga karena menurut saya di chap ini masih belum banyak momen wonkyunya, saya lagi berusaha memunculkan pemain – pemain baru nih ... semoga chap ini tidak mengecewakan teman – teman semua, mohon dimaklumi ya kalau masih banyak yang kurang karena saya masih belajar dan masih perlu banyak masukan dari chingudeul,

Untuk yang sudah review di chap – chap sebelumnya terima kasih banyak, kalian benar – benar membuat saya semangat ... akhir kata #pai – pai :)