Chapter 4

Siwon melangkahkan kakinya memasuki kediaman kim, ditangannya terdapat sebuah kado berukuran sedang berwarna merah dengan motif polkadot putih juga pita yang berwarna babyblue, kado yang manis untuk namja termanis yang ada di kediaman kim, siapa lagi kalau bukan cho kyuhyun kesayangannya.

Senyum siwon terkembang saat membayangkan ekspresi kyuhyun saat menerima hadiah darinya, namja manis itu pasti akan sangat senang. Siwon mempercepat langkahnya agar cepat sampai ke kamar kyuhyun yang terletak di lantai dua rumah mewah tersebut.

Begitu sampai di depan kamar kyuhyun siwon langsung menyambunyikan kado tersebut di balik tubuhnya, TOK TOK TOK, siwon mengetuk kamar kyuhyun.

"nugu?" terdengar suara kyuhyun dari dalam

"ahjussi baby" jawab siwon, setelah siwon menjawab terdengar suara – suara dari dalam dan tiba – tiba pintu sudah terbuka, menampilkan sosok manis sang penghuni kamar yang langsung tersenyum saat melihat ahjussi kesayangannya.

"ahjussi" pekik kyuhyun girang.

"hai baby" siwon mengusap rambut halus kyuhyun dengan tangannya yang bebas.

"ahjussi kapan pulang?"

"baru saja, ahh ahjussi membawakanmu hadiah" ucap siwon, senyumnya semakin lebar melihat ekspresi kaget sekaligus antusias dari kyuhyun

"apa ahjussi?" tanya kyuhyun penasaran

"rahasia" siwon menggoda kyuhyun, dan benar saja bibir merah itu langsung mengerucut imut saat mendengar jawaban siwon, membuat siwon terkekeh pelan.

"ne, ne jangan marah baby, ahjussi akan berikan, tapi bolehkan ahjussi masuk dulu" ucap siwon, dia tidak mau membuat kyuhyun benar – benar kesal padanya, menghadapi kyuhyun yang sedang ngambek akan sangat merepotkan.

Kyuhyun menepuk jidatnya "kyu lupa ahjussi hhe, silahkan masuk" kyuhyun melangkah mundur agar siwon bisa masuk, "sekarang mana hadiahku ahjussi?" kyuhyun mengulurkan tangannya kedepan siwon, sepertinya dia sudah tidak sabar.

siwon tersenyum simpul, kyuhyunnya memang tidak berubah dari dulu, sangat tidak sabaran. tidak mau membuat kyuhyun menunggu lebih lama lagi perlahan siwon keluarkan kotak yang sejak tadi disembunyikannya, "tara" ucapnya semangat sambil menunjukkan kado itu ke tangan kyuhyun.

kyuhyun memandang sebuah kado berwarna merah ditangannya dengan penasaran, dikocoknya sebentar, mencoba menebak – nebak isi kado tersebut, "apa ini ahjussi?"

"bukalah" ucap siwon

Kyuhyun bergegas meletakkan kado itu di kasurnya lalu mulai mengangkat tutup kotaknya, matanya tampak berbinar – binar senang saat melihat isi kotak tersebut "hwaa kyeopta" pekik kyuhyun girang sambil mengangkat dua boneka beruang kecil yang menggunakan pakaian tradisonal korea yang biasa digunakan raja dan ratu jaman dulu.

Hati siwon menghangat melihat kyuhyun mendekap dua boneka beruang itu didadanya sambil tersenyum senang, siwon sangat menyukai kalau kyuhyun tersenyum seperti itu, benar – benar terlihat polos dan menggemaskan. "babykyu suka?" tanya siwon.

Kyuhyun mengangguk cepat "sangat suka, gomawo ahjussi" kyuhyun langsung memberikan kecupan di pipi siwon lalu memeluk singkat pria berbadan atletis itu erat.

Siwon hanya membeku menerima reaksi manis dari kyuhyun, hatinya menjadi berbunga – bunga, reaksi yang sudah biasa dia rasakan saat mendapatkan kecupan ataupun pelukan dari kyuhyun, siwon sangat menyukai perasaan ini, karena itu sejak kyuhyun kecil siwon sangat menyukai memberikan hadiah untuk kyuhyun, agar dia lebih sering mendapat kecupan dan pelukan dari namja manis itu.

"kyu ingin memberi nama mereka siapa?" tanya siwon pada kyuhyun yang masih asik menatap lekat bonekanya.

"emm karena ini dari ahjussi, yang memakai pakaian raja namanya Won" ucap kyuhyun semangat, "lalu yang ratunya ..." kyuhyun berfikir keras sambil meletakkan telunjuknya di dagu, benar – benar menggemaskan.

"bagaimana kalau Kyu?" usul siwon

"Kyu? Itukan namaku ahjussi?" ucap kyuhyun heran

"tapi nama itu sangat cocok, lihat boneka ini sangat menggemaskan dan manis seperti babykyu" siwon mencubit pelan pipi chubby kyuhyun

"hemmm baiklah" akhirnya kyuhyun menyetujui, lalu ditatapnya kedua boneka itu, "Won dan Kyu, mulai sekarang kalian akan tinggal denganku" ucap kyuhyun girang.

"ahh ada satu lagi kyu" ucap siwon tiba – tiba

"apa ahjussi?"

"coba kau tekan tangan kiri won" perintah siwon

Walaupun bingung kyuhyun tetap mengikutinya, di tekannya tangan kecil won sambil menunggu apa yang terjadi, dan beberapa detik kemudian...

'saranghae babykyunnie' suara siwon terdengar dari boneka beruang won.

Mendengar suara yang di keluarkan boneka barunya kyuhyun langsung memandang siwon takjub, "wahhh keren" ucapnya senang, sambil memencet tangan won berulang – ulang membuat suara husky siwon terdengar berulang – ulang di dalam kamar bernuansa babyblue itu.

Siwon menatap puas reaksi kyuhyun, tidak sia – sia dia berkeliling di mall selama hampir tiga jam untuk mencari hadiah untuk kyuhyun, dia bahkan harus berebut dengan sepasang kekasih yang juga menginginkan boneka itu tadi, yang akhirnya dimenangkan oleh siwon setelah dia memberikan kupon belanja senilai satu juta won pada sepasang kekasih itu, siwon tidak perduli berapapun uang akan dia keluarkan untuk mendapatkan boneka itu, padahal dia bisa saja mencari kado yang lain, namun saat pertama kali melihat boneka itu siwon langsung menyukainya, dan semua pengorbanannya terbayar saat melihat senyum kyuhyun. Siwon jadi teringat saat ahjumma yang menjual boneka tadi menawarkan mengisi suaranya ke dalam boneka itu, entah kenapa kata – kata yang ada difikirannya hanya 'saranghae babykyunnie', mungkin karena siwon memang sangat mencintai dan menyayangi namja manis di depannya ini.

"ahjussi, kyu mau tanya" ucap kyuhyun tiba – tiba membuat siwon tersadar dari lamunannya.

"tanya appa?" tanya siwon

"emmm, kenapa ahjussi memberikan kyu boneka kyu kan namja?" tanya kyunhun sambil duduk di kasurnya, ohh jangan lupa won dan kyu yang masih dipangkuannya.

Siwon ingin tertawa mendengar pertanyaan kyuhyun, aishh kyuhyun sangat polos, sepertinya kangin dan leeteuk benar – benar menjaga kepolosan anak manis mereka ini.

"karena kyu sangat manis seperti boneka, apa kyu keberatan?" jawab siwon.

"anny, kyu kan hanya bertanya saja" elak kyuhyun, ya dia sangat menyukai hadiah siwon.

"baiklah, sekarang letakkan dulu WonKyunya, ahjussi akan mengajakmu kesuatu tempat" diraihnya boneka di pangkuan kyuhyun lalu diletakkan di kasur.

"kemana?" tanya kyuhyun penasaran.

"bukankah ahjussi pernah berjanji mengajak kyu ke taman bermain?" tanya siwon.

"kita akan ke taman bermain ahjussi? Jeongmal?!" mendengar kata taman bermain membuat kyuhyun semangat, sudah lama sekali dia tidak pergi kesana, orang tuanya lumayan sibuk sehingga jarang mengajaknya jalan – jalan, mungkin terakhir kali saat kyuhyun baru masuk junior high school.

"tentu saja, kajja" siwon mengulurkan tangannya ke arah kyuhyun.

Kyuhyun menyambut tangan siwon dengan semangat, "apa kita bisa mengajak kibum hyung ahjussi?" tanya kyuhyun

Siwon terdiam sebentar mendengar nama kibum disebut, dia benar – benar tidak suka, setelah mencoba meredakan rasa tidak sukanya siwon kembali tersenyum lembut pada kyuhyun,"apa kyu tidak rindu berjalan – jalan berdua saja dengan ahjussi? "

"ahh benar juga sudah lama sekali, kalu begitu kita pergi berdua saja , let's go!" teriak kyuhyun semangat sambil menarik tangan siwon meninggalkan kamarnya, sedangkan siwon tampak tersenyum puas dengan keputusan kyuhyun.

.

.

"waaaaaaa" kyuhyun menatap takjub seluruh wahana yang ada di taman bermain, "ahjussi kita akan naik semuanya kan?" tanya kyuhyun pada siwon yang sejak tadi berjalan disampingnya.

"tentu saja, apapun yang babykyu mau" jawab siwon semangat, dieratkan genggaman tangannya pada kyuhyun, suasana taman bermain sangat ramai karena hari ini weekend dan siwon tidak mau mengambil resiko mereka terpisah dan akhirnya kyuhyun tersesat, walaupun kyuhyunnya sudah remaja, tapi kalau melihat tingkahnya yang seperti bocah yang baru pertama kali ke taman bermain seperti ini mungkin saja hal itu dapat terjadi bukan?

"kalau begitu kita kesana dulu ahjussi untuk pemanasan" sambil menunjuk sebuah wahana yang berbentuk goa, didepannya terdapat gambar besar tengkorak dan juga makhluk – makhluk seram lainnya, singkatnya sebut saja rumah hantu.

Tampa sadar siwon menelan ludahnya gugup, ohh ayolah choi siwon usiamu sudah 34 tahun, bagaimana mungkin kau takut masuk ke rumah hantu ?, bisik siwon dalam hati menyemangati dirinya sendiri, bagaimanapun dia tidak mau membuat kyuhyun kecewa.

"ahjussi ayo" kyuhyun menarik tangan siwon yang masih terdiam

"n-ne" jawab siwon sambil mengikuti kyuhyun dengan pasrah.

"hanya anak – anak saja yang takut dengan hantu jadi – jadian seperti itu, benarkan ahjussi?" tanya kyuhyun masih melangkahkan kakinya ke wahana SCREAM tersebut.

Perkataan kyuhyun membuat nyali siwon semakin ciut, bagaimana mungkin dia membiarkan dirinya disamakan dengan anak kecil, demi seluruh film yang telah dibintanginya, itu tidak akan pernah terjadi, mau dikemanakan image manly dan coolnya?, memang tidak ada yang tau kalau aktor terkenal seperti choi siwon sebenarnya takut dengan yang namanya makhluk halus, bukankan manusia memang tidak ada yang sempurna?.

Lima belas menit kemudian siwon dan kyuhyun sudah keluar dari wahana tersebut. Kyuhyun tampak santai saja walaupun di dalam sana terdapat banyak hantu seram yang mencoba menakutinya, bukannya berteriak dia justru tertawa karena sepasang remaja yang berjalan tepat di belakang mereka sangat ketakutan bahkan sang namja sampai bersembunyi di belakang yeojanya, benar – benar konyol, sangking asiknya kyuhyun tertawa dia tidak menyadari bahwa sejak memasuki wahana itu siwon sudah pucat pasi, tangannya bahkan sangat dingin karena berkeringat, sebenarnya dia benar – benar ingin berteriak namun karena kyuhyun berjalan tepat disampingnya tentu saja dia tidak melakukan itu, mau ditaruh dimana wajah tampannya kalau dia sampai berteriak.

Siwon mendudukkan dirinya di sebuah bangku kayu yang terdapat di areal tangan bermain, tenaganya terkuras habis karena memasuki wahana itu, dia bahkan masih terbayang hantu – hantu yang bermunculan tadi, membuatnya bergidik ngeri.

"hahahha yang tadi itu lucu sekali ahjussi, ahjussi lihat kan wajah mereka? Hhmmmttt hahaha" kyuhyun masih tertawa, bahkan namja manis itu sampai memegang perutnya karena geli, tidak mendengar jawaban dari siwon kyuhyun menengok pada ahjussinya itu "ahjussi, waeyo?" tanya kyuhyun melihat wajah pucat siwon

"m-mwo? Anny, ahjussi hanya lelah kyu" jawab siwon bohong

"isshh itu karena ahjussi sudah tua, padahalkan kita baru masuk satu wahana" ejek kyuhyun

"yak, babykyunnie kau mengatai ahjussi tua eoh?" siwon menatap kyuhyun tajam, lalu dengan cepat dihampirinya kyuhyun, di peluknya tubuh yang sedikit berisi itu lalu digelitikinya pinggang kyuhyun, menghasilkan geliatan dari si namja manis.

"ahh haah hha geli ahjussi ampun" ucap kyuhyun sambil berusaha menjauhkan tangan siwon dari tubuhnya, tapi memang tenaga siwon sangat kuat tentu saja itu tidak akan mudah.

"coba bilang sekali lagi" siwon masih menggelitiki pinggang kyuhyun, mengacuhkan beberapa oranng yang mulai melihat kerah mereka karena suara tawa kyuhyun.

"ahha hha anny ahjussi tam-ppan dan tidak tua" ucap kyuhyun di sela tawanya.

Mendengar kata tampan dari mulut kyuhyun siwon tersenyum puas lalu melepaskan kyuhyun, "ahh tentu saja ahjussi tampan" narsisnya, beginilah choi siwon akan terlihat seperti remaja bahkan anak kecil kalau bersama dengan kyuhyun, dan namja tampan ini sangat menikmatinya.

"kyu lebih tampan" elak kyuhyun sambil mengerucutkan bibirnya membuat siwon tertawa gemas, dari pada dibilang tampan mungkin lebih cocok di bilang manis dan imut.

"ne terserah kyu saja" ucap siwon

"yes, kalau begitu ayo main lagi kyu mau naik jetcoster" ucap kyuhyun ceria sambil menarik lengan kemeja yang digunakan siwon, siwon hanya menghembuskan nafas pasrah, sepertinya perjuangannya belum berakhir.

tiga jam kemudian, setelah puas berkeliling dan manaiki wahana keinginan kyuhyun dua namja berbeda usia itu mulai mencari foodcourt untuk tempat mereka makan, mengingat hari sudah agak sore dan perut mereka juga sudah lapar.

"baby, bagaimana kalau makanan jepang?" usul siwon sambil menunjuk kedai yang menyediakan masakan khas jepang

"anny, kyu mau jajangmyeon ahjussi" tolak kyuhyun, sambil menunjuk kedai jajangmyeon tepat di samping kedai masakan jepang.

"kau ini, tidak baik makan mie terus"

"tapi kyu suka ahjussi" kyuhyun menunjukkan mata kucing terlantarnya dan sukses membuat siwon tidak tega menolak keinginan namja manis yang disayanginya ini.

"hahh baiklah ayo makan jajangmyeon" pasrah siwon, tatapan memelas kyuhyun berganti dengan tatapan berbinar – binar senang mendengar jawaban siwon.

Begitu sampai di dalam kedai siwon langsung memilih tempat duduk yang agak jauh dari pengunjung yang lain, profesinya sebagai aktor terkenal memang menyulitkan kalau berada di tempat ramai seperti ini, untung saja siwon sudah mempersiapkan semuanya, dia memakai topi yang biasa dia gunakan untuk menyamar, setidaknya sampai saat ini belum ada yang mengenalinya sebagai aktor, berarti cukup berhasil bukan?.

"selamat datang, anda mau memesan apa tuan?" tanya seorang pelayan yeoja dengan nada yang sangat ramah pada siwon, terlihat jelas dia ingin menarik perhatian namja tampan ini, pelayan ini bahkan sudah memperhatikan siwon sejak pertama kali memasuki kedai.

"ahh tunggu sebentar" siwon melihat buku menu ditangannya, "baby mau minum apa?" tanya siwon lembut pada kyuhyun yang duduk di depannya.

"hot chocolate ahjussi"

"kalau begitu jajangmyeon dua minumnya americano dan hot chocolate" ucap siwon sambil memberikan buku menu pada pelayan.

"baiklah mohon tunggu sebentar tuan" ucap pelayan dengan nada yang terkesan genit sambil mengambil buku menu di tanagn siwon, bahkan tangan yeoja itu dengan sengaja sedikit menyentuh tangan siwon saat mengambil buku menu dari namja tampan itu, menghasilkan tatapan tidak suka dari kyuhyun.

"ahjumma cepatlah aku sudah lapar!" ucap kyuhyun sadis padahal pelayan itu tidak terlalu tua mungkin usianya baru dua puluhan, kyuhyun kesal karena pelayan itu nampak enggan meninggalkan meja mereka.

Pelayan itu memangdang kyuhyun tidak suka karena memanggilnya ahjumma dan merusak kesenangannya memandang wajah tampan siwon, walaupun kesal dia tetap menampilkan senyum yang menurutnya manis pada siwon, "kalau masih ada yang anda butuhkan silahkan panggil saya tuan" ucapnya, lalu dengan berat hati meninggalkan meja siwon.

Setelah pelayan itu pergi siwon mengalihkan perhatiannya ke arah kyuhyun, dahinya berkerut heran melihat kyuhyun tampak merengut, "waeyo baby?" tanya siwon lembut.

"hump kyu kesal pada ahjussi" kyuhyun semakin menekuk wajahnya.

"mwo? Memang ahjussi salah apa?" siwon merasa dia tidak berbuat yang salah pada kyuhyun.

"ahjussi mengacuhkanku karena ahjumma jelek" jawabnya

"mwo, tentu saja tidak bagaimana mungkin ahjussi mengacuhkan kyu, pelayan tadi kan hanya bertanya" siwon berusaha mengelus rambut kyuhyun, namun namja manis itu menolak.

"baiklah, kyu mau apa biar tidak kesal lagi pada ahjussi?"

"ahjussi akan memberikan apapaun yang kyu mau?" tanya kyuhyun hati – hati

"tentu saja, tapi kyu jangan marah lagi"

"baiklah kalau begitu belikan kyu es krim ahjussi" ucap kyuhyun manja, sepertinya kekesalannya sudah menghilang.

"baiklah, ahjussi belikan sebentar, kyu jangan kemana – mana ne"

"humm" kyuhyun mengangguk patuh

Siwon langsung pergi meninggalkan kedai untuk mencari es krim pesanan kyuhyun, meninggalkan kyuhyun menunggu sendirian di kedai.

Kyuhyun mengetuk – ngetukkan jari lentiknya ke meja, mengusir kebosanan saat menunggu seperti ini, bahkan pesanan mereka sudah datang beberapa menit lalu, sesekali ditiup – tiupnya poni yang sudah agak memanjang dan sedikit mengenai mata. "ahha ahjussi lama" keluhnya.

"hai manis, sendirian?" tanya seorang namja yang tiba – tiba saja duduk di samping kyuhyun, diikuti dua namja lainnya yang duduk di depan kyuhyun.

Kyuhyun terlihat risih melihat tatapan namja – namja itu padanya, terkesan penuh selidik, apalagi namja yang duduk disampingnya, dia melihat kyuhyun dari atas sampai bawah seakan akan kyuhyun adalah pemandangan yang paling menggoda yang pernah dia lihat.

"maaf tempat ini sudah ada orangnya" ucap kyuhyun dengan suara kecil, sesungguhnya dia takut apalagi melihat dandanan mereka yang seperti anak – anak nakal.

"aku tidak melihat ada orang lain disini" ucap namja itu dengan senyum aneh, "perkenalkan namaku choi seunghyun, siapa namamu manis?" namja itu mengulurkan tangannya pada kyuhyun, namun kyuhyun tidak menyambutnya, namja manis itu justru tampak meremas kedua tangannya yang diletekkan dipangkuannya.

Melihat tidak ada respon dari kyuhyun seunghyun dengan cepat menarik tangan kyuhyun dan menggenggamnya erat, tentu saja mendapat rontaan dari kyuhyun.

"lepaskan" ucap kyuhyun dengan nada bergetar, dia sangat takut, matanya menatap berkeliling berharap siwon datang dan menolongnya, karena orang – orang di dalam kedai tampak cuek, mungkin karena takut dengan tampang seunghyun yang seperti berandal.

"waah kulitmu bahkan sangat lembut manis" seunghyun mengelus pungung tangan kyuhyun, melihat tatapan takut kyuhyun dan senyum puas seunghyun dua namja yang lainnya tampak tertawa kecil.

"lepas, lepasss" kali ini kyuhyun terlihat semakin gusar, tangan seunghyun mulai bergerak keatas menyentuh lengan kyuhyun yang tertutupi sweeter putihnya. Kyuhyun hendak pergi meninggalkan mejanya namun tangan seunghyun yang masih memegangnya kembali membuatnya terduduk.

"mau kemana manis, disini saja" seunghyun mendekatkan wajahnya kearah kyuhyun yang sekarang sudah menutup matanya takut saat merasakan nafas seunghyun di wajahnya, bibir merah kyuhyun tampak bergetar sangking takutnya.

.

.

"aishh antriannya panjang sekali, kyuhyun pasti sudah bosan menunggu" siwon mempercepat langkahnya, merutuki letak kedai es krim yang lumayan jauh dari kedai jajangmyeon tadi, ditangannya sudah terdapat es krim vanilla dengan toping coklat ukuran jumbo pesanan kyuhyun.

Senyum lega terpampang di wajah tampan siwon saat pintu masuk kedai jajangmyeon sudah terlihat, dia bergegas memasuki kedai itu dan langsung melihat kearah tempat duduknya dan kyuhyun. matanya langsung terbelalak lebar saat melihat tiga orang namja di dekat kyuhyun, apalagi salah satunya tengah memegang tangan kyuhyun dan mendekatkan wajahnya kearah kyuhyun yang tampak ketakutan. Dada siwon terasa terbakar melihat hal itu, amarahnya memuncak saat melihat namja asing menyentuh kyuhyun, tidak pernah siwon merasakan perasaan seperti ini, dia bahkan ingin menghajar bahkan membunuh namja yang membuat kyuhyun ketakutan itu. Dengan cepat dijatuhkan es krim yang sejak tadi di pegangnya, lalu dengan langkah lebar berjalan ke arah kyuhyun, begitu sampai disana siwon langsung menarik seunghyun dari belakang menjauhi kyuhyun, membuat seunghyun terjatuh dari kursi.

"sialan" umpat seunghyun merasakan sakit di punggungnya yang membentur lantai, matanya menatap marah pada seorang namja yang mengganggu kesenangannya, namun belum sempat dia berdiri sebuah pukulan keras mendarat di pipinya, sangat keras sampai membuat bibirnya sobek dan mengeluarkan darah, diikuti dengan pukulan – pukulan berikutnya yang tak kalah keras.

"ahjussi!" pekik kyuhyun yang sudah membuka mata saat merasakan tangan seunghyun tak lagi memegang tangannya, dilihatnya siwon yang menghajar seunghyun dengan membabi buta, lalu pandangan kyuhyun beralih pada dua orang namja yang seakan baru saja sadar kalau bos mereka dalam bahaya dan hendak membantu, diambilnya sebuah vas yang terletak dia atas meja lalu berjalan ke arah siwon yang masih dengan kegiatannya menghajar seunghyun.

"AHJUSSI AWAS!" teriak kyuhyun melihat siwon dalam bahaya.

Mendengar teriakan kyuhyun siwon melihat kebelakang, terlihat seorang namja hendak memukulkan vas ke kepalanya, dengan cepat siwon berbalik lalu menendang namja itu dengan kuat tepat di perutnya membuat namja itu terlempar cukup jauh lalu terhempas ke arah kursi kosong menghasilkan bunyi nyaring dari kursi yang langsung patah itu.

Suasana kedai semakin kacau, orang – orang mulai berlarian keluar, setelah menendang namja itu siwon langsung melayangkan pukulan ke namja satunya lagi, ohh jangan pernah remehkan choi siwon, dia bahkan sudah bergelar sabuk hitam taekwondo sejak masih high school, kalau hanya melawan tiga orang namja seperti mereka itu masalah mudah.

Siwon baru berhenti saat ketiga namja itu sudah terkapar dilantai dengan keadaan babak belur, kedai itupun sudah hancur, banyak kursinya yang patah.

"ini sebagai pelajaran karena kalian telah mengganggu kyuhyunku" ucap siwon tajam, setelah itu dia menghampiri seunghyun, kenarik kerah bajunya dan melayangkan satu pukulan terakhir, membuat namja itu tidak sadarkan diri, "dan ini karena kau telah berani menyentuhnya, dasar brengsek!" disusul dengan tendangan pada tubuh yang sudah tidak berdaya itu.

Kyuhyun membeku di tempatnya, sangat jelas dia ketakutan, ini pertama kalinya dia melihat siwon murka seperti ini, karena siwon selalu menunjukkan sikap lembutnya pada kyuhyun. Kyuhyun tersadar saat merasakan pelukan hangat ditubuhnya, siwon memeluknya erat.

Siwon mengelus rambut kyuhyun sambil sesekali mengecupnya sayang, namja itu belum bereaksi sedikitpun namun sama sekali tidak menolak pelukan siwon, "maafkan ahjussi baby, kau pasti takut, ahjusssi hanya marah karena mereka mengganggumu" bisa siwon rasakan tubuh kyuhyun bergetar, siwon tidak mengerti dengan perasaannya sendiri dia tidak rela melihat kyuhyun di sentuh orang lain dan itu membuatnya sangat marah.

Getaran di tubuh kyuhyun perlahan menghilang saat mendengar nada lembut siwon, apalagi saat mendengar kata – kata selanjutnya, "jagan takut, ahjussi akan melindungimu". Akhirnya kyuhyun mulai membalas pelukan siwon, menenggelamkan wajahnya kedada bidang siwon, membuatnya kembali tenang.

"kita pergi ne?" tanya siwon lembut.

Kyuhyun mengangguk di pelukan siwon, setelah itu siwon melepaskan pelukannya , namun masih merangkul pundak kyuhyun. siwon merogoh sakunya mengeluarkan dompet, lalu mengambil cek dengan nominal uang yang lumayan besar.

"maaf karena merusak kedai anda ahjumma, mohon terima ini sebagai permintaan maaf saya" siwon menyerahkan cek itu pada pemilik toko yang sepertinya kaget saat melihat nominal yang tertera di kertas itu.

Siwon kembali memandang ketiga namja itu tajam, lalu mengeluarkan beberapa lembar uang dan melemparnya kearah mereka, "ini untuk kalian berobat" ucapnya dingin, bagaimanapun siwon namja yang bertanggung jawab, setelah mengatakan itu siwon mulai menuntun kyuhyun untuk meninggalkan kedai.

.

.

Malam sudah tiba saat siwon memarkirkam mobil audi hitamnya di kediaman kim, setelah kejadian yang mengguncang kyuhyun tadi siwon sengaja mengajak namja manis itu untuk jalan – jalan sebentar di dekat sungai han sekedar untuk menenangkan kyuhyun, membuat mereka baru sampai rumah pada malam hari, untungnya siwon sempat memberi tahu leeteuk sehingga ibu satu anak itu tidak khawatir pada kyuhyun.

Siwon mengalihkan perhatiannya pada kyuhyun yang duduk di sampingnya, dilihatnya kyuhyun tertidur pulas, mungkin dia sangat kelelahan karena seharian bepergian dengan siwon. Melihat wajah damai kyuhyun yang terlihat sangat polos membuat siwon tidak tega membangunkannya, siwon melepaskan sealtbelt yang membelit tubuhnya lalu keluar dari pintu kemudi dan dihampirinya pintu penumpang, siwon membuka pintu itu secara perlahan agar tidak mengusik tidur kyuhyun, dengan hati – hati dilepaskannya sealtbelt yang membelit tubuh kyuhyum.

"enghh.." kyuhyun melenguh pelan dalam tidurnya, membuat siwon menghentikan kegiatannya sejenak.

"sshhhh tenanglah kyu" siwon mengelus kepala kyuhyun agar kembali tertidur pulas lalu dengan perlahan diangkatnya kyuhyun kedalam gendongannya. HUP dengan mudah tubuh kyuhyun berpindah ke langan kekar siwon, setelah memastikan kyuhyun nyaman dalam gendongannya, siwon menendang pintu mobil agar tertutup, dengan pelan tentunya dia tidak mau kyuhyun terganggu. Setelah memastikan mobilnya terkunci siwon mulai melangkahkan kakinya kedalam kediaman kim, tepat setelah memasuki rumah mewah itu terlihat leeteuk sudah menunggunya di ruang tamu.

"siwonnie, ada apa dengan kyu?" tanya namja cantik itu heran melihat kyuhyun di gendongan siwon.

"tidak papa hyung hanya kelelahan" jawb siwon dengan suara pelan

"aigo, kalau begitu bisakah kau bawa kyunnie ke kamarnya?" pinta leeteuk sambil mengelus lembut surai ikal kyuhyun.

"tentu hyung, kalau begitu aku naik dulu" pamit siwon lalu mulai melangkahkan kakinya menuju kamar kyuhyun yang terletak di lantai dua.

CEKLEK siwon membuka pintu dengan susah payah karena kyuhyun masih ada dalam gendongannya, dilangkahkan kakinya ke kamar kyuhyun yang tampak gelap, dirabanya dinding samping pintu dengan susah payah dan KLIK begitu tombol lampu di tekan ruangan tersebut jadi terang benderang.

"eunghhh ... " sepertinya gerakan siwon mengusik kyuhyun, siwon memandang wajah manis yang sekarang justru semakin menenggelamkan diri di dada bidangnya, senyum siwon terkembang memandang wajah polos kyuhyun yang rupawan, kyuhyun seperti malaikat yang turun ke bumi, begitu polos dan indah. Karena asik memandangi wajah kyuhyun siwon tidak memperhatikan jalannya, beberapa detik kemudian langkahnya goyah karena tersandung karpet tebal yang melapisi lantai kamar kyuhyun.

BRUKK dua tubuh itu sukses terhempas ke atas ranjang kyuhyun dengan posisi siwon diatas kyuhyun, tubuh namja manis itu menggeliat pelan namun tidak sampai terbangun, untung saja siwon sempat menahan tubuh kyuhyun hingga benturan dengan kasur tidak terlalu terasa. Perlahan siwon mengangkat wajahnya, baru menyadari posisi wajah mereka saat ini sangat dekat, bahkan dia dapat merasakan nafas hangat kyuhyun diwajahnya dan hidung mereka hampir bersentuhan, tampa sadar siwon memperhatikan wajah kyuhyun dari dekat, dan dia begitu terpesona, kyuhyunnya memang manis, namun kemanisannya semakin bertambah seiring bertambah umurnya, bisa siwon lihat wajah kyuhyun secara detail, bulu matanya yang lentik, hidungnya yang mancung dan lancip, pipinya yang gembil dan sering berwarna kemerahan saat terkena angin dingin atau namja manis itu sedang malu, lalu pandangan siwon berhenti pada bibir merah kyuhyun, bibir yang agak tebal dan terlihat sangat menggoda, tampa sadar siwon menyapukan jarinya di atas bibir kyuhyun, begitu lembut, pasti rasanya sangat manis, batin siwon, sambil memejamkan matanya, manikmati tekstur halus diujung jarinya, perlahan dan tanpa sadar wajah siwon semakin mendekat, bahkan siwon bisa mencium aroma kyuhyun yang lembut dan segar, membuatnya seperti melayang, wajah siwon sudah sangat dekat, namja tampan itu memiringkan wajahnya, sedikit lagi bibir tipisnya akan bersentuhan dengan bibir kyuhyun, mungkin jarak bibir mereka hanya tinggal satu senti lagi, dia begitu tergoda, tergoda untuk mencicipi bibir di depannya ini, dan ...

TBC

Dan apa yang terjadi?

Kira – kira siwon nyium kyu gak ya?

Maaf lama ya chingudeul, saya cukup buntu dengan chapter ini, saya berusaha menyadarkan siwon tentang perasaannya 'yang lain' terhadap kyuhyun, dan itu sulit banget, jadi maaf kalo jadinya gak memuaskan...
sudah ada moment wonkyunya dikit kan? Kenapa dikit, karena disini mereka belum menyadari perasaan mereka yang sesungguhnya, dan hanya menganggap rasa sayang mereka sebagai ponakan pada ahjussinya begitupun sebaliknya, jadi yang nunggu banyak momen sabar ya hhe ..

Tidak pernah lelah saya ucapkan terima kasih sebanyak – banyaknya pada kalian semua yang udah mau baca, review, dan menunggu ff ini, saya terharu lho beneran ...

Akhir kata sampai jumpa di chap depan pai – pai #lambaitangan