Title : Something Wrong
Genre : school life, romance, gender switch, AU
Pairing : HunHan, ChanBaek, KaiSoo, SuLay.
Rate : Teens
Length & type : Chaptered
.
.
Disclaimer : Cast murni bukan milik author tapi cerita ini milik author.
so...
DON'T BE SIDERS
DON'T PLAGIAT
DON'T BASH
.
.
WARNING! GENDER SWITCH & TYPO!
.
.
.
.
.
Summary :
Keinginannya untuk pindah ke Korea membuat ia bertemu dengan si namja 'beasiswa' yang selalu di bully oleh teman-temannya karena bersekolah di sekolah tempat orang-orang kaya. Namun apa yang akan mereka katakan jika ternyata si namja tampan 'beasiswa' itu ternyata anak kandung dari keluarga Oh -keluarga terkaya sedaratan Asia Timur-?
.
.
.
CHAPTER 7
.
.
.
Oh Sehun dan Kim Jong In adalah 2 cucu adam yang umurnya terpaut beberapa bulan saja.
Mereka lahir dari keluarga kaya dan berkuasa, dan dari gen orang tua yang berbeda. Mereka terbiasa hidup di manja dan mewah, jika Kai hidup di Jepang sejak ia masih kecil, maka Sehun selalu ada di Seoul bersama kedua orang tuanya dan adik perempuannya yang manis.
Hari itu mobil yang di tumpangi eomma Sehun mengalami kecelakaan parah dan merenggut nyawa eomma Sehun, saat itu Sehun baru berumur 8 tahun sementara Sehyoon 7 tahun.
Mereka sangat terpukul dengan perginya nyonya Oh dan 2 tahun kemudian Tuan Oh menikah dengan seorang janda beranak satu yaitu eomma Jongin.
Jongin dan Sehun yang dasarnya pendiam dan irit bicara saat itu sangat susah untuk dekat karena sikap datar keduanya yang 11-12.
Namun, lama kelamaan mereka menjadi akrab dan tumbuh rasa sayang diantara mereka sebagai saudara. Sehun juga sangat senang dengan ibu barunya karena ternyata ibu Jongin itu sangat baik dan perhatian meski ia dan Sehyoon bukan anak kandungnya. Dia tak pernah pilih kasih pada mereka, jika Jongin membuat kesalahan maka dia akan memarahinya meski Jongin putra kandungnya sendiri.
Orang tua Kai bercerai saat Kai berumur 9 tahun, Kai yang dulunya ceria menjadi pendiam sejak saat itu dan hak asuhnya jatuh pada sang ibu yang langsung membawa Kai ke tempat kelahirannya dan jadilah mereka bertemu dengan keluarga Oh.
Ayah Kai adalah pengusaha sukses nomor 1 di Jepang sana dan setelah perceraian, ia tak pernah menikah lagi yang itu artinya otomatis semua harta kekayaan tuan Kim akan jatuh ke tangan Kai nantinya saat Kai sudah dewasa.
Satu hal yang sangat penting, alasan Jongin suka dipanggil Kai adalah karena itu merupakan panggilan sayang dari ayahnya sejak ia kecil dan Kai tak akan pernah melupakan panggilan yang ia suka itu sampai kapanpun.
Kai dan ayahnya juga terkadang bertemu dengan cara Kai yang berlibur ke Jepang atau ketika ayahnya ada urusan bisnis di Korea. Keduanya memang tak pernah lepas kontak meski hidup berjauhan karena mereka saling menyayangi.
Meski memiliki ayah baru yang baik dan tak pilih kasih padanya, tetap saja baginya lelaki terhebat di sepanjang hidupnya itu adalah ayahnya karena beliau tak akan pernah tergantikan begitupun dengan Sehun yang selalu menomor satukan mendiang ibunya meski telah memiliki ibu baru.
Dan krisis itu terjadi, saat Kai dan Sehun berada di tingkat akhir sekolah menengah pertama atau biasa disebut JHS, ekonomi keluarganya menurun drastis hingga perusahaan keluarganya hampir bangkrut dan menyebabkan ibu mereka jatuh sakit karena tekanan batin namun setelah 2 bulan mengalami keadaan hampir bangkrut, tuan Byun -kakek Baekhyun dan Luhan- datang dan memberikan uluran tangan sehingga perusahaan kembali stabil dan setelah berbulan-bulan menyusun kembali perusahaan akhirnya keluarga mereka jadi keluarga terkaya nomor 1 se-Asia Timur.
Tapi sayang, keadaan ibu mereka tak kunjung membaik dan akhirnya meninggal dunia.
Tentu saja itu membuat semuanya terpukul dan sejak saat itu semuanya berubah. Kai yang jadi lebih pendiam dan tertutup sementara Sehun yang putus cinta merubah penampilan, sikap dan juga identitas aslinya dan memutuskan untuk berpura-pura jadi orang miskin dengan tujuan ingin mencari seseorang yang bisa menerima dirinya apa adanya tanpa melihat harta Sehun yang menggunung.
Kedekatan Sehun dan Kai pun retak sejak saat itu sehingga mereka jarang terlibat pembicaraan panjang meski berada di dalam satu atap yang sama.
Selain itu Sehun juga jadi sering keluar malam membuat keluarganya curiga dan akhirnya menemukan fakta bahwa Sehun mengikuti sebuah gank mobil sport yang hobi balapan liar di jalanan.
Sehun akhirnya memutuskan untuk masuk tes jalur beasiswa penuh selama 3 tahun di Tyrone dengan mengandalkan kejeniusan otaknya dan ternyata ia memenangkan beasiswa penuh di sekolah ayahnya sendiri tanpa kecurangan atau rekayasa, itu adalah hasil murni kejeniusannya.
Hingga Sehun harus menerima perlakuan tidak menyenangkan dari penghuni Tyrone karena tak suka padanya dengan alasan dia namja beasiswa miskin dan tak pantas berada di sekolah tempat orang-orang kaya.
Kai yang tak bisa berbuat apa-apa karena Sehun melarangnya pun jadi geram dan selalu pergi jika Sehun tengah dibully karena matanya tak sanggup melihat itu.
Dan kesabaran Kai habis sudah saat tadi siang ia melihat Sehun dipukuli Seokjin dan teman-temannya yang paling sering membully Sehun. Ia tak peduli lagi jika Sehun akan marah padanya saat dirumah, yang ia mau saat itu adalah melampiaskan dendamnya pada Seokjin CS yang sudah ia pendam sejak 2 tahun lalu.
Begitulah yang Kyungsoo simpulkan dari penjelasan panjang lebar Jongin mengenai latar belakang keluarganya yang complications itu.
Kyungsoo akhirnya mengerti kenapa Sehun melakukan penyamaran. Awalnya ia sangat shock melihat Sehun berada di rumah Jongin dan ternyata Sehun adalah pewaris asli dari Tyrone yang tentu saja membuat Kyungsoo ingin pingsan. Ini benar-benar diluar dugaan.
Mereka telah bertemu dengan Appa Kai tadi dan Appa Kai langsung menyukai Kyungsoo tapi masalahnya bagaimana dengan pertunangan Kai? Tidak mungkin dia membatalkannya secara sepihak. Namun Kai meyakinkan Appa nya itu bahwa Baekhyun juga sesungguhnya tidak mau menerima perjodohan ini hingga akhirnya Appa Kai setuju untuk membatalkan pertunangan membuat Kai bersorak dalam hati dan ia tak bisa membayangkan bagaimana reaksi Baekhyun saat ia tahu jika ia berhasil membujuk Appa nya untuk membatalkan perjodohan, Baekhyun juga pasti akan sangat senang.
"Jadi, apa Sehun sudah berniat membongkar identitasnya?" Tanya Kyungsoo dengan raut wajah yang -entahlah- tapi terlihat bingung, kaget dan khawatir dalam satu waktu membuat Kai juga bingung dengan bagaimana keadaan Kyungsoo sekarang. Semenjak ia menceritakan tentang Sehun, Kyungsoo memang jadi terlihat lebih aneh dan banyak merenung entah merenungkan apa.
"Sepertinya tidak" jawab Kai enggan.
"Kenapa tidak? Bukannya saat ini tengah ada yang menyukainya dengan tulus. Dia Luhan" ujar Kyungsoo seperti tidak rela jika Sehun terus menyembunyikan identitasnya.
"Tidak, Kyung. Sehun itu complications, dia masih belum bisa melupakan mantan kekasihnya, Sandara Park" jelas Kai sambil menatap ke belakangnya dimana ia tengah duduk di pinggiran kolam air mancur bersama Kyungsoo dan disana ia bisa melihat bayangannya sendiri.
"A-apa? S-Sandara Park? Ma-maksudmu Sandara Park model majalah terkenal Jepang itu?" Tanya Kyungsoo gelagapan dan dibalas anggukan oleh Kai "jadi.. model terkenal itu mantan pacarnya Oh Sehun?" Tanya Kyungsoo dengan ekspresi O.O
"Hmm.. saat JHS ia hanya orang biasa dan belum jadi model tapi setelah putus dengan Sehun lalu pindah ke Jepang, ia mendapat tawaran jadi model dari BRY Entertainment" jelas Kai datar.
"Itu kan perusahaan Entertainment milik keluarga-"
"Oppa, Kyungsoo eonnie, kaja makan malam bersama Appa" ajak Sehyoon yang tiba-tiba datang membuat ucapan Kyungsoo terpotong.
"Ne, kami kesana sekarang" jawab Kai dengan senyum menawannya.
Setelah Sehyoon pergi dari taman belakang, Kai berdiri dan mengulurkan tangannya pada Kyungsoo dengan wajah datar sementara Kyungsoo yang masih dalam mode loadingnya hanya menatap tangan Kai dengan raut wajah bingung.
"Ayo, kita makan malam" merasa tak ada respon dari Kyungsoo, namja berbibir tebal itu langsung menarik tangan Kyungsoo dengan cepat dan menyeretnya menuju ruang makan dan Kyungsoo hanya diam saja mengikuti langkah lebar Jongin.
"Ayo makan malam dulu, Kyungsoo" ajak tuan Oh ramah dibalas senyuman canggung dari Kyungsoo.
Kyungsoo duduk di sebelah Kai sementara Sehun dan Sehyoon duduk di seberang mereka dan tuan Oh duduk di kursi utama.
"Kyungsoo, kuharap kau tidak memberitahu siapapun tentang aku" ujar Sehun datar dan dingin namun entah kenapa kini Kyungsoo merasa canggung pada namja berotak seencer minyak sayur itu.
"Eo, te-tentu saja" jawab Kyungsoo terbata ditengah acara makannya.
"Kudengar dari tuan Shim, ada seseorang yang selalu menolongmu di sekolah ya, oppa? Kata rumor dia munyukai oppa. Dan namanya Xi Luhan. Bukankah dia sepupunya Baek eonnie? Benarkah itu?"
"Itu tidak benar" jawab Sehun kelewat datar dan dingin sementara Kyungsoo hanya menatap Sehun tak mengerti.
Mungkin penjelasan Jongin tadi memang masuk akal sekarang karena sepertinya Sehun masih menutup hatinya untuk orang lain termasuk untuk Luhan.
"Aku selesai" Sehun berdiri dan membungkuk kemudian menaiki tangga yang berada di sayap kiri mansion ini karena kamarnya memang terletak di sayap kiri.
Sehun membanting tubuhnya ke ranjang empuknya dengan posisi terlentang. Ia menatap langit-langit kamarnya yang putih bersih dan entah kenapa bayangan Luhan yang tengah tersenyum tiba-tiba terlukis disana membuat Sehun menyunggingkan senyum tipis nya namun senyuman Sehun hilang seketika ketika melihat bayangan Sandara yang seakan mengusir bayangan Luhan di kepala Sehun dan menyadarkan Sehun jika selamanya ia akan terus terjebak dalam masa lalu nya.
"Sial" gumam Sehun kesal dan disaat-saat seperti ini ponsel Sehun malah berbunyi dengan nyaring menandakan sebuah pesan masuk yang ternyata adalah dari Xi Luhan.
'Oh Sehun'
Sehun menatapi ponselnya dengan cukup lama sekedar berfikir apakah ia harus membalas pesannya atau tidak. Ia juga tak mengerti, saat itu ia menyuruh Luhan pergi darinya namun dilain sisi ia sepertinya tidak rela jika Luhan menjauhinya.
'Bukankah sudah kubilang untuk pergi dari hidupku?' Balas Sehun lewat pesan.
'Kalau aku tidak mau?'
'Maka kau harus mau'
'Untuk apa melakukannya jika itu menyiksaku?' Tanya Luhan sengit membuat Sehun kembali terdiam, berfikir tentang apa yang harus ia katakan selanjutnya agar yeoja itu menjauh darinya meski sebenarnya ia 'sedikit' tak rela.
Heol, kemana otak jenius Oh Sehun jika dihadapkan dengan pesan singkat dari Xi Luhan saja ia kebingungan? Babo!
'Kenapa kau begitu keras kepala?'
'Dan kenapa kau begitu bodoh?'
'Sepertinya kau salah orang bicara seperti itu padaku'
'Kau itu memang bodoh karena tidak peka'
Sehun menghela nafasnya kasar ketika membaca balasan ketus dari Luhan. Sebenarnya sejak awal juga ia sudah tahu jika yeoja berdarah China itu sebenarnya memiliki ketertarikan padanya hanya saja ia terlalu naif untuk mengakui jika ada seseorang yang mampu menerima dirinya apa adanya.
"Xi Luhan.." gumam Sehun dengan tatapan penuh arti sambil menerawang ke arah luar balkon kamarnya.
.
.
.
Baekhyun semakin marah saja pada Chanyeol sejak pindahnya Bomi ke kelasnya dan sialnya malah satu kelas dengannya.
Ia sangat geram dengan yeoja berambut blonde itu karena selalu menempel pada Chanyeol apa lagi setelah tahu jika Baekhyun adalah 'mantan kekasih' Chanyeol.
Sering kali Bomi mencoba menjebak atau mengerjai Baekhyun dengan caranya namun Baekhyun selalu lolos karena ia tentunya bukan orang bodoh, Baekhyun itu pintar okay? Dia selalu mendapat peringkat satu di kelasnya, ya walaupun tak sepintar anak-anak di kelas unggulan tapi otaknya itu selalu bekerja cepat dan long time memory.
Seperti saat ini, ia sedang beradu mulut dengan si murid baru yang selalu menjilat setiap guru yang dekat dengan Baekhyun agar berubah menjadi tidak suka pada Baekhyun namun sekali lagi Baekhyun bukan orang bodoh yang akan diam saja melihat Bomi berusaha merebut segalanya darinya.
Ia adalah Byun Baekhyun yang unik, pintar, kaya, dan selalu berfikir logis terkecuali tentang Chanyeol yang kini sedang berusaha ia lupakan meski memang sulit karena Chanyeol terus berusaha membujuk Baekhyun agar percaya padanya.
Ia semakin sebal saja pada Park Bomi karena ia yang terus membangga-banggakan jabatan ayahnya yang sebagai wakil CEO di cabang kedua terbesar perusahaan Dominica Company yang ada di Jepang tanpa tahu jika Byun Baekhyun itu adalah keponakan pendiri Dominica Company dan Luhan adalah pewaris sah nya.
Tidak hanya Baekhyun yang kena ulah menyebalkan Park Bomi, namun Yixing dan Kyungsoo juga yang merupakan teman dekat Baekhyun serta Luhan yang merupakan sepupu Baekhyun terkena imbasnya karena mereka juga selalu ikut membela Baekhyun dan memojokannya.
"Kau tahu Park Bomi? Kau itu seperti tumbuhan Liana" ujar Baekhyun sinis sementara Bomi hanya mengerutkan keningnya karena tak tahu apa itu Liana "ahh sepertinya kau tak tahu. Liana itu jenis tumbuhan yang menjalar, seperti.. ummm... benalu?" Lanjutnya dengan tatapan meremehkan membuat Bomi muak.
Sementara seisi kelas Sains 6 hanya menatap kedua yeoja imut itu dengan tatapan ngeri. Tak pernah ada yang berani menegur mereka karena itu sama saja mencari masalah apalagi dengan Byun Baekhyun.
"Apa maksudmu, huh?" Tanya Bomi sambil mengepalkan tangannya.
"Sepertinya otakmu terlalu dangkal untuk sekedar memikirkan kata-kataku. Kau itu Liana dalam hidup Chanyeol, Park Bomi" jelas Baekhyun tajam dan penuh penekanan membuat Bomi semakin emosi namun matanya sudah berkaca-kaca.
"Kau! Kau itu bukan siapa-siapa Byun Baekhyun!" Teriak Bomi sambil menatap Baekhyun sengit dengan air mata yang sudah hampir menetes sementara Baekhyun hanya menyeringai mendengar omong kosong Bomi begitupun dengan seluruh siswa di kelas itu yang menatap Bomi tak percaya. Apa dia tak tahu siapa yang jadi lawan bicaranya itu?
"Kau yang bukan siapa-siapa. Jangan membangga-banggakan perusahaan milik orang lain hanya karena ayahmu jadi wakil CEO di cabang perusahaan itu. Aku bisa memecat ayahmu kapan saja, aku tinggal menyuruh tuan Azuraki saja. Tapi aku kasihan karena tuan Park Moon Gon itu baik, tapi kenapa anaknya sepertimu?" Semua mata langsung tertuju pada pemilik suara lembut namun terkesan dingin dan datar yang kini berdiri angkuh di pintu kelas.
Bomi menatap Luhan tak percaya, siapa Luhan? Kenapa ia tahu tentang nama CEO di perusahaan cabang kedua terbesar Dominica dan nama ayahnya?
"Perkenalkan, namaku Xi Lu Han. Pewaris tunggal semua saham perusahaan dan semua cabang perusahaan Dominica Company. Kau tak tahu aku?" Tanya Luhan sinis, ia sebenarnya tak berniat pamer namun sikap sok yang ditunjukan Bomi membuatnya kesal.
"Tadinya aku ingin makan, tapi rasanya nafsu makanku hilang seketika" lanjut Luhan datar kemudian melangkah pergi dari kelas itu.
"Ternyata orang kaya semuanya sama saja" Luhan menoleh ke sebelah kirinya dan ternyata dilorong itu terdapat Oh Sehun yang menyandar pada dinding.
Luhan menghentikan langkahnya dan menatap Sehun tak mengerti.
"Kau bilang kau tak sama seperti yang lainnya tapi ternyata sama saja. Tukang pamer kekayaan" cibir Oh Sehun dengan nada merendahkan membuat emosi Luhan meningkat.
"Aku tidak sama!"
"Jelas-jelas aku melihatnya. Jangan mengelak Xi Luhan"
"Itu tak seperti yang kau lihat!" Sangkal Luhan sekali lagi karena tak terima dengan ucapan Sehun.
"Orang kaya sama saja" desis Sehun dingin kemudian berbalik menjauh dari tempatnya tadi berdiri dengan Luhan yang masih mengikuti langkah Sehun dengan tatapan lirihnya.
Tiba-tiba saja Luhan berlari dengan kencang sambil menyerukan kata 'awas' kepada Oh Sehun membuat Sehun menoleh ke belakang dan tepat pada saat itu Luhan menubruk badan Oh Sehun dengan keras membuat Sehun secara refleks memeluk tubuh kecil Luhan dan berakhir dengan mereka berdua yang jatuh di lantai dengan posisi Sehun sebagai bottom dan Luhan sebagai top di tambah lagi bibir mereka tanpa sengaja bersentuhan membuat keduanya kaget.
'OMO! FIRST KISS KU!' batin keduanya kaget semantara siswa yang tadi melempar terigu pada Oh Sehun hanya melongok melihat adegan tak terduga di depannya juga karena lagi-lagi sasaran bullyan nya lolos dan berakhir dengan terigu nya malah menabrak dinding disebelah Luhan dan Sehun.
Mereka pun tersadar dan akhirnya saling melepaskan diri karena sadar jika posisi mereka sangat intim dan tidak baik jika dilihat orang lain.
Masa bodoh dengan first kiss nya, yang saat ini Luhan fikirkan adalah bagaimana setelah ini? Apalah ia mampu melontarkan ucapan mengejek atau ketus seperti biasanya pada Oh Sehun setelah ini?
"Ma-maaf" cicit Luhan pelan, bahkan sangat pelan.
"Gwaenchanha" balas Sehun canggung tanpa menatap ke arah Luhan.
"Oh Sehun"
"Ng?"
"Itu first kiss ku" lirih Luhan membuat Sehun sedikit tersentak akibat kaget.
"Aku juga" balas Sehun setelah cukup lama terdiam dengan berbagai fikiran di kepalanya "dasar kau ceroboh" ujar Sehun tak terduga sambil mengacak pelan surai coklat Luhan membuat empunya kaget.
"A-apa.."
"Kau menarik, Lu" potong Sehun dengan ucapan menggantung dari Luhan sambil menatap lekat mata yeoja blasteran China-Korea itu.
"Apa maksudmu?" Tanya Luhan yang merasa jika ini hanya imajinasi nya saja karena melihat Oh Sehun yang tersenyum padanya meski itu hanya senyum tipis.
"Aku menyukai mu" jawab Sehun membuat Luhan merasa senang namun setelahnya ia kembali murung karena kata-kata Oh Sehun selanjutnya "sebagai teman"
Tapi ini sebenarnya sebuah kemajuan dimana Sehun mengakuinya sebagai teman. Meski begitu, Luhan tetap saja merasa sedih entah karena alasan apa. Atau karena perasaannya yang tak terbalaskan?
...
Entah bagaimana awalnya namun pastinya sekarang Sehun tengah kewalahan mengikuti langkah cepat Luhan yang terus menyeretnya kesana kemari demi kesenangan Luhan sejak mereka pulang sekolah bahkan mereka masih menggunakan seragam almamater mereka yang membuat siapa saja tahu jika mereka siswa-siswi dari salah satu sekolah elit di Seoul yaitu Tyrone Senior High School.
Saat ini pun mereka tengah berlari ke sebuah kedai ice cream kesukaan Luhan yang tak jauh dari sekolah mereka.
"Kau aneh sekali. Kenapa terus menyeretku kesana kemari?" Gerutu Sehun yang duduk di seberang Luhan.
"Aku ingin merayakan hari jadi kita" ucap Luhan innocent sementara Sehun menunjukan ekspresi terkejutnya.
"H-hari jadi?" Tanya Sehun dengan suara tercekat.
"Hmm.. hari jadi sebagai teman" jawab Luhan sambil mengangguk lucu membuat Sehun menghela nafas lega mendengar jawaban Luhan tapi rasanya sisi lain dalam dirinya sedikit tidak rela dengan kenyataan bahwa ia dan Luhan hanya sebatas teman.
"Ini pesanan kalian" ucap seorang pelayan yang memberikan satu cup besar ice cream green tea pada Luhan dan coklat pada Oh Sehun.
"Kau tahu, saat aku berkunjung ke mansion Oh beberapa minggu lalu, aku seperti melihatmu di perpustakaan besarnya" ucap Luhan secara tiba-tiba membuat Sehun tersedak "gwaenchanha?" Tanya Luhan panik dan khawatir dibalas gelengan kepala dari Sehun pertanda ia tidak apa-apa.
"Kenapa kau sepertinya sangat kaget?" Tanya Luhan sambil menyuapkan sesendok ice cream pada mulut kecil nya.
"Tidak. Hanya saja itu kan tidak mungkin" jawab Sehun sekenanya.
"Kenapa? Bisa saja kan?" Keukeuh Luhan yang merasa ada yang aneh dengan respon Oh Sehun tadi.
"Karena aku hanya namja beasiswa miskin, Luhan" jawab Sehun tenang sementara Luhan langsung mengernyit tidak suka.
"Itu tidak benar!" Sangkal Luhan kesal. Kenapa jadi ia yang kesal?
"Sudahlah. Jangan banyak berimajinasi. Lihatlah, ice cream mu berlepotan" ujar Sehun terdengar lembut sambil mengusap sudut bibir Luhan yang dipenuhi ice creamnya menggunakan ibu jari lalu tanpa diduga menjilat ibu jarinya itu setelah mengusap sisa ice cream di mulut Luhan.
"Yak! Kenapa kau menjilatnya?" Tanya Luhan shock.
"Wae? Kau mengira itu ciuman secara tidak langsung? Tck, itu hanya sisa ice cream, Xi Luhan" decak Sehun dengan wajah jengah sementara Luhan memalingkan wajahnya karena malu.
"Setelah ini kita pulang, aku lelah dan harus belajar" ujar Sehun setelah menyelesaikan acara makan ice creamnya.
"Ya.. ya.. tapi kita berselca dulu" jawab Luhan riang seperti ABG yang baru pubertas.
"Kita? Kau saja sendirian. Nan shirheoyo" balas Sehun ketus membuat Luhan merengut kesal.
"Tidak! Harus kita bukan hanya aku! Ini moment pertama kita bermain diluar sebagai teman makanya harus diabadikan" keukeuh Luhan yang kini sudah pindah tempat duduk ke sebelah Sehun dan mengeluarkan ponsel canggihnya kemudian mengambil fotonya dan Oh Sehun dengan pose ia yang mengangkat sendok ice cream sementara Sehun memalingkan wajahnya. Ironis.
"Yak! Kau itu apa-apaan sih? Masa teman seperti itu?" Omel Luhan begitu melihat hasil foto nya "cepat tersenyum!" Desak Luhan yang mengangkat kedua sudut bibir Sehun secara paksa dengan jari mungilnya.
"Khaaa.. jika seperti itu kau tampan" puji Luhan yang entah sadar atau tidak telah membuat Sehun salah tingkah.
Luhan pun memposisikan kamera ponselnya di depan dan kembali melakukan pose seperti tadi namun Sehun hanya memasang wajah datarnya. Ya tidak apa-apa. Sebuah kemajuan yang bagus.
"Hmm. Dasar Oh Sehun babo" gerutu Luhan sambil mempoutkan bibirnya lucu namun beberapa detik kemudian wajahnya langsung kembali ceria dan segera menarik Sehun keluar dari kedai ice cream setelah membayar ice creamnya.
"Ayo kita pulang bersama" ajak Luhan sambil menarik Sehun menuju mobilnya namun Sehun tak bergeming, tubuhnya tak bergerak se-inci pun membuat Luhan heran kemudian berbalik menghadap pada sosok pria tampan itu "waeyo?" Tanya Luhan tak mengerti karena sepertinya Sehun tidak mau pulang bersamanya. Tentu saja, mana mau ia pulang bersama Luhan, bisa-bisa Luhan tahu jika ia adalah saudara Kai dan merupakan pewaris utama Tyrone Group.
"Aku tidak bisa" jawab Sehun datar seperti biasanya "rumah kita tak searah" lanjutnya ketika melihat ekspresi tidak suka dari Luhan.
"Aku masih bisa meminta Jonghyun mengantarmu meski rumah kita beda arah sekalipun" Luhan memang pada dasarnya keras kepala dan Sehun tahu itu jadi dia harus bersabar bila menghadapi sosok mungil di depannya ini. Untung saja Luhan cantik dan pintar, jadi itu bisa menutupi sikap menyebalkannya.
"Luhan, aku serius. Aku tidak bisa, mengertilah. Aku harus ke suatu tempat dulu dan aku butuh privasi, okay?" Dusta Sehun yang kali ini bicara dengan nada lembut membuat Luhan akhirnya setuju meski sedikit tidak rela.
Luhan pun melepas genggaman tangannya dari Oh Sehun dan beranjak membuka pintu mobilnya, namun sebelum masuk ia menatap Oh Sehun dengan tatapan penuh peringatan.
"Kali ini kau lolos namun lain kali aku harus tahu rumahmu Oh Sehun, karena kita teman" cengir Luhan tanpa beban juga tanpa dosa kemudian masuk kedalam mobilnya dan setelah mobil itu menjauh darinya, barulah Sehun menunjukan raut khawatirnya.
"Teman.." gumam Sehun pelan.
Xi Luhan adalah teman pertama nya setelah hampir 3 tahun ia masuk ke Tyrone SHS.
Sehun rasanya sudah lupa apa itu teman, bagaimana pentingnya teman, dan bagaimana seharusnya sikap teman itu.
Terakhir kali ia mempunyai teman adalah saat ia masih duduk di bangku JHS.
Dulu ia punya banyak teman, bahkan ia dikenal dan disukai oleh seisi sekolahnya. Banyak orang yang mendekati Sehun dan mau jadi temannya karena Sehun itu popular, tampan, dan tentunya kaya.
Sehun tak sadar saat itu mereka yang ingin jadi temannya hanya memanfaatkannya karena Sehun saat itu adalah Oh Sehun yang suka bersenang-senang dengan menghamburkan uangnya untuk teman-temannya ataupun untuk kekasihnya, Sandara Park.
Perlu diketahui jika Oh Sehun menghabiskan masa JHS nya di Jepang. Ia masuk sekolah umum yang biasa dimana semua orang dari golongan apapun masuk kesana. Tidak ada perbedaan kasta dan saat Oh Sehun masuk ke sekolah itu ia merasa jadi bintang karena kekayaan keluarganya.
Sehun punya banyak teman saat itu namun ketika berita tentang keluarganya yang hampir bangkrut itu tersebar bahkan di televisi, semua orang menjauhinya seakan tak mengenal dirinya begitupun Sandara Park yang langsung memutuskan hubungan mereka secara sepihak.
Untuk itu saat ia masuk Tyrone SHS, tidak ada yang tahu identitas aslinya karena tak ada yang mengenalnya bahkan di televisi atau di internet pun tidak ada namanya karena para penerus Tyrone Group tidak di publikasikan terutama Oh Sehun yang sangat dirahasiakan. Hanya ada beberapa yang tahu siapa putra putri Oh Se Yong, dan itupun hanya sebatas Kai atau Sehyoon saja, tidak dengan Sehun karena semua tentang Sehun dirahasiakan untuk memperlancar aksi penyamarannya sebagai namja beasiswa miskin.
Dan hati Sehun sekarang sedikit meluluh saat sadar jika Luhan memang sangat tulus ingin berteman dengannya, tidak seperti teman-temannya yang dulu.
Hatinya luluh hanya sebatas itu saja, tidak dengan perasaan suka sebagai lawan jenis karena hatinya masih dibekukan oleh cinta semu nya pada Sandara.
Siapa tahu mungkin suatu hari nanti Sehun sadar dan berbalik menatap Luhan dengan hatinya.
.
.
.
"Ughh.. aku menyesal kabur dari Jonghyun" gerutu Luhan sambil memandangi ban mobil belakangnya yang pecah
Ini semua memang berawal dari keusilannya karena terlalu lelah kemana-mana harus dikawal oleh namja bertubuh kekar yang memiliki wajah cool itu bahkan untuk mengendarai mobil sport hadiah dari baba nya pun harus disupiri plus dikawal oleh Jonghyun.
"Aaaa~ Jonghyun-ah.. kau dimana" gumam Luhan gusar dengan perasaan gelisah dan mata yang berkaca-kaca karena di daerah ini terlihat cukup sepi dan jarang ada pengendara yang lewat, ia takut jika ada orang yang berniat jahat padanya, sialnya juga ponselnya ia tinggal di kamarnya tadi.
Tiba-tiba saja sebuah mobil sport bermerk W motorlycan hipersport berwarna merah menyala menepi tepat di belakang mobilnya membuat Luhan sedikit takut apalagi ketika seorang namja dengan penampilan yang errr... urakan keluar dari mobil itu dan menghampirinya.
"Apa ada masalah dengan mobilmu nona?" Tanya namja yang memiliki rambut yang menurut Luhan aneh itu, pasalnya sebelah kepalanya botak tapi sebelah nya lagi terdapat rambut lurus sepanjang bahu yang di cat sedikit kehijauan.
Luhan juga bergidik ketika melihat tindikan di kedua telinga namja itu plus di bibir bawahnya, benar-benar urakan.
"K-kau siapa?" Tanya Luhan terbata membuat namja itu tertawa renyah ketika menyadari Luhan yang sepertinya takut kepadanya.
"Maaf nona. Penampilan ku memang berantakan tapi percayalah aku bukan namja jahat. Perkenalkan, namaku Kwon Jiyoung, tapi kau bisa memanggilku GD atau G-Dragon, begitulah julukanku. Aku mahasiswa tingkat akhir fakultas management perbisnisan di Kyunghee University" Kwon Jiyoung atau GD itu mengulurkan tangannya pada Luhan dan Luhan menerimanya dengan ragu-ragu.
"Xi Luhan imnida. Siswa kelas 3 Tyrone Senior High School" balas Luhan dengan senyum ragunya kemudian segera menarik lengannya karena merasa masih takut pada sosok di depannya sementara GD sedikit menyeringai tanpa Luhan ketahui saat mendengar dimana tempat Luhan menuntut ilmu.
"Wow.. kau pewaris Dominica Company dan industri senjata api di China kan?" Tanya GD dengan senyum 20 watt nya.
"Y-ye" cicit Luhan pelan.
"Oh ya, ada apa dengan mobilmu? Apa kau perlu bantuan?" Tanya GD kembali ke topik awal.
Entah apa yang membuat namja saingan Oh Sehun dalam memperebutkan gelar 'master jalanan' ini menepikan mobilnya dan menolong Luhan padahal ia tak mengenal Luhan namun setelah ia berkenalan dengan Luhan ia merasa ia tidak salah telah menolong Luhan karena ia bisa melancarkan aksinya untuk menghancurkan Sehun dengan hadirnya Luhan nanti malam, ia akan usahakan supaya nanti malam Luhan datang ke tempat balapannya dengan Oh Sehun.
Andai saja GD tahu jika Luhan dekat dengan Sehun mungkin ia akan semakin memanfaatkan Luhan.
"Sepertinya ban nya pecah" jawab Luhan lirih sambil menatap ban mobil kesayangannya.
"Mmmm.. apa kau punya ban cadangan?" Tanya GD mulai serius dan Luhan menggeleng tidak tahu.
"Entahlah. Aku jarang memperhatikan mobilku karena pengawalku yang selalu mengurus segalanya jadi aku tidak tahu, coba saja lihat di bagasi" jawab Luhan seadanya.
GD pun membuka bagasi mobil mahal Luhan dan tersenyum lega ketika menemukan ban cadangan disana beserta alat-alat untuk memasangnya.
"Kau tunggu sebentar, entah ini akan lama atau tidak tapi kurasa akan cukup lama karena aku memasangnya sendirian. Tunggulah" ucap GD terkesan baik menurut Luhan tidak seperti penampilannya yang seperti preman jalanan namun melihat kebaikan GD ia jadi menarik kata-katanya. Pandangan Luhan memang cepat berubah.
Sambil menunggu GD memasang ban mobilnya, Luhan menunggu di pinggir jalan tepat dibawah pohon besar yang rindang.
Luhan menatap lekat-lekat mobil sport milik GD dan alisnya langsung menukik tajam ketika memperhatikan desain mobil GD yang sudah dimodifikasi secara profesional itu seperti mobil balap.
Luhan tentu tidak bodoh, ia pecinta mobil sport, ingat? Ia tentunya tahu jika GD suka balapan entah itu legal atau ilegal hanya dari tampilan luar mobilnya.
30 minutes later...
"Sudah selesai?" Tanya Luhan begitu GD menghampirinya dengan penuh peluh.
GD pun tersenyum dan mengangguk "sudah selesai. Aku sudah memasukkan semuanya kembali ke bagasi mobilmu" jawab GD sambil menunjuk bagasi mobil Luhan dengan stay cool.
"Terimakasih, Jiyoung-sshi" papar Luhan sambil membungkuk anggun khas orang berkelas membuat GD tersenyum canggung.
"Tidak usah sungkan. Aku hanya menolong saja, tidak ada maksud lain" dusta GD dengan wajah meyakinkan "oh ya, tak usah formal padaku, panggil saja namaku" lanjutnya.
"Tapi kau lebih tua dariku" ringis Luhan pelan.
"Kalau begitu panggil aku oppa" balas GD dengan percaya diri sementara Luhan hanya mengangguk canggung juga ragu karena tak terbiasa memanggil orang lain dengan sebutan 'oppa' kecuali pada Kris.
"Omong-omong, kau berani sekali mengendarai mobil apalagi mobil sport, sendirian" ujar GD sambil mengelap peluh di pelipisnya.
"Maksudmu karena aku wanita?" Tanya Luhan dengan nada sedikit tidak suka. Ia paling tidak suka pada namja yang menyepelekan perempuan karena perempuan itu dianggap lemah tapi itu tidak berlaku bagi Xi Luhan dan tentunya sepupunya Byun Baekhyun.
"Mungkin itu alasan kedua. Alasan utamanya karena kau itu seorang anak konglomerat, bagaimana kalau ada yang menculikmu atau berniat jahat padamu kan? Hey, semua orang juga tahu siapa itu Xi Luhan" kekeh GD membuat Luhan merengut tidak suka.
"Aku hanya orang biasa. Jangan bicara seperti itu! Aku tidak spesial" bantah Luhan membuat GD semakin terkekeh. Ternyata Xi Luhan ini adalah orang yang hebat dan tak sombong rupanya, begitu fikir GD.
"Kau kabur dari pengawalan ya?" Tanya GD setelah menetralkan kembali cara bicaranya.
"Begitulah. Aku jengah dengan mereka, tepatnya ketua pengawal itu. Uhh aku sebal makanya aku kabur, tapi sekarang aku menyesal telah kabur darinya. Aku baru sadar jika aku tak bisa melakukan segala hal sendiri. Aku butuh lelaki menyebalkan itu sebagai supir sekaligus pengawalku" ujar Luhan panjang lebar membuat GD menyunggingkan senyumannya. Ia tak menyangka jika orang berkelas tinggi seperti Luhan itu ternyata baik dan tidak menyombongkan identitasnya.
"Ya aku tahu. Terkadang diikuti dan diawasi itu memang tidak enak meski itu untuk kebaikan kita sendiri" jawab GD sambil menggedikan bahunya.
"Kau suka balapan ya?" Tanya Luhan sambil memicingkan matanya ke arah mobil GD.
"Yeah. Aku suka. Balapan dan mobil adalah bagian penting hidupku" jawab GD sambil menepuk-nepuk bagian depan mobil kebanggaannya.
"Pasti balapan ilegal ya?" Tanya Luhan asal membuat GD merasa skak mat.
"Ya begitulah" jawab GD seadanya "malam ini juga aku ada balapan dengan seseorang yang di elu-elu kan alias master jalanan. Kami ada taruhan" lanjutnya lagi sambil menyeringai pahit.
"Master jalanan?" Tanya Luhan sedikit tertarik.
"Hmm.. tak ada yang tahu identitasnya dan malam ini aku harus membuatnya kalah karena jika itu terjadi maka dia akan membuka identitasnya. Ya... ku akui dia itu memang ahli dalam berkemudi. Mobilnya sejenis dirimu, Lamborghini Veneno Roadster" jelas GD sengaja agar membuat Luhan semakin tertarik dan menonton balapannya nanti malam.
"Benarkah? Jadi.. tak pernah ada yang melihat wajahnya?" Luhan memasang wajah innocent nya membuat GD 'sedikit' terpesona padanya namun segera memasang ekspresi biasanya lagi, stay cool.
"Hmm.. bagaimana? Kau mau menonton?" Tawar GD dengan senyum miringnya sementara Luhan kelihatan berfikir keras. Inginnya sih dia menonton, pasti akan seru apalagi dia suka mobil. Tapi disisi lain dia tak bisa karena pasti harabeoji nya tidak akan mengijinkan "wae? Kau takut tak dapat ijin, ya?" Tanya GD ketika melihat Luhan dengan raut wajah resah nya "Jangan khawatir. Kau bilang saja kau ingin mengunjungi acara temanmu" lanjut GD membuat Luhan menggeleng.
"Tidak. Itu namanya berbohong" sangkal Luhan khawatir.
"Tapi itu tak sepenuhnya bohong, kan? Ayolah.. aku ingin kau menonton, ya meski kita baru kenal tapi aku tahu kau baik, Luhan. Jika kau khawatir disana banyak berandalan. Kau bawa saja seluruh bodyguard mu, benar kan?" Tanya GD dengan wajah yang membuat Luhan yakin.
"Aku akan coba"
.
.
.
"Berikan ponselmu" GD merebut ponsel asisten Sehun dengan paksa.
"Jika aku menang, aku ingin kau membuka identitasmu tapi jika kau yang menang aku akan berikan yang kau mau" ujar GD sambil menatap ke arah dalam mobil Sehun yang ditutupi kaca film yang gelap sehingga GD tak bisa menatap wajah Oh Sehun.
"Itu tidak sebanding, bodoh. Semua yang kau punya tak akan bisa menyamai identitasku" desis Sehun dingin.
"Bagaimana kalau kau menang aku akan berhenti balapan begitupun dengan anak buahku dan akan mengakui dirimu sebagai satu-satunya master jalanan" jawab GD nekat.
Alasan satu-satunya GD berani bertaruh seperti itu karena ia akan membuat Sehun kalah malam ini dengan cara apapun.
"Bagaimana tuan Oh Se Hun?" Bisik GD sementara Sehun sudah menegang hebat akibat ucapan GD. Darimana namja itu tahu namanya?
"Kuterima tawaranmu" jawab Sehun dingin kemudian mematikan sambungannya secara sepihak membuat GD menyeringai penuh kemenangan.
Tak lama, terdengar suara keributan dari arah datangnya para pengunjung dan itu karena ada sebuah mobil sejenis yang dipakai 'OSH' untuk balapan dengan 3 mobil sedan hitam elite yang mengiringinya.
Semua orang disana bersorak riang -kecuali Sehun yang merasa tak asing dengan mobil itu dan GD yang menyeringai jahat kala menyadari milik siapa mobil mewah itu-, mereka mengira jika pengendara mobil itu adalah pendatang baru yang akan menantang 'sang master'.
Tak lama, mobil itu berhenti dan turunlah seorang namja berjas hitam dengan headset yang terpasang di belakang telinganya atau biasa disebut communicator, namja itu berputar mengelilingi mobil dan membukakan pintu di sebelah kemudi kemudian turunlah seorang yeoja cantik dengan pakaian casual nya, terlihat sangat berkelas.
Semua orang yang berada disana tak terkecuali Sehun langsung dibuat terkejut ketika melihat sosok berambut coklat caramel itu.
Beberapa orang yang juga kebetulan bersekolah di Tyrone tentunya tahu sosok salah satu primadona sekolah yang kaya raya itu. Sebagian orang yang juga tahu jika Luhan adalah pewaris Dominica Company juga sama terkejutnya, tak menyangka jika orang berkelas seperti Luhan datang ke tempat laknat seperti ini.
Mereka tidak tahu saja bahwa ada orang lain yang sama berkelasnya dengan Luhan yang selalu mereka puja-puja karena keahlian balapannya.
'Sedang apa dia disini?' Batin Sehun yang tiba-tiba saja berkeringat dingin dengan wajah pucat pasi.
'Aku harus menang. Semuanya tidak boleh tahu siapa aku, apalagi disini ada Luhan' batin Sehun dengan rahang mengeras. Si Kwon Jiyoung itu benar-benar licik.
Semua pertanyaan tentang Luhan di benak Sehun kini terjawab sudah begitu melihat Luhan menghampiri GD dan membungkuk canggung ke arahnya.
Apa GD sengaja mengundang Luhan untuk menunjukan siapa Oh Se Hun sebenarnya?
'Sial, seberapa banyak dia tahu tentang aku dan Luhan?' Batin Sehun lagi sambil memukul stir mobilnya membuat sebuah suara debuman yang cukup keras menggema didalam mobil.
"Akhirnya kau datang" ucap GD senang. Dalam hatinya ia bersorak sambil mengibarkan bendera perang pada Oh Sehun yang tak tahu rencana liciknya.
"Hmm.. aku hanya penasaran saja" cengir Luhan sementara Jonghyun dengan pakaian formalnya yang berdiri tepat di belakangnya sedari tadi sudah siaga 1 karena ia tahu di tempat seperti ini pasti banyak namja tidak benar.
Ughhh... jika sejak awal dia tahu bahwa Luhan akan memintanya pergi ke tempat laknat ini mungkin ia akan menolak mentah-mentah. Pantas saja Luhan minta 12 bodyguardnya untuk mengawalnya malam ini.
"Kau tidak perlu khawatir dengan para namja brengsek disini karena mereka tak akan menyentuhmu selama mereka tahu kau kesini untuk menemuiku" ujar GD santai saat melihat pengawal Luhan yang satu itu terus menatapnya tajam sementara pengawalnya yang lain masih didalam mobil atas perintah Luhan dan keluar jika saja terjadi sesuatu pada nona muda nya.
"Kenapa?" Tanya Luhan singkat sambil menautkan kedua alisnya. Pertanyaan yang singkat namun dapat mewakili semua rasa penasaran Luhan.
"Karena mereka tak akan berani menentangku. Oh ya, disini juga ada anak-anak dari Tyrone" jawab GD sambil menunjuk ke arah belakangnya dimana disana ada sekelompok namja yang mungkin berisi 7 orang yang tengah menatap ia dan GD dengan tatapan penasaran.
"Mereka? Aku tak pernah melihatnya"
"Tentu saja. Mana mungkin orang terkenal sepertimu mengenal siswa biasa seperti mereka. Lagipula mereka hoobae mu" jelas GD dan Luhan mengangguk mengerti.
"Itu mobil siapa?" Tanya Luhan sambil menatap lekat mobil dengan jenis yang sama dengan mobil nya hanya saja mobil itu body nya sudah di modifikasi sehingga menyerupai mobil balap.
"Itulah mobil sang master 'OSH'" jawab GD sambil menyeringai menatap ke arah kemudi mobil itu, meski ia tak bisa melihat si pengemudi namun GD yakin namja itu pasti dapat melihatnya.
Tak lama terdengar suara seruan bahwa untuk 2 pembalap malam ini bisa bersiap dan mulai merapat ke garis start.
GD pun masuk kedalam mobilnya dan merapatkan mobilnya di balik garis start tepat di sebelah mobil Sehun.
"Akan kubuat kau berlutut, Oh Sehun" gumam GD dengan seringaian jahatnya kemudian fokus ke depan dimana kini seorang yeoja berpakaian seksi sudah berdiri di depan garis start dengan memegangi 2 buah bendera putih-hitam dan ketika kedua tangan yeoja itu merentang, kedua mobil dengan pengendara yang berbeda itu segera melajukan mobil mereka kencang membelah jalanan sepi yang sudah di blokade dari mobil umum.
Entah kenapa kini hati Luhan berdetak tidak wajar dan dirinya merasa sangat gelisah tapi bukan memikirkan GD. Ia merasa ada yang tak beres dengan sosok sang master itu dan perasaannya mengatakan akan ada sesuatu hal besar yang terjadi malam ini.
Semua orang yang ada di tempat start sekaligus finish itu menunggu dengan cemas termasuk Luhan namun beberapa saat kemudian rasa cemas dan penasaran mereka terjawab ketika sebuah mobil berwarna merah terang melaju mendekat dan melewati garis finish diikuti sebuah mobil berwarna metalik yang melaju dan berada di posisi kedua yang itu artinya si pemilik mobil merah lah yang menang.
Semua teman-teman GD bersorak senang kala GD lah yang menang malam ini dan mereka semakin bangga karena GD sudah berhasil mengalahkan master jalanan.
GD turun dari mobilnya dan disambut sorakan senang dari teman-temannya.
GD berbalik dan menatap mobil OSH dengan seringai nya seakan mengejek namja yang ada didalamnya itu bahwa kini dialah master jalanan.
"Kau harus menepati janjimu" ujar GD cukup keras membuat Sehun yang berada didalam mobil rasanya ingin mati saja.
Andai saja tadi GD tak curang dengan cara menyenggol mobilnya mungkin ia akan menang dan tak perlu membuka identitasnya.
Sekarang habislah sudah semua usahanya untuk menyamar selama ini. Kini semuanya akan tahu siapa dia termasuk seluruh warga Tyrone SHS akan mengetahui identitasnya.
Dengan langkah pasti namun penuh penyesalan, akhirnya Sehun membuka pintu mobilnya dan berjalan keluar dari mobilnya lalu berdiri tepat di sebelah mobilnya membuat semua yang disana berebut untuk melihat rupa namja yang selama ini menjadi master jalanan meski sekarang posisi itu sudah tergantikan.
Seluruh siswa dari Tyrone yang ada disana langsung membelalakan mata mereka tak percaya saat melihat Oh Sehun lah yang berdiri disana. Itu artinya selama ini Sehun menutupi identitasnya dengan julukan si 'namja beasiswa miskin'. Lalu siapa sebenarnya Oh Sehun? Jelas bagi mereka tidak tahu siapa itu Oh Sehun. Mereka tidak tahu jika Sehun itu adalah pewaris Tyrone Group dan puta dari pemilik sekolah tempat mereka menuntut ilmu.
Luhan juga ikut membelalakan matanya tak percaya, kenapa Sehun bisa berdiri disana? Ada apa ini sebenarnya?
Dunia seakan berhenti berputar apalagi saat Sehun menatap Luhan lekat seakan meminta maaf lewat tatapan matanya. Namun kenapa ia harus meminta maaf? Sebenarnya apa yang dirasakan Oh Sehun terhadap Xi Luhan?
Kejadian itu terjadi begitu cepat namun sekarang para netizen yang entah datang darimana sudah mengerubuni Sehun dengan pertanyaan-pertanyaan mereka yang menuntut Sehun untuk menjawabnya namun Sehun tetap terdiam. Entah darimana datangnya para netizen itu dan entah darimana mereka tahu jika ia putra dari Oh Se Yong yang pasti Sehun sekarang sudah pasrah jika setelah ini wajahnya akan berada di majalah, koran, surat kabar juga televisi tentunya dan ayahnya akan marah besar pada Sehun setelah ini termasuk Sehyoon yang akan marah juga kecewa padanya.
Jonghyun dengan sigap membawa Luhan pergi dan masuk kedalam mobilnya selagi tak ada wartawan yang menyadari jika disana juga terdapat nona mudanya karena ini akan menjadi berita terheboh sepanjang masa dimana pewaris Tyrone dan pewaris Dominica tertangkap basah berada di arena balapan liar.
"Nona, anda tidak apa-apa?" Tanya Jonghyun sambil fokus menyetir.
"Ani" jawab Luhan pelan sambil menatap ke arah luar jendela.
Luhan merasa begitu bodoh saat ini. Bagaimana ia selama ini tidak tahu jika Sehun itu putra kandung dari keluarga Oh yang pernah ia serta keluarnya kunjungi dan itu artinya Sehun itu saudara kandung Kai juga putra dari pemilik sekolah tempat ia bersekolah.
Luhan tahu Sehun pewaris Tyrone Group karena tadi sekilas sempat mendengar para netizen itu berucap begitu.
Sehun memang tidak pernah ada di internet, majalah atau televisi seperti dirinya maka dari itu semua orang tidak tahu jika Sehun adalah orang penting yang kelak akan menjadi CEO di Tyrone Group. Dan entah dari mana para netizen itu tahu jika Sehun itu pewaris perusahaan paling berjasa dalam perekonomian negeri ginseng ini.
"Cepatlah Jonghyun-sshi. Aku ingin pulang"
.
.
.
PLAK
Untuk pertama kalinya tuan Oh Se Yong menampar putra sulungnya itu membuat ringisan jelas terdengar dari bibir tipisnya.
"Appa, cukup. Jangan kasari Sehun oppa" pinta Sehyoon yang sudah berlinang air mata melihat betapa murkanya ayahnya itu ketika ia melihat di televisi terdapat wajah putra sulungnya yang tengah tertangkap basah mengikuti balapan liar.
"Apa yang kau fikirkan Oh Sehun? Dimana otakmu?!" Teriak sang ayah murka.
"Sudahlah appa. Ini sudah terjadi. Tak ada gunanya terus memarahi Sehun. Lebih baik kita fikirkan bagaimana cara meredam semua berita miring ini" usul Kai yang membuat sang Appa terdiam, untuk saat ini ucapan Kai memang ada benarnya.
"Appa akan menyita mobilmu dan mengembalikannya ke tampilan semula saat mobil itu dibeli! Dan besok kau absen sekolah, appa akan mengadakan konferensi dan mengenalkanmu pada publik!" Putus sang appa yang sudah final dan tak dapat di ganggu gugat membuat Sehun hanya terdiam dan mengangguk mengiyakan.
Setelah tuan Oh pergi, Sehyoon langsung saja memeluk Sehun erat seakan Sehun akan meninggalkan nya.
"Oppa kenapa balapan lagi?" Tanya Sehyoon sambil terisak pilu sementara Kai hanya dapat melihatnya dari sofa dekat perapian yang ia duduki.
"Mianhae"
.
.
.
"Lu, aku sungguh tak menyangka, kau tahu!" Papar Baekhyun yang kini menyandarkan punggung sempitnya pada sandaran sofa.
Kali ini ketiga sepupu beda kewarganegaraan itu duduk di dekat perapian dilantai 1 yang juga disana terdapat 2 rak buku kecil.
"Jadi, sebelumnya dia memang benar-benar menyembunyikan identitasnya?" Kini giliran Kris yang bersuara sementara Luhan hanya terdiam dan merenung sejak kepulangannya dari arena balapan.
Baekhyun kembali memfokuskan pandangannya pada layar televisi yang menayangkan berita terkini dengan judul topik 'putra penerus Tyrone Group membuka identitasnya dan tertangkap tengah berada di arena balap liar'
"Aigo, ternyata Oh Sehun itu manly" puji Baekhyun yang melihat style Sehun di televisi.
Ya, Luhan juga setuju dengan pendapat Baekhyun karena ia akui Sehun begitu tampil beda tadi apalagi dengan hair style nya yang tanpa poni membuat jidatnya tereskpos bebas membuat ketampanannya bertambah berkali-kali lipat dan Luhan kembali jatuh pada pesona Sehun namun ia cukup kecewa dengan Sehun yang ternyata selama ini menyembunyikan identitasnya.
Tapi, apa alasan Sehun sebenarnya?
"Aku ingin tidur duluan, aku lelah" ujar Luhan tenang kemudian beranjak pergi meninggalkan Kris dan Baekhyun yang menatap kepergian Luhan dengan tatapan penuh tanya.
"Ada apa dengannya?" Tanya Kris bingung.
"Mungkin Luhan kecewa. Dia menyukai Oh Sehun dengan tulus dan apa adanya tapi kini ternyata semua rahasia Oh Sehun terbongkar secara besar-besaran."
'Mianhae, Luhanie' batin Baekhyun yang memang sudah tahu identitas Sehun sejak ia makan malam di mansion Oh waktu itu namun tuan Oh menyuruhnya untuk tutup mulut dan tak memberi tahu Luhan entah apa alasannya. Dan barusan ia hanya berakting kaget saja agar terlihat seperti ia tidak mengetahui apa-apa.
.
.
.
Sehun mematut dirinya didepan cermin besar yang ada di kamarnya dan ia sudah memantapkan hatinya untuk melakukan ini. Ia sudah dewasa dan dia harus menerima takdirnya sebagai penerus Tyrone.
Ini masih pukul 6 pagi dan acara konferensi besar-besaran yang di adakan ayahnya di perusahaan utama Tyrone Group di mulai pukul 8 nanti.
Ia berencana akan pergi ke salon dulu dan merubah hair style nya atas usul Jongin.
Karena kini ia bukan lagi Oh Sehun si namja beasiswa melainkan Oh Sehun si putra keluarga kaya pewaris Tyrone Group kelak jadi ia harus tampil baru.
"Sudah siap?" Tanya Kai yang melongokkan kepalanya di pintu masuk kamar Sehun yang luas dan mewah.
"Hmm" jawab Sehun seadanya kemudian berbalik dan mengikuti Kai keluar dari kamarnya menuju ke bawah dimana Sehyoon sudah menunggu kedua oppa nya itu di dalam limousine mewah mereka.
"Kenapa aku merasa kita akan pergi ke pernikahan Sehun oppa ya" ujar Sehyoon sambil melihat penampilan Sehun yang sangat menawan dengan jas hitamnya yang mahal serta rambut hitamnya yang ditata rapi.
"Kau akan menarik ucapanmu nanti setelah Sehun keluar dari salon" jawab Kai sambil terkekeh dan masuk kedalam limousine, setelah itu limousine mewah itu melaju keluar dari halaman luas mansion Oh.
Begitu limousine mereka keluar dari gerbang tinggi menjulang mansion Oh, mereka langsung disambut oleh puluhan camera serta lampu blitz yang menyala membuat mata terasa silau. Para netizen saling berebut untuk mengambil gambar padahal Sehun tak terlihat tapi mereka tetap saja ribut.
Tak lama setelah limousine itu melaju, 5 mobil lainnya mengikuti dari belakang dan 5 mobil itu adalah mobil yang dipakai bodyguard mereka yang bertugas mengamankan para tuan dan nona muda mereka karena saat ini keadaan sedang rusuh-rusuhnya dan yang paling banyak diburu saat ini adalah Oh Sehun.
...
1 jam 30 menit bukanlah waktu yang sebentar untuk menunggu dan Jongin sudah tidak betah duduk di tempat tunggu yang berada di bagian depan salon tempat Sehun mengecat rambutnya.
Tak berselang lama Sehun melangkah keluar dari dalam salon dan dia langsung disambut tatapan berbinar dari Sehyoon dan tatapan tak percaya dari Jongin.
Kini rambut Sehun berwarna putih dengan kedua sisi rambutnya berwarna hitam. Rambut yang berwarna hitam dicukur tipis sementara yang berwarna putih tetap seperti semula dengan gaya tanpa poni, sekilas seperti gaya mohawk.
"Sehun oppa tampan sekali" ucap Sehyoon polos membuat Sehun tersenyum tipis kemudian menarik kedua saudaranya yang masih terpana pada ketampanannya itu untuk segera pergi sebelum para pengawal mereka kewalahan menghadang para netizen yang semakin lama semakin banyak dan memaksa untuk mewawancarai ketiga pewaris perusahaan besar itu.
Kai benar, Sehun sekarang sudah tidak terlihat seperti orang yang mau menikah namun lebih seperti bintang besar.
"Huhh.. apa mereka benar-benar tidak lelah terus mengikuti kita" desah Kai frustasi dan dibalas anggukan serta gumaman dari Sehyoon sementara Sehun masih terdiam.
Limousine mereka sudah kembali melaju menuju perusahaan utama dengan 5 mobil pengawal yang terus mengawal mereka.
20 menit kemudian mereka pun sampai di gedung berlantai 50 perusahaan induk Tyrone Group dan kembali disambut oleh para wartawan pemburu berita yang memang sudah mengetahui adanya konferensi yang di adakan dengan tujuan mengenalkan sosok calon pemimpin Tyrone di masa depan.
Di Ruang 12-A (ruang pertemuan yang biasa dipakai untuk para pemegang saham)
Sehun, Jongin dan Sehyoon memasuki ruangan besar yang telah dipenuhi oleh para petinggi perusahaan juga perwakilan-perwakilan dari perusahaan lain itu dengan langkah pasti.
Kamera para wartawan yang di undang untuk meliput acara ini langsung menghujami ketiga anak muda itu ketika mereka melangkah masuk kedalam dan duduk di kursi yang telah di sediakan yang tentunya ada di bagian tertinggi dan dibarisan berbeda dari yang lain.
Setelah tuan Oh Se Yong memberi sambutan juga menyampaikan tujuannya pada para petinggi yang ada disana, ia pun mempersilahkan putra sulungnya itu untuk berpidato dan menyampaikan apa yang seharusnya ia sampaikan termasuk permintaan maaf karena ia telah melakukan hal yang seharusnya tidak ia lakukan.
Kata demi kata penuh wibawa dilontarkan oleh Oh Sehun diluar kepala nya dan secara spontan tanpa menghafal kata-kata itu sebelumnya yang membuat tuan Oh Se Yong dan semua yang ada disana tersenyum kagum akan sikap kepemimpinan yang dimiliki oleh Sehun sebagai calon pemimpin di masa depan.
Konferensi itu berjalan dengan lancar selama kurang lebih 4 jam dan membuat Sehun yang tentunya menjadi pembicara utama sangat pegal terus berdiri di mimbar dan melontarkan ucapan dengan penuh pemikiran dan pertanggungjawaban yang harus membuat semua yang ada disana tidak mencap dirinya sebagai orang yang tidak becus menjadi seorang calon CEO nantinya.
"Huhh.. melegakan sekali" ucap Kai sambil meregangkan otot-ototnya setelah keluar dari ruang konferensi bersama keluarganya.
"Appa bangga padamu" ujar tuan Oh sambil menepuk bahu putranya dengan bangga.
"Terimakasih, appa" jawab Sehun dengan senyum tipis yang menghiasi bibir tipisnya.
"Appa harus ke ruangan appa dulu. Kalian bisa pulang" ujar sang ayah dengan wibawanya itu kemudian berlalu pergi bersama sekretarisnya, tuan Seo.
"Kau terlihat berbeda setelah kau berpacaran dengan si mata bulat itu." Ujar Sehun sambil berjalan santai keluar dari gedung perusahaan menuju limousine yang tadi mengantar mereka kemari.
"Siapa mata bulat itu, oppa?" Tanya Sehyoon kepo.
"Do Kyungsoo" jawab Sehun tenang.
"Eo, Kyungsoo eonnie"
Kai kemudian membisikkan sesuatu pada Sehyoon dan Sehyoon pun mengangguk polos.
"Wae geurae?" Tanya Sehun yang merasa dirinya teracuhkan.
"Ani" jawab kedua suadara itu polos nan kompak membuat Sehun berdecak.
"Lagipula Do Kyungsoo itu bukan kekasihku" jawab Kai asal sambil memasukkan kedua tangannya pada saku celananya membuat beberapa karyawan yang bekerja disana tersenyum merona melihat dua namja tampan nan kaya calon penerus Tyrone.
"Apa? Bukankah dia memang pacarmu?" Tanya Sehun yang kini merasa ada yang aneh dengan ucapan Kai.
"Ayolah Sehun. Kau seperti baru mengenalku beberapa hari saja. Aku hanya manfaatkan dia agar Appa batalkan pertunanganku dengan Baekhyun" jawab Kai sambil tersenyum meremehkan.
"Jadi kau hanya memanfaatkanya?" Tanya Sehun tak percaya.
"Yap!"
"Seharusnya Kyungsoo sadar dan meninggalkanmu" decih Sehun tidak suka. Kenapa saudaranya itu jadi brengsek seperti itu?
"Sayangnya dia memang pintar jadi dia sudah meninggalkan ku karena tahu aku memanfaatkan nya saja" ujar Kai dengan gaya bicara yang terdengar brengsek dan menekankan kata 'memanfaatkan' nya.
Sehun terdiam merenung. Kenapa ucapan Kai terdengar seperti tengah mengutarakan sesuatu. Ia seakan-akan berkata jika seseorang yang memanfaatkan orang lain harus segera ditinggalkan dan ternyata Kai memang sengaja berkata demikian agar Sehun berfikir.
.
.
.
"Jadi selama ini kau ada di tanah kelahiranmu, Oh Sehun?" Gumam yeoja berambut merah itu sambil meneguk wine nya dan duduk dengan menyilangkan kakinya di sofa sambil menonton tayangan berita di televisi.
"Kau semakin tampan saja. Hmm.. pasti akan sangat enak jika aku menjadi kekasihmu lagi saat ini. Mungkin aku bisa meminta mobil seperti yang kau miliki itu" ucapnya lagi setelah melihat tayangan di televisi saat Sehun pergi dari arena balap liar menggunakan mobil Lamborghini Veneno Roadster miliknya.
"Aku akan datang dan memiliki mu lagi, sayang"
.
.
.
-To Be Continue-
.
.
.
Note :
Annyeonghaseyo..
Gimana? Sehun udah menunjukkan jati dirinya tuhh..
Ada yang udah nebak siapa yeoja berambut merah itu? Kkkkk ~
Ada yang udah mau BaekYeol balikan lagi gak?
Maaf ya HunHan moment nya belakangan ini jarang banget apalagi SuLay tuh.
Mulai chapter depan udah mulai muncul konflik di hubungannya HunHan jadi siap-siap aja yaaaaa...
Author senyum-senyum sendiri lohh pas baca review dari kalian. Dan soal yang ngingetin kesalahan author di chapter 6 tentang kata rupiah yang seharusnya won, maaf yaaa.. soalnya author bingung 1 won itu berapa rupiah jadi author putusin buat bikin 'seharga milyaran rupiah' soalnya kalau 'seharga milyaran won' author gak tahu berapa nilai rupiahnya dari 'milyaran won' itu. Jadi mohon maaf ya..
Dan ada juga yang nanya apakah ff ini di adaptasi dari drama The Heirs dan jawabannya adalah BUKAN. Ini murni ide dari author, tapi mohon maaf jika ada kesamaan ide atau alur cerita sama ff lain tapi author tegasin kalau ff ini murni hasil pemikiran author selama beberapa bulan. Lagipula author juga merasa cerita ini beda banget deh sama The Heirs.
Terakhir... di tunggu ya reviewnya.
Annyeong..
See Ya!
Zyyeoliee
