Cast : Cho kyuhyun as kim kyuhyun (17 yo)
Choi siwon (34 yo)
Kim kibum (18 yo)
Kwon yuri (29 yo)
Kim young woon/kangin as kyuhyun appa (36 yo)
Park (kim) jung soo/ leeteuk as kyuhyun umma (37 yo)
Cast lain muncul seiring berjalannya waktu J
Warning : BL, Typo(s), aneh dll
Chapter 5
Siwon memejamkan matanya seiring dengan bibirnya menempel dengan sempurna dengan bibir lembut kyuhyun. siwon merasakan tubuhnya seperti melayang merasakan sensasi lembut di bibir tipisnya, perutnya seperti tergelitik seakan – akan ada ribuan kupu – kupu di dalam sana, diremasnya seprai biru kyuhyun untuk menahan gejolak di dadanya yang membuncah. Tidak puas hanya menempelkan bibirnya pada bibir kyuhyun siwon mulai mengulum lembut bibir berwarna semerah ceri yang sekarang berada dalam kuasanya itu.
"nghhhhh..." kyuhyuun melenguh pelan, merasa tidak nyaman karena ada sesuatu yang bergerak di bibirnya, namun manja manis itu masih memejamkan matanya.
Mendengar lenguhan kyuhyun membuat siwon tersadar, dengan cepat dilepaskan pautan bibirnya dari bibir kyuhyun, memandang tidak percaya pada bibir kyuhyun yang sekarang tampak semakin memerah karena perbuatannya.
Apa yang baru saja ku lakukan?, batinnya.
Siwon menyentuh bibirnya sendiri, dia masih bisa merasakan manis dan lembutnya bibir kyuhyun, tangan satunya memegang dada kirinya, tepat diatas jantungnya yang saat ini berdebar tak menentu, siwon bahkan bisa merasakan rasa panas dari dalam tubuhnya, padahal pendingin ruangan di kamar kyuhyun menyala.
Ada apa denganku?, batinya lagi, siwon akui hal ini baru pertama kali terjadi padanya, dan tidak bisa siwon pungkiri saat bibirnya menyentuh bibir kyuhyun tadi dia merasa sangat senang, seperti semuanya memang benar, seperti hal itu yang memang seharusnya dia lakukan.
Siwon menggeleng – gelengkan kepalanya, menghalau fikiran – fikiran kotor saat dia kembali membayangkan sensasi lembut yang baru saja bibirnya rasakan, tidak mau fikirannya semakin kacau dengan tergesa – gesa siwon meninggalkan kamar kyuhyun, sepertinya dia butuh berendam untuk menjernihkan fikirannya.
"siwonnie?" panggil leeteuk yang melihat siwon terlihat gusar dan tergesa – gesa keluar dari kamar kyuhyun.
Siwon terlonjak kaget mendengar suara leeteuk saat dia baru saja keluar dari kamar kyuhyun, tiba – tiba saja dia menjadi gugup, ada rasa bersalah yang timbul di hati siwon, bagaimana kalau leeteuk tau siwon baru saja mencium putera kesayangan hyungnya itu, bukan ciuman biasa, siwon bisa membedakan bagaimana ciuman rasa sayang pada keluarga, dan siwon yakin yang dilakukannya dengan kyuhyun tadi bukan ciuman dari ahjussi pada keponakannya, walaupun siwon masih belum tau dengan apa yang dirasakannya pada kyuhyun.
"h-hyung" gugupnya.
Leeteuk mengerutkan dahinya melihat tingkah siwon, "ada apa denganmu?" tanyanya
"ti-tidak papa hyung, a-aku ke kamar dulu" siwon bergegas meninggalkan leeteuk dan memasuki kamarnya yang terletak di samping kamar kyuhyun.
"ada apa dengannya?" tanya leeteuk bingung, selanjutnya dia mengangkat bahunya acuh lalu meneruskan langkahnya kakinya memasuki kamar kyuhyun.
.
.
Sejak hari itu siwon terkesan menghindari kyuhyun, karena setiap dia melihat kyuhyun, bahkan dari jauh, dia langsung terbayang – bayang dengan ciumannya dengan kyuhyun. keuntungan untuk siwon, proses syuting dramanya sudah dimulai sehingga dia memiliki alasan untuk tidak bertemu dengan kyuhyun, untuk saat ini dia belum siap bertatap muka dengan kyuhyun walaupun dia sangat merindukan namja manis itu, rasa bersalahnya masih ada dan juga tiap melihat kyuhyun dirinya langsung terfokus pada bibir merah kyuhyun dan ingin mencicipi rasa manis itu lagi.
"pagi umma, appa" sapa kyuhyun yang sudah siap dengan seragam sekolahnya.
"pagi, sarapan dulu baby" leeteuk menaruh roti dengan selai coklat di piring kyuhyun.
"ne, emmm umma ahjussi mana?" tanya kyuhyun melihat lagi – lagi siwon tidak ikut sarapan bersama mereka.
"ahjussimu bergi pagi – pagi sekali, babykyu tau kan ahjussi sudah mulai syuting"
"ishhh tapi kan tidak harus pergi pagi – pagi, ahjussi jadi jarang menemani kyu main" kyuhyun mempoutkan bibirnya karena kesal.
Leeteuk dan kangin tertawa pelan melihat ekspresi lucu kyuhyun, "kyu kangen pada siwon ahjussi eoh?" tanya leeteuk
Melihat orang tuanya mentertawakannya kyuhyun semakin mempoutkan bibirnya, "ishh menyebalkan" bisiknya.
Kangin mengacak rambut kyuhyun karena gemas, "kyu kan sudah besar, jangan terlalu manja pada ahjussimu" kangin menasihati
"ihh appa jangan mengacak rambut kyu, bagaimana nanti kalau kyu kalah tampan dari siwon ahjussi" protes kyuhyun sambil berusaha menjauhkan kepalanya dari tangan kangin.
"anak manja" ejek kangin sambil terkekeh
"appa" rengek kyuhyun
"wae?" tanya kangin polos
"umma, appa menyebalkan" adu kyuhyun, ckk bagaimana kau tidak dianggap anak manja kyu, baru diejek sedikit saja kau sudah mengadu pada ummamu.
"chagi sudah jangan ganggu kyu, kalian itu sama saja" leeteuk merangkul pundak putera kesayangannya itu.
"ahh sudah kyu mau menyusul kibum hyung saja, dah umma" kyuhyun mengecup pipi leeteuk, sedangkan untuk kangin dia justru menjulurkan lidahnya mengejek sang appa, "bye appa".
"aishh dasar anak ini kapan dewasanya, kau terlalu memanjakannya chagi" keluh kangin
"sudahlah chagi, kalau babykyu sudah dewasa, nanti kau akan rindu, apalagi kalau kyunnie kecil kita sudah punya pacar dan lebih memilih bersama pacarnya" ucap leeteuk.
"kau benar chagi, kurasa aku tidak akan rela kalau kyunnie cepat – cepat punya pacar, aku tidak rela kasih sayangnya terbagi" balas kangin.
"lihat siapa yang memanjakannya?" tanya leeteuk sambil mengusap punggung tegap kangin, "suatu saat, cepat atau lambat hal itu akan tejadi chagi dan kau tidak bisa mencegahnya, tapi yakinlah bagaimanapun kita orangtuanya, dan kyunnie kecil kita akan tetap mencintai kita" ucap leeteuk lembut.
Kangin tersenyum mendengar jawaban sang istri, betapa beruntungnya dia memiliki istri yang begitu lembut dan pengertian seperti leeteuk, menurutnya hidupnya sudah sangat lengkap, memiliki istri yang mencintai dan sangat dicintainya, juga puteranya yang manis, dan kangin tidak ingin ada yang merusak hidupnya yang sempurna ini.
.
.
"kyunnie" panggil kibum pada kyuhyun yang sedang asik memainkan PSPnya, padahal saat ini mereka sedang di kantin sekolah, bahkan seporsi ramen sudah tersedia di depan cho kyuhyun, namun beginilah namja pecinta game itu kalau sudah bertemu dengan PSPnya, akan lupa dengan semuanya termasuk makan.
Melihat tidak ada respon dari kyuhyun kibum bergegas menggeser mangkuk ramen kyuhyun ke hadapannya, di sendoknya ramen yang masih mngepulkan uap panas itu, setelah ditiupnya sebentar lantas disodorkan ke depan mulut kyuhyun, "Aaaaaa.." pintanya, killer smile terkembang di wajah dingin kibum saat kyuhyun membuka mulutnya dan menerima suapannya.
"kau ini kalau sudah main PSP lupa segalanya" kibum membersihkan kuah yang menempel di ujung bibir kyuhyun lembut, terdengar pekikan para pengunjung kantin yang sebagian besar adalah para yeoja yang menamai diri mereka sebagai fans kim kibum. Yeoja – yeoja itu tampak menatap iri ke arah kyuhyun yang mendapatkan perlakuan lembut dari pangeran mereka, bahkan ada beberapa yeoja yang menatap kyuhyun sinis, kibum justru terlihat tidak peduli karena sejak tadi perhatiannya hanya tertuju pada namja manis yang masih berkutat dengan gamenya.
"kyunnie hari ini mau menemani hyung?" tanya kibum
Mendengar pertanyaan kibum kyuhyun mengalihkan pandangannya sebentar dari layar PSP, "kemana hyung?" tanya kyuhyun
"hyung ingin mencari buku baru, mau kan?"
Kyuhyun berfikir sebentar lalu mengangguk, "oke, tapi belikan kyu es krim ne" pinta kyuhyun
"tentu saja" kibum mengacak rambut kyuhyun pelan, "kalau setelah itu kita jalan – jalan sebentar bagaimana?" pinta kibum lagi.
"boleh juga, lagipula kyu bosan, ahjussi sedang sibuk" kyuhyun merengut kesal mengingat siwon yang akhir – akhir ini jarang menemaninya.
Senyum di wajah kibum menghilang mendengar nama siwon di sebut, dia masih kesal karena beberapa minggu yang lalu siwon memonopoli kyuhyun seharian, padahal hari itu kibum ingin mengajak kyuhyun main game baru yang khusus dia beli untuk kyuhyun, tapi yang dia dengar dari leeteuk, kyuhyun sedang pergi dengan siwon.
"hyung? Hyuuuunggg" panggil kyuhyun karena kibum malah melamun.
"eh ne kyu wae?" tanya kibum setelah sadar dari lamunannya
"hyung kenapa malah melamun" kyuhyun mengetuk – ngetukkan jarinya di pipi putih kibum
"tidak papa" kibum berusaha tersenyum, dalam hati dia berjanji tidak akan membiarkan siwon lebih mendekati kyuhyun lagi.
.
.
"siwon-ah hey! Kau melamun lagi" ucap donghae sambil mengibas – ngibaskan tangannya di depan wajah siwon.
"hyung, singkirkan tanganmu" siwon menepis tangan donghae
"salah sendiri kenapa melamun terus, aku sudah menemukan kau sedang melamun lebih dari tiga kali hari ini" keluh donghae sambil duduk di samping siwon, "ada apa denganmu? Kau ada masalah?" tanya donghae, artisnya ini jarang sekali seperti ini, namja pemilik dimple smile ini bahkan banyak melakukan kesalahan saat syuting.
"tidak hyung aku hanya lelah" elak siwon
Kalau sudah seperti ini donghae tau siwon tidak mau bercerita, dia sudah menjadi manager siwon selama bertahun – tahun, wajar saja dia paham betul sifat artisnya ini, "baiklah, tapi kalau kau membutuhkan teman mengobrol kau bisa mengandalkan hyung"
"gomawo hyung" balas siwon tulus
"tidak masalah, bersiaplah kita akan mulai pengambilan gambar setengah jam lagi dan berhentilah minum" donghae menunjuk segelas wine yang di meja depan siwon lalu menepuk pundaknya pelan setelah itu meninggalkan namja tampan itu sendiri diruangannya.
Setelah kepergian donghae seorang yeoja cantik dengan balutan gaun ketat hitam di atas lutut memasuki ruangan siwon dan langsung mendudukkan dirinya di depan siwon.
"ruanganmu cukup nyaman siwon – ssi" ucap yuri sambil menyamankan punggungnya di sandaran sofa yang didudukinya.
Siwon hanya melirik yuri sekilas, dia sedang sangat malas menghadapi yeoja ini, memang sejak pertemuan pertama mereka yuri sering sekali mendekatinya, yeoja seksi itu berdalih untuk membangun chemistry, bagaimanapun mereka akan berpasangan di drama mereka ini.
"ada apa?" tanya siwon dengan nada datar, dirinya sedang sangat malas beramah – tamah.
"aigo, apa tidak boleh aku menghampiri lawan mainku? Jangan terlalu kaku siwon-ssi" yuri mengambil gelas berisi wine yang tersisa setengah di meja yang terletak diantara mereka."hemmm aku tak menyangka seleramu bagus" komentar yuri sambil meletakkan kembali gelas itu di meja.
"kalau kau datang hanya untuk berbasa – basi sebaiknya kau pergi aku sedang tidak ingin di ganggu yuri –ssi" ucap siwon dingin namun tetap sopan
Yuri tertawa pelan, "apa kau baru saja mengusirku?" tanya yuri tidak percaya
"terserah kau menganggapnya apa, tapi bisakah kau tinggalkan aku sendiri"
"aku benar – benar tidak percaya, kau tau banyak namja yang rela berlutut agar aku mau menemani mereka" ucap yuri sarkastik
"kalau begitu aku tidak termasuk namja seperti mereka" ucap siwon lantas meninggalkan yuri
Yuri tetap terdiam di ruangan itu setelah siwon pergi, "sikapmu membuatku semakin bersemangat untuk mendapatkanmu" gumam yeoja itu pelan lalu kembali meminum wine milik siwon denngan santai.
Setelah keluar dari ruangannya siwon memutuskan untuk perg ke atap, menatap jalanan yang terlihat kecil dari puncak gedung berlantai dua puluh tersebut, akhir – akhir ini fikirannya penuh dengan kyuhyun, dan lagi dia sebenarnya sangat merindukan namja manis itu, sangat merindukannya, membuat siwon begitu tersiksa kerena tidak dapat melihat senyum manis kyuhyun.
"hahhhhh" siwon menghela nafas keras, tidak pernah dia sebingung ini, hanya cho kyuhyun seorang yang bisa membuat siwon begitu kacau.
Drrrtttt drrrrrtttt tiba – tiba smartphonenya berdering, dengan malas siwon mengambil smartphone itu dari sakunya, dilihatnya nama donghae tertera di layar smartphonenya.
"wae hyung?"
"kau diamana? Aku mencarimu diruangan tapi yang kutemukan malah yuri-ssi"
"maaf hyung, apa syuting akan dimulai lagi?" tanyanya
"tidak, sutradara shin bilang syuting ditunda besok, ada kesalahan teknis" jawab donghae
"ohh, jadi kita sudah boleh pulang?"
"ya, karena itu aku mencarimu"
"emmm kau pulanglah duluan hyung, bawa saja mobilku"
"ya! Sebenarnya apa yang sedang kau lakukan?" suara donghae terdengar khawatir di ujung sana.
"tidak, aku hanya malas pulang"
"kau? Malas pulang? Bukankah dirumah ada kyunniemu, biasanya kau sangat bersemangat"
Siwon terdiam sebentar memikirkan ucapan donghae, namja pecinta ikan itu memang tidak tau salah satu alasan siwon enggan untuk pulang adalah karena kyuhyun.
"siwon-ah?, kau masih mendengarku?"
"ne hyung"
"baiklah aku pulang duluan, jangan pulang terlalu larut besok ada syuting pagi, dan aku akan dijemput hyukkie jadi kutitipkan kunci mobilmu di resepsionis"
"ne, arasseo" setelah itu siwon menutup panggilan teleponnya. Setelah itu namja tapan itu kembali menikmati pendangan di depannya, entah berapa lama siwon berdiam diri di atap sampai akhirnya dia memutuskan untuk turun, diambilnya kunci mobilnya di resepsionis, setelah itu namja tampan itu menghampiri mobilnya di tempat parkir.
Siwon menghidupkan mesin audi hitamnya setelah sebelumnya dia memasangkan sealt belt di tubuhnya, namun belum siwon menjalankan mobilnya pintu di tempat penumpang terbuka dan tiba – tiba yuri masuk dan mendudukan dirinya di kursi penumpang tepat disamping siwon dengan santai.
"apa yang kau lakukan yuri-ssi?" tanya siwon geram karena tingkah yeoja ini yang seenaknya
"aku ingin menumpang, managerku yang bodoh lupa memeriksa mobil dan akhirnya mobilku mogok dan harus dibawa ke bengkel" terang yuri yang tentu saja bohong, yeoja itu memang sengaja menyuruh managernya pulang duluan saat melihat mobil siwon masih terparkir di tempatnya, dan yeoja itu juga sejak tadi menuggui siwon.
"aku kan memanggilan taksi" siwon hendak menelpon taksi
Yuri menahan tangan siwon, "cihh apa kau membenciku siwon-ssi? Sampai – sampai semobil denganku saja kau tidak mau" ucap yuri
"aku sedang ada urusan, dan aku tidak membencimu" jawab siwon, dia memang tidak membenci yuri, dia hanya tidak nyaman dengan yeoja yang selalu mendekatinya ini.
"kalau begitu tidak masalah kan? Lagipula apa kau tega membiarkanku pulang naik taksi" ucap yuri, satu hal yang diketahui oleh yuri, siwon ini orang yang sangat mudah luluh, apalagi terhadap wanita, namja tampan itu sangat menghormati wanita.
"terserah kau saja" jawab siwon lalu menjalankan audi hitamnya keluar dari tempat parkir, disampingnya yuri tersenyum puas, setidaknya satu langkah untuk membuat choi siwon dekat dengannya sudah berhasil, dan tentu saja di otak yuri sudah terdapat ribuan cara agar namja tampan ini bertekuk lutut padanya.
.
.
Kyuhyun melihat – lihat deretan buku – buku yang tersaji di depannya, sesekali dibukanya dan dilihatnya sekilas buku yang membuatnya tertarik. Sudah lebih dari dua jam kyuhyun berada di toko buku bersama kibum, namun namja berwajah datar itu masih belum juga menemukan buku yang dicarinya, hahh bagaimana kyuhyun bisa lupa, menemani kibum membeli buku sama saja dengan seperti menemani ummanya berbelanja, sangat lama.
Merasa bosan, kyuhyun menghampiri kibum yang tapak serius melihat – lihat buku ensiklopedia berbahasa inggris. "hyung" panggilnya.
"hemm?" jawab kibum masih serius dengan buku setebal lima senti di tangannya.
Penasaran kyuhyun melihat buku yang dibaca kibum, dan langsung menggeleng – geleng melihat tulisan berbahasa inggris yang memenuhi buku itu, kyuhyun sangat takjub pada kibum yang bisa membaca buku tebal, berbahasa inggris, dan tidak ada gambarnya sama sekali, kalau itu kyuhyun, buku tersebut tidak akan dibaca namun dijadikan bantal tidurnya dirumah, membosankan, dia lebih memilih membaca komik ataupun majalah.
"hyung bosan" rengek kyuhyun
Kibum mengalihkan perhatiannya dari buku, "sabar ne, hyung belum selesai, kyunnie lihat – lihat komik saja" ucap kibum lembut
"sudah, tidak ada yang bagus" jawab kyuhyun sambil mendengus jengkel
"kalau begitu lihat majalah saja, pilihlah yang kyunnie mau" ucap kibum
"hyung yang belikan?" tanya kyuhyun memastikan
"ne" jawab kibum
"baiklah" ucap kyuhyun senang langsung beranjak ke rak yang menyediaka majalah – majalah, kyuhyun langsung melihat – lihat ke majalah yang dikhususkan untuk para gamer, kyuhyun sangat senang karena kibum mau membelikannya, dia sudah lama mengincar majalah itu namun uang bulanannya sudah habis untuk membeli game baru.
Kibum tersenyum melihat tingkah kyuhyun, hal yang jarang dia tunjukkan pada orang lain, namja tampan itu kembali melihat – lihat buku yang dipegangnya, sebenarnya dia sudah menemukan buku yang dicarinya dari sejam yang lalu, tapi dia memang sengaja mengulur – ulur waktu, ingin lebih lama berdua saja dengan kyuhyun tanpa gangguan siapapun terutama siwon.
Setengah jam kemudian kyuhyun kembali ke hadapan kibum dengan sebuah majalah ditangannya, "hyung sudah dapat?" tanyanya
Kibum mengacungkan dua buku tebal di hadapan kyuhyun, "sudah, kyunnie?"
"sudah hyung" balas kyuhyun ceria, ck bocah ini sepertinya sangat senang mendapatkan yang dia inginkan.
"baiklah, sini hyung bayar dulu, setelah itu kita ..."
"makan" potong kyuhyun sebelum kibum menyelesaikan ucapannya, "kyu sudah lapar hyung" namja berpipi chubby itu mengelus perut ratanya sambil menampilkan tatapan memelas pada kibum.
Kibum tidak mampu menehan tawanya melihat ekspresi kyuhyun, tidak perlu memasang ekspresi seperti itu pun kibum pasti akan menuruti setiap permintaan kyuhyun. "baiklah" kibum mengacak rambut kyuhyun yang terasa sangat lembut ditangannya, "mau makan dimana?" tanya kibum
Kyuhyun menampilkan cengiran khasnya, "aku tau tempat yang bagus, dan yang terpenting disana ada es krim" ucap kyuhyun, ohhh dia sudah membayangkan sensasi dingin dan manis dari makanan kesukaannya itu, sebenarnya kyuhyun tau tempat itu dari siwon yang beberapa kali mengajaknya kesana, namun karena ahjussinya itu sedang sibuk tidak ada salahnya mengajak kibum.
"oke, kajja" kibum menggandeng tangan kyuhyun keluar setelah sebelumnya membayar buku mereka.
.
.
Yuri menatap sekeliling cafe yang didatanginya bersama siwon, cafe dengan dominan warna coklat dan pink itu sebenarnya lebih cocok untuk para remaja dibandingkan dua orang dewasa seperti siwon dan yuri. Yuri juga heran saat dia meminta –memaksa- untuk makan siang dulu sebelum siwon mengantarnya pulang, namja pemilik dimple menawan itu justru membawanya ke cafe ini.
"ku fikir kau akan mengajakku ke restoran" ucap yuri sambil memakai kaca mata hitamnya, berjaga kalau ada yang mengenalinya.
Siwon menatap yeoja yang duduk di depannya ini jengkel, "kalau kau tidak suka kau boleh pergi sendiri" ucap siwon
"baiklah, jangan marah, aku kan hanya berpendapat" yuri melihat - lihat buku menu di depannya.
"selamat siang mau pesan apa tuan, nyonya?" tanya seorang pelayan ramah.
"vanilla ice cake dan ameriano" jawab siwon, vanilla ice cake adalah menu favorite kyuhyun selain es krim kalau siwon mengajaknya ke tempat ini, hahhh kyuhyun pasti akan sangat senang kalau sudah memakan cake kesukaannya, memikirkan itu membuat kerinduan siwon terhadap baby manisnya semakin besar.
"seporsi salad dan coffee late" ucap yuri lalu memperhatikan siwon yang tampak melamun, yeoja anggun itu meletakkan tangannya di atas tangan siwon untuk menyadarkan namja tampan itu, dan tepat saat tangannya menyentuh tangan siwon, namja tampan itu langsung menarik tangannya.
"maaf" ucap yuri melihat tatapan tidak suka siwon
"aku hanya tidak suka orang asing menyentuhku" ucap siwon dingin
Yuri tersenyum simpul, "kau itu terlalu kaku siwon – ssi, kutebak kau tidak pernah berkencan dengan yeoja sebelumnya" ucap yuri tentu saja berniat bercanda.
"kalau memang benar lalu apa urusannya denganmu yuri –ssi?" tanya siwon
"mustahil, kau fikir aku akan percaya" yuri tertawa pelan, tidak mungkin siwon tidak pernah berkencan, dia sudah cukup matang untuk berkencan, bahkan mungkin menikah, apalagi dengan profesi siwon sebagai aktor yang sering sekali bertemu dengan artis – artis cantik, kecuali siwon memang tidak menyukai yeoja. Tawa di wajah yuri menghilang melihat keseriusan dimata siwon, namja tampan itu tidak terlihat berbohong sama sekali. Namja ini benar – benar unik, batin yuri.
"baiklah anggap saja ini kencan pertamamu, kau sangat beruntung memiliki teman kencan sepertiku" yuri mengibasan rambut panjang hitamnya ke belakang.
"tidak perlu, tapi terima kasih atas tawaranmu yuri –ssi" tolak siwon
Kening yuri berkerut tidak suka, dia bahkan sampai merendahkan harga dirinya yang tinggi di depan namja Choi ini, tapi bisa – bisanya namja itu menolaknya mentah – mentah.
Merasa tidak ada yang bisa dibicarakan lagi yuri memakan salladnya yang baru datang dengan perasaan kesal, apalagi saat siwon seperti menganggapnya tidak ada.
.
.
"hyung ayo masuk, kyu lapar" kyuhyun menarik tangan kibum memasuki cafe yang ditunjukkannya.
"iya sebentar kyu, kau ini tidak sabran sekali" kibum mengikuti langkah kyuhyun.
Kedua namja pemilik kulit putih ini mulai memasuki cafe yang bernuansa coklat dan pink itu, kyuhyun tampak tidak sabar untuk segera memakan es krim kesukaannya, senyum tak pernah lepas dari wajah manis namja berpipi chubby itu, namun senyumannya menghilang saat melihat seseorang yang dia kenal tengah duduk di kursi yang letaknya agak di pojok cafe, choi siwon, ya kyuhyun melihat ahjussi kesayangannya, namun yang membuat senyumnya hilang adalah ahjussinya itu tampak sedang menikmati makan siang bersama yeoja bermantel coklat yang duduk di depan siwon.
"kyu kajja, kita cari tempat kosong" ajak kibum, namun kyuhyun hanya diam dan terus memandang kesatu arah, penasaran dengan apa yang dilihat kyuhyun, kibum mengikuti arah pandangan kyuhyun, disana dilihatnya siwon sedang bersama seorang yeoja. Seringai mucul di wajah kibum, ohh sepertinya dia memiliki rencana.
"kyu bukankah itu siwon ahjussi, apa dia sedang bersama yeojachingunya?" tanya kibum ceria
Kyuhyun masih terdiam, dia seperti tidak mendengar pertanyaan kibum, matanya hanya terfokus pada siwon, entah kenapa perasaannya tidak enak saat mengetahui siwon makan bersama seorang yeoja, kyuhyun merasa dadanya sesak, apalagi siwon makan bersama yeoja itu di tempat favorit mereka. Lamunan kyuhyun buyar saat seseorang menggandeng tangannya dan menariknya mendekat ke tampat siwon dan yeoja itu.
"h-hyung" lirih kyuhyun pada kibum yang masih menarik tangannya, sungguh dia ingin menolak.
"wae kyu, ayo kita hampiri mereka" ucap kibum kekeh, kyuhyun tidak membantah, selain karena tenaganya tidak lebih besar dari kibum, namja manis itu juga merasakan tubuhnya serasa tidak bertenaga, gemuruh tidak nyaman itu masih dirasakan didadanya dan semakin besar seiring dengan jaraknya dengan meja siwon semakin dekat.
"ahjussi kebetulan sekali kau ada disini" ucap kibum begitu sampai di depan siwon.
Siwon nampak kaget melihat kibum di depannya, terlebih lagi kyuhyun juga ada disana, namja manis itu nampak berdiri di belakang kibum, "baby?" panggil siwon tidak percaya sambil memandang kyuhyun yang sejak tadi hanya menundukkan wajahnya.
"nugu?" tanya yuri melihat dua remaja yang menghampiri mejanya.
"perkenalkan aku kim kibum dan ini cho kyuhyun, aku tetangga siwon ahjussi" jawab kibum lancar, memang benar kan dia tetangga siwon, siwon kan sedang menumpang di kediaman kim.
"oh" balas yuri
"bolehkah kami duduk disini?, tempat yang lain penuh" pinta kibum
Yuri menatap siwon meminta persetujuan, namun namja tampan itu masih memandangi namja manis yang berdiri di belakang kibum, yuri bisa melihat tatapan siwon yang begitu lembut dan penuh makna pada namja itu, "silahkan" jawab yuri sambil tersenyum anggun.
"terima kasih, ayo kyu" kibum menarikkan kursi untuk kyuhyun lalu mempersiapkan namja manis itu duduk, lalu dengan santainya kibum duduk di kursinya, tepat di tangah antara kyuhyun dan siwon.
Melihat tingkah kibum membuat siwon tidak suka, rahangnya mengeras karena kesal, dan ekspresi siwon itu terlihat jelas oleh yuri, yeoja sexy itu mulai curuga dengan tingkah siwon, lalu dipandanginya namja manis yang masih ditatap intense oleh siwon ini, ada apa dengan bocah ini?sampai siwon memandanginya seperti itu, batinnya.
"apa noona ini yeojachingu siwon ahjussi?" tanya kibum berani.
Mendengar pertanyaan kibum kyuhyun mengangkat wajahnya, dalam hati dia penasaran, dialihkan pandangannya ke arah siwon, meminta jawaban.
Yuri terkekeh pelan mendengar pertanyaan namja di bawah umurnya itu, "apakah menurutmu begitu?" tanya yuri balik.
"hmm kalian terlihat cocok" balas kibum
Senyum yuri semakin mengembang lalu dengan berani dirangkulnya tangan siwon, "lihat siwon-ssi bahkan anak ini bilang kita sangat cocok", yuri memang sudah menggeser posisinya mendekati siwon saat kibum dan kyuhyun bergabung di meja mereka.
Siwon sebenarnya risih dan ingin melepaskan tangan yuri, namun tatapannya kini hanya tertuju pada mata coklat kyuhyun, dia bisa melihat ada rasa sedih dan kecewa disana.
"kami memang berpacaran" ucap yuri, yang berhasil mengagetkan semuanya disana termasuk siwon.
DEG jantung kyuhyun serasa tertikam mendengar ucapan yuri, dia tidak suka, tidak suka pada yeoja yang mengaku sebagai pacar ahjussinya itu, entah kenapa dia tidak rela ada orang lain yang dekat dengan ahjussinya. Kyuhyun menatap siwon meminta kejelasan, namun namja itu hanya diam, membuat kyuhyun menyangka semuanya benar, padahal siwon hanya masih terkejut dengan ucapan yuri. Umma kyu mau pulang, bati kyuhyun, tangannya sudah saling meremas dipangkuannya karena namja manis itu merasa tidak nyaman.
"hh-hyung kyu sudah tidak lapar, kita pulang saja" lirih kyuhyun
"mwo? Tapi kyu kau belum makan apapun" ucap kibum
"kyu mau pulang" ucap kyuhyun dan langsung meninggalkan tempat itu, sepertinya dia sudah tidak tahan berada di sana.
"kyu!" teriak kibum dan siwon bersamaan, kibum langsung mengejar kyuhyun keluar, siwon hendak mengikuti kedua namja itu namun sebuah tangan menahannya.
"siwon-ssi kau mau kemana?" tanya yuri masih memegang tangan siwon erat.
"lepaskan yuri –ssi, sebelum aku bertindak kasar padamu" siwon memperingati dengan nada datar sambil berusaha melepaskan tangan yuri.
Yuri kaget mendengar ucapan siwon, walaupun siwon tampak cuek dan selalu bersikap dingin padanya namja tampan itu tidak pernah berbuat kasar pada wanita, namun hanya karena bocah bernama kyuhyun itu siwon seperti ini, kecurigaan yuri semakin besar, jangan – jangan benar siwon tidak menyukai yeoja, dan dia menyukai bocah bernama kyuhyun itu?, yuri berusaha menghapus fikiran jeleknya itu, tidak mungkin namja sesempurna siwon menyukai bocah seperti kyuhyun.
"kenapa kau marah siwon – ssi aku kan hanya bercanda" ucap yuri
"bercanda, apa yang baru saja kau katakan tadi?"
"aku tidak salah kan, kita memang berpacaran dalam drama" ucap yeoja itu enteng
"bercandamu sama sekali tidak lucu, dan sebaiknya kau pulang naik taksi" siwon menghempaskan tangan yuri kasar sampai terlepas, kesabarannya sudah habis menghadapi yeoja ini.
Yuri memandang tangannya yang ditolak siwon, apa benar siwon tidak menyukai yeoja?, hanya satu cara membuktikannya. Yuri menarik tangan siwon kuat sebelum namja itu pergi meninggalkannya membuat namja tampan itu berbalik ke arahnya, setelah itu dirangkulnya leher siwon agar namja tampan itu menunduk, dan dengan cepat bibir yuri sudah mendarat di bibir joker siwon.
Mata siwon terbelalak menerima ciuman dari yuri, sedetik kemudian namja itu sudah mendorong yuri menjauh, "kau gila hah?!" bentak siwon sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangan.
"kau menolak ciumanku siwon-ssi? Kenapa? Apa kau tidak menikmatinya?" tanya yuri, ahh yeoja ini sepertinya sudah benar – benar terobsesi pada siwon.
"sama sekali tidak"
"kenapa? Apa karna kau memang tidak menyukai yeoja eoh? Apa karna kau mencintai bocah bernama kyuhyun itu?!" teriak yuri, hilang sudah sikap anggunnya.
Mendengar ucapan yuri membuat siwon terdiam, benarkan aku mencintai kyuhyun?, tanya siwon dalam hati, dia kembali membayangkan ciumannya dan kyuhyun, dia begitu menikmati ciuman itu sedangkan bersama yuri dia sama sekali tidak menikmatinya, siwon jadi teringat setiap momennya dengan namja manis itu, dari kyuhyun kecil sampai sekarang kyuhyun selalu menjadi seseorang yang paling penting untuknya. Sekarang siwon mengerti, rasa bahagianya saat bersama kyuhyun, rasa senangnya saat melihat senyum di wajah kyuhyun, rasa marahnya saat ada orang lain yang menyentuh kyuhyun, semua itu karena dia mencintai cho kyuhyun. Tiba – tiba siwon teringat ekspresi kyuhyun tadi saat meninggalkan mejanya, ekspresi kecewa dan sedih, rasa khawatir mulai singgah di hati siwon, tanpa memperdulikan yuri namja tampan itu langsung pergi meninggalkan cafe, saat ini yang paling dia inginkan hanya menemui kyuhyun.
Yuri masih memandang punggung siwon yang semakin menjauh, "Arrrrggghhhh" teriaknya sambil melempar gelas yang ada di meja, menyebabkan gelas itu pecah berkeping – keping, tidak dia pedulikan pengunjung cafe yang memandanginya, bagaimana bisa dirinya seorang artis ternama yang begitu digilai para namja dikalahkan dengan bocah seperti kyuhyun, apalagi dia seorang namja, sungguh yuri ingin menangis tapi gengsi yeoja itu terlalu besar untuk menunjukkan sisi lemahnya, "hahaha"yeoja itu justru tertawa, mentertawakan nasibnya, pertama kalinya dia tertarik dengan seorang namja tapi namja itu justru menolaknya mentah – mentah.
"lihat saja, aku tidak akan menyerah" gumamnya, lalu mengambil smartphonenya dari dalam tas hitamnya. "manajer kim, jemput aku di cafe kona beans" perintah yeoja itu pada manajernya, lalu langsung mematikan panggilan secara sepihak.
TBC
Halooooo saya datang dengan new chap ...
Siwon udah sadar lho sama perasaannya teman – teman, berterimakasihlah pada yuri hhe :), sedangkan si imut – imut kyu ya sudah mulai merasa dikit – dikit lah ...
Maaf karena membuat wonkyu galau begini, mereka harus dibikin merasakan sakit dulu biar bisa sadar sama perasaan mereka #kejambanget
Semoga chap ini tidak mengecewakan, maaf kalau banyak typo, dan untuk yang mendapatkan peran yang agak menyebalkan di ff ini maaf ya, bukan saya tidak menyukai mereka, tapi ini tuntutan peran...
Ini update terakhir sebelum mulai masuk kuliah, libur saya sudah selesai jadi kalau nanti updatenya agak lama harap di maklumi ya teman – teman saya udah semester tua sih hhe ...
Akhir kata pai – pai #lambai tangan
