Cast : Cho kyuhyun as kim kyuhyun (17 yo)

Choi siwon (34 yo)

Kim kibum (18 yo)

Kwon yuri (29 yo)

Kim young woon/kangin as kyuhyun appa (36 yo)

Park (kim) jung soo/ leeteuk as kyuhyun umma (37 yo)

Cast lain muncul seiring berjalannya waktu J

Warning : BL, Typo(s), aneh dll

Chapter 6

Kyuhyun memasuki rumah mewahnya dengan tergesa - gesa, saat ini yang dia inginkan hanya segera sampai di kamarnya dan melampiaskan seluruh rasa sesak yang menghimpit dadanya, tidak dipedulikan kibum yang tadi mengejarnya, kyuhyun sedang tidak ingin bertemu siapapun termasuk hyungnya itu.

"kyu baby, sudah pulang?" sambut leeteuk dengan senyum malaikatnya saat melihat kyuhyun memasuki rumah, namja cantik itu hendak menghampiri kyuhyun dan memberikan pelukan sayang pada putra semata wayangnya itu, namun bukannya menghampiri leeteuk kyuhyun justru hanya melirik leeteuk sekilas lalu bergegas menaiki tangga menuju kamarnya yang terletak di lantai dua.

"umma kyu lelah, kyu ke kamar dulu" ucap kyuhyun tanpa menoleh ke belakang ataupun mengurangi kecepatan berjalannya.

BLAMMM terdengar pintu kamar kyuhyun tertutup dengan keras.

Leeteuk mengernyitan dahinya bingung, kyuhyun tidak pernah seperti ini, putra manisnya ini tidak pernah menolak pelukannya, justru namja berpipi chubby itu biasanya akan sangat senang dipeluk sang umma.

Rasa khawatir mulai hinggap di hati leeteuk, apalagi tadi walaupun sekilas dia dapat melihat ekspresi kyuhyun yang tampak sedih dan tertekan, ditambah suara lirih yang dikeluarkan kyuhyun, sepertinya kyuhyun sedang ada masalah. Tidak mau terjadi hal yang buruk pada putra kesayangannya leeteuk bergegas pergi ke kamar kyuhyun.

KLEKK KLEKK leeteuk mencoba membuka pintu kamar kyuhyun yang tertutup namun tidak berhasil karena pintu itu terkunci dari dalam, membuat rasa khawatir ibu satu anak ini semakin besar.

TOK TOK TOK leeteuk mengetuk pintu kamar kyuhyun, berharap namja manis itu mau membukakan pintu. "kyunnie baby ini umma, buka pintunya chagi" pinta leeteuk lembut.

"kyu mau tidur umma" jawab kyuhyun dari dalam setelah itu tidak terdengar apapun lagi, leeteuk tidak tau bahwa di dalam kamarnya kyuhyun sedang berusaha menahan tangisnya agar tidak terdengar oleh sang umma.

"baiklah, nanti umma akan membangunkan kyu saat makan malam" ucap leeteuk, lalu meninggalkan kamar kyuhyun, walaupun dalam hati rasa khawatitnya belum hilang, dia tidak mau memaksa kyuhyun untuk membukakan pintu kalau putranya itu tidak mau.

begitu sampai di lantai bawah leeteuk melihat kibum memasuki rumahnya dengan tergesa – gesa dan nafas ngos – ngosan, "ahjum-ma hahh apa k-kyu sudah pulang?" tanya kibum tersendat – sedat.

"sudah bummie, ada apa dengan ... BUMMIE!" panggil leeteuk, namja cantik itu hendak bertanya apa yang terjadi dengan kyuhyun, namun belum sempat leeteuk menyelesaikan ucapannya kibum sudah berlari lagi menuju kamar kyuhyun.

"mian ahjumma, bummie menemui kyu dulu" ucap kibum sambil terus berlari.

"hahhh" leeteuk mengela nafas lelah melihat tingkah aneh kibum dan kyuhyun, dalam hati dia berdoa semoga tidak terjadi hal yang buruk pada keduanya, walaupun sebenanya dia sangat penasaran, namun leeteuk tidak ingin mencampuri urusan kyuhyun, kyuhyunnya sudah besar dan leeteuk yakin dia dapat menyelesaikan apapun masalahnya.

Leeteuk hendak menuju ke dapur untuk meneruskan memasaknya, sebelum sebuah suara yang memanggil – manggil nama putranya dengan keras menghentikan langkahnya.

"kyu!, babykyu!" panggil siwon sambil memasuki kediaman kim.

"Aigo siwonnie, ada apa? Kenapa memanggil kyu seperti itu?" tanya leeteuk sambil menghampiri siwon yang nampak gusar masih sambil memanggil – manggil nama kyuhyun.

"hyung babykyu dimana?" tanya siwon sambil memegang kedua pundak leeteuk, namja tampan itu terlihat tidak sabar.

"kyu di kamar, ada ap ...YAH SIWONNIE!" lagi – lagi leeteuk harus rela ditinggakan oleh orang yang hendak ditanyainya tentang apa yang terjadi dengan kyuhyun, karena siwon langsung melesat menuju kamar kyuhyun begitu mendengar jawaban leeteuk, meninggalkan namja cantik itu dalam kebingungan, "HAHHH, sebenarnya ada apa dengan mereka?" tanyanya frustasi.

.

.

Begitu sampai di depan pintu kamar kyuhyun kibum mengatur nafasnya yang memburu sambil menopangkan tangannya di lutut, dia sangat lelah karena terus berlari sejak keluar dari taksi yang mengantarkannya ke kediaman kim, kibum memang sempat kesulitan menyusul kyuhyun tadi karena namja manis itu langsung menaiki taksi begitu keluar dari kona beans, untung saja kibum cepat mendapatkan taksi lain.

"kyunnie" panggilnya lembut sambil mengetuk pintu kamar kyuhyun, rasa bersalah mulai menyusup di hatinya saat melihat wajah sedih kyuhyun tadi, bagaimanapun ini karena dirinya yang memaksa kyuhyun menghampiri siwon tadi, kibum sama sekali tidak menyangka kyuhyun akan bereaksi seperti ini, namun rasa marah dan cemburu juga kibum rasakan saat mengetahui namja yang dicintainya sedih karena melihat siwon bersama dengan seorang yeoja, kibum tidak rela.

"kyunnie ini hyung, buka pintunya ne" pintanya lagi, namun tetap tidak ada sahutan dari dalam, kibum tidak menyerah, namja pemilik killer smile itu tetap mengetuk pintu kamar kyuhyun sambil terus memanggilnya, berharap namja berpipi chubby itu mau membuka pintu dan menemuinya, tiba – tiba sebuah tarikan yang cukup kuat dilengannya menghentikan usahanya membujuk kyuhyun.

Kibum memandang tajam namja tampan yang baru saja menarik lengannya, "ada apa ahjussi?" tanyanya dengan nada datar.

"apa yang kau lakukan disini?" siwon balik bertanya dengan nada tidak kalah datar

"tentu saja aku ingin bertemu kyuhyun, tidakkah ahjussi bisa melihatnya?" kibum menatap mata hitam siwon, tidak perduli bila dia dianggap tidak sopan pada orang yang lebih tua, dia hanya tidak menyukai namja bernama choi siwon ini.

"sebaiknya kau pergi dari sini kibum –ssi"

"apa hakmu ahjussi? Kau tidak bisa melarangku untuk berada dimanapun" balas kibum dengan nada menantang.

"kyuhyun tidak ingin bertemu denganmu" ucap siwon, dia berusaha tetap bersifat tenang menghadapi namja di bawah usianya ini.

"begitu juga denganmu, apa kau tidak sadar kalau ini semua juga karenamu, kau tau ahjussi, seharusnya kau tidak usah kembali ke korea, seharusnya kau tidak usah menemui kyuhyun lagi, bukankah kau yang meninggalkannya?, kau, kau yang telah mengacaukan semuanya!" ucap kibum penuh emosi mengungkapkan seluruh yang ada di hatinya saat ini, setelah itu dia meninggalkan siwon, walaupun dia sangat ingin menemui kyuhyun tapi dia tidak ingin berlama – lama bersama dengan choi siwon, namja yang dianggapnya pengacau, mungkin nanti dia akan menemui kyuhyun setelah namja itu lebih tenang.

Setelah kepergian kibum siwon terdiam di depan kamar kyuhyun, otaknya mencerna setiap ucapan kibum, mungkin namja itu memang benar, seharusnya dia membiarkan kyuhyun melupakannya, hidup bahagia tanpanya, seharusnya dia tidak kembali ke kehidupan kyuhyun, dan yang terpenting, seharusnya dia tidak memiliki perasaan yang 'lebih' pada namja manis itu.

tubuh siwon merosot, punggung tegapnya menyender pada pintu kamar kyuhyun yang masih tertutup rapat, dirinya sungguh merasa lelah saat ini, dari sekian banyak namja dan yeoja diluar sana kenapa dia harus jatuh cinta pada kyuhyun? kyuhyunnya yang manis dan sangat polos, sekarang dia tidak mungkin memandang kyuhyun tanpa rasa ingin memiliki namja manis itu, dengan terus berada di sampingnya mungkin siwon justru akan menjerumuskan kyuhyun, kyuhyun masih sangat polos, belum mengerti tentang cinta, dia pantas mendapatkan yang lebih baik dari siwon.

Siwon tersenyum getir, sama sekali tidak menyangka kisah cintanya akan seperti ini, kalau boleh memilih dia akan memilih jatuh cinta pada salah satu yeoja diluar sana atau mungkin putri salah satu relasi bisnis ayahnya yang selalu berusaha dijodohkan dengannya, namun apa yang bisa dia lakukan kalau hatinya justru memilih kyuhyun.

Siwon menatap pintu kamar kyuhyun, tangan kanannya membelai lembut pintu bercat coklat itu, membayangkan kyuhyunlah yang tengah dibelainya saat ini. "mianhae baby" gumamnya, bersamaan dengat setitik air mata yang menetes dari mata hitam siwon, entah berapa lama siwon dalam posisi seperti itu sampai akhirnya namja berdimple smile itu mulai berdiri, dia ingin memastikan kyuhyun baik – baik saja, memastikan keadaan namja manis itu dengan mata kepalanya sendiri, setidaknya untuk terakhir kalinya dia ingin bertemu dengan kyuhyun, sebelum dirinya benar – benar akan menjauhi namja manis itu, yaa siwon sudah mengambil keputusan yang menurutnya paling baik, dengan cara pergi dari kehidupan kyuhyun.

TOK TOK siwon mengetuk pintu kamar kyuhyun pelan, "baby, ini ahjussi, jebal buka pintunya" pinta siwon lembut yang tentu saja di dengar kyuhyun karena namja manis itu bersender di belakang pintu masih dengan membekap mulutnya, menahan tangis.

"kyu, ahjussi ingin menjelaskan semuanya, buka pintunya jebal" seumur hidupnya siwon tidak pernah memohon seperti ini, hanya pada kyuhyunnya lah siwon bisa tampak selemah ini.

Mendengar nada putus asa dari ahjussi kesayangannya dengan perlahan kyuhyun membuka kunci pintunya, namun sebelum siwon membuka pintu kyuhyun sudah berjalan menjauh dan membelakangi pintu.

Mendengar suara kunci yang terbuka siwon langsung membuka pintu bercat coklat itu, yang pertama kali dilihatnya adalah punggung kyuhyun yang berdiri membelakanginya di dekat ranjang namja manis itu.

Siwon sangat ingin memeluk tubuh yang lebih kecil darinya itu, namun dengan sekuat tenaga dia menahan diri, dia tidak ingin melakukan hal yang bodoh seperti saat mencium kyuhyun dulu. "kyunnie?" panggilnya lembut sambil berjalan menghampiri kyuhyun.

"apa yang ingin ahjussi jelaskan?" tanya kyuhyun dengan nada yang bergetar, dia masih tidak mau melihat siwon, entah kenapa dia begitu kecewa dan sakit hati karena ucapan yeoja yang bersama siwon tadi.

"kyu, semua yang kau dengar tadi tidak benar" ucap siwon

"tidak benar? Ahjumma itu bahkan dengan jelas mengatakan dia .. yeojachingu ahjussi" ucap kyuhyun, dadanya sesak ketika mengatakan yeoja itu sebagai kekasih ahjussinya.

"tidak" elak siwon sambil berusaha memegang pundak kyuhyun,namun sebelum tangannya menyentuh punak kyuhyun dia mengurungkan niatnya, "dengar ahjussi, namanya yuri dan dia hanya lawan main ahjussi dalam drama" jelas siwon

"bohong!" teriak kyuhyun sambil membalikkan badannya, membuat siwon dapat melihat wajah manis yang masih dialiri air mata itu, sungguh hati siwon sangat sakit melihatnya.

"ahjussi tidak pernah berbohong padamu" siwon berusaha meyakinkan kyuhyun

"kyu tidak percaya, pantas saja akhir – akhir ini ahjussi jarang menemani kyu, pasti karena ahjumma itu kan? Ahjussi tidak menyayangi kyu lagi" lirih kyuhyun.

Siwon menggeleng kuat, "itu tidak benar, bukan karena itu .. ahjussi ... emm" siwon bingung harus mengatakan apa pada kyuhyun, tidak mungkin dia mengatakan pada kyuhyun alasan yang sebenarnya bahwa dia saat itu sedang bingung dengan perasaannya pada namja manis didepannya ini, siwon tidak sadar bahwa kediamannya membuat kyuhyun yakin bahwa semua yang dituduhkannya itu benar.

"kyu benar kan ahjussi?" tanya kyuhyun dengan naja kecewa

"mwo? Tidak ..." belum selesai siwon menjelaskan kyuhyun kembali menyela

"kyu tidak menyangka ahjussi seorang pembohong, bukankah ahjussi bilang ahjussi hanya akan menyayangi kyu?" biarlah kyuhyun egois, dia memang tidak ingin orang lain menggantikan posisinya sebagai yang nomor satu di hati siwon, dia ingin kasih sayang siwon hanya tercurah padanya, kyuhyun menganggap perasaannya ini hanya karena takut kehilangan kasih sayang dan perhatian siwon, namun namja manis ini tidak sadar bahwa dia sedang merasakan cemburu pada ahjussi tampannya itu.

"ahjussi menyayangimu kyu"pasrah siwon

"aku tidak percaya, ahjussi bohong, dulu juga ahjussi membohongi kyu, ahjussi pergi meninggalkan kyu" lirih kyuhyun mengingat luka lamanya yang ditorehkan siwon saat dia masih kecil dulu

"kyu ..."

"ahjussi pembohong" kyuhyun masih terus mengulang kata itu, mengungkapkan seberapa kecewanya dia pada siwon.

Tidak tahan dengan setiap tuduhan kyuhyun padanya siwon sudah tidak bisa menahan diri, dia sudah tidak tau apa lagi yang harus dia lakukan untuk meyakinkan kyuhyun, beberapa detik kemudian terdengar suara benturan keras tubuh kyuhyun dengan tembok, dengan tangan siwon yang menahan tangan kyuhyun di samping kepala namja manis itu.

"ahjussi apa yang hmmm" belum sempat kyuhyun menyelesaikan kalimatnya matanya terbelalak lebar saat dengan cepat bibir siwon mengunci bibirnya, kyuhyun tidak bereaksi apapun dia masih terlalu kaget dan bingung dengan apa yang terjadi, dia memang sering mendapatkan ciuman dari siwon, namun biasanya hanya di dahi dan pipi, tapi sekarang ahjussinya itu mencium bibirnya, ahh tidak, bahkan mungkin seperti akan memakan bibirnya saat kyuhyun merasakan lumatan yang cukup kasar di bibir merahnya.

Beberapa saat kemudian siwon tersadar dengan apa yang dia lakukan, dengan cepat siwon menjauhkan tubuhnya dari kyuhyun, "ohhh, god! Apa yang kulakukan?"frustasinya sambil mengacak rambut hitamnya, dia tidak menyangka dirinya akan lepas kendali lagi, diliriknya kyuhyun yang masih diam sambil berusaha meredakan nafasnya yang memburu, siwon juga dapat melihat bibir kyuhyun yang merah semakin memerah.

"babo, babo, babo" runtuk siwon sambil memukul kepalanya sendiri, rasa bersalah menguasainya saat melihat kyuhyun masih tidak bereaksi, "kyu, baby, ya tuhan, mianhae, mianhae baby, ahjussi arggghhhhh" siwon bingung apa yang harus di jelaskan pada kyuhyun tentang tindakannya barusan.

"baby, maafkan ahjussi, seharusnya ahjussi tidak melakukan ini padamu, ahjussi mencintaimu, mianhae kyuhyunnie" hanya itu yang bisa siwon katakan, setelah itu dia berlari keluar kamar kyuhyun, tidak, siwon bukan seorang pengecut yang akan melarikan diri setelah apa yang dilakukannya, hanya saja menurut siwon ini adalah yang terbaik, dia takut lepas kendali lagi dan justru membuat semuanya semakin buruk, apalagi melihat kyuhyun diam saja setelah peristiwa tadi, sekarang pasti kyuhyun sangat membencinya.

Kyuhyun masih tetap dalam posisinya setelah siwon pergi dari kamarnya, dia masih terlalu kaget dengan apa yang terjadi, dapat kyuhyun rasakan jantungnya berdetak secara tidak wajar, sangat cepat, kyuhyun bahkan dapat mendengar suara detak jantungnya sendiri, perlahan diangkat tangan kanannya menuju dada kirinya, tangan lentiknya dapat merasakan betapa menggilanya detak jantungnya. Apa yang terjadi denganku?, batinnya, lalu tangannya beralih pada bibirnya yang baru saja mendapat ciuman tiba – tiba, masih bisa kyuhyun sensasi rasa agak pedas dan dingin dari pasta gigi rasa mint yang dipakai siwon, menandakan betapa dalamnya ciuman mereka.

.

.

Siwon tidak pulang dalam beberapa hari, meninggalkan kyuhyun sendiri dalam kebingungan, namja manis ini sudah tidak marah pada siwon hanya saja dia merasa bingung dengan yang dirasakannya saat ini, tanpa sadar kyuhyun selalu terbayang – bayang dengan yang terjadi antara dirinya dan siwon saat itu, dan saat mengingat saat itu kyuhyun dapat merasakan wajahnya memanas dan dia merasa begitu malu entah karena apa, kyuhyun sangat ingin bertanya pada siwon, namun namja tampan itu tidak juga pulang, membuat kyuhyun begitu gelisah, pernah kyuhyun bertanya keberadaan siwon pada ummanya, namun namja cantik itu hanya mengatakan bahwa siwon sedang sangat sibuk syuting dan tidak tau kapan akan kembali, kyuhyun ingin menyusul ke tempat syuting siwon namun dia tidak tau dimana, lagipula dia tidak ingin bertemu dengan yuri, mereka kan satu lokasi syuting.

"kyunnie kau melamun lagi?" tanya kim ryeowook atau biasa dipanggil wookie oleh teman – teman sekelasnya pada kyuhyun yang masih asik melamun sambil menopangkan dagunya diatas meja, padahal biasanya bila ada jam kosong dan waktu luang begini kyuhyun akan bermain game.

"hmmmm" kyuhyun hanya menyahut dengan gumaman tidak jelas, suasana hatinya sedang kacau karena siwon belum juga kembali, ditambah hyungnya kibum sedang sibuk mengikuti latihan untuk olimpiade fisika yang akan diikuti sebulan lagi, ini adalah kesempatan terakhir kibum ikut olimpiade karena mereka sudah kelas tiga dan setelah ini seluruh kegiatan di luar kegiatan akademik akan dihentikan untuk fokus pada ujian. Kibum dan kyuhyun memang sudah berbaikan karena memang sejak awal tidak ada masalah diantara mereka, namun kyuhyun dapat merasakan hubungan mereka jadi sedikit canggung walaupun kibum masih seperti kibum yang dulu yang perhatian padanya,

"kau bisa cepat tua kalau melamun terus babykyunnie" ucap ryeowook sambil duduk di samping kyuhyun.

"teori darimana itu hyung? Jangan mengada – ada" jawab kyuhyun

"kau tidak percaya pada hyungmu ini? Hummm seharusnya kau menikmati masa muda, sebentar lagi kan kita sudah akan lulus dan ikut ujian masuk universitas, tapi sampai sekarang kau belum juga punya pacar, padahal banyak sekali yang mengejarmu" ucap ryeowook

"tidak berminat, itu hanya hal yang merepotkan" jawab kyuhyun acuh

Pletakkkk ryeowook memberikan jitakan sayang pada kyuhyun, "kau ini, setidaknya cobalah dulu, aku heran apa kau belum pernah merasakan cinta pada seseorang kyunnie?"

"cinta? Tentu saja pernah, cinta itu rasa sayang kan? Aku sayang pada umma dan appa" jawab kyuhyun polos

Ck ck ingin sekali mencubit pipi chubby yang terpampang didepannya itu dengan keras karena gemas, kenapa kyuhyun begitu polos sih?, "tentu saja bukan itu maksud hyung, bukan pada umma dan appa ataupun pada anggota keluarga kita, namun pada orang lain, namja atau yeoja yang spesial, begitu" terang ryeowook, susahnya menjelaskan pada 'anak kecil'.

"spesial? Maksudnya?" tanya kyuhyun tidak mengerti

"orang spesial kyunnie, kalau bagiku itu adalah yesung hyung" ucap ryeowook sambil tersenyum membayangkan namjachingu anehnya, "begini, orang yang spesial adalah seseorang yang membuatmu selalu memikirkannya, selau bahagia saat kau berada di dekatnya, membuatmu selalu merindukannya kalau dia tidak ada, dan yang terpenting selalu membuat jantungmu berdetak tak menentu tiap di dekatnya" terang ryeowook masih dengan senyumnya.

"dan akan merasa kesal saat ada orang lain yang dekat dengannya" tambah kyuhyun tanpa sadar.

"ahh, benar itu juga, namanya cemburu, bagaimana kau tau?" tanya ryeowook antusias.

"kurasa aku sudah merasakan semuanya hyung" gumam kyuhyun pelan namun masih dapat didengar ryeowook.

"MWO? Siapa kyu?" namja imut itu terpekik kaget mendengar jawaban kyuhyun, dia sangat penasaran siapa yang bisa membuat namja manis nan polos jatuh cinta.

Kyuhyun hanya diam memikirkan setiap ucapan ryeowook tentang 'orang spesial', otaknya berfikir keras, bagaimana mungkin semua yang dikatakan ryeowook itu adalah semua yang dia rasakan saat bersama ataupun memikirkan siwon, kalau semua itu benar berarti dia sudah jatuh cinta pada ahjussinya itu? Inikah jawaban dari seluruh perasaan anehnya selama ini? Tiba – tiba kyuhyun teringat dengan ucapan siwon sebelum namja tampan itu pergi meninggalkannya 'ahjussi mencintaimu', apakah siwon mencintainya?, Kyuhyun harus memastikannya.

"hyung, pulang sekolah nanti aku tidak jadi kerumahmu" ucap kyuhyun tiba – tiba sambil memandang ryeowook.

"yahh kyu, kenapa tidak jadi, bagaimana tugas matematikaku?" ucap ryeowook dengan nada panik, terlupakan sudah rasa pensarannya akan orang spesial kyuhyun, yang paling penting sekarang adalah nasib tugas matematikanya yang harus dikumpul besok, ck padahal sepulang sekolah nanti kyuhyun sudah janji akan mengajarinya di rumahnya karena kyuhyun sudah menyelesaikan tugasnya sejak beberapa hari yang lalu, berterima kasihlah pada otak jeniusnya, dan sekarang siapa yang akan dimintainya bantuan, bahkan namja es itu –kim kibum- sedang sangat sibuk, pada pacarnya? Ohh big no, namjachingunya itu sama lemahnya dalam matematika.

"arrrggghhh" ryeowook mengacak rambutnya frustasi, kyuhyun hanya memandanginya tanpa rasa bersalah, keputusannya sudah final dan tidak bisa diganggu gugat.

.

.

Kyuhyun memasuki kediaman kim, matanya terbelalak kaget saat melihat sebuah mobil terparkir di depan rumahnya dengan seorang namja yang tak dikenalnya tengah memasukkan beberapa koper besar kedalam bagasi mobil, kyuhyun mengenali koper itu sebagai milik siwon. Dengan cepat kyuhyun menghampiri namja yang lebih tua darinya itu.

"ahjussi siapa kau?, apa yang kau lakukan pada koper siwon ahjussi?" tanya kyuhyun panik, perasaannya tidak enak.

"ehh?" kaget donghae saat tiba – tiba seorang remaja menghampirinya dan langsung bertanya macam – macam padanya. "emm, aku manajer siwon, donghae imnida, aku ditugaskan mengambil barang – barang siwon" jawab donghae setelah pulih dari kekagetannya.

"mwo? Mau dibawa kemana?"

"tentu saja ke apartemen barunya, siwon akan mulai pindah ke apartemen" jawab donghae

"apa maksud ahjussi? Siwon ahjussi tidak akan tinggal disini lagi?" tanya kyuhyun dengan nada khawatir.

"sepertinya seperti itu, aku tidak tau dan hanya menjalankan perintah" jawab donghae

"kau bohong ahjussi" ucap kyuhyun lalu meninggalkan donghae, dia harus menanyakan pada ummanya.

"anak itu aneh sekali, apa dia kyunnie yang sering diceritakan siwon?" gumam donghae, setelah itu mulai melanjutkan pekerjaannya, setelah memastikan seluruh barang siwon sudah masuk, donghae langsung melajukan mobil audi hitam itu meninggalkan kediaman kim.

"umma, umma" kyuhyun terus mencari keberadaan leeteuk sambil terus melangkahkan kakinya menelusuri rumah, sampai akhirnya dilihatnya leeteuk baru saja keluar dari kamar yang di tempati siwon.

"umma" pekik kyuhyun

"aigo, baby kau mengagetkan umma" keluh leeteuk

"umma, mana ahjussi?" tanya kyuhyun to the point, dia ingin mendengar kepastiannya dari leeteuk.

"siwon? Tentu saja dia berkerja chagi"jawab leeteuk sambil mengusap lengan kyuhyun pelan.

"bukan itu maksud kyu umma, tadi kyu melihat ada namja yang membawa barang – barang siwon ahjussi" ungkap kyuhyun.

"baby dengar umma, mulai sekarang ahjussi mu tidak akan tinggal dengan kita lagi" ucap leeteuk lembut, dia tau hal ini pasti akan membuat putranya sedih, tapi apa yang bisa dia lakukan, dia tidak bisa membuat siwon tetap tinggal dirumahnya, bagaimanapun siwon memiliki hak untuk menentukan dimana dia tinggal, lagipula alasan namja tampan itu sangat masuk akal, dia mengatakan letak apartemennya lebih dekat dengan lokasi syutingnya, sehingga tidak ada alasan untuk leeteuk menolaknya.

"itu tidak benar kan umma?" tanya kyuhyun lirih, lalu dengan cepat dimasuki kamar yang tadinya di tempati siwon, kamar itu terasa sangat kosong, tidak ada lagi barang – barang siwon, kyuhyun berjalan ke lemari besar yang ada di kamar tersebut, dan lemari itu juga kosong, tidak ada lagi pakaian siwon, tiba – tiba saja kaki kyuhyun terasa sangat lemas, ahjussinya meninggalkannya.

"baby" panggil leeteuk, namja cantik ini tidak tega melihat ekspresi sedih kyuhyun

"umma, apa umma tau dimana apartemen ahjussi?" tanya kyuhyun tiba – tiba sambil menghampiri leeteuk, namja manis itu tidak ingin berdiam diri, dia harus melakukan sesuatu.

"tentu saja, tadi namja bernama donghae itu memberikan alamat ahjussi mu" leeteuk mengambil secarik kertas kecil berisi alamat dan no apartemen siwon dari sakunya.

"umma boleh kyu pinjam" pinta kyuhyun dengan wajah memelas

"buat apa baby?" tanya leeteuk

"sebentar saja umma" mohon kyuhyun

Leeteuk benar – benar tidak tega melihat ekspresi memohon putranya, akhirnya diberikannya kertas itu pada kyuhyun, belum sempat leeteuk bertanya lebih jauh untuk apa alamat itu kyuhyun sudah beranjak dari hadpannya, "baby kau mau kemana?" tanya leeteuk spontan.

"kyu pergi sebentar umma, ada yang harus kyu lakukan" jawab kyuhyun lalu semakin mempercepat langkahnya meninggalkan kediaman kim.

.

.

Siwon merasakan seluruh tubuhnya seperti remuk, namja tampan ini sangat lelah, dia harus menjalani syuting dari pagi sampai malam, hahh bahkan sekarang sudah hampir jam sembilan malam, padahal biasanya tidak akan selelah ini, mungkin ini karena dia tidak melihat kyuhyun beberapa hari ini, biasanya selelah apapun dia akan tetap bersemangat karena ada kyuhyun yang akan jadi sumber energinya, namun sekarang tidak ada lagi namja manis yang sangat dicintainya itu, hahh dia harus terbiasa hidup tanpa kyuhyun dan itu sangatlah sulit, apalagi ditambah dengan dia harus bertemu dengan yuri dilokasi syuting, jujur saja dia masih merasa marah pada lawan mainnya itu.

Siwon berjalan dengan gontai di koridor lantai lima gedung apartemen mewah yang sekarang akan menjadi tempat tinggal barunya, walaupun sebenarnya siwon sudah tinggal disini selama beberapa hari, yah mulai hari ini dia tidak lagi tinggal di kediaman kim, dia harus mulai menjauh dari kyuhyun, dan ini adalah jalan terbaik untuk mereka berdua, tidak bertemu satu sama lain, walaupun dalam lubuk hatinya dia begitu merindukan kyuhyun dia harus bisa menahannya.

Langkah siwon berhenti tepat beberapa meter dari pintu bernomor 302 yang merupkan nomor apartemennya, dahinya berkerut bingung saat melihat seorang namja dengan seragam sekolah tengah terduduk sambil memeluk kedua lututnya di depan pintu apartemennya, siwon memperhatikan namja itu dengan seksama, dia begitu familiar dengan sosok itu.

"ya tuhan! Kyuhyun!" pekik siwon begitu mengenali namja itu, walaupun kyuhyun tampak menenggelamkan wajahnya di kedua lututnya, dengan cepat siwon menghampiri kyuhyun, rasa khawatir menguasainya ketika kyuhyun tak juga menyahut panggilannya, untuk sesaat terlupakan niatnya untuk menjauhi kyuhyun, saat ini dia sangat khawatir pada kyuhyun.

"kyu, kyunnie baby" panggil siwon panik sambil mengguncang bahu kyuhyun pelan, dan guncangan itu semakin keras saat kyuhyun tak juga menyahut, "baby, please jangan buat ahjussi khawatir" pekik siwon, sampai akhirnya kyuhyun mengangkat wajahnya, dapat siwon lihat wajah pucat kyuhyun, entah berapa lama namja manis itu duduk di depan pintu apartemennya.

"ah-jussi" ucap kyuhyun susah payah, tubuhnya bergetar karena kedinginan, dia sudah menunggu siwon selama enam jam dengan hanya menggunakan seragam tipisnya di udara yang dingin ini, membuat seluruh tubuhnya kaku dan sulit digerakkan.

Siwon menyentuh pipi pucat kyuhyun, matanya melebar merasakan betapa dinginnya kulit kyuhyun, dengan cepat siwon membawa tubuh kyuhyun dalam gendongannya, diangkatnya tubuh kyuhyun dengan kedua lengan kekarnya, dengan tergesa – gesa dibukanya pintu apartemennya, dan begitu sampai di dalam siwon langsung membaringkan kyuhyun pada sofa tebal di ruang tamunya lalu namja tampan itu mengambil beberapa selimut dari kamarnya, "pakai ini kyu, astaga apa yang kau lakukan? Kenapa sampai seperti ini?" siwon memakaikan selimut itu pada kyuhyun, sedangkan kyuhyun hanya diam menikmati perhatian siwon.

"tungu disini sebentar, ahjussi akan membuatkanmu coklat panas" ucap siwon setelah mengusap lembut rambut kyuhyun lalu namja tampan itu menghilang ke dapur.

Kyuhyun mendudukkan dirinya, walaupun suhu tubuhnya masih dingin dan juga terasa kaku, dieratkan selimut tebal yang membungkus badannya seperti kepompong, aroma siwon dapat tercium dari selimut itu, membuat kyuhyun merasa tenang. Beberapa menit kemudian siwon kembali sambil membawa sebuah mug yang masih mengepulkan asap ditangannya.

"ini minumlah" ucap siwon tanpa menatap kyuhyun.

Kyuhyun mengambil mug dari tangan siwon dan menyesapnya pelan, andai saja siwon melihat wajah kyuhyun yang begitu kecewa saat ahjussinya itu tidak mau menatapnya. "ahjussi" panggil kyu lirih

"minumlah kyu, setelah itu ahjussi akan mengantarmu pulang" ucap siwon lalu berbalik meninggalkan kyuhyun hendak menuju kamarnya, sebelum suara kyuhyun kembali didengarnya.

"ahjussi, kenapa ahjussi menghindari kyu?" tanya kyuhyun

Siwon mengentikan langkahnya walaupun dia tepat tidak berbalik, sekuat tenaga dia menahan diri untuk tidak langsung memeluk kyuhyun, "apa yang kau katakan kyu, itu hanya perasaanmu saja" jawab siwon

"ahjussi bahkan tidak mau menatap kyu" ucap kyuhyun, nada sedih terdengar jelas dari suaranya, tanpa menunggu sahutan dari siwon kyuhyun kembali melanjutkan ucapannya, "ahjussi bahkan tidak mengatakan pada kyu kalau ingin pindah, apa itu namanya tidak menjauhi?"

Kali ini siwon membalikkan badannya, mata hitamnya tepat menatap mata karamel kyuhyun yang tampak sendu, "lalu apa yang harus ahjussi lakukan kyu?" terdengar nada putus asa dari suara siwon.

"apa yang harus ahjussi lakukan kalau saat melihatmu yang ingin ahjussi lakukan hanyalah memilikimu, apa yang bisa ahjussi lakukan kalau setiap melihatmu rasa cinta ini hanya akan semakin besar" ungkap siwon.

Kyuhyun terdiam mendengarkan seluruh isi hati siwon, ternyata benar siwon mencintainya.

"kau tau kyu, semua ini sangat sulit dan menyakitkan untuk ahjussi" siwon kembali melanjutkan ucapannya saat melihat kyuhyun hanya diam, "mencintai seseorang yang seharusnya tiak dicintai, itu sangat menyakitkan" siwon mengambil nafas panjang sejenak, "kau tau betapa sulitnya ahjussi menekan perasaan ini dan berusaha menghilangkannya, jadi ahjussi mohon kyu, setidaknya jangan membuat hal ini menjadi lebih sulit lagi, mulai sekarang kita akan menjalani hidup kita masing – masing" setelah mengatakan itu siwon kembali berbalik dan hendak meneruskan langkahnya menuju kamar, sebelum sepasang tangan melingkar erat di tubuhnya, mengunci tubuhnya agar tidak mergerak menjauh.

"kalau itu sangat menyakitkan, jangan ditahan, jangan dihilangkan" gumam kyuhyun di punggung siwon, tangannya masih memeluk erat tubuh tegap itu, saat mendengar perkataan siwon tadi kyuhyun langsung meletakkan mugnya di meja lalu berlari memeluk siwon, tidak dihiraukan selimut yang membungkus badannya tergeletak di lantai, dia hanya tidak ingin ahjussinya pergi.

"apa maksudmu kyu?" tanya siwon

"ahjussi, sa-saranghae" ungkap kyuhyun, masih menyembunyikan wajahnya di punggung siwon, dia sadar dia mencintai ahjussinya itu.

Siwon membeku di tempatnya, namun sedetik kemudian senyum getir muncul di wajah tampannya, "kau masih kecil kyu, kau tidak tau artinya cinta, kau hanya salah mengartikan rasa sayangmu sebagai rasa cinta" ucap siwon

Kyuhyun mengangkat wajahnya, "kyu tidak mungkin salah ahjussi, kyu yakin kyu mencintai ahjussi" ungkap kyuhyun

"kau belum pernah jatuh cinta sebelumnya kyu, bagaimana kau tau itu adalah cinta?"

Kyuhyun tidak percaya siwon meragukan perasaannya, "aku tau ahjussi, hanya ahjussi yang selalu ada di fikiran kyu, hanya ahjussi yang selalu bisa membuat kyu bahagia, hanya ahjussi yang selalu kyu rindukan, hanya ahjussi yang bisa membuat kyu cemburu, dan yang terpenting, apa ahjussi bisa merasakan ini?" kyuhyun mengambil tangan siwon, mengarahkan ke dadanya, agar namja tampan itu bisa merasakan detak jantungnya yang tidak menentu, kyuhyun tidak tau lagi bagaimana caranya meyakinkan siwon.

"apa ini namanya bukan cinta ahjussi?" tanya kyuhyun "apa ahjussi tau kyu juga merasakan sakit saat ahjussi menjauh" tambah kyuhyun.

Siwon memandang kyuhyun tidak percaya, dapat dirasakan detak jantung kyuhyun yang menggila di telapak tangannya, hati siwon menghangat, bolehkah dia berharap kyuhyun memiliki perasaan yang sama dengannya. "kyu, apa ini benar?" tanyanya

"eummm" kyuhyun mengangguk cepat, membuat rambutnya bergoyang lucu, membuat siwon sangat gemas, dengan cepat ditariknya kyuhyun ke dalam pelukannya, dihirupnya aroma yang sangat dia rindukan, "saranghae my babykyu, jeongmal saranghae" ucap siwon berulang – ulang, dia merasa menjadi namja yang sangat bahagia saat ini, dia merasa sangat bodoh karena tidak mempercayai kyuhyun, dan menyesali keputusannya menjauhi kyuhyun yang justru menyakiti mereka berdua.

"nado saranghae ahjussi"kyuhyun mengeratkan pelukannya pada siwon, dapat dirasakan wajahnya memanas, pelukan siwon berbeda dengan pelukan yang biasa mereka lakukan dulu, sekarang semuanya terasa lebih hangat, kyuhyun tidak menyangka jatuh cinta akan sebahagia ini, bahkan lebih membahagiakan daripada saat dirinya di belikan kaset game limited edition oleh appanya.

"jadi mulai sekarang, my babykyu adalah kekasih ahjussi" tegas siwon

kyuhyun semakin malu, tidak menyangka mereka akan menjadi sepasang kekasih, walaupun kyuhyun masih belum terlalu mengerti apa yang harus dilakukan sebagai sepasang kekasih, emm mungkin seperti pasangan yewook disekolahnya, pikir kyuhyun.

"emmm ahjussi" panggil kyuhyun

"ne chagi?" jawab siwon masih memeluk kyuhyun, kali ini mereka sudah berpelukan dengan nyaman di sofa, siwon tidak ingin melepaskan tubuh yang sedikit berisi itu sedetikpun, dia masih begitu merindukan kyuhyun.

"emmmm apakah kyu harus membuatkan bekal untuk ahjussi setiap pagi?" tanya kyuhyun

"maksud kyu?" siwon menatap namja yang baru beberapa saat lalu menjadi kekasihnya itu lembut.

"eummm kyu selalu melihat wookie hyung selalu membuatkan bekal untuk yesungie hyung setiap pagi" ungkap kyuhyun

"siapa wookie dan yesungie?" tanya siwon

"mereka pasangan kekasih paling fenomenal di sekolah kyu, dan emm karena sekarang kita kekasih apakah kyu harus melakuan seperti yang dilakukan wookie hyung?" tanya kyuhyun.

Siwon tersenyum lembut, ternyata kyuhyunnnya memang masih sangat polos, dielusnya pipi chubby kyuhyun lalu dicubitnya pelan, "babykyu tidak harus mengikuti apa yang wookie hyungmu itu lakukan, cukup jadi diri kyu sendiri dan biarkan semua mengalir apa adanya" jawab siwon

"jadi kyu tidak harus memasak setiap pagi?" kyuhyun meyakinkan

"tentu saja tidak harus" jawab siwon

"ahh baguslah, karena kyu tidak bisa memasak" semangat kyuhyun, sungguh siwon sangat ingin tertawa melihat tingkah polos kekasihnya ini, diciumnya pipi kyuhyun, menghasilkan rona merah yang membuat kyuhyun semakin manis.

"kyu hanya perlu terus mencintai dan selalu berada di sisi ahjussi itu sudah cukup" ucap siwon

"siap bos" kyuhyun hormat ke arah siwon, membuat siwon terkekeh pelan.

" emm ahjussi, antarkan kyu pulang ne, umma dan appa pasti khawatir karna kyu belum pulang, kyu juga tidak bawa handphone" pinta kyuhyun, dia sadar ini sudah sangat malam dan orangtuanya pasti sangat khawatir.

"tapi ini sudah sangat malam kyu, begini saja ahjussi akan menelfon ummamu dan bilang bahwa kyu akan menginap disini malam ini" usul siwon.

"ne" jawab kyuhyun, setelah itu siwon mengambil smartphonenya yang sejak tadi dia abaikan, terlihat ada puluhan panggilan tak terjawab dari leeteuk, baru siwon ingin menghubuni leeteuk smartphonenya sudah bergetar lagi.

"yoboseo hyung" jawabnya

"astaga siwonnie akhirnya kau mengangkat telfon hyung!" suara leeteuk terdengar panik di ujung sana

"ada apa hyung?"

"siwonnie apa kyunnie ada disana?, dia belum pulang sampai sekarang, tadi dia pergi setelah meminta alamatmu"

"ne, kyu ada disini hyung, baru saja aku ingin mengabari hyung, hyung sudah menelfon duluan" jawab siwon

"hahh syukurlah, baru saja hyung ingin menyuruh kangin hyungmu menelfon polisi" suara leeteuk terdengar lega, "mana anak nakal itu? Hyung ingin bicara dengannya"

"kyu" panggil siwon sambil mengulurkan smartphonenya pada kyuhyun

"yoboseo umma" ucap kyuhyun

"anak nakal, baby kau membuat umma dan appa khawatir" ucap leeteuk

"mianhae umma" sesal kyuhyun

"hahh jangan sepert ini lagi baby, setidaknya kabari umma"

"ne umma, mianhae"

"yasudahlah yang penting kyu baik – baik saja, sekaranng berikan kembali telfonnya pada ahjussi mu" pinta leeteuk.

"ya hyung?" tanya siwon setelah kyuhyun memberikan smartphonenya

"siwonnie bisakah kau antar kyu pulang?" pinta leeteuk

"hyung, apa tidak sebaiknya kyu menginap disini saja, ini sudah sangat malam, aku janji akan menjaganya" ucap siwon penuh harap

"menurutmu begitu siwonnie? Emm baiklah, bilang padanya jangan tidur terlalu malam"

"tentu saja hyung, tenang saja aku akan memahinya kalau dia menolak"

"hyung percaya padamu siwonnie, kalau begitu hyung tutup dulu ne telfonnya"

"ne hyung, selamat malam" siwon menjauhkan smartponenya dari telinganya setelah leeteuk mengakhiri sambungan mereka, dihampirinya kyuhyun yang sekarang sedang melihat – lihat apartemnnya, lalu dipeluknya erat namja manis itu.

"emm ahjussi kyu tidak bawa pakaian bagaimana?" tanya kyuhyun

"kyunnie pakai punya ahjussi saja ne, pokoknya malam ini ahjussi ingin memelukmu semalaman, ahjussi masih sangat merindukanmu" siwon sama sekali tidak menyangka kyuhyun akan menjadi miliknya, kalau ini mimpi tolong jangan pernah ada yang membangunkannya, dia ingin tetap seperti ini, bersama kyuhyunnya.

TBC

Horayyyyy mereka udah jadian, adakah yang senang ?

Maaf ya kalau lama teman – teman, chap ini menguras seluruh tenaga dan fikiran saya hhe #lebay, kritik dan saran diterima karena saya merasa ini masih banyak kurangnya.

Terima kasih untuk yang sudah membaca, mereview, follow, favorite, dan yang sudah menunggu ff ini dengan sabar, love you all deh pokoknya, maaf kalau belum bisa bales review kalian satu – satu, tapi aku baca semuanya kok suer ...

Akhir kata pai – pai #lambaitangan