Title : Something Wrong

Genre : school life, romance, gender switch, AU

Pairing : HunHan, ChanBaek, KaiSoo, SuLay.

Rate : Teens

Length & type : Chaptered

.

.

Disclaimer : Cast murni bukan milik author tapi cerita ini milik author.

so...

DON'T BE SIDERS

DON'T PLAGIAT

DON'T BASH

.

.

WARNING! GENDER SWITCH & TYPO!

.

.

.

.

.

Summary :

Keinginannya untuk pindah ke Korea membuat ia bertemu dengan si namja 'beasiswa' yang selalu di bully oleh teman-temannya karena bersekolah di sekolah tempat orang-orang kaya. Namun apa yang akan mereka katakan jika ternyata si namja tampan 'beasiswa' itu ternyata anak kandung dari keluarga Oh -keluarga terkaya sedaratan Asia Timur-?

.

.

.

CHAPTER 9

.

.

.

Preview chapter 8

"Luhan-sshi, kita pergi saja" ajak Taemin yang langsung menarik tangan Luhan pergi membuat Sandara bersorak penuh kemenangan dalam hatinya.

Sedangkan Sehun masih terdiam tak bergeming, ia hanya ragu saja jika Luhan memang seperti itu karena Luhan yang ia kenal adalah Luhan yang baik dan lembut pada orang lain jadi rasanya aneh ketika Sandara bilang Luhan mendorongnya tadi.

'Rasakan kau Xi Luhan, setelah ini Sehun akan membencimu'

.

.

.

Chapter 9

.

.

.

"Kau serius ingin melanjutkan sekolah ke Amerika?" Tanya Chanyeol dengan mata membulat sempurna.

Kali ini mereka tengah berkumpul di aula mirror dance dengan BaekYeol, KaiSoo, Suho, Luhan ditambah Taemin yang baru menyelesaikan latihan mereka dan setengah jam lagi mereka akan mengadakan geladi.

"Kau akan kuliah dimana?" Tanya Suho serius.

"Orestad College atau mungkin Harvard" jawab Luhan seadanya membuat mereka berdecak kagum.

Bagaimana tidak. Orestad College adalah universitas dengan label universitas paling mahal di dunia dan Harvard University adalah sekolahnya tempat orang-orang pintar.

"Tapi aku tak yakin bisa masuk Harvard" cengir Luhan lucu membuat Kyungsoo terkekeh melihat betapa polosnya Xi Luhan.

"Hmm, kenapa malah kembali lagi ke tempat semula Lu? Padahal belum genap satu tahun kau pindah ke Korea. Masa kau mau kembali lagi ke Amerika?" Desah Baekhyun kesal.

"Aku lebih betah tinggal disana, Baekhyunie" dusta Luhan dengan wajah yang meyakinkan 'paling tidak disana tidak ada Oh Sehun' batin Luhan sambil tersenyum kaku.

"Apa Sehun tahu?" Tanya Kai dengan wajah mengerut.

"Aniyo. Buat apa dia tahu? Itu juga tak penting buatnya. Kuharap kalian tidak ada yang memberitahu Sehun tentang rencana sekolahku. Dia sudah menemukan kebahagiaannya"

.

.

.

"Oppa kau dimana? Jemput aku di Dongdaemun. Cepat ya" Sehyoon menutup sambungan teleponnya dengan Oh Sehun kemudian mulai menyusuri trotoar sambil menunggu oppa tampannya menjemput.

Sehyoon tak menyadari jika sedari tadi ada seseorang didalam sebuah mobil Audi yang mengintainya dengan tatapan penuh rasa dendam dan bibirnya yang membentuk senyuman sinis.

Sehyoon terus berjalan di pinggir trotoar yang lebih menjorok ke jalanan dan langkahnya mendadak terhenti ketika beberapa orang di sekitarnya menyerukan kata 'AWAS!' pada dirinya membuat Sehyoon menoleh ke belakang dan matanya membelalak ketika melihat sebuah mobil melaju dengan cepat ke arahnya.

Seperti gerakan slow motion, ketika mobil itu hampir menabraknya, tatapannya tertuju pada orang yang mengemudikan mobil yang samar-samar bisa ia lihat dan Sehyoon semakin membelalakan matanya ketika melihat siapa orang itu.

Sehyoon belum sempat menghindar sehingga ketika mobil itu melaju cepat ke arahnya ia hanya bisa diam mematung hingga mobil berwarna silver itu menghantamnya dengan cukup keras sampai tubuh kecilnya terpental jauh hingga 6 meter.

Dengan tanpa dosa, si pengemudi mobil langsung melarikan diri dengan mobilnya ketika belum sempat di hadang oleh warga yang ada di sana. Mereka pun sibuk menolong Sehyoon yang sudah berlumuran darah tapi sepertinya kesadarannya masih bertahan dan hampir mencapai titik akhir.

Dan sebelum Sehyoon benar-benar kehilangan kesadarannya, beberapa orang yang berada di jarak yang paling dekat dengan Sehyoon mendengar Sehyoon melafalkan sebuah nama.

"Sandara Park..."

...

Sehun memutar balik arah laju mobilnya setelah menerima telepon dari nomor dongsaengnya dan ternyata itu bukan dongsaengnya melainkan seorang ahjeossi yang memberi kabar jika adiknya baru saja mengalami tabrak lari dan langsung di larikan ke Seoul Hospital membuat Sehun panik bukan main.

Keringat dingin bercucuran dari pelipisnya hingga ia menjadi tak fokus mengemudi dan malah terus menaikkan kecepatan kendaraannya hingga ia sampai di tempat yang ia tuju.

Tanpa basa basi, Sehun langsung berlari menuju UGD dan menemukan 4 orang pria dewasa disana tengah menunggu di ruang tunggu, sepertinya mereka yang menolong Sehyoon.

"Permisi, tuan. Apakah anda tadi yang menelpon?" Tanya Sehun kepada seorang ahjeossi berkepala 4 yang memegang ponsel dan tas selempang milik Sehyoon.

"Ye, ini barang-barang adikmu" balas sang ahjeossi sambil menyerahkan barang-barang milik Sehyoon kepada Sehun.

"Kamsahamnisa" Sehun membungkuk 90° pada ke empat ahjeossi yang sudah membawa adiknya kemari itu.

"Sebelum ia pingsan, tadi samar-samar kami mendengar ia menyebut nama 'Sandara Park'" ucap seorang ahjeossi yang sepertinya lebih tua dari ahjeossi tadi.

"Apa?" Kaget Sehun dengan wajah tak percaya.

.

.

.

Hari ini adalah hari H pertunjukan amal atau mereka sebut festival amal dan mereka sudah sangat siap dan matang untuk tampil di acara penuh berkah ini.

Tapi tidak dengan Kyungsoo, ia terus mengucurkan keringat dari wajah dan juga dari tubuhnya dan Kai juga terus berusaha membujuk Kyungsoo agar lebih tenang dan tidak membuat panik.

"Kuharap acaranya berjalan lancar" ucap Taemin sambil mengintip di balik stage dan ia melihat seluruh siswa siswi Tyrone tengah menunggu acara dimulai di bawah panggung sana.

"Kau gugup?" Tanya Luhan.

"Tidak. Aku sudah terbiasa" jawab Taemin dengan senyum tipisnya membuat Luhan kagum dengan wajah Taemin yang manis saat tersenyum meski hanya senyum tipis.

"Itu bagian Kai dan Kyungsoo" ujar Taemin ketika mendengar penuturan host yang memanggil kedua sejoli itu untuk tampil di atas stage dan Kyungsoo semakin gugup saja kala itu.

"Kita pasti bisa"

...

Setelah Taemin dan Luhan menyelesaikan pertunjukan mereka, Sehun langsung menghampiri Luhan dengan wajah khawatir.

"Ada apa Sehun?" Tanya Luhan sambil mengelap keringat di wajahnya yang bercucuran.

"Sehyoon.. dia kecelakaan kemarin. Dia baru sadar beberapa jam lalu dan dia ingin kau datang" ucap Sehun panik membuat Luhan tercekat.

"K-kecelakaan?" Ulang Luhan dengan wajah pucat.

"Dia ingin bertemu denganmu, Luhan. Kumohon" Sehun menatap Luhan memelas meminta agar Luhan mau ikut bersamanya ke rumah sakit.

"Baiklah, ayo kita kesana" Luhan langsung berjalan cepat mendahului Sehun dan mereka berangkat ke rumah sakit dengan mobil Sehun.

Sehun sangat khawatir saat ini sampai-sampai teriakan Sandara yang berusaha menghentikannya di parkiran tadi ia hiraukan dan memilih untuk cepat pergi dari sekolah.

.

.

.

Luhan mengayun-ayunkan kakinya dari atas ayunan di taman belakang mansion tepat di sebelah danau kecil buatan yang begitu indah untuk dipandang apalagi ketika malam hari.

Ia masih memikirkan kata-kata Sehyoon saat di rumah sakit tadi dan yang paling ia ingat adalah saat Sehyoon mengatakan jika ia tahu siapa yang menabraknya kala itu.

"Eonnie harus percaya, Sandara eonnie yang menabrak ku. Dia tersenyum mengejek ke arahku, eonnie. Tapi Sehun oppa tak percaya. Aku tak berbohong! Sungguh! Aku berani berumpah"

'Benarkah Sandara sejahat itu? Tapi kenapa?' Batin Luhan sambil memegang rantai ayunan yang tengah ia duduki dengan erat.

"Dia tidak suka aku, eonnie. Aku tahu itu, dia selalu mengejekku dari tatapan matanya setiap kali bertemu dan Sehun oppa selalu menolak pernyataanku saat aku mengadukannya. Sandara eonnie pura-pura baik padaku hanya di depan Sehun oppa. Dia jahat, eonnie. Dia akan menyingkirkan siapa saja yang menghalangi tujuan jahatnya"

'Seberapa banyak yang Sehyoon tahu tentang yeoja itu?' Batinnya lagi.

"Sejak dulu dia hanya mengincar harta Sehun oppa, eonnie. Kau harus menjauhkan mereka. Sadarkan Sehun oppa jika cintanya bukan Sandara eonnie"

"Luhan.." Luhan menoleh dan mendapati Kris dengan pakaian casual nya tengah berjalan ke arahnya.

"Ye, oppa?" Jawab Luhan dengan senyum palsu nya.

"Benarkah kau akan sekolah di Orestad College?" Tanya Kris begitu to the point membuat Luhan berjengit dan terdiam sesaat.

"Iya, oppa. Waeyo?" Tanyanya balik berusaha menampakan wajah sebiasa mungkin.

"Ani. Hanya saja oppa merasa kau tengah menjauhi sesuatu mungkin" ucap Kris ragu dan sukses membuat Luhan menegang.

"Kenapa berfikiran seperti itu? Aku hanya ingin kembali ke Amerika" bohong Luhan.

"Hmm, oppa tidak berhak tahu semuanya, 'kan? Maka dari itu oppa tak akan memaksa" Kris tersenyum sembari mengusap kepala Luhan penuh sayang.

"Kapan kau berangkat?" Tanya Kris dengan raut wajah seperti tidak rela.

"Mungkin sekitar 3 hari setelah acara kelulusan. Aku ingin berlibur disana"

.

.

.

Sehun memegang dada sebelah kirinya yang terasa berdenyut nyeri entah karena apa.

Ia sama sekali tak memikirkan kekasihnya dan malah terpikir pada Luhan yang belakangan ini semakin dingin padanya dan selalu menghindar darinya.

Ia hanya merasa kehilangan dan entah kenapa rasa kehilangan itu bukan sekedar rasanya kehilangan teman namun lebih dari sekedar teman.

Hatinya bergetar tiap kali menatap mata kelam Luhan yang sayu dan indah itu meski ia sangat-sangat menyadari jika kini ia mempunyai seorang kekasih.

Bicara soal kekasih, tadi pagi Sandara menemuinya dan tiba-tiba saja meminta sebuah mobil baru padanya. Padahal dia kan sudah punya mobil sendiri.

Memangnya dia itu ATM berjalan, begitu?

Sehun juga begitu menyadari jika Sandara mulai meminta macam-macam padanya dan nilai barang yang ia pinta itu lebih besar daripada nilai barang yang suka Sandara pinta saat mereka masih JHS dulu.

Entah apa yang ada di fikiran Sehun namun dia seperti tak berniat memutuskan Sandara meski sudah tahu niat busuk Sandara.

LINE

Ponsel Sehun berbunyi nyaring di atas nakas dekat tempat tidurnya membuat empunya langsung mengambil benda persegi panjang itu.

From Xi Luhan

'aku ingin bertemu denganmu di sungai Han 3 hari dari sekarang. Pukul 6.00 sore

...

Keesokan harinya ia dan seluruh siswa siswi kelas 12 di Tyrone menjalani acara kelulusan dengan meriah tapi juga dengan rasa haru karena akan berpisah dengan teman-temannya yang lain namun itu tak berlaku bagi Sehun karena ia tak memiliki teman untuk di kenang, ya terkecuali si manis Luhan.

"Sehunie.. boleh pinjam ponselmu?" Tanya Sandara dengan wajah polosnya membuat Sehun tersenyum tipis dan memberikan ponselnya pada Sandara dengan cuma-cuma.

Sandara membuka akun LINE Sehun dan menemukan sebuah pesan singkat dari Xi Luhan yang membuat Sandara kesal setengah mati.

'Beraninya dia mengajak pacarku untuk bertemu dengannya' batin Sandara berapi-api.

Tak lama kemudian ia langsung menyeringai tipis dengan ide jahat yang muncul di otaknya saat itu juga.

"Sehunie, igeo. Aku kembalikan" ucap Sandara manis sambil memberikan ponsel Sehun.

"Hmm" gumam Sehun kecil sambil mengambil kembali ponselnya.

Tatapan Sehun tiba-tiba saja langsung tertuju pada seseorang yang memakai balutan dress berwarna biru safir yang tengah mengobrol dengan teman-temannya di dekat meja minuman.

Sehun pun melangkah mendekati mereka tanpa menghiraukan Sandara yang begitu tercengang ketika Sehun meninggalkan dirinya begitu saja.

"Hai Lu" sapa Sehun canggung ketika ia sudah berada di antara kumpulan para gadis cantik itu.

"Eo, Hai" balas Luhan gugup.

Entah kenapa ia begitu gugup kali ini apalagi melihat penampilan Sehun yang so damn it sangat tampan itu dengan kesan sexy dan dewasa.

"Kau terlihat begitu cantik" puji Sehun tulus dari hatinya dan begitu frontal membuat Yixing, Baekhyun dan Kyungsoo terkikik sementara Luhan sudah berblushing ria.

'Kenapa dia begitu to the point, sih' batin Luhan yang merasa tersipu ketika orang yang ia suka memujinya dengan begitu frontal di hadapan teman-temannya.

"Wow, fantastic baby" sahut Chanyeol yang tiba-tiba merangkul bahu sepupu berwajah datarnya itu dengan cengiran khas yang begitu menyilaukan.

"Kau tampan, Yeolie" puji Baekhyun tanpa rasa malu membuat Luhan menggeleng tidak percaya.

"Waeyo?" Tanya Baekhyun polos ketika melihat wajah Luhan, Yixing dan Kyungsoo yang menatapnya tak percaya.

Memang tidak ada yang salah dengan ucapan Baekhyun. Hanya saja ia tidak jaga image begitu, ia terlihat blak-blakan dan tanpa malu mengatakan itu.

"Tentang pesan itu-"

"Lulusan terbaik jurusan Sains tahun ini adalah Oh Se Hun dari kelas 12 Sains 1. Kepadanya di persilahkan untuk menaiki podium" ucap seorang host dengan meriah membuat ucapan Sehun terhenti dan kini semua mata langsung tertuju pada dirinya, menatap kagum.

Sehun pun melangkah dengan canggung ke arah panggung untuk menerima penghargaan dan berdiri di belakang host itu.

"Lalu, dari jurusan bahasa kita mempunyai Xi Lu Han untuk lulusan terbaiknya. Ia menguasai lebih dari 3 bahasa. Dan dari jurusan Art, lulusan terbaiknya adalah Do Kyung Soo" ujar sang Host membuat Luhan dan Kyungsoo melongok.

"Wahh, cepat naik panggung. Kalian jjang!" Ucap Baekhyun dan Yixing heboh membuat keduanya menatap canggung kemudian menaiki podium.

Acaranya berjalan lancar sampai akhir dan Luhan menolak tawaran Sehun untuk pulang bersama akibat delikan tajam dari Sandara.

Ya, sedari tadi Sehun mengacuhkan kekasihnya itu untuk Luhan dan itu rekor baru bagi Kai.

"Lu, jadi kau akan pergi 3 hari lagi?" Tanya Yixing murung.

"Hmm, aku ingin berlibur disana. Kalian bisa ikut kalau mau" ujar Luhan semangat, tak tahu jika mereka cukup sedih akan kehilangan Luhan.

Padahal Baekhyun, Yixing dan Kyungsoo akan masuk universitas yang sama di Seoul tapi Luhan malah memilih kembali ke Amerika lagi

Sepertinya gaya Amerika sudah mendarah daging pada Luhan sehingga ia segera ingin kembali ke negeri paman Sam itu.

"Kenapa ingin cepat-cepat pergi, Lu? Korea kan menyenangkan" sahut Kyungsoo dengan mata bulatnya yang berbinar lucu.

Dan Luhan hanya tersenyum kecil menanggapinya, Kai pun mengerti jika mungkin ia ingin pergi karena ingin menghindari Sehun.

"Selamat karena telah menjadi lulusan terbaik jurusan bahasa" Kai sengaja mengalihkan pembicaraan.

"Terimakasih, Kai. Selamat juga karena kekasihmu menjadi lulusan terbaik di jurusan Seni" balas Luhan sambil tersenyum jahil membuat Kyungsoo yang merasa di dibawa-bawa langsung membelalakkan matanya heboh.

"KAMI TIDAK PACARAN!" Pekik kedua insan itu yang membuat malam sunyi penuh haru ini menjadi malam yang berisik dan penuh keceriaan.

"Ya, mungkin belum"

.

.

.

2 days later...

Luhan mengeratkan mantel hangatnya sambil sesekali menggosokan tangannya yang mulai membeku.

Ia sudah menunggu kedatangan Sehun disini selama 2 jam hingga sekarang hampir mendekati tengah malam.

Seharusnya ia tahu jika Sehun mungkin tak mau datang dan menemuinya.

Apa alasan namja itu harus datang, bukan?

Ia hanya berharap Sehun datang karena ia harus mengatakan sesuatu pada namja berambut putih itu yang mungkin untuk terakhir kalinya karena besok ia akan berangkat ke Amerika dan entah kapan kembali lagi ke Korea.

Luhan tak tahu saja jika di lain sisi Sehun tengah menghabiskan waktunya dengan Sandara yang terus merengek padanya minta ditemani.

Sehun pun dibuat lupa dengan permintaan Luhan hingga ia pun pulang ke rumah pukul 9 malam setelah menemani Sandara mengelilingi pusat perbelanjaan.

Sehun akhirnya teringat akan permintaan Luhan untuk datang ke sungai Han pukul 6 tadi dan ia pun segera melesat menuju sungai Han berharap Luhan sudah tak menunggunya.

Ia lebih baik mendapati Luhan sudah pulang sejak tadi daripada mendapati Luhan masih menunggunya karena jika itu terjadi Luhan akan mati membeku kedinginan di tengah salju seperti ini dan ternyata kenyataan buruk itu terjadi.

"LUHAN!" Sehun berlari sekencang mungkin menghampiri Luhan yang tengah duduk di bawah sebuah pohon maple yang sudah tertutupi salju.

Sehun melihat Luhan sudah menggigil kedinginan dan wajahnya sudah memucat membuat Sehun yakin jika Luhan pasti sudah menunggunya sejak tadi.

"Luhan.." panggil Sehun dengan nada khawatir. Ia berjongkok di depan Luhan dan memegang pipi yeoja itu yang sudah sedingin es.

"Sehun.. kau kah itu?" Tanya Luhan lirih.

"Kenapa kau menunggu sampai malam, bodoh? Bagaimana jika aku tak datang?" Tanya Sehun kesal sambil menggosok-gosokkan tangannya membuat agar kedua tangannya hangat kemudian menempelkannya di kedua pipi Luhan.

"Karena aku yakin jika kau pasti datang" ujar Luhan sambil tersenyum tipis.

Dengan tangan bergetar, ia mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu pada Jonghyun lalu kembali menyimpan ponselnya di saku mantel.

"Kenapa kau menunggu sampai kedinginan begini?" Tanya Sehun sambil memeluk tubuh Luhan erat.

Secara naluriah ia melakukan itu karena panik melihat Luhan hampir membeku dan jantungnya berdesir halus ketika memeluk tubuh mungil Luhan yang menggigil.

"Kenapa, Lu? Kenapa tidak pulang saja? Bagaimana jika aku benar-benar lupa tadi? Kau bisa mati" ucap Sehun lembut, ia mengelus kepala Luhan pelan dan Luhan rasanya ingin menangis saat Sehun memperlakukan dirinya dengan lembut. Kenapa tidak sejak dulu Sehun begini?

"Aku ingin mengatakan sesuatu" ucap Luhan pelan ketika ia melihat mobilnya sudah terparkir di belakang mobil Sehun dan Jonghyun keluar dari mobil kemudian berdiri di samping pintu mobil sengaja ingin memberi waktu untuk nona nya, sementara Sehun masih tak menyadari kehadiran jemputan Luhan karena ia berjongkok membelakangi mobil.

"Apa yang ingin kau katakan?" Tanya Sehun tanpa melepas pelukan hangatnya pada Luhan.

"Aku akan sekolah di Orestad College, Amerika. Besok pagi aku akan berangkat" ucap Luhan yakin.

Sehun merasa dunia seakan berhenti berputar. Pelukannya pada Luhan melonggar membuat Luhan bisa berdiri dan menarik tangan Sehun juga untuk ikut berdiri.

"Aku menyukaimu Oh Sehun. Bukan sebagai teman, tapi sebagai namja" lanjutnya sambil menepuk pelan pipi Sehun namun namja itu masih tak merespon. Ia seakan masih mencerna kata-kata Luhan sejak tadi.

"Aku pergi, Sehun. Jaga dirimu. Saranghaeyo" dan Luhan pun mengakhiri pertemuan terakhir mereka dengan sebuah pelukan hangat kemudian berjalan menuju mobilnya.

Sebelum ia benar-benar masuk kedalam mobil, ia menatap Sehun sekilas dengan senyum tipisnya.

"Annyeong, nae sarang" gumam Luhan kemudian memasuki mobilnya dan setelah itu mobil sedan berwarna hitam itu melaju meninggalkan area sungai Han sementara Sehun masih mematung di tempatnya dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Luhan" dan Sehun pun tersadar jika ia kehilangan Luhan. Ia pun berlari kedalam mobilnya dan melajukannya dengan cepat berusaha menyusul kendaraan Luhan yang sudah pergi jauh tak terlihat.

Sehun terus melajukan mobil sportnya seperti dikejar setan dan rem nya berdecit nyaring ketika Sehun tiba-tiba menghentikan mobilnya di jalanan sepi karena suara ponselnya terus berdering.

"Sehun, Sehyoon kembali kritis. Ada seseorang yang menyuntikan racun kedalam selang infuse nya. Cepat kemari!"

Dan Sehun pun merasa dunia nya runtuh saat itu juga.

.

.

.

Luhan melangkahkan kakinya dengan berat menuju bandara internasional Incheon dengan diantar oleh semua sahabatnya, keluarganya termasuk Jonghyun, Chanyeol dan Suho. Pengecualian untuk Kai karena namja itu masih sibuk di rumah sakit menunggui adiknya bersama Sehun.

Mereka turut sedih dengan kepergian Luhan.

Dan nyatanya Luhan akan pergi sendiri kali ini. Teman-temannya tidak bisa ikut dengannya untuk menghabiskan libur bersama Luhan di Amerika sana sebelum resmi berpisah dengan Luhan dan Luhan hanya tersenyum menanggapi itu.

"Lu, jangan pergi" rengek Baekhyun dengan mata berkaca-kaca.

"Uljima. Kau terlihat cengeng, Baekie. Chanyeol-ah, lihatlah kekasihmu begitu kekanakan" Luhan menyentil hidung Baekhyun pelan sambil tertawa, sedangkan Chanyeol hanya tersenyum menanggapi ucapan Luhan. Ia tahu jika Luhan tengah menyembunyikan kesedihannya.

"Lu, setidaknya tunda kepergianmu. Liburan masih panjang, sayang. Bahkan liburannya baru dimulai" bujuk halmeoni yang tak rela dengan kepergian Luhan.

"Eo, kau menyebalkan, Xi Luhan. Kau merengek minta oppa pindah kemari saat kau pindah namun sekarang apa? Oppa ada disini dan kau malah pergi lagi ke Amerika. Konyol" umpat Kris dengan wajah kesalnya.

"Lulu, bahkan belum genap satu semester kita dekat. Tapi kami kehilangan mu, Luhan-ah" sambung Yixing sambil merangkul pundak Kyungsoo yang tak berkata-kata karena begitu sedih karena beberapa saat lagi Luhan akan meninggalkan mereka.

Tak lama kemudian terdengar pengumuman untuk para penumpang penerbangan menuju Amerika agar segera menaiki pesawat.

"Lu, hati-hati disana, ne? Kau harus jaga pergaulan. Harabeoji percaya padamu" ujar harabeoji Byun seraya memeluk Luhan sebelum Luhan benar-benar pergi.

"Ne, harabeoji. Luhan akan selalu ingat itu" janjinya "teman-teman, kalian jangan memasang wajah begitu. Berbahagialah untukku" Luhan beralih memeluk ketiga temannya itu dengan erat.

"Chanyeol-ah, Suho-ya, jaga teman-teman rempongku ini ya" pinta Luhan dengan cengiran tanpa dosanya membuat Baekhyun mendelik tajam. Bisa-bisanya disaat seperti ini dia masih saja usil.

"Kris oppa" Luhan menubruk dada bidang namja tinggi itu dan mendekapnya erat, ia pasti akan merindukan sepupu protective nya ini "jangan marah padaku" lanjutnya dengan nada memelas membuat Kris tak tega.

"Hmm, pergilah. Itu pilihanmu" ujar Kris dengan senyum tipisnya sambil menepuk pucuk kepala Luhan.

Luhan pun mengangguk dan berpamitan untuk terakhir kalinya pada semua yang ada disana kemudian memantapkan langkahnya menuju pintu keberangkatan dengan menyeret koper besarnya dan mereka tak dapat melihat Luhan lagi setelah tubuh Luhan melewati pintu berkaca hitam itu.

...

Bagaikan kecepatan angin, Sehun melajukan motornya dengan cepat tanpa peduli pada pengendara lain yang mengumpat padanya akibat cara Sehun berkendara.

Ia sudah meminta ijin pada Kai untuk absen sebentar menjaga Sehyoon dan meminjam motornya dan Kai pun mengijinkannya karena ia tahu jika Sehun pasti akan berusaha mencegah Luhan pergi.

Sehun memarkirkan motor Kai di tempat parkir secara asal membuat penjaga parkir marah padanya dan menyuruhnya memarkirkan motornya yang benar namun Sehun malah berlari menuju kedalam bandara dengan wajah pucat penuh peluh.

'kumohon jangan pergi dulu, Lu' batin Sehun panik dan ketika itu ia melihat sebuah pesawat baru saja lepas landas dari balik dinding bandara yang terbuat dari kaca.

Sehun meremas jari-jarinya frustasi, ia harap itu bukan pesawat Luhan.

"Chanyeol!" Seru Sehun sambil berlari menghampiri Chanyeol yang tengah berjalan sambil merangkul pundak Baekhyun yang terlihat sedih dan Sehun mendapat firasat buruk ketika melihat raut wajah Baekhyun.

"Dimana Luhan?" Tanya Sehun yang tak melihat Luhan dimanapun ia memandang, ia hanya melihat Yixing, Kyungsoo, Suho dan Kris yang berjalan beriringan di belakang pasangan ChanBaek.

"Ini semua salahmu, Oh Sehun! Kenapa kau malah memilih nenek sihir itu! Dia racun, Sehun! Racun! Sandara itu tak lebih baik dari Luhan! Jika kau tak memilihnya Luhan tak akan pergi, babo!" Maki Baekhyun sambil menunjuk-nunjuk wajah Sehun dengan jari lentiknya, matanya kini sudah berkaca-kaca dan Chanyeol berusaha menenangkan Baekhyun.

"Baek, sudahlah. Luhan juga tak bilang ia pergi karena itu kan" bujuk Chanyeol yang melihat kekasih cantiknya itu berapi-api ketika dihadapkan dengan sosok Sehun.

Dan sekali lagi Sehun merasa kehilangan. Kehilangan sosok Luhan yang begitu manis.

Kini Sehun menyadari jika perasaannya yang sesungguhnya adalah untuk Xi Luhan bukan untuk mantan kekasihnya, Sandara Park.

Namun kini semuanya sudah terlambat karena Luhan sudah pergi darinya.

Ia sudah memutuskan Sandara semalam ketika ia menunggui penanganan racun di tubuh Sehyoon dan ia memutuskan mengambil tindakan itu karena ia sadar perasaannya pada Sandara hanya perasaan semu. Cintanya yang sebenarnya adalah yeoja yang telah memproklamirkan dirinya sebagai teman dari Oh Sehun saat itu.

"Luhan.." gumam Sehun sambil menatap kosong kedepan membuat mereka yang ada disana menatap Sehun kasihan namun tidak dengan Baekhyun. Ia masih merasa emosi pada Sehun.

Dan Sehun berjanji, ia akan menunggu Luhan hingga Luhan kembali lagi ke Korea seperti Luhan semalam menunggunya ditengah dinginnya salju.

.

.

.

4 tahun berlalu dan sejak malam itu Sehun tak pernah lagi bertemu dengan sosok mungil Luhan yang menggemakan. Bukannya ia melupakan Luhan, hanya saja sosok itu tak pernah muncul lagi di pandangannya.

Terakhir yang Sehun tahu Luhan berada di Korea adalah ketika tuan Xi -ayah Luhan- menyerahkan jabatannya sebagai CEO di Dominica Company pada putri semata wayangnya itu beberapa minggu yang lalu yang acaranya di adakan di Korea.

Betapa bodohnya Sehun saat itu tak tahu jika orang yang selama ini ia tunggu tengah berada di Korea dan ia malah melewatkan itu.

Entahlah, tapi rasanya semua orang saat itu seperti tidak memperbolehkannya tahu tentang keberadaan Luhan di Korea sehingga orang-orang seperti membuatnya tidak menonton televisi atau membaca koran yang memuat berita tentang acara besar-besaran itu.

Ia bahkan tak tahu jika perusahaannya di undang dalam acara itu dan dirinya malah diwakiki oleh tuan Seo saat itu tanpa sepengetahuan nya.

Apakah semua orang tak ingin ia bertemu Luhan? Tapi kenapa?

Nomor Luhan pun sepertinya sudah di ganti karena nomornya yang lama sudah tidak aktif.

Sejak saat kejadian yang lepas dari pantauan nya itu, Sehun lebih teliti dan ulet mencari informasi keberadaan Luhan agar bisa menemui Luhan karena ia yakin suatu saat Luhan pasti akan kembali lagi ke Seoul.

Sehun juga menitipkan sebuah pesan pada Baekhyun jika dirinya akan terus menunggu Luhan di tempat terakhir mereka bertemu -yaitu sungai Han- setiap malam.

Dan Sehun tak bohong soal itu, sejak malam itu ia terus datang ke sungai Han setiap malamnya dan menunggu kehadiran Luhan tanpa bosan.

Ia yakin suatu saat Luhan akan datang kembali ke tempat itu dan ia ingin saat itu ia tengah berada di sungai Han sehingga mereka dapat bertemu.

Ia ingin Luhan melihat kesungguhnnya selama 4 tahun terakhir ini.

Kini Sehun sudah menduduki jabatan sebagai CEO muda di Tyrone Group sementara Kai sendiri menjadi CEO di perusahaan ayahnya di Jepang sejak beberapa bulan yang lalu.

Ia sendiri sudah menjadi CEO sejak 1 tahun yang lalu tepat setelah beberapa bulan wisuda nya.

Sehun menyelesaikan kuliahnya di Seoul National University dalam jangka waktu 3 tahun karena otak encernya.

Ia satu universitas dengan Baekhyun dan teman-temannya termasuk Suho dan Chanyeol.

Ngomong-ngomong tentang mereka, Sehun jadi lumayan dekat dengan mereka meski memang tak sedekat 'itu'

Ia juga ikut prihatin dengan hubungan jarak jauh antara Kyungsoo dan Kai yang sudah mereka jalin saat akan memasuki bangku universitas tepat 1 minggu setelah kelulusan. Tentunya setelah Luhan pergi ke Amerika.

Banyak yang terjadi selama 4 tahun belakangan ini termasuk Sandara yang mendekam di balik jeruji besi akibat gugatan dengan tuntutan percobaan pembunuhan berencana pada Oh Sehyoon sebanyak dua kali.

Satu saat menabrak Sehyoon di jalanan Dongdaemun dan satu lagi saat menyuntikan racun kedalam infuse Sehyoon dan untungnya Sehyoon masih bisa selamat saat itu.

Dan otomatis saat itu juga Sandara Park di depak dari agensi nya yang merupakan hak waris Byun Baekhyun.

Sementara Sehyoon kini sudah masuk bangku universitas tingkat 3 di Kyunghee University.

Sehun juga baru tahu jika saat kejadian penumpahan minuman dengan Luhan waktu itu pelakunya adalah Sandara yang saat itu hanya akting di depan Sehun pura-pura kesakitan karena didorong Luhan padahal kenyataannya Luhan hanya mencoba membela diri saja ketika Sandara mencoba mendorongnya lebih dulu.

Beberapa bulan yang lalu juga Sehun, Sehyoon dan Kai mendapat pukulan besar karena tuan Oh Se Yong dinyatakan koma akibat serangan stroke entah karena apa.

Sampai saat ini juga tuan Oh Se Yong masih belum sadarkan diri dan masih dirawat di rumah sakit swasta milik keluarga Oh.

Sehun pun terpaksa harus berjuang sendiri memajukan perusahaan agar lebih maju dan tidak merosot dengan hanya sendirian tanpa arahan dari sang ayah yang sudah berpengalaman tentunya.

Ini memang tanggung jawab yang cukup sulit baginya namun inilah hidup, ia juga tak bisa bergantung selamanya pada sang ayah maka dari itu ia memutar otak jeniusnya itu untuk lebih memajukan Tyrone Group dan berhasil. Kini perusahaan nomor 1 di Asia Timur itu semakin maju pesat dan tengah bersaing ketat dengan perusahaan-perusahan dari barat.

Selama 4 tahun ini tak ada henti-hentinya ia menunggu Luhan kembali. Ia tak pernah lelah menunggu sesuatu yang tidak pasti itu namun Sehun selalu yakin jika Luhan pasti akan kembali.

Seperti saat ini, ia tengah berdiri di bawah pohon maple yang dulu menjadi saksi bisu saat bagaimana manisnya dan beraninya Luhan mengucapkan kata-kata perpisahan dan ungkapan perasaan yang ia pendam padanya.

Ia masih mengenakan setelan formalnya hanya saja ditambah sebuah mantel tebal karena ini tengah musim dingin, ia baru saja pulang dari rutinitas hariannya di kantor.

Musim dingin dan sungai Han adalah 2 hal yang sangat berpengaruh bagi Sehun karena 2 hal itulah yang selalu mengingatkannya pada sosok Xi Luhan.

Jam sudah menunjukan tengah malam namun Sehun masih enggan beranjak dari tempatnya.

Besok adalah hari natal dan Sehun tak pernah peduli karena ia tak pernah merayakan hari itu. Baginya tak ada yang spesial dari hari natal.

Sehun juga sudah mengecat rambutnya menjadi dark brown dengan potongan yang berbeda pula yang membuat kesan dewasa pada namja berwajah datar itu.

"Ini sudah 4 tahun Xi Luhan. Kenapa kau belum kembali juga? Aku selalu menunggumu" gumam Sehun sambil menatap hamparan sungai yang sudah membeku menjadi es.

"Kenapa kau tidak berhenti menungguku, babo?"

Tubuh Sehun menegang ketika mendengar suara lembut dengan nada ketus itu.

Ia tak akan pernah salah mengenali suara ini.

Suara ini adalah- ani, pemilik suara ini adalah yang selalu Sehun tunggu-tunggu selama 4 tahun ini.

Sehun berbalik untuk memastikan pendengarannya tidak salah dan ternyata semuanya memang tidak salah, ini nyata. Luhan berdiri di depannya.

Sehun melebarkan senyumannya yang telah lama hilang sejak kepergian Luhan 4 tahun yang lalu ketika melihat sosok nyata itu berdiri 4 meter didepannya dengan wajah yang sok sinis namun malah terlihat manis dimata Sehun.

"Luhan" panggil Sehun pelan, sangat pelan.

Luhan perlahan mendekat ke arah namja tinggi itu dengan tatapan seperti 4 tahun lalu membuat Sehun yakin jika Luhan sama sekali tak berubah.

"Kenapa kau masih menungguku? Bagaimana jika kau membeku?" Tanya Luhan seakan mengulangi pertanyaan Sehun dulu padanya hanya saja ia mengulang nya dengan nada lirih seakan menahan tangis.

"Karena aku yakin kau akan datang" jawab Sehun seraya tangan kanannya meraih pipi kiri Luhan dan mengelusnya penuh sayang.

"Bagaimana kalau aku tidak datang?

Sehun terkekeh mendengar pertanyaan Luhan. Mirip seperti pertanyaannya waktu itu.

"Kenapa kau menunggu sampai malam, bodoh? Bagaimana jika aku tak datang?"

"Buktinya kau sekarang datang" kini Sehun menangkup kedua belah pipi Luhan dan menatapnya dengan tatapan yang sarat akan kerinduan yang begitu mendalam.

"Kenapa baru datang sekarang?" Tanya Sehun lirih.

"Aku sibuk" jawabnya ketus sambil pura-pura memasang wajah ketus membuat Sehun kembali terkekeh geli.

"Aku ingin mengatakan sesuatu" kata Sehun dengan senyum menawannya yang bisa membuat wanita-wanita di luar sana langsung mimisan saat melihatnya.

"Apa?" Tanya Luhan seakan menantang Sehun untuk mengatannya.

"Aku mencintaimu. Wo ai ni, Xi Luhan"

Luhan mematung mendengar penuturan Sehun barusan. Otaknya seakan berubah menjadi mode lemot begitu mendengar ungkapan tulus dari Oh Sehun.

Ketika Luhan masih terdiam bak patung, Sehun mengambil kesempatan itu untuk mengecup bibir tipis nan menggoda milik Luhan.

Tidak ada lumatan, tidak ada nafsu, hanya sebuah ciuman dalam yang menyalurkan perasaan Sehun pada Luhan. Betapa ia mencintai yeoja di hadapannya itu, dan bodohnya ia baru menyadarinya setelah Luhan pergi darinya.

Dan sekarang ia tak akan membiarkan hal itu terjadi lagi.

Ia tak akan membiarkan jantung hatinya itu pergi meninggalkannya lagi.

"Saranghandago, Xi Luhan"

.

.

.

Luhan -Point of View-

Aku tak pernah menyangka jika saat ini akan terjadi juga. Aku tak pernah menyangka jika aku akan mendengar kata-kata itu dari mulut seorang Oh Sehun.

Sangat indah.

Sangat indah ketika mengetahui orang yang kau cintai tenyata juga mencintaimu.

4 tahun bukanlah waktu yang sedikit untuk melupakan seseorang namun hati ini tak pernah sedikitpun melupakan sosoknya.

Sosok cinta pertama ku. Yang telah memberi warna cerah di hidupku. Sosok berwajah datar yang dingin nan ketus.

Itulah dia, Oh Sehun.

Sejak awal aku memang selalu menduga ada yang tidak beres dengannya.

Ya, sejak awal pertemuan kami yang tak di sengaja.

Karena aku yakin jika Sehun adalah namja dengan seribu fakta mengejutkan dalam hidupnya dan ternyata dugaanku tak pernah salah.

There's Something Wrong With Oh Sehun

.

.

.

-END-

.

.

.

a/n :

Akhirnya selesai jugaaaaaa...

Mianhae kalau chapter ini kurang memuaskan. Mianhae.. mianhae.. mianhae.. saranghae.. *LOL

Ada yang gak ngerti ya dimana letak 'something wrong'nya?

Author ulas sekilas ya. Jadi maksudnya Something Wrong itu tentang ada sesuatu yang salah sama Sehun dan Luhan itu udah curiga sama itu. Ia selalu merasa ada yang salah sama Sehun maka itu ia bilang "There's Something Wrong With Oh Sehun"

Maafkan semua kesalahan author di penulisan ff ini.

Makasih kalian yang udah mau meluangkan waktu buat kasih komentar, kritik, saran, dukungan dan lainnya selama ini. Makasih yang udah baca. Makasih meski itu siders. Makasih buat yang udah follow author, favorite-in author, mem-favoritekan story ini, mem-follow story ini dan like fanfic ini. BIG THANKS!

Dibawah ini author balas review kalian yang waktu di chapter 8. Sorry kalau ada yang gak kebales review nya dibawah sini.

Maaf juga baru bisa bales review kalian di chapter terakhir ini dan itu pun cuma bales yang review di chapter 8. Mianhae chingu.. gomawo yang udah review.. ↖(^▽^)↗ O(∩_∩)O

ChanHunBaek : makasih ya udah mau baca ff author ini, sampe begadang gitu lagi. Author terharu. ●﹏● gak nyangka ide sederhana ini bisa banyak yang suka. Gomawoyo.. ()

sherli898 : makasih udah suka sama ff author hihi.. sebenernya author selesein ff ini sejak di ffn baru publish 3 chapter hehe tapi author sengaja gak tiap hari update nya biar readernim penasaran. Gomawo ne sudah mau meluangkan waktu untuk baca ff ini dan review.. (^v^)

samiyatuara09 : maaf author jadi bikin Sehunnya brengsek dan Luhannya nyesek terus, tujuannya sih supaya gak terlalu garing aja gitu, hehe...makasih ya udah baca ff ini. (‾︶‾)

WulanLulu : iya tuh Sehun babo #plakk.. ⊙﹏⊙

Makasih udah mau baca ff author.. ~^O^~

Princess Xiao : ayo rame-rame bunuh Sandara.. xd *LOL

Makasih ya udah baca dan review.. ≧﹏≦

robiatus18 : emangnya iya ha complicated? Author gak nyadar hehe ~_~ makasih udah nyemangatin author! ∩_∩ gomawo for reading π_π

seulyoung27 : iya author sengaja bikin Sandara nya se menyebalkan mungkin, hihi. Maaf ya kalo ada fans nya Sandara Park. Mianhaeyo.. Gomawo udah baca chingu 0^◇^0)/

Nurul999 : kok disini Sandara kayak ema tirinya Reva ya. Hahaha *LOL. Thanks for reading chingu.. o∩_∩o

BabyByunie : Annyeonghaseyo.. salam kenal juga yaaaa ~ Thanks for reading chingu.. ╰( ̄▽ ̄)╭

Baekkiechuu : hehe.. makasih udah review chingu.. author juga gak tahu mesti ngomong apa hihi.. salam kenal chingu.. thanks for reading ~ ↖(^▽^)↗

ramyoon : thanks for review and reading chinguuuu ~ salam kenal yaa.. (=^-ω-^=)

OhXiSeLu : nanti HunHan mah pas mereka ditakdirkan maen drama bareng hihiii *LOL.. !(^O^) thanks for reading chinguuu ~ (^_^)maaf kalo update nya di anggap lama hehe..

Light-B : iya ya ngapain Sandara pake balik lagi, lemparin aja tuh authornya hahaha #plakk.. (^∇^〜)thanks for reading chinguuuu (^ω^)

Seravin509 : iya itu Luhannya udah pergi dan Sehun udah tau rasa.. makasih supportnya chingu ~ thanks for reading! (-^^-)

Jang Ha Na : makasih udah mau nunggu kelanjutannya yaaaa.. happy ending! Hehe O(∩_∩)O

Thanks for reading chingu.. ( ∀ )

JungHunHan : author gak nyangka ff sederhana ini bisa bikin kalian greget dan emosi hehe.. thanks for reading neee ()

deerwinds947 : hehe iya tuh nenek sihir nyebelin.. ∩˙▿˙∩thanks for reading chingu (∩_∩)

Agassi 20 : maaf gak update secepat yang kamu inginkan chingu.. mianhaeyoooo.. (_) thanks for reading chingu (*^^*)

vietrona chan : hehe maaf ya bikin bias nya chingu jadi jahat hihi.. thanks for reading chingu ω

Vinka668 : makasih reviewnha yaaa.. menghibur ≧﹏≦ thanks for reading chingu (*^^*)

Hunhan794 : mianhae gak fast update chingu.. thanks for reading ( ^)o(^ )

WindaYusw : thanks for review and reading chinguuuu └(^o^)┘

Juna Oh : makasih banget chinguuu.. review nya yang panjang dan menghibur bikin author senyum-senyum sendiri ~_~ thanks for reading chingu.. (^^)tunggu karya author yang selanjutnya ya chingu.. salam kenal =ω

HunhanBoo94 : kalo happy and mah udah pasti chinguuu.. soalnya author yang kekanakan ini gak suka sama sad ending soalnya bikin nyesek hehe.. thanks for reading chingu.. ●▽●

DEERHUN794 : thanks for review and reading chinguuu.. salam kenal neee.. (^v^)

minkook94 : thanks chinguuu.. kalo buat ada cast lain author gak sanggup tuh soalnya pengen cepet selese.. tunggu story author yang selanjutnya ne, tapi emang belum tau main pairing nya bakal siapa nanti. Thanks for review and reading chingu.. ()

Arifahohse : maaf gak fast update chingu.. thanks for reading and review.. (⌒▽⌒)

nik4nik : thanks for review and reading chingu. Salam kenal.. (*^▽^*)

deerhanhuniie : maafin author yang bikin karakter mereka jadi terkesan gitu chingu.. mianhaeyoo.. mianhae.. mianhae.. thanks for reading chingu.. (≡^∇^≡)

Ji Minsoo : maaf kalau update nya telat chingu. Thanks for reading and review ya.. salam kenal ⊙▽⊙

HunHanCherry1220 : heol ~ iya terserah cingu aja mau bayangin ceweknya siapa hihi.. thanks udah review chingu. Thanks juga udah mau baca ff author ini. Salam kenal

Reizaw : hallo.. salam kenal juga ya, maaf ya gak bisa fast update, alasan utamanya sih biar readernim penasaran gitu dan alasan lainnya adalah author agak gak rela juga ff ini selese, hahaha.. tapi thanks ya reviewnya. Thanks for reading chingu..

egatoti : jangan ah chingu nanti di amuk fans nya Sandara eonnie ~ hihi.. thanks for review and reading chingu..

M G (Guest) : makasih chingu support nya. Salam kenal. Thanks for reading chinguya.. ^^

Park Rinhyun-Uchiha : sendal punya aku aja hihi.. LOL.. thanks for review and reading chinguuu.. ~

Tunggu karya author yang selanjutnya ya.. author gak tahu bakal publish ff dengan cast siapa tapi author harap banyak yang suka sama karya author yang selanjutnya.

Pai Pai ~

See You Next Stories..

I Love You..

zyyeoliee