Cast : Cho kyuhyun as kim kyuhyun (17 yo)

Choi siwon (34 yo)

Kim kibum (18 yo)

Kwon yuri (29 yo)

Kim young woon/kangin as kyuhyun appa (36 yo)

Park (kim) jung soo/ leeteuk as kyuhyun umma (37 yo)

Lee ( kim) sungmin as kangin little brother (34 yo)

Cast lain muncul seiring berjalannya waktu :)

Warning : BL, Typo(s), aneh dll

Happy Reading

KRIIIIIIIIINGGGG

Bel berbunyi nyaring menandakan bahwa jam pelajaran terakhir telah berbunyi, para siswa bersorak senang, setelah seharian berkutat dengan pelajaran yang memusingkan akhirnya mereka bisa bebas juga.

"ingat, tugas kalian harus dikumpulkan senin pagi" ucap seonsaengnim yang masih berdiri di depan kelas.

"yes saem" jawab murid – murid serempak

"ah, dan satu lagi persiapkan diri kalian untuk perkemahan besok, dan surat izin wali murid terakhir dikumpulkan hari ini" ucap guru berusia hampir empat puluh tahun itu sebelum meninggalkan kelas, begitu guru itu meninggalkan kelas semua murid langsung bersorak sorai, mereka tidak sabar untuk mengikuti acara kemah tahunan yang diadakan oleh SM SHS.

"kyu, apa tahun ini kau akan ikut?" tanya kibum pada kyuhyun yang sedang memasukkan buku – bukunya ke dalam tas.

"tentu saja, lihat ini hyung, appa sudah tanda tangan" dengan bangganya kyuhyun menunjukkan surat izin yang sudah terdapat tanda tangan appanya.

"tumben sekali, kukira ahjussi tidak akan mengizinkanmu lagi" heran kibum, pasalnya dia sangat tau bagaimana protektifnya orangtua kyuhyun, tahun – tahun sebelumnya pun kyuhyun tidak diizinkan ikut.

"aku kan sudah dewasa" ucap kyuhyun bangga, padahal appanya mau menandatangani dan menyetujui keikutsertaannya di perkemahan sekolah juga karna kyuhyun terus merengek dan mengancam mogok makan, sehingga mau tak mau kangin mengizinkan putra manisnya ini ikut kemah.

"baguslah, kau tenang saja disana hyung yang akan menjagamu" ucap kibum senang, yahh tentu saja namja tampan ini senang, kapan lagi dia bisa berduaan dengan kyuhyun tanpa di ganggu siwon, ini kesempatan yang sangat langka bukan?

.

.

"baby, selimutnya eomma letakkan disini, jadi tidak akan sulit mengambilnya" leeteuk memasukkan sebuah selimut tebal ke tas kyuhyun yang terlihat sudah menggembung karna banyaknya barang yang dibawa. "ahh apa lagi ya, ahh jaket, lalu syal, kaos kaki hangat, topi rajut, sarung tangan" leeteuk mengabsen sambil mengambil barang – barang itu dari lemari putranya, sedangkan kyuhyun hanya melihat eommanya itu dengan pandangan horor, astaga dia hanya menginap tiga hari dua malam tapi bawaannya seperti dia akan pergi sebulan, ohh kyuhyun harus menghentikan eommanya, sebelum eommanya mengeluarkan seluruh isi lemari.

"eomma hentikan, kyu hanya menginap dua hari, itu terlalu banyak, cukup bawa jaket, syal dan topi rajut saja, itu cukup" kesal kyuhyun

"eomma hanya takut kau kedinginan sayang, bisa saja disana sangat dingin, kalian berkemah di pegunungan bukan" panik leeteuk, ini pertama kalinya dia membiarkan kyuhyun pergi tanpa pengawasannya, tentu saja dia khawatir, imunitas putranya tidak seperti orang – orang kebanyakan, kyuhyun cukup rentan dengan udara dingin.

"eomma lupa sekarang sedang musim panas? Kyu tidak akan kedinginan tenang saja, lagipula pasti disana juga akan menyalakan api unggun"

"baiklah, baiklah, umma tidak akan memaksamu membawa selimut chagy, tapi kau tidak bisa menolak obat – obatan dan vitaminmu," tegas leeteuk

Hahhh, kyuhyun menghela nafas lelah sebelum mengangguk, "ne eomma" patuhnya, ini lebih baik dari pada dia membawa selimut dan teman – temannya itu.

"kalau begitu eomma akan mempersiapkan obatmu" ucap leeteuk, namja cantik ini sudah akan beranjak dari kamar kyuhyun saat melihat siwon sudah berdiri di pintu kamar kyuhyun yang terbuka, "astaga siwonnie!, kau mengagetkan hyung, kapan kau datang?" tanyanya

"mian hyung, aku baru saja sampai" yahh setelah kangteuk kembali siwon memang kembali ke apartemennya, walaupun sebenarnya sang kekasih tidak rela. "ada apa ini hyung? Apa kalian akan liburan?" tanyanya melihat tas besar dan barang yang berserakan.

"anny, besok kyunnie ada kegiatan sekolah, dia akan berkemah tiga hari dua malam" terang leeteuk

"benarkah baby?" tanya siwon

"n-ne ahjussi" wajah kyuhyun memerah entah mengapa, panggilan baby dari siwon berbeda dari yang dulu dengan sekarang.

"kalian mengobrolah dulu, eomma akan menyiapkan obatmu baby" leeteuk meninggalkan wonkyu di dalam kamar.

"kenapa tidak memberi tahu ahjussi, kau akan kemah baby?" tanya siwon

"hummpff, ahjussi kan sibuk" rajuk kyuhyun, ya siwon memang sibuk akhir – akhir ini, dalam seminggu namja tampan itu sudah bepergian ke tiga negara dalam rangka promo film terbarunya, sebenarnya kyuhyun sangat merindukan kekasihnya, tapi dia gengsi untuk mengatakkannya.

"mianhae, ahjussi juga ingin selalu bersamamu kalau bisa baby" siwon mendekat lalu mengelus pipi chubby kyuhyun penuh sayang.

"eumm, ahjussi, kyu melihat wawancara ahjussi waktu itu" ucap kyuhyun kemudian, wajahnya semakin memerah mengingat pengakuan siwon tentang kekasihnya yang adalah dirinya sendiri. Jujur saja kyuhyun merasa sangat senang dengan begini tidak akan ada yang memasangkan kekasihnya dengan ahjumma jelek itu lagi.

"ahh ne, mianhae baby apa itu mengganggumu?" tanya siwon kawatir, dia takut kyuhyun merasa tidak nyaman.

"anniyo, eumm sebenarnya kyu senang" ucap kyuhyun malu – malu

"aigo, neomu kyopta" siwon memeluk kyuhyun erat karna gemas

"ahjussi sesak" ucap kyuhyun di dada siwon

"mian, kau sangat menggemaskan sayang, ahjussi sangat senang karna babykyu merasa senang, tapi baby tenang saja, tidak akan ada yang tau itu dirimu, ahjussi akan menjagamu" ucap siwon tegas

"eum, kyu percaya" ucap kyuhyun

"aigo manis sekali, bagaimana kalau besok ahjussi ikut mengantarmu ke sekolah?" tawar siwon, sudah lama namja tampan ini tidak mengantar kekasihnya karna kesibukannya, lagi pula dia pasti akan merindukan kyuhyun yang akan berkemah selama tiga hari dua malam.

"tentu saja mau!" pekik kyuhyun senang, "ahh tapi tidak usah" ucap kyuhyun beberapa saat kemudian, bocah manis ini cepat sekali berubah fikiran.

"mwo? Wae?" bingung siwon padahal tadi kyuhyun begitu senang tapi sekarang kekasih manisnya itu malah cemberut.

"nanti kalau teman – teman kyu ada yang mengenali ahjussi bagaimana, ahjussi tidak tau, mereka sangat menyebalkan, mereka sangat menyukai ahjussi, kyu tidak suka" kesal kyuhyun, namja manis ini memang mengakui siwon sangat populer bahkan di kalangan remaja, termasuk teman – temannya, bahkan telinga kyuhyun sampai panas saat yeoja – yeoja itu membicarakan kekasihnya, berdebat dan berebut bahwa siwon akan menjadi kekasih mereka.

"astaga, apa kekasihku sedang cemburu?" goda siwon, mau tidak mau hatinya merasa sangat gembira mendengar pengakuan kyuhyun, bukankah itu artinya kyuhyun sangat mencintainya.

"siapa yang cemburu?" kesal kyuhyun

"sudah mengaku saja baby"

"anniya!" elak kyuhyun

'astaga, bagaimana bisa aku menahan diri untuk melahap bibir merahnya itu' batin siwon matanya masih memangdang bibir merah alami yang mengerucut di depannya, kalau tidak mengingat ini sedang dimana dan juga keberadaan kedua orang tua kekasih manisnya itu, siwon sudah menyambar dan melahap bibir di depannya.

.

.

"baby apa kau yakin akan ikut pergi?" tanya leeteuk cemas, namja cantik itu memegang pundak kyuhyun, menatap putra manisnya itu memelas, mungkin saja itu akan membuat kyuhyun berubah fikiran.

Kyuhyun memutar bola matanya malas, sejak semalam eommanya ini terus saja memintanya tidak usah ikut, ayolah dia sudah besar, bahkan kyuhyun lihat teman – temannya yang juga di atar oleh eomma mereka tampak biasa saja, eommanya memang agak berlebihan, seolah – olah dia akan berangkat ke medan perang saja. Kyuhyun melihat sekelilinya, sepertinya tingkah eommanya menarik perhatian teman – temannya yang belum naik kedalam bus, terlihat dari mereka yang menatap penuh minat ke arah mereka, menyaksikan drama ibu dan anak antara leeteuk dan kyuhyun.

"eomma tenang saja, kyu akan baik – baik saja, bukankah ada saem dan juga kibum hyung" ucap kyuhyun

"baiklah, tapi ingat semua pesan eomma, oke baby?"

"ne eomma" jawab kyuhyun patuh

"bagus" leeteuk mencium pipi chubby kyuhyun di depan teman – teman bocah manis itu, membuat kyuhyun merengut, tentu saja dia malu, mana ada teman seusianya yang diperlakukan seperti ini oleh eommanya.

Setelah puas memberi petuah pada putranya leeteuk beralih pada kibum, mentipkan putranya itu pada kibum agar namja tampan itu menjaganya dan mengingatkan kyuhyun jam – jam meminum vitaminnya.

Pandangan kyuhyun beralih pada seorang namja 'aneh' yang berdiri di depan mobil eommanya, kyuhyun tersenyum pada namja 'aneh'yang ternyata adalah siwon itu, yah sesuai janjinya siwon mengantar kyuhyun ke sekolah, kenapa kyuhyun bilang siwon aneh, bagaimana tidak namja tampan itu memakai syal tebal dan mantel di musim panas, benar – benar tidak cocok, yahh walaupun semua itu siwon lakukan untuk penyamaranya.

Kyuhyun menghampiri siwon, namja manis itu terlihat jelas menahan geli melihat penampilan kekasihnya, kalau tidak banyak orang dia sudah mentertawakan siwon, tapi tentu saja dia tidak setega itu, bukankah siwon seperti ini agar bisa mengantarnya, cukup waktu itu saja siwon membuat sekolah kyuhyun gempar.

"ayo semuanya naik ke bus!" teriak jung saem sambil menggiring anak – anak itu memasuki bus masing – masing.

"ahjussi kyu pergi dulu" pamit kyuhyun, namja manis itu memeluk siwon sekilas, kenapa hanya sekilas, ingat disini banyak orang dan juga ada leeteuk.

Siwon tampak tidak rela, namun akhirnya namja tampan itu mengacak rambut kyuhyun sayang, "jangan sampai kau terluka baby, ini untukmu, dengan ini ahjussi akan selalu bersamamu" ucapnya lembut sambil memberikan sebuah pin berbentuk beruang lucu pada kyuhyun.

"tentu, terima kasih ahjussi, eummm saranghae" bisik kyuhyun, namja manis itu begitu senang dipandanginya pin dari siwon, dipasangnya di bajunya tepat di bagian dada kiri lalu namja manis itu meninggalkan siwon dengan wajah yang memerah, membuat siwon tersenyum geli, kyuhyun memang menggemaskan, siwon tidak bisa mengalihkan pandangannya dari kyuhyun, matanya tetap mengikuti gerak – gerik kyuhyun saat namja manis itu berpamitan dengan eommanya sampai tubuh mungil itu menghilang di balik bus setelah sebelumnya melambai ke arahnya.

Kibum menjadi orang terakhir yang akan menaiki bus, namun sebelum namja dingin itu menaiki bus siwon menahannya.

"ada apa?" tanya kibum malas

"tolong jaga kyunnie" mohon siwon

"tanpa kau minta aku akan melakukannya" jawab kibum, setelahnya namja tampan itu meninggalkan siwon.

"ck dasar bocah tidak sopan" kesal siwon, namja tampan itu lalu beralih pada leeteuk yang tampak belum rela melepas putranya, siwon menghampiri hyungnya itu, merangkul bahunya dengan tangan kiri, seolah menenangkan.

"tenanglah hyung kyunnie akan baik – baik saja" ucap siwon

"hyung tau, tapi tetap saja, oh babyku, bagaimana dia tanpaku, kau taukan siwon kyunnie itu sangat manja, siapa yang akan memaksanya makan dan minum vitamin, ahh dia juga pasti menyingkirkan sayuran dari piringnya, bagaimana kalau disana banyak nyamuk dan hewan liar, seperti ular, harimau, serigala" oceh leeteuk, sepertinya ibu satu anak ini sangat khawatir sampai ucapannya kemana – mana.

"hyung hentikan, pertama disana ada para guru dan juga kibum yang mengatur pola makan kyunnie, kedua itu tempat perkemahan yang sangat aman hyung, mana mungkin ada harimau"

"kau benar siwonnie, maafkan hyung, hyung hanya menghawatirkan kyunnie" sesal leeteuk

"aku mengerti hyung, anggap saja ini sebagai pelajaran untuk kyunnie agar semakin dewasa" nasihat siwon padahal dia tidak kalah khawatirnya pada kyuhyun, terlebih ada kibum disana yang jelas – jelas menaruh hati pada kekasihnya.

"hahh, kau benar, kajja kita pulang" ajak leeteuk yang diangguki oleh siwon.

.

.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan akhirnya rombongan bus SM SHS itu sampai juga di Songnisan National Park. Songnisan National Park merupakan taman nasional terbesar keenam di Korea dengan luas 275 km. Terletak di provinsi Chungcheonbuk-do, songnisan memiliki panorama alam yang sangat indah, tidak heran banyak yang menjadikan Songnisan National Park sebagai tempat berwisata maupun berkemah.

"ayo semuanya turun, satu persatu, jangan saling mendorong!" teriak jung saem dengan pengeras suara. Satu – persatu para siswa keluar dari bus, mereka membawa tas mereka masing – masing, beberapa anak terlihat membawa barang tambahan untuk hiburan seperti gitar, kyuhyun sendiri membawa PSP kesayangannya takut – takut kalau dia bosan.

"buat barisan disini!" teriak jung saem lagi

Murid – murid itu langsung membuat barisan. Setelah memastikan seluruh siswa telah baris dengan rapi, jung saem dan park saem langsung mengabsen siswa satu persatu, dilanjutkan dengan membagi mereka dalam kelompok – kelompok kecil,setiap satu kelompok ini nanti akan menempati satu tenda yang sama.

"kita satu tenda kyunnie" girang kibum, namja tampan ini sangat senang, bagaimana tidak, dengan satu tenda dengan kyuhyun dia akan dengan mudah menjaga namja manis ini, tentu kibum tidak rela kyuhyun satu tenda dengan yang lain tanpa pengawasannya, apalagi kalau sampai kyuhyun satu tenda dengan gerombolan anak – anak berandal di sekolah.

"hyung nanti ajari kyunnie membangun tenda" pinta kyuhyun

"kau tenang saja, cukup lihat biar hyung dan yang lain yang membangunnya" jawab kibum

"anny, kyu kan bagian dari kelompok juga, jadi kyu harus membantu" kekeh kyuhyun

"ne, ne, terserah kyunnie saja" pasrah kibum

"yang sudah mendapat kelompok, silahkan kalian membangun tenda di tempat yang sudah disediakan" ucap park saem

Kumpulan siswa itu langsung membubarkan diri, mereka menatap takjub pemandangan di sekeliling mereka, di taman nasional songnisan juga terdapat gunung yang biasa dijadikan lokasi pendakian, dari gunung yang tidak teralu tinggi sampai yang tinggi, juga terdapat tiga sumber mata air yaitu sungai han, sungai kum, dan sungai nakdong, sehingga walaupun sekarang sedang musim panas udara masih terasa sejuk.

Kelompok kibum dan kyuhyun memilih membangun tenda di tempat yang dekat dengan pohon – pohon sehingga walupun di siang hari tidak terlalu panas. Setelah meletakkan peralatan mereka ke tempat yang aman mereka mulai membangun tenda mereka.

Dimulai dari memasang rangka tenda dan juga patok, para namja – namja kekar itu mulai membangun tenda itu sedikit demi sedikit, kyuhyun yang memang tidak mengerti bagaimana cara membangun tenda hanya membantu sebisanya, seperti memegangi tali atau mengambil alat yang dibutuhkan oleh teman – temannya setelah memakan waktu hampir setangah jam tenda itu dapat berdiri dengan kokoh, kyuhyun menggantungkan sebuah lampu di depan tenda yang akan menerangi tenda mereka saat malam hari.

"hahh selesai juga" kyuhyun menepuk – nepuk tangannya setelah memberikan sentuhan terakhir pada tenda kelompoknya, namja manis ini tampak senang, walaupun dia kelelahan, dia merasa puas karna sudah berhasil melakukan sesuatu.

"kyu, bisa minta tolong ambilkan air" pinta salah satu teman kyuhyun sambil meyodorkan sebuah ember berukuran sedang.

"eoh? Tentu saja, dimana aku harus mengambilnya?" tanya kyuhyun

"disana ada sungai" teman kyuhyun itu menunjuk ke arah selatan dimana sungai berada

"oh, ok tunggu sebentar" patuh kyuhyun, dengan langkah gembira namja manis ini berjalan ke arah sungai.

Setelah berjalan lumayan jauh akhirnya kyuhyun menemukan sungainya, disana tampak banyak murid lain dan para pengunjung yang juga kemah di tempat itu yang sedang mengambil air atau sekedar memandangi sungai berair jernih dengan arus yang tidak terlalu deras, ahh siapapun pasti akan nyaman menghabiskan waktu berlama – lama disana.

Kyuhyun berjalan ke tepi sungai, mencelupkan embernya agar ember itu terisi dengan air, tangannya terendam ke air sungai yang terasa sangat sejuk. 'aku ingin mansdi disini, pasti segar' batin kyuhyun, ahh tapi tentu saja tidak mungkin, mereka semua dilarang mandi di sungai itu untuk menjaga kebersihannya, kalau sekedar mencuci muka tangan atau kaki saja boleh.

Setelah merasa embernya sudah terisi penuh kyuhyun mengangkatnya, rupanya ember itu lebih berat dari dugaannya, terlebih dia tidak terbiasa mengangkat barang berat. Dengan susah payah kyuhyun membawa ember berisi air itu kembali ke perkemahan.

"kyu, astaga!, kemarikan embernya ini berat" kibum yang tiba – tiba saja muncul langsung mengambil alih ember di tangan kyuhyun.

"hyung, bagaimana hyung tau aku disini?" tanya kyuhyun heran, seingatnya tadi kibum sedang membantu teman – temannya yang lain membuat api unggun besar di tengah champ.

"hyung bertanya pada jong suk, kenapa kau tidak meminta bantuan hyung? Ini berat"

"kyu namja hyung, itu tidak berat" elak kyuhyun padahal apa yang dikatakan kibum benar, ia gengsi saja, bagaimanapun dia namja bukan?

"ahh iya sebaiknya kita cepat, jung saem bilang akan ada game" ucap kibum

"benarkah?!" tanya kyuhyun tertarik, namja manis ini memang selalu antusias kalau mendengar kata game, siapapun tau kyuhyun maniak game. Kyuhyun menarik tangan kibum agar berjalan lebih cepat, bahkan namja manis itu lupa kalau kibum membawa seember air yang lumayan berat.

.

.

"ahh babykyu sedang apa disana? Aku merindukannya" gumam siwon sambil memandangi langit yang sudah mulai menggelap dari dalam mobil yang ditumpanginya, hari memang sudah menjelang malam, dan sudah seharian dia tidak melihat wajah manis kekasihnya. saat ini namja tampan ini sedang berada di mobilnya menuju sebuah mall dalam rangka jumpa fans. Donghae yang sejak tadi duduk di sampingnya dan menyaksikan tingkah absurd siwon yang persis seperti seorang namja yang ditinggal kekasihnya sekolah diluar negeri selama beberapa tahun, padahal kyuhyun hanya pergi tidak lebih dari tiga hari benar – benar berlebihan.

"kau benar – benar seperti orang gila" ejek donghae

"biar saja, aku memang gila, gila karna cinta" jawab siwon yang semakin membuat donghae bergidik ngeri, tidak pernah dia lihat artisnya ini seperti ini.

"ya aku tau kau memang gila, sangat gila, sampai bisa – bisanya kau mengakui hubunganmu dengan kyuhyun di acara live" kesal donghae, tampaknya namja penyuka ikan ini masih kesal dengan tingkah siwon yang membuatnya mendapat masalah besar dari agensi yang menaungi siwon.

"oh ayolah hyung kau masih kesal"

"tentu saja, gara – gara kau aku diteror oleh sajangnim" kesal donghae

"mianhae, begini saja sebagai permintaan maaf aku akan mentraktirmu"

"kau fikir aku tidak bisa membayar makan sendiri"

"bagaimana dengan kupon diner romantis di restoran bintang lima, kau bisa menggunakannya dengan eunhyuk" tawar siwon lagi

Donghae berusaha menahan bibirnya agar tidak tersenyum lebar, tawaran siwon itu sangat menggiurkan, kapan lagi bisa dinner romantis di restoran bintang lima, juga pasti akan senang, dan yang terpenting itu gratis.

"ehm, baiklah kalau kau memaksa" jawab donghae sambil memasang wajah terpaksa padahal dalam hati dia berteriak kegirangan, siwon hanya tersenyum tipis melihat reaksi donghae, dia tau ini akan berhasil, dia sudah mengenal donghae cukup lama.

"jadi, apa reaksi kyunnie saat dia melihat pengakuamu waktu itu?" tanya donghae setelah berapa lama keduanya terdiam

"kau tau hyung dia senang" senyum siwon tidak bisa dia sembunyikan, "kau tau dia terlihat sangat imut saat itu, kalau tidak ingat sedang dirumahnya aku sudah menciumnya" gemas siwon

"astaga, dasar kuda mesum" shock donghae

"hahh aku jadi merindukannya, bagaimana kalau kita menyusulnya saja?" gumam siwon

"YAKKK! Kau jangan gila, bagaimana nasib ratusan penggemarmu?!" geram donghae

"hehehe mian hyung aku bercanda, tenanglah, ok?!" gurau siwon, hahh menyenangkan sekali mengganggu donghae, sepertinya dia sudah tertular kejahilan kekasihnya, hahh semoga tiga hari cepat berlaru dan dia sudah tidak sabar untuk bisa bertemu kyuhyun lagi.

Drttt Drrtt tiba – tiba saja smartphone siwon bergetar dengan durasi cukup lama, menandakan ada telfon masuk, namja tampan itu mengambil smartphonenya, menatap layar yang terus berkedip – kedip dan menampilkan nama teukkie hyung dalam tulisan hangul.

Dahi siwon berkerut, ada apa sampai leeteuk menghubunginya?, apa ini ada hubungannya dengan kyuhyun?, entah mengapa jantung siwon berdebar keras memikirkan kekasihnya. Tidak ingin menduga – duga dengan gerakan cepat siwon menjawab telpon dari hyungnya itu.

"Yob..." belum sempat siwon mengucapkan salam, suara leeteuk yang terdengar panik dan bergetar menyapanya, terlebih hyungnya itu terus menyebutkan nama kyuhyun.

"MWO?!" kagetnya, jantungnya berdebar sangat cepat, bahkan tanpa sadar dia meringis, kepanikannya tidak bisa disembunyikan saat mendengar kalimat leeteuk selanjutnya, kyuhyunnya, namja manis yang dicintainya dinyatakan menghilang di perkemahan.

"donghae hyung, putar balik sekarang juga, kita ke songnisan national park!" ucap siwon gusar, wajahnya tampak tegang

"mwo? Kau gila?" tanya donghae

"DONGHAE!" bentak siwon, "kumohon hyung, kyuhyunku,dia hhh h-hilang hyung" ucap siwon lagi kali ini nadanya lebih pelan namun donghae bisa melihat bagaimana kalutnya siwon, dan mau tidak mau akhirnya donghae menuruti permintaan siwon.

.

.

Suasana ramai terlihat di kawasan songnisan national park, namun ini bukanlah keramaian yang biasa, terlihat dari banyaknya para petugas keamanan dan penyelamat songnisan national park yang berseragam serba hijau, terlihat hilir mudik di kawasan nasional yang sangat luas itu, beberapa terlihat meminta keterangan dari guru yang bertugas mengawasi siswa yang sedang mengadakan perkemahan disana.

Kegemparan terjadi di area perkemahan itu karna hilangnya seorang siswa SM SHS saat sedang melaksanakan pendakian ke salah satu puncak gunung yang ada di songnisan national park. Ini terhitung sudah hampir lima jam sejak siswa itu dinyatakan hilang, dan para petugas masih berusaha mencarinya dengan menyusuri jalan menuju puncak.

"jadi dia tidak kembali bersama rombongannya?" tanya seorang petugas pada seorang guru

"ya, mereka bilang terakhir kyuhyun masih berjalan di belakang mereka sambil mencatat dan mendata pohon – pohon yang mereka lewati, tapi saat sampai ke garis finis kyuhyun sudah tidak terlihat di belakang mereka, mereka sempat menunggu beberapa lama karna menganggap kyuhyun mungkin masih diperjalanan namun sampi hampir satu jam kyuhyun tidak sampai juga, dan akhirnya mereka melapor pada kami" jelas guru itu menjelaskan kejadian yang diceritakan siswa – siawanya, guru muda itu tidak menyangka acara jelajah alam yang harusnya bisa menjadi edukasi untuk siswa – siwanya justru berakhir dengan bencana, guru itu juga sudah memberi kabar pada orang tua kyuhyun, dan mereka sedang dalam perjalanan menuju kemari.

"terima kasih atas keterangan anda, kami akan berusaha menemukannya" ucap petugas itu berusaha menenangkan, walaupun sebenarnya dia sendiri tidak yakin, langit semakin gelap dan akan menyuitkan pencarian, di tambah cuaca yang tiba – tiba berubah drastis, awan gelap terlihat menutupi area perkemahan. Petugas itu akhirnya berkumpul kembali bersama petugas lainnya untuk kembali menyusun strategi pencarian.

Ditempat lain tampak beberapa petugas keamanan sedang menahan seorang namja yang memaksa ikut melakukan pencarian.

"yak! Lepaskan! Aku harus mencari kyuhyun!" bentak kibum, namja tampan itu tidak perduli yang dibentaknya adalah guru dan petugas keamanan yang jauh lebih tua darinya, yang ada difikirannya saat ini hanya ada, kyuhyun, kyuhyun, dan kyuhyun. Dia sangat menyesal karna tidak bisa menjaga kyuhyun, kibum memang tidak berada di kelompok yang sama dengan kyuhyun saat pendakian tadi, harusnya tadi dia memaksa agar bisa sekelompok dengan kyuhyun, mungkin saja akhirnya tidak akan seperti ini.

Namja dingin itu menatap awan gelap diatasnya, sebentar lagi pasti akan hujan, dan langit sudah gelap, bukankah kyuhyun takut gelap dan sangat tidak menyukai dingin, memikirkan itu semakin membuat kibum memberontak.

"kinbum-ah, tenanglah kau akan mengganggu para petugas mencari kyuhyun" bujuk jung saem

"aku tidak bisa diam saja disini saem, sementara kyuhyun disana sendirian, dia pasti takut dan kedinginan" lirih kibum

"tenanglah mereka akan melakukan yang terbaik, sekarang sebaiknya kau ikut denganku, kau butuh ketenangan" bujuk jung saem

Kibum mengangguk patuh, matanya melirik sekilas ke arah peralatan milik para petugas penyelamat itu, ada jas hujan dan juga senter, serta tambang, namja tampan ini tampaknya sedang merencanakan sesuatu.

"ini minumlah, kurasa bisa membuatmu tenang" jung saem menyodorkan secangkir teh pada kibum yang diterima namja tampan itu, mereka saat ini berada di tenda kesehatan.

"saem, petugas mencari anda" ucap seorang siswa yang tiba – tiba muncul

"baik aku akan segera kesana, kibum, kau diamlah disini dulu" ucap jung saem, kibum hanya mengangguk.

Setelah memastikan jung saem pergi kibum meletakkan cangkirnya, setelah memastikan keadaan aman dia menyelinap keluar tenda, diambilnya jaket tebalnya dari dalam tenda miliknya, setelah itu secara diam – diam dan sangat hati – hati kibum mengambil peralatan tim penyelamat, namja tampan itu berjalan ke arah hutan, menghindari petugas yang sedang berjaga.

"kyunnie, tunggulah hyung akan menolongmu" gumamnya sambil mengeratkan jas hujan yang dipakainya, tetesan air memang mulai turun membasahi arena perkemahan tersebut.

.

."eomma~" gumam kyuhyun, namja manis ini berjalan tak tentu arah, yang dia lihat disekelilingnya hanya kegelapan, dan juga pohon – pohon lebat, badannya bergetar karna kedinginan dan ketakutan, sungguh ini salah satu momen paling menakutkan dalam hidupnya, rasanya dia ingin menangis, tapi itu tidak akan membantu apapun.

Kyuhyun memeluk tubuhnya sendiri yang hanya tertutup baju basah, sweater yang dipakainya tidak membuatnya hangat sama sekali karna hujan yang turun semakin deras, sesekali kakinya tersandung ranting atau batu yang berada d jalur jalannya, bahkan sudah banyak luka gores di tubuhnya, lututnya pun terasa nyeri karna dia sempat terjatuh tadi.

Kyuhyun merutuki dirinya sendiri yang begitu bodoh sampai tersesat seperti ini, ini karna tadi dia terlalu semangat mengamati sebuah pohon langka saat pendakian, karna terlalu asik dia tertinggal jauh dari rombongannya, dengan modal insting –karna tidak memegang peta- kyuhyun berusaha menyusul teman – temannya namun justru dia tersesat dan masuk semakin dalam ke hutan.

GUK GUK GUK

"hwaaa eomma!" teriak kyuhyun, namja manis ini menutup kedua telinganya, ketakutannya semakin besar, didalam hutan seperti ini pasti sangat banyak hewan liar, seperti anjing hutan, ular, atau mungkin harimau, membayangkannya saja kyuhyun sudah bergidik ngeri, dia tidak ingin berakhir menjadi santapan hewan – hewan itu.

"hiks e-eomma, appa, hikss ahjussi, hyung" tangis kyuhyun akhirnya pecah, namja manis ini berjongkon sambil memanggil orang – orang yang biasanya selalu hadir untuk menenangkan dan melindunginya, namun sekarang disini dia sendirian.

Tangan kyuhyun tidak sengaja menyentuh pin yang masih menempel dibajunya, tangisnya perlahan mereda, walaupun masih takut dia sedikit merasa tenang, dia mengingat ucapan siwon, yahh siwon akan selalu bersamanya, kyuhyun menggenggam pin itu untuk mengumpulkan keberaniannya, perlahan namja manis itu bangkit.

"kyu tidak boleh menyerah, tidak akan ada gunanya berdiam disini" gumam kyuhyun, namja manis itu mengusap air matanya, tidak perduli telapak tangannya yang sedikit kotor.

SRAKKK SRAKKK, baru kyuhyun akan berjalan lagi terdengar suara gemerisik di belakangnya, seketika namja manis itu panik, dia melihat kebelakang, namun tidak bisa melihat apapun.

SRAKKK SRAKKK suara itu terdengar kembali, fikiran – fikiran buruk mulai hinggap dikepalanya, bisa saja itu binatang buas bukan.

"HWAAAAA EOMAAAA!" kyuhyun berteriak sambil berlari sekencang mungkin, walau sesekali menabrak ranting dia tidak perduli dan terus berlari, kyuhyun bahkan tidak sadar ada sebuah akar pohon besar yang melintang di depannya, beberapa saat kemudian akar besar itu tertabrak oleh kaki kyuhyun, membuat tubuh itu oleng kedepan dan terperosok ke jurang yang sebenarnya tidak terlalu dalam namun banyak akar – akar pohon dan bebatuan.

SRAAAKKKK BRUUUUKKK

Akhirnya tubuh kyuhyun berhenti setelah tubuhnya menyentuh dasar jurang, krekkkk, kyuhyun bisa mendengar suara mengerikan dari kakinya yang menyetuh dasar jurang terlebih dahulu disusul dengan rasa sakit yang amat sangat.

"arrrgggghhhhhh" teriak kyuhyun, kakinya sungguh sakit, mungkin terkilir atau bisa jadi patah, bahkan sakit di sekujur tubuhnya yang sepertinya terbentur batu atau tergores ranting tidak ada apa – apanya dengan rasa sakit di kakinya.

"hiksss appo, tolong!" teriak kyuhyun, matanya sulit terbuka karna hujan yang deras, kakinya tidak bisa digerakkan sama sekali, dia hanya dapat terduduk pasrah.

"TOLONG! AKU DISINIIII!" teriak kyuhyun berharan ada yang mendengarnya, namun tidak ada apapun selain suara hujan, "hiks tolong" lirih kyuhyun, kepalanya terasa pusing karna terlalu lama terkena hujan, badannya menggigil sejadi – jadinya, bibirnya bahkan mulai membiru. Apakah hidupnya akan berakhir di tempat seperti ini? Seorang diri tanpa siapapun yang menemaninya?, kyuhyun menggelengkan kepalanya, kyuhyun ingin walaupun dia meninggal, ada orang – orang yang disayanginya yang berada disisinya, tidak seperti kyunnie fikiranmu semakin kacau karna ketakutan.

Kyuhyun sudah nyaris putus asa, saat samar – samar didengarnya suara seseorang yang memanggil namanya, walau samar kyuhyun mengenal suara itu.

"hyung, kibum hyung! Kyunnie disini hyung!" teriaknya, berharap kibum mendengarnya, semangat yang tadinya hilang kini muncul kembali. Sepertinya kibum tidak mendengar suaranya karna ditutupi suara hujan yang lebat, dengan segenap kekuatannya kyuhyun berteriak, tidak perduli dengan kepalanya yang semakin sakit, ataupun tenggorokannya yang akan sakit setelah ini, nyawanya lebih penting.

"HYUNG! KYUNNIE DISINI!" teriaknya kencang, setelahnya namja manis ini tampak menarik nafas dengan cepat, dia kelelahan.

"KYU?!"

Bagus sepertinya kibum mendengar suaranya, "hyung" lirih kyuhyun, dia sudah tidak sanggup berteriak lagi, sekarang semua tergantung kibum. Kyuhyun sudah nyaris putus asa saat kibum tak juga menemukannya, namun kyuhyun kembali optimis saat melihat cahaya senter meneranginya, ditambah dengan pekikan seorang kim kibum.

"KYU?!, oh thanks god" gumamnya saat senternya berhasil menyorot tubuh kyuhyun yang terduduk di dasar jurang, namja tampan itu memastikan keadaan kyuhyun, dia bersyukur kyuhyun masih tampak sadar walau dalam kondisi yang cukup menggenaskan dengan luka dimana – mana. Kibum mengamati ketinggian jurang itu, melihat kemiringan tanahnya yang cukup terjal, apalagi tersiram oleh hujan, sebenarnya dia ingin langsung turun kebawah menolong kyuhyun tapi bisa – bisa mereka berdua akan terjebak disana.

"KYU! BERSABARLAH HYUNG AKAN MENOLONGMU!" teriak kibum dibalas dengan aggukan lemah kyuhyun, tenaganya benar – benar terkuras habis.

Kibum menatap sekelilingnya, sepertinya dia bisa memanfaatkan ranting pohon dan juga tali yang dicurinya dari petugas penyelamat untuk menyelamatkan kyuhyun, namja tampan itu mulai berkutat dengan tali yang dibawanya. "tunggulah kyu, hyung akan menyelamatkanmu" gumamnya

TBC

Yeeeyyy bares juga chap ini, hahhh semoga cukup memuaskan untuk teman – teman semua, maaf kalau ceritanya semakin aneh saja hehehe, saya gak tau ini akan berakhir di chap berapa, sesuai dengan mood dan ide yang muncul dehh hehehe, maaf kalau masih ada typo yang bersebaran, dan terima kasih untuk semua review yang sudah masuk, #peluk satu – satu, udah deh segini aja cuap – cuapnya, sampai jumpa di chap selanjutnya pai – pai ...