Cast : Cho kyuhyun as kim kyuhyun (17 yo)
Choi siwon (34 yo)
Kim kibum (18 yo)
Kwon yuri (29 yo)
Kim young woon/kangin as kyuhyun appa (36 yo)
Park (kim) jung soo/ leeteuk as kyuhyun umma (37 yo)
Lee ( kim) sungmin as kangin little brother (34 yo)
Cast lain muncul seiring berjalannya waktu :)
Warning : BL, Typo(s), aneh dll
Happy Reading
Mobil mewah berwarna hitam metalik itu baru saja sampai di halaman parkir songnisan national park, seorang namja yang masih terlihat tampan diusianya yang tidak bisa lagi dibilang muda keluar terburu – buru dari mobil tersebut diikuti oleh namja berwajah cantik yang duduk di kursi samping kemudi. Wajah keduanya tampak sangat tegang dan terlihat khawatir, bagaimana tidak, putra sematawayang mereka dinyatakan hilang saat mengikuti perkemahan yang diadakan sekolahnya, orang tua mana yang tidak akan khawatir. Orangtua dari kim kyuhyun ini memang langsung menyusul ke songnisan national park begitu pihak sekolah memberitahu mereka, mereka tidak memperdulikan rapat penting yang mereka tinggalkan, bagi mereka kyuhyun lah yang terpenting.
"cepat kangin-ah" ucap leeteuk tidak sabar, mereka harus berjalan agak jauh menuju ke arena perkemahan songnisan national park.
"ne tenanglah chagy, kyunnie akan baik – baik saja" ucap kangin menenangkan istrinya sambil berusaha menenangkan dirinya sendiri, kyuhyun adalah seglanya baginya, seorang putra yang sangat dia sayangi lebih dari apapun di dunia ini.
kangin berjalan sambil menuntun leeteuk, dia tau pasangan hidupnya bahkan tidak sanggup berjalan dengan benar saat ini, dia terlalu lemas saat mendengar putra kesayangan mereka hilang.
"leeteuk hyung kangin hyung" siwon yang ternyata sampai hampir berbarengan dengan pasangan kangteuk langsung menghampiri kedua hyungnya itu dengan tergesa – gesa, dibelakangnya donghae yang baru saja memarkirkan audi hitam milik siwon menghampirinya, siwon bahkan keluar dari mobil sebelum mobil itu benar – benar berhenti, dia terlalu kalut.
"siwonnie hiks kyunnie" tangis leeteuk yang sejak tadi berusaha ditahannya akhirnya pecah saat melihat siwon, namja cantik itu langsung menghambur memeluk siwon, "siwonnie, kyunnie, baby kyunnie, hiks" ucap leeteuk dengan terbata – bata disela tangisnya.
"tenang hyung kita akan menemukannya" ucap siwon menenangkan leeteuk walau dia sendiri merasa tidak tenang. Jangan kira dia tidak khawatir, siwon serasa ingin mati saat mendengar kekasihnya menghilang.
"maaf, apa anda orangtua kyuhyun-ssi?" tanya seorang petugas penyelamat yang datang menghampiri kangin
"ya, saya appa dari kim kyuhyun" jawab kangin
"bisa ikut kami?" tanya petugas itu lagi
"tentu saja, kajja chagy" kangin menarik leeteuk yang masih menangis kepelukannya, keduanya dan juga siwon mengikuti petugas keamanan itu menuju ke perkemahan, disana masih banyak petugas keamanan yang berkeliaran dan juga dewan guru yang ditugaskan mendampingi para siswa. Guru itu langsung menghampiri kangin dan leeteuk, membungkuk sekilas kepada wali siswanya itu sambil menyampaikan penyesalan yang sangat mendalam karna musibah yang menimpa kyuhyun.
"bagaimana dengan putra kami?" tanya kangin pada pimpinan para petugas penyelamat itu
"saat ini anggota kami masih mencari keberadaan kyuhyun, tapi seperti yang anda lihat pencarian ini belum membuahkan hasil tuan kim" jawab petugas keamanan itu
"lalu bagaimana sekarang?" tanya kangin tidak sabar.
"kami minta maaf, tapi kami harus menghentikan pencarian sementara waktu, seperti yang anda lihat cuaca tiba – tiba saja memburuk, dan kami tidak bisa mengambil resiko kalau tetap memaksa untuk masuk ke dalam hutan"
"MWO? Lalu bagaimana dengan putraku hah?!, bagaimana dengan kyuhyunku?!, kalian akan membiarkannya di hutan sendirian, bagaimana kalau terjadi hal yang buruk padanya?!" marah kangin
"kami benar – benar minta maaf tuan" sesal petugas itu
"apa maksud kalian hah? Kalian tidak bisa menghentikan pencarian, tolonglah aku akan membayar berapapun agar kalian tetap mencari putraku" ucap kangin
"ini bukan masalah uang tuan, tapi aku tidak bisa membahayakan anggota tim ku"
"kalau kalian tidak bisa mencari putraku, baiklah, aku akan mengerahkan orangku untuk mencarinya" ucap kangin tegas, yahh kangin akan melakukan apapun, dia akan mengerahkan pengawal, polisi bahkan mungkin tim swaat sekalipun untuk mencari kyuhyun, kangin tidak perduli berapa banyakpun uang yang akan dia keluarkan untuk bisa menemukan kyuhyun.
.
.
Dengan susah payah akhirnya kibum berhasil sampai ke tempat kyuhyun, namja tampan itu menatap miris luka di tubuh kyuhyun, "kyunnie gwenchana?" tanya kibum, namja tampan itu memeriksa keadaaan kyuhyun dari ujung kaki sampai ujung kepala, banyak luka goresan di tubuh kyuhyun, pakaian yang dipakainya pun tampak robek di beberapa bagian, mungkin tersangkut akar – akar pohon dan ranting di tepian jurang saat dia terjatuh.
"arghh, jangan sentuh kakiku hyung" ucap kyuhyun lemah saat kibum hendak memeriksa kakinya
"ada apa?" tanya kibum takut, namja tampan itu langsung memeriksa kaki kyuhyun.
"kyunnie?" kibum memperhatikan kaki kyuhyun, namja tampan itu menahan diri untuk tidak menyentuh kaki kyuhyun, dia tidak ingin luka kyuhyun semakin parah. "hyung akan membantumu berdiri kyu, hujan semakin lebat kita harus segera pergi dari sini" ucap kibum, namja tampan itu meletakkan tangan kyuhyun di pundaknya, tangan kirinya sendiri merengkuh pinggang kyuhyun, berusaha membantu namja manis itu untuk berdiri.
"arghhh" erang kyuhyun, namja manis itu berdiri dengan susah payah walaupun dengan bantuan kibum, "hyung bagaimana kita keluar dari sini?" lirihnya, dalam keadaan sehat saja akan sulit untuk keluar dari jurang ini bagaimana sekarang, saat kakinya terluka parah.
"kau tenanglah kyu, kita pasti akan keluar dari sini hyung berjanji" ucap kibum, tatapannya terlihat serius.
"kyu rangkulkan tanganmu di leherku" ucap kibum, kyuhyun yang tidak mengerti hanya menuruti perintah kibum, namja manis itu melingkarkan tangannya ke leher kibum, kibum dengan sigap memeluk pinggang kyuhyun lalu namja tampan itu mengikat kyuhyun dengan tali yang tadi membawanya turun, bagian ujung talinya masih terikat erat di batang pohon besar di atas sana, dia akan membawa kyuhyun memanjat bersamanya.
"hyung yakin tali ini akan kuat untuk kita berdua?" tanya kyuhyun
"ya kau tenang saja" ucap kibum
"anny hyung, nanti kalau talinya putus hyung akan ikut terjatuh bersama kyu" tolak kyuhyun, namja manis itu tidak ingin kibum berada dalam bahaya karnanya, "lebih baik hyung pergi saja dulu dan meminta bantuan" usul kyuhyun
"dan meninggalkanmu sendiri disini?, tidak akan!" tolak kibum tegas, "berpegangan lah yang erat" ucap kibum, namja tampan itu mulai memanjat selangkah demi selangkah sambil tetap menjaga kyuhyun yang berada di gendongannya, kibum berdoa dalam hati agar tali itu kuat menahan bobot tubuhnya dan kyuhyun. kibum sempat terpeleset beberapa kali karna tanah yang basah disiran oleh air hujan yang semakin deras, kibum tidak perduli tangannya yang mati rasa karna terus berpegangan pada tali dan karna kedinginan, dia lebih menghawatirkan keadaan kyuhyun, namja tampan itu bisa merasakan kyuhyun menggigil kedinginan di pelukannya.
"bertahanlah kyunnie, sedikit lagi" bisiknya, yahh hanya bebarapa langkah lagi dia akan sampai di mulut jurang.
TEP, kibum menghela nafas lega saat akhirnya dia sampai di puncak, nafasnya memburu, bahkan uap putih keluar dari mulutnya, tanda bahwa dia kedinginan dan kelelahan, matanya melirik ke arah kyuhyun, namja tampan itu terbelalak saat melihat kyuhyun memejamkan matanya, nafas namja manis itu terasa cepat didadanya.
"kyu" panggil kibum khawatir, "kyunnie kau dengar hyung, jangan tertidur, kita sudah keluar dari jurang itu" ucap kibum sambil menepuk – nepuk pelan pipi chubby kyuhyun yang seputih kapas dan sedingin es. Kibum sadar, dia harus segera membawa kyuhyun dari sini, dan memberinya pertolongan, namun apa yang bisa dia lakukan ditengan hujan lebat seperti ini?, bisa – bisa mereka akan semakin tersesat.
Kibum mengangkat tubuh lemah kyuhyun, menggendong kyuhyun di ala bridal style, badannya sedikit membungkuk untuk melindungi kyuhyun dari derasnya hujan, dia tidak mungkin menggendong kyuhyun dengan piggy back, tidak disaat kaki kyuhyun sedang cidera. Kibum mulai melangkah, setidaknya dia harus mencari tempat yang bisa melindunginya dan kyuhyun dari hujan lebat ini.
Setelah hampir setengah jam berjalan dan hampir menyerah akhirnya kibum menemukan sebuah bangunan, sepertinya dulu itu adalah pos bagi pendaki namun sudah tidak terpakai, dilihat dari keadaannya yang tidak terawat dan banyak coretan di dindingnya, kibum memutuskan untuk berteduh disana, yahh dia tidak bisa menembus hujan terlebih keadaan kyuhyun tidak cukup baik, kibum berharap di dalam pos itu masih ada peralatan standar yang memang biasanya ada di pos – pos pendakian.
"kyunnie kita berteduh sebentar disini" ucap kibum, namja tampan itu merebahkan kyuhyun di sudut pos, menghindari beberapa bagian atap yang bocor, yahh tempat ini lebih baik dari pada mereka harus berada di luar. Namja tampan itu lalu memeriksa lemari penyimpanan yang ada di pojok ruangan, mencoba mencari benda apapun yang mungkin berguna untuk mereka.
Kibum mendesah keras saat tidak menemukan apapun yang bisa dia gunakan, wajar sebenarnya pos ini mungkin sudah tidak digunakan selama bertahun – tahun. Kibum tidak menyerah, namja tampan itu terus mencari, sampai akhirnya kibum menemukan sebuah botol berisi cairan, dibukanya penutup botol itu lalu ditempelkan hidungnya kepermukaan botol.
"bensin" gumamnya, benda ini bisa sangat berguna untuk membuat perapian. Kibum menghampiri kyuhyun, "kyunnie, tunggu sebentar disini ne, hyung akan mencari kayu bakar" ucap kibum, namja tampan itu melangkah keluar menggunakan mantel hujannya, berusaha mencari kayu bakar atau sekedar ranting yang masih kering, kyuhyun yang separuh sadar hanya bergumam pelan.
Beberapa saat kemudian kibum kembali, namja tampan itu membawa sedikit ranting di balik mantel hujannya, yahh dia hanya mendapatkan sedikit, sebagian besar ranting sudah basah karna hujan.
Kibum mulai berkerja dengan ranting – ranting kering itu dan bensin, sesekali dia mengecek keadaan kyuhyun, namja tampan itu terpaksa menbuat api secara manual karna tidak memiliki korek, beruntung dia pernah mendapat pelatihan membuat api tanpa korek saat mengikuti seminar pecinta alam. Sedikit demi sedikit api itu mulai menyala, kibum langsung menyusun ranting – ranting yang dibawanya agar api itu tetap terjaga.
"kyunnie, kau akan merasa lebih hangat di dekat api" ucap kibum, namja tampan itu membawa kyuhyun mendekati api, memposisikan kyuhyun duduk di depannya, kibum memeluk kyuhyun dari belakang, membantu kyuhyun agar cepat merasa hangat.
"hhahh d-dingin h-hyung" gigi kyuhyun bergemeletuk sangking dinginnnya, padahal mereka sudah terduduk di depan api unggun. Kibum sendiri sampai bingung harus melakukan apa.
Kibum memperhatikan kyuhyun, dia sadar pakaian namja manis itu basah kuyup, "mian kyu, hyung harus melakukan ini" kibum dengan perlahan melepaskan pakaian kyuhyun.
"hyung" kyuhyun menahan tangan kyuhyun yang sudah hendak melepas pakaiannya, namja manis itu menatap lemah mata kelam kibum.
"kau percaya hyung kan?, hyung hanya ingin membuatmu hangat" ucap kibum lembut
Kyuhyun terdiam beberapa lama sampai akhirnya namja manis itu melepas tangan kibum, membiarkan hyungnya itu melepaskan pakaiannya, setelah seluruh pakaian kyuhyun terlepas kibum melepas mantel hujannya, bajunya masih tampak kering di dalam mantel itu, dengan cepat kibum melepasnya, membuat tubuh bagian atasnya terekspos, digunakan pakaiannya untuk menyelimuti kyuhyun, lalu namja tampan itu merobek pakaian kyuhyun, pakaian basah kyuhyun itu digunakan untuk membersihkan darah di kaki kyuhyun dan membalut kakinya itu, robekan yang lebih kecil digunakan sebagai kompres, setidaknya ini lebih baik dari pada kyuhyun memakai baju basah.
"hyung tidak kedinginan?" tanya kyuhyun
Kibum tersenyum, "hyung lebih kuat darimu" ucap kibum lembut
Kyuhyun membuka sedikit pakaian kibum yang menyelimutinya, mengisyaratkan pada kibum untuk ikut masuk dan berbagi 'selimut' dengannya, "ini cukup untuk kita berdua" ucap kyuhyun, dia tidak ingin penolongnya ini sakit karnanya.
"baiklah" ucap kibum, namja tampan itu bergabung dengan kyuhyun, lalu memeluk kyuhyun dengan erat, sentuhan kulit dengan kulit pasti akan membuat mereka lebih hangat.
.
.
"aku tidak bisa menunggu lagi" marah kangin, ini sudah hampir delapan jam setelah hilangnya kyuhyun dan tim penyelamat masih belum bisa masuk ke hutan, kangin sudah cukup bersabar, bahkan tadinya namja paruh baya ini sudah hendak nekat untuk mencari kyuhyun sendiri tanpa bantuan petugas penyelamat, siwon sendiri bahkan bersedia menemaninya mencari kyuhyun, namun para petugas itu melarangnya, kondisi di hutan sangat berbahaya saat di malam hari terlebih hujan turun dengan derasnya, sesekali suara petir bahkan terdengar begitu keras.
"kyunnie, kyunnie, hiks" leeteuk, yang sejak tadi terus terisak sambil memeluk jaket kyuhyun di dalam tenda yang seharusnya ditempati kyuhyun. "kangin-ah kyunnie pasti ketakutan, dia tidak suka petir" lirih leeteuk, namja cantik ini terlihat sangat kacau.
"tenanglah chagy, aku berjanji akan menemukan kyunnie" ucap kangin sambil memeluk leeteuk, lalu di keluar menemui siwon yang sedang berkonsultasi dengan beberapa petugas keamanan, sama seperti kangin san leeteuk siwon juga tidak bisa tidur, namja tampan itu bahkan belum sempat beristirahat sejak sampai disini.
"siwon-ah" panggil kangin
"hyung" sahut siwon
"bagaimana?" tanya kangin
"mereka baru akan meneruskan pencarian saat pagi" ucap siwon, namja tampan itu sama kacaunya dengan leeteuk dan kangin.
"kau pasti lelah setelah syuting, istirahatlah dulu" ucap kangin
"tidak hyung, aku tidak bisa istirahat sampai kyuhyun ditemukan, aku akan ikut dengan tim penyelamat pagi nanti, aku akan mencari kyuhyun" kekeh siwon
"hyung juga akan ikut mencari kyunnie" ucap kangin
Pagi – pagi buta akhirnya hujan yang terus mengguyur songnisan national park mulai mereda, para petugas keamanan beserta kangin dan siwon mulai menyiapkan peralatan untuk melakukan pencarian, peta besar membentang dia atas meja, pemimpin tim penyelamat sedang melakukan brefing untuk menentukan jalur pendakian yang akan mereka lalui. Mereka sangat sibuk untuk mencari kyuhyun sampai tidak menyadari salah satu siswa mereka juga menghilang, siapa lagi kalau bukan kim kibum.
"maaf pak, salah satu siswa kami ikut menghilang, dia tidak ditemukan di tendanya" lapor salah satu guru yang tiba – tiba saja datang
"mwo? Bagaimana bisa, sejak kapan?" tanya tim penyelamat
"namanya kim kibum, semalam dia masih berada di perkemahan, kemungkinan dia masuk hutan untuk mencari kyuhyun" ucap guru itu.
"satu belum ditemukan ada lagi yang hilang" sahut petugas keamanan itu sambil memijat pelipisnya, "kami juga akan menemukannya sonsaengnim, apa keluarganya sudah dihubungi?"
"belum pak, kami baru menyadari dia tidak ada beberapa saat lalu"
"baiklah, kami akan mencoba menemukannya" ucap petugas tersebut.
Setelah brefing selesai seluruh petugas penyelamat, ditambah kangin dan siwon sudah siap dengan peralatan lengkap, mereka bahkan membawa alat – alat untuk pertolongan pertama. Hari masih cukup gelap karna matahari belum terbit, namun beruntung hujan sudah mereda dan hanya menyisakan titik – titik kecil air yang jatuh dari langit, senter – senter besar berada di genggaman masing – masing anggota penyelamat.
"periksa seluruh bagian hutan, kita tidak akan kembali sampai menemukan mereka" ucap pemimpin tim penyelamat pada seluruh anggotanya.
"siap pak!" sahut seluruh anggota tim penyelamat itu. Tim mereka akan dibagi menjadi tiga kelompok berisi masing masing sepuluh orang, kangin dan siwon sendiri berada di kelompok dua, sebenarnya leeteuk memaksa ingin ikut namun, kangin dengan tegas menolaknya, terlebih dengan keadaan leeteuk yang seperti itu, leeteuk akan tinggal bersama para guru yang masih berusaha menenangkannya.
"kumohon temukan kyunnie" lirih leeteuk, matanya menatap kangin penuh permohonan, mungkin dia bisa saja gila kalau sampai terjadi suatu hal yang buruk pada putranya.
"aku berjanji padamu, aku tidak akan kembali tanpa kyunnie, dan dia akan baik – baik saja" kangin memeluk leeteuk saling berbagi kekuatan. Beberapa saat kemudian kangin melepaskan pelukannya, memberikan kecupan singkat di dahi leeteuk, mereka harus segera berangkat.
Tim itu mulai bergerak untuk menyusuri hutan, kangin dan siwon berjalan paling depan bersama sang kapten. Mereka hendak memasuki hutan di depan mereka, saat salah satu anggota tim penyelamat tiba – tiba saja berhenti.
"ada apa?" tanya ketua tim
"saya seperti mendengar sesuatu pak" lapornya
"apa? Dimana?"
"saya juga tidak yakin pak, suara itu terdengar dari sebelah sana" petugas itu menunjuk salah satu jalur pendakian yang penuh pohon.
"semua harap tenang" perintah ketua tim itu membuat seluruh anggota diam, namun mereka tidak mendengar suara apapun, "mungkin itu hanya suara pohon, kita harus segera masuk hutan, cepat!" ketua tim kembali melanjutkan perjalanannya untuk memasuki hutan, diikuti oleh anggota yang lain.
"to-long" rombongan itu kembali berhenti saat mendengar suara lirih itu, perhatian mereka kini tertuju pada jalur pendakian yang penuh pepohonan tadi.
Untuk sesaat tidak terjadi apapun, tidak ada apapun di sana bahkan suara lirih yang mereka dengar tadi pun tidak terdengar lagi, seolah – olah suara tadi hanyalah khayalan mereka. Namun, beberapa saat kemudian sebuah bayangan muncul dari balik semak – semak, suasana yang gelap membuat mereka sulit untuk melihat, namun beberapa saat kemudian bayangan itu semakin jelas, sesosok tubuh dengan langkah terburu – buru keluar dari kerindangan hutan, namja berbalut jas hujan itu tampak menggendong sesuatu di lengannya.
"To-l-long" suara lirih itu kembali terdengar, menyadarkan para petugas keamanan, terlebih saat kangin dan siwon menyadari bahwa orang itu adalah kibum, dengan seseorang berada dalam dekapannya, walaupun gelap mereka yakin kyuhyunlah yang ada di gendongan kibum.
Kangin dan siwon berlari secepat mungkin ke arah kibum, jarak mereka sekarang tidak lebih dari lima meter dari kibum dan akhirnya mereka dapat melihat dengan jelas sosok namja manis yang beraada dalam dekapan kibum, namja manis yang tampak tertutupi oleh pakaian kibum, namja manis itu tampak memejamkan matanya dengan wajah dan bibir yang tampak pucat.
"KYUNNIE!" pekik kangin dan siwon bersamaan, jantung mereka berdebar sangat cepat melihat mata kyuhyun yang terpejam.
Kangin berhasil meraih tubuh putranya yang dingin tepat pada saat kibum tidak lagi mampu bertahan, namja tampan ini jatuh terduduk , dia begitu kelelahan, bagaimana tidak, semalam tiba – tiba kyuhyun tidak sadarkan diri dengan suhu tubuh yang sangat dingin, nafas namja manis itu bahkan terdengar putus – putus, keadaan kyuhyun itulah yang membuat kibum nekat menerobos hujan, dan akhinya setelah sepanjang malam dia berjalan kesana kemari sambil menggendong kyuhyun dia menemukan jalan keluar.
Para petugas menghampiri kibum dan langsung memberikan pertolongan menggunakan tabung oksigen, yang lainnya mencoba membantu kyuhyun, namun kangin tidak mau melepaskan pelukannya dari kyuhyun. kibum sendiri walaupun kesadarannya sudah di ambang batas matanya tetap menatap kyuhyun, dia tidak akan bisa tenang sebelum melihat kyuhyun baik – baik saja. Siwon dengan setia di samping kangin sambil memanggil – manggil kyuhyun berharap kekasih manisnya itu menyahut, matanya tidak sengaja melirik ke arah kibum, dia sangat berterima kasih karna kibum berhasil menemukan kyuhyun dan membawanya kembali, namun hatinya juga sangat sakit, dia merasa tidak berguna sebagai kekasih kyuhyun, rasa cemburu juga terselip dihatinya melihat kyuhyun memakai pakaian kibum, yahh siwon tidak munafik dia cemburu, namun dia menyingkirkan perasaan itu jauh – jauh pada saat ini yang terpenting adalah keselamatan kyuhyun.
"tuan, tolong lepaskan kyuhyun sebentar kami harus memeriksanya" ucap salah satu petugas sambil mencoba memisahkan kangin dari kyuhyun
"kangin hyung, biarkan mereka memerriksa kyunnie dulu" ucap siwon
Walau enggan akhirnya kangin melepaskan kyuhyun, dia begitu takut saat melihat betapa pucatnya kyuhyun tadi dan betapa dingin tubuh putranya, namun dia bisa sedikit bernafas lega saat mersakan nafas kyuhyun walaupun terasa sangat lemah.
"tabung oksigen segera, dan selimut!" perintah petugas itu panik saat memeriksa kyuhyun, petugas lain langsung melaksanakan perintahnya, mereka bahkan telah membawa tandu untuk membawa kyuhyun, mereka langsung memindahkan kyuhyun ke atas tandu.
"ada apa dengan putraku?" tanya kangin panik
Petugas itu langsung memasangkan masker oksigen di hidung kyuhyun, dan menyelimuti tubuh ringkih itu dengan berlapis – lapis selimut, petugas itu bahkan memeriksa nadi kyuhyun sambil matanya menatap jam tangannya untuk menghitung denyutan nadi kyuhyun yang terasa sangat lemah.
"ada apa?!" tanya kangin lagi, namja paruh baya itu sangat takut melihat kepanikan petugas yang memeriksa kyuhyun.
"kita harus segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, dia terserang hipotermia, dia juga tampak kesulitan bernafas, apa putra anda punya riwayat menyakit pernafasan tuan?" tanya petugas itu
"k-kyunnie, memang punya asma" jawab kangin syok
"cepat angkat tandunya, kita harus segera membawanya!, dan hati – hati dengan kakinya, kurasa kakinya patah" ucap petugas itu, ucapan petugas itu semakin membuat kangin dan siwon lemas, bahkan kibum yang tadi terlihat sangat lemas melepaskan diri dari beberapa petugas yang membantunya, badannya yang sudah terbalut selimut tampak memberontak, dia ingin melihat kyuhyun lebih dekat.
Rombongan itu akhirnya mulai bergerak, mereka seperti di buru waktu, mereka harus secepatnya sampai ke perkemahan, dan membawa kyuhyun ke rumah sakit. Sekembalinya mereka ke perkemahan mereka disambut kepanikan leeteuk, para guru, dan siswa terlebih melihat kyuhyun dibawa dengan tandu dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan masker oksigen yang menutupi sebagian wajahnya.
Petugas itu langsung membawa kyuhyun menuju helikopter yang sudah standby disana, kangin memang mendatangkan helikopter untuk kemungkinan terburuk dan terbukti itu sangat berguna.
Kangin, leeteuk, siwon dan kibum ikut masuk ke dalam helikopter, leeteuk tidak berhenti menangis sambil menggenggam tangan kyuhyun, berusaha menyalurkan kehangatan di tangan putranya itu.
"kyunnie, kyunnie, ini eomma baby, bangunlah hiks" lirih leeteuk
"dia akan baik – baik saja" ucap kangin
Siwon sejak tadi diam, padahal dia sangat ingin ikut menggenggam tangan kyuhyun, siwon melirik kibum yang duduk di sampingnya, "terima kasih" gumamnya
"mwo?" walau siwon mengucapkannya sangat pelan dia dapat mendengar ucapan namja tampan itu
"terima kasih, untuk membawa kyuhyun kembali" ulangnya
"tidak perlu, ini memang tugasku, aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk selalu menjaganya sejak pertama kali aku melihatnya" ucap kibum
"sekarang aku yang akan menjaganya" ucap siwon pelan, namun nada tegas tetap terdengar dari ucapan namja tampan itu.
"apa maksudmu ahjussi?, kau ingin merebut kyuhyun, maaf saja, tapi aku juga mencintainya" ucap kibum dengan tatapan dingin, seteah itu keduanya terdiam, beruntun kangin dan leeteuk tidak mendengar ucapan keduanya.
.
.
Kyuhyun langsung dilarikan ke emergency room setelah helikopter mereka mendarat di salah satu rumah sakit terbaik di korea, kibum sendiri langsung mendapat perawatan terhadap luka – lukanya, kedua orangtuanya pun sudah di hubungi da akan segera menyusul ke rumah sakit itu. Kibum tidak mendapat luka yang terlalu parah, sehingga namja tampan tidak perlu dirawat, setelah luka – lukanya diperban dia langsung bergabung bersama siwon, kangin dan leeteuk yang sedang menunggu kyuhyun yang sedang diperiksa.
"kibum-ah kenapa kau disini, seharusnya kau istirahat" ucap leeteuk saat melihat kibum
"anny ahjumma, aku ingin menunggu kyuhyun disini" tolak kibum
"kibum-ah, terima kasih" leeteuk memeluk kibum, "terima kasih telah membawa kyunnie kembali, ahjumma berhutang budi padamu" ucap leeteuk lagi.
"anny, ahjumma jangan berkata seperti itu, kyunnie juga sangat penting untukku"
"apapun itu ahjumma tetap bererima kasih padamu kibum-ah"
"keluarga kim kyuhyun" dokter yang memeriksa kyuhyun akhirnya keluar dari emergency room, kangin, leeteuk, siwon dan kibum langsung berdiri dan menghampirinya dengan ekspresi harap – harap cemas.
"bagaimana putraku uisa?" tanya leeteuk
"anda sudah bisa tenang tuan, putra anda sudah keluar dari masa kritis, namun walau begitu dia harus mendapatkan perawatan intensif karna asmanya yang kambuh, dan untuk kondisi kaki kirinya, dengan sangat menyesal kakinya harus di gips untuk waktu yang cukup lama, tulangnya mengalami keretakan karna benturan yang cukup keras dan luka robek yang sangat dalam, namun jangan khawatir dengan perawatan yang baik kaki putra anda akan kembali seperti semula"
Leeteuk dan kangin merasa lega sekaligus sedih, lega karna kyuhyun sudah keluar dari masa kritis dan sedih mendengar betapa parahnya luka kaki kyuhyun. "terima kasih uisa, dan apakah kami sudah bisa menemuinya?" tanya kangin
"tentu, anda bisa menemuinya setelah kyuhyun dipindahkan ke ruang rawat, kalau begitu saya permisi" pamit uisa itu yang dibalas bungkukan kangin, leeteuk siwon dan kibum.
.
.
"leeteuk hyung, kangin hyung, lebih baik kalian istirahat dulu, kalian pasti sangat lelah, aku akan menjaga kyunnie" ucap siwon, namja tampan itu duduk di sofa yang ada di ruang rawat VIP yang ditempati kyuhyun, sedangkan kangin dan leeteuk duduk di sisi ranjang kyuhyun, dan kibum, namja tampan itu dipaksa pulang oleh kedua orang tuanya karna harus beristirahat padahal dia sangat ingin menunggui kyuhyun, jadi hanya ada mereka bertiga, ahh tidak tapi berempat dengan sosok manis yang masih terlelap di atas kasurnya.
Leeteuk menggenggam tangan kyuhyun erat, namja cantik ini bahkan tidak melepaskan tangan kyuhyun sedetikpun sejak namja manis itu dipindahkan ke ruang rawat.
"kau juga pasti lelah siwonnie, kau bahwan tidak sempat ganti baju setelah syuting" ucap leeteuk
"aku tidak papa hyung, sebaiknya hyung dan kangin hyung pulang dulu untuk mengambil keperluan kyunnie dan beristirahat, hyung terlihat pucat"
"kurasa siwon benar chagy, kau bahkan tidak tertidur semalaman" timpal leeteuk
Leeteuk tampak berfikir sejenak sebelum mengangguk walau dia sebenarnya tidak rela, dia masih ingin menemani kyuhyun sampai putranya itu sadar, tapi dia juga harus mengambil perlengkapan kyuhyun.
"hyung akan kembali sore nanti siwonnie, tolong kabari hyung tentang perkembangan kyunnie, dan kau juga harus makan, sejak semalam kau belum makan" nasihat leeteuk sebelum namja cantik itu keluar dari ruangan kyuhyun.
"tentu hyung" sahut siwon patuh
"kalau begitu kami pergi" pamit leeteuk
Siwon duduk di samping ranjang kyuhyun setelah kangin dan leeteuk pergi, namja tampan itu memandang wajah kekasihnya intens. Melihat luka – luka gores di tubuh mulus kekasihnya, sungguh hatinya sangat sakit, matanya lalu beralih pada kaki kyuhyun yang posisinya seperti digantung agar tidak banyak bergerak, tatapan siwon kembali ke wajah manis kyuhyun.
"kau membuat ahjussi sangat takut baby, kau tau ahjussi merasa tidak berguna untukmu, maaf, maaf hyung tidak bisa melindungimu" jemari siwon menyusuri wajah kyuhyun, berusaha untuk tidak menyentuh luka gores di wajah kekasihnya itu, tidak ingin gerakan sekecil apapun melukai kyuhyun.
"terima kasih sudah kembali, entah apa yang akan terjadi pada ahjussi kalau terjadi sesuatu yang buruk padamu, mungkin ahjussi tidak akan bisa hidup lagi" lirih siwon, betapa berartinya kyuhyun untuknya. Siwon membawa tangan kyuhyun secara perlahan ke genggamannya, tangan kyuhyun sudah tidak sedingin tadi, wajahnya pun tidak sepucat tadi walaupu bibirnya masih sedikit pucat. Siwon mencium tangan kyuhyun pelan, lalu membawa tangan itu ke pipinya. "apa kau lelah?, kau tidur lama sekali sayang, tapi tidak papa ahjussi akan menemanimu disini" ucap siwon tulus
Drttt Drtttt, smartphone siwon bergetar, tertulis nama donghae di layar smartphonenya, managernya itu sekarang pasti sudah sampai dirumahnya, yahh donghae memang ditugaskan siwon membawa mobilnya karna siwon ikut dengan helikopter.
"yoboseo hyung" ucap siwon
"siwonnie?, bagaimana keadaan kyuhyun?" tanya donghae
"dia sudah membaik" jawab siwon sambil mengusap pipi kyuhyun penuh sayang
"syukurlah, kau tenang saja, jaga kyuhyun disana, aku sudah mengosongkan jadwalmu selama tiga hari kedepan"
"terima kasih hyung, entah apa jadinya aku tanpamu"
"eyyy, tidak perlu seperti itu, cukup jaga dia disana, kalau begitu aku tutup dulu, dan kau juga harus istirahat"
"ne sekali lagi, terima kasih" ucap siwon tulus sebelum mengakhiri telponnya dengan donghae. Siwon kembali mengalihkan perhatiannya pada kyuhyun, matanya melebar saat melihat mata kyuhyun sudah terbuka. "sayang kau sudah bangun" ucapnya lembut
"a-ahjussi" ucap kyuhyun lemeh dengan suara seraknya
"sstttt jangan banyak bicara kau masih harus banyak istirahat baby" ucap siwon, kyuhyun hanya mengangguk badannya memang masih sangat lemas, lalu tatapannya tertuju pada kakinya yang di gips dan tergantung.
"tenanglah baby, kakimu retak karna benturan keras, tapi tenang saja, kau akan kembali seperti semula" ucap siwon mengeri kegusaran kyuhyun. "syukurlah kau sudah sadar" ucap siwon namja tampan itu tanpa sadar meneteskan air matanya.
"uljima" ucap kyuhyun tidak percaya, dia pasti membuat ahjussinya ini sangat khawatir.
"ahjussi akan memanggil uisa" ucap siwon, namja tampan itu menekan tombol pemanggil yang ada di dekat ranjang kyuhyun, namja tampan itu tidak lupa mengirim kabar pada leeteuk, eomma kekasihnya itu mengatakan akan segera ke rumah sakit setelah selesai mempersiapkan perlengkapan kyuhyun.
Uisa datang tidak lama kemudian untuk memeriksa kyuhyun, kabar baik karna kyuhyun sudah bisa melepas masker oksigennya, keadaan kyuhyun juga meningkat pesat, namja manis itu akan pulih dalam beberapa hari kecuali kakinya yang masih membutuhkan perawatan intensif, setelah memeriksa kyuhyun uisa itu pergi untuk memeriksa pasien lain.
"ahjussi bantu kyunnie" ucap kyuhyun sambil mengulurkan tangannya
"jangan banyak bergerak, ahjussi akan meninggikan kasurnya" ucap siwon, namja tampan itu tau kyuhyun ingin duduk, namun tentu saja itu belum boleh. "kenapa tidak tidur lagi heum?" tanya siwon
"anny, kyu tidur terus sejak tadi, tidak mengantuk" tolak kyuhyun
"baiklah, lalu baby mau apa?" tanya siwon
"peluk" ucap kyuhyun
"kau terluka sayang"
"yang terluka kakiku" kekeh kyuhyun
"baiklah" siwon beranjak dari duduknya, lalu melingkarkan lengannya di tubuh mungil kyuhyun dengan selembut mungkin.
"hemm kyu fikir kyu tidak akan bisa memeluk ahjussi lagi" gumam kyuhyun
"jangan bicara sembarangan"
"ahjussi tidak tau betapa takutnya kyu" suara kyuhyun mulai bergetar, dia pasti sangat takut.
"shhh sudah jangan diingat lagi, itu sudah berlalu, ada ahjussi disini" ucap siwon menenangkan
"hemmm" "eumm, kibum hyung, oddie?" tanya kyuhyun
"dia sudah pulang" jawan siwon dingin, mengingat bocah es itu benar – benar membuatnya kesal.
"apa dia baik – baik saja?" tanya kyuhyun lagi
"ne, jangan membicarakannya" ucap siwon ketus
"ahjussi marah?" tanya kyuhyun
"anny, ahjussi hanya tidak suka, dan eumm ahjussi ingin bertanya sesuatu padamu" ucap siwon
"apa?" tanya kyuhyun
"saat kalian keluar dari hutan ahjussi melihat baby memakai pakaian kibum, apa eumm dia yang menggantikannya?" tanya siwon ragu
"ne, kyunnie sangat kedinginan karna itu kibum hyung melepas pakaian kyunnie yang basah dan meminjamkan pakaiannya" jawab kyuhyun polos, tidak sadar bahwa kekasihnya tersakiti oleh ucapannya.
"apa kau membiarkan dia melihat –eumm- melihat, ahh lupakan" ucap siwon
"lihat apa?" tanya kyuhyun penasaran
"aishh, apa dia melihat tubuhmu?" tanya siwon, dia merasa malu menanyakannya namun juga penasaran, kyuhyun masih kecil pasti tidak mengerti hal seperti ini.
"tentu saja, kami bahkan berbagi selimut" jawab kyuhyun
Rahang siwon mengeras, kemarahan tercetak jelas di wajah tampan itu, namun dia berusaha meredamnya, ini bukan salah kibum ataupun kyuhyun namun karna keadaan, namun walau begitu rasa cemburu itu tetap menyusup di hatinya.
"ahjussi marah?" tanya kyuhyun lagi melihat siwon yang hanya diam."ahjussi bicaralah pada kyu, apa kyu membuat kesalahan?" tanya kyuhyun gusar
"anny, mian tenanglah baby, ahjussi yang salah ahjussi lah yang terlalu egois" jawab siwon
"maksud ahjussi?" tanya kyuhyun tidak mengerti
"hyung merasa kesal karna kibum sudah melihat tubuhmu, hyung tidak menyukainya baby" ucap siwon jujur
Mata kyuhyun mengerjap, "mian" lirihnya, kyuhyun mengerti sekarang, tentu saja siwon marah karna kekasihnya di sentuh namja lain. "kibum hyung hanya membantu kyunnie ahjussi, tidak terjadi apa – apa" ucap kyuhyun
"ne, baby mian"
"anny, ahjussi tidak perlu minta maaf ahjussi tidak salah, wajar kalau ahjussi marah, apa yang bisa membuat ahjussi memaafkan kyunnie?" tanya kyuhyun
"bisakah, bisakah ahjussi menciummu baby" ucap siwon tulus
Kyuhyun terdiam sebelum mengangguk, dia ingin membuktikan cintanya pada siwon. Kyuhyun menatap mata hitam siwon saat wajah kekasihnya itu semakin mendekat, matanya terpejam saat bibir siwon menyentuh lembut bibirnya, melumatnya pelan, seolah menunjukkan kalau dirinya adalah milik siwon, ciuman itu berlangsung selama hampir lima menit, sampai akhirnya siwon melepaskan bibir kyuhyun walau wajahnya belum menjauh dari wajah kyuhyun.
"tidurlah" bisiknya lalu mengecup dahi kyuhyun, kedua orang itu tidak sadar saat leeteuk memperhatikan keduanya dari pintu, leeteuk terdiam di depan pintu dengan sebuah tas berada di tangannya.
TBC
Hello, maaf bangeeeeeeeeeeeeeetttttttttt lanjutan ff ini lama sekali, saya lagi benar – benar sibuk, ini juga curi – curi waktu di sela kesibukan menyusun skripsi. Apakah chap ini memuaskan? Atau malah mengecewakan?, maaf kalau belum maksimal dan mungkin masih banyak typo bertebaran, akhir kata bye – bye dan sampai jumpa di chap selanjutnya dan cerita yang lain.
