Chapter 1
PLAYBOY
Oh Sehun
Xi Luhan
Exo Members
Hurt/Drama/Romance
Rated M
HunHan
.
.
.
.
.
.
Pagi hari Kwanghee Senior High School.
Teriakan memenuhi koridor sekolah memanggil nama seseorang dengan dua kalimat.
Oh Sehun
Oh Sehun
Oh Sehun
Nama nya di agung agung kan oleh setiap orang, berteriak seperti memuji Tuhan. Memang siapa Oh Sehun itu?
.
.
.
.
.
Seorang laki laki tampan berdecak, menaikkan volume musik yang di dengarnya melalui headseat yang bersemayan ditelinga nya. Berjalan dengan wajah sombong, mata lurus kedepan, tatapan tajam, dan muka datarnya.
Oh Sehun
Populer, Tampan, Sangat Berkecukupan, Pintar, dan wajah datar mempesonanya.
Itulah beberapa tanggapan siswa maupun siswi SMA Kwanghee.
Namun, yang satu ini juga cukup terkenal.
PlayBoy
Itu juga terkenal dari Oh Sehun, berapa banyak gadis yang sudah meyandang status sebagai mantan nya, dan gadis yang tidak perawan.
.
.
.
Kalian dengar semua teriakan itu, nama yang selalu diteriakan, pujian pujian yang keluar dari mulut siswa dan siswi SMA Kwanghee.
Oh Sehun
Itu nama ku setiap pagi hari nama itu adalah hal wajib yang harus diperdengarkan oleh semua orang di sekolahku. Yah, itu wajar siapa yang tidak terpesona dengan ku.
Aku Tampan, keren, kaya, dan mempesona. Kalian lihat lah padahal aku hanya berjalan dengan biasa dan wajah datar saja sudah heboh seperti ini. cih
Oh iya, kalian jangan berpikir aku ini terlalu percaya diri. Kalian juga harus dengar pujian mereka,
Sehun Tampan
Sehun Keren
Oh lihat bibir nya Sehun ahh aku ingin menciumnya
Melihat punggung nya saja aku ingin pingsan
Aku pikir Dewa Zeus sangat marah karena kalah tampan dengan Sehun
Bahu tegap nya aku ingin bersandar disana
Ya tuhan Sehun kau benar benar Tampan
Bahkan jika dia ingin aku mendesahkan namanya tanpa dibayar pun aku ingin jika dengan Sehun.
Ckckck
Apa kalian pikir mereka terlalu berlebihan? Aku rasa tidak, Pujian itu benar dan memang pantas untukku,
Oh Sehun
.
.
.
Jam istirahat
Waktu bagi semua orang untuk makan, minum, dan melakukan hal yang menyenangkan.
Aku juga melakukan hal menyenangkan,
Tubuh, Paha, Payudara, Vagina.
Menyentuh, Meremas, Menjilat, Menciumnya.
Itu hal menyenangkan, makanan ku di setiap jam istirahat dimulai.
Kali ini, kalian harus lihat
Wanita cantik yang berada dibawahku dan mendesahkan namaku ini Luhan perempuan yang baru beberapa menit yang lalu menjadi kekasih ku. Dia cantik seperti barbie keturunan china dengan mata rusa berbinar indah ini sudah lama aku melihatnya sedang menyediri dibawah pohon dibelakang taman sekolah dengan pandangan kosong nya.
Tapi, beberapa kali juga aku sering melihat nya menatapku secara diam diam, tersenyum merona ketika ku balik menatap dengan senyum tipis-menyeringa- terhadapnya.
Orang kesepian, Korban, Mangsa Baru ku.
Dengan menyatakan suatu pernyataan, tersenyum manis, berlutut dihadapannya, dan memegang tangannya.
"Aku pikir aku tertarik dengan mu, would you be my Girlfriend, Noona Lu?"
Lihatlah hanya dengan pernyataan itu saja sudah merubah warna muka nya yang putih pucat menjadi merah seperti tomat. Efek yang luar biasa . iya kan?
Berawal memberikan kecupan, lumatan, ciuman panas. Dengan mudah nya dia memberikan lubang suci nya terhadap ku.
Di gudang sekolah, di atas meja berdebu mengangkang dibawah kendaliku. Tusukan Tusukan kenjatanan ku di vagina yang bercampur dengan cairan putih dan darah perawannya. Mendesahkan, dan Meneriakkan nama ku.
"Ahhh, sehh...hunnhh"
Oh sudah berapa kali dia orgasme? Apa kau begitu menikmatinya? Ya, tentu karena aku Oh Sehun . HaHa
.
.
.
.
Melihat layar handphone ku 12 panggilan tak terjawab, 5 pesan belum ku baca. Handphone itu terus berdering. Meminta ku untuk menjawabnya, melihat nama yang tertera disana menekan tombol merah, mengubah mode sound ke silent handphone ku dan mengabaikannya.
Buat apa aku peduli?
Luhan
Wanita itu sudah menjadi kekasih ku selama 3 hari belakangan ini.
Melirik sebentar ke wanita yang berada si sampingku tertidur lelap di ranjang hotel dengan tubuh telanjangnya.
Memakai kembali bajuku dan menaikan celana jeans yang kupakai dan pergi meninggalkan wanita itu.
.
.
.
.
"Sehun, kenapa tidak menjemputku? Kau juga semalam tidak mengangkat telpon dan membalas pesanku, kenapa?"
"Aku minta maaf semalam aku sibuk mengerjakan pekerjaan rumah dan itu banyak sekali, Luhan"
"Hm, lalu kenapa tadi tidak menjemputku? Kemarin kan kau sudah janji akan menjemput ku. Ish"
"Aku lupa, besok aku jemput dan antar pulang ya?"
"Selalu seperti itu lupa, lupa, lupa. Banyak alasan bilang saja kau malas kan menjemput ku?"
"Aku janji besok"
Menarik tangan Luhan, membiarkan nya duduk dipangkuan ku, menyelipkan rambut panjang terurai yang lembut ke belakang telinga nya. Memberikan kecupan di kening, pipi, dan berakhir dibibir melumat, mengigit, menjamah bibirnya.
"Nghh.. Sehunhhh.. Lepasshh"
Tidak aku belum puas, terus melahap bibirnya .
"Sehunnhhh.."
Melepaskan tautan bibir kita karena luhan sudah kehabisan napas, dan menyisakan air liur di sudut bibirnya. Mengusap dan membersihkan sudut bibir nya. Dan terakhir mengecup nya.
"Aku janji besok akan ku jemput, Sayang"
"Iya, aku minta maaf ya sehun sudah berteriak"
Ohh lihat pipi merah merona nya, dan pada akhirnya dia juga yang meminta maaf. Gampang kan mengatasi wanita. Merayu sedikit, memberikan sentuhan sudah bertekuk lutut.
"Hm, ingin melanjutkan yang tadi, di apartementku?"
Mengangguk malu malu, haha
Kenapa dengan bicara iya saja susah. Wanita mau mau tapi malu.
.
.
.
.
.
.
TBC
A/n : maaf untuk telat update nya banget;(, dan mengecewakan untuk chapter ini. Aku akan usahain chapter depan cepat. Berhubung laptop rusak aku nulis dan publish lewat hp jadi sedikit rumit-.-. Dan makasih banget yang udah baca ff ini foll, fav, dan riview nya ya^_^
