Chapter 2

PlayBoy

.

.

.

Oh Sehun

Xi Luhan

Exo Members

Hurt/Drama/Romance

Rated M

...

HunHan

.

.

.

.

.

.

.

"Sehun mau kemana?"

"Pulang"

"Tunggu, maksudmu kau meninggalkan ku dalam keadaan seperti ini"

"Ya,"

"Sehun kau bercanda, badan ku pegal, bagian bawahku juga sakit. Kau juga merobek baju ku, dan ini sudah malam, Sehun"

"Apa peduli ku, lagi pula bukankah kau yang mengajak ku ke hotel dan meminta ku untuk memuaskan lubang mu itu?"

"Ya itu memang keinginan ku, tapi itu aku lakukan untuk memperbaiki hubungan kita"

"Tidak ada yang perlu di perbaiki, kita sudah selesai. Byun baekhyun."

"Tapi Sehun aku tidak mau, belum 1 minggu kita resmi jadi sepasang kekasih kau ingin kita selesai"

Lihat, wanita cantik dan manis dengan eyeliner nya yang sudah luntur ini menangis di kaki ku, terisak isak dengan tubuh telanjang nya memohon kepada ku. Dasar Jalang.

"Aku bosan, kau tidak pernah memuaskan ku"

"Tapi, aku selalu berusaha untuk memuaskan mu. Dan Ini pengalaman pertama ku berhubungan dengan laki laki hingga sejauh ini Sehun, aku tidak mau"

"Bangunlah, percuma kau berlutut seperti ini. Kita selesai"

"Tidak Sehun!"

"Akan ku kirim baju kesini, dan ku pesan kan taksi"

"Tapi Sehun, aku tidak mau kita selesai dan aku tidak mau kehilangan mu"

Ya, tentu Siapa yang mau kehilangan laki laki seperti ku? Jawaban nya pasti tidak ada.

"Lalu kau ingin aku untuk apa?"

"Selalu disisiku Sehun, apapun akan ku lakukan untuk mu, hanya untukmu"

"Apapun? Hanya untuk ku?"

"Ya, Sehun. Apapun hanya untuk mu"

"Berdiri dan bersihkan tubuhmu, akan ku telpon pegawai untuk mengirimkan pakaian yang layak dan ku antar kau pulang"

"Tapi, kau tidak akan meninggalkan ku kan,Sehun?"

"Ya, baekhyun"

Bukankah aku laki laki yang baik? Seharusnya mereka semua beruntung bisa menjadi wanitaku, Mendapatkan kenikmatan dan pengalaman baru.

.

.

.

.

Byun Baekhyun. Wanita cantik dengan tubuh seksi nya adalah wanita baru ku, aku bertemu dengan nya di pojok meja cafe langgananku. Menyidiri dan menangis seorang diri. Berjalan menghampirinya, Memberikan selembar tissue dan bertanya.

"Tidak baik, wanita cantik dan manis menangis seorang diri dipojok meja cafe. ada masalah?"

Dia memandang ku iris matanya bagaikan anjing yang belum makan penuh amarah karena kelaparan, tajam dan menusuk. tapi, masih terkesan jinak dan menggemaskan.

"Oh Sehun, kalo kau ingin tahu namaku. dan kau?"

Mengulurkan tanganku aku berusaha untuk tetap tersenyum manis, sangat manis. wanita ini masih menatapku tanpa memberikan respon yang berarti hanya tatapan nya. dan itu membuatku tertarik.

Menunggu detik demi detik tangan ku hanya mengambang diudara tanpa respon. Menarik Kembali dan meletakannya pada saku celanaku.

"Oh baiklah, jika aku boleh berbicara lagi. Make up mu rusak, aku sarankan untuk menghapus nya. kau terlihat yah sedikit menyeramkan. aku memberimu beberapa helai tisuue lagi untuk membersihkannya, Aku permisi"

Cara menaklukkan wanita. Bersikap peduli dan perhatian adalah langkah pertama. Tidak peduli respon yang diberikan tetap berikan senyuman terbaik, pasti akan luluh. kalian tidak percaya?. Aku Oh Sehun akan membuktikan. Lihat!.

Meninggalkannya dengan jalan perlahan dan memberikan senyuman terakhir dan usapan pada pundaknya. Aku meninggalkannya.

Langkah Pertama

.

.

.

Langkah Kedua

.

.

.

Langkah Keti-

.

.

.

"Baekhyun, Byun Baekhyun. Sehun"

Tuh kan, Apa kalian tidak percaya bahwa aku adalah Oh Sehun Sang Penakluk Wanita.

Menoleh dan cukup memberi anggukan, kalian juga harus ingat bahwa aku Oh Sehun. Harga diri ku tinggi dan mahal. Berbalik dan berjalan kembali.

"Sehun, Terima Kasih. uhmm.."

"Ada beberapa masalahku.. Sehun.. tun-tunggu"

Oh baiklah nada memohon nya. aku berbalik dan menunjukan wajah penuh tanda tanya seakan aku laki laki polos yang tidak mengerti apa maksud perkataan terakhirnya.

"Aku punya beberapa masalah, Sehun. Jika kau ingin tahu.."

Tersenyum lebar dan aku kembali mengangguk, berjalan dan duduk di kursi bersebrang dengan meja tempat Baekhyun duduk dikursinya.

"Ya, Masalah apa? Jika kau ingin berbagi.."

Baekhyun Tersenyum dengan pipi merah nya yang seperti cabe busuk dipasar. Memulainya dengan tersenyum dan tergagap dia bercerita tentang masalahnya.

Banyak. Banyak masalah yang Baekhyun hadapi. Dia tinggalkan oleh lelaki nya. Yang lebih memilih wanita lain yang lebih cantik daripadanya. itu menurutnya. Diusir dari rumah dan dipecat dari pekerjaannya.

Sebagai laki laki yang baik. Aku mendengarkan nya dan terus memperhatikannya. sekarang kursi yang kududuki sudah berpindah tempat tepat di samping kursi yang Baekhyun duduki. Merangkul dan memberikan usapan pada punggung nya. aku bertingkah benar benar seperti malaikat laki laki tampan bersayap yang turun dari langit ke-delapan. Aku adalah Malaikat Untuk Baekhyun.

Sejak itu, Hak paten Baekhyun wanita ku. aku berjanji akan selalu disampingnya dan memberikan kekuatan. walaupun dia lebih tua dari ku. aku bertingkah seolah aku adalah seorang berkepala tiga. Dewasa, baik, dan selalu menjaganya.

Itu yang aku Ucapkan dan janjikan pada Baekhyun.

.

.

Dan Itu adalah cara kedua untuk menaklukkan wanita.

.

.

.

.

.

Sejujurnya aku tidak terlalu suka keramaian. Tapi, jika Luhan sudah merengek dan meminta sesuatu, aku harus apa? Setidaknya ini kan tidak gratis. Di cafe yang ramai. Lihat Luhan sedang menikmati ice cream strawbery cups nya, aku hanya memandanginya dan sesekali membersihkan sisa cream disudut bibirnya. Ini sudah cups ke duanya.

"Berhenti luhan, nanti kau akan punya masalah dengan perutmu"

"Tidak, sehun ini sangat nikmat. Mama selalu melarang dan memarahiku jika aku menikmati ice cream"

"Iya sayang aku tau, tapi ini sudah ke dua kali"

"1 cups lagi ya, aku janji akan melakukan apapun. Tapi, kau juga harus janji untuk tutup mulut dihadapan orang tua ku"

"Sudah luhan, ini yang terakhir tidak ada 1 cups lainnya. Aku juga tidak janji bisa tutup mulut"

"Ayolah sehun, kau tidak asik"

Oh dia merajuk bibir nya dimajukan hingga beberapa centi. Imut.

"Baiklah aku akan kasih 1 cups ice cream, jika kau memberikan ku ciuman selama 15 menit"

"10 menit saja bagaimana? Hanya 1 cups kecil, sehun"

"Kecil atau besar sama saja 1 cups"

"Ish, menyebalkan. Oke oke 15 menit, dasar licik"

"Sayang, untuk tutup mulut ke orang tua mu, bagaimana? Itupun tidak gratis"

"Apa?"

"Ya, tidak gratis. Selesai berciuman, bagaimana jika kita bercinta?"

"Sehun! Kau ini kemarin kan sudah, bahkan bagian bawahku saja masih sakit dan lecet pula"

"Oh, yasudah. Aku tidak akan tutup mulut"

"Yang benar saja, kau itu mau aku dikurung dikamar. Dan kau tidak akan bertemu dengan ku lagi?"

Kenapa tidak? Bertemu atau tidak pun itu bukan masalah untuk ku. Lagi pula memangnya kau penting sekali apa?

"Dan kau juga tidak bisa mencium ku, bahkan kau juga tidak bisa bercinta dengan ku lagi. Mau?"

Tambahan kalimat yang tepat, bagaimana mungkin aku tidak menikmati tubuhnya itu. Buat apa dia menjadi wanitaku jika aku tidak menikmatinya . iya kan?

"Oke, aku tutup mulut"

"Yeayy, makasih Sehuniee"

.

.

.

.

Ketika malam hari aku ingin tidur, aku mendapatkan sebuah pesan dari Luhan dia bilang,

Sehun jemput aku ya nanti, ingat jangan sampai lupa lagi

Aku membalas iya. Mungkin juga tidak aku bisa beralasan kalau aku kesiangan atau apalah. Lagi pula aku merasa rajin sekali harus menjemput wanita. Ewh.

Beberapa menit aku membalas pesan luhan, handphone ku bergetar lagi. Pesan baru dari Baekhyun.

Kemarin teman ku bilang dia melihat mu dengan perempuan rambut nya ikal panjang, tubuhnya mungil di Cafe kalian sedang makan. Aku pikir temanku salah liat. Iya kan Sehun?

Cafe? Rambut Ikal Panjang? Oh, Luhan!

Aku membalas nya "Ya, mungkin teman mu salah liat" menimbang nimbang apakah aku harus mengirimnya atau menggantinya dengan "Ya, jika memang itu aku. Kenapa baekhyun?"

Pada akhirnya aku memilih opsi pertama. Mungkin belum saatnya aku melepas baekhyun, karena yah dia cukup agresif di ranjang dan aku suka.

Ada beberapa pesan juga yang belum aku baca. aku pikir mereka juga sama hanya untuk mengatakan untuk mengantarnya pergi entah kemana atau sekedar sapaan rindu. Mengabaikannya, aku berbaring di ranjang.

.

.

.

.

.

.

Ada saat nya aku berpikir, kenapa aku bisa menjadi seperti ini? Menyakiti hati wanita, melukai nya, menodainya. Kenapa?

Ketika melihat wanita selain ibuku tentu nya aku tidak merasa sakit, entah kenapa.

Disaat umurku 14 tahun. Papah meninggalkan ku dan mama hanya untuk wanita polos, kesepian, yang tinggal di panti asuhan. Dia bilang itu cinta pertamanya. Meninggalkan mamah yang menangis dalam diam.

Aku mendengarnya, Malam itu. Teriakan dan tangisan mama adalah hal yang sulit aku dengar seperti dengungan nyamuk yang menganggu itupun lebih dan sangat menganggu. Papah membawa koper besar, saat itu mama berlutut dan memegang kakinya dia hanya diam dan terus berjalan. Secara tidak langsung menyeret mama dengan kakinya. membiarkan mama seperti mengepel lantai dengan tubuhnya.

Disaat sampai pintu utama jalan keluar papa mencoba menarik mama, beberapa kali mencoba hingga emosi nya sudah datang di ayunkan kakinya seakan menendang bola dengan keras pada saat pertandingan final sepak bola. Mama terlempar beberapa langkah dan menambah volume suara tangisannya.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

A/n : ada yang masih inget? maaf. perlu aku ingetin lagi kayaknya ff ini mungkin akan diambil dari sudut si playboy alias Oh Sehun. jadi semuanya Oh Sehun Pov. Mungkin:v