Hwa!! Ide mss sedang meledak-ledak jadi updatenya cepet deh…
Padahal masih UKK lho
Tapi ini the last day!!! (^^)
Yei!!!
Read n Repiu ya
Bleach punya mas tite kubo…
Fic ibi punya mss
R&R please ^^
My dream?My life?
"Ha? Memangnya kenapa kamu harus kembali ke soul society sekarang?" tanya ichigo dengan nada bingung.
"Aku juga tidak tahu, tapi tadi ada sms dari kak Byakuya kalau aku harus kembali ke soul society sekarang." Rukia menunjukkan sms yang masuk ke hapenya itu tepat didepan wajah Ichigo
Rukia kembali ke soul society sekarang!!
Ada hal penting.
:"Dasar byakuya singkat sekali pesannya."
"Jadi jaga dirimu ya Ichigo." Rukia segera keluar dari kamar Ichigo melalui jendela kamar Ichigo.
"Oh ya! "teriak Rukia dari bawah.
"Apa lagi?" tanya Ichigo dengan sedikit kesal.
"Sampaikan salamku pada keluargamu yang katakana pada mereka supaya jangan khawatir." Rukia berteriak dari bawah dan segera berlari menuju ke tempat Urahara untuk membuka pintu ke soul society
Ichigo yang sekarang berada di kamarnya sendirian memikirkan kenapa si Rukia disuruh pulang kampong mendadak..
"Fuh., ada apa ya kira-kira? Aizen kan sudah kalah, apa ada musuh baru lagi?" pikir Ichigo dengan berbagai spekulasi.
"Atau jangan-jangan Byakuya ingin menjodohkan Rukia dengan bangsawan di soul society." Dan sekarang spekulasi Ichigo sudah mulai ngaco.
"Ah tidak mungkin. Lupakan saja." Ichigo membaringkan tubuhnya dan kembali tertidur.
Ichiigo kembali terbawa dalam mimpi yang aneh baginya.
Ichigo berada di ruangan yang serba putih kemarin dan ia berniat mencari wanita yang kemarin ia temui..
Ichigo POV
"Dimana ya, wanita itu?" aku pun mencari dan berkeliling di ruangan itu, ruangan yang bahkan ujungnya pun aku tak tahu.
"Hei kamu!! Dimana kamu??" aku mulai berteriak karena lelah dan dengan tiba-tiba muncul pintu berwarna hitam di depanku. Pintu itu muncul seperti sulap. Aku yang heran menyentuh pintu itu, tidak ada yang aneh seperti pintu biasa dan ketika aku buka pintu itu-
End Ichigo POV
Isshin yang menunggu dsamping Ichigo terkaget karena melihat tangan anaknya itu sudah bergerak walaupun cuma sedikit matanya pun mulai berkedip.
"Ichigo, ichigo!!"Isshin memanggil dengan bahagia.
Ichigo membuka matanya dan menemukan dirinya berada di rumah sakit.
"Ayah, apa yang terjafi?" tanya Ichigo dengan bingung.
"Kenapa aku bisa disini? Lalu kenapa aku di rumah sakit?" tanya Ichigo bertubii-tubi.
"Kamu sudah koma selama 1 bulan nak." Jawab Isshin mengahadapi kebingungan Ichigo.
"Apa?!" Ichigo berusaha bangun tapi kepalanya terasa sakit sekali.
"Tidak mungkin aku koma 1 bulan kemaren baru saja kamu menendangku ketika aku pulang bersama Rukia kan yah?" tanya Ichigo dengan wajah tak percaya.
"Kematen? Tidak Ichigo kamu koma. Dan siapa Rukia itu?" tanya Isshin lagi dengan bingung.
Nyut-..
Ichigo memegang kepalanya yang terasa sangat sakit.
"Ichigo kamu sudah sadar. Ayah sangat senang ayah kira kamu akan.." Isshin tidak meneruskan kata-katanya dan menangis.
Ichigo masih tidak bisa berkata-kata karena rasa sakit yang menusuk dikepalanya.
"Ayah, kepalaku.. sakit sekali." Ichigo memegang kepalanya yang seakan akan mau pecah itu.
"A.- ayah akan segera memenggilkan dokter tunnggu sebentar ya." Dan isshin pun segera meniggalkan ruangan itu.
Dan tiba-tiba gadis yang kemaren muncul di mimpi Ichigo datang dan menghampiri Ichigo yang masih menahan rasa sakit.
"Kamu.. siapa sebenarnya kamu?" tanya Ichigo sambil meremas kepalanya yang sakit itu.
Gadis itu tersenyum dan menutup mata Ichigo dengan tangannya.
Mimpi dan nyata bagaimana cara kamu membedakannya??
Ichigo terbangun dari tidurnya dan menemukan dirinya di kamar tidurnya. Dan sendirian bukan di rumah sakit dan bukan dengan alat kedokteran yang menempel di tubuhnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi.." Ichigo memegang kepalanya yang masih terasa sakit walaupun tidak sesakit tadi.
"Siapa gadis itu dan mimpi apa tadi?" tanyanya pada diri sendiri.
Sekarang Ia melihat jam yang sudah menunjukkan waktu makan malam dan segera turun menemui adik-adiknya.
"Kak Ichigo, ayo makan malam." Panggil Yuzu dengan celemek yang masih menempel dibadannya.
"Yah." Ichigo hanya menjawab sekedarnya dan segera menuju ke meja makan menghabiskan makanannya tapi entah kenapa setiap ia menelan sesuap ia tidak merasakan kalau makanan itu masuk ke dalam perutnya. Seperti sedang makan dalam mimpi.
"Hmm ada apa kak?"tanya Yuzu heran melihat ekspresi kakaknya yang aneh sekali.
"Ah tidak tidak apa-apa."
"Kak Rukia kemana?" tanya Yuzu sambil celingak-celinguk mencari si pendek Rukia.
"Dia pulang sebnetar ke rumah orangtuanya sebentar katanya kakaknya sakit." Jawab Ichigo ngasal.
"Oh, semga kakaknya cepat sembuh."
"lalu dimana si tua itu?" tanya Ichigo mengealihkan topic pembicaraan.
"Ayah? Dia sedang lembur hari ini. Ada sedikit urusan katanya dirumah sakit di Tokyo."
"Oh.." Ichigo hanya ber ohoh ria dan melanjutkan makannya
"Aku selesai terima kasih untuk makananannya." Karin menyelesaikan makannya dan segera menuju ke depan televisi
"Ah aku juga terimakasih ya Yuzu."Ichigo menyelesaikan makan malamnya dan segera naik ke atas.
My dream?My life?
"Ah kak, sebenarnya kenapa kakak menyuruhku kembali ke soul society?" tanya Rukia setelah sampai di ruangan divisi 6.
"Apakah di Karakura terjadi hal-hal aneh?" tanya Byakuya dengan wajah serius *sangat*
"Yah ada, kata Hitsugaya taichou beberapa hari ini alat pendeteksi hollow mereka tidak berfungsi padahal menurutku hollow akhir-akhir ini semakin banyak." Jawab Rukia dengan mantap.
"Begitukah?lalu bagaimana dengan kurosaki Ichigo?" tanya Byakuya lagi dan sekarang disambut dengan tatapan heran Rukia
"Yah dia baik-baik saja ada apa?"
"Suruh dia bersiap-siap karena soul society memperkirakan jumlah hollow terus bertambah akhir-akhir ini."
"Ah iya. Aku mengerti." Rukia menjawab dengan anggukan
"Jadi apakah aku sudah boleh pulang ke karakura sekarang?" tanya Rukia dengan wajah memohon
"Ya sudahlah kembali saja sana dan temui strawberrymu." Byakuya menjawab dengan nada menyindir
"Maksud kakak?"
"Lupakan saja." Byakuya berusaha stay cool padahal dia dongkol banget sindirannya gak kena Rukia. Padahal muka Rukia udah kayak kepiting rebus tapi karena Byakuya gak nengok ke belakang jadi gak keliatan deh..
Rukiapun berjalan-jalan sebentar ke divisi 13 dan menemui Ukitake taichou serta beberapa orangsetelah itu Rukia pun akan kembali ke Karakura.
My dream?My life?
"Huh, sial tidak ada Rukia begini jadinya." Ichigo mengeluh sendiri ketika menghadapi seekor hollow yang baru saja muncul ketika ia jalan-jalan sore..
"Hollow payah kamu menggangguku saja." Ichigo menghunuskan Zangetsunya ke depan hollow itu tetapi entah kenapa hollow itu tetap diam.
"Dasar hollow bodoh." Ichiigo menghunuskan zanpakataounya tetapi hollow itu menghilang dan berpindah tepat dibelakangnya, karena tiba-tiba Ichigo pun segera mendapat cakaran di bagian punggungnya oleh hollow itu.
"Argh!!" Ichigo mengerang kesakitan. Sekarang ia benar-benar menyerang hollow itu dengan sekuat tenaga. Tapi entah kenapa hollow itu tetap saja terlalu gesit untuknya.
"Sial!! Rukia sebaiknya kau cepat kembali dan bantu aku." Ichigo mengeluh dan membelah hollow itu menjadi dua disaat hollow itu lengah dan hollow itu pun menghiilang.
"Huh payah." Ichigo melihat lukanya yang memang tidak terlalu para, ia melemparkan pandangan ke sekitarnya ia melihat seseorang yang sepertinya tidak asing.
"Itukan-" Ichigo berlari pada wanita yang ia lihat selama ini bergaun putih dengan rambut hitam yang dikepang kali ini.
:"Kamu kan-" Ichigo melihat wanita itu tapi yang mengherankan wanita itu dalam wujud konpaku.
Dan ia menatap ichigo dengan wajah takut.
"Siapa kamu?" tanya wanita itu dengan heran.
"Aku yang seharusnya bertanya padamu kamu yang muncul dimimpiku kan?" tanya Ichigo sambil mengguncangkan tubuh mungil wanita itu.
"Aku? Siapa?" tanya wanita itu tidak mengerti.
Ichigo mengerutkan dahinya dan berpikir sejenak "Ah maaf mungkin aku salah orang kalau begitu sebaiknya kamu pergi ke souk society sekarang." Ichiigo bersiap melakukan konsou pada wanita itu dengan zangetsunya.
Tetapi ketika ia menempelkan ujung pegangan zangetsu pada dahi wanita itu tidak terjadi apa-apa padanya.
"Ha? Apa alat ini rusak?" tanya Ichigo pada diri sendiri dan mengguncang guncangkan zangetsunya tapi wanita itu hanya mengerutkan dahi tak mengerti.
"Hei kamu ini roh kan?" tanya Ichigo. Tetapi hanya dijawab dengan gelengan oleh wanita itu.
"Bukan."
"Apa?Jadi siapa kamu?" tanya Ichigo dengan heran wanita ini jelas tidak terlihat seperti manusia dia tembus pandang.
"Lalu apa kamu?' tanya Ichigo dengan heran.
Wanita itu tidak menjawab dan sesuatu pun memotong pembicaraan mereka berdua.
Pintu dari soul society terbuka membawa Rukia kembali ke Karakura.
"Hei Ichigo apa yang kamu lakukan?" tanya Rukia dengan wajah cerah 'kebetulan sekali'
"Ah Rukia kamu sudah pulang? Eh kamu tahu tidak, kenapa dia." Ichigo menunjuk wanita tadi tapi sekarang ia sudah tidak ada ditempatnya.
"Hei kemana wanita itu?" tanya Ichigo dengan kebingungan wanita.
"Wanita? Apa?Aku hanya melihatmu sendirian"Rukia celingak celinguk siapa tahu ia menemukan wanita yang katanya dilihat Ichigo itu.
"Tadi ada wanita yang berambut hitam dan bergaun putih kamu tidak melihatnya?" tanya Ichigo dengan heran ia melirik ke kiri dan kanan mencari wanita itu.
"Ah, tidak."
"Tadi aku yakin dia itu konpaku tapi ketika akan aku konsou, wanita itu tidak terkonsou." Ichigo menjelaskan dengan panik.
Rukia mengerutkan dahinya lagi dan lagi. 'sepertinya dia ngelindur'
"Lagi pula cewe itu -" kalimat Ichigo terpotong ditengah-tengah ketika hollow muncul. Secara tiba-tiba dan bukan hollow biasa mahluk itu…
"Menos grande?!" Rukia berteriak kaget melihat hollow yang setinggi sebuah gedung itu.
"Di Karakura?"Ichigo menatap menos grande itu dengan kaget.
"Dan jumlahnya banyak sekali."Rukia melihat ke segala arah dan hampir disekelilingnya ada menos grande yang berdatangan.
"Ini benar-benar tidak lucu."
My dream?My life?
"Maafkan kami Pak kurosaki kami sudah berusaha semampu kami, tapi kami tidak menjamin kesehatan Ichigo akan membaik, lukanya dikepala sangat parah, kami sudah berusaha."Jelas dokter itu dengan wajah sedih.
"Tapi bukankah tadi ia bangun?" tanya Isshin dengan tidak percaya.
"Tapi entah kenapa keaadaannya memburuk setelah itu, kami kira ada kemajuan tapi ternyata-" Dokter itu tidak meneruska kata-katanya dan meninggalkan Isshin di dalam ruanan VIP rumah sakit itu.
"Ichigo apa yang sebenarnya terjadi padamu?" tanya Isshin dengan wajah sedih.
Sekarang anaknya terbaring. Setelah bangun dari komanya selama beberapa menit.
My dream?My life?
"Mimipi itu membuatmu tidak ingin bangun." Seorang wanita berambut hitam dengan gaun putih melihat sebuah layar yang memutar kejadian di dua tempat yang berbeda tapi memuat 1 orang pria bernama Ichigo Kurosaki.
:"Tapi pernahkah ia tahu bagaimana perasaan orang yang berada di dunia nyatanya?" tanya wanita itu sambil menatap layar yang menunjukkan Isshin dan Ichigo yang terbaring sakit.
Wanita itu berdiri dan tersenyum….
Mimpi bisa membuatmu lupa akan kenayataan karena rasa sakit, tapi tahukah kamu perasaan orang yang menunggumu di dunia nyata???
Masih membingungkan kah???
Maaf ya kalau gitu ^^
Semoga cerita yang membingungkan ini dapat membuat para reader senang
(^_^)
Hmm.. mss butuh repiunya nih.
Ayo tekan ijo-ijo yang ada dibawah
