Hwa!! Maaf kalau ceritanya gaje banget ^^
Tapi bakal selesai di chap 4 kok jadi tenang aja---
Mss bakal berusaha ngejelasin semuanya di chap ini.
Jadi please enjoy it !! ^^
---------------------My Dream?? My life??---------------------
Bleach punya mas tite kubo
Fic ini punya mss
Please Read n Repiu ^^
----------------------My Dream?? My life??---------------------
"Rukia! Awas!" teriak Ichigo dan segera melindungi Rukia dari serangan cero.
Rukia yang masih sedikit kaget segera bangkit dan menyerang Menos Grande yang terdekat tapi segera ditarik dan dicegah Ichigo.
"Pergilah panggil bantuan aku akan menahan hollow-hollow ini di sini." Ichigo menggenggam erat tangan Rukia.
"Tapi Ichigo tidak akan mungkin kamu bisa mengalahkan Menos sebanyak ini." Rukia mencoba melepaskan pegangan tangan Ichigo tapi tidak mampu.
"Aku mohon pergilah." Ichigo memeluk Rukia erat, membuat Rukia bingung sekaligus malu.
Tetapi serangan cero mengganggu mereka berdua, dengan secepat kilat Ichigo mengeluarkan bankainya dan segera menangkis cero itu.
"Cepat! Sekarang Rukia." Ichigo menyerang Menos itu dan meninggalkan Rukia yang masih terpaku ditempatnya.
Tapi sesuatu menyadarkan dia. Benar ia harus segera memanggil bantuan kalau tidak Ichigo tak akan selamat.
Rukia pun berlari menuju rumah Urahara dan Inoue untuk memberitahu Hitsugaya dan Renji.
"Jaga dirimu Ichigo!" Rukia berteriak diantara ramainya serangan Ichigo dan serangan Menos itu.
Ichigo yang sayup-sayup mendengar suara orang yang disayanginya itu hanya tersenyum.
"Dasar bodoh, aku janji padamu." Serangan tiba-tiba cero dari menos itu pun membuat pandangan Ichigo gelap.
My Dream?? My life??
Rukia berlari dengan cepat, secepat yang ia bisa ia segera memberitahu Renji dan meminta Renji menyusul kesana, ketika itu kebetulan sekali Hitsugaya sedang berada di rumah Urahara.
"Renji, Hitsugaya taichou ada serangan hollow di dekat taman/. Rukia menjelaskan dengan kata-kata yang tidak teratur ia terlihat panik dan keringat membasahi punmenjelaskan tentang keadaan Ichigo dan Menos Grande yang tiba-tiba saja datang.
"Apa maksudmu?" tanya Renji,Hitsugaya yang mendengar hal itu pun sedikit terlihat bingung.
"Kami tidak merasakan ada hawa hollow apalagi menos grande, handphone kami pun tidak bergetar sejak tadi."
"Sudahlah cepat sekarang!" Rukia sedikit membentak matanya sudah berkaca-kaca.
Tetapi tiba-tiba saja handphone Hitsugaya berbunyi menyampaikan sebuah pesan yang isinya-
"Soul Society diserang arrancar dalam jumlah besar." Rukia dan Renji yang mendengar hal itu pun segera lemas.
Sepertinya kehancuran secara tiba-tiba segera dimulai.
My Dream?? My life??
"Kalau begitu bagaimana sekarang?" tanya Rukia dengan panik, sangat panik lebih tepatnya.
"Kami harus ke Soul Society sekarang." Hitsugaya akan beranjak dari tempatnya tapi segera dicegah oleh Rukia dengan air mata yang sudah menetes.
"Lalu bagaimana dengan Ichigo?" tanya Rukia dengan wajah memohon.
Hisugaya dan Renji terdiam sebentar sejenak untuk berpikir.
"Kami akan segera memanggil bala bantuan-"
"Sudahlah kalian pergi saja biar menos grande itu aku yang urus." Urahara mulai angkat bicara dan segera berdiri dari duduknya.
"Kita memang harus menolong Ichigo kan? Rukia?" Urahara menatap wajah panik dan takut Rukia, sedangkan Rukia berusaha tersenyum karena kebaikan pemilik toko itu.
"Baiklah kalau begitu."
Dan pintu menuju soul society pun terbuka-
My Dream?? My life??
Rukia dan Urahara segera berlari menuju ke tempat kejadian, belum sampai ke taman yang dimaksud mereka sudah diserang oleh Menos Grande tetapi Urahara dengan mudah menumbangkan mereka.
"Ada yang aneh disini kenapa jumlahnya semakin banyak??"
Rukia dan Urahara yang sekarang telah sampai di taman segera berlari mencari Ichigo yang ternyata telah tergeletak karena serangan tadi, Menos Grande memenuhi taman itu, dan entah kenapa taman itu begitu sunyi dari manusia berbeda dengan beberapa saat tadi.
Rukia mencari Ichigo sambil melancarkan serangan membasmi para hollow yang jumlahnya saja belum bisa diperkirakan, dan saat itu ia melihat seorang cowo berambut orange yang tergeletak tak berdaya,, penuh dengan darah.
"Ichigo!!" Rukia berteriak dan menghampiri Ichigo yang tergeletak akibat serangan cero, darah mengalir dari kepalanya dan Zangetsu tergeletak begitu saja.
Urahara yang menyusul Rukia pun sedikit terkejut dengan keadaan Ichigo, Yoruichi yang baru datang pun segera menyuruh Rukia mengungsikan Ichigo ke tempat terdekat dan akan meminta Orihime datang ke tempat itu untuk mengobati Ichigo.
"Ichigo baka!! Bangunlah cepat!!" tangan Rukia berlumuran darah bukan darahnya tapi darah orang yang ia cintai darah orang yang melindunginya selama ini.
"Ichigo bangun! Ayo bangun." Rukia berusaha menyembuhkan Ichigo dengan kemampuaanya, tapi enatah kenapa sepertinya sia-sia saja.
"Bangun Ichigo!Jangan Mati!!!" tangis Rukia meledak diantara peperangan antara menos dan Urahara.
My Dream?? My life??
"Dimana aku? Kenapa aku diruangan putih ini lagi?" tanya Ichigo sambil melihat ke sekeliling ruangan itu, ada sebuah sofa dan 2 layar yang menunjukkan dirinya yang berlumuran darah bersama rukia, dan dirinya lagi yang berada di rumah sakit.
"Hei." Panggil seseorang, Ichigo berbalik dan menemukan cewe misterius itu.
"Kamu bingung kan dengan segala kejadian yang menimpamu selama ini?" tanya gadis itu sambil tersenyum.
Ichigo hanya mengangguk hanya satu yang dia inginkan kejelasan dan kembali kedunia.
"Perkenalkan sebelumnya aku Putri Mimpi panggil saja aku Dhyta *pake nick author nih hehehe macet ide* ."
"Lalu apa yang sebenarnya terjadi disini?" Ichigo sedikit tidak peduli dengan nama wanita itu sekarang kejelasan yang ia butuhkan.
"Tugasku adalah mengatur mimpi manusia, mengatur saatnya mimpi mereka datang dan pergi, ketika kamu tidur maka sebagian nyawa kamu akan masuk ke masing-masing pintu mimpi mereka seperti yang kamu lihat disekitar sini." Dhyta menunjukkan beberapa roh yang masuk dan menuju ke beberapa pintu satu roh hanya memiliki1 pintu yaitu pintu mimpinya sendiri.
"Dan setelah selesai tidur mereka otomatis akan keluar dan kembali ke pintu asalnya atau dunia aslinya-"
"Ah! Aku tidak ingin mendengar tugasmu aku hanya ingin minta-."
"Kejelasan kan kamu butuh penjelasan ini pastinya." Dhyta memotong ucapan Ichigo dengan ekspresi datar sedangkan Ichigo masih memendam sedikit amarah sekaligus kebingungannya.
"Kamu tahu tidak akibatnya kalau seseorang tidak kembali ke pintu asalnya dalam waktu lama? " tanya Putri mimpi itudan hanya dijawab dengan gelengan kepala dari Ichigo.
"Mereka akan koma atau selamanya akan tertidur, dan saat itulah aku sangat berperan dalam masalah ini." Dhyta berjalan menuju ke layar yang tadi dilihat Ichigo.
"Kamu tahu tidak orang yang terbaring di rumah sakit ini?" tanya Dhyta sambil menunjuk ke layar itu.
"Itu orang yang mirip aku." Ichigo menjawab dengan polos dan dijawab tawa kecil dari Dhyta.
"Itu adalah kamu yang asli, sebagian jiwa kamu ada disana, dan itulah dunia nyatamu."
Ichigo terdiam lama sekali, ia masih sedikit mencerna kata-kata wanita itu.
"Maksudmu, selama ini aku tinggal di dunia-"
"Bukan selama ini tapi selama beberapa bulan ini, karena di dunia mimpi rasanya seperti sejak awal." Dhyta memotong lagi omongan Ichigo.
"Kamu tahu tidak sebenarnya kamu itu koma, karena kamu terlalu asyik didunia mimpi mu, menjadi shinigami bertarung dengan hollow, berpartner dengan Rukia."
"Kamu seharusnya sudah bangun dari beberapa minggu yang lalu, dijadwalku seharusnya kamu hanya tertidur selama 3 hari setelah kecelakaan yang kamu alami."
Ichigo masih terdiam tidak percaya dengan penjelasan wanita didepannya.
"Dan kamu tahu selama kamu mempertahankan mimpimu banyak orang yang menangisimu."
Ichigo menatap wanita itu dengan kaget.
"Ayahmu, keluargamu."
"Jadi maksudmu, Rukia, Soul society, Arrancar, Hollow hanya mimpi?" tanya Ichigo lagi dengan nada yang ditekankan pada kata mimpi.
"Itu kenyataanya. Didunia nyata tidak ada yang namanya shinigami ataupun hollow. Kamu hanya bermimpi selama ini." Dhyta menjawab dengan tegas.
"Jadi rasa Cintaku pada Rukia pun hanya mimpi?" tanya Ichigo lagi dan hanya dijawab dengan senyum oleh Dhyta.
"Masalah itu lain lagi itu masalah hatimu dan perasaan mu."
Ichigo kembali terdiam rasa kaget memenuhi kepalanya ia terduduk lemas. Segalanya hanya mimpi Arrancar, Aizen, Hitsugaya, Renji, semua shinigami dan Rukia.
"Jadi, sekarang aku memberimu dua pilihan dan aku rasa mau tak mau kamu harus memilih."
Dhyta menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya.
"Pertama kamu kembali ke dunia nyatamu tanpa Rukia dan tanpa Shinigami, kedua kamu tetap didunia mimpimu tapi-"
Ichigo mencoba mendengarkan lagi kelanjutan kata-kata wanita itu.
"Di dunia nyata dan di dunia mimpi kamu akan mati." Dhyta mengucapkan kata mati tanpa ragu tetapi Ichigo mundur selangkah sepertinya dia hanya dihadapkan pada 1 pilihan.
"Kalau kesadaranmu tak kunjung muncul juga organ tubuhmu pun akan mati fungsinya, jelas saja kamu pun tidak bisa bermimpi kalau kamu mati."
"Sebenarnya kamu hanya memberikan aku 1 pilihan kan?" tanya ichigo, Dhyta pun hanya menjawab dengan senyum.
"Aku sudah memberimu keringanan waktu 1 bulan yang berarti bertahun-tahun didunia mimpi."
Ichigo menghela nafas berat sekali ia pun menghembuskannya.
Terlihat dilayar , yang menunjukkan dunia nyatanya, Karin menenangkan adik kembarnya yang menangis dan wajah depresi Isshin sangat terlihat sekali disana. Ia terbaring lemah dengan berbagai macam alat kedokteran yang menempel ditubuhnya.
"Kamu sudah melihat awal kehancuran dunia mimpimu kan? Itulah akibat kamu terlalu lama disana." Dhyta menjelaskan lagi dan duduk di sofa berwarna putih, satu-satunya sofa yang ada ditempat itu.
"Jadi apa keputusanmu?"
Suasana di ruangan putih itu memang sunyi hanya ada dirinya dan Dhyta serta beberapa roh yang lalu lalang memasuki alam mimpi dan kembali kea lam nyata mereka. Tak ada yang bisa membantu ichigo memilih, apalagi kabur dari sini.
Ichigo terdiam jawabannya ini akan sangat berat untuk diungkapkan---
My Dream?? My life??
Hya!! Dipotong lagi ya hehe kira-kira Ichigo bakal milih yang mana ya??
Eh maaf ya kalo mss disini jadi OC gak pantes banget ya??
Oke deh moga aja kalian gak bingung ya dengan fic yang 1 ini.
Balasan review ^^
Rukia-Agehanami021093 : Wah jangan dipukul cewe itu kan mss *ketawa gaje*
Nonnachiby : Haha Ichigo nanti hidup kok tapi gak tahu deh di dunia nyata apa mimpi *diimpuk reader*
Tie-manganiac-banget : Dunia nyatanya udah tahukan, jadi dunia nyatanya tuh adalah Ichigo yang sedang koma.. maaf ya emang yang kemaren banyak yang salah ketik, moga aja ini jadi lebih baik.
Red-deimon-beta : heheh kalau kayak gini udah ngerti belum ma ceritanya?? Maaf kemaren emang ngetiknya sambil ngantuk huahaha *lebih tepatnya saat UKK masih mengancam* moga aja disini miss typonya makin berkurang.
Yuinayuki-chan :Ichirukinya disini gimana masih kurang banyak kah?? Gomen kalau begitu last chap bakal mss tambahin deh.
Hana : emang ngebingungin kug. Hehe yang asli yang Ichigonya koma. ^^
Shirayuki haruna : hehe anda bener *perasaan kalau nebak bener mulu* tapi kalau motif Ichigo kenapa gak bangun-bangun belun dijelasin di chap ini ^^
IchiRuki Shirosaki : Hwa!! Gimana sekarang masih bingung gak??
Ichiruki : gak papa kok kalau bingung mss emang suka gitu bikin fic yang ngebingungin yang penting tetep R&R ya ^^
BakaMirai : Sip soal Ichiruki bakal mss tambahin terus deh tenang aja ^^
Yumemiru reirin : Isshin bukan lupa tapi gak tahu kan dunia mereka beda. ^^
Maaf kalau masih ngebingungin moga aja sedikit jelas di chap ini ^^
R&R ya
Teken ijo-ijo dibawah dengan semangat ^^
