Habis nerima rapot langsung ngupload fic ^^
Hehehe..
Ini ending dari fic mss...
Please R&R
Bleach punya Tite Kubo
Fic ini punya mss ^^
Please enjoy it...
My Dream? My life?
"Aku akan memilih pilihan pertama kembali ke dunia nyata." Ichigo menjawab dengan sangat yakin, Dhyta pun tersenyum "sudah aku duga akan seperti ini."
"Kamu yakin? Aku ingatkan sekali lagi di dunia nyata, kamu-"
"Gak akan punya kekuatan shinigami lagi, gak akan bertemu dengan Rukia lagi." Ichigo memotong kalimat gadis itu dengan wajah yang sangat serius.
"Lagipula pada kenyataannya aku tidak bisa kembali ke dunia mimpi." Ichigo berbalik kearah lain entah apa yang sekarang ia pikirkan.
Diam sejenak merasuki dua orang ini. Ichigo terdiam dengan segala pikirannya dan Dhyta pun terdiam ia sedang memikirkan opsi yang mungkin akan lebih baik bagi ichigo ataupun Rukia.
Dhyta menghela nafas, tugas ini memang berat baginya. Jarang ada manusia yang mengalami hal ini, karena biasanya mereka meninggal terlebih dahulu sebelum dihadapkan kepada 2 pilihan ini.
"Kamu tidak ingin meminta sesuatu sebelum kembali? Aku memberikanmu penawaran." Dhyta mematikan layar yang ada dihadapannya sudah cukup ia memperlihatkan tangis Rukia di dunia mimpi dan sudah cukup ia memperlihatkan tangis Yuzu di dunia nyata.
"Kamu ternyata mengerti juga." Ichigo tersenyum. Dan Dhyta pun membukakan pintu penghubung tempatnya saat ini dengan dunia mimpi Ichigo.
"Ungkapkan perasaanmu sebelum terlambat." Hanya kata itu yang bisa ia ungkapkan saat ini.
My Dream? My life?
Rukia masih berusaha mengobati Ichigo dan menunggu Orihime datang sekaligus mengurangi pendarahan yang dialami Ichigo, ia menangis dan terus menangis emosinya sedang labil. Dan sementara itu di Soul society maupun di Karakura jumlah Hollow semakin bertambah kehancuran dunia ini memang benar-benar sudah dimulai.
"Ichigo bangun. Jangan tinggalkan aku seperti Kaien." Rukia menangis dengan wajah depresi menunggu si rambut orange itu membuka matanya.
"Ru-kia." Mata Ichigo mulai terbuka dan Rukia yang kaget sekaligus senang tetap mengalirkan air matanya dan semakin deras saja kelihatannya.
"Kamu sudah bangun Ichigo." Rukia mengusap air matanya berusaha tangisannya tidak terlihat agar tidak di ejek oleh si strawberry itu.
"Iya terimakasih Rukia." Ichigo mencoba tersenyum tapi rasa sakit diseluruh tubuhnya menjalar menyiksa dirinya.
"Rukia-" Ichigo memanggil nama gadis itu dan Rukia pun menjawab panggilannya dengan menatap mata cowo itu.
"Apakah kamu mencintaiku?" tanya Ichigo dengan darah yang masih terlihat dibeberapa bagian tubuhnya, Rukia terdiam sebentar pertanyaan ini memang mudah dijawab tapi kenapa harus ditanyakan sekarang.
"Kenapa? Kalau aku menjawab kamu pasti akan meninggalkanku." Rukia masih berusaha menghapus bekas airmatanya.
"Maaf tapi aku butuh jawaban mu sebelum terlambat." Ichigo meringis menahan sakit, tubuhnya serasa remuk saat ini.
"Aku tidak akan menjawab karena setelah aku jawab pasti kamu akan pergi."
"Aku mohon."
"Tidak, aku tidak ingin kamu meninggalkan aku." Rukia mencoba menghapus dan menghapus air matanya tapi tetap saja mengalir dan terus mengalir.
Ichigo tersenyum baginya itu sudah merupakan jawaban
Ichigo terbaring di paha Rukia, sedangkan Rukia pun masih meneteskan air matanya, Ichigo mengangkat tangannya dan menghapus air mata Rukia entah kenapa tangis Rukia semakin deras.
"Aku tidak akan meninggalkanmu. Selamanya." Ichigo memegang kepala Rukia dan mencoba menariknya mendekati wajahnya, bibir mereka semakin mendekat dan mendekat hingga saling menyentuh ciuman tanpa nafsu dan mungkin ciuman yang terakhir kali.
Air mata Rukia jatuh di pipi Ichigo. Mereka pun melepaskan ciuman itu dan Ichigo membisikkan kata-kata yang memang harus ia katakan sejak dulu.
"Aku mencintaimu Rukia. Dan aku yakin kamu pun juga begitu." Ichigo tersenyum dan Rukia pun tersenyum ia ingin menjawab semua pernyataan Ichigo dengan bisikan ditelinga Ichigo.
"Aku pun mencintaimu, baka" Ichigo tersenyum bahagia diantara serangan hollow, cinta mereka pun bersatu.
Saatnya sudah tiba bagiku.
Pandangan mata Ichigo semakin lama semakin gelap dan teriakan Rukia yang menyadari kondisi kritis Ichigo pun sayup-sayup terdengar, kedatangan Orihime yang berusaha menyembuhkannya terlihat semuanya benar-benar gelap sekarang.
Jika aku bisa memberontak dan bersamamu aku ingin melakukannya, jika aku bisa menyatakan cinta padamu berkali-kali aku pun ingin melakukannya. Dunia kita memang berbeda tapi hati kita 1 aku yakin suatu hari kita akan bertemu lagi dan bersama selamanya.
Ichigo keluar dari pintu mimpinya dan seketika itu juga pintu mimpi itu lenyap. Dhyta sudah menunggu didekat situ dan menunjukkan sebuah pintu yang merupakan pintu dunia nyata milik Ichigo.
"Sudahkah?" tanya Dhyta dengan wajah cerah ceria.
Ichigo hanya tersenyum tanpa menjawab.
"Ada 1 hal penting yang ingin kukatakan padamu."
Ichigo menatap wajah gadis itu dan menunggu penjelasan yang ingin dia katakan
"Dunia Shinigami mu sudah benar-benar hancur aku yakin kamu tidak akan bisa bermimpi tentang hal ini ketika kamu tidur pintu mimpimu telah berganti dan mimpimu pun berganti."
"Tidak apa-apa aku sudah merasa lega bisa mengungkapkan hal yang selama ini ku pendam." Ichigo tersenyum dan membuka pintu menuju dunia nyatanya.
Dhyta mendekati Ichigo dan membisikkan berapa kata yang membuat Ichigo terkejut, Ia tersenyum dan segera menuju pintu tujuannya.
"Selamat tinggal semoga kita tidak bertemu lagi, aku tidak ingin kamu mempunyai masalah dengan mimpimu lagi." Dhyta melambaikan tanganya dan dijawab oleh Ichigo
"Terimakasih" Dan pintu dunia nyata pun tertutup.
My Dream? My life?
Ruangan itu putih penuh dengan bau obat-obatan itulah bau rumah sakit yang ditempai Ichigo saat ini. Isshin tertidur disamping Ichigo sedangkan Yuzu dan Karin tertidur disofa.
Mata Ichigo mulai terbuka perlahan-lahan dan tangannya mulai bergerak sedikit demi sedikit kesadarannya sudah mulai pulih dan hal itu membuat Isshin terbangun dengan wajah kaget sekaligus bahagia.
"Ichigo kamu sudah sadar?" tanya isshin dengan gembira ingin rasanya ia memeluk anak lelakinya itu.
Ichigo hanya tersenyum. Yuzu dan Karin yang bangun pun sangat gembira mengetahui kakaknya itu sudah sadar dari komanya.
"Kak Ichigo kamu sudah sembuh?" tanya Yuzu dengan senyum yang mengembang. Matanya sedikit bengkang karena tangisnya selama ini.
"Ya, terimakasih karena kalian telah menjagaku, Yuzu, Karin dan Ayah." Ichigo tersenyum dan Isshin pun mengelus rambut Ichigo dengan sangat bahagia.
"Itu tugas kita sebagai keluarga kan?"
My Dream? My life?
Kesehatan Ichigo semakin membaik dan ini adalah hari ia boleh keluar dari rumah sakit.
"Ah, akhirnya ayah bebas dari rumah sakit ini, ayah sampai bosan bertemu dengan suster dan dokter disini." Isshin memulai keluhannya dan gaya lebainya sementara itu Ichigo menjadi sedikit pendiam setelah kejadian itu.
"Ada apa denganmu nak? Kamu tidak senang kita keluar dari rumah sakit?" tanya Isshin setelah melihat raut kesedihan dari wajah Ichigo.
"Tentu saja tidak aku sebal dengan rumah sakit ini dan badanku pegal karena tertidur terus." Ichigo tersenyum dan menggerakkan badannya ke kiri dan kekanan, Isshin pun berputar-putar gak jelas dengan wajah bahagia.
Kesedihanku tidak perlu aku ceritakan kepada keluargaku karena mereka sudah menanggung kesenanganku selama ini, menanggungya dengan tangisan.
My Dream? My life?
Hari pertama setelah beberapa bulan absen Ichigo harus masuk ke sekolah sekarang.
Kalau kamu bermimpi apa yang ingin kamu mimpikan?
"Kak Ichigo sarapan sudah siap." Panggil Yuzu yang masih menggunakan celemek.
"Hei Ichigo kalau kamu telat turun akan ayah tendang." Isshin berteriak dengan semangat padahal makanannya masih ada dimulut dan belum dikunyah.
Kamu pasti ingin memimpikan hal yang menyenangkan kan??
"Iya tunggu sebentar dasar ayah payah!!" Ichigo turun dengan sedikit terburu-buru dan hampir saja terpeleset.
"Kak Ichigo hati-hati donk lantainya baru saja aku pel." Yuzu mengeluhkan tingkah Ichigo dan membereskan piring Isshin yang sudah selesai makan.
Ichigo pun hanya menjawab dengan senyum.
Pernahkah kamu membayangkan tinggal selamanya didunia mimpi??
Jam sudah menunjukkan pukul 8 kurang 15 menit dan Ichigo pun nyaris terlambat maka dari itu ia berlari sekuat tenaga tak sengaja pun ia menabrak seseorang dengan rambut merah yang dikuncir.
"Hei hati-hati donk." Seru orang itu dan berlalu sedangkan Ichigo masih kaget melihat wajah orang yang baru saja ditabraknya.
"Ah maaf!" Ichigo berteriak dan kembali berlari
Orang itu mirip sekali dengan Renji
Pasti pernahkan??
Ichigo kembali berlari secepat yang ia bisa dan ketika itu bel sekolah baru saja berbunyi.
Ichigo masuk kelas dan disambut si gaje Keigo yang hendak memeluk Ichigo tapi Ichigo segera menghindar memukul wajah Keigo.
Dikelas itupun ada Orihime, Chad dan Ishida, Ishida yang dingin tidak menoleh sama sekali walaupun Ichigo baru saja datang sementara itu Orihime tersenyum dan mengucapkan selamat atas kesembuhan Ichigo sedangkan Chad hanya terdiam.
Tatsuki hampir saja menghajar Ichigo untuk mencoba kekuataanya tapi segera dicegah Orihime.
Guru masuk ke kelas dan semua murid duduk ditempat masing-masing.
Tapi tidak pernah terkabul karena memang itu siklus hidup manusia
Kursi yang diduduki Rukia dulu, ternyata memang kosong tak ada siapa-siapa. Ichigo hanya dia tanpa ekspresi ketika melihat kursi itu.
Pikirannya tidak terpusat pada pelajaran tapi pada kenangannya dulu dengan Rukia dan para shinigami ia masih sedikit tidak percaya kalau hal itu hanya mimpi.
Bangun dan tidur, bermimipi dan kembali menghadapi kenyataan
Tak terasa bel tanda istirahat sudah berbunyi dan ketika Ichigo berada di lorong ada cowo pendek berambut putih yang sepertinya dikejar-kejar oleh beberapa orang cewe.
"Wah enak ya menjadi Hitsugaya punya fans banyak." Ujar Keigo sedangkan Ichigo masih kaget, kenapa masih saja ada orang yang mirip dengan orang-orang didunia mimpinya.
"Hei Ichigo bagaimana rasanya koma?" tanya Tatsuki dengan wajah penasaran sambil mecomot makanannya.
"Rasanya –"
Mungkinkah orang yang kamu temui di dunia mimpi bertemu denganmu didunia nyata??
Semua yang ada di atap sekolah menunggu jawaban dari ichigo.
"Menyenangkan." Ichigo pun tersenyum angin sepoi-sepoi menerbangkan beberapa debu, matahari menyinari dunia dengan senyumnya yang hangat tak ada mendung dan tak ada awan hitam.
Ichigo kembali masuk kelas dan duduk di kursinya. Ia masih sedikit berharap bahwa didunia ini benar-benar ada shinigami terutama Rukia. Tapi keinginannya itu segera ditepis karena hal itu mustahil baginya.
Jawabannya…
Ochi Sensei masuk ke dalam kelas rona bahagia terpancar dari wajahnya.
"Ya anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru pindahan dari Amerika tapi dia asli jepang kok jadi jangan berharap kalian akan sekelas dengan bule."*bule istilah jepang??*
"Silahkan.
Ichigo yang tadinya cuek terkejut dengan kedatangan murid baru itu. Cowo-cowo yang lain pun tersenyum bahagia ketika melihat anak baru itu *cantik kug*
Iya..
Rambut biru tua, mata violet yang besar, postur tubuh yang pendek dan wajah manisnya.
Bagaikan sebuah film yang diputar ulang.
"Perkenalkan saya Kuchiki Rukia pindahan dari Amerika mohon bantuannya."
Ichigo masih tertegun dengan kejadian ini, ini sebuah kebetulan atau ilusi belaka.
"Rukia silahkan duduk si bangku yang kosong." Rukia pun tersenyum dan menuju bangku kosong didekat Ichigo. Dan ketika itu Ichigo masih memandang gadis itu dengan takjub. Menyadari dirinya diperhatikan Rukia pun tersenyum kearah Ichigo.
"Siapa namamu?."
"Ichigo Kurosaki."
"Kuchiki Rukia. Salam kenal." Rukia tersenyum sementara itu Ichigo mencoba mengatasi rasa kagetnya dengan membalas senyuman Rukia.
Angin menerbangkan debu, matahari tersenyum hangat tak ada hujan ataupun tangisan bumi, tak ada mendung, hari itu cerah dan cerita baru pun dimulai, dimulai di dunia nyata.
My Dream? My life?
"Ada 1 berita bagus untukmu, orang yang kamu temui di dunia mimpi mungkin saja kamu temui di dunia nyata, jadi berbahagialah." Bisik Dhyta, dan Ichigo hanya tersenyum dan membuka pintu dunia nyatanya.
My Dream? My life?
Hwa!! endingnya gimana??
gaje kah??
ayo kasih tahu lewat review *maksa*
Makasih ya yang udah review selama ini ^^
Balasan review
red-deimon-beta : wah bagus kalo udah mudeng ^^ hehehe emang kebanyakn mimpi gak sehat bikin cepet laper lho *gak nyambung* sip mss sedang mencoba mengurangi typo
Rukia-Agehanami-021093 : Hehe sekarang udah ngerti kan ceritanya. Hehe gak punya ide buat OC ya jadiin diri sendiri juga akhirnya *ketawa gaje*
Ichiruki Kurochiki : Yei!! akhirnya pada ngerti ^^
ai : tenang aja walaupun dia gak pilih Rukia tapi tetep aja dia bisa ketemu Rukia di dunia nyata ^^
Tie-manganiac-banget : hehehe Ichigo milih dunia nyatanya tuh *ketawa*
Yuinayuki-chan : milih dunia nyata menurut mss itu pilihan yang terbaik *ditimpuk Rukia dan Ichigo karena sok bijak*
Shirayuki-haruna : Masalah ternyata ada manusia yang sama dengan dunia mimpi tuh kejutan bukan?? kalau bukan berarti udah gak ada kejutan lagi di fic ini ^^ hehehe
Yumemiru-reirin : Yei udah di update nih ^^
IchiRuki Shirosaki : hehehe begitulah mss gak anggun lho aslinya yang asli tuh amburadul gak karuan ^^ *diancungi jempol kaki*
Gimana nih?? endingnya gak gaje kan??
Ayo mss butuh reviewnya heheh
ayo tekan ijo-ijo dibawah dengan semangat ^^
