Red Eyes
Chap 1: When my sweetest thing has done
Disclaimer: Death note ©Tsugumi Ohba And Takeshi Obata
L POV
Kulangkahkan kakiku menyusuri trotoar menuju mini market. Stok kue, teh, kopi, dan makanan manisku sudah habis, jadi aku harus segera membelinya karena aku tak bisa hidup tanpa itu. Setelah berjalan cukup lama, akhirnya aku sampai juga di mini market 24 jam. Sebenarnya aku tak perlu susah-susah berjalan jauh, aku bisa saja menyuruh Watari atau orang-orang kepercayaanku untuk membelikanku makanan manis, tapi aku kasihan pada mereka karena ini sudah larut malam dan mereka juga butuh istirahat. Tanpa buang-buang waktu lagi aku segera memasuki mini market itu dan segera menyerbu makanan manis yang ada. Setelah membayar semua makanan itu, aku pun segera meninggalkan mini market itu.
Di perjalanan pulang, aku melihat berbagai pemandangan yang sebenarnya tidak pantas dilihat. Di gang sempit kulihat ada sekelompok geng yang sedang mabuk-mabukkan, ada juga perampok yang sedang melucuti barang berharga korbannya, dan tak ketinggalan juga ada sepasang manusia yang sedang bercinta. Empat tahun yang lalu mungkin pemandangan seperti ini hampir jarang dijumpai. Itu berkat orang bodoh yang menganggap dirinya dewa yaitu Kira. Kira memang sudah tidak ada sekarang. Ia sudah mati, tepatnya tewas di tangan Shinigami. Tapi entah kenapa aku ingin dia hidup lagi dan membunuhi semua orang yang tidak pantas hidup itu. Pemikirannya memang benar, tapi tindakannya salah. Membangun dunia yang penuh kedamaian dengan ketakutan akan dibunuh menurutku sangat salah. Cara itu justru tidak akan menciptakan kedamaian yang sejati. Sudahlah, lagipula bila Kira masih hidup, aku tidak akan hidup sepeti sekarang. Tanpa terasa akhirnya aku sampai juga di gedung Wammy house. Setelah aku berada di dalam gedung, aku pun langsung disambut oleh para karyawan Wammy house.
"Selamat malam L-sama!"
"Selamat malam,"
Setelah membalas salam mereka, aku langsung menaiki lift menuju ruanganku di lantai paling atas gedung ini. Sesampainya di ruanganku, Watari yang mengatahi kedatanganku langsung menemuiku.
"L, pada saat kau keluar telah terjadi kasus pembunuhan."
Aku tidak terlalu terkejut mendengar perkataan Watari karena sebagai detektif, aku memang sering menangani kasu pembunuhan seperti yang dikatakan Watari.
"Lanjutkan,"
"Baik, korbannya adalah seorang penjahat yang sedang dicari LAPD. Mayatnya ditemukan di kamar apartemennya di Los Angeles. Kondisi mayatnya terpotong-potong dengan rapi menjadi beberapa bagian."
Aku terdiam sejenak.
"Korbannya penjahat ya? Kira sudah mati, tidak mungkin dia yang melakukan. Lagi pula kalaupun Kira pelakunya, penyebab tewasnya korban pasti hanya serangan jantung."
"Jadi, menurut anda siapa pelakunya?"
Aku terdiam lagi,
"Watari, aku minta data-data pembunuhannya dan juga bukti-bukti di TKP serta bila ada saksi, segera bawa kemari."
Watari mengangguk dengan tegas.
"Baik!"
End of L POV
Sementara itu di tempat lain tepatnya di sebuah apartemen di Los Angeles, seorang lelaki berambut acak-acakkan dengan kaus hitam dan celana jeans biru sedang mengutak-atik laptopnya.
"Hm, siapa lagi ya? Aku bingung"
Dia bergumam sambil mencari sesuatu pada daftar penjahat di laptopnya dengan mata merahnya.
"Ah! Ketemu!"
Tiba-tiba dia berjingkrak dengan senangnya setelah menemukan sesuatu yang dia cari.
"Hm, hm, buruanku selanjutnya telah kutemukan! George T Gerrard, buronan FBI yang sedang dicari-cari di Amerika. Umurnya sudah pendek, dia akan mati pada tanggal 17 desember 2009. aku harus segera menemukannya sebelum dia mati dan juga segera menambah stok 'strawberry'ku! Hm, hm, hm, hm, hahahahahahaha!!!!"
Seringai menyeramkan di wajahnya berubah menjadi tawa yang mengerikan.
To be continued
Gaje ya? Yasud, jangan lupa review ya? Supaya saya bisa memperbaiki kesalahan saya! Silahkan bagi yang mau nge-flame, saya terima, asalkan yang membangun.
Sekali lagi mohon review buat para senpai!
