Disclaimer: Tite Kubo (bleach)

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

"Begitu... jadi usia Ruina tinggal 3 bulan" ucap Ichigo lirih sesaat setelah aku memberitahunya tentang apa yang diucapkan oleh Isshin-san.

Aku tak tahu harus mengucapkan apa lagi, kalau aku mengucapkan sesuatu aku yakin air mata ini akan mengalir. Ku pandangi pintu kamar Ruina dan Rey, di dalam sana kedua anak itu tengah tertidur di buai alam mimpi mereka.

Ichigopun bungkam dan memandang tempat yang sama denganku. Aku yakin ia tak tahu harus berucap apa agar aku tak menangis.

Kami terus terdiam memandang daun pintu berwarna coklat itu, menerawang jauh tak tahu harus berucap apa.

'PIIIP---'

"!?"

Suara dari pager yang ada di saku jeans Ichigo berbunyi. Penanda bahwa ada hollow, Ichigo memandangku sesaat. Aku pun mengangguk dan menelan soul candy milikku.
Berlari ke luar rumah, mencari dimana hollow itu berada dan menitipkan anak-anak pada Ichigo.

- Ichigo POV -

Rukia keluar dari gigainya dan berlari keluar rumah. Aku terdiam disana, memikirkan bagaimana sikap yang harus ku tunjukkan pada putriku yang tidak lama lagi akan meninggalkanku. Aku tahu aku bisa ke soul society, tapi tidak tentu dapat melihatnya.

Aku ingat betapa luasnya tempat itu, butuh waktu lama untuk menemukanya. Mungkin puluhan tahun agar ku temukan, dan aku tak mungkin menghabiskan waktuku.

Kehilangan anak perempuan dan mengabaikan anak laki-laki, itu bukan contoh ayah yang baik kan.

Aku terus berada dalam alam bawah sadarku, berfikir akan segala kemungkinan yang mungkin terjadi sampai tepukan pelan seseorang membuyarkan lamunanku.

"Ichi-san..." panggilnya pelan. Aku memandang wajah anak perempuanku yang setengah tertidur itu.

"Ada apa?" tanyaku biasa.

"Kaa-san kenapa tidur di sofa? Memang tidak sakit?" tanyanya lagi. Aku mengelus pelan rambut orange miliknya.

"Nanti ayah pindahkan kaa-san kedalam kok. Kenapa kau bangun?" tanyaku.

"Hehe, aku memang belum tidur. Kakak juga kok, itu lagi main game" ucapnya polos sambil tersenyum.
Tidak apalah, toh besok libur. Biarkan saja mereka bangun sampai pagi. Pikirku dalam hati, lagipula Rey termasuk anak cerdas walau suka main game.

- Rukia POV -

Aku terus berlari hingga sampai di sebuah lapangan luas. Ditengah lapangan itu aku melihat Hitsugaya-Taichou berdiri disana.

"Hitsugaya-Taichou!" teriak ku.

Shinigami berambut putih itu berbalik dan melambaikan tangannya.

"Kau telat Kurosaki"

"Gomen"

"Sudahlah, ayo pulang... sudah ku bereskan" ucapnya lagi. Aku hanya bisa menurut dan berjalan dengan langkah gontai.

"Oh iya, bagaimana keadaan Ruina?" tanyanya mendadak. Aku langsung terdiam, tak tahu harus menjawab apa. Bulir air mata jatuh dari pelupuk mata kananku.

Hitsugaya-taichou menyadarinya dan berbalik. Dengan lembut ia menepuk pundakku beberapa kali, entah apa maksudnya aku tak tahu. Tapi yang aku tahu dia langsung menghilang dari pandanganku sesaat setelah itu.

Meninggalkanku sendiri dalam tangisan tanpa suara milikku. Aku harus bagaimana? Apa yang harus kulakan?

- - - - -

"Ruina..." ucapku lirih. Kupandangi tubuh seorang gadis kecil yang berbaring di atas tempat tidur.

Selang-selang menancap di tubuhnya. Sudah 1 minggu berlalu semenjak ia masuk rumah sakit.

Dan kalau hitunganku benar, usia gadis kecilku hanya menunggu hari.

"Kaa-san" panggilnya. Aku menggenggam tangan kanan yang tadi di ulurkannya.
Aku berusaha tersenyum selembut mungkin,

"Ya? Kaa-san disini"

"Kak Seir dan Kak Rey mana? Rui mau bicara" walau pelan aku dapat mendengar apa yang di ucapkannya. Aku berbalik ke arah dimana Rey dan seorang anak laki-laki berusia 10 tahun berdiri dengan pandangan khawatir.

Ku kibaskan tanganku, pertanda aku memanggil mereka.
Dengan agak ragu keduanya berjalan ke arah Ruina yang tersenyum lemah.

"Kakak... maafkan Ruina sudah menyusahkan kakak selama ini" ucapnya lirih. Aku terkejut dengan penuturan gadis kecil ku ini. Ichigo hanya diam dan menggengam tanganku dengan kuat. Aku tahu dia sama terkejutnya dengan diriku.

"Iya, kamu emang nyusahin... tapi senyusahin apapun. Kamu tetap adik ku kan? Adik yang ku sayang" ucap Rey sambil mengecup pelan kening Ruina. Aku tersenyum melihatnya, walau agak terkejut dengan penuturannya di awal ucapan.

Kali ini Ruina memandang ke arah Seiru yang berdiri di kanan nya. Rey ada di kiri gadis itu.

Keduanya menggegam tangan mungil Ruina.

"Kak Seir, tolong jaga kak Rey ya"

"Iya..."

"Kaa-san, Ichi-san... terimakasih atas kasih sayang kalian selama ini" ucap Ruina sambil tersenyum simpul. Air mataku jatuh tak terbendung. Aku tak tahu harus mengucap apa.

"Ruina pergi dulu... sampai nanti di dunia sana. Ruina akan menunggu" ucap Ruina. Air mataku mengalir semakin deras apalagi saat kulihat jiwa Ruina sudah keluar dari tubuhnya. Rey dan Seiru yang tak tahu apa-apa hanya memanggil nama Ruina berkali-kali. Ichigo mencengkram bahuku dengan kuat, aku tak tahu harus apa. Apa aku harus menkonsou jiwa putriku sendiri?

Jiwa yang kini tengah memandangku dengan pandangan sedih karena aku menangisinya.
Dan jawabanku terjawab oleh terbukanya sebuah pintu geser, dimana kupu-kupu neraka keluar di ikuti oleh Shinigami berambut hitam panjang yang amat ku kenal... Byakuya nii-sama.

Sesaat Byakuya memandang aku dan Ichigo. Ichigo mengangguk pelan dan di balas anggukan lain dari Nii-sama.

Dengan tenang nii-sama mendekati Ruina, lebih tepatnya jiwa Ruina.... Read More
Dengan lembut ia memegang ke dua bahu Ruina dan berjongkok agar tinggi badan mereka sama.

"Namamu?"

"Ruina... Ruina Kurosaki. Paman?"

"Nama paman Byakuya Kuchiki"

"Kuchiki? Rasanya pernah dengar"

Aku hanya terdiam. Terus memandangin pembicaraan antara Ruina dan pamannya, paman yang tidak dikenalnya karena belum pernah bertemu.

"Ruina... paman boleh melakukan konsou?"

"Konsou?"

"Um, kau akan pergi ke soul society. Dunia para roh tinggal"

Ruina memandangku sesaat yang masih menangis.

Seulas senyum terlukis di wajahnya bersama anggukan kecil. Detik itu juga nii-sama melakukan konsou pada Ruina dan membuatnya lenyap. Aku menangis sejadi-jadinya di iringi tangisan dari Rey dan Seiru. Ichigo menahan tangisnya dan terus menopang tubuhku agar tak jatuh.

"Rukia, jangan menangis. Ruina akan ku asuh begitu aku menemukannya. Dia akan meneruskan keluarga Kuchiki, aku janji" aku mengangguk pelan mendengar ucapan nii-sama.

"Terima kasih"

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Ruise: Tamat!? Tamat!? Tamat!?????? (teriak-teriak g jelas)

Yuki: G tamat kok… lanjutannya kayaknya bakal jadi humor. Arrend… tolong ambil alih

Arrend: Ar anak manis akan mengemban tugas dari kak yuki!

Atol: Berikan padayang lain saja Yuki sama

Yuki: (senyum kalem) g ah! Aku maunya ama Arrend untuk berikutnya.

Ruise: Pastiterbengkalai lagi

Yuriina: Berikan pada Yuri saja…

Ruise: KALAU KAMU MALAH JADI CERITA YURI ATAU YAOI NANTI!

Princess: Baca review aja dulu… yang baca review… um… Rukia sama Seiru a.k.a Seiront pengarang yang baca… Yuki!!! Kamu aja! Kamu authornya. Rey yang bacain!

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Rey: Um… pertama dari Melody cinta…

Yuki: (senyum kalem) di lanjut kok… hehe… aku tak rela begitu saja

Seir: Mending g perlu lanjut dah… ampun dah dialog gw…

Rukia: Haha… sabarya nak Seir

Seir: Hah… kenapa dari dulu aku suka dapet ayah g bener ya?

Rey: Yang pentingkan bukan Ishhin yang setipe sama ayahmu itu

Seir: (pundung inget Iriya)

Rey: Kedua dari BakaMirai

Yuki: Itudah mati… huhu

Rukia: Ukh… my little daughter…

Rey: Biarin aja,,, aslinya juga udah jadiarwah kok setting aslinya dia

Seir: dan arwah adikmu itu nemplok di badanmu yangsuka seenaknya ngambil alih

Rukia: Ngomong apaan sih

Seir: Lebih baik g tau

Rey: ketiga dari Yumemiru reirin

Rukia: Rey kenapa?

Rey: Neverask me mom

Seir: Rey… kamu udah 129 tahun kan?

Rey: AKU GANTI SETTING TAHU!!! BUKAN ELF-HUME LAGI! Cuma hume biasa

Rukia: Half kali… Ichigo 1/3 aku Shinigami

Yuki: Ruina juga ganti ya… dia kan aslinya mati usia 67 tahun

Rey: Terakhir dari Ni-chan D'

Seiru: Nisan Ruina… nisan Ruina dimana sih waktu itu? Aku g pernah inget

Rukia: Um… akan ku pakai nisannya

Yuki: Ruina emang g punya nisa…

All: Tega

Yuki: Itu ulah Ruise tahu

All : PLEASE REVIEW!!!