Disclaimer : Masashi Kishimoto-san… Kalo Hikari yang punya, bakal nggak laku deh Narutonya…

Rated : T

Pair : Naruto U.& Sakura H.

Genre : Romance, Hurt, Comfort

Warning : OOC(maybe?),Gaje, Typo,dll

Gomen ne, Minna-san X( Hikari baru bisa apdet sekarang, karena Hikari baru aja menghadapi Ujian Nasional SMP. Hikari kan udah kelas 9 jadi gak ada waktu buat apdet *ngerayu dengan puppy eyes*. Ini juga Hikari lagi sakit radang tenggorokan gaje, nyebelin!!!

Oke dhe, bales ripiu dulu…

Chiwe-SasuSaku

Hehehehe, makasih Chiwe senpai udah di ripiu *peluk-peluk* Ripyu terus yah…

Akikocchi

Arigato senpai atas sarannya, Hikari akan coba perbaiki fic kali ini…

Resaya Kosui Ryou

Arigato, nih udah Hikari apdet. Review trus yah…

Almighty Hero

Hehehe, senpai jangan terlalu memuji… Ntar ketinggian trus Hikari jatoh lagi… Nih udah Hikari apdet.

Hotaru Ayuzawa

Sama-sama Hotaru chan… ^^

Karinuzumaki

Hehehehe, Hikari akan berusaha biar fic ini nggak mengecewakan senpai. Pair akhirnya masih rahasia, Hikari sendiri bingung…

Elvenlady 18

Makasih senpai, Hikari akan berusaha deh… Pasti

Udah deh, selamat membaca!

Love is Pain

Chapter 2

Sakura's POV

Hari ini aku dan Sasuke pergi bersama-sama, tanpa arah dan tujuan yang pasti. Apakah ini kencan? Entahlah, aku tidak mau mengambil kesimpulan sejauh itu. Yang pasti kini tanganku dan Sasuke bertautan. Tapi, kenapa perasaanku tidak enak begini? Bukannya seharusnya aku senang? Orang yang kucintai ada di hadapanku sekarang dan sedang menggenggam tanganku. Apa mungkin aku…

"Sakura…"Lamunanku langsung buyar saat Sasuke memanggil namanya.

"Ah, ada apa?"Aku langsung menoleh ke arah Sasuke yang sedang menatapnya.

Sasuke melepaskan genggaman tangannya dariku, dan melangkah melewati Sakura seraya menunjuk sebuah pohon besar.

"Itu…"Aku terhenyak. Aku dan Sasuke berada di tempat pertemuan pertama kami . Tempat dimana Sasuke biasa berlatih dan aku menatapnya diam-diam dari balik pohon.

"Hn,ternyata kau masih ingat tempat ini"Sasuke melangkah mendekatiku yang kini wajahnya memerah. Ia mengelus pipiku , dan mendekatkan wajahnya padaku. Apa? Apa yang akan Sasuke lakukan? Apa dia akan menciumku? Aku langsung memejamkan mataku rapat-rapat. Aku semakin gugup saat desahan napasnya terasa di wajahku, dan saat bibir atasnya menyentuh bibirku, entah kenapa aku langsung mendorong Sasuke menjauh dariku. Sasuke terkejut saat aku mendorongnya, tapi seperti biasa ia tidak berkomentar. Mata onyx nya menatapku tajam dengan tatapan kenapa-kau-mendorongku. Aku langsung menunduk, aku tahu jika aku menatap matanya, aku akan berubah menjadi gadis bisu yang tak bisa berkata-kata.

"Go..gomen ne, Sasuke. A…Aku…"Aku kehabisan kata-kata. Apa yang harus kukatakan padanya? Kami-sama tolong aku, kumohon.

"Sakura-chan! Sa…Sakura-chan!"Suara seorang gadis datang memanggilku menyelamatkanku. Terima kasih Kami-sama. Aku dan Sasuke langsung mengalihkan pandangan ke arah suara tadi berasal. Hinata tengah berlarian ke arahku dan Sasuke. Wajahnya merah sekali, pasti ia telah berlarian mencariku untuk waktu yang cukup lama.

"Ada apa, Hinata?"tanyaku sambil menopang Hinata yang limbung. Aku berusaha mengabaikan Sasuke yang berdiri di belakangku.

"Sakura-chan… Naruto-kun sakit, dia mengigau seharian dan memanggil-manggil namamu…"Hinata menatapku sedih.

"Naruto…"Aku menggumam, dan langsung menoleh ke arah Sasuke.

"Sasuke, tolong antar Hinata pulang. Aku akan pergi menengok Naruto…. Tolong ya!"Aku langsung menyerahkan Hinata yang masih kelelahan pada Sasuke.

Ia tidak berkomentar, hanya menatapku saja. "Hn"Satu kata akhirnya terucap darinya, yang kuanggap sebagai tanda setuju darinya.

"Baiklah. Arigato, Sasuke!" Aku langsung berlari meninggalkan Sasuke, dan tidak menoleh ke arahnya sedikitpun.

End of Sakura's POV

Normal POV

Sakura sampai ke apartemen Naruto setengah jam kemudian, sebelumnya ia membeli bubur untuk Naruto. "Naruto, ini aku Sakura… Aku masuk ya?"Sakura berteriak dari luar pintu apartemen Naruto dan langsung membuka pintu apartemen Naruto yang tidak dikunci. Sakura melihat Naruto memakai baju piyamanya dan berbaring di kasur.

"Naruto? Kenapa kau bisa sakit begini?"Sakura duduk di samping kasur Naruto dan langsung meletakkan punggung tangannya di jidat Naruto.

"Kau demam… Makanya kau harus makan makanan yang bergizi, jangan ramen terus! Kan aku sudah sering mengingatkanmu! Ini, aku bawa bubur. Duduklah, aku akan menyuapimu…"Sakura membantu Naruto bangkit dari tidurnya untuk duduk.

"Sakura-chan… Kenapa kau kesini? Bagaimana dengan janjimu dengan Sasuke?"Naruto menatap Sakura lemah. Ia merasa bingung.

"Sudahlah, itu tidak penting. Kau sedang sakit, Naruto… Aku akan merawatmu sampai kau sembuh!"tukas Sakura sambil mengangkat sendok berisi bubur untuk menyuapi Naruto.

Naruto menggeleng dan mendorong sendok berisi bubur itu menjauh. "Tidak penting? Kau yakin? Janjimu dengan Sasuke tidak penting?"Naruto menatap Sakura dalam-dalam. Ia berharap Sakura akan memberikan jawaban.

"Naruto, kenapa kau susah sekali menurut padaku? Cepat makan, kau mau kau semakin sakit?"Sakura tidak menjawab pertanyaan Naruto, ia masih tetap berusaha menyuapi Naruto.

"Jangan mengalihkan pembicaraan! Jawab pertanyaanku! Apa janjimu dengan Sasuke tidak penting?!"Naruto berteriak dan mendorong sendok berisi bubur itu dengan kasar hingga isinya tumpah.

Sakura terhenyak tak percaya. Naruto belum pernah sekasar ini padanya. "Na..Naruto?"Air mata Sakura jatuh saat itu juga. Membuat Naruto terkejut dan menyadari perlakuan kasarnya itu.

"Sa..Sakura, gomen… Aku…"Naruto tidak berhasil menyelesaikan perkataannya karena Sakura langsung memotong ucapannya.

"Aku pulang, makanlah bubur itu… Aku akan menitipkan obat untukmu pada Hinata…"Sakura berdiri, mengusap air mata di pipinya dan melangkah pergi.

Tepat di saat tangannya hampir menyentuh gagang pintu apartemen Naruto, ia terhenyak, saat ia merasakan sepasang tangan kekar memeluknya dari belakang, menahannya untuk pergi.

"Sakura… Jangan pergi…"Napas Naruto terasa panas di leher Sakura. Sakura hanya terdiam, tak mampu menggerakkan sedikitpun tubuhnya yang dipeluk dengan erat oleh Naruto. Naruto membalikkan tubuh Sakura hingga kini ia berhadapan dengan Sakura.

"Gomen ne, Sakura… Tadi itu aku… Aku tidak tahu apa yang meracuni pikiranku tadi, gomen…"Naruto menunduk, tak mampu menatap wajah gadis yang dicintainya itu.

Sakura masih terdiam. Detik berikutnya, ia menepis tangan Naruto dari bahunya dan berbalik untuk membuka pintu, Naruto langsung menahan tangan Sakura, ia menyentaknya dengan kencang hingga Sakura jatuh ke dalam dekapannya. Tubuh Sakura menempel pada tubuh Naruto yang panas.

"Naruto! Kenapa kau bersikap seperti ini?!"Sakura langsung melepas pelukan Naruto, pipinya basah oleh air mata yang sejak tadi dikeluarkannya.

"Karena aku mencintaimu! Aku mencintaimu Sakura!"Naruto berteriak dan tetap menggenggam tangan Sakura, menahannya untuk beranjak pergi.

Sakura menatap Naruto tidak percaya, "Apa…?"

Naruto menghela napas, "Aku mencintaimu Sakura, sejak dulu. Tapi aku tahu… Kau hanya mencintai Sasuke, jadi aku memendam perasaanku padamu. Berusaha menjadi sahabatmu, menjagamu selama Sasuke pergi dari Konoha. Tapi, aku tidak bisa menyembunyikannya lagi, aku…"Sakura menaruh telunjuknya di bibir Naruto.

"Jangan bicara lagi… Jangan…"Sakura mulai menangis. Ia mendongak untuk menatap Naruto.

Naruto membalas tatapan Sakura, ia berusaha menatap Sakura meskipun hatinya terasa sakit melihat air mata di wajah Sakura. Ia mengusap air mata di pipi Sakura dengan lembut.

"Maafkan aku… Jangan menangis lagi. Aku tidak bisa melihatmu menangis"ujar Naruto lemah. Sakura menggeleng.

"Tidak, Naruto. Aku yang harus minta maaf padamu. Aku lah yang bersalah padamu, aku yang… sudah menyakiti hatimu…"Sakura kembali menangis.

Naruto menghela napas lagi, "Sakura, bolehkah aku meminta jawaban atas pertanyaanku tadi? Apa janjimu dan Sasuke tidak penting?"

Sakura tersenyum, "Tidak, setelah aku menyadari ada pria lain yang selalu ada di sampingku dan mencintaiku sepenuh hatinya…"

Naruto tersenyum lebar, "Sa…Sakura… Kau…"

"Aku mencintaimu, Naruto. Sekarang dan selamanya…"tukas Sakura.

Naruto tersenyum dan menarik Sakura ke dalam dekapannya. "Aku mencintaimu Sakura. Dulu, sekarang dan selamanya akan selalu mencintaimu…"

Naruto mendongakkan kepala Sakura hingga mata emerald dan mata biru sapphire itu bertemu. Perlahan Naruto melumat bibir tipis Sakura, dan Sakura membalasnya.

Ciuman itu berlangsung cukup lama hingga keduanya melepas ciuman itu untuk mengambil asupan oksigen.

Naruto tetap tak mau melepaskan Sakura dari pelukannya, dan melumat bibir Sakura dengan penuh gairah. Bahkan lidah Naruto mulai menjelajahi mulut Sakura.

Naruto terus menciumi Sakura dan menggendong Sakura masuk ke dalam kamarnya tanpa melepaskan ciumannya dari bibir Sakura.

Dan desahan-desahan terdengar mengalun dari kamar Naruto.

To Be Continued…

Hwee, kok jadi nyaris rated M gini sih? Waduh… Efek samping dari sering baca fanfic rated M nih… Okeh.. Minta reviewnya yaaaaa….