Fanfic ini dibuat untuk mengikuti [FFC] Album Fic. Album yang saya gunakan adalah Romance yang dinyanyikan band Ali Project.
Warning : a little OOC, gaje. Ada kemungkinan POV berubah setiap chapter.
Disclaimer : Pandora Hearts © Jun Mochizuki & Romance © Ali Project
First Song : L'oiseau bleu / The Blue Bird
Chapter 1
The Blue Bird
Echo's POV
-
"Bagaimana kalau besok kita jalan-jalan? Berdua saja."
"Eh? Tapi…"
"Tenang, aku akan mengatarmu pulang sebelum gelap."
Echo ingin menolak, tapi tidak berdaya melihat senyum pemuda pirang itu. Ditambah Oz Vessailus memandanganya dengan lembut sampai Echo merasa dadanya berdesir.
-
Your gentle look
Once poured down
Into my body
-
-
Gara-gara percakapan kemarin, akhirnya hari ini Echo menghabiskan waktunya dengan Oz berjalan-jalan di sekitar kota. Ternyata tidak buruk juga sesekali jalan dengan pemuda itu. Setiap kali bersamanya, Echo lebih berani untuk melakukan hal-hal baru yang sebelumnya tidak terpikir olehnya.
-
There's only one person
Who brought me happiness
-
"Ah, burung biru!"
"Lucunya!"
"Sayang harganya terlalu mahal. Kita tidak bisa membelinya."
"Iya."
Mendengar kalimat yang diucapkan dua orang anak kecil itu, tanpa sadar Echo menghentikan langkahnya di depan toko yang menjual binatang. Di balik kaca etalase toko itu, Echo melihat seekor burung biru yang bertengger dengan anggun di sangkarnya. Burung itu cantik sekali. Bulunya berwarna biru laut. Ada sedikit semburan warna putih di bulunya. Matanya yang bulat lebar membuatnya semakin menggemaskan.
"Wah, cantik sekali ya, Echo-chan," kata Oz membuyarkan lamunan Echo.
"Iya," angguk Echo yang juga terpesona.
"Tertarik dengan burung ini?" tanya penjual burung yang sedari tadi melihat mereka.
"Iya," sahut Oz.
"Sebaiknya kalian membelinya. Burung biru ini sangat langka, lho, karena jarang ada orang yang bisa menemukannya. Burung ini juga disebut sebagai burung biru pembawa keberuntungan. Harganya memang mahal, tapi itu setimpal dengan kecantikan burung ini, 'kan?" kata sang penjual sambil menatap burung itu.
Oz berpikir sejenak.
"Baiklah, Paman. Aku beli burung ini," kata Oz beberapa saat kemudian.
"Nah, begitu dong!" Jelas sekali si penjual senang karena dagangannya terjual. Tidak sia-sia dia promosi.
Selesai menyelesaikan pembayaran, mereka berlalu dari sana. Oz menenteng sangkar berisi burung itu. Setelah itu, mereka melanjutkan berjalan-jalan.
-
-
"Ini untuk Echo-chan."
Oz menyodorkan sangkar burung biru itu pada Echo saat mereka hendak berpisah.
"Eh? Ini kan…"
"Tadi sengaja kubeli untuk Echo-chan. Siapa tahu kalau dewi keberuntungan selalu di sisi Echo-chan."
"Tapi…"
"Terima saja. Ini hadiah dariku. Terserah mau kamu apakan burung ini. Mau dipelihara atau dibebaskan juga boleh. Eh… asal jangan dimakan saja, ya." Oz mengakhiri kalimatnya dengan gurauan.
Ragu-ragu Echo menerimanya.
"Kenapa Oz-sama memberikan ini pada Echo?" tanya Echo.
Oz berpikir sejenak. "Tidak tahu, ya. Terpikir saja olehku. Mungkin karena burung ini mengingatkanku pada Echo. Terutama warna bulunya yang biru."
Akhirnya Echo menerima burung itu.
"Terima kasih, Oz-sama," kata Echo.
Oz tersenyum. "Sama-sama. Aku senang kamu mau menerimanya."
-
-
Kashian sekali burung ini. Terkurung dalam sangkar dan tidak bisa bebas…
Echo berdiri di dekat jendela kamarnya. Memandang burung biru dalam sangkar. Sebuah ide tercetus dalam benaknya. Ia membuka tirai dan jendela kamarnya lebar-lebar. Tanpa ragu-ragu, Echo membuka pintu sangkar yang membelenggu burung biru itu. Sang burung mengepakkan sayapnya perlahan, keluar dari sangkar dan terbang melalui jendela. Menuju ke angkasa. Echo mengamati burung biru yang telah terbang bebas itu melalui kaca jendela.
"Kamu telah bebas. Terbanglah sepuasmu dan jangan sampai tertangkap lagi," gumam Echo, menatap kepergian sang burung.
-
Oh blue bird, it's escaped out the window
And flew away.
To the end of the world.
To the end of the world.
Eternally.
End of chapter 1
A/N : Wah, kok jadinya gaje banget, ya? Mana satu chapter singkat lagi. Sekali lagi, terima kasih untuk yang sudah membaca fanfic ini.
