Aduuhh, maaf telat ngupdatenya yah, soalnya sekolahku lagi ngasih banyak ulangan T.T

Pengen tau lanjutan ceritanya kan? Sebenarnya lanjutan yang kemaren itu bel sekolahnya bunyi... hahaha, makasih yah yang udah ngasih review, ^^

Disclaimer : Peach Pit!


Nagihiko Side

RIINNNGGG! (bunyi telepon apa bel sekolah ini?)

"Wah, udah bel masuk! Ayo kita ke kelas Nagihiko, pelajaran Kimia nih!" ucap Amu.

"Eh, ya! Rima, kamu tidak masuk ke kelas?"

"Tidak, aku tidak ada gurunya," Rima duduk di bawah pohon cemara. Lalu tersenyum dan berkata "kalian tidak jadi ke kelas?"

"Ahh, iya!" teriakku dan Amu. Kami segera buru-buru lari ke kelas.

"Sampai nanti Rima,"

Rima hanya tersenyum. Kelihatannya ada sesuatu yang dia pikirkan.

Saat aku duduk di kursiku di dekat jendela pun, masih kulihat Rima duduk di sana. Kali ini dengan pandangan menerawang. Mungkin ia sedang ada masalah.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

RIINNGG!

Ahh, akhirnya selesai juga… Tapi, masih ada latihan basket. Lalu aku menghampiri meja Amu, "maaf Amu. Hari ini aku ada latihan basket, kalau mau kamu pulang berdua saja dengan Rima."

Dalam hati, aku setengah berharap Amu dan Rima mau menungguku.

"Em, aku bisa kok nungguin kamu. Aku tanya Rima dulu apakah dia mau nungguin kamu atau tidak,"ucap Amu buru-buru sambil beranjak dari duduk dan melangkah pergi.

"Sampai nanti Nagihiko," senyum Amu.

Ku harap Rima mau nungguin aku, tapi aku lebih senang jika Rima saja yang menungguku. Eh? Apa yang kupikirkan?

Aku beranjak dari kursi dan langsung berjalan menuju ruang ganti.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

PRIITTT!

"Yak, selesai! Kalian boleh pulang!" teriak pelatih basketku.

Aku langsung menuju ruang ganti sambil meminum air. "Hei, Nagi!" Aku menoleh dan ku lihat Kuukai berdiri di belakangku.

"Ada apa?" tanyaku sambil berganti baju.

"Rima itu pacarmu ya?" Uhuk uhuk! Aku terbatuk-batuk saat mendengar pertanyaan aneh itu.

"Nggak! Dia bukan pacarku,"

"Yang bener? Padahal menurutku, kamu suka sama dia!" ujar Kuukai tanpa ragu. "Dan menurutku, kamu juga suka padanya!"

"Jangan bercanda! Aku tidak suka padanya," Sebenarnya kata-kata Kuukai tadi membuatku kaget, karena memang ada benarnya. Aku kelihatannya sudah mulai menyukai Rima.

"Hahaha, ya sudahlah! Aku hanya iseng saja bertanya itu," Kuukai tertawa sambil menjauhiku. Lalu setelah berganti baju, aku keluar dari ruang ganti, berjalan menuju Rima dan Amu.

Amu Side

"Maaf lama,"

"Nggak apa-apa kok," senyumku. Nagihiko kelihatan keren sekali tadi saat bermain basket! Pikirku saat itu.

"Nah, kita bisa pulang kan sekarang?" Rima beranjak berdiri, aku pun ikut berdiri.

Nagihiko berjalan dengan kelelahan, "eh, Nagihiko! Tadi permainanmu bagus sekali!" kata Rima. "Ya, apalagi nyatanya kau bisa melakukan three point!" lanjutku bersemangat.

"Terima kasih, hehehe. Tapi, aku masih harus latihan," tawa Nagihiko lucu sekali, membuatku semakin tertarik padanya.

Sambil membicarakan latihan basket Nagihiko tadi, kami berjalan pulang. Rumahku dengan rumah Nagihiko dan Rima bisa dibilang dekat karena hanya berbeda 1 blok. Malahan rumah Nagihiko dan Rima lebih dekat, hanya berbeda 5 rumah.

"Ah, sampai jumpa Nagihiko, Rima!" ucapku sambil melambai pada mereka saat sudah tiba perempatan. "Sampai jumpa," ujar Rima sambil balas melambaikan tangan.

"Sampai besok Amu," senyum Nagihiko. Manis sekali! (Kalo manis dikerubutin semut dong! Haha)

Aku berjalan dengan perasaan agak cemburu, karena melihat Rima pulang bersama dengan Nagihiko. Ahh, andai saja rumahku dekat denagn Nagihiko… pikirku dengan lesu.

"Aku pulang!"

"Selamat datang kakak!" Ami menyambutku dengan riang gembira.

Tapi, tetap saja aku tidak dapat menyembunyikan kesedihanku. "Halo Ami," jawabku sambil memaksakan diri untuk tersenyum. Kelihatannya dia tidak sadar.

"Kakak, hari ini Ibu memasak makanan kesukaan kakak! Kakak cepat mandi lalu berpakaian, baru kita makan!" ucap Ami bersemangat.

"Baiklah Ami, kakak mandi dulu yah…" ujarku sambil melangkahkan kaki ke kamarku.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Setelah mandi, aku berpakaian dan turun ke bawah. Ku lihat Ami, Ayah dan Ibu sudah menungguku. Aku duduk dan mulai makan, aku mengobrol dengan keluargaku dengan berat hati.

Entah kenapa rasanya aku ingin sekali cepat-cepat berada di tempat tidurku, berselimut dan tidur. Rasanya aku lelah sekali hari ini.

Setelah makan, aku membereskan piring-piring bekas makanan dan mencucinya. Lalu aku beranjak ke kamarku, kulihat jam.

Masih jam setengah delapan malam, tapi badanku pegal sekali. Aku naik ke kasur dan segera pergi ke alam mimpi.

Rima Side

Jam setengah delapan, aku ke kamarku. Untuk mengerjakan PR ku hari ini, tapi entah kenapa aku jadi memikirkan Nagihiko.

Tiba-tiba, ponselku berbunyi.

You are always gonna be my love
Itsuka dareka to mata koi ni ochitemo
I'll remember to love
You taught me how
You are always gonna be the one
Ima wa mada kanashii love song
(Author lagi suka banget ama lagu ini nih! hehe)

(Perhatian, perhatian! Yang tulisannya miring berarti suara penelepn yaa…)

"Halo? Nagihiko?" "Ya, ini aku."

"Ada apa menelepon malam-malam?"

"Ada yang kubicarakan, apakah aku mengganggumu?"

"Tidak, tidak mengganggu kok!"

"Emm, aku tahu ini melanggar janji kita dengan Amu, tapi aku juga tidak mungkin mendiamkannya terus…"

"Memangnya kamu mau bicara apa?"

"Hal yang ingin kubicarakan adalah mengenai perasaanku…"

"Perasaanmu?"

"Ya, aku baru menyadarinya hari ini. Sebenarnya selama ini aku menyukaimu, Rima…"

Hah? Apa aku nggak salah dengar ya?


Huhuhu, kalo cerita ini jelek maap yahh… (ck, minta maap mulu!)

Tapi, menurut kalian cerita ini gimana? Bagus? Ato jelek? Nah, buat mengetahui itu, tolong di review yah…