Yeiii! Akhirnya setelah bersusah payah ngerjain ulangan,, semua itu selesai!

Doain ajaa yah aku dapet nilai bagus…

Oh iya, kalian pengen tau yah jawaban Rima di chapter sebelumnya? Pasti semua udah bisa nebak dong!

Ya,, ya. Udah cukup ngobrol-ngobrolnya. Masuk ke ceritaa yuk!

Disclaimer : Peach-Pit!

AMU SIDE

Paginya, aku terbangun dengan perasaan senang. Ku bereskan kasur dan menuju kamar mandi. Selesai mandi, ku kenakan seragam ku yang biasa, mengambil tas dan segera turun bawah (ya iyalah turun ke bawah! Masa ke atas!).

"Selamat pagi, Amu." Ibuku yang sangat ku sayangi, menyapaku saat ia sedang menyiapkan sarapan.

"Pagi, Ibu. Apa sarapan hari ini?" tanyaku.

"Omelet rice, sayang. Duduklah,"

"Loh? Ayah di mana? Kok tidak kelihatan,"

"Sudah berangkat," jawab Ibu, lalu ia menaruh omelet rice di hadapanku.

"Ohh," sahutku pendek, nyam nyam! Enak sekali, selesai sarapan aku beranjak dari kursi dan bersiap-siap untuk ke rumah Rima dan Nagihiko. Tapi, kelihatannya itu tidak perlu karena…

TING TONG!

"Sebentar!" Aku berlari untuk membuka pintu, ternyata yang tamu itu adalah Rima dan Nagihiko.

"Rima? Nagihiko? Kenapa kalian…"

"Eh, kami berpikiran untuk menjemput lebih dulu," ujar Rima.

"Ku pikir kasihan sekali kamu harus menjemput kami setiap hari," senyum Nagihiko.

Aku tersenyum senang, kembali ke dalam, mengambil tasku. "Ibu, aku berangkat!"

Dengan buru-buru, aku memakai sepatuku. "Ayo!"

Kami bertiga berjalan menuju sekolah, tapi entah kenapa aku merasa ada yang berbeda akan Nagihiko dan Rima. Atau cuma perasaanku saja yah?

XXXXXXXXXXXXXXX

"Pagi Amu, Nagihiko!" sapa Yaya riang, saat aku dan Nagihiko memasuki kelas.

"Pagi Yaya," sahut Nagihiko, lalu ia berjalan menuju bangkunya.

"Pagi Yaya! Kelihatannya kamu senang sekali,"

"Eh, tidak kok! Amu, kenapa Nagihiko kelihatan tidak semangat sih?"

"Aku kurang tahu, dari tadi dia seperti itu. Rima juga, entah apa yang terjadi pada mereka berdua!"

"Hem, kalau gitu biar aku yang tanya!" Yaya mulai berjalan menuju Nagihiko.

"Eh, jangan Yaya! Biarkan saja!" aku berusaha menahan Yaya, tapi tetap saja dia berjalan menuju Nagihiko.

"Nagihiko!"

"Ada apa?" Nagihiko kelihatan sedikit kaget karena Yaya.

"Kenapa kamu tidak bersemangat? Tidak biasanya kamu seperti ini," terang Yaya.

Aku hanya diam terpaku di belakang Yaya. Aku penasaran dengan jawaban Nagihiko.

"Tidak apa-apa. Aku hanya memikirkan pe-er kimia,"

"Ahhh!" teriak Yaya.

"A, ada apa Yaya? Kamu kenapa?" tanyaku, sambil melihat sekeliling, hem… Tidak ada apa-apa kok…

"Aku lupa kalau ada pe-er kimia! Amu, pinjam pe-ermu dong!"

"Punyaku saja, Yaya. Ini," Nagihiko menyodorkan buku kimianya.

"Ah, terima kasih," Dengan buru-buru, Yaya berlari menuju mejanya.

Aku dan Nagihiko yang ditinggal Yaya, hanya diam saja. Tapi dipikir-pikir, gak enak juga kalo gak ngomongin sesuatu. Mungkin aku juga bisa tahu kenapa dia kelihatan lesu hari ini.

"Kamu yakin gak apa-apa?" tanyaku pelan.

Ku lihat sedikit perubahan di wajahnya, sebelum dia menjawab, "ya, terima kasih sudah mengkhawatirkanku."

Hmm, aku jadi makin merasakan kejanggalan antara Nagihiko dan Rima.

RIMA SIDE

"Kamu tidak apa-apa Rima?"

"Kairi!" seruku, aku kaget saat tiba-tiba saja Kairi berada di depan mukaku.

"Maaf, aku mengagetkanmu yah?" Dia meringis.

"Tidak! Aku tidak apa-apa kok," terangku cepat.

KREKK (bunyi apa kata kalian? Ini bunyi pintu dibuka!)

"Duduk di kursi masing-masing!" ucap guru, Kairi segera duduk di bangku sebelah mejaku. Dari tatapannya, kelihatannya dia tidak puas dengan jawabanku.

Hahh, aku tidak habis piker kenapa Nagihiko bilang itu semalam.

_Flashback Start_

"A, a… Nagihiko, kamu gak serius kan?" seruku di telepon semalam.

"Aku serius, Rima. Aku menyukaimu sejak kita masih kecil, hingga sekarang…"

"Tapi, kamu tau kan apa yang kita janjikan bersama Amu? Tidak bisa, Nagihiko!"

Aku bisa tau saat itu Nagihiko sedang tersenyum kecut, mendengar perkataanku. Tapi, mau bagaimana lagi? Kami tidak bisa berpacaran!

"Aku tau, biar aku berbicara dengan Amu. Dia pasti akan mengerti," ujarnya santai.

"Tidak, dia tidak akan mengerti."

"Rima," aku jadi takut untuk mendengar kelanjutan perkataannya.

"Aku akan berusaha sekuat tenaga agar Amu dapat mengerti kita. Jadi, bagaimana? Apakah kamu juga suka padaku?" lanjutnya bersemangat.

"Maaf, Nagihiko. Aku tidak bisa berpacaran denganmu, aku betul-betul minta maaf."

KLIK!

_Flashback End_

Aku bisa membayangkan dengan jelas bagaimana wajah kecewa Nagihiko saat it. Oke oke, aku tau aku membohongi diriku sendiri. Tapi, aku tidak mau melanggar janji itu. Menurutku persahabatan lebih penting!

Fuhh, aku jadi pusing memikirkannya.

XXXXXXXXXXXXXXX

"Rima, selama pelajaran tadi kamu melamun saja. Bener nih, kamu gak apa-apa?" uhh, Kairi nanya mulu sihh! Bikin kesel aja!

"Kairi, aku sudah bilang tadi. Aku TIDAK apa-apa," ucapku geram, dengan penekanan pada kata 'tidak'.

"Sanjou, Mashiro, tolong bawakan buku-buku ini ke ruang guru." Kata guru.

"Baik!" ucapku berbarengan dengan Kairi, kami maju ke depan dan mengambil buku tersebut. Lalu keluar kelas menuju ruang guru.

"Uhh, kenapa selalu aku dan kamu yang disuruh membawa buku-buku ke ruang guru?" sungutku kesal. Kairi tersenyum saja melihat kelakuanku.

"Mungkin karena kita anak baik di antara teman-teman kita? Kita juga selalu menjadi peringkat 1 dan 2 di kelas juga," ucapan Kairi memang masuk akal, tapi tetap saja mengesalkan!

Sampai juga di ruang guru, kami masuk ke dalam, menaruh buku-buku di meja. Dan keluar dari ruang guru.

"Kairi, hari ini aku makan bento denganmu ya!"

"Eh? Kamu tidak makan dengan Nagihiko dan Amu?"

"Tidak, lagipula ada yang mau aku bicarakan denganmu,"

"Baiklah," Kairi mengganggukan kepalanya. Ah! Ada Amu! Kebetulan sekali, "Amu! Hei!" seruku senang.

"Ada apa?" senyumnya.

"Maaf, hari ini aku tidak bisa makan bento denganmu dan Nagihiko. Ak harus berbicara dengan Kairi,"

"Baiklah, eh. Rima!" Saat aku akan berjalan, Amu memanggilku. Aku berbalik dan ku tatap wajah Amu. "Em, tidak jadi. Sampai nanti sepulang sekolah," dia berjalan kembali menuju kelasnya. Ada apa yah? Ah, sudahlah.

"Ayo, Kairi! Ada hal yang harus kubicarakan denganmu!" Ku tarik tangan Kairi, dan berjalan menuju kelas. Aku harus menceritakan kejadian semalam kepada Kairi!

Nagihiko Side

Aku kebingungan mencari di mana Rima dan Amu, untunglah setelah hamper 30 menit mencari. Aku melihat Amu yang berjalan sendirian, kelihatannya dia baru saja dari kelas Rima.

"Amu, kamu dari mana saja? Mana Rima?" tanyaku beruntun.

"Hari ini dia tidak makan bento dengan kita,"

"Eh?" Aku terkejut, tidak biasanya dia seperti itu. Mungkin dia menghindariku karena teleponku semalam.

"Dia mau berbicara dengan Kairi, jadi dia bilang kita makan bento berdua saja," ujar Amu, dia berbelok. Aku juga mengikutinya, mungkin dia ingin ke kelas.

"Ya sudahlah, ayo kita makan bento kita. Nanti bel masuk keburu berbunyi lagi,"

Kami mempercepat langkah, Amu agak diam hari ini. Jadi, aku bisa berpikir tanpa di ganggu oleh ocehannya, seperti hari-hari kemarin.

Kenapa?

Kenapa Rima makan bento dengan Kairi ya? Apa dia ingin menghindariku? Ah, tapi… Mana mungkin! Rima tidak mungkin seperti itu.

Aku terlalu sibuk berpikir hingga tidak menyadari kalau aku sudah masuk kelas. Kami makan bento di mejaku. Aku melihat Rima dan Kairi sedang berbicara serius di halaman belakang.

Sebenarnya, itu sedikit membuatku cemburu…

XXXXXXXXXXXXXXXX

RIINNNGGGG! (bunyi belnya belum ganti-ganti nih~)

Akhirnya, waktunya pulang juga…

Aku sudah bosan berada di sekolah hari ini, apalagi Rima mengacuhkanku. Rasanya sekolah jadi tidak mengasikkan lagi.

"Nagihiko, ayo cepat! Kita kan mau ke kelas Rima dulu,"

"Loh? Bukannya Rima gak pulang sama kita?" Aku keheranan, "Ku pikir gak pulang bareng."

"Eh, emangnya aku bilang gitu? Gak kan? Nah, ayo cepat!" seru Amu pelan.

Aku buru-buru membereskan tasku dan berjalan mengikuti Amu yang sudah jalan duluan."

Rima!" Amu melambaikan tangannya ketika ia melihat Rima. Dan lagi-lagi, Rima bersama dengan Kairi. Tumben-tumbennya Rima bersama Kairi terus, biasanya kan jarang.

Rasanya aku ada yang aneh antara Kairi dan Rima. Tapi, aku tidak tahu kenapa.

TO BE CONTINUED…

Uwoo! Kayaknya makin seru ajahh yaa! Udah gak sabaran juga nih, pengen bikin cerita baru… Tapi, belum kepikiran bikin cerita apa… =3=

Oh oh, review dulu yahh chapter yang ini. Aku akan dengan senang hati menerima kritikan, saran kalian~

See you in next chapter!