Disclaimer : Eyeshield 21 belong to Riichiro Inagaki-sensei & Yusuke Murata-sensei. But Idea is belong to Youi_Chan & Story belong to me~
Pair : HiruMamo, SuzuSena
Rated: K+ (Maybe~)
Hehehehehehhehe~ Sekarang sudah saat-nya update kilaaattt! Di Ch 2 bakal lebih banyak adegan Romance-nya~ Namun di CH selanjutnya bakal ada adegan yang bikin perut mual~ *peace of curr~* Happy reading~
Previous on A hell vacation:
"Kemana boss?" Tanya Si Sopir. Hiruma menyeringai seram dan membisikkan sesuatu ke telinga si sopir. Si Sopir akhirnya ikut tertawa seram. Dan anggota DDB hanya bisa Jawdroped. Lalu, bagaimanakah nasib DDB? Apakah mereka akan selamat?
o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o
Sopir bus membawa mereka dengan kecepatan mengerikan menuju sebuah taman yang bernama 'Taman Bungkul'.
"Hi, Hiruma-kun~ bilangin sopir-nya jangan cepet-cepett~" Pinta Mamori dan reflek memegangi tangan Hiruma. Hiruma Cuma diam alias Stay Cool. Padahal dalam hati tuh dia lagi malu-malu! Seperti kata pepatah : 'Jangan malu-malu, kucing~'
"Oi Manager sialan, tanganmu." Kata Hiruma sambil menunjuk bawah. Mamori yang sudah merasa waras menyentakkan tangannya.
"Ma, maaf ya!" Seru Mamori.
"Hayyooo~ Ngapain tuh~" Goda Suzuna dari atas kepala Mamori. Reflek Hiruma menjendul kepala Suzuna hingga terjengkang kebelakang. Untungnya berhasil di tangkap Sena.
"Hiruma!" peringat Mamori.
"Sori, replek." Kata Hiruma enteng. Mamori hanya menghela nafas dan melanjutkan kegiatannya yang tertunda yaitu : memandangi kota Surabaya di saat malam hari. Gemerlap lampu kota yang berwarna-warni tampak sepadan dengan banyaknya taman-taman yang dibangun. Bus akhirnya melewati sebuah air mancur dengan lampu yang dapat berubah-ubah di depan balai pemuda.
"Nee~ Kawaii!" Seru Mamori girang.
"khe! Norak kau!" Komentar Hiruma.
"Bi, Biarin!" Kata Mamori blushing.
"Tapi aku lebih suka kau yang seperti ini." Kata Hiruma sambil mengelus kepala Mamori.
"A, apa maksudmu sih?" Tanya Mamori yang wajahnya sudah seperti kepiting rebus yang untungnya tidak terlihat oleh Hiruma.
"Nanti temani aku sebentar." Bisik Hiruma di telinga Mamori dan membuatnya berubah warna sama dengan wajah pemiliknya. Bus melaju semakin cepat dan semakin mengerikan. Akhirnya Bus sampai ke tempat tujuan dengan SE-LA-MAT. Para anggota DDB turun dengan gontai dan lemes. Gimana ngga lemes coba? Supirnya aja ngebut… But but but but~
"Hah hah hah! Se, selamat~" Kata Monta.
"I, iya." Sahut Sena.
"UwoH~ Bagus sekali." Seru Jumonji menikmati hijaunya taman tanpa memperdulikan teman-temanya yang menggelepar-gelepar.
"Iya! Nee~ bunganya cantik-cantik!" Seru Suzuna sambil menunjuk kumpulan bunga tulip warna merah.
"Iya. Cantik sekali. Apa lagi kalau pagi hari." Timpal Mamori. Mata Suzuna akhirnya memperhatikan penampilan Mamori dan tersenyum penuh arti.
"Nee~ Mamo-nee cantik juga ya~ kalau sedang begini~" Kata Suzuna sambil terus memperhatikan penampilan Mamori. Maklum, manusia mana yang ngga ngiler ngeliat penampilan si 'Bule' Mamori? Sudah wajah-nya yang oriental karena blasteran, di tamabah saat itu ia memakai terusan warna ungu yang banyak kantongnya serta dilapisi jaket kulit hitam pendek dan memakai legging hitam. Tidak lupa sepatu boots favoritnya juga terpasang dengan manis di kaki jenjangnya.
"O, oh ya? Kau juga cantik kok! Ya kan, Sena?" balas Mamori.
"Ah, Eh I, iya! Kau cantik kok." Kata Sena malu-malu kelinci *Readers: Emang ada yaa?*. Yang bersangkutan hanya tersipu. Kurita, Monta dan 3 Bersaudara Ha-Ha sedang asyik mencicipi rawon kalkukator yang terkenal. Yuki dan Musashi sibuk nyari gebetan berhubung kalo di Japon mereke ngga laku-laku*Di lempar sandal Yuki & Mushan*.
"Mau kemana?" Tanya Suzuna melihat Mamori berjalan menjauh.
"Ke tempat bermain. Mau ikut?" Tawar Mamori sambil menunjuk Ayunan.
"Ah tidak usah. Aku ingin bicara dengan Sena. Jaa~ ne!" Pamit Suzuna sambil berlari kecil menuju sebuah bangku yang ada di sana. Dan tanpa disangka tanpa di duga, Duduklah sepasang kekasih(?) yang tengah bermesraan (?) dan membawa seekor kucing (?).
"Riiku-chan?" panggil Mamori.
"Ah Mamori-san!" balas Riiku.
"Sedang apa di sini?" Tanya Mamori sambil duduk di ayunan di sebelah pasangan hot itu *Di hajar Youi-chan*.
"PACARAN." Jawab Riiku tegas yang sukses mendapat tonjokkan maut dari Youi-chan.
"Ng, nggak bener kok! Bohong! 100 % bo'onk!" Seru Youi-chan.
"Hahahahahaha! Aku Cuma bercanda kok! Lho, Mamori-san kesini dengan DDB?" Tanya Riiku.
"Iya. Hiruma aneh ya? Masa ngajak ke taman malem-malem begini! Mana malem jum'at lagi! Kan serem!" kata Mamori sambil bergidik ngeri.
"Merinding~ Bulu jaketku~ tak dapat ku berlalu~ Ketika aku mau pingsan, akhirnya dia pingsan duluannnn! Melihat celana kedodoraaann~!" Kata Hiruma sambil menyanyikan lagu 'Malam Jum'at Kliwon' lengkap dengan gitar-nya.
"Ndeh, nyanyi!" Seru Mamori, Riiku dan Youi-chan bersamaan.
'ilfeel deh aku.' Batin Mamori.
"Nggak, Cuma nggremeng kok~" balasHiruma dengan gaya bencong perempatan. *Di bejeg-bejegh Hiru*
"Ternyata kamu jugasukanya mendramatisir suasana toh~" Goda Mamori.
"Mending ngamen dapet duit dengan cara elit saat ekonomi sulit! Daripada ngemis dengan wajah meringis bikin orang nangis saking lu sangar puitis!" balas Hiruma. Mamori makin ilpil di buatnya.
"Kenapa ya dari tadi kita ketemu terus?" Tanya Hiruma lagi pada kedua mahluk halus tersebut.
"Wah~ Ngga tahu ya!" Jawab Keduanya Innocent. Hiruma langsung menyeret mereka menuju bawah pohon yang lumayan gelap meninggalkan Mamori yang hanya bisa cengo.
"Kalian ngikutin aku ya?"Tanya Hiruma.
"IH GE ER!" jawab keduanya *Yaelaah~ Kompak amaaat!*
"Terus, kok bisa bertemu keh?"
"TAKDIR!" jawab keduanya lagi sambil mengacungkan jempol. Melihatnya Hiruma tersenyum (Baca: Menyeringai) mengerikan. Membuat 2 mahluk itu berpelukan.
"Kalau begitu aku ingin minta tolong pada kalian~" Kata Hiruma masih dengan seringai seram yang membuat Riiku dan Youi memasang tatapan Horror. Hiruma membisikkan sesuatu ke telinga keduanya.
"Khu khu khu….."
"Kufufufu…." Setelah mendengar apa yang Hiruma bisikkan tiba-tiba saja wajah keduanya menjadi SANGAT JAHAT.
"Kekekekekekeke! Bisa kan?" Tanya (baca: Perintah) Hiruma.
"BISA~" Jawab Riiku & Youi dengan aura-aura membunuh.
"Jadi, besok jangan lupa ya, jam 4.45 pagi!" Kata Hiruma sambil pamit dan ngibrit mau pacaran ama Mamo *Di tampol Hiru*.
"Xixixixixixi! Youi-chan bosen nih sama HiruMamo~" Kata Riiku.
"Iya Rii-chan~ Ke SenaSuzu yuk~" ajak Youi. Dan keduanya sepakat untuk mengintai the next Couple.
-SenaSuzu-
Suzuna sedang asyik menikmati indahnya lampu kota yang ada di depan taman. Sena memperhatikannya dengan seksama dan sesekali tersenyum GaJe.
"A, Ada apa Sena? Kenapa kau melihatku seperti itu?"Tanya Suzuna blushing.
"Ah, ti, tidak! Hanya saja malam ini kau tampak cantik." Puji Sena.
"Wah, Sena nggombal!" Bisik Youi yang tengah memata-matai SenaSuzu dari balik semak-semak.
"Iya! Ampuh ga tuh gombalannya?" balas Riiku. Youi hanya mengangkat bahu.
"Se, Sena ih! Jangan nggombal deh…." Kata Suzuna tersipu.
"Aku ngga nggombal kok! Aku mengatakan yang sebenarnya." Balas Sena dengan tatapan serius.
"Se, Sena.. A, aku sa, sangat menyukaimu." Kata Suzuna. Sena tersenyum lembut.
"Apakah kau hanya menyukaiku?" Tanya Sena.
"A, aku mencintaimu. Bukan hanya menyukaimu saja." Jawab Suzuna sambil mengalihkan perhatiannya.
"Sebagai seorang running Back, atau sebagai seorang lelaki?" Tanya Sena lagi Suzuna terdiam sesaat dan akhirnya menjawab :
"A, aku mencintaimu sebagai seorang Sena!" Kata Suzuna sambil tersipu. Sena memeluk Suzuna dan mengecup kening Suzuna.
"Aku tahu itu. Aku tahu." Kata Sena.
'Sena hangat sekali…' batin Suzuna.
"Rii, bukannya mereka udah jadi ya?"Tanya Youi.
"Iya~ ! Tapi Sena pingin tahu apakah Suzu-chan benar-benar mencintai Sena~" Jawab Riiku sambil tersenyum.
"Oya? Boleh juga si kecil itu." Sahut Jumonji yang tiba-tiba berdiri di belakang Riiku.
"Oya? Bagus juga kalo latarnya pemandangan romantic." Timpal Kuroki.
"Oya? Bagusnya lagi ada pihak ketiga." Tambah Togano.
"Oya? Yang ketiga jadi setan." Kata Youi & Rii dan Musashi hanya menggelengkan kepala.
"Lho, mana Monta?" Tanya Youi.
"Ah, tau tuh. Tadi kayaknya gulung-gulung gara-gara ngeliat Hiruma berduaan sama Mamori." Jawab Yukimitsu sambil bawa-bawa plastic berisi Jus warna ijo. Youi & Riiku saling berpandangan satu sama lain. Dan akhirnya mereka ngibrit menuju tempat yang aman untuk memata-matai Hiruma yang berduaan sama Mamori.
"Ke, kemana kalian?" Tanya Suzuna yang baru saja di lewati Youi & Riiku.
" MEMATA-MATAI THE NEXT COUPLE!" Jawab keduanya mantap sambil mengacungkan jempol. Antenna Suzuna langsung tegak. Ia mengeluarkan sebuah HP dari tasnya dan mengikuti Youi & Riiku.
'Astaga, cewekku freak.' Batin Sena yang akhirnya ikut juga. Disusul Musashi, Kurita dan 3 besaudara ha-ha, dan tidak lupa Yukimitsu dan Monta yang telah pulih sepenuhnya.
Mamori sedang asyik SMS-an dengan seseorang. Hiruma yang dari tadi duduk di ayunan sebelahnya hanya diam tanpa kata. Akhirnya karena bosan dengan keheningna, Hiruma angkat kaki eh salah angkat bicara!
"SMS-an sama siapa sih? Lama banget." Tanya Hiruma. Mamori menoleh sebentar.
"Sama Kaa-san kok. Kenapa? Kau cemburu ya?" Goda Mamori sambil kembali memperhatikan layar Hape-nya. Hiruma terdiam sebentar.
"Iya kau cemburu. Kalo cowok yang SMS-an sama kamu." Jawab Hiruma. Mamori berhenti mengetik. Ia diam dan mencoba mencerna kata-kata Hiruma dan sesekali keselek *Emangnya makanan apa*. Jantung Mamori berdebar dengan keras. Setelah menghela nafas ia mengetikkan kata terakhir dan pamit pada ibu-nya. Mamori menutup HP-nya dan memasukkanya ke dalam saku bajunya *Lucu deh Dress-nya Mamo banyak kantongnya~*. Mamori menatap Hiruma sebantar.
"Apa?" Tanya Hiruma sambil mengangkat sebelah alis-nya. Tiba-tiba datanglah seorang anak kecil yang mengamen di depan Mamori dan Hiruma.
'Katakan padaku katakan padaku~
Kau menyimpan rasa kau menyimpan rasa cinta~
Nyatakan padaku Nyatakan padaku
Perasaan itu perasaan itu cinta~'
Anak itu menyanyi lagu yang SANGAT-SANGAT sekali-*BRUAAGHH* sangat Ehm~ pas dengan suasana yang tengah terjadi. Mamori menoleh ke anak itu dan tersenyum lembut. Karena tidak bisa bahasa Jawa, Mamori hanya memberinya 3 butir permen. Anak itu hanya tersenyum dan berkata :
"Matur nuwun! God bless you!" sambil memberikan Kiss bye. Riiku Dkk hanya bisa cengo plus muntah 3 ember *Hamil apa?*.
"Gila anak kecil bisa bahasa Inggris ya!" Sahut Riiku. Oke, kembali ke jalan cerita yang benar.
"Apa sih?" Tanya Hiruma. Mamori kembali diam dan menunduk.
'Haruskah kukatakan? Haruskah kukatakan?' batin Mamori. Mamori mengangkat kepala. Suzuna, Youi, & Riiku tengah siap dengan HP untuk merekam adegan itu.
"Hi, Hiruma sebenarnya aku…"
"Aku.."
"A, Aku…" Mata para para pecinta HiruMamo membulat penuh. *Hiiii!*
"Aku…"
"A, Aku…"
"A, ku Su-"
"Ssst." Kata Hiruma sambil menahan bibir Mamori dengan jari telunjuknya. Dengan cepat ia menodongkan Bazooka yang entah dimana di siapkannya.
'DUAARRR!' Hiruma menembakkan pelurunya ke semak-semak tempat Riiku dkk memata-matai mereka. Alhasil mereka terlontar jauh~ jauh, jauh sekali.
"Hi, Hiruma-kun!" Pekik Mamori panic. Untungnya yang jadi korban hanya nyangsang di pohon. Hiruma menolehkan kepalanya ke Mamori. Sadar akan hal itu Mamori melanjutkan kata-kata-nya.
"Hiruma, sebenarnya aku su-" Hiruma memotong kalimat Mamori dengan kembali menahan bibir merah Mamori dengan telunjuknya.
"Biar aku saja yang mengatakannya. Anezaki Mamori, dari lubuk hatiku yang paling aku ingin mengatakan kalau aku…"
"Aku.."
"Aku.."
"AKU…"
"Aku sangat SAYANG padamu sebagai PEMBANTUKU! Kekekekekkeke!" Kata Hiruma sambil tertawa terbahak-bahak. Mamori yang tadinya deg-degan, akhirnya menggembungkan pipi dan memukul-mukul Hiruma pelan.
"Hiruma Bakka! Aku serius tahu! Aku serius kalau aku menci-"
'Cuuuuuppppp' Hiruma menghentikan gerakan Mamori dan mencium gadis itu. meski hanya 7 detik, terasa lama bagi mereka.
"Aku juga serius mencintaimu." Kata Hiruma sambil menjilat sudut bibirnya. Mamori blushing dibuatnya….
'Syuuuttt DUAR!' bunyi kembang api menyemarakkan pernyataan cinta Mamori. Mamori menoleh kea rah lapangan tengah. Tampak Doburoku-sensei dan pengikut-nya *Buta dan Cerbe* tengah memasang berbagai kembang api. Yang di pohon masih saja nyangsang di sana.
"Kawaii!" Teriak Suzuna girang. Yang lainnya hanya mencoba duduk senyaman mungkin.
"I, Indah sekali…" Puji Mamori saat melihat sebuah kembang api terlontar dengan gambar devil bats.
"Hiruma, lucu ya!" Kata Mamori lagi sambil menunjuk kembang api devilbats. Hiruma tersenyum dan menggandeng tangan Mamori.
"Aishiteru, Fucking Manager." Bisik Hiruma di telinga Mamori.
"A, Aishiteru yo, Hiruma-kun..." Balas Mamori sambil blushing.
-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-TampolKolorSis-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-
Riiku: Yeh~ Publish dehh~ *Nari gaje*
Youi-chan: No comment deh~
Riiku: kenape nih bocah? Oh iya lupa! Sini! *manggil orang*
?: Apaan sih!
Riiku: perkenalkan ini asisten pengganti saya, Shino-chan sedang asyik maen sama pujaan hatinya dan sekarang ini, Maaya-chan akan membantu saya!
Maaya: Haloo~ mohon kerja sama-nya~ *Membungkuk sambil bawa-bawa papan dg tulisan : REVIEW PLEASE*
