Disclaimer: Eyeshield 21 belong to Riiichiro Inagaki & Yusuke Murata. But, Idea is belong to 'Youichi Hikari' and story belong to Me~
Slight SuzuSena, HiruMamo, And other couple.
Nyohoooooo~ Minna-san~ Gomen karena update yang lamaaa~ ini aja aku bikin secara TERANG-TERANGAN di ruang computer sekolah… *Di lempar sandal sama pak suwardi*. Maaaavv~ Rii udah kelas 3. Jadi ruang untuk bikin n ngelanjutin fic terbatasss… Ahh iyyaa maaf kalo ada typo dna sejenisnya~ NAAAhhhh~ dari pada membaca bacotan-ku yang mencolok mata, silahkan kembali pusatkan perhatian anda semua pada fic di bawah ini~
Happy Reading~ ^_^V
Selama kurang lebih 2 jam mereka menetap di pantai mentari **, DDB memutuskan untuk kembali ke hotel untuk menuntaskan kegiatan tertunda mereka : SARAPAN.
"Rii, udah 2 jam kita di sini~ Ngga ada pair ato adegan Aduhai lagi…." Keluh Youi pada mahluk halus d sebelahnya, Riiku.
"Heeee? 2 jam? Ngga terasa ya! Emang ngapai aja tuh setan-setan mini di sini?" Tanya Rii Ga Je.
"Tau. Kata mbah-mbah yang baru lewat sih mereka lagi mungutin sampah." Jawab Youi ngga kalah Ga Je.
"Jiaahh~ Terus kapan nih kita balik?" Tanya Rii lagi. Youi hanya mengangkat bahu tanda tidak mengerti. Tiba-tiba datanglah seekor setan *Di Bazooka Hiru* bersama kekasih hatinya *Sok puitis*.
"Ah, Hiru-san. Kapan kita pulang?" Tanya Youi yang udah ngga sabaran. Hiruma melirik jam tangannya.
"Sekarang." Jawabnya dengan Innocent. Youi dan Rii langsung terpekik terpingkal-pingkal (?). Hiruma segera memangomando anak buahnya untuk kembali ke bus. Di dalam bus, tiba-tiba datanglah 3 orang bencong. Yaitu Thomas (Waria yang biasa mangkal di terminal Joyoboyo), Immas (Bencong yang biasanya mangkal di terminal bungurasih), dan Ommash (pria ½ wanita yang biasanya mangkal bareng Hiru *Di hajar masa*). Mereka dengan lagu yang kelewat 'merdu' sampai-sampai perut Kurita bergetar hebat, kaca mobil di kiri-kanan jalan pecah, dan tidak lupa membuat DDB beserta 2 pengikutnya harus memebeli obat kopok *Budeg*. Padahal mereka sudah berusaha keras untuk tidak menjadi budge sebab kata guru bahasa Indonesia saya "Obat kopok iku larang nak! Sak tetes seket'ewu!" *Di bejeg-bejeg guru bahasa*. Keadaan bus mulai ricuh.
"Onde-onde, Onde-onde saebu*Seribu* dapat Telok *tiga*!" Seru seorang pedagang dengan bahasa Madura-nya dengan semangat menjajakkan daganyannya di dalam bus. Ada lagi yang jualan telor bebek, telor puyuh, telor ayam telor kebo juga ada (?).
'Ini Bus Kota apa Bus pribadi nih?' batin seluruh penghuni Bus kecuali Hiruma yang stay cool aja. Setelah menempuh perjalanan panjang melewati gunung, melintasi lembah, sungai terbentang indah ke samudra.. *malah nyanyi ninja Hattori lagiii….* DDB sampai di hotel tempat mereka menginap. Ini baru hari ke-2 ingat baru hari ke-2! Baru hari Ke-*Dueeesssshhhhhh*.
"Oi, bocah-bocah asing sialan, nih kunci kamar kalian!" seru Hiruma sambil melemparkan sebuah kartu bertuliskan 'JAWA MAEROTT'
"Ngga salah nih Hiru-san ngasi kunci?" Tanya Rii.
"Kayaknya sih salah." Jawab Youi sambil memandangi Rii.
"Aihh jangan mandangin eke begitu donkk~ malu nehhh!" Kata rii sambil tersipu. Youi hanya bisa muntah ngeliat si Rii yang udah mirip ama bencong prapatan…
Tanpa Ba-bi-bu Ba-bu lagi, Rii dan Youi segera pergi ke kamar yang di tuju. Sedangkan anggota DDB segera menuju tempat sarapan.
-skip waktu makan yang heboh-
Saking katroknya, makan aja pake acara bedigasan dan acara topeng monyet ala Monta. Mamori tertawa terbahak-bahak dengan sangat tidak berkelas karena melihat tingkah laku Monta yang membuat pertunjukkan untuk menghibur penonton.
"Oi, Manager sialan, kalau mau lihat yang lebih seru lagi dari pertunjukkan ini nanti akan kubawa semuanya ke tempat calon istri Monyet sialan itu." sahut Hiruma sambil asyik memainkan Jus jambu yang ada di depan matanya. Mata Mamori membulat seperti anak kecil yang sangat tertarik akan suatu hal.
"Oh yaaa? Kita mau kemana memang?" Tanya Mamori bersemangat.
"Udah ngga usah banyak omong dehh! Ikut aja." Jawab Hiruma sambil menyeringai seram. Mamori yang awalnya happy, jadi bergidik ngeri. Hiruma berdiri dan memerintahkan anggotanya untuk kembali ke bus.
"Eh! Bentar Hiru-nii! Belom selese nihhhh!" Seru Riiku ngga tau malu.
"Iyaaa!" timpal Youi.
"Lelet amat. 3 menit ngga selese gue tinggal lo pada!" balas Hiruma sadis sambil berlalu.
-skip waktu bertele-telenya Youi & Riiku-
Waktu menunjukkan pukul 9 pagi lebih 23 menit 25 detik. Bus yang membawa DDB telah meninggalkan hotel sejak 15 menit yang lalu. Dan kini mereka akan menuju ke tempat dimana calon mempelai Monta telah menunggu *Smirk* .
-kebun binatang-
"Mukyaaa! Kita ngapain ke sini hehhhh?" Tanya Monta dengan Hebohnya.
"Udah diem aja Loe." Balas Youi dan Rii sambil me-lakban mulut Monta. Setelah membayar dengan cara yang kejam (Baca: mengancam) DDB dan anggota barunya masuk dengan gratis ke dalam kebun binatang yang baru saja mereka masuki pertama kali.
"Riiku anak Surabaya ya?" Tanya Mamori.
"Iyaph~" Balas Riiku.
"Pernah ke sini?" Tanya Mamori. Rii hanya mengangguk.
"Tapi terakhir kesini pas SD. Itupun kelas 3~" Tambah Riiku diikuti aura belas kasihan dari Suzuna, Mamori, dan Youi-chan. Mereka mengunjungi kandang Onta.
"Lucunyaaa~ kok bisa yaaa kayak gituuu." Pekik Suzuna sambil menunjuk punuk Onta itu.
"Ahh~ Cantiknya! Punya bulu mata yang lentik gitu yaa?" Sahut Kurita kegirangan. Seekor Onta mengelus pipi Mamori dari dalam kandang. Mamori hanya tersentak kemudian tertawa senang. Namun di sisi Hiruma, ia tengah memunculkan aura-aura jahat…
"Er Youi-chan, HirumaTou-san (Papa Hiruma) kenapa yaa?" Tanya Riiku agak takut dengna kelakuan Si Keong Racun eh salah.. si Hiruma.
"Tau tuh. Tapi kayaknya Nii-san lagi cemburu ama si Onta." Jawab Youi-chan.
"HAH? Cemburu ama Ontaa? Ngga kurang kerjaan banget ya itu?" Tanya Riiku lagi sambil ½ berbisik takut si orang yang di rasani dengar. Tapi yang namanya si kuping setan, semut bisik-bisik aja kedengaran.
"Lu pade ngomong apaan heh?" Tanya Hiruma sambil menodongkan dua buah AK47-nya. Ngga tanggung-tanggung.. DUA BUAH! Apa lagi di todongnya ke kepala Author n You-chan!
"Nggaaaak koookk~ Cuma bilang kalo Hiruma-san itu cakeepppp bangeeettt…" Jawab keduanya. Hidung Hiruma tambah panjang ajjaa tuh *Di bejeg2 Hiru*.
"Iya sampe mengalahkan simpanse.." Lanjut mereka yang dengan sukses mendapatkan hadian GRATIS di lempar ke kandang Komodo di depannya *Ngarang lhooo*. Setelah mengelilingi kebun binatang selama lebih dari ½ jam, mereka istirahat di depan KANDANG MONYET.
"Mukyaa.. kenapa ngga ada yang mau sih sama aku? Katanya bakal ada calon mempelaikuu…" Keluh Monta. Hiruma akhirnya ber-smirk ria mendengar keluhan Monta. Tiba-tiba datanglah seekor monyet betinalengkap dengan weeding dress-nya. Sudah di make-up, ber-lipstick merah tua dan di kuncir 2. Sungguh maniss… monyet itu menerjang kea rah Monta yang sedang istirahat di bangku dengan tenang.
"MUKYAA! MASA INI SIH CALON ISTRI GUE? APA KATA EMAKKK?" seru Monta sambil lari terbirit-birit. Seluruh pengunjung yang melihatnya langsung speechless.
"Apa-apaan sih monyet sialan itu?" Tanya Hiruma terheran-heran.
"Kamu sih pake mau ngawinin Monta sama Mimin si monyet!" Jawab Mamori.
"Heh? Siapa yang mau ngawinin ama Mimin? Mimin kan udah punya suami Maman! Terus punya anak Momon!" Balas Hiruma.
"Lha, itu kok si Mimin lari-larian pake wedding Dress gitu? Sambil ngejar Monta deh kayaknya!" Komentar Mamori. Tiba-tiba datanglah seorang petugas KBS yang menghampiri rombongan Devil Bats.
"Eh, lu pade liat Mimin si Monyet ga? Tuh monyet tadi abis di poto ama pengunjung pake wedding dress, eh malah kabur tadi habis ngeliat bocah kaya monyet lewat! Dasar tukang selingkuh!" Tanya sekaligus maki si petugas yang dengan sukses membuat rombongan wisatawan asing itu me-loading otak mereka.
"Ohh! Tadi kesana bang!" Seru Youi-chan sambil menunjuk arah lari Monta dan Mimin.
"Makasih Neng! Eneng baeekk dehh! Lophh yuuuu!" Kata si petugas sambil melambaikan tangnnya. Youi Cuma bisa ber-huek ria.
"Ohh jadi ceritanya Cuma kebetulan aja si Mimin lewat? Baru tahu aku… terus, calon istri Monta siapa donk?" Tanya Mamori. Hiruma memandangi kekasih hatinya sebentar. Ia lalu menelpon seseorang.
"Elu bisa dateng sekarang. Gue tunggu di depan kandang gajah 5 menit lagi." Kata Hiruma singkat lalu menutup telepon.
"Ayo ke kandang Gajah!" Ajak Hiru sambil menggandeng tangan Mamo. Youi & Rii Cuma bisa terkekeh GaJe.
Setelah sekian menit mereka berjalan, sampailah mereka di depan kandang gajah. Gajah-gajah itu tengah di beri makan oleh pengunjung.
"Apaan tuh yang dilempar?" Tanya Togano.
"Kayaknya sih makanan." Jawab Kuroki.
"Yeee mata gue masih normal, nenek-nenek lulusan TK juga tahu kalo itu makanan!" sahut Jumonji.
"Menurut pengamatan saiiya, itu kacang!" Kata Yuki sok pinter.
"Ahhh autis loe!" Seru Ha-Ha bersaudara.
"Mamo-nee~ Kemaren kakak jualan kacang kan? Minta dong~ mau ngasiin ke gajahnyaaa." Rengek Suzuna.
"Yahhh~ kacangnya udah abis di telen ama Hirumaa.. entah kenapa sekarang dia rakus…" Keluh Mamori sambil melirik Hiruma yang lagi membuka mulutnya lebar-lebar dan memasukkan sepotong besar daging yang entah dari mana di dapatnya *Di gampar Hiruma*. Suzuna akhirnya mewek kayak bebek. Sena ngga tega.. akhirnya dia beli kacang dengan uang yen.
"Eh nak, nak! Ini uang apa?" Tanya si pedagang. Sena bingung njelasinnya.
"Yaelahh.. sena dodol ih! Kenapa dari bandara kemaren ndag di tuker dulu sihhh." Sahut Riiku sambil mengeluarkan lembaran warna orange bertuliskan 'Lima ribu rupiah'.
"Aduhhh maaf ya Rii-chan! Aku jadi merepotkanmu!" Kata Sena ngga enak.
"Iya udah ngga apa. demi kelancaran hubungan teman…" Balas Riiku.
"Oi, bocah nyasar sialan! Cepetan tangkep Monyet sialan itu!" perintah Hiruma.
"Haiiikk!" saru Riiku dan Youi-chan sambil berhormat gerak dan langsung ngibrit nyari Monta.
1 menit…
2 menit…
3 menit…
"Youi! Itu Monmon!"seru Riiku sambil menunjuk seekor, eh salah! Seorang pemuda pendek yang udah siap dengan taki yang digantung di pohon.
"Eh lu mau bunuh diri ya?" Tanya Youi-chan.
"hiks, Hiks, Hogs,hogs! Iyeee gue udah ga tahan ma hidup iniii!" jawab Monta.
"Ehh! Bego lu! Pizza masi enak tau! Masakan emak gue aja masih Yummy lho!" Kata Riiku meyakinkan.
"Eh, calon istri lo itu bukan monyet kok! Tadi Mimin Cuma numpang lewat aja! Ngga usa kuatir!" Kata Youi-chan.
"Elo masih punya kesempatan PeDeKaTe ame ayam Kate punya pak Hartoyo tetangga gue kok!" timpal Riiku. Monta terdiam sejenak.
"Cantik ga Ayamnya?" Tanya Monta dengan bego'nya. Rii ama Youi udah mau ketawa tuh. Saking aja kasian ama muka melasnya Monta,
"Iya cantik kok!" Sahut keduanya.
"Oke gue balikk…." Kata Monta sambil turun dari pohon dan mengikuti Youi & Riiku kembali ke kandang gajah..
Sementara itu…
"BOCAH SIAALLAAN! Kemana aja sih tuh dua tuyul! Nyari monyet aja lama amaattt!" Omel Hiruma kayak tante-tante yang protes tentang kenaikan harga sembako.
"Hiruma honey~ jangan ngomel mulu dong~ Entar gantengnya ilang lhoo…" Bujuk Mamori. Akhirnya karena ngga mau gantengnya ilang *jiaaahh narsis amatt* Hiru diem juga.
"Hiruuuuu-sammaaa! Udah di bawa nihhhh!" seru Riiku dari kejauhan. Disusul Youi yang lagi nyeret bungkusan karung.
"Astaga! Sadis amat lu bedua!" sahut Musashi melihat penganiayaan tersebut.
"Dari pada kabur lagi!" balas keduanya sambil mengeluarkan Monta dari karung.
"Lu kagak usah takut. Gue udah nyiapin cewe yang baek buat elo. Gini-gini juga gue baek!" Kata Hiruma dengan pandangan serius. Monta terdiam sejenak. Hiruma member isyarat pada seseorang di balik pohon untuk keluar.
"Nih cewe yang pas buat elo." Kata Hiruma sambil memperlihatkan seorang cewe yang….
