Chapter 2

(Diary, dan cinta mulai tumbuh)

Warning:

Gajhe sangad!, Yaoi, Typo(s), dan lain-lain…

*selebihnya masih sama*

"Hosh… Hosh… ini melelahkan!" Sungmin mengeluh, ia menundukan badan, mengatur nafasnya yang tersengal.

"Ayooo! Sediki lagi sampai!" cowok imut didepanya menarik tangannya, tenagannya belum habis… walau sudah hampir 3 kilometer mereka berlari.

"Haaaaaah… tapi berjanji jika kita sudah sampai belikan aku es krim! Yang triple scope!" Sungmin akhirnya berlari kembali, cuaca disini tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin.

"ya… ya… sesukamu lah, tapi… sekarang kita harus cepat!" cowok imut bernama Ryeowook menariknya kembali.

"Ia…" Sungmin mulai mensejajarkan dirinya dengan Ryeowook. "Kenapa kita tidak naik taksi? Ini melelahkaaaan!" Sungmin kembali merengek.

"Karena itu membuang uang, lagian hanya 3 kilo!" Kenapa Ryeowook jadi pelit gini =_="a.

"Arkhh…" Sungmin akhirnya berhenti mengeluh.

Di Drom…

"Mana Sungmin?" Kyuhyun bertanya sambil mengambil air dingin dikulkas.

"Entah, tadi ia bersama Wookie pergi berdua!" Siwon menjelaskan sambil bersandar pada dinding di belakangnya.

"Pergi?" Kyu menatap Siwon tak mengerti.

"Ya! Pergi… memangnya kenapa? Kau mengkhawatirkannya?" Siwon tersenyum jahil, ia menatap Kyu gemas, melihat saengnya yang memasang wajah bingung.

"Ha? Te… Tentusaja tidak!" Ku menjawab dengan sedikit tergagap, wajahnya sedikit memerah.

"Wah… tapi kenapa wajahmu memerah? Hayo!" Siwon semakin menggodanya.

"Haaah… yasudahlah, jika kau tidak percaya!" Kyu berjalan meninggalkan hyungnya yang masih belim puas mengganggunya, dengan hati gusar Kyu kembali ke kamarnya yang juga kamar milik Sungmin.

Entah mengapa ia sedikit merasa bersalah atas perbuatannya kemarin, ia menyesal… begitu keras menampar Sungmin… ia yakin tamparan itu sangat sakit. Tapi seorang Kyuhyun terlalu keras kepala untuk minta maaf, gengsi selalu merasukinnya.

"Haaaah… maniak pink bodoh…" ia bergumam sendiri, matanya menatap ranjang Sungmin dengan tatapan kosong.

Ia bangun dan duduk di ranjangnya, diraihnya lututnya, memeluknya sebagai pelampiasan atas perasaannya sekarang.

Apa aku terlalu keras padannya?

Perkataan itu terus melintas dipikirannya, kadang dadanya sakit mengingat kejadian kemarin.

Apa aku perlu minta maaf?

Kyu menghela nafas panjang, ia menatap sekelilingnya. Mencari sesuatu, dengan bingung ia melangkah ke depan kasurnya dan bercongkok mengharapkan benda yang ia cari dapat ditemukan dikolong kasurnya.

"Haaaah… ayolah, kemana kau PSP?" Kyu melihat kolongnya, tidak ada apapun, hanya debu yang melekat di lantai kolongnya.

"kemana kauuu!" Kyu mulai habis kesabarannya, ia menatap kasurnya lebih gusar dari yang tadi.

Ia sekilas melihat kasur Sungmin, ia menatap kasur itu curiga. Dengan cepat ia mengangkat bantal yang ada, tidak ada. Ia menyibakkan selimut didepannya.

"hahhh… kenapa tidak ada? Kenapa yangada hanya diary itu!" Kyuhyun mendengus kesal, sedetik kemudian ia menatap kembali diary didepannya, otak jahilnya berkerja.

"Diary…" ia mulai menjulurkan tangannya untuk mengambil diary pink bergambar beruang kecil didepannya.

"Kyu… jangan! Apa kau akan membaca rahasia seseorang? Itu tidak baik!" Chibi putih Kyhyun* mengingatkan.

"Hey orang sok suci… biarkan saja Kyu membuka buku kecil itu, toh tidak ada yang tau!" Chibi merah Kyuhyun* menghasut Kyu untuk melakukan hal tersebut.

Setelah sekitar satumenit dua Chibi Kyu yang saling bermusuhan berdebat, akhirnya Kyu memutuskan untuk tetap membaca diary milik Sungmin, karena ia lebih memihak pada Chibi merah.

"Sungmin's love diary…" Kyuhyun membaca tulisan di halaman terdepan, dan dibawahnya ada tulisan 'この日記を触れないでください。' * ia tersenyum singkat melihat tulisan itu, sungguh membuatnya ingin tertawa.

"Bodoh, kalau hanya tulisan seperti itu, mana mungkin orang takut membacanya!" Kyuhyun mulai membalik halaman diary tersebut.

Tanggal: XX bulan: XX tahun: 20XX

Aku ditembak Kyu!

Aku tak menyangka bahwa ini terjadi!

Kyu orang yang aku sukai ternyata juga menyukaiku?

Hahahaha… kau orang paling beruntung Lee Sungmin!

Semoga kehidupan cinta kita akan abadi Kyu!

Aku sayang kau selamannya!

XD

Kyuhyun tersenyum simpul membaca tulisan tersebut, apa Sungmin menulis kata-kata tersebut dengan sepenuh hatinnya? Ia mulai membacanya kembali.

Tanggal: XX bulan:XX tahun:20XX

First date!

Kyu mengajakku ketaman bermain sebagai kencan pertama kami!

Aku sangat menyukainya, ia juga membelikanku triple scope ice cream strawberry kesukaanku!

Sungguh menyenangkan!

Terakhir kita menaikki kincir raksasa, melihat pemandngan kota pada malamhari, dan melihat pertunjukan kembangapi! Sangat romantic… aku ingin terus seperti ini! Selamanya! Dan aku juga ingin dia merasakannya selamannya!

I love you, Kyuhyun…

Mulai timbl rasa bersalah dihati Kyu… ia menatap diary itu, ia balik kembali halamannya.

Tanggal: XX bulan: XX tahun 20XX

Maaf…

Entah kenapa sekarang aku rasa Kyu sudah mulai berubah, bukanhanya sifat, tapi cara bicarannya juga… jauh lebih keras… tadi ia membentakku, karena aku tidak sengaja membuka PSP-nya, yah… karena tidak dimatikan aku mematikannya… lalu ia memarahiku, dia bilang ia belum men-Save gamenya, dan aku yang disalahkan… ya aku memang salah… maafkan aku Kyu!

:'(

Kyu sedikit merasa bersalah membaca tulisan sungmin diatas, ia ingin minta maaf… namun lagi-lagi perasaan tidakmaunya lebih berkuasa. Dan ia kembali memfokuskan dirinya untuk membaca diary Sungmin dengan focus.

Tanggal: XX bulan: XX tahun: 20XX

Apa aku percaya?

Aku kemarin iseng-iseng ingin diramal di karnaval pinggir jalan… keetulan ada peramal dadakkan… dan aku memutuskan untuk meramal diriku…

Peramal itu bilang bahwa keuanganku mulus-mulis saja… kesehatanku juga baik, tapi untuk urusan cinta… katanya pasanganku sedikit kurang yakin denganmu… maksudya aku! Tapi, masa sih? Apa iya? Aku merasa Kyu biasa saja… ia sama sekali tidak meragukanku sepertinya…

Ya kan Kyu? Itu hanya sekedar ramalan konyol!

Kyu tersadar bahwa Sungmin benar-benar menyayanginya, ia tersenyum simpul… entah kenapa pundaknya bergetar, ia sungguh merasa bersalah… sangat bersalah, ia kembali menatap diary tersebut, ia membalikkan halaman yang tadi telah ia baca.

Tnggal: XX bulan: XX tahun: 20XX

Kucing kecil…

Aku senang berjalan-jalan seharian begini, senaaaaang! Tapi sedari tadi Kyu hanya diam… ia sama sekali tidak memperhatikanku, diperjalanan pulang aku melihat kucing kecil di pinggir jalan. Lucu sekali… matanya hijau bulat besar bulunya putih bersih, dengan sedikit belang keabuan di kakinya…

Aku sesekali menatap Kyu, dia benar-enar tidak mempedulikanku, bahkan ia samasekali tidak menatapku…

Kau kenapa Kyu… jangan buat aku khawatir seperti ini!

Kyu menatap langit-langit, tatapannya kosong, ia melihat foto disamping ranjang Sungmin dengan tatpan sendu, foto Sungmin ia terlihat manis… kenapa sekarang Kyu benar-benar begitu menyesal, dan ia kembali membaca.

Tanggal: XX bulan: XX tahun 20XX

Membentak?

Kyuhyun kenapa? Apa sekarang ia tidak mencintaiku? Kenapa kyu? Kenapa? Kenapa kau begitu keras terhadapku?

Kyu sedikit memincingkan alisnya, kenapa bagian ini sedikit sekali? Apa ia yang membuatnya seperti ini? Rasa bersalah semakin merasuki dirinya. Dan ia membalik halaman… tapi kosong, ia terus membalik-balik halaman buku itu sekitar 15 halaman telah ia lihat… semua kosong, hanya ada coretan tidak jelas dengan pena merah… apa Sungmin telah benar-benar marah padanya?

Dan akhirnya ia menemukan tulisan, lebih panjang dari yang sebelumnay ia baca, ada di halaman hampir akhir…

Tanggal: XX bulan: XX tahun: 20XX

Benci padaku?

Aku rasa di benar-benar sudah tak mengaharapkanku, Kyuhyun… ia, ia menyebalkan! Ia benar-benar egois! Selalu memikirkan dirinya! Padahal jika ia sedikit lebih peka, aku rasa ia bisa merasakan perasaanku! Tapi kenapa yang ada diotaknya hanya GAME! G-A-M-E bodoh… sungguh aku membenci dirinya yang sekarang, ia juga tak mengerti diriku…

Sekarang aku yakin bahwa 'IA HANYA MENJADIKAN AKU PELAMPIASAN' tapi, mungkin karena aku mencintainya aku agak sedikit meragukan perkataanku…

Tadi ia juga menamparku hanya karena aku menyebutnya maniak game! Tapi itu memang benar! Setelah itu, aku merasa bahwa hatiku perih… dikhianati seperti ini! Apa kau tak menyadari betapa sakitnya diriku?...

Mata Kyu mulai berkaca, ia benar-benar membuat Sungmin yang sangat mencintainya menderita… ia tidak sanggup lagi, ia ingin terus membaca isi diary tersebut… tapi ia sudah tidakkuat membaca pelampiasan hati Sungmin yang paling dalam… dan akhirnya ia menutup diary tersebut.

"Kenapa… kenapa aku begitu kejam…" kyu memegang dadanya, sakit… benar-benar sakit… matanya berair, ia meraih diary tersebut mulai membaca bagian yang terlewatkan, tekadnya sudah bulat untuk terus membaca diary tersebut.

ya! Jika kau memang begitu, kenapa kau tidak menyudahi hubungan kita?

Aku benar-benar sedih… sejujurnya aku tidak mau kehilanganmu Kyuhyun… namun, aku juga sudah tidak kuat! Aku ingin mati rasanya! Ingin menyudahi cobaan ini, ingin merasakan ketenangan yang tidak bisa aku dapatkan sekarang! Dan aku ingin membebaskan diri dari permainan cinta ini… aku kalah oleh cinta! Dan aku sekarang percaya bahwa cinta itu buta, cinta itu tidak berarah, cinta itu hal yang paling susah yang bisa kita dapat! Dan aku percaya… karena cintaku pada Kyu memang tidak kenal arah… dan aku begitu sulit mendapatkan cinta dari seorang Cho Kyuhyun! Aku menyerah…

Tapi walau begitu aku tetap mencintai Kyu apa adanya… dan sama sekali tidak ingin kehilangannya…

I Love you, Kyuhyun…

Air mata Kyu pecah, ia menatap sekelilingnya kosong, ia baru sadar bahwa dirinya begitu egois… terlalu memikirkan dirinya, bukan memikirkan orang yang benar-benar tulus mencintainya… ia tertunduk, menyesal… apa beribu kata maaf dapat memaafkan semua kesalahannya ini… dan ia sadar bahwa ia harus minta maaf sekarang juga, tekadnya kembali bulat… ia ingin meminta maaf pada Sungmin, orang yang baru saja menyadarkannya, dan keluar dalam dunia keegoisannya, ia ingin minta maaf… dan tidak ingin mengakhiri hubungannya dengan Sungmin.

"maafkan aku… Minnie…" suaranya berat dan bergetar… ia ingin sungmin mendengarnya tapi, manamungkin… ia kurang yakun akan itu…

Kita kembali ke Wookie dan Sungmin…

"Hyung bagaimana esnya?" Wookie bertanya sambil terus melahap esnya juga.

"Enak… makasih Wookie!" Sungmin merangkul pundak Wookie.

"Ia sama-sama, ngomong-ngomong… apa kau akan memaafkan Kyu sekalipun ia meminta maaf padamu?" Wookie bartanya sambil menatap Sungmin serius.

"bagai mana ya…" Sungmin sedikit berpikir. "Aku sudah benar-benar membencinya, aku tidak akan memaafkannya walau ia meminta maaf dengan seribu kata maaf aku tidak akan memaafkannya!" kini Sungmin menjawabnya dengan nada tak kalah serius.

"Ya… terserah kau lah…" Wookie berkata dengan nada yang kurang yakin.

"Hei, bagaimana kalau kita berlomba! Siapa yang kalah harus meneraktir makan malam!" seru Sungmin sambil mulai berlari.

"Wha! Hyung tunggu! Kau curang!" dan mereka berdua berlari sambil tertawa riang.

Bagaimana nasib kyu dan kehidupan cinta mereka? Simak lanjutannya…

TBC…

Arti tanda *:

Chibi kyu putih: malaikat di hatikyu…

Chibi kyu merah: setan yang berhasil merasukinya…

この日記を触れないでください。: Jangan sentuh buku harian ini.

Author cuap-cuap:

Ya, lanjutannya benar-benar aneh… aku sedih jadinya*pudung di pojokkan* tapi bagi kalian yang mau baca aku ucapkan banyak terima kasih…*bow* untuk lanjutannya akan saya usahakan cepat…

Untuk yang sudah meng-review makasih banyak… oh ya, ada yang bilang mau dipanggil unnie atau kakak aku pilih kakak aja… oh ya satulagi… kenapa aku buat Kyu kasar, karena aku agak osen sama KyuMin yang terlalu Romantis… sudah dulu ya… makasih semuanya…

Review, dan flame eezy terima…