Selamat Sore Semuanya, Icchy kembali hadir *Kena timpuk sepatu

Anyway, kgk tahu kenapa neh chap. akwakawkawkawkakw *Malah ngakak =))

Ichigo berubah lho sodara2! Tapi ngamuk sama Icchy dlu yah.

Itu ada maksudnya kok, cuma tidak dijelaskan di chapter ini ^^a

Oke, ga banyak cincong, Bleach punya Kubo Tite

penggalan2 lirik yang Icchy ambil punya Utada Hikaru, Celine Dion, dan A1. Makasih buat lagunya, kalian sumber inspirasiku~ *cium

Jangan lupa setelah baca di review oke~ Doumo ~ :D


Oh iya, Icchy mau tanya dong.

Maksudnya sekuel itu apa sih?

Apa sama kyk spesial chapter gitu, yah?

Soalnya banyak disini kyk 'Sekuel dari...'

Ada yg bersedia menjelaskan ke Icchy?

Arigatou ~:D

~ Enjoy My Story ~


Chapter 12 = The Game Is Not Over Yet

Sebelum kita menyorot Ichigo dan Rukia, kita akan menyorot dulu keberadaan Rangiku dan Renji.

"Siapa dia, Rangiku-san?" Setelah terpana melihat kejadian yang hanya berselang beberapa menit di depan matanya, barulah Renji tersadar dan langsung bertanya kepada Rangiku, "Siapa si rambut orange itu? Kenapa Rukia lari saat bertemu dengannya?"

Rangiku hanya mendengus pelan, "Kurosaki Ichigo." Jawabnya singkat.

"Kurosaki Ichigo?" Renji semakin bingung.

"Cowok yang selalu mengganggu pikiran Rukia selama 5 tahun ini." Rangiku menjelaskan. Entah kenapa Renji semakin tidak mengerti.

"Siapa dia?" Tanya Renji akhirnya.

"Junior waktu SMA-ku dulu."

"Memang ada hubungan apa dengan Rukia? Sepertinya mereka dekat sekali."

"Hubungan yang sulit untuk di jelaskan…" Rangiku menjawab pelan. Lalu dialihkan pandangan matanya menerawang jauh keluar jendela. Sinar matahari yang memantul cerah dari dalam cafe, awan yang mengambang dengan tenang tidak bergeser sedikit pun. Cuaca hari ini terlihat sangat cerah, meskipun hawa sudah mulai dingin karena sudah masuk musim gugur. Rangiku berpikir sejenak, bagaimana sikap Ichigo dan Rukia saat mereka sudah bertemu kembali, yah?

xXxXx


After all, I need to be with you…

Hening menyelimuti sekeliling mereka. Ichigo dan juga Rukia hanya terdiam, memandang satu sama lain. Mencoba mengisyaratkan perasaan mereka dari kedua bola matanya. Tentu saja yang mereka rasakan berbeda. Untuk Ichigo, dia sangat merindukan Rukia, apalagi melihat Rukia tumbuh menjadi seorang gadis cantik semakin membuatnya ragu apakah yang sedang berdiri di depannya ini adalah Rukia. Sedangkan Rukia, gadis mungil ini masih belum siap untuk bertemu kembali dengan Ichigo, melihat kondisi tubuh Ichigo yang semakin proposional dan raut wajah yang terlihat semakin tampan malah membuat jantung Rukia berdegup semakin kencang. Ditambah lagi dengan kondisi keduanya yang lelah karena berlari.

Ichigo melangkahkan kakinya pelan, mencoba meraih Rukia. Semakin lama langkahnya semakin mendekati Rukia. Gadis itu hanya bisa terpaku, kakinya sudah tidak mampu melangkah lagi, jantungnya semakin berdegup semakin kencang. Ichigo semakin mendekatinya. Akhirnya jarak mereka hanya berselang beberapa senti. Rukia tidak berani menatap Ichigo, kepalanya menunduk dalam-dalam berharap Ichigo tidak mengetahui rasa nervousnya.

Dalam diam tangan Ichigo mulai mencoba meraih dagu Rukia. Mencoba membuat Chappy kesayangan itu menatap dirinya. Mata hazel Ichigo menatap sang violet begitu dalam, tanpa di sadarinya itu membuat Rukia merona merah tapi tidak berani untuk menghentikan kegiatan menatap Ichigo. Tangan kanannya yang di pakai untuk menyentuh dagu mungil Rukia terlihat mencubit pipi Rukia dengan begitu kuat.

"Aduh!" Rintih Rukia sakit, "Apa yang kau lakukan, TAWAKE! Sakit tahu!" Seru Rukia geram, lalu mulai mengelus pipinya yang di cubit Ichigo.

Sesaat Ichigo terlihat terkejut, lalu tertawa pelan kembali memandangi Rukia penuh arti.

"Yo…" Sapanya lembut ke Rukia, "Hisashiburi da naa, Rukia…" Sambung Ichigo sambil tersenyum. Ternyata ini Rukia yang dulu, yang selalu mengisi hari-harinya. Rukia yang selalu bersemangat, selalu membully-nya, selalu berbicara layaknya seorang cowok. Dia, Kuchiki Rukia yang selalu Ichigo anggap sebagai 'Someone Special' di hatinya.

Rukia kembali terdiam, matanya violet kembali menjadi sendu. Antara lega melihat sikap Ichigo yang bersikap biasa kepadanya, dan juga ada perasaan kesal kenapa Ichigo saat ini tidak membencinya. Itulah yang semakin membuatnya merasa bersalah seperti ini, semakin membuatnya tidak ingin bertemu dengan Ichigo.

"Ternyata 5 tahun ini kau bisa berubah jadi secantik ini, Midget." Entah itu pujian atau sindiran dari Ichigo, yang jelas, Rukia tidak merasa senang.

"Apa-apaan tatapanmu itu?" Ucap Rukia begitu jutek. Entah kenapa, kini mereka bersikap begitu biasa. Seakan-akan hanya tidak bertemu sehari saja. Tidak terlihat kecanggungan diantara mereka berdua. Rukia yang sudah mulai bisa merespon kata-kata Ichigo ditambah Ichigo yang bersikap seperti dulu. Namun, Rukia sedikit menyadarinya, dirinya kembali terdiam. Seharusnya ini bukan waktunya untuk bersenda-gurau seperti ini. Seharusnya dia sudah tidak ada hubungan lagi dengan Ichigo, jadi seharusnya dia tidak bertemu dengan Ichigo saat ini.

xXxXx


Pada saat yang sama, Senna…

Senna baru saja keluar dari kelas pelajarannya. Dirinya sudah bersiap-siap untuk menemui Ichigo, tapi sebelum itu dia harus menjawab pertanyaan dari teman-teman sejurusannya.

"Senna-chan, hari ini kau mau kemana? Buru-buru sekali." Ucap salah satu temannya. Senna menoleh lalu tersenyum ke arahnya.

"Kencan~" Ucap Senna sambil tersenyum nakal.

"Jadi rumor itu benar, yah?" Ujar salah satu teman sekelas Senna yang ikut nimbrung, "Senna benar-benar berpacaran dengan Kurosaki Ichigo dari jurusan kedokteran itu."Sambungnya. Senna hanya nyengir begitu ceria. Melihat itu saja berarti menandakan bahwa rumor itu benar. Semua murid-murid disana mulai mengeluarkan ekspresi yang berbeda-beda. Ada yang kagum, kaget, terkejut, bahkan sampai ada yang senang mendengar berita itu.

"Waaa, beruntung sekali, Senna-chan! Kurosaki kan salah satu murid tampan di jurusan kedokteran!"

"Irinya~! Coba aku juga bisa berpacaran dengannya." Ucap salah satu temannya.

"Ah, kalau begitu aku sama Grimmjow saja deh!" Sambung salah satu temannya sambil bergurau.

"Kalau begitu aku dengan Ulquiorra saja!"

Mereka semua tertawa, begitu juga dengan Senna. Sampai tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, dan Senna mulai memukul jidatnya pelan.

"Gawat! Aku terlambat!" Senna pun melangkah menuju pintu keluar, tak lupa berpamitan dulu ke teman-temannya. "Aku duluan, yah! Ichigo menungguku!" Sebuah lambaian tangan pun di layangkan. Senna melangkah keluar dan bergegas menuju cafe tempat Ichigo menunggu. Namun langkah kakinya terhenti di sebuah dekat air mancur yang terletak di depan persis gerbang masuk kampusnya. Ichigo sedang bersama dengan seorang gadis yang tidak dikenalinya…

xXxXx


Senna – P.O.V –

Hm? Ichigo sedang bersama dengan siapa? Siapa gadis itu? Tubuhnya terlihat begitu mungil, di tutupi baju terusan berwarna putih dengan renda yang mempermanis. Rambut hitam legam yang menjuntai sepinggang, terlihat bersinar di bawah sinar matahari. Sebuah poni yang bertengger rapi di tengah-tengah kedua matanya yang berwarna violet malah semakin memperindah dirinya. Kira-kira siapa, yah? Apakah kenalan Ichigo? Apakah dia satu jurusan dengan Ichigo? Tapi, aku tidak pernah melihat ada murid secantik itu.

Aku ingin menghampiri mereka berdua, namun sedikit ragu siapa tahu mereka sedang berbicara hal penting. Apalagi raut wajah mereka berdua sama sekali tidak tertawa. Ahhh! Aku ingin mendengar pembicaraan mereka! Dengan refleks tubuhku bersembunyi, mencari-cari tempat yang pas untuk menguping. Aku benar-benar sangat penasaran apa yang sedang mereka bicarakan.

"Bagaimana dengan sekolahmu di Amerika?" Aku mendengar pertanyaan pertama yang muncul dari mulut Ichigo. Amerika? Ah, mungkin saja gadis itu adalah temannya yang baru saja datang dari Amerika. Benarkah hanya teman?

"Biasa saja." Gadis mungil itu menjawab singkat. Sejauh yang ku dengar sih percakapannya biasa-biasa saja. Tidak ada yang menjurus ke hal yang serius. Sepertinya mereka sudah lama tidak bertemu, seperti baru bertemu kembali.

"Kau agak sedikit berubah, Rukia." Rukia? Nama gadis itu Rukia?

"Bukankah kau juga berubah, Ichigo?" Hee? Apa aku tidak salah dengar? Dia memanggil Ichigo dengan sebutan 'ICHIGO'? Di kampus ini tidak ada satu orang gadis pun yang berani memanggil nama kecil Ichigo. Rata-rata semuanya memanggilnya dengan sebutan 'Kurosaki-san', 'Kurosaki-kun', atau Kurosaki-sempai untuk para junior. Pastinya gadis yang di panggil Rukia ini adalah seseorang yang 'spesial' di mata Ichigo.

Kulihat Ichigo tidak membalas kata-kata gadis yang bernama Rukia ini. Namun terlihat jelas sekali tatapan mata yang begitu berbeda. Sangat berbeda ketika saat dia sedang menatapku. Deg! Aku terdiam, tanpa sadar tanganku membuka tas yang kuselempangkan di pundak kiriku. Mencoba meraih handphone yang kutaruh di dalamnya. Aku menekan dial nomor Ichigo, mungkin saja dia menjawab panggilanku di saat seperti ini.

Aku terus menatap mereka berdua sembari menunggu panggilanku di angkat oleh Ichigo. Ichigo merasakan getaran dari dalam kantong celananya, dia pun mengambilnya.

"Ada apa?" Tanya Ichigo di seberang telepon. Sedikit terkejut juga, suara Ichigo terdengar seperti biasa saat sedang berbicara denganku. Tadinya kupikir dia tidak akan menjawab teleponku. Aku sempat terdiam, entah apa yang sedang kulakukan namun akhirnya aku membalas.

"Ichi, kelasku sudah selesai. Dimana kau sekarang?" Suaraku terdengar sedikit bergetar.

"Kebetulan sekali." Eh? Aku melihat raut wajah Ichigo. Mataku tidak salah lihat, kan? Ichigo saat ini sedang tersenyum. Senyuman yang sangat aneh, aku tidak mengerti maksud senyuman itu.

"Kemarilah, Senna. Aku ingin mengenalkan seseorang kepadamu." Sambung Ichigo lagi. Deg! Jangan-jangan dia mau memperkenalkan gadis Rukia ini? Ah, aku begitu kaget! Tapi lebih baik aku pura-pura bertanya saja.

"Siapa? Jangan-jangan Ayahmu, yah?" Aku mencoba bercanda seperti biasa. Namun, tubuhku mulai terasa panas. Ternyata aku tidak bisa menyembunyikan kepanikanku sendiri.

"Bukan." Ichigo menggeleng, "Pokoknya datang saja. Aku tunggu di gerbang masuk kampus kita." Sambungnya sebelum akhirnya dia mematikan handphonenya. Aku kembali menatap mereka diam, mungkin saja setelah telepon dariku mereka akan berbicara kembali.

"Senna?" Rukia mengerutkan keningnya. "Siapa?" Tanyanya pelan ke Ichigo.

Ichigo hanya tersenyum dingin, "Nanti kau akan tahu…" Ucapnya.

Ah, aku jadi ragu untuk menghampiri mereka. Tapi aku juga ingin tahu ada hubungan apa antara Ichigo dan juga Rukia. Dan juga alasan Ichigo memanggilku. Aku benar-benar ingin tahu dan akhirnya aku keluar dari tempat persembunyianku. Kulangkahkan kakiku menuju tempat mereka berpijak. Mencoba bersikap seperti tidak terjadi apa-apa.

"Yo~" Sapaku ke Ichigo seperti biasa.

Ichigo menoleh ke arahku sambil tersenyum. Sikap Ichigo aneh sekali hari ini! Memang ini hari apa, sih?

"Bukannya kusuruh kau untuk menungguku di cafe? Kenapa malah masih ada disini?" Aku mencoba mencari-cari topik pembicaraan. Dia hanya tertawa pelan, lalu tangannya meraih pundakku. Eh? Aku tidak salah, kan? Ichigo sedang memelukku. Lantas saja wajahku langsung mencari wajahnya, mencoba bertanya kenapa ada apa dengan hari ini?

"Kenalkan, ini Senna." Ichigo mulai memperkenalkan kepada Rukia. Kulihat Rukia sedikit kaget, masih tidak berkomentar apa-apa. Lagi-lagi senyuman aneh mengambang di bibir tipis Ichigo. Bibirnya pun mulai melanjutkan kata-katanya, "Senna adalah 'pacar'ku."

Rukia terdiam. Tidak! Aku tahu dia sangat terkejut dengan berita ini. Hey! Yang seharusnya terkejut itu aku! Ini benar Ichigo, kan? Cowok berambut orange ini benar-benar Ichigo, kan? Seumur hidupku aku tidak pernah mendengar Ichigo mengakuiku sebagai pacarnya di depan orang lain, dan sekarang dia sedang memperkenalkanku sebagai pacarnya? Aku tidak salah dengar, kan?

Aku kontan menatapnya heran juga. Kenapa tiba-tiba semua kejadian ini. Ichigo hanya tersenyum ke arah Rukia, lalu teralihkan menatap diriku yang menatapnya heran.

"Senna, ini adalah Rukia, 'teman'ku waktu SMA dulu." Sambung Ichigo lagi. Kulihat Rukia tersenyum canggung ke arahku. Aku pun mencoba membalas senyuman itu. Ini apa ataukah hanya perasaanku saja, kenapa Ichigo menekankan kata teman, yah? Aaaahhh! Aku benar-benar ingin tahu sebenarnya apa maksud Ichigo ini? Ya sudahlah, daripada pikiran melayang entah kemana, lebih baik aku ikuti saja alurnya.

"Satou Senna, Yoroshiku nee." Aku tersenyum ramah.

Rukia membalas senyumanku, senyumannya terlihat manis namun sedikit memancarkan hawa dingin? Apa ini masih hanya perasaanku saja?

"Kuchiki Rukia. Yoroshiku." Balasnya singkat.

"Heee? Kuchiki Rukia? Jangan-jangan kau salah satu pemilik saham dari klan Kuchiki itu, yah?" Aku tidak percaya! Gadis di depanku ini adalah orang yang sangat terkenal! Bahkan ketenarannya bisa melebihi para artis disini. Tidak kusangka ternyata Ichigo bertemu dengan orang hebat seperti ini.

"Wah, kebetulan sekali. Aku dengar kau sedang sibuk dengan para tunanganmu, Kuchiki-san~"

"Ah, beritanya ternyata sudah menyebar secepat ini, yah." Rukia tertawa pelan.

"Sebenarnya salah satu kandidatmu adalah teman masa kecilku dulu. Hehehe…" Entah kenapa aku malah bercerita tentang suatu hal yang sebenarnya tidak ingin kuungkit lagi. Tapi ya sudahlah, semua sudah terlanjur terucap dari bibirku.

Rukia terlihat terkejut, "Oh iya? Siapa?" Tanyanya.

"Shiba Kaien. Jika kau bertemu dengannya, sampaikan salamku kepadanya, yah~" Ujarnya cerita. Haaa, ternyata basa-basi seperti ini melelahkan juga, yah…

"Nanti aku sampaikan salammu untuknya." Ucap Rukia, "Kebetulan aku akan bertemu dengan Kaien-dono malam ini."

Oke! Itu adalah salah satu kebetulan yang benar-benar tidak bisa disangkal! Ichigo dan juga diriku sama-sama kaget. Benarkah kebetulan itu datang 2 kali? Benar-benar aneh.

"Wah, kebetulan sekali, yah! Hahahaha…" Ugh! Jelas sekali sikapku canggung seperti ini. Stay still, Senna! Akhirnya kau bisa tenang setelah mendengar penuturan Ichigo tadi. Senang sih, tapi… rasanya ada yang mengganjal dalam hatiku.

Rukia berjalan melangkahi aku dan Ichigo, "Sepertinya aku harus permisi dulu. Teman-temanku daritadi menunggu di cafe, aku harus segera kesana."

"Ah, iya…" Aku kembali menatap Ichigo, daritadi dia tidak bergeming sedikit pun. Namun tatapannya masih menatap Rukia. Aneh.

"Senang bertemu denganmu, Satou-san." Rukia tersenyum ramah ke arahku.

"Aku juga."

Rukia pun akhirnya berjalan melangkahi kami berdua, sebelum dirinya benar-benar menghilang dari tempat kami. Langkah terhenti tepat di depan tubuh Ichigo.

"Sampai nanti, Kurosaki-kun." Gumam Rukia, tangannya yang menyentuh pelan pundak Ichigo pun akhirnya menghilang dari hadapan kami. Bukankah tadi dia memanggil Ichigo nama kecilnya,kenapa sekarang langsung berubah jadi 'Kurosaki-kun'?

Aku kembali menatap Ichigo, dia masih tidak berkomentar apa-apa. Bahkan sampai Rukia pergi pun. Aduh, aku jadi bingung untuk berbicara apa lagi.

"Nggg… Ichi?" Aku menyentuh pelan tangan Ichigo.

"Apa?"

Akhirnya Ichigo kembali ke dirinya semula. Ini baru Ichigo yang ku kenal, yang selalu merespon kata-kataku dengan datar, tidak berekspresi, jarang tersenyum, wajah yang selalu terlihat ingin marah-marah, dan kerutan yang tidak akan pernah hilang dari keningnya. Inilah Ichigo yang sebenarnya. Tanpa menungguku, tanpa menyuruhku untuk berjalan mengikutinya, Ichigo meninggalkanku sendiri. Tatapannya kembali berubah menjadi dingin sedingin-dinginnya. Perasaan apa ini? Hatiku tidak tenang, hari ini memang sedang aneh. Apakah karena efek mendung?

Senna – P.O.V – End

xXxXx


We Don't Say GoodBye…

Rukia – P.O.V –

Oke, ini adalah kebodohan keduaku setelah bertemu dengan Ichigo! Apa-apaan sikapku tadi? Kenapa aku kaget dengan Ichigo yang sudah punya pacar? Hey, Kuchiki Rukia, kau sudah tidak bertemu dengan Ichigo 5 tahun lamanya. Wajar jika sekarang dia mempunyai seorang pacar! Atau bahkan itu mungkin pacar yang kesekian kalinya. Bodohnya aku, masih berharap Ichigo masih seperti dulu, yang selalu mengeluarkan ekspresi marah saat sedang kukerjai. Yang selalu merona merah setiap kali kugoda. Sekarang, semuanya telah berubah. Baik dirinya dan juga diriku. Senna seperti gadis yang baik, dia terlihat menyenangkan. Ichigo pasti bahagia bersama dengannya. Walau sakit namun aku merasa lega, akhirnya Ichigo bisa melupakanku sedikit. Aku berdoa untuknya, bahagia karenanya, akhirnya aku bisa tenang melepasnya, Orange Sun-ku…

"Jadi kau sudah bertemu dengan Senna?" Dari arah belakangku, suara Rangiku-san muncul. Aku menoleh ke arahnya. Rangiku dan juga Renji ternyata sudah menyusulku, berdiri menatap punggungku.

"Ya." Aku menjawab singkat.

"Ichigo memberitahumu sesuatu?" Tanya Rangiku-san lagi.

"Ya." Lagi-lagi aku menjawab singkat. Aku mengerti sekali apa maksud kata-kata Rangiku-san, meski tidak di jelaskan secara rinci, tapi aku tahu Rangiku-san sedang memberitahu tentang hubungan Senna dan Ichigo kepadaku. Entah karena apa Rangiku-san dan Ichigo menjadi teman akrab. Berkat itu pulalah aku jadi tahu tentang kondisi Ichigo sekarang.

"Bagaimana perasaanmu, Rukia?"

Aku terdiam sesaat setelah mendengar pertanyaan dari Rangiku-san. Perasaanku, aku sendiri tidak tahu dengan perasaanku. Lega? Mungkin. Sedih? Itu juga. Sakit? Ya. Senang karena melihat Ichigo akhirnya bahagia? Itu melebihi segalanya, bahkan melebihi perasaanku sendiri. Aku pun menoleh, tersenyum mantap, "Luar biasa!"

Rangiku-san hanya tersenyum simpul, entah apa yang ada di pikirannya sekarang. Sedangkan Renji? Ah, dia terlalu lugu untuk mengomentari suatu hal yang tidak di ketahuinya. Renji hanya setiap mendengarkanku dan Rangiku-san.

Oh, iya! Aku harus bertemu dengan para tunaganku. Byakuya-niisama sudah menyuruhku untuk datang. Aku harus segera bergegas kesana.

"Kita berangkat sekarang. Aku tidak mau terlambat ke acara itu, kalau tidak Byakuya-niisama bisa marah padaku." Ucapku untuk mereka berdua yang sedang menatapku.

"Yes, Mam~!" Seru Rangiku-san. Renji hanya bisa menggaruk rambut merahnya pelan, lalu kami bertiga pun menghilang dari situ.

Ichigo, perasaanku padamu sekarang bagaimana, yah? Kau sudah bersama dengan Senna, aku turut senang, akhirnya aku bisa merelakanmu. Lebih baik kau lupakan diriku, lupakan tentang hari-hari dimana dulu kita habiskan bersama. Hapuslah semua janji yang kau ucapkan untukku. Jika suatu saat nanti aku bilang 'Aku mencintaimu', apakah saat itu kau akan menerimaku? Aku harap tidak…

Seeing You With Someone New

Make Me Feel So Blue

But It's Okay Now…

Rukia – P.O.V – End

xXxXx

~ Continue ~


~ Icchy's Corner ~

Icchy : Nyahahahaha! Akhirnya update juga! *puas

Rukia : ICCCCCHHHYYYYY! *Ngamuk*

Icchy : Ha? *innocent*

Rukia : Kenapa gw disini aneh!*ngamuk*

Icchy : 5 tahun berlalu, sayank~ Semua orang berubah dong, dong ~ *Siul2*

Rukia : MAE! SODE NO SHIRAYUKI! *Ngacungin zanpakutou*

Icchy : *pinjem zangetsu Ichigo* GETSUGA TENSHOU!

Ichigo : OEE! ZANGETSU GW! *jitak Icchy*

Icchy : Ichigo jahaattt~ *pundung T_T

Rukia : *Swt* mendingan daripada geje begini kita balas review dari para readers deh. Lu udah kgk balas2 review kan dari chapter 10?

Icchy : *nyengir* Ehehehe... abisnya ga sempet terus juga lagi males, sih *PLAK!PLAK!*

Rukia & Ichigo : *Kasih deathglare ke Icchy*

Icchy : HIIIII! Oke, oke! Gw bales sekarang! T_T *mulai bacain*


Kyu9 :

Hehehe... Makasih favoritin cerita Icchy *guling2 senang :D

Sudah di update, review lagi yah :D


So-chand cii Mio imutZ :

Sudah diupdate~ review lagi yah ~ :D


Merai Alixya Kudo :

Hehehe, ga tau juga tuh kenapa Senna ngaku2 gitu *Ditabokin Senna*

Btw, Senna tidak mengganggu, cuma mengintip *sama aja =))

review lagi yah ~ Met kenal :D


Aizawa Ayumu Oz Vessalius :

Hahahaha... Rangiku jadi dewasa disini yah ^^a

Aduh, maafkan karena saya memakai Senna, habis image Senna cocok sih. Hahaha ^^a

Mungkin chapter kedepannya ada chapter IchiSenna cmn mungkin ga ke bagian romancenya kali yah.

Review lagi ~ :D


Min-chan Cassiopeia :

Jangannn! Ntar saya di gorok Senbonzakura *Dipelototin =))

Sebenarnya disini Byakuya ngak maksa Rukia buat tunangan kok, itu murni keinginan Rukia sendiri.

anyway, review lagi yah ~ :D


Meyrin Mikazuki :

Waduh, Mey-chan kalo itu mah Icchy juga mau~ *ngeces

Ichigo! JADILAH DOKTER HEBAT LALU LAMAR ICCHY JUGA ~ xD~ *Diajak main karet ma rukia- halah =))

anyway, review lagi chapter yang ini ~ :D


Nana Kurosaki :

Gpp kok baru review di chapter ini. Yang penting udah kasih review xD~

jgn lupa kasih review lagi yah ~ Met kenal :D


Jee-ya Zettyra :

Hehehe, makasih~ :D Senangnya akhirnya tulisanku dibilang bagus juga *Sujud sukur

Hmmm, reunion mereka sepertinya berakhir biasa aja, *atau mungkin mengenaskan dengan adanya Senna? =))

anyway, Rukia sudah berganti image disini, soalnya ga mungkin kan 5 tahun rambut2nya segitu2 aja... Hehehe ^^a

Review lagi yah ~:D


Wi3nter :

Hahaha... Kalo dikasih tahu kenapa dia ninggalin Ichigo ntar tamat dong neh fanfic *ngakak

Review lagi yah ~ :D


Chappy Ruru :

Makasih dibilang bagus ~ *senyum mesem xD~

Aku ketemu gambar Rukia yang versi rambut panjang, dan seketika itu jg jatuh cinta, karena di antara ratusan orang yg menggambar rambut Rukia yang panjang, cuma 1 gambar itu yang menurutku cocok dengan Image Rukia di ceritaku. Hehehehe...

Sayang nya aku tidak berbakat gambar T_T *Obsesi ga kesampaian

Anyway, review lagi yah ~ Met kenal :D


yuuna hihara :

Hahahah, Rukia masih suka kok. Cuma ya gitu, 22nya pada masih gede ego *ditiban IchiRuki =))

Senna deket kan karena mereka emang menjalin suatu 'hubungan' *dikejer =))

Review lagi yah :D


Michelle Ichigo :

Met kenal juga Michelle-chan ~ :D

Hmmmm... Icchy sebenarnya ga nargetin sih bakal berakhir di chapter brp *Kepikiran jg kgk PLAK! =))

Endingnya IchiRuki, kok. Hahaha... dan kyknya emang harus IchiRuki soalnya kan ini menyangkut hubungan IchiRuki. Daripada ntar Icchy dihajar fans IchiRuki kalo seenak jidat ganti pairing^^a

Anyway, review lagi yah ~ :D


Ai 'Akira' Shirayuki :

Waduh, mereka ketemu munculin gerhana. Berasa IchiRuki kyk alien *Ditabokin seluruh FC =)) =))

sudah diupdate jgn lupa review lagi yah ~ Met kenal :D