-POFFTT-
*tiba-tiba muncul* Holla. . . nu-chan mau bawain fic requestan yang belum kelar kemarin nih. Mau tau gak nu-chan ngerjain ini dimana? Nu-chan ngerjain ini saat acara sekolah loch. Badung banget ya? Hehehe ^^ abis kalau gak dikerjain gimana gitu, gak selesai-selesai dong. Oh ya, maaf juga kalau nanti chapter – chapter berikutnya lama updatenya. Soalnya status nu-chan jadi HIATUS sementara. Kenapa HIATUS? Coz nu-chan kan mau UKK. Jadi harus belajar ekstra nih. Do'ain supaya UKK aku lancar ya ! Yaudahlah, baca aja ya. . .jangan lupa di review ya ! *ngarep –plakkk-* XD tapi sebelum itu, bales review dulu akh. . .
Nara Madi
Huuuuaaaa. . . . kakaaaaaakkkkkk. . . . . .
Gimana fic ini? Apakah abal ? gak jelas ? jelek ya? Huhuhu . . .T.T
Heee? Kalau kakak suka baguslahhh. . . ternyata banyak juga yang suka fic ini, aku juga gak nyangka bisa dapet review yang lumayan banyak. :D Tadinya, aku gak mau publish fic ini loh, soalnya takut gak ada yang suka, dan banyak yang ngeflame. Tapi pas aku lihat review'a, aku jadi bersemangat buat lanjutin nih ! :3 Oh ya ka, maaf ya kalau Shika OOC banget, dan kayaknya di chapter ini dia bakal tambah OOC, maaaffff. . . . mudah-mudahan kakak suka . . ^^
Fun-Ny Chan
Pertemuannya unik ? yang bener ? makasih ya ! Suka ShikaTema ya? Oke deh, ini chapter dua untuk kamu, makasih udah review. . . XD Salam kenal juga . . ^^
Micon
Masa sih ? lucu ya? Waduhh? Kamu gak apa-apa jatuh dari kursi? Cup. . .Cup. . Cup. . ada yang sakit ? *sambil ngelus-ngelus Micon* -plakkkk- XD. Heeeee? Iya ya, Shika cerewet banget ya? Abis aku bingung gimana karakteristik Shikamaru. Maklum aku gak terlalu fanatic banget sama Shikamaru or ShikaTema. Yap, sangat suka SASUSAKU ! Hidup SASUSAKU *ngibarin bendera Sasusaku -?-* Makasih udah review ya. . . ^^
Anwong
Haloha juga :D. Jangan setengah dong bacanya, , , diabisin -?- *emang makanan* hehehe. Penasaran ya? Oke-oke, ini udah update biar kamu gak penasaran. Thanks review'a. . . XD
AnnZie-chan Einsteinette
Makasih AnnZie-chan ! punya FB ? temenan yuk ! Hehehehe :D
Iya iya, awalnya emang berantem tapi akhirnya, , , Lihat saja nanti ! *gaploked*. Ini sudah aku update AnnZie-chan, maaf kalau tambah gaje (n.n)v
Judulnya ya? Yang mana yang harus pake kapital ? (^_^)a Tolong bantuannya ya ! Hehehehe
Jeevas Lollipop
Kita udah jadi teman fb kan? eh masa? Padahal aku gak bermaksud ngelucu loh, itu sebuah -?- ketidak sengajaan. Memangnya lucu ya? Tak apalah ! yang penting reader suka. . XD Makasih sudah review dan baca ficku. . Nih udah update, maaf kalau tambah gaje aja. . . ^^v
AyuliaKirei, Li Qiu Lollipop, Tsukiko Reika, Kiro yoiD, Karin-chan Hanazono Akatsuki
Hehehehe, , terima kasih sudah mau review ficku yang gaje ini. . . apa benar fic ini lucu ? yang penting kalian suka dehhh. . . :D Nih chapter duanya. . semoga suka ! jangan lupa dibaca dan tinggalkan review, satu review anda berguna untuk mengurangi dampak global warming *gak nyambung dan gak ngaruh sama sekali* (n_n)v Oke, salam kenal dan selamat -?- berteman ya, jangan lupa add FB atau follow twitter q ya ! (lihat di profile).
Selamat membaca nyo ~~~~~
Disclaimer : Naruto Masashi Kishimoto
Pairing : Shikatema
Rated : T
DON'T LIKE, DON'T READ !
Special request from Klan Nara 'madi'
Cinta itu merepotkan ! chapter 2 . . .
"Temari-san, Shikamaru. Kalian jangan bertengkar seperti tadi lagi. Jika kalian bertengkar seperti tadi lagi, aku tidak akan segan-segan menghukum kalian. Ingat Temari-san, kau ini adalah anak baru di sekolah ini. Jangan sekali-kali kau mencari masalah !" nasihat Kakashi-sensei. Shikamaru tertawa penuh kemenangan.
"Shikamaru ! siapa suruh kau tertawa ? Kau juga salah. Harusnya kau bersikap sopan dan tunjukan bahwa murid sekolah ini semuanya baik. Bukan malah berbicara kasar pada wanita ! Sudah kerjaanmu hanya tidur, selalu bolos pelajaran, benar-benar kau ini." Tambah Kakashi-sensei memarahi Shikamaru. Dan seketika senyum Shikamaru lenyap, dia balik mendengus.
"Maaf sensei." Jawab ShikaTema. *ciee kompak nihhh?*
"Baiklah, kalian boleh kembali ke kelas. Karena pelajaran ke 2 kosong, sepertinya Genma-sensei tidak hadir. Maka kau Shikamaru, selaku ketua kelas. Harus mengawasi teman-temamu agar tidak berisik dan gaduh saat pelajaran kosong. Kau mengerti?" perintah Kakashi-sensei.
'Jadi dia ketua kelas? ketua kelas kok pemalesan sih? Aneh !' ujar Temari dalam hati.
"Saya mengerti sensei." Jawab Shikamaru.
"Baiklah, silahkan keluar." Perintah Kakashi-sensei.
Setelah keluar dari ruangan Kakashi-sensei, Shikamaru menahan Temari dengan lenggannya sehingga Temari tidak bisa lewat.
"Apa lagi sih? mau cari masalah lagi kau? Hah?" Tanya Temari jengkel.
"Tidak, aku hanya." Ujar Shikamaru sambil menjulurkan tangan tanda meminta maaf.
"Eh?" ujar Temari yang bingung dengan sikap Shikamaru.
"Ya, aku minta maaf telah merusakan sepedamu. Aku orang yang cinta perdamaian, aku tidak suka dengan permusuhan. Bagiku permusuhan itu sangat merepotkan !" ujar Shikamaru santai.
"Kau serius?" Tanya Temari meyakinkan. Dia heran dengan perubahan sikap Shikamaru.
"Iya, kau ini cerewet sekali sih." Ujar Shikamaru yang jengkel.
"Kau ini niat minta maaf tidak sih? Cari masalah terus. Apa tidak bisa lebih sopan, eh?" ucap Temari yang memanyunkan bibirnya tanda jengkel. Mengharap Shikamaru mengulang permintaan maafnya.
"Ya sudah kalau tidak mau maafin aku." ujar Shikamaru sambil beranjak pergi. *kasian deh Temari, hehe ^^v*
"E-e-e-ehhh. . . jangan pergi dulu dong. Iya-iya aku juga minta maaf telah menabrakmu tadi pagi. Jadi, mulai sekarang kita berteman , rambut nanas?" Tanya Temari.
"Iya wanita cerewet. Sudah, sekarang kita kembali ke kelas saja. Aku tidak mau dimarahi Kakashi-sensei lagi." Jawab Shikamaru.
"Hm, baiklah. Ayo !" ajak Temari.
"Ngajak bareng, eh?" ujar Shikamaru sambil mengeluarkan seringai. *Shikamaru bisa seringai juga ya? Baru tahu !*
"Rrrrr. . . Hiyyy. . . Aku duluan ya ! Hiyyyy. . ." ujar Temari seraya berlari menuju kelasnya. Dia ketakutan dengan seringainya Shikamaru. Kenapa takut? Kalian bayangin aja ! Shikamaru seringai ? Hiiiyyy, author aja merinding bayanginnya. ^^v
"Kenapa dia? Ada yang salah denganku?" Tanya Shikamaru pada dirinya sendiri dengan polosnya.
"Ah sudahlah. Mending aku ke kelas." Ujar Shikamaru sambil berjalan santai (tangan di tengkuk leher belakang -?-).
_,_
"Hiyyyy. . . ." teriak Temari saat masuk kelas. (inget kejadian di atas?)
"Kau kenapa Temari?" Tanya Sakura.
"I-i-tu. Shikamaru itu. Hiyyy, menyeramkan." Ujar Temari sambil bergidik. *saking takutnya ya mba? Xixixi X3*
"Shikamaru kenapa?" Tanya Ino.
"Iya, Shika kenapa?" Tanya Chouji.
"Shika ngapain kamu? Kok sampai takut begitu?" Tanya Kiba.
"Iya, apa yang terjadi?" Tanya Tenten.
"Temari-chan, kau kenapa? Shika mana ?" Tanya Naruto yang sedari tadi Disconnect.
"Iya, kau kenapa? Ayo keluarkan semangat masa mudamu !" ujar Roocklee gak nyambung. ( - -,)a
"Asbun saja kau Lee." Ujar Neji.
"Kau sampai gemetaran Temari-chan." Ujar Hinata halus.
"Kalian ini bertanya terus. Beri kesempatan Temari menjawabnya." Ucap Sasuke. *akhirnya ngomong juga nih anak satu !*
"Tadi, Shikamaru berseringai. Seringainya itu seram sekali. Seperti seringai iblis, Hiyyyyy. . . ." jalas Temari.
"APA? SHIKA SERINGAI?" Tanya Seluruh anak-anak. Termasuk 4 orang cool. *4 orang itu ikutan? Wahhh berarti ini adalah hal yang langka*
"I-iya." Ujar Temari gugup karena mereka semua terlihat sangat kaget.
"Apa seringainya seperti ini?" Ujar Sai sambil menunjukan seringai khasnya.
"Iya,seperti itu. Tapi dia sangat aneh dan seram." Ujar Temari.
Karena melihat seringai Sai. Seluruh teman-temannya membayangkan Shikamaru berseringai ala Sai. Seketika itu . . . .
"WKWKWKWKWK. . . . ." Seketika tawa mereka meledak. Temari pun bingung.
" Apa ada yang salah dengan seringai, eh?" Tanya Temari yang keheranan.
"Kau adalah wanita special Temari, bisa melihat seringai Shika yang sangat langka. Bahkan mungkin seringai pertamannya. Kami saja belum pernah lihat" Ujar Kiba.
"APA? Shikamaru baru pertama kali berseringai? Dan di depan kalian dia belum pernah berseringai?" Tanya Temari lagi.
"Iya, aku sudah sahabat sama Shika dari kecil, tapi belum pernah lihat Shika berseringai." Jelas Chouji.
"Hahahaha. . aku tidak bisa berhenti tertawa jika membayangkan Shika dengan seringai ala Sai-kun. Wkwkwkw." Ucap Ino sambil tertawa terpingkal-pingkal.
"Wkwkwkwkw. . .pasti sungguh aneh wajahnya." Ujar Naruto ditengah tawanya, bahkan sekarang sudah jungkir balik tuh anak. *lebay*
"Huekkk. . . ingin muntah aku membayangkannya." Ujar Sasuke yang mukanya sudah pucat -?-
"Kau benar Sasuke." Ujar Neji yang tak kalah pucat -?- dari Sasuke.
"Pasti sangat aneh ya?" ujar Sakura, tapi dengan nada bertanya.
"Sepertinya sangat-sangat aneh." Tambah Tenten.
"Aku jadi ingin liat. Penasaran." Ujar Rocklee
"Hn." Tambah Shino.
"WKWKWKWKWKWKW. . . aku sudah tak kuat membayangkannya." Ujar Kiba ditengah tawanya, bahkan sudah jungkir balik kayak Naruto.
"Mengapa harus aku yang melihatnya?" Ujar Temari sambil meratapi nasibnya yang telah melihat seringai aneh bin menakutkan dari Shika. *wkwkwk*
"Zreeeekkkk. . . ." terdengar suara pintu dibuka. Siapakah yang masuk? Oh, ternya Shikamaru dengan wajah lusuh dan gak niat idup *dikagemane* dan muka kusut (kasian dari tadi abis dirasani = diomongin). Dan seketika itu . . . .
"WKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWK. . . . ." tawa seluruh anak sekelas pun meledak. Mereka semua telah membayangkan wajah Shika yang sedang berseringai.
"Kalian semua kenapa? Obat kalian abis?" Tanya Shika yang gak tahu apa-apa.
"Hmpp, , Hmpp, , tidak ada apa-apa." ujar Naruto sambil menahan tawa,
"Hmpp, , Hmpp, , iya." Tambah Kiba sambil menahan tawa juga.
"Hehehe, tidak ada apa-apa kok Shika." Ujar Ino meyakinkan Shikamaru.
" Mencurigakan." Ujar Shikamaru.
"Hehe." Jawab yang lain.
"Hinata, sebenarnya ada apa ini? Kau kan orang yang tidak pernah bohong Hinata." Tanya Shikamaru pada Hinata.
"Mmmm. . . ." Hinata ingin menjawab, namun teman-teman yang lain melarangnya dan mengancamnya. Mereka semua takut Shikamaru ngamuk. Tapi Hinata kan paling pantang berbohong.
"Ayo Hinta, jawab !" perintah Shikamaru.
"Mmmm, , , tadi mereka membayangkan kau berseringai ala Sai. Dan mereka sudah tidak tahan, sehingga tertawa terpingkal-pingkal. Karena kau aneh sekali kalau berseringai. Begitu Shikamaru-kun." Jelas Hinata.
"Rrrrrrrr. . . . . KALIAN !" geram Shikamaru.
"Siapa yang tertawanya kelewatan Hinata?" Tanya Shikamaru menahan amarah. Sedangkan Kiba dan Naruto sudah berpelukan karena takut. *Uekkk*
"Mmmm. . itu, mmmmm. . .Naruto-kun dan Kiba-kun. Gomen ya Naruto-kun, Kiba-kun." Jelas Hinata.
"Naruto. . . ! Kiba. . . . !" teriak Shikamaru lalu mengejar Naruto dan Kiba yang berlari keluar kelas.
Sedangkan anak-anak yang lain menghembuskan nafas lega. Ada juga yang tertawa ngakak. Temari? dia hanya bengong melihat tingkah teman-teman barunya. Tetapi setelah itu, dia pun tersenyum. Kenapa tersenyum? author juga gak tahu . Hanya wanita cerewet berkuncir 4 itu yang tahu. *terbang sampe jepang -cihuy asyik-, gak bisa pulang bodoh !*
_,_
"Huuh, akhirnya Shika selesai juga ngamuknya. Cape aku dikejar-kejar dia terus." Ujar Naruto pada Kiba.
"Iya, aku juga sudah capek. Tapi mana Shika?" Tanya Kiba yang baru sadar kalau Shika tidak ada.
"Bodo ah, paling dia lagi tidur. Tapi entah dimana dia tidur, aku juga tidak tahu." Jawab Naruto.
"Heiiii Narutooo. . .! Kibaaaa. . . !" panggil Sakura dkk.
"Iya? apa?" jawab Naruto dan Kiba.
"Mana Shika?" Tanya Ino.
"Tau, paling tidur." Jawab Naruto enteng.
"Ya kalau itu aku juga tahu. Shika kan rajanya tidur. The sleeping prince." Ujar Tenten.
"Iya, dia tidur dimana? Bagaimana kalau dia hilang?" Tanya Sakura panik.
"Kau jangan berlebihan Sakura, Shikamaru tidak mungkin hilang."ujar Sasuke.
"Paling di bukit belakang sekolah." Jawab Sai.
"Bukit?" Tanya Temari.
"Iya, bukit. Shika selalu tidur disana kalau istirahat. Itu sudah menjadi rutinitasnya." Jelas Chouji. Temari hanya ber 'oh' ria.
'Benar-benar cowok unik.' Ucap Temari dalam hati.
"Sudahlah, Shika sudah besar. Jangan terlalu dikhawatirkan. Ayo kita makan siang Hinata." Ajak Naruto. Dan NaruHina pun pergi ke kantin.
"Ayo Sakura." Ajak Sasuke. SasuSaku pun pergi ke kantin.
"Ayo Ino-chan." Ajak Sai. SaiIno pun pergi.
"Rrr. . .Neji. Ayo latihan karate, Guy-sensei sudah menunggu." Ujar Tenten. NejiTen pun pergi.
"Hei tunggu aku." ujar Rocklee. Dia pun pergi.
"Chouji, Shino, ayo main !" Ajak Kiba. Kiba,Shino,dan Chouji pun pergi.
Hanya tinggal tersisa Temari sendiri. Mau kemanakah dia?
"Huh, NaruHina, SasuSaku, NejiTen, SaiIno, dan yang lainnya pada main. Hanya aku sendiri ya? Nasib jadi jomblo. Tapi ShikaTema ? not bad ! Akhh, aku ini mikir apa sih. Eh, ngomong-ngomong soal Shikamaru, kenapa aku tidak menemuinya saja? Ah tapi, , tak apalah, aku penasaran dengan sifat cowok satu itu. Kayaknya unik. Mmmm, , , , bukit belakang sekolah ya? Kesana ah !" ujar Temari lalu pergi ke bukit belakang sekolah.
_,_
Di bukit belakang sekolah . . . .
Terlihat sesosok pria misterius, ups ralat ! Pria pemalas dengan rambut mirip kayak nanas, sedang berbaring sambil menatap awan dan menikmati angin sepoi-sepoi. Dan tidak jauh dari sana, terlihat seorang gadis berkuncir 4 sedang mengamati pria itu dari balik pohon. Sepertinya wanita itu heran dengan kelakuan sang pria.
"Dia sedang apa? berbaring , eh ? sepertinya dia tidak tidur. Apa yang dia lihat?" Tanya Temari pada dirinya sendiri. Dan melihat ke arah yang sama dengan apa yang Shikamaru lihat.
"Awan? Apa menariknya awan?" tanya Temari yang lagi-lagi pada dirinya sendiri.
"Benar-benar kebiasaan yang unik. Aku jarang menemukan seorang pria yang cinta ketenangan seperti ini. Biasanya kan pria itu sangat senang mencari ribut dan terkesan bandel. Menyebalkan ! Tapi dia malah menyukai ketenangan, dan aku juga jarang melihat pria yang sepintar dia, katanya IQ nya lebih dari 200 ya? Hebat ! aku saja hanya 114 *itu IQ author T.T kecil ya?* Oh ya, aku juga baru kali ini melihat pria yang tertarik akan awan dan langit, biasanya kan pria tertariknya dengan wanita sexy dan yang jorok-jorok *apaan sih? makanya bersihin biar gak jorok!*, tapi dia enggak ! Aku salut sama dia." Ujar Temari yang terkagum-kagum oleh Shikamaru. (Sedari tadi nih cewek ngomong sendiri loh, udah gila kali ya? *digiles Temari*)
"Sedang apa kau disana? Ayo keluar !" perintah Shikamaru yang entah pada siapa.
-DHEG-
Seketika itu jantung Temari berdetak kencang dan cepat. Apa Shikamaru melihatnya? Oh, ternyata Shikamaru menyadari kedatangan Temari. *Shika hebat euy !*
"Mau sampai kapan kau disana Temari cerewet ? Cepat keluar !" ujar Shikamaru.
-DHEG-
Jantung Temari bergetak semakin kencang dan cepat. Bahkan sangat kencang dan sangat cepat ! Bagaimana Shikamaru bisa menyadari kedatangannya? Apakah Shikamaru punya indra keenam? Ah, tidak mungkin !
"Rrrrrr. . . . . bagaimana caranya kau menyadari kedatanganku rambut nanas?" tanya Temari sambil berjalan keluar dari persembunyiannya mendekati Shikamaru.
"Kau terlalu berisik, deru langkaahmu terdengar olehku. Dan percuma saja kau bersembunyi disana, pasti ketahuan ! Kenapa ? karena disini jarang ada orang, makanya aku bisa tahu kalau ada seseorang yang datang. Gerakanmu kurang cermat wanita cerewet ! Dan kenapa aku bisa tahu itu kau? Mungkin karena feelingku saja." Jelas Shikamaru tanpa mengubah posisinya (masih berbaring sambil memandangi awan dan langit).
'Hebat ! Hanya mendengar deru langkah dan mencermati gerakan, dia dengan mudahnya dapat mengetahui kedatangan seseorang dengan cepat ! Benar – benar pria yang hebat ! Eh, tapi kenapa dia bisa tahu kalau itu aku? Dengan feeling? Wahhh. . berarti dia tadi sedang memikirkan aku, makanya dia bisa beranggapan bahwa itu aku. Ahhh, aku ini bicara apa sih.' Ujar Temari dalam hati sambil tersenyum-senyum sendiri. *orang gila kali ! –terbang sampe jepang-*
"Ya, ya, aku tidak heran kalau kamu bisa mengamati gerakanku tadi, dan menyadari kedatanganku dengan mudahnya. Karena kudengar IQmu lebih dari 200 kan?" tanya Temari yang sekarang sudah duduk di samping Shikamaru yang masih berbaring. *romantis banget ya? ^,^v*
"Berlebihan." Jawab Shikamaru enteng.
"Hmmm." Tambah Temari sekenanya. *gak kena, wekkk XP –apa sih-?*
Dan entah kenapa suasana berubah menjadi canggung. Baik Temari dan Shikamaru tidak ada yang memulai sekali ! Seperti di kuburan. Sebenarnya, baik Shikamaru ataupun Temari ingin sekali memulai pembicaraan dan tidak diem-dieman kayak gini. Tapi entah kenapa hati mereka tidak bisa diajak bekerja sama.
"Hei Temari." Panggil Shikamaru.
"Apa?" jawab Temari.
"Kau tidak makan siang? Bukannya ini jam istirahat makan siang? Apa kau tidak lapar?" tanya Shikamaru.
"Tidak kok, tenang saja. Lagian aku bosan melihat SasuSaku, SaiIno, NaruHina, dan NejiTen yang bermesraan. Bikin iri saja." Jawab Temari, tapi yang kalimat 'bikin iri saja' dia ucapkan dengan pelan.
"Tapi kau jangan lupa makan, nanti kau sakit ! Aku juga yang repot , mereka memang selalu begitu. Apa? Bikin iri? Kenapa kau iri pada mereka?" tanya Shikamaru dengan polosnya.
'Perhatian sekali' ujar Temari dalam hati.
"Ah ti-ti-dak kok, memangnya aku bilang kalau aku iri? Kau salah dengar kali ! Mana mungkin aku iri melihat kemesraan mereka." Jawab Temari. *muna kau Tem, ngomong aja yang jujur ! hehehehe*
"Ohhh." Ujar Shikamaru.
"Oh ya Shika, kenapa kau senang memandangi awan? Apa menariknya awan?" tanya Temari.
"Hmmm. . . . awan itu sangat indah, dan dapat memberikan ketenangan bagi yang melihatnya. Aku sangat suka melihat awan yang bergerak, bagiku itu keren. Entah, aku bingung kenapa awan itu bergerak? Mungkin kalau ibarat manusia, awan sedang mencari seseorang yang bisa menenangkan hatinya. Sesosok yang benar-benar bisa merubah hidupnya. Ahh, aku ini bicara apa sih? Sudahlah, jangan kau cerna ucapanku. Nanti kau bingung." Jelas Shikamaru.
Temari hanya bisa diam mendengar ucapan Shikamaru. Dia benar-benar pria yang punya pemikiran berbeda dari pria-pria yang lain. Shika selalu bilang kalau segala sesuatu itu merepotkan. Dan selalu bersikap tidak peduli. Padahal, dia adalah seorang pria yang sangat perhatian, terutama pada wanita. Sungguh pria yang unik.
"Ternyata kau berbeda dari lelaki kebanyakan ya." Ujar Temari.
"Eh? maksudmu?" tanya Shikamaru heran.
"Ya, kau unik saja. Hehe." Jawab Temari sambil tertawa.
"Kau aneh." Ujar Shikamaru.
"Oh ya, lebih baik kau tiduran saja disini. Enak loh, pemandangannya juga indah. Bisa menghilangkan kepenatan." Ujar Shikamaru.
"Eh? Boleh juga." Jawab Temari dan ikut berbaring di samping Shikamaru .*prikitieww . . . sing suing . . . .ceilehh. . mesranya. . author jadi iri nihh T.T*
'entah kenapa, saat wanita ini di sampingku, aku merasa ada sesuatu yang aneh di hatiku. Tapi entah apa itu. Padahal dia sangat cerewet, tapi entah kenapa aku terhibur mendengar ocehannya. Menurutku, dia juga berbeda dari gadis kebanyakan. Yang selalu mengejar-ngejar lelaki dengan menggoda ataupun rayuan. Ahhh menjengkelkan ! Dia tentu saja tidak begitu, dia menunjukan kepeduliannya dengan hal lain. Menarik ! Heiii? Kenapa aku memujinya? Akhh, dasar bodoh ! Kau mikir apa sih Shika? Aku kenapa? Atau jangan-jangan, aku, jatuh cinta? Akhhh, tidak mungkin ! Cinta itu merepotkan !' Shika POV.
Masih penasaran sama kisah cinta mereka berdua?
Sabar ya, , , tunggu chappie depan !
To be continued
*ngelirik ke atas* OHHH TIDAKKKK ! Gajeeeee bangetttt ! ,
Ya ampun, siapa yang bikin fic segaje ini ? Keterlaluan ! *reader : loe baka !* Ohhh, aku ya? Ini fic buatanku? Yang benar ? SERIUS? INI FICKU? HAH? *tidak mengakui*.
Sudahlah, aku mengakui, ini memang ficku, walau gaje banget ! *reader : sangat !* T.T
Yang paling gaje itu pas dibagian Shikamaru seringai ? gaje banget kan ? entah setan apa yang merasukiku sehingga terpikir olehku menulis adegan itu. Yaaa ampuuunn, , , (-,)
Aku bingung, Shika kalau seringai apa seaneh dan semenyeramkan kayak di atas, eh? Ahhh sudahlah, namanya juga FFN, iya tak ? unleash you imagination kan? Ya mudah-mudahan saja kalian suka ya, Amiiiinnn. . . . ^^oh ya, do'ain author supaya naik kelas ya ! Soalnya tanggal 7 mau UKK nih, mudah-mudahan aku bisa ya ! d^-^b
Akhir kata. . . . mind to review ?
