yeap, langsung saja :D
- Omake -
"Bersihkan semuanya ! Pokoknya aku tidak ma tau ! Hari ini harus selesai semua !" Teriak Giotto kesal.
Lalu ia Pergi ke kamarnya untuk menenangkan diri.
Huah primo kalau mengamuk ternyata menyeramkan ya Lampo nyletuk sambil menyapu daerah rak buku Giotto.
"Aku akan Tobat lagi malam ini karena sudah bikin Primo ngamuk.." Knuckle lesu, ia mendapat tugas merapikan daerah rak buku.
"Primo benar benar menyeramkan Gozaru.." Asari tidak kalah lesu dengan yang lain, ia ditugaskan merapikan barang barang yang berserakan.
"Grr, sudah jangan banyak bicara ! Ayo bersihkan !" Bentak G sambil memunguti kertas tugas Giotto yang berterbangan kemana mana. Wah peran Step Mothernya masih ada..(Di panah)
"Ugh.. Kepalaku.." Keluh Daemon sambil memegang Kepalanya.
"Kenapa kau berhenti Cinderella ? Eh, maksudku.. Daemon ! Cepat kau bersihkan debu di karpet ini dengan Vakuum Cleaner !" Bentak G
"Nufufufu..." 'siapa yg kau mksd cinderela, hah?' Batinnya. " Kau pikir aku mash bsa bekerja dengan badan sprti ini ?"
"Badanmu masih sehat tau !" G ga mau kalah.
"Nufufufu.." Daemon menahan Emosi. "Badan ku memang sehat.. Tapi ...
KAU PIKIR MUKAKU MASH SEHAT ?" Daemon menunjuk Mukanya yang penuh balutan perban dan plester. Mirip Mummy berkepala Nanas yah.. (Di lempar)
G menahan tawa. "Mukamu masih Ganteng kok, tambah ganteng malah" senyum mengejek merekah jelas di mukanya.
-JLEB-
"..nufufufu trims atas pujiannya tpi tetap saja aku tidak bisa bekerja" Daemon mengepalkan tangannya kesal dan melangkah pergi
G menarik Daemon "mau kemana pala Semangka ? Kerjakan dulu ! Sudah bolos sekarang mau bolos lagi ?"
"Um.. Ak..aku mau mengambil vacum cleaner .." Daemon beralibi.
G sweatdrop. Bodohnya Daemon memilih alasan itu, padahal jelas jelas Vacuum Cleanernya ada di belakangnya. "Bohong ! Jelas" Vacuum Cleaner ada di belakangmu dari tadi !"
Daemon menoleh ke belakang dan tersentak ".. Nu-nufufu kau benar .." Batinnya : 'SEJAK KAPAN ?"
"sekarang kerja ! Huh !" G balik memunguti kertas kerjaan Giotto yang berserakan.
Di lain sisi, Alaude yang mendapat bagian melap meja..
"Hey Alaude ! Kerja yang benar kenapa sih ! Daritadi kau hanya ngelap bagian situ tau !" Bentak G lagi. Duile G, lg Dapet yah ampe ngamuk terus begitu ? (Dibuang)
Alaude berhenti melap dan mendeathglare G.
-DEG-
"A-Ayolah.." G ciut.
Alaude cuek, ia kembali melap meja di bagian yang sama lagi.
"K-Kupanggil Primo nih !" G mengancam.
-DEG-
Mendengar ancaman G yang menyangkut Giotto, Alaude mulai melap daerah daerah meja lainnya.
G facepalm melihat kelakuan Guardian yang satu ini. 'Dasar !' Batin G lalu ia menaruh Kertas kertas yang tadi ia pungut ke meja kerja Giotto.
"G, aku sudah menyelesaikan bagianku nih.." Lampo mencolek bahu G.
"Aku juga sudah selesai Gozaru !" Asari tepar di sofa.
"Baiklah, kalian boleh keluar.. Oiya, kalian siapkan makan malam.." G merenggangkan badannya. "Aku juga sudah selesai.." G menambahkan.
"hie? Oresama seprtiku harus membuat makanan?" Lampo protes. Seketika itu juga Deathglare G melekat ke Lampo.
"Hie !" Lampo langsung sembunyi di balik Asari.
Tiba Tiba pintu terbuka pelan. Kepala Giotto muncul dari balik Pintu. "Ano.. Minna.." Semuanya menoleh ke arah pintu begitu mendengar suara Giotto.
"Gomen karena tadi aku sempat marah marah pada kalian.." Giotto tertunduk. "Ah.. Tidak apa Primo.. Toh kami juga yang salah.." G menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. "Mm.. Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kita makan sekarang ? Aku sudah membuatkan makan malam.." Ajak Giotto. "Eh? ti..tidak jangan primo, biar lampo dan uegetsu saja yang menyiapkan makanan!" ujar G panik sentah karna tidak ingin bosnya bekerja atau karna tidak ingin keracunan/s
"A-ah, tidak tidak, bagaimana kalau kalian menata piring saja.. lagipula aku sudah membuatkan makanan kan.." Giotto buru buru menjawab sambil melihat kedua Guardiannya.
"Jadi.. Ayo makan" ajak Giotto sekali lagi. Alaude protes sedikit "Tapi kami belum selesai-" "tidak apa, nanti saja lagi" potong Giotto sambil tersenyum. "Baiklah.." Alaude melepas kain lapnya dan berjalan ke arah Pintu di ikuti oleh Guardian lainnya.
- di ruang Makan -
"Nah ! Silahkan di coba masakanku !" Giotto senyum.
"Selamat Makaaaaaan !" Semuanya serentak kecuali Alaude dan Daemon.
Beberapa menit kemudian..
"Ukh.." Keluh Knuckle di tengah makan malamnya.
"Eh ? Ada apa Knuckle ?" Giotto nyletuk.
"Perut..ku.. Rasanya ada yang tidak beres dengan makanannya Primo.." Lampo ikutan.
"Aku merasakan rasa rasa yang aneh.." Daemon juga angkat bicara.
"Eh ? Masa sih ? Bagiku tidak ada yang salah dengan makanan ini" Giotto melahap Ayamnya lagi.
Tiba tiba Alaude terjatuh dari bangkunya, diikuti Asari yang bajunya tertarik Alaude.
-Bruk !-
"Ehhh ? A-Alaude, kau kenapa ?" Giotto bangkit berdiri dan menghampiri Alaude.
Alaude merintih kesakitan sambil meringkuk memeluk perutnya.
"Aahh..." Desah Alaude.
"P..rimo.. Bumbu apa sih yang kau pakai tadi.." Rintih Lampo sambil memegangi perutnya.
"Umm.." Giotto berpikir sejenak.
"Tadi aku pakai bumbu yang ada di lemari sebelah kulkas."
"APAAAAA ?" G kaget. "PRIMO, ITUKAN LEMARI OBAT !"
"HAH ?"
Tidak lama kemudian Ambulan datang menjemput para Guardian Vongola untuk segera di larikan ke rumah sakit terdekat.
