AKATSUKI VS GUARDIAN SEIYO
Halo semua! XD *ditimpuk ember* (Readers: Berisik!) Yang review sedikit ya, padahal saia mau update dengan cepat. =.=" Apa boleh baut-?- maksud saia, apa boleh buat, reviewnya udah mencukupi. ^^
WAKTUNYA BALAS REVIEW!
Shirayuki Nao: Salam kenal juga. :)
Terima kasih buat pujiannya. Hm… Kalau request KuTau kayaknya gak bisa sekarang. Soalnya kan baru mulai. Kalau ide lombanya, mungkin babak kedua saia gunakan idenya. Kan gak mungkin baru mulai tiba-tiba langsung bikin surat cinta kepada lawan. :p
Yamato Akahito: Saia akan jawab pertanyaan mu.
1. Pake seragam sekolah lah. Soalnya mereka gak punya pakaian lain. *dikeroyok Guardian* Maksud saia, kalau berhubungan dengan Guardian mereka selalu memakai seragam sekolah.
2. Kalau itu bukan kamu yang lupa, tapi saia yang lupa nulisnya. DX
Kumpulnya di Pelabuhan, lalu menuju studio di dekat situ. :D
The Portal Transmission-19: Wah, maaf maaf. Saia kan cuma update iseng. Bagus ya?
Terima kasih. Untuk sarannya, akan saia usahakan. Maklum, masih newbie. :p
Oke, sekian balasan reviewnya. Disclaimer!
Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto.
Shugo Chara © Peach-Pit.
Akatsuki VS Guardian Seiyo © Amu 'Yui-Hirasawa' Hinamori.
Genre: Humor (dikit)
Rated: T
Summary: Author mengajak Akatsuki dan Guardian Seiyo untuk liburan yang sebenarnya untuk membuat mereka bertanding siapa yang lebih hebat? OOC, OC, ancur, abal, dsb-?-. Please RnR?
Untuk para pengatur acara, author sudah siapkan daftar nama:
MC: Sanada Hinamori dan Hiiro Hotori (OC Author)
Kameramen: Naruto Uzumaki dan Sasuke Uchiha (Kan gak enak kalau cuma 1)
Sutradara: Hitsugaya Toushiro.
Penata Lampu, Suara, dsb: Ichigo Kurosaki dan Uryuu Ishida.
Dan para pembantu-?- lainnya yang author malas nyebutinnya. *digeplak readers*
Ok, GTS (Go To Story)
~AKATSUKI VS GUARDIAN SEIYO~
At Back Stage:
"Baiklah anak-anak! Jangan lupa tugas kalian! Saia tidak ingin acara ini kacau gara-gara kalian tidak becus!" arahan author sukses membuat para pengatur acara cengo. Tumben author begitu bijaksini-?-.
"Iya iya. Tapi kenapa gue jadi cleaning service?" keluh Mello meratapi tugasnya.
"Emang cuma kamu yang cocok," jawab author dengan asal. Mello memberi Death Glare pada author.
"Eh, anu… Lagian kan ada pasangan Yaoi mu. Tuh, si Near,"
"Benarkah?" Mello melihat Near dengan mata berbinar.
"Mello…"
"Near…"
"Mello…"
"Near…"
"Ng… Anu…" author mencoba mengatakan sesuatu.
"Mello…"
"Near…"
"Mello…"
"Near…"
"Se… Sebentar…"
"Mello…" 4 siku-siku mulai bermunculan dikepala author.
"Near…"
"WOI! Jangan Yaoi-an disini! Banyak anak kecil!" bentak author seraya menggetok kepala kedua cowok itu. Mereka pun bungkam.
"Lalu, kenapa harus gue yang jadi Sutradara?" tanya Hutsugaya.
"Nah! Kalau itu saia punya alasan tersendiri. Sutradara kan tempat duduknya tinggi. Berhubung kamu pendek, jadi kamu cocok jadi sutradara," setelah author mengatakan itu, sebuah laptop milik Sanada yang kata orang mencapai 50 juta mendarat dengan mulus dimuka author.
"Laptopku!" ratap Sanada setelah melihat laptopnya masih bagus. (Kalau begitu kenapa diratapi?)
"Muka saia lecet nih!" eluh author sambil mengelus kepalanya.
"Hei, waktunya 5 menit lagi! Ayo kita segera bersiap!" kata Hiiro yang membuat author sweatdrop.
"Harusnya saia yang mengatakan itu,"
"CEPAT! KALIAN SEMUA SEGERA BERSIAP DI POSISI MASING-MASING!" teriak Sanada yang sukses membuat semua orang merinding. Kan dia mantan anggota Easter yang paling kejam. (O.o")
At Studio:
"Baiklah! Ayo kita mulai!" arah Hitsugaya selaku sutradara.
"Para pemirsa, baik yang ada distudio maupun di luar studio. Kami akan segera memulai pertandingan antara Akatsuki VS Guardian Seiyo," ucap Hiiro yang membuat Sanada dan Hitsugaya sweatdrop.
"Hiiro, ini acara TV, bukan sepak bola. Kok kamu tadi buka acaranya kayak yang ada di bola-bola gitu?"
"Habis, aku kan gak pernah buka acara sebelumnya,"
"Ya sudah. Sekarang kita panggil saja para peserta kita. Dimulai dari AKATSUKI!"
"Naruto, Sas uke (A/N: Ini bukan kesalahan pada penulisan, tapi memang sengaja dipisah untuk menunjukan kalau Sasuke itu adalah seorang uke.) *dichidori Sasuke* arahkan kamera pada Akatsuki Nista itu!" perintah Hitsugaya pada kameramen.
"Nama gue Sasuke, bukan Sas uke!" kata Sasuke sambil mengarahkan kamera kearah penonton. Hitsugaya langsung nimpuk kepala Sasuke pake buku.
"Akatsuki yang disorot, uke~, bukan penonton!" Bentak Hitsugaya dengan menekankan kata uke.
"Cih!" Sasuke langsung menyorot arah pintu masuk panggung, sementara Naruto asyik makan ramen. (-.-)
Setelah insiden diatas, munculah anggota Akatnikah *dihajar Akatsuki* maksud saia, anggota Akatsuki sambil menaiki panggung. Dimulai dari Pein dengan gayanya yang (sok) narsis, Konan, Itachi dengan gayanya yang cool, Kisame dengan Samehada dan senyuman yang membuat sebagian penonton di studio muntah ditempat , Kakuzu dengan membawa 2 koper berisi duit, Hidan membawa sabit besar beserta perlengakap ritual, Deidara dengan 3 kantong lempung yang bisa meledak, Sasori membawa sebagian koleksi Barbie-nya, Zetsu, dan Tobi dengan membawa toa-?-.
"Ng.. Anu, kalian ini mau bertanding atau piknik sih?" tanya Sanada sambil sweatdrop diikuti Hiiro.
"Oh, ini ya. Ini adalah senjata-senjata kami," jawab Pein mewakili Akatsuki.
"Coba saya lihat dulu! Pedang besar yang diperban, sabit super besar. Yang 2 ini memang disebut senjata, tapi apa ini? Koper, kantong sampah, boneka, bahkan toa kalian bilang senjata?" Sanada masih sweatdrop.
"Oh, koper ini memang bukan senjata. Gue bawa nih koper karena takut ntar kas Akatsuki dicuri orang kalau ditinggal di markas," jelas Kakuzu.
"Ini bukan kantong sampah, un! Tapi lempung yang bisa meledak, un," marah Deidara.
"Boneka ini bisa digunakan sebagai senjata. Lihat mulutnya," kata Sasori seraya mengeluarkan benda tajam dari mulut Barbie-nya.
"Apa yang menetes itu?" tanya Hiiro.
"Ini racun!" kata Sasori. Hiiro langsung menyingkir.
"Lalu, toa ini untuk apa?" tanya Sanada. Sebelum Tobi menjawab Pein langsung memotongnya.
"Itu untuk dia berteriak 'Tobi Anak Baik' sambil keliling ruangan," Sandad sweatdrop.
"Oke, sekarang perkenalkan diri kalian masing-masing,"
"Gue Konan,"
"Gue Itachi,"
"Kya~! Itachi-kun!" teriak para FG Itachi.
'Huhuhuhu! Kalau gue bilangin hutang Itachi yang paling banyak di Akatsuki, pasti para fansnya tidak akan ngefans lagi pada dia,' inner Kakuzu sambil tertawa.
"Gue Kisame!"
"Eh, kok ada hiu ikutan acara beginian sih?" bisik Sena pada Riku.
"Au! Binatang peliharaan mungkin," jawab Riku seenaknya.
"Gue Zetsu Putih! Biasa dipanggil Zeput. Dan ini Zetsu Hitam! Biasa dipanggil Zetam,"
"Tobi anak baik!"
"Gue Deidara, un,"
"Sasori!"
"Kya~! Sasori-kun imut!" teriak para FG Sasori.
"Gue Hidan!"
"Gue Kakuzu! Lalu…"
"Gue Pein!"
Sebenarnya tadi Kakuzu mau marah karena ada yang memotong omonganya. Berhubung yang memotong adalah Pein sang Leader, dia diam saja.
"Baiklah, sekarang kita panggil Guardian Seiyo!"
Kemudian munculah sekumpulan bocah kelas 6 SD menaiki panggung. Dimulai dari Amu, lalu diikuti Tadase, Rima, Nagihiko, Yaya, Kukai, Utau dan Ikuto. Tak lupa dengan para Shugo Chara mereka.
"Loh? Kok nii-kun ada disini? Nii-kun kan bukan anggota Guardian," tanya Amu pada Sanada. (Jika kalian bertanya-tanya kenapa Amu memanggil Sanada dengan sebutan nii-kun, baca saja fic saia yang judulnya 'Our Children from the Future!') *promosi*
"Aku dipaksa author jadi MC. Hiiro juga," jawab Sanada disertai anggukan Hiiro.
"Oh, begitu. Lalu mana Shugo Chara kalian?" tanya Amu lagi.
"Kami tinggal dibelakang panggung. Soalnya mereka masih tidur," jawab Hiiro.
Di belakang panggung:
"Eh, ini telur apa ya? Kok aneh gini?" tanya Mello pada Near. (A/N: Pada kenyataanya, jika Shugo Chara tidur mereka akan masuk ke telur mereka. Dan telur mereka memiliki motif.)
"Gak tahu. Tapi jangan diambil," balas Near.
"Kenapa? Kan kalau dimasak pasti rasanya enak,"
"Baca tulisannya, "Mengambil telur ini sama dengan MATI!" Gue hapal banget, ini tulisan Sanada," kata Near. Mello langsung ngibrit.
Back to Stage:
"Kalau begitu, segera perkenalkan diri kalian pada para penonton!"
"Aku Amu Hinamori! Joker Chair!"
"AMU! KAMI MENDUKUNGMU!" teriak para murid kelas 6 kelompok bintang. Entah sejak kapan mereka sudah ada di studio.
"Tadase Hotori! King Chair!"
"Rima Mashiro! Queen Chair!"
"Ratu Rima! Kami selalu mendukungmu!" teriak para pendukung Rima, tapi tidak seheboh teriakan para pendukung Amu tadi.
"Nagihiko Fujisaki! Jack Chair!"
"Yaya Yuiki! Ace Chair!" teriak Yaya sambil mengangkat tangannya.
"Kayaknya tuh anak autis kayak Tobi, un," bisik Deidara pada Sasori. Sasori hanya mengagguk kecil.
"Kukai Souma! Mantan Jack Chair!"
"Ikuto Tsukiyomi!"
"Utau Hoshina!"
"Kya~! Ada Utau Hoshina!" teriak para penggemar Utau.
"Kayaknya penggemar mereka lebih banyak daripada penggemar Akatsuki," Pein pundung ditempat.
"Baiklah! Para peserta telah memperkenalkan diri mereka masing-masing. Sekarang kita lihat dulu sekilas berita,"
News:
"Saya Shiraishi Niero, akan menyampaikan berita terkini. Seprti yang anda lihat, saat ini Konoha Gakure dan Suna Gakure sedang berperang memperebutkan daerah. Para penduduk segera mengungsi ke Kiri Gakure dikarenakan disana terlihat aman,"
"Itu dia! Tangkap perempuan itu!" teriak Kurenai pada Anbu. Anbu langusng menangkap reporter gadungan itu.
"Hei! Ada apa ini?"
"Anda kami tangkap karena telah menyiarkan berita bohong. Anda akan kami kirim ke Alcatras," jawab Anbu itu seraya menyeret Niero.
"Apa? Jangan disana!" teriak Niero sambil berontak.
"Dasar orang aneh! Hm… Maafkan kami atas kekacauan tadi. Saya Yuhi Kurenai akan menyampaikan berita terkini. Krisis ekonomi tengah melanda Konoha Gakure dikarenakan uang kas desa dipergunakan Nona Tsunade yang saat ini menjabat sebagai Hokage, untuk berjudi. Saat ini, Shizune selaku sekretaris Hokage tengah kewalahan menghadapi para wartawan yang ingin menemui Hokage. Demikian sekilas berita,"
At Studio:
Semua orang yang ada di studio 4 Hirasawa TV itu sweatdrop ditempat ketika melihat berita tadi.
"Jadi, ini ya pekerjaan Hokage sekarang?" kata Pein.
"Ternyata Konoha tidak berseni, un. Karena seni adalah ledakan, un," kata you-know-who.
"Tobi anak baik!" teriak Tobi dengan sangat tidak nyambung. Deidara langsung menjitak kepala Tobi.
"Baiklah, kita mulai pertandingannya. Tantangan pertama adalah…" Hiiro menggantungkan kalimatnya.
"Adalah?"
"Adalah…"
"Woi! Cepetan!" bentak Pein yang langsung disambut Death Glare Sanada-?-. Kenapa Sanada memberi Death Glare? Karena Hiiro adalah –ehm-nya Sanada.
"Adalah, menembak apel yang ada diatas kepala target!"
"Apa? Menembak? Kami kan masih SD!" teriak para Guardian, sementara Akatsuki malah bersuka cita.
"Karena kalian masih SD, kecuali Ikuto, Utau dan Kukai yang memang tidak boleh ikut di pertandingan pertama ini, maka author membolehkanku untuk mewakili kalian," para Guardian langsung melompat senang karena mereka dengan Sanada adalah penembak yang lumayan ahli.
"Dasar curang!" kata Pein sambil manyun.
"Para penonton yang ingin jadi sukarelawan, harap segera maju!"
2 penonton segera naik keatas panggung. Biasa, ingin masuk tv.
"Siapa namamu?" tanya Hiiro pada kedua anak itu.
"Saya Diila,"
"Saya Saaya,"
"Ok! Mello, bawakan apelnya," perintah Hitsugaya pada Mello.
"Tapi, kita kehabisan apel,"
"Ya sudah, bawakan saja duren,"
"Woke!" jawab Mello sambil mengancungkan jari tengahnya, lalu ngibrit ngambil duren.
"Near, cepat besihkan panggung!" perintah Hitsugaya.
"Ya ya!" Near lalu merangkak-?- menuju panggung. Entah lebih tepat disebut merangkak atau ngesot.
"Ini dia apelnya!" teriak Mello. Semua sweatdrop. Jelas aja mereka sweatdrop, jelas-jelas yang dibawa duren malah dibilang apel. (-.-)
"Mello, kenapa duren yang dibawa?" kata Sanada sambil sweatdrop.
"Ng… Itu… Gue kira tadi itu buat dimakan para pengatur acara. Jadi gue habisin," jawab Mello sambil menggaruk kepalanya yang memang ketombean.
"MELLO!" Sanada langsung berubah karakter dengan Kaito dan memukul Mello dengan punggung pedang besarnya sehinga Mello luka parah dan harus dibawa ke Rumah Sakit.
"Ter… Ternyata kalau Sanada-nii mengamuk jadi begitu ya Hinamori?" bisik Tadase pada Amu sambil gemetar.
"Iya! Itu sudah jadi pemandangan biasa dirumahku,"
"Terpaksa, kalian berdua letakan benda ini diatas kepala kalian,"
"UAPAAAAAAAAAAAA? SUMPE LO?" teriak Diila dan Saaya.
"Sudahlah, letakan saja," kata Hiiro sambil meletakan duren diatas kepala kedua anak itu.
"Lalu, siapa yang akan mewakili Akatsuki?" tanya Sanada yang telah kembali ke wujud semula.
"Sasori (Danna, un)!" teriak Akatsuki (-Sasori) kompak.
"Loh? Kok gue?"
"Cepat kesini!" kata Sanada sambil menjambak rambut Sasori lalu diseret menuju TKP-?-. Kejam.
"Pistol yang akan digunakan adalah pistol jenis Desert Eagle. Karena daya tembaknya yang lumayan besar, jadi kalian harus hati-hati," kata Hiiro seraya mengingatkan.
"Senjata ini sih sudah seperti mainan bagiku," kata Sanada.
"Mampus gue! Gue kan cuma bisa main boneka!" kata Sasori sambil merinding.
"Baiklah! Diila harap ke dinding disana!" arah Hiiro. Diila segera menuju lokasi.
-DOR- Peluru yang ditembakan Sanada sukses mendarat-?- tepat di tengah duren tersebut sehingga terbelah dua. Diila segera membawa duren itu ke arah Guardian lalu memakannya ramai-ramai sebagai rasa syukur.
"Baiklah, sekarang giliran Sasori!" giliran Saaya yang menjadi target.
-DOR- Peluru yang ditembakan Sasori memang mengenai durennya, tapi hanya sedikit dan peluru tersebut menyerempet jidat Saaya. Saaya yang melihat darah mengalir dari jidatnya langsung tepar.
"Cepat bawa dia kerumah sakit!" teriak Hitsugaya pada tim medis.
"Sep!" jawab Gai dan Lee selaku tim medis sambil mengancungkan jempolnya lalu membawa Saaya kerumah sakit. Akatsuki menggali kuburan dan membuat batu nisan dengan tulisan Sasori sementara Guardian masih makan duren tadi.
"Durennya enak ya," kata Amu sambil makan duren.
"Iya," jawab Rima.
"Itulah pertandingan pertama kita. Berhubung waktu kita sudah habis, dan banyak korban luka hari ini, kami akan mengakhiri acara ini. Kita akan bertemu kembali lain waktu. Tetap di Hirasawa TV!"
~Omake~
Back Stage:
Author: Kerja kalian bagus! Tidak sia-sia saia menyuruh kalian untuk mengatur caranya. Lalu, para peserta sudah pulang kehotel?
Sanada: Tentu saja! *mengancungkan jempol*
Near : *sambil teriak* Mello~!
Hiiro : Saaya mungkin besok sudah sadar. Tapi kalau Mello kami tidak tahu.
Karena itu kami telah menyapkan cleaning service cadangan, yaitu Ryuzaki!
Ryuzaki: Hai! *mengangkat tanganya*
Hitsugaya: Capek juga ya! Gue kira jadi sutradara hanya ngarahin doang. *mengelap keringat*
Author: Baiklah! Semoga acaranya jadi sukses dan disenangi para pemirsa!
~TBC~
Tolong para readers sekalian, beri kritik, saran, dan juga ide lombanya karena author sangat mebutuhkannya. Lalu, saia tidak membuat 'Warnig' dikarenakan 'Warning' nya sudah tergabung di Summary. ^^
Please RnR? :)
