Author Note :
-Nothing-
Fun aja deh, hahaha
Tekken © Namco
© Hatake ChiLd
Warning : AU, Garing, Gaje, maybe Typo n OOC
NB : Saat baca dialognya anna, pikirkan dengan nada centil ya
~Yup, Selamat membaca~
-Two Brother –
Lee PoV
Hari ini hari yang paling membahagian dalam hidupku.. tapi, rasanya tadi di sekolah ada yang menaruh coklat dan bunga di mejaku.. Kira-kira siapa ya? ada banyak lagi..
Setelah aku melewati kejadian tadi siang, aku dan saudaraku sekarang sedang melakukan rutinitas seperti biasa, yah, berlatih basket. Kami memang menyukai basket. Tapi aku ingin mendiskusikan hal ini kepada Jin.
"Hei Jin, tadi di mejaku ada coklat " kataku kepada Jin
"apa? Dari siapa?" Tanyanya heran
"itulah yang kubingungkan. Memang si tadi aku udah cerita sama Miharu, tapi kata Miharu mungkin dari para penggemarku. Tapi ini aneh, Semuanya sama, tidak ada yang berbeda. Jumlahnya pun sangat banyak" ceritaku
"Apa? Jangan-jangan dari anak yang bernama Anna lagi" Jin heran
"Mungkin juga sih,aduh, gimana ya." Aku pun mulai panik
"hah? Ngapain kamu jadi panik begini? Kau kan sudah punya Miharu, tidak perlu khawatir." Jin pun menenangkanku.
"Benar juga. eh , memangnya kamu nggak dikasih coklat?" Tanyaku
"ada sih.. Tapi aku bagi sama Xiao.. hehehe" Jin malah ketawa. Dasar sepupuku satu ini, sejak pacaran sama Xiao ketawa-ketawa terus..
"ouh.. Coklat ini aku kasih ke orang-orang aja deh, aku juga nggak mau makan banyak coklat, nanti tubuhku yang Six pak ini jadi berlemak. hehehehe" kataku sambil tertawa
"Six pak dari mana?" Tanya Jin sambil ber-sweatdrop ria.
"Bercanda. Kubagi-bagi sama tukang becak aja deh." Usuku
"ya nggak apa apa, malah lebih bagus.."
"eh,jam 6 nanti aku ada kencan sama Xiao, kamu nggak ada acara apa sama Miharu?" Tanyanya
"ada donk.. hehehe, aku mau ajak dia makan di restoran" kataku bangga
"Restoran apa?"
"Restoran kaki empat" jawabku bangga
"RESTORAN APAAN TUH!" teriaknya
"HAHAHAHAHA,, nggak lah Jin,aku mau ajak dia makan di Restoran Mishima Zaibatsu." Kataku melanjutkan
"ekh, sama dong.. hahaha, bisa jadi double date nih" sindirnya
"gak pa pa lah, kalau begitu nanti kita berangkat sama sama aja. Aku janjian sama Miharu juga jam 6 kok" ajakku
"Boleh-boleh. Nanti jam 5 kita siap siap untuk bertemu mereka." Ajak Jin
"Excellent. Tapi, beda tempat ya.. hehehe"
"oke oke"
Setelah itu aku melihat jam tanganku yang barusan berbunyi.. ternyata…
"HE? SUDAH JAM 6?" Teriakku
"APA? AYO KITA LEBIH BAIK CEPAT-CEPAT" Jin pun meninggalkan ku..
"aduh, jam ku kan kecepatan 1 jam, waktu itu rusak dan belum aku benarkan." Kutukku dalan hati *parah banget lu kecepetan 1 jam=.=" *
"WOOIII JIIINNN,, MASIH JAM LIMAAAAA! KITA SANTAI SAJAAAA" Teriakku kepada Jin. yang diteriakin malah nyungsep kesandung batu.
"Aduuhhh.. DASAR NIH ANAK! BIKIN PANIK AJA!" lalu Jin menjitak kepalaku.
End LeePoV
Anna PoV
Aku merenung sendirian, di kamarku yang seperti lautan boneka. Ah, itu tidak penting. Uhh, aku sangat bosan dengan ini. Kenapa ya dari dulu kok nggak ada yang mau jadi pacarku? Kan aku cantik begini… Sedihku sendirian
"Huh, daripada aku merana begini,jam 6 nanti mending ke restoran mishima saja" gumamku
-Jam 6-
Aku ada di depan restoran Mishima, seperti biasa aku mengambil tempat yang paling bagus di sini.. tiba-tiba aku melihat sosok berambut silver
"aaaahhh… itu kan Lee-san, kenapa bisa bertemu di tempat ini ya? apa dia sendirian? Kalau begitu aku temani dia ah" girangku dalam hati.
"Ap.. apaa?" tiba tiba langkahku terhenti. Aku melihat sosok seorang wanita di sebelah Lee. Tunggu, sepertinya aku mengenal dia. Dia kan Miharu! Kenapa dia bisa bersama Lee-san 'ku' ?
Tiba tiba HP ku bergetar. Ah, ada sms masuk rupanya. Setelah kubaca sms ku, tiba tiba air mataku menetes. Ternyata, Lee-san ku sudah pacaran dengan Miharu *Alay (Anna Lebay)* . Akhirnya akupun meninggalkan restoran itu dan pulang ke rumah dengan sedih.
End Anna PoV
"Eh, itu kan Anna? Ngapain dia di sini?" Jin tiba tiba melihat anna keluar dari restoran sambil menangis.
"emang apa urusanku? Hahaha" pikir Jin dalam hati.
Akhirnya acara makan malam mereka ber-4 sukses besar (?)
Keesokan harinya
"Hai Lee" Sapa Jin
"Oh, Hai Juga Jin " sapa lee balik.
"Hei, omong omong, bagaimana acara kencanmu kemarin?" Tanya Jin
"Excellent !bagaimana denganmu?" Tanya Lee balik
"Sukses dong… hehehe" Cengir Jin
"By The Way, Any Way, way way *apaan sih?* Kemarin aku liad Anna di restoran loh." Kata Jin kepada Lee
"Apa? Yang benar? Untung aku tidak melihat ya, tadi pagi dia tidak seperti biasanya. Rasanya ada aura seram di sekelilingnya" Jawab Lee alay
"Heh? Aura? Aura k*sih?" Gurau Jin
"bukan Jin, rasanya seram… MaDeSu gitu." Kata Lee
"oh.. Mungkin dia tahu kalau kau pacaran dengan Miharu, lalu dia patah hati.. hahahaha" Jin malah tertawa.
"Kenapa ya, dari tadi pagi perasaanku agak nggak enak" Lee agak panik
"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan." Jin menenangkanku
Anna PoV
Kemarin malam hatiku hancur gara-gara melihat kejadian kemarin. Apa-apaan Miharu itu? Berani beraninya mendekati Lee-san ku. Lihat saja nanti, akan kuhancurkan kamu, sehingga kamu tidakakan bisa bersama Lee-san ku lagi… HIHIHIHI! Aku pun tertawa layaknya nenek sihir.
Hmmmm, kalau begitu, nanti pulang sekolah aku tabrak saja Miharu. Dia kan kalau pergi ke sekolah naik kaki (jalan kaki maksudnya), sangat mudah untuk mencelakainya. Kataku sambil tersenyum sinis.
End Anna PoV
"Aduh Jin, kenapa perasaanku jadi nggak enak ya? selalu kepikiran Miharu terus." Panik Lee
"Kamu ini. Sudahlah, jangan dipikirkan. Kalau begitu, kamu nanti temani miharu saja saat pulang" Saran Jin kepadaku.
"Baiklah"
-pulang sekolah-
"eeehhh,, Miharu-chan, mau nggak pulang bareng?" Tanya Lee ragu-ragu. Memang sih, meskipun mereka sudah pacaran, tapi Lee tetap malu kalau bertemu Miharu
"Maaf Lee, pulang sekolah aku ada kursus. Aku langsung ke tempat kursus, maaf ya Lee-kun" Kata Miharu lembut
"oohh, oke deh, kalau begitu kutemani kamu sampai di tempat kursus" Pinta Lee
"Jangan, nanti malah merepotkan. Tidak apa apa kok, tempat kursusnya dekat dari sini" katanya sambil tersenyum lembut.
"Oh, ya sudah" Lee pun menyerah.
Miharu PoV
"kenapa hari ini perasaanku tidak enak ya?" pikirku dalam hati
"Jalan sudah sepi, lebih baik aku menyebrang sekarang"
Tiba-tiba , ada mobil sport merah yang ngebut saat aku menyebrang jalan.
"KYAAAAAAAAAA!"Aku pun berteriak sekuat kuatnya dan aku menutup mataku.
Akupun berpikir bahwa aku sudah mati…
Bruak! Sreeetttt…
Apa? Kenapa aku merasa meluncur?
Tunggu, kenapa seperti ada yang memelukku?
Pelan-pelan kubuka mataku dan kulihat Lee yang kepalanya penuh darah akibat terbentur trotoar saat menolongku dari kecelakaan tadi.
"LEE! LEE-KUN! KAU BAIK BAIK SAJA? LEE, JAWABLAH LEE! LEEEEEEE" aku pun mulai panik dan saat itu juga kulihat Jin sedang membawa mobil. Tanpa pikir panjang, akupun meminta Jin untuk mengantar Lee ke rumah sakit. Jin yang kumintai tolong pun terlihat sangat panik dan langsung membawa Lee kerumah sakit.
"Ya Tuhan, semoga Lee-kun Baik- baik saja" doaku.
End Miharu PoV
Lee PoV
Haah, akhirnya Miharu-chan nggak mau pulang bersamaku. Terpaksa aku harus pulang sendiri karena Jin pulang bersama Xiao.
Dari kejauhan,aku melihat sebuah mobil sport merah yang berjalan ngebut. Bahaya tuh kalau ada yang nyebrang.
"KYAAAAAAAAAAAAAA" Kudengar ada seseorang yang berteriak. Saat kulihat siapa yang berteriak, ternyata orang itu adalah Miharu.
Setelah itu, aku pun berlari dan langsung mendorong Miharu sambil kupeluk agar ia tidak terluka.
Setelah itu, rasanya aku menghantam sesuatu yang keras dan saat itu juga kesadaranku mulai hilang
"LEEEEEEEEE!" hanya teriakan Miharu yang terakhir kudengar, setelah itu aku tidak mengetahui apa-apa lagi
End Lee PoV
Miharu PoV
Setelah itu Lee dibawa masuk ke ruangan UGD. Dari tadi yang terlihat hanyalah dokter dan suster yang keluar masuk dengan muka khawatir. Di depan UGD, aku sedang menangis ditemani oleh Xiao,Jin pergi membeli jus.
"Miharu, sudahlah. Lee pasti baik-baik saja" Xiao menghiburku
"Uhuk.. ini… Semua.. gara-gara.. aku… Hiks" akupun tidak berhenti menangis.
"Sudah sudah Miharu, Pasti Lee akan baik baik saja." Kata Xiao menenangkanku lagi.
"Uhuk.. hiks.. iya Xiao.."
"Hei, ini , Jus untuk kalian berdua" Jin datang sambil membawakan Jus untuk kami.
"Arigatou ,Jin" jawab kami bersamaan
"Miharu, memang bagaimana kejadiannya tadi?" Tanya Xiao
"Ceritakanlah kepada tenanglah dulu, minum dulu jus itu agar perasaanmu tenang." Jin menyuruhku untuk tenang
"Baiklah…" Akhirnya, setelah aku merasa lebih tenang, aku mulai bercerita kepada mereka
"Nah, sekarang ceritakanlah kejadian tadi" kata Xiao
"sebenarnya begini, tadi siang aku diajak Lee-kun pulang bersama, tapi aku menolaknya." Ceritaku
"Kenapa kau menolaknya?" Tanya Jin dan Xiao bersamaan. Memang pasangan serasi.
"Karena aku akan pergi ke tempat kursus dan aku tidak ingin merepotkan Lee-kun."Kataku kemudian.
"Setelah itu, aku berjalan keluar gerbang dan ketika aku menyebrang jalan, tiba tiba ada mobil sport merah datang dengan kecepatan tinggi dan akan menabrakku. Lalu aku berteriak sambil menutup mataku. Setelah aku berpikir apakah aku ditabrak atau tidak, aku merasakan ada yang memelukku. Setelah kubuka mataku, kulihat Lee yang berlumuran darah dan kebetulan saat itu juga aku melihat Jin dan kamu. Aku lihat Jin naik mobil jadi aku langsung minta tolong pada kalian" Ceritaku.
"sudah miharu, tenang, Lee pasti akan baik baik saja" kata xiao sambil tersenyum meyakinkanku.
"I… ini salahku, coba kalau aku tadi menyebrang lebih hati hati… Lee-kun pasti tidakakan jadi begini" Air mataku mulai mentees perlahan-lahan.
"Bukan Miharu, Bukan salahmu. Bukankah jalan di depan sekolah tadi sepi ya? aku sempat melihat kok sampai akhirnya terjadi kecelakaan itu. Yang salah mobil itu" Kata Xiao agak membentak, kurasa dia sedikit emosi.
"Itu benar Miharu, yang salah mobil itu. Coba kita tanyakan ke teman teman, adakah yang mengingat nomor mobil itu" Kata Jin meyakinkan.
Akupun hanya tersenyum tipis, tiba-tiba pintu UGD terbuka dan aku melihat Lee yang terbaring di kasur dengan kepala diperban. Akupun langsung bertanya kepada dokter, apa yang terjadi dengan pacarku ini.
"Dokter, apa yang terjadi dengan Lee? Apakah dia baik baik saja?" Tanyaku panik plus khawatir.
"Tenang saja, Dia tidak apa apa, hanya saja sekarang dia masih belum sadar. Tidak ada kerusakan (emang mesin bisa rusak?) sama sekali, kita tinggal menunggu dia sadar, dia hanya shock akibat benturan tadi." Kata dokter itu sambil tersenyum lega. Akupun tersenyum lega saat mendengar bahwa Lee tidak apa-apa.
"Dia akan dirawat dulu selama 1 hari untuk dilihat perkembangannya" terang dokter itu
"a.. apakah kami boleh menemuinya nanti di kamarnya?" Pintaku kepadanya
"boleh saja, tidak ada luka yang serius kok… hahaha" tawa dokter itu ringan.
"Terima kasih dokter" Senyumku
"Nah Miharu, karena Lee sudah tidak apa apa, kami pulang dulu ya. Byeee" Kata Xiao senang.
"Miharu, nanti kami akan datang menjenguk Lee, kami ganti baju dan bersih-bersih dulu. Kamu juga sebaiknya pulang dulu."Kata Jin
"Itu benar, nanti kita ke sini barengan aja, ayo, kamu pulang bareng kita,rumahku dan rumahmu kan bersebelahan" Kata Xiao senang
"Baiklah." Kataku
Aku bersyukur mempunyai teman-teman yang baik seperti mereka, ditambah dengan pacar yang rela berkorban untukku. Terima kasih Tuhan.
Aku, Xiao, dan Jin sudah siap untuk mengunjungi Lee, kami masih penasaran siapa pemilik mobil sport itu? Itu akan kami pikirkan nanti setelah Lee baik baik saja.
Kami bertiga berangkat dengan Mobil Jin dengan posisi Jin sebagai Supir, aku dan Xiao duduk di bangku belakang berdua.
"Miharu, apa yang kau bawa itu?" Tanya Xiao kepadaku
"Uhm, ini buah-buah an, aku disuruh ibuku membawakannya untuk Lee, supaya dia cepat sembuh." Kataku dengan muka merah.
"ehehe,, perhatian banget sama Lee, cieeee" Kata Xiao menggodaku
"Sudah ah Xiao, bikin malu saja" Kataku dengan muka yang masih merah
"eheemmm… Hehehehe" Xiao masih menggodaku.
"aduh Xiao,diem!" aku pun mulai pura-pura ngambek.
"Ehem!" Terdengar suara deheman dari bangku depan.
"ehehehehe, Gomen~" Jawab kita sambil cengir cengir.
Akhirnya kami sampai di rumah sakit tempat Lee dirawat, Tanpa berlama lama lagi, kami bertiga langsung menuju kamar Lee,ternyata Lee masih belum sadar.
"Hai Lee-kun" sapaku
"Hai Lee" sapa Xiao dan Jin barengan
Lee masih tertidur di ranjangnya. Kutatap wajahnya dan kulihat kelopak matanya bergerak. Tidak lama kemudian Lee pun sadar.
"ngg… Dimana aku? MIHARU! KAU TIDAK APA APA MIHARU?" Teriak Lee panik
"Tenang Lee, aku ada di sini." Senyumku kepada Lee
"Mi.. Miharu, apa kau terluka?" Lee bertanya lagi
"Tidak apa apa Lee, aku baik baik saja." Senyumku lagi
"Syukurlah." Lee terlihat lega.
"eh, aku sama Xiao keluar dulu ya, mau manggil dokter ke sini." Kata Jin
"Baiklah Jin. Terima kasih "
Setelah itu Jin dan Xiao pun pergi memanggil dokter.
"Lee, maaf, gara gara menolongku kamu jadi begini" Kataku memulai pembicaraan.
"Sudahlah, memang sudah tugasku untuk menjagamu, lagipula aku sudah merasa segar sekarang" Cengirnya.
Aku lega melihat sikapnya itu. Kurasa dia benar benar sehat sekarang.
"Lalu, bagaimana perasaanmu sekarang? Apakah kau sudah merasa baikan?" Tanyaku.
"Ya. aku sudah merasa baikan sekarang. Bagaimana denganmu?"Lee malah bertanya kepadaku
"Aku tidak apa apa Lee" senyumku kepanya dia
"Lee chaolan, bagaimana perasaanmu sekarang?" Tanya dokter yang tiba tiba datang.
"Aku sudah merasa baik dok." Kata Lee dengan pasti
"Sebentar , aku akan memeriksamu, Miharu,tolong keluar sebentar ya" Kata dokter itu Lembut, lalu dokter itu segera memeriksanya.
End Miharu PoV
Dokter itu langsung memeriksa Lee.
"Dokter, kenapa kepala saya masih pusing ya?" Tanya Lee
"oh, itu karena benturan tadi. Minumlah obat secara rutin. Oh ya, kudengar kamu mengikuti kegiatan basket ya?" Tanya dokter itu
"Iya dokter, memang kenapa?" Tanyaku gelisah.
"Jangan main basket dulu selama1 minggu. Kulihat tadi kakimu luka. Yah, memang luka kecil sih, tapi kalau dibiarkan malah tambah parah. Tidak apa apa kan?" Dokter itu meminta padaku
"Oh.. Baiklah dokter" Jawab Lee lesu.
"Hahaha,, kau sudah tidak apa apa, besok kau sudah boleh pulang. Ingat, jangan berolahraga dulu selama seminggu." Kata dokter itu
"Baik dokter"
TBC
WUAAAAHHH,, BAGAIMANA INI? FICNYA SEMAKIN ANCUR SAJA *pundung di pojokan*
Sudahlah, Enjoy aja,, hahaha
RnR Pliss?
